WHITE KNIGHT ACADEMY

SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?

Chapter 14 – Awal yang Baru

"WHITE KNIGHT ACADEMY SERANG!"

"RED KNIGHT ACADEMY SERANG!"

"WOOOOOOOO"

Segerombolan orang-orang yang memakai seragam berwarna merah dan berwarna putih saling berhadapan dan maju untuk menyerang. Mereka telah siap bertempur dengan senjata mereka masing-masing. Semua bertarung dengan semangat. Semua bertarung untuk mempertaruhkan nyawa demi kehormatan nama sekolah Knight masing-masing.

"Kita tak boleh kalah dengan mereka! Ayo maju teman-teman!", ujar pria dengan rambut merah bernama Gaara.

"Kami juga takkan kalah! Serang dan habisi mereka semua!", ujar salah satu murid Red Knight.

Senjata-senjata saling diarahkan untuk melukai musuh masing-masing. Pedang-pedang bertautan. Bunyi-bunyi pukulan dimana-mana. Semua hal itu terjadi karena tantangan dari Inuzuka Kiba, ketua dewan murid Red Knight Academy. Dia menantang White Knight Academy untuk bertarung demi menentukan sekolah siapa yang lebih kuat. Naruto yang sekarang menjabat ketua dewan murid White Knight Academy mau tak mau menerima tantangan itu. Naruto dan Kiba adalah anggota Saikyou no Sedai, untuk merealisasikan sumpah mereka, mereka harus saling bertarung. Terlihat di salah satu bagian area pertempuran, Naruto dan Kiba kini berhadapan.

"Naruto, saatnya telah tiba, aku akan mengalahkanmu!", ujar Kiba sambil menunjuk Naruto.

"Aku takkan kalah darimu Kiba! Kami-lah yang akan memenangkan pertarungan ini!", ujar Naruto.

"Huh, jangan bercanda! Bairpun kau telah mengalahkan Uchiha, tapi aku tak sepayah dia. Akan kukalahkan kau, lalu akan kutantang Shino, dan terakhir aku akan menantang buchou-sama", ujar Kiba.

"Heh, begitu ya, tapi maaf saja aku tak berniat kalah disini!", ujar Naruto lalu maju menyerang dengan beam saber baru miliknya.

"Ayo Naruto, kita selesaikan ini!", ujar Kiba dengan menyerang menggunakan cakar besi ditangannya.

TRANG

Beam saber dan cakar besi saling bertautan. Mereka kemudian kembali saling menyerang secara bertubi-tubi. Gerakan kedua orang itu sangat gesit sehingga agak sulit dilihat pergerakannya. Mereka terus saling menyerang dengan semangat.

"BEAM SABER SLASH!"

"IRON CLAWS FURY!"

TRANG

Kedua serangan itu saling menabrak. Terjadi ledakan energi yang dahsyat dari kedua serangan yang bertabrakan itu. Mereka berdua kemudian mundur lalu kembali menyerang lagi.

"Mati kau Naruto!", ujar Kiba.

"Aku takkan kalah!", ujar Naruto.

Sementara itu Shikamaru dan Chouji sedang menghadapi beberapa musuh. Mereka kemudian menggunakan teknik mereka untuk bertarung. Salah satu musuh maju dengan cepat untuk menyerang Chouji dari belakang.

"SHADOW BIND!", ujar Shikamaru.

Musuh itu tiba-tiba berhenti bergerak. Dengan sepatu khususnya dia mampu mengikat bayangan dari musuh tersebut dan menghentikan pergerakannya.

"Ke-kenapa ini? Aku tak bisa bergerak!", ujar murid Red Knight itu gelagapan.

"Jangan bermain serang dari belakang dong, Chouji bereskan dia", ujar Shikamaru.

"Siap Shikamaru! BAIKA PUNCH!", ujar Chouji lalu memukul musuh itu dengan tangan besar miliknya dengan keras hingga terpental sangat jauh.

"Yosh!"

