WHITE KNIGHT ACADEMY

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?

Chapter 12 – Dewi Neraka: Proserpine

Pertarungan sengit diantara dua kubu terus berlanjut. Semua mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan lawan masing-masing. Senjata-senjata digunakan untuk melukai dan cipratan darah dimana-mana. Pertarungan antara kedua sekolah yang menyandang gelar Knight Academy. Hitam dan Putih bertarung demi kehormatan sekolah masing-masing. Garis depan saling bertarung dengan sengit. Para komandan terus mengkomando serangan-serangan.

"Ayo serang mereka! Jangan sisakan satupun dari mereka!", komando Gaara selaku komandan garis depan White Knight Academy.

"Habisi mereka semua!", komando Dosu si mumi selaku komandan garis depan Black Knight Academy.

"OOOOOOO", Semua murid semakin semangat bertarung dan mengerahkan seluruh kemampuan masing-masing.

Sementara itu Hinata dan Karin sedang bertarung dengan sengit. Mereka saling menyerang dan menangkis. Mereka bertarung tanpa menggunakan senjata.

"HYUUGA STYLE: HOSHI DESTROYER!"

Hinata mencoba memukul Karin dengan serangan dahsyatnya itu tapi Karin dapat menghindari serangan itu. Karin kemudian menyerang balik.

"DARK PUNCH!"

Karin menghantarkan serangan dengan aura gelapnya. Tapi serangan itu juga dapat dihindari Hinata. Hinata melompat ke atas dan bersiap menyerang balik Karin.

"HYUUGA STYLE: EARTH DESTROYER!"

Serangan Hinata melesat dengan cepat ke arah Karin tapi Karin dapat menghindarinya. Serangan itu pun menghujam tanah sehingga tanah sekitar situ porak poranda.

"Cih!", Hinata berdecih lalu menatap tajam Karin.

"Kau memang memiliki kekuatan monster Hinata. Tapi tampaknya akurasi seranganmu mulai berkurang ya?", ujar Karin.

"Urusai! Aku pasti akan mengalahkanmu Karin!", ujar Hinata.

"Hmm.. aku memang tak sekuat dirimu tapi...apa kau bisa mengalahkanku sang ketua Deva Five?", ujar Karin dengan senyum meremehkan.

"Kau bukan lagi ketua Deva Five, mulai saat kau pindah ke sekolah busuk itu, kau bukan lagi bagian dari kami!", ujar Hinata lalu menyerang Karin lagi.

BUAAAKH...

"Ohok!"

Hinata berhasil memukul pipi kanan Karin hingga Karin terpental cukup jauh. Karin kemudian tersungkur dan mulutnya mengeluarkan darah. Pipinya juga memar terkena serangan dahsyat Hinata itu.

"Rasakan itu! Kau pasti akan kuhabisi Karin!", ujar Hinata.

Karin kemudian berdiri lalu tersenyum menyeringai. Tapi tiba-tiba luka-luka Karin mulai sembuh dengan sendirinya. Hinata kaget melihat hal itu.

"Apa kau lupa Hinata? Kemampuanku yang ini?", ujar Karin.

"Sial!", umpat Hinata.

"Aku bisa meregenerasi tubuhku sendiri. Jadi separah apapun lukaku tubuhku bisa menyembuhkannya sendiri", ujar Karin.

"Sial! Akan kuhancurkan kau agar kau tak bisa meregenerasi lagi!", ujar Hinata lalu mulai maju menyerang lagi.

"Ayo Hinata! Kita selesaikan ini!", ujar Karin lalu maju menyerang.

Sementara itu Sai dan Sara juga sedang bertarung dengan sengit. Mereka terlibat adu teknik. Sara menggunakan kekuatan katananya untuk menyerang Sai, tapi Sai menangkisnya dengan lukisan-lukisan berbentuk binatang yang dibuatnya.

"HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!"

Serangan dengan bentuk bintang itu melesat dengan cepat ke arah Sai.

"ART STYLE: RHINO WALLS!"

Terbentuk lukisan berbentuk badak-badak besar dan membentuk dinding pelindung bagi Sai. Serangan itu pun dapat dibendung. Sara mulai kelelahan karena serangannya tak ada yang dapat mengenai Sai.

