WHITE KNIGHT ACADEMY

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?

Chapter 11 – Kekuatan Joutai

"Khukhukhukhu...Hahahahaha!", Kimimaro tiba-tiba saja tertawa mengerikan. Naruto dan Nagato kaget melihat itu.

"Kau memang menarik Uzumaki, aku tak sabar ingin segera menghabisimu!", ujar Kimimaro lalu mulai bangkit lagi. Tapi Kimimaro kini diselimuti aura-aura aneh dan perlahan tubuhnya mengalami perubahan. Kulitnya mulai menjadi coklat gelap dan jadi kasar. Lalu matanya berubah menjadi kuning. Dan badannya tampak lebih kekar dari biasanya.

"Kau, apa yang terjadi padamu?!", ujar Naruto kaget.

"I-ini mungkinkah...", ujar Nagato kaget.

"Akan kutunjukkan padamu! Kekuatan energi Joutai yang sebenarnya!", ujar Kimimaro yang tampaknya lebih mengerikan.

"Kau...apa yang terjadi pada tubuhmu?", tanya Naruto dengan ekspresi kaget.

"Khukhukhu, ini adalah kekuatan rahasiaku. Energi Joutai yang berasal dari eksperimen sensei kami, Orochimaru. Energi yang bisa memaksimalkan kekuatan fisik sampai batas akhir. Aku akan mengalahkanmu dan melenyapkanmu selamanya dari dunia ini Youkou!", ujar Kimimaro.

"Kau, kenapa kau sangat membenci Youkou? Apa yang sebenarnya terjadi?", tanya Naruto.

"Tentu saja aku membenci Youkou! Karena Youkou-lah yang telah merenggut nyawa kedua orangtuaku!", ujar Kimimaro geram.

"Eh?" Naruto dan Nagato kaget mendengar hal itu.

"Jangan-jangan orangtuamu adalah pasangan Kaguya sewaktu perselisihan antara Akatsuki dengan organisasi Ravens?", tanya Nagato.

"Benar sekali, seseorang yang memiliki Youkou telah membunuh kedua orangtuaku saat peristiwa itu. Kalian para Knight tega menghabisi seluruh saudara-saudaraku yang berada di Ravens. Sungguh bedebah kalian!", ujar Kimimaro.

"Jadi begitu ya...", ujar Nagato.

"Na-Nagato-nii-san apa sih yang sebenarnya terjadi?", tanya Naruto bingung.

"Itu adalah tragedi berdarah yang terjadi 15 tahun lalu. Saat itu anggota Akatsuki sedang bertarung dengan organisasi Ravens yang mencoba menduduki distrik Kumo. Karena anggota Ravens begitu banyak dan kuat maka digunakan Youkou emas untuk menghadapi mereka. Dan mungkin salah satu korbannya adalah orangtua kedua orang ini. Dan yang dulunya menjadi pengguna Youkou emas itu adalah...", ujar Nagato.

"Si-siapa Nagato-nii?", tanya Naruto.

"Itu adalah ayahmu Naruto, Namikaze Minato", ujar Nagato.

"Eh?" Naruto kaget mendengar hal itu. Naruto langsung berkeringat dan matanya membulat.

"Ayahmu adalah pengguna Youkou, tapi saat pertarungan itu dia kehilangan kendali karena tekanan energi Youkou yang begitu besar. Ayahku juga ikut dalam misi itu jadi Ayah menceritakan semuanya padaku. Lalu sesaat sebelum Minato-ji-san meninggal, dia mewariskan kekuatan Youkou padamu saat kamu lahir", ujar Nagato.

"Ja-jadi begitu...ternyata ini berasal dari Otou-san...", ujar Naruto sambil melihat tangannya.

"Ya, dan karena kau keturunannya, akan kubalas perbuatan ayahmu pada orangtuaku! Bersiaplah untuk mati!", ujar Kimimaro lalu mulai menyerang Naruto lagi.

Mereka berdua kembali bertarung dengan sengit. Kini Kimimaro menggunakan pedang tulang yang ukurannya ekstra lebih besar. Dia menyerang Naruto secara bertubi-tubi. Naruto menangkis dengan energi youkounya.

"SUPER BONE SWORD!"
Kimimaro memutar pedangnya dengan cepat lalu mencoba menusuk Naruto. Naruto berusaha menghindar tapi gerakan Kimimaro lebih cepat hingga mengenai kaki kiri Naruto.

"Uaaakhh!", Naruto berteriak kesakitan. Darah mengucur dari kakinya.