Sementara di bagian lain area pertarungan, Sara sedang terdesak dengan beberapa musuh yang mengepungnya. Sara berusaha menyerang mereka tapi mereka terus mendesak Sara hingga Sara kewalahan.

"HYUUGA STYLE: HOSHI NO SLASH!"

Serangan Sara melesat dengan cepat tapi dua musuh dapat menangkisnya secara bersamaan dengan mudah. Mereka kemudian bersiap untuk menyerang Sara bersamaan.

"Mati kau!"

"RAPIER SLASH!"

JRASH...JRASH...JRASH...

Para musuh itu langsung terkapar tak berdaya. Di saat terakhir ada yang menebas mereka dengan cepat secara tiba-tiba. Ternyata itu adalah gadis pirang bermata aquamarine dengan rapier miliknya.

"I-Ino-san!", ujar Sara kaget.

"Aku datang membantu Sara", ujar Ino lalu tersenyum.

Sementara itu Naruto dan Kiba terus bertarung dengan sengit. Naruto terus menyerang dengan beam sabernya sedangkan Kiba dengan cakar besinya.

"BEAM SABER SLASH!"

"IRON CLAW FURY!"

BUAMMM!

Ledakan energi terjadi lagi. Kini Naruto dan Kiba sama-sama terlempar. Mereka kemudian kembali berdiri sambil sedikit merintih kesakitan.

"Aku tak akan bermain-main lagi Naruto, sudah saatnya mengakhiri ini! Akamaru! Kita akan melakukan serangan Great Torpedo!", ujar Kiba.

"Guk! Guk!", Akamaru menggonggong lalu mengeluarkan sebuah torpedo besar dari punggungnya.

"Ki-Kiba itu!", ujar Naruto kaget.

"Aku akan menghancurkanmu dengan ini Naruto!", ujar Kiba.

"Aku akan melawannya!", ujar Naruto lalu menjadi mode Youkou dan langsung mengumpulkan energi yang besar di tangannya.

BUAKGH!

BUAKGH!

Tiba-tiba Naruto dan Kiba terpental dan tersungkur ke tanah. Ada yang memukul mereka berdua secara tiba-tiba. Ternyata itu adalah Nagato dan Deidara. Dua anggota Akatsuki, organisasi Knight paling kuat.

"Na-Nagato-nii-san!", ujar Naruto kaget.

"De-Deidara-sama!", ujar Kiba kaget.

"Apa yang kalian lakukan bodoh?! Kalian mau membuat semuanya hancur?!", ujar Nagato dengan marah.

"Jika kedua serangan itu bertemu, pasti tempat ini akan porak-poranda, dan orang disekitarnya akan terbunuh!", ujar Deidara.

"Ta-tapi kami..", ujar Kiba.

"Kalian tidak memiliki izin untuk mengadkan School War, ini Cuma pertarungan liar jadi harus kami hentikan. Para Knights lain juga telah menghentikan pertarungan di area lain", ujar Nagato.

"Ma-maafkan aku Nagato-nii-san, aku tak bermaksud...", ujar Naruto.

"Tapi kami harus menyelesaikan ini!", ujar Kiba.

BUAKH

Deidara memukul kepala Kiba dengan keras. Kepala Kiba sampai benjol.

"Jangan keras kepala dasar anak anjing! Kalau kami bilang berhenti ya berhenti! Jangan banyak bacot!", ujar Deidara geram.

"Aku mengerti-aku mengerti", ujar Kiba dengan muka cemberut.

"Kami akan memeriksa kalian di Akatsuki HQ, kalian berdua adalah ketua dewan murid sekolah masing-masing, jadi kalian harus bertanggung jawab", ujar Nagato.

"Kami mengerti...", ujar Naruto dan Kiba pasrah.

Pertarungan pun dihentikan oleh Akatsuki dan para Knight bawahan. Banyak yang terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit. Pertarungan itu dianggap ilegal karena tidak memiliki izin dari Akatsuki tentang School War. Akatsuki-lah yang berwenang untuk memberikan izin bagi Knight Academy untuk mengadakan pertarungan.