"Ada apa Hyuuga-san, kau mulai kelelahan?", tanya Sai dengan senyum khasnya.

"A-aku pasti bisa mengalahkanmu..", ujar Sara sambil terengah-engah.

"Hoo..bagaimana kalau kali ini aku menyerang balik", ujar Sai lalu melukis di gulungannya.

"ART STYLE: THOUSAND SWORD!"

Ribuan pedang dengan kecepatan tinggi melesat dengan cepat ke arah Sara. Sara mulai menangkis satu-persatu pedang-pedang itu. Tapi karena kecepatannya banyak pedang yang berhasil menyayat tubuh Sara. Di lengan dan di bagian kaki. Sara mulai merintih kesakitan.

"Uuukh...", rintih Sara. Sara memegangi tangannya yang berdarah.

"Bagaimana seranganku? Hebat bukan? Itu adalah seniku!", ujar Sai.

Sementara Ino dan Sakura terus bertarung dengan sengit. Mereka mengeluarkan kemampuan masing-masing. Sakura dengan naginatanya dan Ino dengan rapier miliknya.

"NAGINATA CRUSH!"

Serangan cepat Naginata milik Sakura melesat dengan cepat ke arah Ino. Ino kemudian menangkisnya dengan rapier miliknya.

"RAPIER SLASH!"

Ino kemudian menyerang balik dengan rapier miliknya. Serangan Ino juga dapat dihindari Sakura. Mereka terus bertarung dengan sengit, tak ada satupun yang mau mengalah.

"Sakura aku pasti membunuhmu, beraninya kau menggoda Sai-kun!", ujar Ino geram.

"Apa yang kau bicarakan Ino?! Aku tak menggodanya! Aku hanya menganggap Sai-nii-san sebagai kakakku sendiri!", ujar Sakura.

"Jangan pura-pura! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri! Sai-kun dan kamu begitu mesra dan aku tak rela kalian berdua seperti itu! Aku yang memiliki Sai-kun! Aku takkan pernah menyerahkannya pada orang lain!", ujar Ino geram.

"Ino kau salah paham! Aku tak ada apa-apa dengan Sai-nii-san!", ujar Sakura.

"Urusai! Bersiaplah untuk mati Sakura!", ujar Ino.

Mereka berdua kembali bertarung dengan sengit.

Sementara itu Shion dan Kidoumaru juga bertarung dengan sengit. Mereka saling menyerang dengan panah mereka masing-masing.

"SUZAKU FIRE ARROW!"

Serangan panah dengan kobaran api milik Shion melesat dengan cepat ke arah Kidoumaru tapi Kidoumaru dapat menghindarinya dan menyerang balik.

"SPIDER ARROW!"

Serangan panah emas dengan jumlah yang banyak melesat dengan cepat ke arah Shion. Shion berusaha menghindarinya tapi salah satu anak panah berhasil menggores lengan kiri Shion.

"Uukkh sial!", rintih Shion sambil memegangi lengannya yang berdarah. Shion mulai berlari menjauh.

"Takkan kubiarkan kau kabur gadis kecil!", ujar Kidoumaru lalu mengejar Shion.

Sementara itu Koyuki dan Kin juga bertarung dengan sengit. Mereka menggunakan senjata mereka masing-masing untuk saling mengalahkan.

"Gadis brengsek kuhabisi kau!", ujar Koyuki.

"Kau yang akan kuhabisi bodoh!", ujar Kin.

Mereka berdua bertarung dengan kunai. Koyuki kemudian melancarkan serangannya.

"CHAINED KUNAI GREAT STAB!"

Kunai berantai milik Koyuki melesat dengan cepat ke arah Kin tapi Kin dapat menghindarinya.

"Heh, serangan seperti itu takkan bisa mengenaiku, dasar gadis bodoh!", ujar Kin.

Tapi tiba-tiba rantai Koyuki melilit tubuh Kin dengan cepat, Kin kaget akan hal itu dan berusaha meronta.

"Tertangkap kau brengsek! Sekarang matilah kau!", ujar Koyuki lalu kunainya mulai melesat untuk menusuk tubuh Kin.

JRASH!

"Ohok!"