"Ukh..sialan kau..", rintih Naruto. Kimimaro tersenyum menyeringai melihat Naruto.

"Kau akan mati Naruto!", ujar Kimimaro.

"Akan kukalahkan kau!", ujar Naruto. Lalu Naruto kembali menyerang dengan energi youkounya.

Serangan-serangan Naruto dapat dihindari dengan mudah oleh Kimimaro. Kimimaro menjadi lebih gesit sejak menggunakan energi Joutai. Sementara Naruto menyerang, secara tiba-tiba Kimimaro menyerang balik dengan cepat, Naruto terkena beberapa sayatan ditubuhnya dan langsung terpental.

"Ukhh.. dia kuat sekali...Tapi kenapa kontrol Youkou-ku sepertinya tidak terlalu berfungsi ya?", batin Naruto.

"Ingat Naruto! Fokus!", teriak Nagato.

"Aku mengerti. Arigato Nagato-nii-san", ujar Naruto lalu bangkit lagi.

Naruto kemudian mengumpulkan energi di telapak tangannya lalu menembakkannya seperti laser kearah Kimimaro.

"YOUKOU BEAM!"

"Serangan seperti itu takkan berpengaruh padaku!", ujar Kimimaro lalu maju untuk menahan serangan itu dengan pedang tulangnya. Tapi saat dia menangkis dengan pedangnya, serangan Naruto ternyata lebih kuat hingga pedang tulang Kimimaro patah dan hancur berkeping-keping. Kimimaro kemudian terpental agak jauh karena efek serangan itu.

"Ukh...apa itu tadi...", rintih Kimimaro.

"Aku telah menemukan fokus untuk mengendalikan Youkou", ujar Naruto.

"Kuso! Mati kau!", ujar Kimimaro lalu maju menyerang Naruto lagi.

Sementara itu di pusat kota, Sakura dan Sara sedang jalan-jalan bersama. Mereka berbelanja beberapa barang dan baju. Namun ketika mereka keluar dari toko baju mereka berpapasan dengan seorang pria berkulit pucat dengan rambut hitam lurus.

"Sa-Sai-nii-san!", ujar Sakura kaget. Sara juga kaget melihat Sai.

"Halo Sakura-chan", ujar Sai sambil senyum.

"Nii-san sedang apa disini?", tanya Sakura.

"Aku sedang berjalan-jalan didaerah ini. Kebetulan aku bertemu denganmu. Ada yang ingin kubicarakan denganmu", ujar Sai.

"Eh? Apa itu?", tanya Sakura bingung.

"Kita bicara ditempat lain saja. Maaf ya Hyuuga-san, aku pinjam Sakura-chan sebentar", ujar Sai.

"Sara-san kamu tunggu disini ya", ujar Sakura.

"Oh i-iya", ujar Sara.

Mereka berdua kemudian beranjak dari tempat itu. Sara menatap kepergian mereka dengan penasaran.

Akhirnya setelah lama berjalan Sai dan Sakura tiba ditaman yang berada didekat situ. Taman lumayan sepi, tidak banyak orang yang ada disitu. Mereka berdua kemudian duduk di salah satu bangku taman.

"Jadi Sai-nii-san apa yang ingin dibicarakan?", tanya Sakura.

"Sakura-chan kumohon jangan ikut serta dalam pertarungan antara White Knight dan Black Knight", ujar Sai.

"Eh? Ta-tapi..", ujar Sakura kaget.

"Kumohon padamu, jangan ikut pertarungan itu. Itu sangat berbahaya, Sasuke telah merencanakan sesuatu yang sudah diluar akal sehat. Aku tak mau kamu terluka, jadi jangan ikut pertarungan itu", ujar Sai.

"Ta-tapi, aku tetap harus ikut bertarung untuk menjunjung kehormatan White Knight Academy sebagai akademi Knight yang tersohor", ujar Sakura.

"Jangan! Kumohon jangan! Sasuke itu sudah gila! Dia terlalu berambisi untuk melakukan semua kehendaknya. Dia telah merencanakan sesuatu yang mengerikan untuk pertarungan itu. Lagipula ada satu hal yang penting dari pertarungan itu...", ujar Sai.

"Eh?"

"Sasuke berniat mengincarmu, dia masih terobsesi dengan kekuatanmu! Jadi kumohon, jangan sampai kau muncul dihadapannya!", ujar Sai.

"Ta-tapi aku...", ujar Sakura.

