WHITE KNIGHT ACADEMY

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?

Chapter 9 – The Confession

Setelah pertarungan itu Naruto segera dibawa ke rumah untuk dirawat. Naruto dirawat oleh Nagato dan Naruko. Setelah dirawat intensif selama 2 hari, akhirnya Naruto bisa pulih kembali dan dapat kembali belajar di sekolah. Namun Naruto kembali dikejutkan oleh Shion pagi ini dikamarnya.

"Shi-Shion apa yang kau lakukan?", tanya Naruto yang agak panik.

"Aku ingin memeriksamu saja jika benar-benar kamu sudah sembuh Naru-kun...", ujar Shion dengan wajah yang memerah.

"Ta-tapi kenapa kau mengikatku seperti ini? Cepat lepaskan aku!", ujar Naruto.

Ternyata tubuh Naruto diikat oleh Shion dengan tali disudut kamar Naruto. Lalu Shion memandangi Naruto dengan wajah penuh nafsu.

"Naru-kun aku ingin memberikan hadiah untukmu karena sepertinya kamu sudah sembuh. Ayo aku mulai saja ya...", ujar Shion lalu mulai melepas ikat pinggang celana Naruto.

"Hei Shion apa yang ingin kau lakukan?!", ujar Naruto panik.

"Naru-kun kan maniak film porno, jadi pasti sudah tahu apa yang akan lakukan ini...", ujar Shion dengan menggoda sambil mencolek dagu Naruto.

"Shion jangan! Bisa gawat jika Naruko-chan atau Nagato-nii-san melihat!", ujar Naruto.

"Tapi aku sudah tak tahan lagi. Kamu selalu membuatku nafsu Na-ru-kun...", ujar Shion sambil mulai melepaskan celana Naruto.

"Oh Tuhan! Ya sudah aku menyerah...lakukan pelan-pelan...", ujar Naruto pasrah.

"Arigato Naru-kun...", ujar Shion lalu mulai melepaskan boxer Naruto.

BRAKK...

"Naruto-nii-chan kita sudah mau telat ke...Eh?", ujar Naruko yang tiba-tiba masuk ke kamar Naruto lalu kaget melihat posisi Naruto dan Shion sekarang.

"Na-Naruko-chan..i-ini...tak seperti yang kau pikirkan", ujar Naruto gelagapan.

"KYAAA Naruto-nii-chan dan Shion-senpai Hentai!", ujar Naruko lalu lari terbirit-birit.

"Tu-tunggu Naruko-chan aku bisa jelaskan!", ujar Naruto.

"Nah, sekarang Naruko sudah pergi, ayo kita lanjutkan...", ujar Shion.

CKLIK...

"Na-Nagato-nii-san!", ujar Naruto kaget yang melihat kini Nagato telah berada didepan pintu kamarnya dan Nagato telah berhasil mengabadikan posisi NaruShion saat ini dengan kamera ditangannya.

"Wah-wah Naruto kau memang sudah nakal ya sekarang, pagi-pagi sudah melakukan hal seperti itu dengan Shion-chan", ujar Nagato.

"I-ini tak seperti nii-san yang pikirkan, i-ini semuanya perbuatan Shion", ujar Naruto gugup.

"Bagaimana ya kalau Kushina-ba-san melihat hal ini, aku tak tahu apa yang akan terjadi padamu", ujar Nagato.

"Kumohon nii-san jangan beritahu Kaa-san, aku tidak mau mati muda!", ujar Naruto memohon.

"Baiklah, tapi kau harus mentraktir sepupu-mu ini makan ramen seminggu penuh", ujar Nagato.

"Ba-baiklah...", ujar Naruto pasrah.

"Ok! Silahkan lanjutkan kegiatan kalian!", ujar Nagato lalu beranjak darisitu

"Naru-kun semua sudah pergi, ayo kita lanjutkan..", ujar Shion.

"Tidak! Lepaskan aku!", teriak Naruto.

Naruto, Naruko dan Shion akhirnya berangkat sekolah bersama. Shion terlihat sangat senang karena bisa menjalankan misinya dengan baik. Sementara Naruko menatap mereka berdua dengan tajam. Naruto Cuma berjalan dalam diam.

"Sial aku sebenarnya malas diperlakukan seperti itu. Tapi yang tadi nikmat juga... Shion memang handal melakukan hal seperti itu", batin Naruto.

Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah dan bertemu Sakura, Hinata dan Sara.

"Ohayo minna!", sapa Hinata.

"Ohayo nee-san, Sara-chan, Sakura-san!", sapa Naruto.

"Ohayo Naruto!", balas Sakura.

"O-ohayo Naruto-kun..", ujar Sara.

"Narunaru bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?", tanya Hinata.

"I-iya nee-san aku sudah tak apa-apa. Nagato-nii merawatku dengan baik", ujar Naruto.

"Benarkah? Apa demam-mu sudah turun?", tanya Hinata lalu menempelkan dahinya di dahi Naruto. Naruto langsung blushing karena wajah mereka begitu dekat. Gadis yang lain kaget melihat hal itu.

"Ne-nee-san…", ujar Naruto gugup.

"Sepertinya udah turun. Syukurlah kamu sembuh Narunaru, kita bisa bermain-main lagi seperti biasa", ujar Hinata sambil senyum.

"I-iya nee-san..", ujar Naruto.

Mereka berenam kemudian segera berjalan menuju ke gedung sekolah sambil ngobrol-ngobrol. Tapi kemudian ada yang berteriak:

"UZUMAKI NARUTO! BAAAKAAA!"

Teriakan itu terdengar keras sekali karena memakai pengeras suara. Naruto dkk kaget mendengar teriakan itu. Ternyata teriakan itu berasal dari atap sekolah. Seorang gadis yang terus meneriaki Naruto bodoh.

"He-hei bukankah itu Kazahana-san?", ujar Sakura.

"Beraninya dia mengatakan sayangku baka?! Akan kuhajar dia!", ujar Shion geram.

"Apa sih yang dilakukan gadis itu? Buat keributan saja!", ujar Hinata.

"Ayo kita segera menemuinya", ujar Naruto. Mereka segera menuju atap sekolah untuk menemui Koyuki.

Sesampainya diatap sekolah mereka segera berhadapan dengan Koyuki.

"Akhirnya kau datang juga pirang bodoh!", ujar Koyuki.

"Hei gadis gila, beraninya kau menyebut Naru-kun baka!", ujar Shion.

"Kazahana-san apa sih yang kau lakukan?", tanya Naruto.

"Bersiaplah Uzumaki!", ujar Koyuki lalu tiba-tiba melemparkan kunai berantainya kearah Naruto.

"Nani!?"

GREBB

Koyuki memeluk tubuh Naruto dengan erat. Ternyata rantai itu dilempar agar bisa mengikat Naruto lalu menariknya hingga Koyuki dapat memeluk tubuh Naruto. Gadis lain terkejut melihat hal itu.

"Arigato Naruto sudah melindungku…", ujar Koyuki.

"Ka-Kazahana-san…", ujar Naruto.

"Karena kau sudah berjanji akan selalu melindungiku, maka sudah kuputuskan! Mulai sekarang kau adalah milikku Naruto! Kau harus jadi pacarku!", ujar Koyuki.

"EH?", Naruto terkejut.

"Lalu setelah kita lulus dari akademi, kita akan segera menikah dan hidup bahagia. Kau mau kan Naruto?", tanya Koyuki dengan mata puppy eyes.

"Ta-tapi Kazahana-san..", ujar Naruto gugup.

"Jangan panggil aku Kazahana-san lagi, kini panggil aku Koyuki", ujar Koyuki.

"Eh?"

"Apa katamu gadis gila?! Kau mau menikah dengan Naru-kun?! Jangan bermimpi! Akulah yang akan menikah dengannya!", ujar Shion geram lalu mendorong Koyuki menjauh dari Naruto.

"Tidak akulah yang akan menikah dengan Naruto. Jangan mengganggu gadis penggoda!", ujar Koyuki.

"Apa kau bilang?! Akan ku tutup selamanya mulutmu itu, gadis sialan!", ujar Shion.

"Kalau kau bisa, karena aku yang akan menyingkirkanmu duluan!", ujar Koyuki.

"Kau menyebalkan!", ujar Shion geram.

"Kau lebih menyebalkan! Kuhabisi kau sekarang juga!", ujar Koyuki geram. Mereka kemudian saling bertatapan dengan tajam.