Naruto dan Kiba serta para anggota dewan murid masing-masing sekolah pun diperiksa dan setelah diberi nasehat dan sanksi, akhirnya mereka dilepaskan. Pertarungan itu terjadi sebelum semester genap dimulai.

Beberapa hari kemudian

Sekarang adalah hari pertama masuk sekolah di semester genap. Naruto dkk kini sudah berada di kelas tiga. Kini Naruto dan Sara sedang berada di atap sekolah sambil memandangi langit. Saat ini KBM belum dimulai karena masih hari pertama sekolah.

"Hahh..akhirnya sanksinya selesai juga. Aku lelah terus menerus membersihkan kota seperti waktu lalu", ujar Naruto sambil menghembuskan napas lega.

"I-iya Naruto-kun, selama dua minggu kita harus membersihkan beberapa daerah di distrik Konoha ini. Memang sangat capek ya..", ujar Sara.

"Hn, tapi sekarang sudah selesai jadi kita bisa happy-happy lagi!", ujar Naruto sambil nyengir.

"Kau benar Naruto-kun", ujar Sara lalu juga tersenyum.

"Tapi Sara-chan, sekarang sekolah jadi terasa sepi ya...", ujar Naruto lalu mukanya berubah murung.

"Eh? Kenapa? Bu-bukankah sekolah selalu ramai karena banyak murid?", tanya Sara bingung.

"Bukan itu maksudku. Maksudku sejak anggota White Knight Elite yang lain pergi, sekolah menjadi terasa berbeda. Menjadi terasa sepi", ujar Naruto.

"Begitu ya, aku juga merasa demikian. Sejak Onee-sama lulus lalu Shion-chan dan Sakura-san pindah sekolah dan juga Koyuki-san menghilang, kita jadi tak bisa berkumpul sama-sama lagi", ujar Sara.

"Biasanya kita makan siang bersama dan ngobrol-ngobrol sambil bercanda disini tapi sekarang tidak lagi", ujar Naruto.

"I-iya, aku juga rindu saat-saat kita berkumpul seperti itu", ujar Sara.

"Tapi aku juga senang masih ada kamu disini Sara-chan! Setidaknya aku masih mempunyai sahabat baikku disini", ujar Naruto lalu nyengir.

"I-iya juga senang bersama Naruto-kun", ujar Sara malu-malu dengan pipi memerah.

"Naruto.."

GREBB

Tiba-tiba Ino datang dan langsung memeluk Naruto dari belakang. Naruto dan Sara kaget melihat itu.

"Ternyata kamu disini ya, ayo makan siang di kantin", ujar Ino sambil terus memeluk Naruto.

"Iya-iya Ino-san, tapi lepas dulu dong", ujar Naruto.

"Aku kan ini bisa dibilang simpanan-mu Naruto, tapi pasti nantinya aku akan menggeser posisi Hinata di posisi pertama", ujar Ino lalu mengelus-elus rambut Naruto.

"Hahaha, Ino-san itu terlalu berlebihan.. Sudah ah bercanda-nya, cepat lepaskan aku", ujar Naruto.

"Aku mengerti-aku mengerti", ujar Ino lalu melepaskan Naruto.

"Begitu dong.. ADUUH!", ujar Naruto lalu tiba-tiba menjerit kesakitan, ternyata Ino dengan tiba-tiba menyentil bagian "anu"-nya Naruto.

"Hahaha rasakan itu, dasar Naruto baka!", ujar Ino lalu menjulurkan lidahnya.

"Ino-san i-ini sakit sekali, akan kubalas kau!", ujar Naruto lalu mencoba menangkap Ino yang mulai lari.

Ino terus berlari, Naruto terus mengejarnya, mereka terus berputar-putar di tempat itu. Kemudian Ino kini berada di depan Sara. Naruto kemudian langsung menerjang.

"Kena kau!"

BRUAKKH!

Ternyata Ino dapat menghindar dan Naruto jatuh menindih Sara.