"Kumohon dengarkanlah aku sebagai kakakmu, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri. Aku sangat mencintaimu Sakura-chan, aku tak mau kau disakiti. Aku sebenarnya ingin menghabisi Sasuke, tapi karena keluargaku tunduk pada klan Uchiha maka aku harus selalu menurutinya. Sungguh ironis, kehidupanku ini...", ujar Sai.

"Tapi Sai-nii-san aku harus bertarung. Karena aku adalah siswa White Knight Academy. Aku percaya bahwa kami bisa mengalahkan Sasuke-kun. Dan juga pasti Naruto bisa membuat Sasuke-kun seperti dulu lagi. Mereka itu adalah sahabat sejak SMP. Sama-sama anggota Saikyou no Sedai. Aku yakin Naruto dapat menyelamatkan Sasuke-kun dari kegelapan itu", ujar Sakura.

"Sa-Sakura...", gumam Sai.

"Sai-nii-san mempercayaiku bukan?", tanya Sakura sambil senyum.

"Ya aku mempercayaimu", ujar Sai sambil senyum.

"Kuharap setelah pertarungan ini, Sai-nii-san bisa terlepas dari jeratan klan Uchiha", ujar Sakura.

"Ya, dan aku bisa hidup bahagia bersamamu Sakura-chan. Aku mencintaimu", ujar Sai sambil senyum.

"Huh, ingatlah nii-san kau sudah punya Ino", ujar Sakura sambil manyun.

"Cih! Aku sebenarnya tak suka berpacaran dengan Ino, dia itu kasar dan menyebalkan. Tapi karena Danzo-jii-sama sudah menjodohkanku dengannya, maka aku harus bisa bersamanya", ujar Sai.

"Tapi sampai sekarang aku masih menyukai Naruto", ujar Sakura.

"Kau masih menyukainya? Sudahlah lupakan saja dia, dia sudah milik Hyuuga-san dari awal. Nanti setelah pertarungan itu, aku pasti akan merebut hatimu darinya. Kamulah gadis paling cantik di dunia ini Sakura-chan", ujar Sai sambil senyum.

"Kau selalu saja menggombal Sai-nii-san", ujar Sakura sambil terkikik.

"Tidak, Sakura-chan kau benar-benar cantik. Naruto bodoh tak memilihmu", ujar Sai.

"Hahahaha Sai-nii-san", ujar Sakura sambil tertawa. Sai pun ikut tertawa. Mereka kemudian melanjutkan pembicaraan sambil bercanda. Sementara itu ada seseorang yang mengamati mereka berdua secara sembunyi-sembunyi lalu dia berdecih kesal.

Kembali ke pertarungan Naruto dan Kimimaro. Pertarungan mereka masih berlangsung dengan sengit. Keduanya mengeluarkan kemampuan masing-masing untuk menjatuhkan lawannya. Kimimaro terus menyerang Naruto bertubi-tubi dengan tulang-tulang tajamnya dan Naruto membentuk perisai dari energi Youkounya untuk menangkis serangan-serangan Kimimaro.

"Naruto kau pasti akan kuhabisi!", ujar Kimimaro.

"Aku yang akan mengalahkanmu!", ujar Naruto.

"SUPER BONE SLASH!"

Sayatan dari tulang besar Kimimaro meluncur dengan cepat ke arah Naruto. Naruto kemudian mengumpulkan energi Youkounya di tangannya lalu membentuk seberti bola spiral.

"Kunamakan ini RASENGAN!", ujar Naruto sambil mengarahkan bola spiralnya ke arah Kimimaro.

BUAAMM!

Terjadi ledakan dahsyat dari tabrakan kedua energi yang besar itu. Tanah-tanah disekitar situ jadi porak poranda. Nagato takjub melihat hal itu.

"Sungguh pertarungan yang mengagumkan, padahal mereka berdua masih siswa akademi", ujar Nagato.

Kimimaro dan Naruto sekarang telah terkapar, namun Kimimaro mulai bangkit lagi dan menatap Naruto tajam.

"Akan kuakhiri kau dengan ini!", ujar Kimimaro. Kimimaro kemudian meletakkan kedua tangannya diatas tanah.

"SAWARABI NO MAI!"

Muncul tulang-tulang tajam yang begitu banyak dari bawah tanah. Semua tulang itu mengarah ke Naruto yang masih terbaring.

"Hahahaha, mati kau Youkou!", teriak Kimimaro.