Kunai Koyuki berhasil menembus perut Kin. Kin mengeluarkan banyak darah dari perut dan mulutnya. Koyuki kemudian menghampiri Kin lalu memukul-mukul pipi Kin bertubi-tubi.

"Kembalikan teman-temanku brengsek!"

"Gara-gara kau dan Sakon mereka harus mati!"

"Kau takkan kuampuni, akan kuhancurkan kau!"

BUAAKH!

Kin tiba-tiba memukul dagu Koyuki dengan keras, Koyuki pun terpental dan bibirnya berdarah.

"Cih! Kau yang kan kuhabisi! Gadis bodoh yang tak berguna seperti kau seharusnya enyah!", ujar Kin.

"Kuhabisi kau!", ujar Koyuki lalu maju menyerang.

"Mati kau!", ujar Kin lalu juga maju menyerang.

Sementara Naruto dan Sasuke juga terus bertarung. Mereka berdua bertarung dengan sengit. Sasuke menggunakan pedang petir miliknya dan Naruto dengan beam sabernya.

TRANG! TRANG!

Pedang mereka saling bertautan. Adu pedang yang seru terjadi antara kedua orang yang menjadi rival ini. Mereka dulunya adalah sahabat tapi karena perbedaan ideologi dan cara berpikir mereka harus saling bertarung untuk memperjuangkannya.

"Sasuke, aku pasti akan mengalahkanmu!", ujar Naruto.

"Cih, kau yang akan kuhabisi, bodoh!", ujar Sasuke.

"Sasuke apa kau terus mengingat janji itu? Apa itu alasanmu menyerangku dan sekolahku?", tanya Naruto.

"Ya, aku terus mengingat janji itu. Janji itu juga yang terus memotivasiku untuk melaksanakan segala ambisiku!", ujar Sasuke.

"Sasuke kau benar-benar sudah salah arah! Kau takkan kubiarkan melanjutkan semua ini!", ujar Naruto.

"Kau takkan mampu menghentikanku Naruto! Semua yang kuinginkan pasti akan kudapatkan!", ujar Sasuke.

"Sasuke!", ujar Naruto sambil menyerang dengan beam sabernya.

"Mati kau bodoh!", ujar Sasuke sambil menyerang dengan pedang petirnya.

BUAAM!

Terjadi ledakan besar karena serangan kedua orang itu. Mereka berdua kemudian terpental jauh dan terkapar.

"Ukh..", rintih Naruto.

"Ukkh...", rintih Sasuke.

Mereka berdua kemudian mulai berdiri untuk kembali menyerang lagi. Mereka kemudian kembali maju untuk menyerang kembali.

TRANG...

Pedang mereka berdua kembali bertautan. Mereka berdua saling bertatapan tajam. Mereka kemudian melepas tautan pedang itu dan kembali saling bertatapan.

"Naruto sepertinya kau sudah bertambah kuat. Sepertinya aku harus menggunakan ini", ujar Sasuke lalu menutup matanya.

"Itu jangan-jangan!", ujar Naruto kaget.

"Sudah lama aku tak menggunakan ini. Red Eye "Sharingan"!", ujar Sasuke. Mata Sasuke kini berubah menjadi warna merah.

"I-itu Red-Eye miliknya, gawat aku harus hati-hati", gumam Naruto. Naruto kemudian bersiap dengan beam saber miliknya.

"Ayo Naruto, kita selesaikan ini!", ujar Sasuke.

"Sasuke!", ujar Naruto. Mereka berdua kembali maju menyerang.

"HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!"

Serangan dengan bentuk bintang melesat dengan cepat dari pedang Sasuke. Naruto kaget melihat hal itu. Naruto kemudian menangkisnya.

"Bu-bukankah itu teknik milik Sara-chan?!", tanya Naruto kaget.

"Khukhukhu, apa kau sudah lupa apa julukanku saat jadi Saikyou no Sedai, Naruto? Dengan mata ini aku bisa meniru semua teknik!", ujar Sasuke.

"Benar juga, kau dijuluki sang Copy-cat, sial jadi kau juga bisa meniru teknik klan Hyuuga?", ujar Naruto.

"Ya, dan tak Cuma itu aku juga bisa meniru jurus yang lebih hebat lainnya!", ujar Sasuke.

"Sasuke, sialan kau!", ujar Naruto lalu kembali maju menyerang.