"Daripada kalian berdua, kurasa aku yang lebih cocok jadi pendamping Naruto", ujar Sakura yang kini telah menggandeng lengan Naruto setelah melepas Naruto dari ikatan rantai Koyuki.

"Apa?! Kau jangan macam-macam ya!"

Ketiga gadis itupun segera adu mulut untuk menentukan siapa yang layak jadi kekasih Naruto. Naruto bingung dan Cuma bisa menggaruk-garuk kepala belakangnya. Sementara Sara berusaha melerai perdebatan ketiga gadis itu. Hinata berdecih melihat hal itu lalu segera menuruni tangga untuk kembali ke bawah. Tapi dia terhenti karena tiba-tiba merasa sesak didadanya.

"Ohok!", Hinata terbatuk dan batuknya mengeluarkan darah. Darahnya membasahi tangannya karena Hinata menutupi mulutnya dengan tangan saat dia batuk. Hinata kemudian cukup banyak berkeringat.

"Sialan, kenapa bisa kambuh disaat seperti ini..", gumam Hinata.

PUKK..

"Nee-san, kamu tak apa-apa?", tanya Naruto yang tiba-tiba menepuk pundak Hinata.

Hinata segera menyembunyikan tangannya yang terkena batuk darah di balik punggungnya.

"A-aku tak apa-apa. Kenapa kau bertanya seperti itu?", ujar Hinata.

"Nee-san terlihat pucat dan berkeringat, apa nee-san kurang sehat?", tanya Naruto.

"A-aku tak apa-apa, sudah ayo kita segera ke kelas, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi", ujar Hinata lalu bergegas menuruni tangga.

Naruto menatap kepergian Hinata dengan muka ragu.

Skip Time

3 hari berlalu seperti biasa. Hari ini Naruto dkk kembali ke sekolah seperti biasa. Tapi saat bertemu dengan kawan-kawannya di gerbang sekolah, Naruto tak melihat Hinata.

"Lho, Sara-chan, mana Hinata-nee-san?", tanya Naruto.

"I-itu, Onee-sama mengalami demam tinggi dari kemarin malam. Jadi dia tidak bisa masuk sekolah hari ini", ujar Sara.

"Be-benarkah? Kita harus menjenguknya sepulang sekolah nanti", ujar Naruto.

"Baiklah kita jenguk Hinata-senpai sepulang sekolah!", ujar Shion.

Mereka berlima kemudian masuk sekolah dan segera ke kelas masing-masing.

Naruto dkk mengikuti pelajaran dari sensei seperti biasa. Tapi di tengah pelajaran, tiba-tiba saja ponsel Naruto bergetar. Naruto segera mengambil ponselnya dan ternyata ada SMS masuk. Dia segera membaca SMS-nya.

Sender: Hinata-nee-san

Narunaru kamu pasti sedang sibuk belajar ya? Tapi bolehkah kamu meminta izin pulang lebih awal dari sekolah? Aku ingin kamu menemaniku pergi ke suatu tempat sekarang. Kumohon untuk sekali ini saja, tolong temani aku…

Naruto bingung melihat SMS itu. Tak biasanya Hinata meminta sesuatu seperti ini. Naruto pun segera membalas SMS Hinata.

To: Hinata-nee-san

Tapi katanya nee-san sedang sakit? Apa nee-san bisa keluar dari rumah?

Hinata kemudian membalas SMS Naruto.

Aku sudah baikan. Tolong ya Naruto temani aku… Aku menunggumu di taman kota..

Naruto membalas SMS Hinata.

Baiklah aku akan segera minta izin dan pergi kesana..

Hinata membalas SMS Naruto.

OK! Arigato Narunaru!

"Nee-san ada-ada saja..Sebenarnya mau kemana sih dia?", gumam Naruto.

Naruto kemudian segera meminta izin pada sensei di kelas untuk pulang lebih awal. Setelah diberi izin, Naruto segera meninggalkan sekolah. Shion, Sara dan Sakura menatap kepergian Naruto dengan bingung.

Naruto segera menuju ke taman kota dimana Hinata menunggu. Akhirnya dia sampai dan melihat Hinata sedang duduk di bangku taman. Naruto segera menghampiri Hinata.

"Narunaru lama sekali sih, aku sudah lama menunggu", ujar Hinata.

