WHITE KNIGHT ACADEMY
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Disebuah dimensi yang bernama Knight's Territory terdapat sebuah akademi bernama White Knight Academy. Sekolah ini adalah HighSchool yang mengajarkan pelajaran dan ilmu beladiri. Terdapat murid bernama Uzumaki Naruto yang terkenal karena kecerdasannya dan pembuat strategi bertarung yang jitu. Dia menyukai gadis bernama Hinata tapi Hinata selalu menolaknya. Apakah Naruto akhirnya bisa menaklukan hati Hinata dan bagaimana dia menghadapi 4 gadis yang tergila-gila padanya?
Chapter 13 – When The Battle End
"Hi-Hinata-chan..kumohon bertahanlah..", ujar Naruto lirih. Airmata mulai mengalir membasahi pipi Naruto. Hinata kemudian menyentuh pipi Naruto lalu membelainya.
"Na-Naruto-kun...aishiteru. Sayonara...", ujar Hinata lirih. Hinata kemudian menghembuskan napas terakhirnya lalu menutup matanya perlahan.
"Hinata-nee-sama!", jerit Sara histeris.
"Hinata-senpai...", ujar Shion dan Koyuki lirih. Para gadis menangis tersedu-sedu melihat kematian Hinata. Gadis yang begitu baik dan kuat. Gadis yang selalu memotivasi mereka untuk menjadi lebih kuat. Gadis yang begitu dicintai Naruto. Gadis yang Naruto akan selalu lindungi.
Naruto kemudian meletakkan tubuh Hinata di tanah. Naruto kemudian berdiri dengan kepala tertunduk. Naruto kemudian menegakkan kepalanya dan menatap Sasuke dengan tajam.
"AKU PASTI MEMBUNUHMU SASUKE! AKU SUDAH TAK PEDULI LAGI DENGANMU! BIARLAH KAU MATI DALAM KEGELAPAN ITU! AKU PASTI MELENYAPKANMU DARI DUNIA INI!", teriak Naruto geram.
Naruto kemudian tiba-tiba diselimuti oleh aura Youkou yang begitu besar. Auranya mulai membentuk rupa rubah. Mata Naruto menjadi merah menyala.
"SASUKEEE!", teriak Naruto geram lalu maju menyerang.
"Majulah Naruto, akan kuhabisi kau!", ujar Sasuke juga maju menyerang.
Naruto kemudian langsung menyerang Sasuke dengan cakar dari aura Youkou-nya. Sasuke kemudian menghindar lalu menyerang dengan pedang petir miliknya. Tapi Naruto menangkap lengan Sasuke dan melemparkan Sasuke hingga jauh tapi dengan sayapnya Sasuke dapat terbang dan menukik untuk kembali menyerang Naruto.
"RAI NO TSURUGI!"
Sayatan petir pedang Sasuke kini melesat dengan cepat ke arah Naruto tapi Naruto tetap diam di tempat untuk menerima serangan itu. Begitu sayatan itu mendekati tubuh Naruto, serangan petir itu langsung hilang. Aura Youkou yang begitu kuat membuat pelindung agar Naruto terlindungi dari serangan tersebut. Naruto kemudian memanjangkan aura Youkou di tangannya untuk menangkap Sasuke tapi Sasuke terus saja menghindari serangan Naruto dengan gesit. Sasuke lalu juga menyerang balik dengan sayatan petir miliknya tapi dapat ditangkis dengan pelindung Youkou milik Naruto.
"Sasuke aku akan melenyapkanmu!", ujar Naruto geram.
"Aku yang akan menghabisimu bodoh!", ujar Sasuke.
Mereka terus saling menyerang secara bertubi-tubi. Pertarungan yang benar-benar sengit hingga aura disekitar di area pertarungan mereka begitu kuat dan mencekam. Naruto dengan kekuatan Youkou dan Sasuke dengan kekuatan Joutai yang diperkuat dengan aura Proserpine. Naruto kemudian membentuk bola spiral yang ukurannya sangat besar di tangannya.
"OODAMA RASENGAN!"
Naruto kemudia melemparkan bola tersebut ke arah Sasuke tapi Sasuke juga membentuk aliran listrik di tangannya.
"CHIDORI!"
Mereka berdua kemudian saling menabrakkan kedua energi besar tersebut. Terjadi ledakan yang begitu dahsyat karena tabrakan kedua energi tersebut. Naruto dan Sasuke sama-sama tepental cukup jauh dan terkapar. Tapi mereka kemudian bangkit lagi dengan cepat dan kembali maju menyerang.
"Aku takkan kalah darimu Sasuke!", ujar Naruto yang berlari untuk menyerang Sasuke.
"Aku juga takkan kalah darimu sialan!", ujar Sasuke yang juga berlari untuk menyerang Naruto.
BUAKH...BUAKH...DAKK...DAKK...
Mereka kemudian bertarung dengan tangan kosong. Mereka saling memukul, menendang dan menangkis serangan. Kedua orang itu mengerahkan kemampuannya masing-masing untuk saling menghabisi. Mereka bertarung dengan sangat cepat sehingga sulit bagi orang biasa untuk melihat pertarungan mereka. Pukulan dilancarkan secara bertubi-tubi. Tapi saat Sasuke lengah, Naruto berhasil mendaratkan satu pukulan pada pipi Sasuke.
BUAAKH!
"Uakkh!", Sasuke terpental dan terkapar lalu Naruto segera menghampiri Sasuke dan melanjutkan serangannya.
BUAAKH!
"Aaakh!", Naruto menendang Sasuke dengan sangat keras di perutnya. Sasuke terpental dan mulutnya mengeluarkan banyak darah. Sasuke kembali terkapar. Naruto menghampirinya lagi untuk melanjutkan serangan.
"BUAKHH!
Tapi tiba-tiba Sasuke muncul dibelakang Naruto lalu menendang punggung Naruto dengan sangat keras. Naruto terpental dan tersungkur. Sasuke kemudian menghampiri Naruto.
"Kaupikir bisa mengalahkanku? Kau takkan bisa sialan!", ujar Sasuke.
'BUAAKH!"
Naruto menendang wajah Sasuke dengan tiba-tiba dengan sangat keras. Sasuke pun terpental cukup jauh. Naruto kemudian berlari menyusul Sasuke lalu membentuk energi Youkou dari tangannya.