"Naruto ternyata kamu sangat cabul ya. Apa kau tak puas dengan oppai Hinata sampai punya adiknya juga kau embat?", ujar Ino dengan seringaian-nya.

"Nananana..Naruto-kun...", ujar Sara gugup dengan muka memerah. Ternyata Naruto menindih Sara dengan posisi tangan Naruto meremas dada Sara dengan kuat.

"Akh...Go-gomen-gomen Sara-chan aku tak sengaja!", ujar Naruto kaget lalu langsung berdiri dan sedikit menjauh.

"Kyaaa...Naruto-kun no hentai!", jerit Sara lalu lari terbirit-birit dari situ.

"Sara-chan tunggu!", ujar Naruto berusaha mengejar Sara tapi Sara cepat sekali larinya.

"Fufufufu, kalau kau ingin meremas dada, bagaimana kalau dadaku saja, tidak kalah seksinya lho", ujar Ino lalu memegang dadanya.

"Ino-san, lain kali akan kubalas kau! Aku pasti membalasmu!", ujar Naruto ketus.

"Hahahaha, coba saja kalau bisa!", ujar Ino sambil tertawa.

Naruto dan Ino kemudian meninggalkan atap sekolah untuk mencari Sara dan meminta maaf.

Perlu dijelaskan Ino telah pindah ke White Knight Academy sejak semester 1, dia langsung duduk di kelas 3A bersama Naruto dan Sara. Dia pindah karena dia sudah sangat membenci dengan yang diperbuat Black Knight Academy. Gara-gara ambisi Sasuke, Sai kekasihnya telah terbunuh. Dia tak ingin lagi bersekolah di tempat terkutuk itu lagi walaupun kini setelah Sasuke tiada, struktur organisasi di Black Knight Academy menjadi sedikit lebih baik. Sejak Ino pindah, Ino langsung mengakrabkan diri dengan Naruto dan Sara juga Shikamaru cs. Mereka pun kini menjadi teman baik.

Kini Naruto dan Ino sudah menemukan dan meminta maaf pada Sara.

"Sara-chan sekali lagi maaf ya. Aku tak bermaksud melakukan itu. Ini semua gara-gara Ino-san!", ujar Naruto.

"Kau sendiri kan yang ceroboh langsung menerjang seperti itu!", ujar Ino.

"Ino-san kau ini!", ujar Naruto.

"Sudah-sudah aku mengerti kok, aku sudah memaafkan kalian", ujar Sara dengan lembut.

"Makasih Sara-chan, aku senang kamu bisa memaafkanku, lain kali aku akan lebih hati-hati", ujar Naruto sambil tersenyum.

"Sara, aku juga minta maaf ya", ujar Ino.

"Iya, aku pasti memaafkan kalian, kalian kan teman baikku", ujar Sara lalu tersenyum.

Mereka sedang berada di kelas, kelas sedang tidak begitu ramai. Banyak murid yang diluar karena kegiatan belajar belum dimulai. Lalu datang ketiga manusia yang juga teman mereka. Nara Shikamaru, Akimichi Chouji dan si alis tebal Rock Lee.

"Hai kawan-kawan sedang bicara apa nih? Kami gabung ya", ujar Rock Lee.

"Menurut perkiraanku pasti Ino menjahili Naruto lagi ya?", ujar Shikamaru.

"Hei Shikamaru kau ini hebat sekali ya. Walaupun kau ini malasnya minta ampun tapi kau berbakat jadi peramal", ujar Ino.

"Dugaanku benar ya, Ino kusarankan kau jangan terlalu banyak menjahili Naruto, kalau Hyuuga-senpai sampai tahu, kau pasti kena masalah", ujar Shikamaru.

"Aku mengerti, tapi dia takkan tahu kok, dia kan masih jauh di distrik Kiri sana, jadi aku bisa mempermainkan Naruto sesuka hatiku", ujar Ino dengan seringainya.

"Baka! Aku ini bukan mainan-mu!", ujar Naruto ketus.