"Bagaimana kalau kutiru teknik gadis impianmu Naruto? Terima ini HYUUGA STYLE: EARTH DESTROYER!"

BRAAAK...

Sasuke memukul beam saber Naruto hingga hancur berkeping-keping. Naruto juga terkena efek serangan itu dan terpental. Naruto merintih kesakitan.

"Ukkh...dia juga bisa meniru teknik milik Hinata-chan...", ujar Naruto sambil merintih.

"Bagaimana Naruto, kekuatan mata ini?! Aku hebat bukan! Kau takkan mampu mengalahkan kekuatan mata ini!", ujar Sasuke.

"Sasuke...", gumam Naruto. Aura-aura Youkou milik Naruto kemudian mulai muncul. Naruto kemudian membentuk cakar dari aura Youkounya.

"Sasuke, terima ini!", ujar Naruto kemudian menyerang Sasuke dengan cakarnya.

"WATERWAVE WALL!"

Terbentuk dinding dari air untuk melindungi Sasuke. Cakar Naruto tak dapat menembusnya dan Naruto terhenti didepan dinding air itu.

"Hmm, teknik milik Houzuki berguna juga ya..", ujar Sasuke.

"Sialan!", umpat Naruto.

"Kau akhirnya bisa menguasai kekuatan Youkou itu ya Naruto. Tapi dengan kekuatan itu juga tak cukup untuk bisa mengalahkanku. Kau pasti yang akan kalah Naruto", ujar Sasuke sambil menyeringai.

"Urusai!", ujar Naruto lalu menyerang Sasuke lagi dengan cakarnya.

"SHINRA TENSEI!"

BUAAM!

Naruto terpental sangat jauh. Sasuke menggunakan teknik Shinra Tensei untuk mementalkan Naruto. Naruto terkapar dan merintih kesakitan.

"Sial, bahkan dia bisa meniru teknik milik Nagato-nii-san!", gumam Naruto.

"Wah-wah, teknik milik sepupumu ini hebat juga ya, tak kusangka tekanannya begitu kuat!", ujar Sasuke.

"Sialan kau peniru! Aku pasti menghabisimu! Heaah!", ujar Naruto lalu maju menyerang lagi.

"Bodoh! Kau yang akan mati!", ujar Sasuke.

Sementara itu Hinata dan Karin masih bertarung dengan sengit. Hinata menggunakan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Karin. Tapi Karin terus saja menggunakan kemampuan regenerasinya jika terluka sehingga kondisi tubuh Karin terus saja fit.

"Sialan, aku mulai kelelahan...Aku terlalu banyak menggunakan serangan-serangan yang menghabiskan begitu banyak energi...", gumam Hinata sambil terengah-engah.

"Ada apa Hinata, kau sudah kelelahan? Ternyata kemampuanmu itu ada batasnya juga ya..", ujar Karin.

"Aku pasti akan mengalahkanmu! Aku takkan kalah darimu!", ujar Hinata.

"Khukhukhu, sekarang giliranku menyerang!", ujar Karin lalu maju untuk menyerang Hinata.

BUAAKHH..DAK...BUAKH!

Mereka berdua saling memukul dan menangkis. Keduanya mengerahkan kemampuan masing-masing untuk menghabisi. Tapi tiba-tiba gerakan Hinata terhenti.

"Ohok!"

Hinata batuk darah dan jatuh tersungkur. Karin kaget melihat hal itu.

"Sial, kenapa bisa kambuh di saat seperti ini! Sialan dadaku sesak sekali!", batin Hinata. Hinata terus batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Hei, kau kenapa Hinata?", tanya Karin.

"Ohok! Aku takkan kalah da-darimu...", ujar Hinata lalu mulai berdiri lagi.

"Begitu ya, kau keras kepala seperti biasa! Ayo maju kau!", ujar Karin.

"Hiyaaah!", Hinata maju menyerang dengan cepat ke arah Karin.

Sementara Naruto dan Sasuke terus bertarung dengan sengit. Naruto menggunakan kekuatan Youkounya sementara Sasuke terus menggunakan kekuatan matanya untuk meniru teknik-teknik.

"YOUKOU BEAM!"