BLAAAMMM!
Ledakan dahsyat terjadi didaerah sekitar Naruto. Tulang-tulang itu jadi hancur berkeping-keping. Naruto kini telah diselimuti oleh aura Youkou yang begitu kuat. Mata Naruto kini menjadi merah menyala. Dan aura Youkou telah membentuk rupa rubah.

"GROOAARR!", auman Youkou menggelegar.

"Sial, dia kehilangan kendali!", ujar Nagato kaget.

"Kaupikir kau bisa mengalahkanku?", ujar Naruto. Nagato dan Kimimaro kaget mendengar suara Naruto.

"Aku takkan membiarkan kekuatan ini menguasaiku. Akulah yang akan menguasai kekuatan ini!", ujar Naruto lantang. Mata Naruto kembali menjadi seperti semula.

Naruto kemudian maju menyerang kembali Kimimaro dengan cepat. Naruto menyerang dengan gesit dan bertubi-tubi. Kimimaro menjadi kewalahan menangkisnya.

"Sial, kenapa dia jadi cepat sekali..", gumam Kimimaro sambil menghindari serangan Naruto.

"Takkan kubiarkan kau! BONE SLASH!", Kimimaro kembali menyerang dengan pedang tulangnya.

KRAAAK...

Naruto menahan pedang Kimimaro lalu mematahkannya. Kimimaro terkejut melihat itu. Kemudian Naruto meninju perut Kimimaro dengan kuat.

"Uaaaakh!"

Kimimaro terpental jauh dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.

"Sial...", rintih Kimimaro. Kimimaro mulai kesulitan bergerak karena tubuhnya mengalami kesakitan dan luka yang parah. Naruto kemudian menghampiri Kimimaro.

"Gomenasai...", ujar Naruto sambil membungkuk.

"Eh?" Kimimaro kaget melihat Naruto yang membungkuk.

"Aku minta maaf mewakili ayahku. Maafkanlah ayahku yang sudah membunuh kedua orangtuamu. Aku tahu rasanya kehilangan orang yang disayangi. Kau pasti menderita selama ini. Aku mohon maaf padamu", ujar Naruto.

"Kau...", ujar Kimimaro.

"Aku minta maaf Kaguya Kimimaro...", ujar Naruto.

"Jangan bercanda! Aku tak butuh maafmu!", ujar Kimimaro lalu bangkit untuk menyerang Naruto.

TAPP

Nagato tiba-tiba menahan lengan Kimimaro. Kimimaro dan Naruto terkejut melihat hal itu.

"Sudah cukup, kalian tak perlu bertarung lagi. Aku juga minta maaf atas nama Akatsuki atas kejadian itu. Dulu ayahku-lah yang memimpin operasi penyerbuan Ravens itu. Aku tahu orangtuamu hanyalah pesuruh bukanlah salah satu anggota inti mereka. Jadi aku juga minta maaf padamu..", ujar Nagato sambil membungkuk.

"Ka-kalian...", ujar Kimimaro.

"Ne Kaguya-san maukah kau memaafkanku?", tanya Naruto lalu menyodorkan tangannya ke arah Kimimaro. Kimimaro kemudian menatap Naruto lalu mulai mendekatkan tangannya kearah Naruto.

JRASH!

"Ohok!"

Terciprat darah dari dada Kimimaro. Sebuah pedang telah menembus tubuhnya. Naruto dan Nagato kaget melihat hal itu. Kemudian orang itu mencabut pedangnya lalu menendang Kimimaro hingga terpental.

"Sasuke kau!", ujar Naruto kaget.

"Dasar orang tak berguna", ujar Sasuke sambil menatap Kimimaro.

"Sasuke kau benar-benar brengsek!", ujar Naruto geram.

"Dia memang tak berguna, mengalahkanmu saja tak bisa. Benar-benar payah", ujar Sasuke.

"Kenapa kau menusuknya!? Bukankah dia itu temanmu?!", ujar Naruto geram.

"Apa? Teman? Dia bukan temanku, aku tak butuh teman. Yang kubutuhkan hanyalah orang-orang yang bisa menuruti semua keinginanku!", ujar Sasuke.

"Brengsek! Kau memang jahanam Sasuke!", ujar Naruto geram.

"Naruto tak terasa hari pertarungan itu semakin dekat ya..Aku tak sabar untuk menghancurkanmu bersama sekolahmu yang payah itu", ujar Sasuke.

"Aku takkan kalah Sasuke! Akulah yang akan mengalahkanmu!", ujar Naruto.