"Naruto...nanti malam aku ke rumah-mu ya, kita "main" di ranjangmu ya..", ujar Ino dengan pose menggoda lalu mengusap dagu Naruto.

"Ino-san tolong hentikanlah!", ujar Naruto kesal.

"Hahahaha santai saja Naruto", ujar Ino sambil tertawa.

"Ya ampun setelah Miko Shion pergi muncul satu lagi gadis mesum...", gumam Shikamaru sambil geleng-geleng kepala.

Setelah hari sudah siang tepatnya pukul 13.00 para murid mulai berhamburan keluar dari sekolah. Ada yang pulang secara berkelompok, ada yang sendiri-sendiri. Sementara itu Naruto, Naruko dan Sara pulang bersama.

"Hari ini membosankan sekali, kuharap kegiatan belajar mulai berjalan seperti biasa secepatnya", ujar Naruto sambil menguap.

"Tapi kita kan masih bisa bersantai, ayo nii-chan sebelum kita pulang kita singgah ke kafe dulu", ujar Naruko.

"Hn, baiklah", ujar Naruto.

"Sara-senpai ayo ikut juga", ujar Naruko.

"Oh i-iya..", ujar Sara.

Tiba-tiba ponsel milik Naruto berbunyi. Naruto segera mengambilnya di saku lalu melihat nama penelepon.

"Wah ini dari Hinata-chan!", ujar Naruto senang. Naruto segera memencet tombol hijau untuk menerima telepon.

"Moshi-moshi", ujar Naruto.

"Moshi-moshi Naruto-kun, kamu baik-baik saja?", ujar Hinata.

"Iya aku baik-baik saja. Hinata-chan baik juga bukan? Kamu ada dimana sekarang?", tanya Naruto.

"Naruto-kun aku akan tiba di distrik Konoha 20 menit lagi, kamu jemput aku ya di stasiun kereta", ujar Hinata.

"Benarkah? Jadi Hinata-chan sudah mau pulang? Horee! Aku akan menjemputmu disana! Aku sangat rindu padamu!", ujar Naruto senang.

"Aku juga sudah sangat ingin bertemu denganmu. Ya sudah tunggu aku disana ya", ujar Hinata.

"Tentu saja sayang, aku sudah tak sabar ingin memelukmu", ujar Naruto.

"Kau ini..ya udah sampai ketemu disana", ujar Hinata.

"Iya sampai ketemu disana", ujar Naruto. Telepon pun diakhiri. Naruto pun jadi senyum-senyum sendiri.

"Jadi Hinata-senpai sudah mau pulang ya?", tanya Naruko.

"Iya, aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya", ujar Naruto.

"Hinata-nee-sama tidak memberi kabar di rumah, sepertinya dia pulang mendadak", ujar Sara.

"Ayo kita semua ke stasiun kereta!", ujar Naruto. Mereka bertiga pun segera menuju arah stasiun kereta.

Setelah sampai di stasiun kereta mereka segera berdiri di dekat pemberhentian kereta. Naruto kelihatan tak sabar untuk segera bertemu dengan Hinata, kekasih yang sangat dicintainya. Sejak Hinata lulus dari White Knight Academy, dia langsung diangkat menjadi salah satu Knight di divisi keamanan. Jadi Hinata harus bertugas di distrik-distrik lain dan seringkali jauh dari distrik Konoha. Karena itu Naruto dan Hinata jadi semakin jarang bertemu. Tapi karena Hinata telah pulang dari tugasnya, mereka pun akan segera melepas rindu.

Tak lama kemudian kereta pun datang dan berhenti. Itu adalah kereta yang dinaiki Hinata dari distrik Kiri. Beberapa orang langsung keluar dari kereta. Setelah banyak orang keluar, akhirnya Hinata sudah kelihatan keluar dari kereta.

"Sayang! Aku disini!", teriak Naruto sambil melambai-lambaikan tangan agar Hinata dapat melihatnya.

"Naruto-kun!", ujar Hinata yang telah melihat Naruto.