Naruto melancarkan beamnya dan melesat cepat kearah Sasuke. Sasuke kemudian mengeluarkan tekniknya.

"HYUUGA STYLE: FIREWAVE DRAGON SLASH!"

Kedua energi yang besar itu saling bertabrakan dan terjadi ledakan energi yang dahsyat.

"Naruto, seranganmu itu hebat juga", ujar Sasuke.

"Kau meniru teknik Sara-chan lagi!", ujar Naruto.

"Ya kuakui, Hyuuga Sara adalah pemegang katana yang hebat. Teknik-tekniknya begitu hebat dan kuat karena itu aku banyak meniru tekniknya", ujar Sasuke.

"Brengsek kau!", umpat Naruto.

Sasuke kemudian menatap langit dan melihat arah matahari. Sasuke kemudian tersenyum menyeringai.

"Sepertinya aku harus segera memulainya..", batin Sasuke.

"Naruto, aku pergi dulu, ada yang harus kuurus, kita akan lanjutkan pertarungan kita nanti!", ujar Sasuke lalu menghilang.

"Hei tunggu Sasuke!", ujar Naruto. Naruto kemudian berlari untuk mencari Sasuke.

Sementara Sakura dan Ino masih bertarung dengan sengit. Tapi kedua gadis ini tampak mulai kelelahan.

"Kau hebat juga Sakura, bisa menangkis serangan-seranganku. Tapi pasti kau akan kuhabisi!", ujar Ino.

"Aku takkan kalah darimu Ino!", ujar Sakura.

"HIYAAAH!" Mereka berdua kemudian kembali maju menyerang.

BUAAKKH!

"Uaakkh!'

Ino terpental dan kemudian tersungkur. Ternyata Sasuke muncul diantara mereka dan menendang Ino dengan keras. Sakura kaget melihat hal itu.

"Sa-Sasuke-kun?", ujar Sakura kaget.

Sasuke kemudian menoleh kepada Sakura lalu tersenyum menyeringai. Sasuke kemudian menahan Sakura dan merangkulnya.

"Sa-Sasuke-kun, apa yang kau lakukan?", tanya Sakura kaget karena Sasuke tiba-tiba memeluknya.

"Sakura..kau memang mimpiku sejak dahulu, maka ayo tuntaskan semua ini!", ujar Sasuke lalu tiba-tiba merobek baju Sakura. Sasuke kemudian mengikat dengan cepat tangan Sakura. Sasuke terus menahan Sakura.

"Segel di punggung ini adalah kunci dari kemenanganku! Hahaha!", ujar Sasuke sambil tertawa mengerikan.

"Sasuke-kun apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!", teriak Sakura.

Sementara itu di tempat Sai dan Sara bertarung tiba-tiba saja Sai menghentikan pertarungan.

"Sialan, itu suara Sakura, jangan-jangan Sasuke sudah menangkapnya!", ujar Sai lalu langsung lari menuju ke tempat Sakura.

"Eh?" Sara bingung karena tiba-tiba Sai lari terburu-buru seperti itu. Sara juga ikut berlari menyusul Sai.

Sasuke kemudian mengeluarkan energi yang besar dari tangannya lalu mengucapkan beberapa mantra.

Sementara itu Naruto juga telah sampai di tempat itu.

"Sasuke apa yang kau lakukan pada Sakura-san?!", tanya Naruto geram karena melihat Sakura telah ditelanjangi oleh Sasuke.

"Sakura adalah kunci kemenanganku Naruto dengan aku membuka segel ini kalian semua pasti akan musnah! Hahahaha!", ujar Sasuke sambil tertawa mengerikan.

"Apa yang kaubicarakan?! Cepat lepaskan Sakura-san!", ujar Naruto geram.

"Tidak, aku akan segera mengakhiri ini!", ujar Sasuke.

"Naruto! Tolong selamatkan aku!", ujar Sakura.

"Sasuke kau biadab!", ujar Naruto lalu mulai menyerang.

Tiba-tiba terjadi gerhana matahari di tempat hingga terjadi kegelapan ditempat itu. Sasuke kemudian menempelkan tangannya di punggung Sakura yang ada segel berbentuk mawar berwarna hitam.

"Tidak jangan Sasuke!", teriak Sai.

JDAARRRR!