"Go-gomen nee-san, kebetulan guru piket hari ini adalah Mitarashi-sensei, jadi agak repot untuk meminta ijin pulang lebih awal. Tapi akhirnya aku bisa lolos", ujar Naruto.

"Ya sudah, ayo kita pergi", ujar Hinata lalu bangkit dari tempat duduknya.

"Kita sebenarnya mau kemana sih nee-san?", tanya Naruto.

"Ikut saja aku. Ayo!", ujar Hinata lalu mulai berjalan. Naruto segera mengikuti Hinata.

Mereka segera berjalan menuju halte bus dan menaiki bus. Kemudian mereka sampai di area taman bermain.

"I-ini kan taman bermain. Jadi nee-san ingin pergi kesini?", tanya Naruto.

"Begitulah ayo kita segera masuk!", ujar Hinata lalu mereka berdua segera memasuki taman bermain itu.

Mereka kemudian segera membeli karcis untuk bisa bermain sepuasnya di taman bermain itu. Mereka kini melihat-lihat untuk menentukan permainan apa yang akan dimainkan pertama kali.

"Eng..nee-san kita main apa dulu?", tanya Naruto.

"Uhmm..oh iya kita naik roller-coaster saja dulu!", ujar Hinata,

"Ta-tapi itu kan...", ujar Naruto gugup.

"Sudah ayo kita naik!", ujar Hinata lalu menarik tangan Naruto.

Kini mereka berdua telah naik roller-coaster. Naruto gugup karena sebenarnya dia tidak terlalu suka naik roller-coaster karena selalu membuatnya pusing. Akhirnya roller-coaster dijalankan dan mereka mulai bersenang-senang.

"Aduh kepalaku pusing sekali...", ujar Naruto lirih sambil memegangi kepalanya.

"Kau payah Narunaru, Cuma begitu saja kau sudah pusing", ujar Hinata.

Mereka berdua kini tengah duduk dibangku taman karena Naruto mengalami pusing setelah naik roller-coaster tadi.

"Aduh... nee-san aku memang suka pusing jika naik roller-coaster jadi aku memang tak terlalu suka naik barang itu", ujar Naruto.

"Ya sudah letakkan kepalamu disini", ujar Hinata lalu menunjuk pahanya.

"Ma-maksud Nee-san?", tanya Naruto bingung.

"Kau bodoh ya, maksudku kamu bisa meletakkan kepalamu dipangkuanku!", ujar Hinata.

"Eh? Apa tak apa-apa nee-san?", tanya Naruto kaget.

"Kau mau atau tidak sih?", tanya Hinata.

"Ba-baiklah aku mau", ujar Naruto lalu mulai meletakkan kepalanya di pangkuan Hinata.

Naruto kemudian memandang wajah Hinata yang kini dekat dengan wajahnya.

"Ternyata dari dekat, Hinata-nee-san terlihat sangat cantik...", batin Naruto. Naruto kemudian memalingkan wajahnya karena blushing melihat wajah Hinata. Sementara Hinata Cuma memandang lurus kedepan. Tak lama kemudian, Naruto mulai merasa nyaman dipangkuan Hinata dan itu membuatnya ngantuk. Akhirnya setelah beberapa saat, Naruto tertidur di pangkuan Hinata.

Ketika menyadari Naruto telah tertidur, Hinata tersenyum tipis melihat wajah polos Naruto yang sedang tertidur.

"Wajahmu terlihat sangat polos Narunaru saat tidur...", gumam Hinata. Hinata kemudian mulai mengelus-elus rambut Naruto dengan lembut.

Setelah setengah jam tertidur, Naruto mulai membuka matanya perlahan.

"Dasar pemalas, kita seharusnya bersenang-senang, malah aku harus menungguimu tidur!", ujar Hinata ketus.

"Go-gomen nee-san, aku tak sengaja", ujar Naruto.

"Lihat pahaku sudah kram nih karena kamu kelamaan tidurnya, ayo cepat bangunlah", ujar Hinata.

"I-iya nee-san gomen", ujar Naruto lalu mengubah posisi menjadi duduk.

"Kamu lelap sekali tidurnya tadi, kamu memang payah Narunaru", ujar Hinata.

"Go-gomen, ka-karena aku sangat nyaman berada di pangkuan nee-san", ujar Naruto malu-malu.