Hinata segera berlari menghampiri Naruto dan mereka berdua langsung berpelukan.

"Aku sangat merindukanmu Hinata-chan", ujar Naruto.

"Aku juga, aku selalu memikirkanmu Naruto-kun", ujar Hinata.

"Onee-sama lama tak berjumpa", ujar Sara sambil tersenyum.

"Sara-chan aku juga rindu padamu!", ujar Hinata lalu memeluk Sara.

"Nee-sama baik-baik saja bukan?", tanya Sara.

"Iya aku baik-baik saja. Bagaimana keadaan rumah?", tanya Hinata.

"Semua baik-baik saja. Otou-sama, Hanabi-chan mereka semua sehat", ujar Sara.

"Syukurlah, aku senang mendengarnya", ujar Hinata lalu tersenyum.

"Halo Hinata-senpai", sapa Naruko.

"Hai Naruko-chan, wah kamu menjadi semakin cantik saja", ujar Hinata sambil tersenyum.

"Ah senpai bisa saja. Aku merasa tak ada yang banyak berubah dari penampilanku", ujar Naruko.

"Hei, bagaimana kalo kita jalan-jalan dulu bersama, Hinata-chan kan baru pulang, ayo kita bersenang-senang!", ujar Naruto.

"Boleh tuh, ayo pergi!", ujar Hinata. Naruto dan Hinata kemudian saling bergandengan tangan dan saling menatap dengan mesra. Setelah lama tidak berjumpa akhirnya bisa bertemu lagi dan dapat melepas rindu. Sementara Sara menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Hinata-chan besok malam ke rumahku ya kita "main" yuk", ujar Naruto dengan cengiran khasnya.

"Kamu ini dasar hentai, tapi baiklah kalau kamu memaksa, aku akan datang. Sudah lama juga kita tak "main" di rumahmu", ujar Hinata.

"Gitu dong, kekasihku yang cantik", ujar Naruto lalu mencium pipi Hinata.

"Kamu ini, dasar genit", ujar Hinata.

Tiba-tiba ponsel Naruto berbunyi. Naruto kemudian segera mengambil ponselnya lagi di saku.

"Dari siapa Naruto-kun?", tanya Hinata.

"Ini ada SMS, aku baca dulu ya", ujar Naruto lalu membuka HP-nya dan membaca SMS itu. Naruto pun membaca SMS itu dan sedikit kaget dengan isi SMS itu.

"Apa isinya Naruto-kun?", tanya Hinata penasaran.

"Ini dari buchou Saikyou no Sedai. Dia meminta seluruh anggota Saikyou no Sedai untuk berkumpul di taman pusat kota 10 menit lagi", ujar Naruto.

"Saikyou no Sedai, itu kan grup paling terkenal di SMP Taihen. Grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kekuatan istimewa dan sangat hebat. Kamu dan Uchiha juga anggota grup itu kan?", tanya Hinata.

"Iya dan sepertinya aku harus pergi kesana. Pertemuan ini sepertinya sangat penting. Kalian duluan lah pergi ke Mall, aku akan segera menyusul", ujar Naruto lalu mulai beranjak pergi.

"Tidak, aku ikut, aku penasaran dengan buchou kalian yang misterius itu, kalian kan selalu merahasiakan identitasnya", ujar Hinata.

"Nee-sama, Naruto-kun mau kemana?", tanya Sara.

"Sara-chan dan Naruko-chan duluan saja ke Mall, aku dan Naruto ada urusan sebentar, nanti kami menyusul", ujar Hinata.

"Baiklah, hati-hati di jalan", ujar Sara. Naruto dan Hinata kemudian segera beranjak dari tempat itu.

"Mereka kenapa ya?", tanya Naruko.

"Aku tak tahu. Ya sudah ayo Naruko-chan kita duluan ke mall!", ujar Sara.

"Hai", ujar Naruko.

Naruto dan Hinata segera bergegas ke taman pusat kota, setelah menempuh beberapa blok akhirnya mereka sampai di taman itu. Mereka kaget melihat orang-orang yang telah berkumpul disitu.