Keluarlah aura hitam yang begitu besar dari tubuh Sakura. Aura gelap itu begitu besar, tebal, pekat dan begitu mengerikan. Naruto terpental karena ledakan aura tersebut.

"Akhirnya kekuatan dewi Neraka, Proserpine menjadi milikku!", ujar Sasuke. Sasuke kemudian mengucapkan beberapa mantra lalu aura itu sebagian besar masuk ke tubuh Sasuke. Sasuke kemudian mulai berubah rupanya. Rambutnya mulai berubah menjadi putih dan lebih panjang. Kulitnya menjadi kecoklatan dan jadi lebih kasar. Muncul taring di giginya. Kukunya menjadi lebih tajam. Dan timbul sayap di punggungnya.

"Hahahaha, aura Proserpine rasukilah semua yang memiliki tandamu!", ujar Sasuke. Kemudian aura-aura itu mulai menyebar dan merasuki murid-murid Black Knight Academy yang tersisa. Semuanya menjadi seperti monster.

"Sasuke kuhabisi kau!", ujar Sai lalu menyerang dengan pedangnya.

JRAASSSH!"

"Ohok!", Sasuke menusuk Sai dengan pedangnya tepat di jantung Sai. Sai pun mengeluarkan banyak darah. Sasuke kemudian melemparkan Sai, Naruto kemudian menangkap tubuh Sai.

"Sial, dia sudah tak bernyawa lagi...Brengsek kau Sasuke!", ujar Naruto geram.

"Dengan kekuatan ini, aku bisa memaksimalkan dan melampaui kekuatan dari Joutai kami. Kami pasti akan menghabisi kalian semua Naruto!", ujar Sasuke.

"Sialan kau Sasuke! Tapi kenapa benda seperti itu bisa berada ditubuh Sakura?!", tanya Naruto.

"Khukhukhu kau tak tahu ya? Asal-usul klan Haruno. Mereka itu klan terkutuk! Mereka adalah klan yang terus mewariskan segel dewi Proserpine secara turun-temurun dan hal itu dilakukan secara rahasia. Karena itu banyak orang yang tak tahu akan hal itu. Sebelumnya ayah Sakura-lah yang memiliki segel ini tapi saat dia meninggal, dia mewariskannya pada Sakura. Saat mengetahui hal itu dan kekuatannya yang begitu besar itu aku menjadi sangat menginginkannya. Tapi segel itu baru bisa dibuka saat terjadi gerhana matahari. Maka aku memilih hari ini sebagai hari pertarungan agar semua ini bisa terjadi. Ternyata rencanaku sukses sekali! Bersiaplah untuk hancur kalian semua White Knight Academy!", ujar Sasuke.

"Brengsek kau! Kau takkan kumaafkan! Kau pasti kuhabisi Sasuke!", ujar Naruto lalu maju menyerang.

"DARK DEFENDS!"

Aura gelap menyelimuti tubuh Sasuke. Serangan Naruto tak mempan dan Naruto terpental karena aura gelap yang begitu besar itu.

"Sakura-san kau dengar aku?!", tanya Naruto.

Tapi Sakura tetap terdiam. Sasuke tersenyum menyeringai melihatnya.

"Percuma Naruto, Sakura takkan bisa lagi mendengarmu. Begitu aura Proserpine menyelimutinya dia takkan bisa sadar lagi. Dia kini berada dalam kontrol aura Proserpine sepenuhnya!", ujar Sasuke.

"Sakura-san aku tahu kamu masih ada disana! Sakura-san kau dengar aku!? Ini aku Naruto!", ujar Naruto.

"Jangan bicara omong kosong Naruto!", ujar Sasuke lalu tiba-tiba memukul pipi Naruto.

Naruto kemudian terpental dan tersungkur tapi Naruto kembali berdiri sambil mengelap darah dimulutnya.

"Aku takkan menyerah Sasuke! Aku akan mengalahkanmu dan menyelamatkan Sakura-san!", ujar Naruto.

"Majulah Naruto!", ujar Sasuke.

Mereka berdua kembali bertarung tapi Sasuke terus melancarkan pukulan-pukulan yang begitu dahsyat sehingga membuat Naruto kewalahan.

"Ukkh...bahkan dengan kekuatan Youkou aku tak dapat mengimbanginya...", gumam Naruto.