"YOUKOU BEAM!"
BUAAMM!
"Arrgh!", serangan Naruto berhasil mengenai salah satu sayap Sasuke. Sasuke kemudian terkapar dan merintih kesakitan. Naruto kemudian menghampiri Sasuke.
"BUAKH!"
Naruto menginjak perut Sasuke dengan sangat keras. Sasuke memuntahkan banyak dari mulutnya. Naruto terus menginjak perut Sasuke hingga Sasuke terus berteriak kesakitan.
"Sasuke aku takkan memaafkanmu! Beraninya kau membunuh Hinata-chan! Aku akan melenyapkanmu!", ujar Naruto geram sambil terus menginjak perut Sasuke.
"Akhh..Naruto..kumohon hentikanlah..akkkh!", rintih Sasuke.
"Kubunuh kau!", ujar Naruto geram.
TAP
Tiba-tiba Sasuke menangkap kaki Naruto dengan tangannya. Sasuke kemudian meelemparkan Naruto hingga terlempar cukup jauh.
"Aku takkan bisa kalah semudah itu, untung saja aura Proserpine ini bisa memulihkan energi..", ujar Sasuke lalu duduk.
"Sialan kau Sasuke!", umpat Naruto.
Sementara itu Kidoumaru dan Shion kembali melanjutkan pertarungan. Karena kekuatan Joutai yang diselimuti oleh aura Proserpine, kekuatan Kidoumaru semakin bertambah. Serangan panahnya menjadi semakin kuat. Shion menjadi kewalahan menghadapi kekuatan panah Kidoumaru.
"Sialan, dia menjadi lebih kuat..", gumam Shion yang sedang berlari menghindari serangan panah yang bertubi-tubi dari Kidoumaru.
"Mau lari kemana kau gadis kecil?! Kau takkan bisa lari dari serangan panahku ini!", ujar Kidoumaru sambil terus melontarkan anak panah miliknya.
Shion terus berlari menghindari serangan Kidoumaru, Shion kemudian menaiki salah satu pohon terdekat lalu mengambil ancang-ancang untuk menyerang balik. Shion kemudian menyiapkan anak panahnya.
"GREAT SUZAKU FIRE ARROW!"
Serangan panah bertubi-tubi dengan kobaran api kini melesat dengan cepat ke arah Kidoumaru. Tapi Kidoumaru menyeringai lalu membentuk sesuatu.
"SPIDER WEB!"
Terbentuk sebuah jaring laba-laba yang ukurannya besar dari gulungan milik Kidoumaru. Semua anak panah Shion tersangkut di jaring laba-laba tersebut karena jaring tersebut begitu lengket dan tebal.
"Sial dia menangkis seranganku!", ujar Shion kesal.
"Hahaha, seranganmu takkan berpengaruh padaku gadis kecil! Sebaiknya kau menyerah saja dan hadapi kematianmu!", ujar Kidoumaru.
"Cih, aku takkan kalah darimu!", ujar Shion.
"Dasar keras kepala! Terima ini GOLDEN SPIDER ARROW!", ujar Kidoumaru.
Serangan panah berwarna emas dari Kidoumaru melesat dengan cepat ke arah Shion. Shion berusaha menghindar tapi karena kecepatannya yang sangat tinggi beberapa anak panah berhasil menggores lengan dan bagian kaki Shion. Shion pun terjatuh dan terkapar lalu merintih kesakitan.
"I-ittai...kakiku sakit sekali..", rintih Shion.
Kidoumaru kini menghampiri Shion dan tersenyum menyeringai. Shion berusaha untuk berdiri tapi karena kakinya yang terluka dia tak bisa berdiri untuk lari darisitu.
"Sekarang kau tak bisa lari lagi, inilah akhir untukmu gadis kecil", ujar Kidoumaru dengan muka mengerikan.
"Ukkh...", rintih Shion. Shion menatap Kidoumaru dengan tajam. Kidoumaru kemudian menyiapkan anak panahnya lalu mulai mengarahkannya ke kepala Shion. Mata Shion membulat lalu Shion meringis.
"MATI KAU!"
"Eh?!" Gerakan Kidoumaru tiba-tiba terhenti. Kidoumaru kaget dan bingung dengan keadaan ini.
"Ke-kenapa badanku tak bisa digerakkan?", ujar Kidoumaru.
"Dasar kau laki-laki pengecut, bisanya Cuma melawan perempuan"
Ternyata bayangan Kidoumaru telah diikat oleh seseorang. Seorang berambut seperti nanas dan mempunyai muka yang malas.
"Na-Nara!", ujar Shion kaget.
"Untung aku sempat ya Miko..", ujar Shikamaru.
Kemudian muncullah seorang pria berambut hitam model seperti tempurung dengan alis yang tebal disebelah Shikamaru.
"Kami akan mengalahkanmu, manusia laba-laba!", ujar sang alis tebal Rock Lee.
"Cih, dasar penganggu!", ujar Kidoumaru sambil berdecih.
"Ayo Lee, selesaikan dia!", ujar Shikamaru.
"Siap Shikamaru! Terima ini DYNAMIC ENTRY!", ujar Rock Lee lalu menendang dada Kidoumaru dengan sangat keras. Kidoumaru langsung terpental sangat jauh dan langsung terkapar tak berdaya.
"Aku berhasil!", ujar Rock Lee lalu memamerkan senyum kinclongnya sambil mengacungkan jempol.
"Dasar payah kau Miko, bilangnya si pemanah nomor satu, tapi kenapa kau hampir saja dihabisi oleh si laba-laba itu?", ujar Shikamaru lalu membantu Shion berdiri.
"Aku Cuma sedang sial saja, lagipula dia itu sangat kuat", ujar Shion.
"Ya sudah kita kan bawa kamu ke bagian medis", ujar Shikamaru.
"Arigato Nara, alis tebal", ujar Shion.
"Hn", gumam Shikamaru.
"Kita ini teman harus saling membantu!", ujar Rock Lee.
Kemudian di tempat lain Koyuki dan Kin masih bertarung dengan sengit. Tapi karena mode Joutai yang kini dimiliki oleh Kin, Koyuki menjadi sedikit kewalahan menghadapinya. Kin terus menyerang bertubi-tubi dengan kunainya, sementara Koyuki terus menangkis dan menghindari serangan Kin.