"Sudahlah, ayo kita main lagi", ujar Hinata lalu berbalik. Tanpa Naruto sadari ternyata wajah Hinata memerah mendengar pernyataan Naruto barusan tadi.

Mereka berdua kembali menaiki wahana-wahana lainnya. Mereka sangat bersenang-senang hari itu.

"Narunaru ayo kita ke toko pakaian yang ada disana!", ujar Hinata sambil menunjuk sebuah toko.

"Oh i-iya ayo nee-san", ujar Naruto. Hinata kemudian menarik tangan Naruto lalu menggenggamnya. Naruto jadi blushing karena mereka berdua berpegangan tangan.

"Oh Kami-sama, aku sangat beruntung hari ini...Ini seperti kencan...", batin Naruto.

Mereka berdua segera masuk ke toko tersebut. Hinata memilih-milih baju yang cocok dengannya. Akhirnya setelah memilih baju-baju yang cocok, mereka segera menuju ke kasir.

"Semuanya 2 juta ryo", ujar petugas kasir.

"Narunaru kamu yang bayar ya..", ujar Hinata.

"Lho kok aku?", tanya Naruto kaget.

"Iya, sekali-sekali kau harus membelikan baju untuk nee-san-mu ini", ujar Hinata.

"Ta-tapi nee-san a-aku...", ujar Naruto.

"Sudah cepat bayar sana..", ujar Hinata.

"Ba-baiklah nee-san..", ujar Naruto pasrah lalu menyerahkan kartu kreditnya.

"Arigato, Narunaru", ujar Hinata sambil senyum.

Mereka berdua kemudian keluar dari toko itu. Hinata kelihatan gembira sementara Naruto kelihatan pasi karena harus membayar semahal itu ditambah lagi harus membawa baju-baju Hinata yang banyak di kantong plastik.

"Nee-san kita mau kemana lagi?", tanya Naruto.

"Ah pas ini sudah sore, ayo kita ke pantai Narunaru!", ujar Hinata.

"Eh? Pantai?", tanya Naruto bingung.

"Ayo kita pergi!", ujar Hinata lalu mereka berdua segera naik bus untuk pergi ke pantai.

Mereka berdua kini sudah berada di halte bus. Tapi di jalan seberang, empat gadis melihat mereka berdua.

"He-hei, bukankah itu Naruto dan Hinata-senpai?", ujar Sakura lalu menunjuk ke arah NaruHina yang berada di halte bus.

"I-iya benar itu sayangku dan Hinata-senpai! Sedang apa mereka berdua ya? Bukankah senpai sakit hari ini?", ujar Shion.

"Mereka sudah mau naik bus, lebih baik kita ikuti!", ujar Koyuki.

"Apa Onee-sama sudah akan melakukan hal itu ya?", batin Sara. Sara melihat mereka dengan pandangan sendu.

"Ayo-ayo kita ikuti!", keempat gadis itu segera mengikuti NaruHina dengan naik bus berikutnya.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya NaruHina sampai di pantai. Karena hari sudah sore menjelang petang, langit pun sudah berubah menjadi warna jingga karena efek dari sunset. Kini NaruHina sedang memandangi pemadangan pantai yang indah.

"Akhirnya kita sampai, lihat matahari sudah mau tenggelam!", ujar Hinata.

"I-iya, pemandangan yang bagus nee-san!", ujar Naruto.

"Ayo kita berjalan dipesisir pantai Narunaru!", ujar Hinata.

"I-iya nee-san", ujar Naruto. Mereka berdua kini lebih dekat dengan tepi laut.

"Narunaru bisakah kau menggandeng tanganku?", tanya Hinata dengan muka agak memerah.

"Eh?", Naruto kaget.

"Aku ingin mengelilingi pantai sambil bergandengan tangan denganmu", ujar Hinata.

"Eh..i-iya..nee-san boleh kok..", ujar Naruto gugup sambil blushing.

Naruto kemudian mulai menggandeng lengan Hinata dengan kikuk. Akhirnya mereka bergandengan tangan lalu mulai menyusuri pantai. Naruto agak gugup karena bisa sedekat ini dengan Hinata, gadis yang sedari dulu disukai olehnya.

"Narunaru, aku sangat senang hari ini. Kita bisa bersenang-senang bersama dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ini hari terbaik yang pernah ada", ujar Hinata lalu menyadarkan kepalanya di bahu Naruto.