BUAAAKH!

Sasuke memukul Naruto di perutnya hingga terpental jauh.
"AAKHH!", Naruto berteriak dan terpental cukup jauh dan jatuh tersungkur.

"Dengan kekuatan ini aku takkan bisa dikalahkan!", ujar Sasuke.

"Ukkkh...Sasuke-kau..", gumam Naruto.

"Hei, para tim elit ayo semua berkumpul disini!", teriak Sasuke.

Para tim elit kemudian berkumpul disekitar Sasuke. Karin, Ino, Kidoumaru dan Kin telah berubah menjadi mode Joutai dan diselimuti aura Proserpine. Hinata dkk juga menyusul ketempat itu dan menatap mereka dengan tajam.

"Apa yang sebenarnya terjadi ini? Kenapa mereka tiba-tiba berubah wujud seperti itu?", tanya Koyuki kaget.

"Itu karena pengaruh kekuatan Joutai dan aura hitam mengerikan itu. Sial, keadaan menjadi semakin sulit", ujar Hinata.

"Eh itu Sakura-san!", ujar Sara kaget. Yang semua juga kaget melihat keadaan Sakura sekarang. Sakura sedang berlutut dua kaki dan terselimuti dengan aura hitam yang begitu besar dan pekat. Aura itu terus menyebar dan begitu kuat.

"Di-dia kenapa?", tanya Shion.

"Jangan-jangan dia..", ujar Hinata.

"Itu adalah aura dewi Proserpine..", ujar Naruto. Naruto sedang berjalan tertatih-tatih menuju Hinata dkk.

"Naruto-kun!", ujar Hinata lalu mereka segera menghampiri Naruto.

"Naruto-kun kamu tak apa-apa?", tanya Hinata cemas.

"Aku tak apa-apa, aku masih bisa bertarung. Tapi kita harus segera menghentikan semua ini. Kita harus menyelamatkan Sakura-san", ujar Naruto.

"Benar, sepertinya karena aura ini, para murid Black Knight menjadi lebih kuat dan banyak mengalahkan murid-murid sekolah kita", ujar Shion.

"Kita harus mengalahkan mereka dan menyelamatkan Sakura-san", ujar Sara.

"Ayo kita kita kalahkan mereka!", ujar Koyuki.

"Akan kukalahkan kau Sasuke!", ujar Naruto.

Mereka berlima segera maju menyerang Sasuke dkk. Tapi tiba-tiba Sasuke membentuk sebuah teknik.

"BANSHO TENNIN!"

JRASH!

Darah terciprat begitu banyak. Pedang Sasuke telah menembus dada seorang wanita. Semua kaget melihat hal itu.

"HINATA-CHAN!", teriak Naruto histeris.

Sasuke kemudian mencabut pedangnya lalu melemparkan tubuh Hinata. Naruto segera menangkapnya. Sasuke telah tega menusuk seseorang yang begitu dicintai Naruto yaitu Hyuuga Hinata. Semua shock melihat hal itu. Sara dkk langsung menghampiri Naruto yang kini memangku Hinata.

"Hi-Hinata-chan..kumohon bertahanlah..", ujar Naruto lirih. Airmata mulai mengalir membasahi pipi Naruto. Hinata kemudian menyentuh pipi Naruto lalu membelainya.

"Na-Naruto-kun...aishiteru. Sayonara...", ujar Hinata lirih. Hinata kemudian menghembuskan napas terakhirnya lalu menutup matanya perlahan.

"Hinata-nee-sama!", jerit Sara histeris.

"Hinata-senpai...", ujar Shion dan Koyuki lirih. Para gadis menangis tersedu-sedu melihat kematian Hinata. Gadis yang begitu baik dan kuat. Gadis yang selalu memotivasi mereka untuk menjadi lebih kuat. Gadis yang begitu dicintai Naruto. Gadis yang Naruto akan selalu lindungi.

Naruto kemudian meletakkan tubuh Hinata di tanah. Naruto kemudian berdiri dengan kepala tertunduk. Naruto kemudian menegakkan kepalanya dan menatap Sasuke dengan tajam.