"Khukhukhu kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Tapi aku pasti menang darimu", ujar Sasuke.

"Sasuke sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini? Kenapa kau berambisi untuk menghancurkan kami?", tanya Naruto.

"Khukhukhu, kau sudah lupa ya? Janji yang kita buat bersama sebagai anggota Saikyou no Sedai", ujar Sasuke.

"Jangan-jangan itu...", ujar Naruto kaget.

"Aku akan menantikan pertarungan itu Naruto. Aku pasti akan mengalahkanmu. Ya sudah, aku pergi dulu...", ujar Sasuke.

"Sasuke..", gumam Naruto.

"Hoi Uchiha-kun!", panggil Nagato.

"Apa?", tanya Sasuke.

"Apa kau mengetahui keberadaan sepupumu Uchiha Obito?", tanya Nagato.

"Mana aku tahu, aku tak peduli dengannya!", ujar Sasuke.

"Souka..", gumam Nagato.

Sasuke kemudian beranjak darisitu. Naruto dan Nagato kemudian memeriksa Kimimaro.

"Sepertinya Sasuke menusuknya tepat di paru-paru. Dia sudah tak tertolong lagi", ujar Nagato. Kimimaro kini sudah tak bernyawa lagi.

"Sasuke kau..", gumam Naruto.

Nagato dan Naruto kemudian segera membawa mayat Kimimaro untuk dimakamkan.

Setelah semua kejadian itu Naruto dan Nagato kembali kerumah. Naruko, Hinata dan Sara segera menyambut kedatangan mereka.

"Tadaima!", ujar Naruto.

"Okaeri!", ujar Naruko, Sara, dan Hinata.

"Naruto-kun kamu tak apa-apa? Kamu baik-baik saja selama disana?", tanya Hinata.

"Iya Hinata-chan, aku baik-baik saja", ujar Naruto lalu tersenyum.

"Syukurlah, ayo masuk, kami sudah menyiapkan makan siang spesial untuk kalian", ujar Hinata.

Mereka kemudian segera menuju meja makan untuk makan bersama. Telah terhidang berbagai makanan enak diatas meja.

"Ittadakimasu!"

Mereka segera makan bersama. Semua menikmati makanan yang enak-enak itu.

"Enak sekali! Ini pasti buatanmu ya Sara-chan?!", ujar Nagato.

"I-iya Nagato-san, tapi aku dibantu juga oleh Onee-sama dan Naruko-chan", ujar Sara.

"Kau memang hebat, masakanmu selalu enak!", ujar Nagato sambil terus makan dengan lahap.

"Arigato Nagato-san", ujar Sara.

Sementara Naruto seperti melamun dan makan dengan pelan sekali. Hinata bingung melihat Naruto seperti itu.

"Sayang, kamu tak apa-apa? Kenapa makanannya Cuma dimainin seperti itu?", tanya Hinata.

"Oh..eh..ti-tidak apa-apa kok..", ujar Naruto yang tersadar dari lamunannya.

"Kalau kamu ada masalah, kamu bisa cerita padaku", ujar Hinata.

"Bukan apa-apa kok. Ayo lanjutkan makannya saja", ujar Naruto.

Hinata terus memandang Naruto dengan penasaran. Naruto kemudian melihat Hinata lalu membelai pipi Hinata dengan lembut.

"A-apa yang kau lakukan Naruto-kun?", tanya Hinata gugup dengan wajah memerah. Karena tiba tiba Naruto membelai pipinya.

"Aku Cuma ingin melakukannya. Pipimu begitu chubby dan lembut Hinata-chan", ujar Naruto lalu nyengir.

"Kau ini! Jangan didepan orang seperti ini dong, kau tak punya malu ya!", ujar Hinata ketus.

"Tidak apa-apa kan, kita ini sepasang kekasih, jadi sudah sewajarnya kita mesra-mesraan", goda Naruto.

"Dasar kau!", ujar Hinata ketus.

"Oh indahnya masa muda...", ujar Nagato.

Sementara Sara terus melihat NaruHina yang begitu mesra. Entah kenapa Sara merasakan dadanya sesak. Dia terus memandangi mereka berdua dengan tatapan sendu.

"Sara-senpai yang kuat ya...", ujar Naruko lalu mengelus-elus punggung Sara yang disebelahnya.

"Arigato Naruko-chan..", ujar Sara lalu tersenyum. Naruko membalas senyuman Sara.