"I-iya nee-san aku juga senang bisa bersama nee-san", ujar Naruto sedikit kikuk.

"Narunaru kamu adalah adikku yang baik dan sangat kusayangi. Aku sangat senang bisa memiliki adik sepertimu walaupun sebenarnya kita tak berhubungan darah. Aku ingin kau selalu menjadi adikku yang baik", ujar Hinata.

"I-ya nee-san aku juga senang memiliki kakak seperti nee-san..Ta-tapi nee-san..", ujar Naruto lalu menunduk dan berhenti berjalan.

"Eh..kenapa Narunaru?", tanya Hinata bingung karena Naruto tiba-tiba saja berhenti berjalan.

"A-aku tak ingin selalu menjadi adik nee-san. Aku mencintaimu nee-san! Aku ingin menjadi kekasihmu!", ujar Naruto.

Hinata terbelalak mendengar pernyataan cinta Naruto lagi namun seketika juga Hinata menundukkan kepalanya.

"Ma-maaf aku tak bisa Narunaru...", ujar Hinata lirih.

"Kenapa? Kenapa nee-san? Aku sangat mencintaimu nee-san! Aku ingin membahagiakanmu! Kamulah gadis yang selalu kucintai! Aku ingin selalu disisimu nee-san!", ujar Naruto.

"Gomen Narunaru, aku tak bisa...", ujar Hinata lirih.

"Kenapa nee-san? Apa alasannya?! Apa yang kurang dari diriku!? Beritahulah aku supaya kau dapat memperbaikinya! Kumohon nee-san beritahu aku!", ujar Naruto.

"Tidak aku tak bisa..maaf Narunaru, sebaiknya kau lupakan saja aku...", ujar Hinata.

"Kenapa? Kenapa?! Aku tahu nee-san juga mencintaiku! Jika nee-san tak mencintaiku kenapa nee-san selalu memberiku harapan untuk dekat dengan nee-san seperti ini?!", ujar Naruto.

GREBB...

Hinata memeluk Naruto tiba-tiba. Kemudian airmata mulai meleleh membasahi pipi Hinata.

"Gomen Narunaru, aku tak bisa. Aku tak mau kau menderita karena aku...", ujar Hinata lirih.

"Kenapa? Kenapa nee-san? Aku sungguh mencintaimu! Sungguh perasaanku ini tak bisa dibendung lagi. Aku sangat mencintaimu Hyuuga Hinata!", ujar Naruto lantang.

"A-aku..aku juga mencintaimu Uzumaki Naruto!", ujar Hinata lantang.

"Ne-nee-san...", ujar Naruto. Naruto terbelalak mendengar perkataan Hinata barusan.

"Kuakui aku juga mencintaimu Naruto, tapi aku tak mau kau menderita karena aku...Aku juga takut menderita karena tak bisa bersamamu lagi...", ujar Hinata lirih dengan isakan.

"Kenapa nee-san? Apa alasannya?", tanya Naruto.

"Sebenarnya aku memiliki penyakit kanker darah. Dokter berusaha menyembuhkannya tapi kanker darah ini begitu susah untuk ditangani. Dan dokter mengatakan umurku sudah tak lama lagi Naruto. Aku berusaha menyembunyikan itu dari kau dan teman-teman agar kalian tak khawatir. Selama ini aku Cuma memperpanjang hidupku dengan obat-obatan. Tapi akhir-akhir ini obatnya sudah tak terlalu bereaksi sehingga penyakitku sering kambuh...Karena itu aku tak bisa denganmu Naruto. Aku tak mau kau menderita karena aku...Kamu dapat mencari gadis lain yang lebih baik dan sehat dari aku..Lupakanlah aku karena aku tak lama lagi akan pergi dari dunia ini...", ujar Hinata lirih lalu melepaskan pelukannya.

"Ne-nee-san..", gumam Naruto lirih.

"Tolong lupakanlah aku Naruto...Aku tak bisa menjalin cinta denganmu...Itu hanya akan membuat dirimu dan diriku sakit. Tolong carilah kebahagiaan yang lain...Kamu adalah pria yang sehat dan tampan...kamu pasti akan mendapatkan gadis yang lebih baik dari aku...", ujar Hinata.