"AKU PASTI MEMBUNUHMU SASUKE! AKU SUDAH TAK PEDULI LAGI DENGANMU! BIARLAH KAU MATI DALAM KEGELAPAN ITU! AKU PASTI MELENYAPKANMU DARI DUNIA INI!", teriak Naruto geram.

Naruto kemudian tiba-tiba diselimuti oleh aura Youkou yang begitu besar. Auranya mulai membentuk rupa rubah. Mata Naruto menjadi merah menyala.

"SASUKEEE!", teriak Naruto geram lalu maju menyerang.

"Majulah Naruto, akan kuhabisi kau!", ujar Sasuke juga maju menyerang.

Pertarungan antara kedua monster masih berlanjut...

To be Continued...

Yosh chapter 12 update! Disini Naruto dkk memulai pertarungannya melawan Sasuke dkk. Pertarungan berjalan dengan sengit semuanya bertarung dengan mengerahkan seluruh kemampuannya. Tapi ditengah pertarungan sesuatu terjadi. Sasuke membuka segel dewi Neraka, Proserpine yang berada pada tubuh Sakura. Sasuke kemudian menyerap aura itu lalu menyebarkannya keseluruh murid Black Knight Academy agar kekuatannya meningkat secara drastis. Sai terbunuh saat akan menghentikan proses pembukaan segel itu. Dan di akhir chap ini, Sasuke menusuk Hinata dengan pedangnya dan akhirnya Hinata meninggal. Naruto sangat geram akan hal itu dan berniat melenyapkan Sasuke selamanya. Bagaimanakah kelanjutan pertarungannya? Saksikan aja kelanjutannya chap depan. Chapter depan adalah final chapter!

Balas review dulu:

Muharrom catang: Iya disini Sasuke juga punya Joutai dan karena aura Proserpine, Sasuke semakin bertambah kuat. OK! Thx buat rnr!

Leontujuhempat: Disini aku Cuma menyebutnya Youkou bukan Kurama. OK! Thx buat rnr!

Ahmadbima27: OK! Thx buat rnr!

Fran Fryn Kun: Arigato! OK! Thx buat rnr!

Dragon warior: OK! Thx buat rnr!

Reyvanrifqi: OK! Thx buat rnr!

DarkYami Kugamawa: OK! Thx buat rnr!

Namikaze yondaime: Arigato! Hubungan antara Itachi dan Sasuke kurang begitu baik jadi mereka saling tak peduli satu sama lain disini. Pemenangnya akan diungkapkan di final chap. OK! Thx buat rnr!

Awar muna: OK! Thx buat rnr!

AnnisaIP: Gomen. Saya lupa jelasin kalo Naruto dan Naruko itu saudara kembar, mereka lahir Cuma berbeda beberapa menit saja, tapi karena badan Naruko kecil jadi dia dimasukkan di kelas yang beda 1 tahun dengan Naruto. OK! Thx buat rnr!

Khf16: OK! Thx buat rnr!

Blue-senpai: Pertarungannya masih lanjut di chap depan. OK! Thx buat rnr!

Bunshin Anugrah ET: Ya Minatao meninggal sesudah mewariskan kekuatan Youkounya pada Naruto. Kushina kan bekerja sebagai pengusaha dan dia bekerja di Center District yaitu pusat dari Knight Territory, jadi dia tak tinggal bersama anak-anaknya. Ya kamu pasti udah tahu kan yang akan dilakukan cewek dan cowok jika sudah berduaan dikamar seperti itu. Naruto kan memang dari awalnya hentai. OK! Thx buat rnr!

Guest: OK! Thx buat rnr!

Ha-chan: OK! Thx buat rnr!

Misti Chan: Mengenai siapa yang akan menang Akan diungkapkan di chap depan. Ya maaf Hinata sudah meninggal di chap ini. OK! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: OK! Thx buat rnr!

Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!

Renzy Strife: Arigato! OK! Thx buat rnr!

Fazrulz21: Sasuke disini memang sangat bengis. Buktinya di chap ini dia tega membunuh Sai dan juga Hinata. OK! Thx buat rnr!

Gray areader: Ceritanya dibuat seperti saran kamu nih. OK! Thx buat rnr!

Guest: OK! Thx buat rnr!

Gg: OK! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Chapter depan adalah final chapter jadi jangan sampai ketinggalan baca ya! Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!