"Kenapa hanya bisa menghindar saja Kazahana, ayo jangan pengecut hadapi aku!", ujar Kin.
"Sialan aku sudah kehabisan tenaga...", gumam Koyuki sambil terus menghindari serangan Kin.
"Terima ini!", ujar Kin lalu melemparkan puluhan kunai ke arah Koyuki.
"Uaakh!" sebuah kunai tertancap di lengan Koyuki lalu dua buah kunai menyayat paha dan betis Koyuki. Koyuki langsung tersungkur dan merintih kesakitan. Badannya kini berlumuran darah.
"Hahahaha tertangkap kau gadis sialan! Aku yang menang kali ini!", ujar Kin lalu mendekati Koyuki.
DUAR...DUAR...
Suara letupan senjata terdengar. Dan dua buah peluru bersarang di punggung Kin. Kin mengeluarkan banyak darah dari punggung dan mulutnya. Kin kemudian langsung terkapar dan tewas. Seseorang berjubah merah dengan tudung telah menembak Kin dengan senapan yang besar. Koyuki kaget melihat hal itu. Orang berjubah merah itu kemudian menghampiri Koyuki.
"Kau tak apa-apa gadis bengal?", tanya orang misterius itu.
"Ka-kamu kan!", ujar Koyuki kaget.
Sementara itu Karin sedang berhadapan dengan Sara. Sara terus melancarkan serangan pada Karin.
"HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!"
Karin dapat menghindari serangan itu dengan mudah lalu Karin menyerang balik dengan mencoba memukul Sara. Sara dapat menghindari serangan Karin. Sara kemudian kembali menyerang Karin.
"HYUUGA STYLE: TORA NO SLASH!"
Serangan berbentuk cakar macam kini melesat dengan cepat ke arah Karin. Karin dapat menghindarinya lalu tiba-tiba muncul dengan cepat ke hadapan Sara.
BUAAKH!
Karin memukul perut Sara dengan keras. Sara memuntahkan darah dari mulutnya. Sara langsung terpental cukup jauh. Katananya terlepas dari genggamannya.
"Khukhukhu, kau hebat juga ya. Kau benar-benar adik Hinata", ujar Karin.
"Aku akan mengalahkanmu. Akan kubalas perbuatan kalian pada Onee-sama!", ujar Sara.
Sara bangkit lagi dan mengambil kembali katananya. Dia kemudian kembali maju untuk menyerang Karin.
"Hiyaaah!"
Sementara itu Ino sementara memandangi tubuh Sai yang kini sudah tak bernyawa. Ino membaringkan kepala Sai di pangkuannya.
"Sai-kun..kenapa? kenapa kau harus pergi?", ujar Ino lirih.
"Padahal kau sudah berjanji padaku untuk selalu bersama. Tapi kenapa kau harus pergi dariku?!", ujar Ino lagi. Ino kemudian menundukkan kepalanya.
"Ini karena Sasuke-sama! Kalau saja dia tak menusuk Sai-kun, kita pasti bisa bersama selamanya..", ujar Ino lalu menegakkan kepalanya. Ino kemudian meletakkan tubuh Sai dengan hati-hati diatas tanah lalu berdiri.
"Aku harus membalas dendam pada Sasuke-sama! Aku juga harus menghabisi Sakura!", ujar Ino lalu pergi darisitu.
Sementara Naruto dan Sasuke masih bertarung dengan sengit. Segala teknik dikeluarkan untuk saling menghabisi.
"YOUKOU BEAM!"
"RAI NO TSURUGI!"
JDAR!
Kembali terjadi ledakan besar karena tabrakan kedua energi yang dahsyat tersebut. Tapi mereka berdua terus melanjutkan pertarungan.
BUAKKH...DAK...BUAKH...
Adu pukul kembali terjadi. Naruto memukul Sasuke lalu Sasuke membalasnya. Mereka melakukan adu pukul dengan kekuatan yang begitu luar biasa. Terjadi luapan-luapan energi yang luar biasa dari adu pukul tersebut.
"Sasuke akan kuhabisi kau!", ujar Naruto geram.
"Kau yang akan mati!", ujar Sasuke.
BUAKKKKH!
Mereka saling meninju pipi. Naruto memukul pipi Sasuke dan Sasuke berhasil mendaratkan pukulan pada wajah Naruto. Mereka berdua kembali terpental dan terkapar.
"Ukkh...", rintih Naruto. Naruto kemudian mulai bangkit untuk berdiri lagi. Sasuke juga mulai bangkit dan bersiap untuk menyerang lagi.
Sementara itu Karin dan Sara sedang bertarung dan saling kejar mengejar. Sara terus menyerang dengan katananya tapi Karin terus menghindar dan lari dari serangan Sara.
"Sampai kapan kau ingin menghindar seperti itu?", tanya Sara sambil terus menyerang Karin.
"Ikuti saja aku ok?", ujar Karin.
"Ukhh!"
Ternyata Karin dan Sara mulai mendekati area pertarungan Naruto dan Sasuke. Karin kemudian sampai dan berdiri di samping Sasuke.
"Hei, Sasuke-kun, kau akan segera melakukannya?", tanya Karin.
"Hn, ayo cepat kita lakukan!", ujar Sasuke.
Sementara itu Sara kini berdiri di samping Naruto.
"Sa-Sara-chan?", ujar Naruto.
"Na-Naruto-kun?", ujar Sara.
"Kenapa kau bisa sampai disini?", tanya Naruto.
"Aku mengikuti Karin kemari, ternyata disini tempat Naruto-kun bertarung?", tanya Sara.
"Begitulah, aku sedang bertarung dengan Sasuke, tapi dia agak sulit dikalahkan", ujar Naruto.
"Begitu ya, kalau begitu aku akan membantu Naruto-kun", ujar Sara.
"Jangan Sara-chan, berbahaya melawan Sasuke. Biar aku saja yang melawannya, kamu kalahkan saja Karin-nee-san", ujar Naruto.
"Ta-tapi Ka-Karin-san kan sepupumu", ujar Sara ragu.
"Tidak apa-apa, asalkan jangan sampai dibunuh", ujar Naruto.