"Lalu Nagato-nii-san, kapan kau akan melamar Konan-san? Dia sudah lama menunggumu lho..", tanya Naruto.

"Aku belum kepikiran soal itu. Aku masih ingin menikmati perkerjaanku sebagai Akatsuki. Aku percaya Konan juga mengerti akan keinginanku ini. Kami itu sudah saling sangat mencintai, jadi kapanpun tak jadi masalah", ujar Nagato.

"Souka...itu bagus sekali Nagato-nii-san", ujar Naruto.

"Lalu Naruto bagaimana dengan pertarungan melawan Black Knight Academy, apa kalian sudah mempersiapkan diri?", tanya Nagato.

"Ya, kami akan mengumpulkan murid-murid yang bersedia untuk bertarung. Tapi aku yakin pasti banyak yang ikut serta karena banyak dari mereka sangat membenci Black Knight Academy karena kekejamannya", ujar Naruto.

"Sebaiknya kau menyusun taktik dengan baik agar bisa menang", ujar Nagato.

"Aku mengerti, aku percaya dengan kekuatan taman-temanku. Kami pasti bisa mengalahkan Black Knight!", ujar Naruto.

"Benar, kami akan mengalahkan orang-orang busuk itu! Terutama si Uchiha sialan itu!", ujar Hinata.

"Aku juga akan bertarung dengan seluruh kemampuanku", ujar Sara.

"Aku akan membantu di bagian belakang saja", ujar Naruko.

"Yosh! Kami pasti menang!", ujar Naruto semangat.

Hari sudah malam. Hinata dan Sara memutuskan menginap di rumah Naruto karena sedang ada hujan badai. Kini Naruto dan Hinata sedang duduk diruang TV.

"Naruto-kun, apa aku bisa bertahan sampai pertarungan itu? Aku sedikit takut menghadapi hari-hari yang akan datang", ujar Hinata.

"Bicara apa kamu Hinata-chan, kamu itu kuat, kamu pasti bisa bertahan sampai akhir", ujar Naruto.

"Ta-tapi bisa saja penyakitku kambuh disaat pertarungan itu..Aku takut..aku takut takkan bisa bersamamu lagi..", ujar Hinata gelisah.

GREBB..
"Hal itu takkan terjadi. Kita pasti akan selalu bersama selamanya. Aku pasti akan selalu melindungimu Hinata-chan. Percayalah padaku", ujar Naruto sambil memeluk Hinata.

"Na-Naruto-kun...", ujar Hinata.

"Kita akan selalu bersama hingga akhir..Kita berdua takkan pernah berpisah. Aku kan selalu menemanimu Hinata-chan. Aku sangat mencintaimu", ujar Naruto.

"Aku juga sangat mencintaimu Naruto-kun", ujar Hinata.

CUP

Naruto dan Hinata berciuman dengan mesra. Naruto terus memperdalam ciumannya dan mulai menjelajahi rongga mulut Hinata dengan lidahnya. Mereka benar-benar dua insan yang saling mencinta. Setelah mulai kehabisan napas mereka melepaskan ciuman mereka.

"Ayo kita ke kamarku Hinata-chan", ujar Naruto.

"Eh? Ta-tapi", ujar Hinata kaget.

"Aku ingin sekali melakukan "itu" padamu", ujar Naruto.

"Ta-ta-tapi Na-Na-Naruto...", ujar Hinata gugup.

"Tidak ada tapi-tapian...aku akan tetap melakukannya. Tenanglah aku akan pelan-pelan", ujar Naruto dengan muka mesum. Naruto kemudian menggendong Hinata ala bridal style.

"Ta-ta-ta-tapi..."

"Ayo kita curahkan semua di tempat tidur!", ujar Naruto lalu berlari membawa Hinata.

"Kyaa Naruto-kun lepaskan aku! Aku belum siap!", jerit Hinata dengan muka memerah.

SKIP TIME
Dua minggu berlalu. Ujian semester telah selesai. Murid-murid mulai memasuki masa liburan. Tapi murid-murid White Knight Academy kini berkumpul dan beramai-ramai pergi ke hutan Utara distrik Kumo. Mereka telah bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Setelah sampai di Hutan Utara itu, mereka melihat telah berkumpul sekumpulan anak-anak berseragam hitam lengkap dengan senjata mereka masing-masing.

"Akhirnya hari ini tiba! Pertarungan yang menentukan sekolah terkuat diantara White Knight Academy dan Black Knight Academy! Kami tak sabar ingin mengalahkan kalian White Knight Academy!", ujar Sasuke.