"Nee-san..", gumam Naruto.

"Hapuslah rasa cintamu dariku...lupakanlah aku...dan aku ingin berkata terakhir kali aku senang bisa menghabiskan waktuku yang tersisa sedikit ini bersamamu...Sayonara Naruto...", ujar Hinata lalu berbalik untuk beranjak pergi darisitu.

GREBB

Naruto memeluk Hinata dari belakang. Hinata tersentak kaget karena pelukan Naruto yang tiba-tiba ini.

"Aku tak bisa nee-san..Aku tak bisa melupakanmu...Hanya kamulah gadis yang akan selalu aku cintai!", ujar Naruto.

"Ta-tapi Naru..aku...", ujar Hinata lirih.

"Aku tak bisa melepaskanmu nee-san...Aku sangat cinta padamu! Aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun...Aku pasti bisa membuatmu sembuh...Aku takkan pernah membiarkanmu meninggalkanku...Aku kan selalu ada disisimu!", ujar Naruto sambil mengeratkan pelukannya pada Hinata.

"Narunaru...hiks", isak Hinata.

"Kita kan selalu bersama nee-san, jikalau jika kamu pergi dari dunia ini aku pasti akan menemanimu...Aku akan selalu bersamamu nee-san...", ujar Naruto.

"Naruto...aku juga akan selalu disisimu...", ujar Hinata yang kini berbalik menghadap Naruto.

CUP...

Mereka berdua kemudian berciuman dengan mesra. Akhirnya setelah Hinata mengakui perasaannya mereka dapat bersatu. Naruto dapat menerima segala kekurangan yang dimiliki Hinata. Akhirnya kekuatan cinta dapat merubah segalanya.

"Aishiteru Hinata-nee-san..."

"Aishiteru Naruto..."

Sementara itu dibalik semak-semak ternyata keempat gadis melihat adegan NaruHina itu.

"Ti-tidak mungkin Naru-kun ku...", ujar Shion.

"Naruto...", ujar Koyuki dengan muka murung.

"Naru-kun ku telah diambil...hua...", Shion menangis histeris.

"Sudahlah Shion-chan...", ujar Sara sambil mengelus bahu Shion. Tapi ternyata Sara juga ikut menangis.

"Naruto telah bersama Hinata-senpai...", ujar Sakura lirih lalu duduk sambil memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya di lututnya lalu menangis.

"Naruto..." Keempat gadis itu menangis karena akhirnya Naruto telah menjadi milik Hinata sepenuhnya.

Sementara Naruto dan Hinata kini telah duduk sambil memandangi laut.

"Ne Narunaru karena kamu sudah menjadi pacarku, kamu harus merubah cara panggilanmu padaku..", ujar Hinata.

"Ma-maksud nee-san?", tanya Naruto bingung.

"Kau tak boleh memanggilku nee-san lagi. Panggil aku sekarang Hinata-chan!", ujar Hinata.

"E-eh? Bolehkah?", tanya Naruto kaget.

"tentu saja! Ayo cepat panggil aku dengan sebutan itu!", ujar Hinata.

"Hi-Hinata-chan...", ujar Naruto malu-malu.

"Iya Naruto-kun?", ujar Hinata sambil senyum.

"Aishiteru Hinata-chan..", ujar Naruto.

"Aishiteru mo Naruto-kun..", ujar Hinata.

Sementara itu di Black Knight Academy

BUAKH...BUAKH...BUAKH...

Tiga orang terpental dan tersungkur ketanah. Mereka terpental sehabis dipukul oleh seorang pria berkulit pucat dengan rambut hitam lurus.

"Sudah kubilang jangan pernah menyentuh Sakura!", ujar pria itu.

"Ma-maaf Sai, kami Cuma menjalankan perintah Sasuke-sama..", ujar Jiroubou. Sementara Tayuya dan Kidoumaru merintih kesakitan.

"Kalian mau membohongiku ya?! Sasuke-sama tak pernah memerintahkan seperti itu!", ujar Sai geram.

"Aku yang memerintahkan mereka..."

Sai kaget mendengar suara itu dan menoleh kebelakang. Lalu munculah seorang pria dengan rambut putih dengan mata hijau.

"Aku memerintahkan mereka karena aku ketua Goninshuu. Dan Sasuke-sama menyetujui perintahku itu..", ujar pria berambut putih itu.