"Aku mengerti Naruto-kun", ujar Sara lalu bersiap dengan katananya.
Sementara itu tiba-tiba Sasuke menggigit lengan Karin. Lalu aura-aura gelap mulai menyelimuti Sasuke. Naruto dan Sara kaget melihat hal itu.
"Sasuke apa yang kau perbuat pada Karin-nee-san!?", ujar Naruto geram.
Sasuke terus menggigit tangan Karin dan akhirnya tubuh Karin mulai lemas dan tak sadarkan diri. Karin kini terkapar tak berdaya.
"Dia rela memberikan seluruh energinya padaku. Aku sudah menyerap semuanya. Karin kini sekarat tapi aku tak peduli! Kini aku akan menghabisimu Naruto!", ujar Sasuke yang kini makin diselimuti aura gelap.
"Dasar kau memang jahanam! Beraninya kau berbuat seperti itu pada nee-san! Kubunuh kau!", ujar Naruto lalu maju menyerang.
"SHINRA TENSEI!"
BUAMM!
"Aakhh!" Naruto terpental jauh karena tekanan Shinra Tensei milik Sasuke. Sasuke tersenyum menyeringai melihat Naruto.
"Jangan lupa aku masih memiliki Red Eyes ini", ujar Sasuke.
"Bedebah kau!", umpat Naruto.
"Bagaimana kalau begini, BANSHO TENNIN!", ujar Sasuke. Sasuke kemudian mengarahkannya pada Sara lalu Sara tertarik menuju Sasuke. Sasuke kemudian mencengkram leher Sara dan mulai mencekiknya.
"Sara-chan!", teriak Naruto.
Sara berusaha meronta dari cengkraman Sasuke tapi karena tenaga Sasuke yang begitu kuat sangat sulit untuk melepaskan cengkramannya.
"Uhkk...lepaskan aku...", rintih Sara sambil meronta.
"Hahahaha, aku akan segera mengakhiri hidupmu!", ujar Sasuke.
BUAKKH!
Naruto memukul perut Sasuke dengan keras. Sasuke terpental jauh dan langsung terkapar. Sara lepas dari cengkraman Sasuke. Naruto segera menangkap Sara.
"Sara-chan kau tak apa-apa?", tanya Naruto.
"Uhuk..aku baik-baik saja kok...Cuma agak sedikit sesak..", ujar Sara sambil terbatuk.
"Kau tunggu saja disini. Aku akan segera menghabisinya", ujar Naruto lalu berdiri.
"Aku akan membantu Naruto-kun", ujar Sara lalu mulai bangkit untuk berdiri.
"Jangan, serahkan semua ini padaku. Akan kubalas kematian Hinata-chan", ujar Naruto lalu mulai berlari untuk menyerang Sasuke.
"Hati-hati Naruto-kun!", ujar Sara.
Sementara medan pertarungan di garis depan masih berlangsung tapi sudah banyak korban di kedua kubu. Tapi karena kekuatan Joutai yang dimiliki murid-murid Black Knight Academy, kini Black Knight lebih unggul.
"Sialan, mereka menjadi sangat kuat, bagaimana ini Gaara?", tanya Kankurou.
"Jangan menyerah, kita harus bisa memenangkan pertarungan ini! Kerahkan seluruh kemampuan kalian hingga akhir!", ujar Gaara.
"Aku mengerti! Ayo teman-teman jangan menyerah kita terus serang mereka!", ujar Kankurou.
"OOOOO!"
Sementara di sudut lain pertarungan Temari dan Tenten kini dikepung oleh sekumpulan murid Black Knight Academy. Mereka terus terdesak.
"Bagaimana ini Temari, kita kini terkepung", ujar Tenten.
"Aku ada ide, ayo kamu gunakan senjatamu untuk membuat mereka lengah!", ujar Temari.
"Baiklah!", ujar Tenten lalu mengeluarkan gulungan besar dan mengeluarkan senjata dari gulungan tersebut. Senjata-senjata tersebut segera melesat kearah para murid Black Knight tersebut.
"Sekarang giliranku! KIRIKIRIMAI!", ujar Temari lalu mengayunkan kipasnya dan terciptalah pusaran angin yang begitu besar hingga membuat para murid Black Knight itu terpental sangat jauh hingga membentur pohon dan tewas.
"Kita berhasil!", ujar Tenten dan Temari.
Sementara itu Naruto dan Sasuke terus bertarung dengan sengit. Naruto kembali menyerang Sasuke bertubi-tubi.
"Sasuke, kenapa kau melakukan semua ini? Apa maksudmu?! HAH!?", tanya Naruto dengan geram.
"Akan kuberitahu kau Naruto! Aku ingin menjadi yang paling kuat di negara ini! Aku ingin membuat Black Knight Academy sebagai akademi terkuat di negara ini! Sehingga tak ada satupun yang bisa mengalahkan Black Knight! Setelah aku menghancurkan sekolahmu, aku akan segera menantang sekolah lain! Lalu semua akan kukalahkan dan kamilah yang menjadi yang terkuat!", ujar Sasuke.
"Kau benar-benar sudah gila Sasuke! Hanya untuk itu kamu mengorbankan begitu banyak nyawa!? Kamu benar-benar keterlaluan Sasuke!", ujar Naruto geram.
"Pengorbanan memang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan!", ujar Sasuke.
"Bedebah! RASENGAN!", ujar Naruto lalu membentuk bola spiral miliknya.
Sasuke dapat menghindari serangan itu lalu mereka kemudian berhenti dan saling bertatapan tajam.
"Aku pasti akan melenyapkanmu Sasuke!", ujar Naruto geram.
"Cih!", Sasuke berdecih.
"RAPIER SLASH!"
Sayatan dengan aura gelap tiba-tiba melesat dengan cepat ke arah Sasuke. Sasuke berhasil menghindarinya dan kaget melihat siapa yang menyerangnya.
"Beraninya kau menyerangku Yamanaka!", ujar Sasuke lalu menatap Ino dengan tajam.
"Beraninya kau membunuh Sai-kun! Akan kubalas kau Sasuke!", ujar Ino geram.
Ino kemudian maju untuk menyayat Sasuke. Tapi Sasuke dapat menghindarinya lalu muncul tiba-tiba dibelakang Ino.