"Kami yang akan mengalahkan kalian Black Knight Academy!", teriak Naruto.

"OOOOO!", seru semua murid White Knight Academy.

"Kalian yang akan kalian habis White Knight Academy!", teriak Sasuke.

"OOOOO!", seru semua murid Black Knight Academy.

Kemudiam muncullah salah satu anggota dari Akatsuki yaitu Zetsu. Zetsu kemudian berdiri di tengah-tengah kedua kubu.

"Aku Zetsu dari Akatsuki. Akulah yang akan menjadi pengamat pertarungan ini. Kuharap kalian sudah siap semuanya karena pertarungan ini akan segera dimulai. Kalian siap?", ujar Zetsu.

"SIAAAPPP!"

"Kalau begitu mulai pertarungannya!", ujar Zetsu.

"OOOOO!" Garis depan kedua kubu langsung maju menyerang. Pertarungan sengit antara dua sekolah dimulai. Semuanya bertarung dengan penuh semangat. Mereka mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk menjatuhkan lawan masing-masing.

Sementara itu pasukan elit kini tengah berhadapan. Mereka saling bertatapan tajam satu sama lain.

"Naruto jadi ini tim elitmu? Khukhukhu lumayan juga", ujar Sasuke.

"Kami pasti akan mengalahkan kalian!", ujar Naruto.

"Sakura, kau akan kuhabisi! Beraninya kau bermain belakang dengan Sai-kun!", ujar Ino.

"Apa maksudmu Ino? Aku tak berbuat macam-macam dengan Sai-nii-san!", ujar Sakura.

"Jangan menyangkal, aku sudah tahu itu. Kuhabisi kau!", ujar Ino lalu maju menyerang Sakura. Ino dan Sakura segera bertarung dengan sengit.

"Waktu itu aku akan kalah darimu gadis kecil, tapi kali ini akan kubalas kekalahanku! Maju kau sini!", ujar Kidoumaru lalu maju menyerang dengan panahnya.

"Heh! Jangan bercanda pria laba-laba, akan kukalahkan kau!", ujar Shion lalu bersiap dengan panahnya. Shion dan Kidoumaru segera beradu panah.

"Kau! bukankah kau ketua dari Wrath Unicorn!", ujar Koyuki kaget melihat seorang wanita berambut sangat panjang.

"Benar namaku Kin, karena kau dan teman-temanmu, banyak anak buahku yang tewas. Akan kubalaskan kematian mereka!", ujar Kin sambil bersiap dengan kunainya.

"Akan kuhabisi kau juga! Kau yang telah bekerja sama dengan Sakon!", ujar Koyuki lalu bersiap menyerang dengan kunai berantainya. Mereka berdua maju lalu memulai pertarungan.

"Sepertinya tinggal tersisa kita berdua ya Hyuuga-san. Apa boleh buat aku harus melawanmu..", ujar Sai sambil senyum palsu.

"Aku siap bertarung denganmu", ujar Sara sambil bersiap dengan katananya.

"Aku tak ingin menyakitimu tapi aku tak bisa membangkang perintah Sasuke-sama", ujar Sai.

"Ayo bertarung Shimura-san!", ujar Sara lalu maju menyerang. Sai dan Sara segera memulai pertarungan.

"Lho aku melawan siapa? Kalian kan Cuma 5 orang", tanya Hinata.

"Aku yang akan melawanmu"

Tiba-tiba muncul seorang gadis berambut panjang berwarna merah. Memiliki mata berwarna merah dan berkacamata. Dia kemudian tersenyum meremehkan.

"Ka-kau?!", Hinata kaget melihat orang itu.

"Ka-Karin-nee-san!", ujar Naruto kaget.

"Lama tak berjumpa Naru-chan", ujar Karin.

"Karin jadi ternyata selama ini kau pindah ke Black Knight Academy?", tanya Hinata.

"Begitulah, aku sudah bosan menjadi ketua Deva Five. Sekolah di Black Knight Academy lebih menyenangkan, aku bisa melakukan semua hal semauku", ujar Karin.

"Kau!", ujar Hinata geram.

"Kali ini aku akan menghancurkanmu Hinata!", ujar Karin dengan tatapan tajam.

"Kau yang akan kuhancurkan Karin!", ujar Hinata.

Mereka berdua mulai menyerang dan pertarungan dimulai.

Sementara Naruto dan Sasuke kini berhadapan dan saling bertatapan tajam.