"Ka-kalian!", ujar Naruto kaget.

"Kenapa kalian semua bisa ada disini?", tanya Hinata kaget.

"Naruto lama tak berjumpa", ujar perempuan berambut biru dengan seragam Red Knight Academy. Dia berdiri disamping Kiba.

"Koyuki-san!", ujar Naruto kaget.

"Naruto kali ini aku akan membalas kekalahanku dulu!", ujar Sasuke yang menggunakan seragam Black Knight Academy.

"Naruto, Hinata-senpai kita berjumpa lagi", ujar perempuan berambut pink yang menggunakan seragam Black Knight Academy juga.

"Sasuke kau masih hidup?! Sakura-san?!", ujar Naruto kaget.

"Naruto lama tak berjumpa", ujar pria berkacamata hitam dengan rambut hitam. Dia memakai seragam berwarna hijau ciri khas Green Knight Academy. Lalu disampingnya berdiri seorang wanita cantik berambut pirang dengan mata ungu.

"Shino, Shi-Shion?", ujar Naruto kaget. Shion cuma tersenyum tipis melihat Naruto.

"Tak kusangka kita bertemu lagi seperti ini, jadi kalian pindah sekolah karena ini?", tanya Hinata. Semua hanya diam tak menanggapi pertanyaan Hinata.

"Kenapa keadaannya menjadi seperti ini?", ujar Naruto bingung.

"Naruto pertarungan kita belum selesai, lihat saja akan kupastikan kau kalah!", ujar Kiba.

"Aku juga akan membalas kekalahanku Naruto! Aku akan menghabisimu!", ujar Sasuke dengan tatapan tajam.

"Halo semuanya..."

Tiba-tiba munculah seorang yang memakai seragam berwarna biru ciri khas Blue Knight Academy. Berambut panjang berwarna hitam dengan bola mata berwarna cokelat.

"Di-dia cantik sekali...", gumam para cewek-cewek.

"Buchou-sama!", ujar Kiba lalu membungkuk dengan hormat.

"Aku senang kalian sudah berkumpul. Ki-chan, Sasu-pyon, Shino-kun dan Naru-chi", ujar orang itu lalu tersenyum.

"Tak mungkin, buchou Saikyou no Sedai adalah wanita cantik ini...", gumam Hinata dengan terperangah melihat orang itu.

"Hyoton akhirnya kau datang juga", ujar Sasuke.

"Buchou-san, senang bisa bertemu anda lagi", ujar Shino dengan sopan.

"Haku-san...", ujar Naruto.

"Tampaknya ada tamu yang cantik-cantik ya disini. Perkenalkan namaku Hyoton Haku. Aku adalah buchou dari Saikyou no Sedai...", ujar Haku dengan senyum manisnya.

Saikyou no Sedai berkumpul!

To Be Continued...

Halo minna-san! Saya Marvelous-chan kembali lagi dengan melanjutkan fic White Knight Academy. Di Season 2 ini, akan terjadi pertarungan antara Saikyou no Sedai, grup yang beranggotakan anak-anak yang memiliki kemampuan hebat dan istimewa. Mereka akan bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Tentu saja mereka akn melibatkan akademi mereka masing-masing dalam pertarungan ini. Dan di chapter ini, semua anggota Saikyou no Sedai telah berkumpul bersama pasangan masing-masing. Naruto dan Hinata dari White Knight Academy, Sasuke dan Sakura dari Black Knight Academy, Kiba dan Koyuki dari Red Knight Academy, Shino dan Shion dari Green Knight Academy. Sedangkan Hyoton Haku datang sendiri dari Blue Knight Academy. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Jawabannya di chapter depan! Nanti juga akan dijelaskan alasan mengapa Shion dkk pindah sekolah.

Jadi, readers sekalian, pastikan kalian mengklik review di bawah. Saran dan kritikan dari readers sekalian sangat bermanfaat bagi author untuk mengembangkan cerita. Jadi,

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!