BUAKHH!
Sasuke memukul punggung Ino dengan sangat keras. Ino terpental cukup jauh dan rapiernya terlepas dari genggamannya. Ino tersungkur dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
"Kaupikir kau bisa melawanku, dasar gadis lemah!", ujar Sasuke.
"Sasuke, bahkan temanmu kausakiti! Kau benar-benar jahanam!", ujar Naruto geram.
"Aku tak butuh teman! Sudah kubilang yang kubutuhkan hanyalah orang yang bisa dimanfaatkan!", ujar Sasuke.
"SIALAN KAU!", teriak Naruto geram lalu melesat dengan cepat menuju Sasuke untuk mencakarnya.
JRASH! JRASH!
Terciprat darah yang begitu banyak. Naruto berhasil mencakar Sasuke tapi ternyata Sasuke juga berhasil menusuk perut Naruto dengan pedangnya. Keduanya sama-sama muntah darah yang banyak.
"Sasuke...kau benar-benar sialan...", ujar Naruto lirih.
"Kau yang sialan, Naruto...", ujar Sasuke lirih.
Naruto kemudian melepaskan tangannya dari tubuh Sasuke dan Sasuke mencabut pedangnya dari perut Naruto. Mereka berdua kini terkapar.
"Ukkhh...sialan ini sakit sekali...", rintih Naruto.
"Sialan ini juga sakit Naruto...", rintih Sasuke.
"Kau terus mengingat janji yang kita buat itu ya?", tanya Naruto.
"Hn, karena janji itu aku terus termotivasi untuk melakukan semua ini", ujar Sasuke.
"Baiklah, sekarang saatnya kita menyelesaikan semua ini", ujar Naruto lalu mulai berdiri secara perlahan.
"Ya, kita akan segera akhiri ini..", ujar Sasuke juga bangkit lagi.
"Aku akan menghabisimu Sasuke!", ujar Naruto lalu membentuk bola spiral dari aura Youkou miliknya.
"Aku akan melenyapkanmu Naruto!", ujar Sasuke lalu membentuk aliran listrik dari tangannya.
"SASUKE!"
"NARUTO!"
Mereka berdua saling menabrakan rasengan dan chidori milik mereka. Terjadi ledakan yang sangat dahsyat dari tabrakan kedua energi yang begitu besar tersebut.
"BUAAAM!"
Semua orang kaget melihat ledakan dahsyat tersebut.
"Naruto-kun...", gumam Sara.
"Sepertinya itu Naruto dan Sasuke ya", ujar Shikamaru.
"Naruto-kun semoga dia bisa menang", ujar Shion.
Akhirnya ledakan itu mereda. Aura-aura tersebut mulai menghilang. Terlihatlah Naruto masih berdiri tegap dan menatap Sasuke yang telah terkapar tak berdaya. Tiba-tiba hujan turun membasahi tempat itu.
"Akhirnya aku bisa menang Sasuke", ujar Naruto.
Sementara itu para sensei kini datang ke tempat itu. Tsunade, Shizune, Kakashi dan Gai datang untuk menghentikan penyebaran aura Proserpine. Mereka telah diinformasikan para murid mengenai hal itu. Mereka segera mencari Sakura lalu memulai proses penyegelan kembali.
"FUUIN!", Tsunade kemudian mengumpulkan energi yang besar dari telapak tangannya lalu menempelkannya ke punggung Sakura yang memiliki segel Dewi Proserpine tersebut.
"AAKH!" Sakura menjerit kesakitan dan setelah itu segel tertutup dan Sakura tak sadarkan diri.
"Shizune segera bawa dia ke bagian medis!", ujar Tsunade.
"Siap Tsunade-sama!", ujar Shizune.
Shizune segera membawa Sakura ke bagian medis. Sementara murid-murid dari kedua kubu segera ditarik mundur oleh sensei mereka masing-masing. Yang terluka dan sudah tewas segera dibawa ke bagian medis darurat.
"Sungguh pertarungan yang mengerikan...", ujar Kakashi.
Sementara itu muncul seorang laki-laki berambut panjang dengan kulit pucat menghampiri Tsunade. Tsunade kaget melihat orang itu.
"Orochimaru!", ujar Tsunade kaget.
"Hai lama tak berjumpa Tsunade", ujar Orochimaru.
"Sudah kuduga kekuatan mengerikan itu pasti hasil dari percobaanmu bukan?", ujar Tsunade dengan tatapan tajam.
"Hmm begitulah, itu menarik bukan. Kekuatan yang tak terbatas hingga bisa memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki manusia. Aku hebat bukan?", ujar Orochimaru.
"Kau sudah tak waras lagi Orochimaru! Sebaiknya kau berhati-hati karena jika kau berbuat lebih dari ini mungkin saja pemerintah akan memburumu. Aku juga takkan diam begitu saja jika murid-muridku disakiti lebih dari ini!", ujar Tsunade.
"Khukhukhu, Tsunade kau memang tak berubah, tetap jutek seperti dahulu. Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku harus mengurus para muridku", ujar Orochimaru. Tsunade terus menatap Orochimaru dengan tajam.
Sementara itu Naruto terus menatap langit dengan sendu. Walaupun dia sudah menang dan mengakhiri semuanya, dia masih merasa ada yang tak lengkap pada dirinya. Naruto kemudian berjalan kearah tempat tubuh Hinata diletakkan. Disitu ada Sara yang menjaga tubuh Hinata.
"Naruto-kun..", ujar Sara.
"Sara boleh kupinjam katana milikmu?", tanya Naruto.
"Eh, memangnya mau dipakai untuk apa Naruto-kun?", tanya Sara bingung.
"Tidak apa-apa, kumohon pinjamkanlah padaku", ujar Naruto.
"Ba-baiklah", ujar Sara lalu menyerahkan katananya pada Naruto. Naruto kemudian mengambil katana Sara. Naruto kemudian berjalan menjauh dari situ. Naruto kemudian berhenti lalu mulai menodongkan katana itu ke dadanya.
"Hinata-chan aku akan segera menyusulmu...", ujar Naruto sambil menatap langit.
SYUTT...TAP...
"Hentikan Naruto-kun!"