"Naruto kali ini kita sudah berhadapan, ayo kita mulai saja", ujar Sasuke.

"Akan kukalahkan kau Sasuke, dan kubuat kau sadar kalau apa yang kau lakukan ini salah!", ujar Naruto.

"Heh, kau takkan mampu mengalahkanku! Dasar payah!", ujar Sasuke maju menyerang dengan pedangnya.

"Sasuke!", ujar Naruto lalu maju menyerang.

Pertarungan sengit pun dimulai...

To Be Continued...

Yosh! Chapter 11 update! Pertarungan antara Naruto dan Kimimaro berlanjut. Kimimaro menggunakan kekuatan Joutai-nya dan sempat membuat Naruto kewalahan. Juga disini diketahui bahwa alasan Kimimaro menyerang Naruto karena Youkou yang dulu dimiliki ayah Naruto, Minato yang telah membunuh kedua orangtuanya. Akhirnya setelah Kimimaro kewalahan, Naruto mengambil inisiatif untuk meminta maaf, tapi tiba-tiba Sasuke muncul dan membunuh Kimimaro. Dan akhirnya di akhir chap ini, pertarungan antara White Knight Academy dan Black Knight Academy dimulai. Time Elit saling berhadapan, Naruto VS Sasuke, Hinata VS Karin, Sakura VS Ino, Sara VS Sai, Shion VS Kidoumaru dan Koyuki VS Kin. Bagaimana kelanjutan pertarungan mereka? Kita lihat aja di chap depan...

Balas review dulu:

Arrobeys likeuzhyu: Mungkin saya akan merencanakan sesuatu yang lain pada keempat gadis itu, jadi tunggu aja kelanjutannya. Thx buat rnr!

Muharrom catang: Disini cuman ada Youkou emas. Ok! Thx buat rnr!

Uzumaki 21: Ya, Sasuke-lah antagonis utama disini. Naruko juga bisa bertarung tapi dia ngak terlalu kuat. Ok! Thx buat rnr!

DarkYami Kugamawa: Ok! Thx buat rnr!

Gembel Elit: Ok! Thx buat rnr!

Uzumaki-Namikaze Serizawa: Ok! Thx buat rnr!

Blue-senpai: Ya diceritakan juga disini itu hasil eksperimen Orochimaru-sensei. Ok! Thx buat rnr!

Bunshin Anugrah ET: Maaf kalo Gaara ngak masuk, saya Cuma memfokuskan pada Naruto dkk yang masuk tim elit. Ya begitulah, klan Uchiha disini karena kuat dan berkuasa suka berbuat semena-mena. Obito keluar memang ada rencana khusus tapi masih misteri. Ok! Thx buat rnr!

Vicestring: Ok! Thx buat rnr!

Gray areader: Ada 5. White, Black, Red, Blue dan Green. Ya galau-lah, soalnya mereka sangat menyukai Naruto. Ok! Thx buat rnr!

Dragon warior: Ok! Thx buat rnr!

Khf16: Itu adalah percobaan Orochimaru. Ok! Thx buat rnr!

Namikaze yondaime: Arigato! Joutai itu kalau di canon, segel gaib yang dibuat orochimaru pada goninshuu dan Sasuke. Di chap ini sudah mulai pertarungannya. Ok! Thx buat rnr!

Ahmadbima27: Ok! Thx buat rnr!

Fran Fryn Kun: Arigato! Maaf kalau kurang begitu memuaskan akan saya perbaiki. Ok! Thx buat rnr!

Tsumehaza-Arief: Saya juga kepikiran mungkin saja akan dibuat tapi tunggu aja kelanjutannya. Ok! Thx buat rnr!

Leontujuhempat: Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!

Awar muna: Ya begitulah.. Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: Ok! Thx buat rnr!

Renzy Strife: Arigato! Ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!

Fazrulz21: Jangan gitu dong ini kan Cuma cerita. Ok! Thx buat rnr!

Niizuma Eiji: Saya terinspirasi dari anime Maji de Watashi ni Koi Shinasai tapi tenang aja alurnya beda banget. Maaf saya mendukung pair pure NaruHina jadi ngak bisa dibikin harem. Ok! Thx buat rnr!

Misti Chan: Naruto kan harus menemui banyak rintangan agar semakin kuat. Youkou disini artinya siluman rubah sedangkan youkai hanya berarti monster. Ok! Thx buat rnr!

Guest: Arigato! Ok! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda sedikit terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa memberi jejak berupa review ya?

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!