"Cih! Tapi awas kalau kalian berani menyentuh Sakura lagi! Kalian takkan kuampuni!", ujar Sai lalu meninggalkan tempat itu.

"Sai, santailah, lagipula tujuanku kesana bukanlah untuk menyerang mereka", ujar pria berambut putih.

"Apa maksudmu?", tanya Sai.

"Aku sudah menemukannya! Youkou emas yang ternyata ada di anak itu. Uzumaki Naruto, aku Kaguya Kimimaro akan segera menghabisimu!", ujar Kimimaro dengan muka mengerikan.

To Be Continued...

Yosh! Chapter 9 update! Gomen karena saya updatenya telat banget. Maklum seminggu terakhir saya sibuk ngurus administrasi buat semester baru kuliahan. Jadi sekali lagi maaf buat readers sekalian.

YA di chapter ini di awalnya (maaf) saya sengaja menulis adegan yang agak "gitu" antara Naruto dan Shion tapi itu buat pelengkap saja karena di chapter ini saya menulis banyak adegan NaruHina. Akhirnya kedua insan ini bisa bersatu dan saling mencintai...^_^. Memang tak ada yang bisa memisahkan kedua orang ini kecuali Masashi-sensei. Disini juga terlihat di akhir cerita muncul Kimimaro yang hendak menantang Naruto. Apa nanti Naruto akhirnya bisa mengalahkan Kimimaro? Lihat saja kelanjutannya. Mengenai Nagato disini diceritakan dia adalah sepupu dari Naruto dan Naruko. Nagato adalah ketua dari Akatsuki, organisasi 9 orang Knight yang hebat dan kuat. Di chapter depan Naruto akan segera memulai latihannya dan kemungkinan beberapa anggota Akatsuki akan muncul di chap depan.

Balas review dulu:

Dragon warior: Arigato! Thx buat rnr!

Namikaze Sholkhan: oK! Thx buat rnr!

Ahmadbima27: Yang berambut putih itu Kimimaro. Thx buat rnr!

Uzumaki 21: Arigato! Maaf saya Cuma kurang begitu mengetahui mengenai jurus-jurus Sakon. Nagato adalah sepupu Naruto disini. Yang berambut putih Kimimaro. Thx buat rnr!

Uzumaki-Namikaze Serizawa: OK! Thx buat rnr!

Anggraxi: OK! Saran anda diterima! OK! Thx buat rnr!

Vicestring: Gomen agak susah sih membuat sifat Naruto lebih calm..THx buat rnr!

Muharrom catang: Mereka sepupuan. Itu Kimimaro. OK! Thx buat rnr!

Akira No Sikhigawa: Mereka itu saudara sepupu. OK! Thx buat rnr!

Nervous: OK! Thx buat rnr!

Mr Xavier: Gomen di chap2 sebelumnya memang hanya cerita Naruto dan para gadis. Tapi di chap ini banyak adengan NaruHina kok dan chap2 selanjutnya karena mereka telah resmi jadian..Thx buat rnr!

Salain: OK! Thx buat rnr!

Ha-chan: OK! Thx buat rnr!

Guest: OK! Thx buat rnr!

Renzy Strife: OK! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: OK! Thx buat rnr!

Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!

Fazrulz21: Ya begitulah. Sasuke akan muncul lagi di chap end. OK! Thx buat rnr!

The guess: Arigato! OK akan saya berusaha banyakin comedynya. OK! Thx buat rnr!

Misti Chan: Hahaha Naruto kan memang selalu keren. Nagato sepupunya Naruto. OK! Thx buat rnr!

Awar muna: OK! Thx buat rnr!

Blue-senpai: Kimimaro. OK! Thx buat rnr!

Guest: itu kimimaro. OK! Thx buat rnr!

Galaxi kecil: arigato! Biasanya aku update tiap chap selang 3 atau 4 hari. OK! Thx buat rnr!

Guest: OK! Thx buat rnr!

Gray areader: Arigato! OK! Thx buat rnr!

Bunshin Anugrah ET: Iya disini Akatsuki adalah organisasi Knight terkuat yang melindungi negara Knight's Territory. Mengenai anggotanya akan diungkapkan di chapter depan. Itu adalah Kimimaro. OK! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!