"Eh, Sara-chan?", ternyata sebelum Naruto sempat menusukkan pedang itu ke dadanya Sara menahan lengan Naruto dari belakang. Naruto terhenti dan kaget melihat Sara.
"Kumohon jangan lakukan itu Naruto-kun!", ujar Sara.
"Aku sudah berjanji untuk selalu bersama Hinata-chan. Kini dia sudah pergi dari dunia ini. Tak ada gunanya lagi aku berada di dunia ini. Lebih baik aku segera menyusulnya", ujar Naruto.
"Jangan, kumohon jangan lakukan itu. Ini bukan yang nee-sama inginkan!", ujar Sara.
"Tidak Sara-chan, aku sudah berjanji akan selalu bersamanya. Aku harus melakukan ini agar segera bisa bersama-sama lagi dengannya", ujar Naruto.
GREBB...
Sara memeluk Naruto dengan erat dari belakang. Naruto tersentak kaget dan menjatuhkan katana Sara.
"Kumohon jangan berbuat seperti ini Naruto-kun. Masih banyak orang yang menyayangimu di dunia ini! Tolong ingatlah itu!", ujar Sara.
Naruto tertegun mendengar perkataan Sara. Naruto kemudian sejenak terbayang akan keluarganya dan teman-temannya.
"Walaupun nee-sama sudah pergi dari dunia ini tapi dia akan selamanya ada dihati kita Naruto-kun. Karena dia adalah orang yang sangat berharga bagi kita. Aku yakin nee-sama juga ingin kamu bahagia! Aku juga ingin mencoba memberikanmu kebahagiaan Naruto-kun. Karena aku...karena aku...aku..mencin..", ujar Sara.
"Sumimasen"
Naruto dan Sara kaget mendengar suara itu. Muncullah seorang pria berambut hitam lurus dengan mata onyx. Memakai jubah merah panjang dengan lambang tengkorak biru di bagian dada. Lalu dibelakangnya ada seorang pria berambut merah dengan baju samurai zaman dahulu yang memiliki wajah baby face. Lalu seorang lagi memakai jubah pink dengan tudung sehingga wajahnya tak kelihatan.
"Shi-Shimura!", ujar Naruto kaget. Sara juga kaget melihat orang itu.
"Bisakah kalian membawaku ke tempat tubuh Hinata diletakkan?", tanya Sai.
Mereka kemudian menuju ke tempat tubuh Hinata diletakkan yang tak jauh darisitu. Naruto dan Sara masih bingung melihat kemunculan ketiga sosok ini.
"Shi-Shimura bukankah kau sudah mati? Kenapa kau bisa ada disini?", tanya Naruto bingung.
"Aku bukanlah Shimura Sai yang berasal dari dimensi kalian ini. Aku Shimura Sai, aku adalah senchou dari Sora Kaizoku. Aku berasal dari dimensi Neo-Shinobi World", ujar Sai.
"Eh?" Naruto dan Sara masih bingung dengan perkataan Sai itu.
"Lalu yang mirip Akasuna-san ini?", tanya Sara.
"Aku ini Akasuna Sasori. Pemegang katana pasir dari Samurai Force. Aku berasal dari Era Samurai", ujar Sasori dengan senyum charming.
Naruto dan Sara makin bingung dengan semua ini. Sai kemudian menatap tubuh Hinata yang sudah kaku itu.
"Jadi ini Hinata, baiklah Sakura-chan, kamu bisa memulainya", ujar Sai.
"Ba-baiklah Sai-senchou", ujar orang yang berjubah pink. Dia kemudian membuka tudung jubahnya lalu tampilah sosok gadis cantik berambut pink panjang yang memiliki mata emerald yang indah.
"Sa-Sakura-san!?", ujar Naruto dan Sara kaget.
"A-aku ini bukanlah Sakura yang kalian kenal. Aku ini Haruno Sakura, mahou-shoujo dari Wizard World, aku disini untuk membangkitkan kembali Hyuuga Hinata", ujar Sakura.
Sakura kemudian memegang tubuh Hinata lalu mengalirkan energi berwarna hijau terang ke tubuh Hinata.
"MAGIC HEALING: REVIVE DEAD!"
Tubuh Hinata mulai diselimuti oleh aura-aura berwarna hijau terang. Sakura terus mengalirkan energinya dan akhirnya Hinata mulai membuka matanya secara perlahan. Sakura pun akhirnya menghentikan aliran energi itu karena Hinata kini telah hidup kembali.
"Hinata-chan!", ujar Naruto.
"Onee-sama!", ujar Sara.
"Narunaru, Sara-chi", ujar Hinata.
Naruto segera memeluk Hinata yang kini sudah hidup kembali. Naruto memeluk Hinata dengan erat.
"Akhirnya kau kembali Hinata-chan!", ujar Naruto.
"Aku kembali Naruto-kun", ujar Hinata lalu tersenyum.
"Onee-sama..", ujar Sara sambil menangis terharu.
Tapi tiba-tiba Sakura tubuhnya mulai ambruk tapi Sai segera menahannya supaya tak jatuh.
"Sa-Sakura-chan kamu tak apa-apa?", tanya Sai cemas.
"Aku kehabisan mana karena sihir tadi. Jadi tubuhku sangat lemas seperti ini. Aku harus segera memulihkan mana-ku, bisakah Sai-senchou mengalirkan sedikit energi Sai-senchou kepadaku?", tanya Sakura.
Sai kemudian tersenyum menyeringai mendengar hal itu.
"Ba-baiklah tapi aku hanya bisa mengalirkannya lewat mulut. Tidak apa-apa kan Sakura-chan?", tanya Sai.
"E-Eh? Ba-baiklah...A-apa boleh buat..", ujar Sakura kaget dengan muka memerah.
Sai kemudian segera mengalirkan chakra miliknya ke Sakura dari mulut ke mulut. Jika dilihat mereka itu seperti sedang berciuman. Naruto, Sara dan Hinata kaget melihat kejadian itu. Sasori memandang Sai dengan muka malas.
"Dasar, bilang saja kau ingin mencuri kesempatan berciuman dengan Sakura-chan..", batin Sasori.
Setelah beberapa lama akhirnya Sai melepaskan "ciuman" itu dari Sakura.
"Bagaimana kau sudah baikan?", tanya Sai sambil tersenyum.
"I-iya..a-arigatou Sai-senchou...", ujar Sakura malu-malu.
"Sama-sama", ujar Sai sambil tersenyum.
"Arigato Sa..eh..Haruno-san sudah membangkitkan kembali Hinata-chan. Kalian sungguh baik bisa membantu kami seperti ini. Kau sungguh hebat bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati", ujar Naruto lalu membungkuk.
"Oh i-iya sama-sama, Uzumaki-kun", ujar Sakura lalu tersenyum.
"Lalu kalian sebenarnya ini siapa? Kalian memang mirip dengan Saku-chi, Shimura dan Akasuna-san tapi sepertinya perawakan kalian sedikit berbeda", tanya Hinata.
"Kami ini berasal dari dimensi lain, kami datang untuk meminta bantuan pada kalian White Knight Elite yang berasal dari dimensi Knight's Territory", ujar Sai.
"Bantuan? Untuk apa?", tanya Hinata.
"Itu sebenarnya..", ujar Sai.
"Hoi Naruto!"
Semua kaget mendengar suara itu dan menoleh ke asal suara itu. Itu berasal dari seorang laki-laki berambut coklat dengan tato segitiga merah di pipinya. Dia memakai seragam berwarna merah dan disampingnya ada seekor anjing putih yang besar.
"Ki-Kiba!", ujar Naruto kaget.
"Naruto lama tak berjumpa!", ujar Kiba.
"Ke-kenapa kau bisa ada disini?", tanya Naruto.
"Aku menonton pertarunganmu melawan Sasuke, pertarungan yang menarik, tapi kau hebat juga bisa mengalahkan Sasuke", ujar Kiba.
"Ya, Sasuke benar-benar sudah tak waras, aku harus mengalahkannya", ujar Naruto.
"Naruto sebenarnya aku kesini juga untuk memberitahukan sesuatu padamu. Kau tak lupa kan janji kita sebagai Saikyou no Sedai sebelum kita berlima akhirnya lulus dari SMP Taihen?", tanya Kiba.
"Iya aku mengingatnya. Itu yang disampaikan buchou sebelum akhirnya kita berpisah dan masuk ke Knight Academy masing-masing", ujar Naruto dengan kepala menunduk.
"Kita berlima akan saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara Saikyou no Sedai! Itulah janji kita di saat acara kelulusan", ujar Kiba.
Hinata dan Sara kaget mendengar hal itu.
"Jadi itu alasan Sasuke mati-matian ingin bertarung dengan Naruto...", gumam Hinata.
"Setelah ini aku ingin menantangmu bertarung Naruto! Aku dan pasukanku dari Red Knight Academy takkan kalah dari kalian White Knight Academy!", ujar Kiba.
"Aku mengerti Kiba! Tapi biarkanlah aku beristirahat sebentar!", ujar Naruto sambil manyun.
"Aku tahu, maka sampai jumpa tahun depan Naruto! Aku akan menantangmu disaat kita memasuki kelas 3 semester yang ke 2! Berlatihlah yang banyak selama setahun ini, karena aku tidak selembek Sasuke!", ujar Kiba lalu berbalik.
"Tunggu Kiba, apa kau tahu dimana kedua anggota lainnya?", tanya Naruto.
"Oh mereka, kalau Shino berada di Green Knight Academy dan buchou-sama berada di Blue Knight Academy", ujar Kiba.
"Souka..", ujar Naruto.
"Jaa Naruto! Sampai ketemu tahun depan!", ujar Kiba lalu pergi darisitu.
"Sepertinya akan ada pertarungan menarik lagi yang akan kau hadapi ya Naruto?", ujar Sai.
"Hmm", gumam Naruto.
"Lalu apa tujuan kalian kemari? Bantuan untuk apa?", tanya Hinata lagi.
"Eto kami ingin meminjam kekuatan kalian untuk sebuah perang", ujar Sai.
"Perang? Perang apa?", tanya Hinata kaget.
"Ini adalah perang terbesar yang akan segera terjadi di dimensi Wizard World. Sebuah ordo yang besar bernama Hexius berniat menyerang dan menghancurkan Wizard World. Keberadaan Wizard World adalah pusat dari berbagai dimensi di jagad raya ini. Jadi kita dari dimensi lain harus bersedia membantu melindungi Wizard World", ujar Sai.
"Apa yang akan terjadi jika Wizard World hancur?", tanya Hinata.
"Jika Wizard World hancur, keseimbangan antar dimensi akan hancur dan akhirnya seluruh dimensi juga akan ikut hancur", ujar Sai.
"A-apa?!", ujar Hinata, Sara dan Naruto yang kaget.
"Jadi kita harus membantu Wizard World untuk mengalahkan ordo Hexius. Kalian bersedia membantu bukan?", tanya Sai.
"Baiklah! Sudah kuputuskan! Kami White Knight Elite akan membantu untuk melindungi Wizard World! Iya kan Hinata-chan, Sara-chan?", ujar Naruto.
"Baiklah", ujar Hinata.
"Akan kubantu dengan seluruh kemampuanku", ujar Sara.
"Baiklah kalau begitu kita akan segera berangkat ke Wizard World besok. Untuk sementara istirahatlah dulu dan pulihkan tubuh kalian sebaik mungkin", ujar Sai.
"Ok!", ujar Naruto.
Sementara itu di Wizard World
Seorang pria berambut raven dengan style pantat ayam bermata onyx sedang berjalan di sebuah lorong kastil. Dia menggunakan jubah biru panjang dan membawa pedang yang diletakkan di pinggangnya. Dia kemudian sampai di beranda kastil itu.
"Woi Naruto!"
"Hn", gumam seorang pria berambut pirang jabrik dengan jubah putih panjang. Bermata blue shappire yang sedang menatap langit.
"Apa sih yang kau pandangi Naruto? Serius amat sih", ujar pria berambut raven.
"Aku merasakan kehadiran mereka semakin dekat Sasuke", ujar pria berambut pirang.
"Woo ordo Hexius ya? Kita akan dibantu orang-orang hebat dari 3 dimensi. Sora Kaizoku dari Neo-Shinobi World, Samurai Force dari Era Samurai dan White Knight Elite dari Knight's Territory!", ujar pria berambut raven.
"Hn, semoga saja mereka bisa bekerja sama dengan baik", ujar si ranbut pirang.
"Ya kita berlima sebagai Wizard Horde akan sangat terbantu dengan kehadiram mereka itu", ujar si rambut raven.
"Hn, ketika ordo Hexius sampai disini "The Great War" akan segera dimulai", ujar Naruto Wizard.
TSUZUKU...
Yosh chapter 13 update! Akhirnya Naruto bisa mengalahkan Sasuke! Naruto memang sangat kuat ya! Akhirnya pertarungan berakhir karena para sensei muncul dan menghentikan pertempuran. Di akhir cerita muncul Sai-sencou, Sasori dari Samurai Force dan Sakura dari Wizard World. Sakura datang membangkitkan kembali Hinata dan Naruto akhirnya bisa kembali bersama Hinata. Mereka bertiga datang untuk meminta bantuan pada Naruto dkk untuk ikut serta dalam perang melawan ordo Hexius. Perang ini akan sangat menentukan kelangsungan hidup seluruh dimensi. Naruto pun menyetujui untuk membantu dan mereka akan segera berangkat ke Wizard World untuk bersiap berperang. Di akhir cerita juga muncul Sasuke dan Naruto yang Wizard.
Ini adalah akhir dari season 1 White Knight Academy, cerita akan bersambung di fic "The Great War" dimana Sora Kaizoku, Samurai Force, White Knight Elite dan Wizard Horde akan bekerja sama untuk menghadapi perang dengan ordo Hexius.
Author akan memberikan dua pilihan:
Apakah author akan segera merilis The Great War?
Atau author akan menskip dulu cerita The Great War dan langsung sambung ke season 2 White Knight Academy dimana Naruto akan berhadapan dengan anggota Saikyou no Sedai lainnya?
Mohon vote salah satu dari kedua pilihan ini lewat review, voting terbanyak akan menentukan sambungan cerita berikutnya.
Balas review dulu:
Dragon warior: Maaf kalo kurang greget. Disini naru sudah menghajar habis-habisan si Sasuke. Ok! Thx buat rnr!
Awar muna: Hinata sudah dibangkitkan lagi oleh Sakura mahou-shoujo. Jadi masih NaruHina dong. Ok! Thx buat rnr!
Anggraxi: Maaf saya ngak terlalu menguasai bahasa Jepang jadi ngak bisa buat seperti itu. Ok! Thx buat rnr!
Leontujuhempat: Ok! Thx buat rnr!
Namikaze Sholkhan: Ok! Thx buat rnr!
Uzumaki 21: Tau sih tapi mereka ngak terlalu peduli karena itu perseteruan antara murid. Jadi harus diselesaikan sendiri. Tapi karena pertarungan sudah melebihi batas akhirnya dihentikan oleh para sensei. Final chap untuk season 1. Ok! Thx buat rnr!
Muharrom catang: Hinata dibangkitkan kembali jadi masih NaruHina. Ino marah-lah bahkan dia berusaha membunuh Sasuke dengan rapiernya. Ok! Thx buat rnr!
Ahmadbima27: Hinata udah dibangkitkan kembali. Ok! Thx buat rnr!
Yudhabooyz: Ok! Thx buat rnr!
DarkYami Kugamawa: Hinata sudah dibangkitkan kembali. Ok! Thx buat rnr!
Soputan: Arigato! Ok! Thx buat rnr!
Uzumaki-Namikaze Serizawa: Hinata bangkit kembali dibangkitin sama Sakura mahou shoujo. Ok! Thx buat rnr!
Misti Chan: YA karena joutainya digabungin sama aura Proserpine. Naruto akhirnya menang. Iya tapi kini Hinata sudah bangkit kembali. Ok! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!
AN Narra: Ok! Thx buat rnr!
Khf16: Tapi akhirnya dibangkitkan kembali ama Sakura. Ok! Thx buat rnr!
Natsumi-chan: Ok! Thx buat rnr!
Vanscovsky: Sasuke udah kalah kok disini. Ok! Thx buat rnr!
Fran Fryn Kun: Arigato! Maaf karena Sasuke kan bisa copy teknik. Ok! Thx buat rnr!
Guest: Ok! Thx buat rnr!
Namikaze yondaime: arigato! Mungkin masih hidup. Naruto ngak lepas kendali Cuma emosinya memuncak. Ok! Thx buat rnr!
Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!
Gg: Ok! Thx buat rnr!
Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!
SSNH: Maaf kalo Hinatanya mati dulu. Tapi akhirnya dibangkitkan kembali disini. Maaf kalo bikin kamu galau. Ok! Thx buat rnr!
Renzy Strife: Hinata akhirnya dibangkitkan kembali kok. Ngak dong tetap NaruHina. Ok! Thx buat rnr!
Buayabuntung: Hinata akhirnya dibangkitkan kembali. Ok! Thx buat rnr!
Bunshin Anugrah ET: Hinata akhirnya dibangkitkan kembali. Naruto akhirnya bisa mengalahkan Sasuke. Ok! Thx buat rnr!
Bala-san dewa hikikomori: Mereka munculnya belakangan untuk hentiin pertarungan ini. Ok! Thx buat rnr!
Guest: Ok! Thx buat rnr!
Ranggagian67: Hinata dibangkitkan kembali kok. Pairnya masih NH. Ok! Thx buat rnr!
Blue-senpai: Hinata dbangkitkan kembali jadi masih NaruHina. Ok! Thx buat rnr!
Niizuma Eiji: Hinata dbangkitkan kembali jadi masih NaruHina. Ok! Thx buat rnr!
Guest: Ok! Thx buat rnr!
Vincentyagami: maksudmu? Ok! Thx buat rnr!
Gray areader: final chap untuk season 1. Ok! Thx buat rnr!
Fazrulz21: Maaf itu tuntutn peran untuk membuat cerita semakin menarik. Tapi akhirnya Hinata dibangkitkan kembali oleh Sakura mahou-shoujo. Proserpine itu nama dari Persephone di mitologi Romawi. Persephone kan dari mitologi Yunani. Ok! Thx buat rnr!
Mifta cinya: Hinata dibangkitkan kembali kok jadi ngak angst. Ok! Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa untuk memberi vote lewat review. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW AND VOTE PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
