WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?
Chapter 15 – Saikyou no Sedai Gathering!
"Halo semuanya..."
Tiba-tiba munculah seorang yang memakai seragam berwarna biru ciri khas Blue Knight Academy. Berambut panjang berwarna hitam dengan bola mata berwarna cokelat.
"Di-dia cantik sekali...", gumam para cewek-cewek.
"Buchou-sama!", ujar Kiba lalu membungkuk dengan hormat.
"Aku senang kalian sudah berkumpul. Ki-chan, Sasu-pyon, Shino-kun dan Naru-chi", ujar orang itu lalu tersenyum.
"Tak mungkin, buchou Saikyou no Sedai adalah wanita cantik ini...", gumam Hinata dengan terperangah melihat orang itu.
"Hyoton akhirnya kau datang juga", ujar Sasuke.
"Buchou-san, senang bisa bertemu anda lagi", ujar Shino dengan sopan.
"Haku-san...", ujar Naruto.
"Tampaknya ada tamu yang cantik-cantik ya disini. Perkenalkan namaku Hyoton Haku. Aku adalah buchou dari Saikyou no Sedai...", ujar Haku dengan senyum manisnya.
"Ga-gadis ini buchou dari Saikyou no Sedai? Tapi kan kalau tidak salah...", gumam Hinata sambil terperangah melihat Haku.
"Hei, sebenarnya apa yang terjadi disini? Kalau tidak salah kan SMP Taihen itu sekolah khusus laki-laki. Kenapa wanita sepertimu bisa masuk sekolah itu?", tanya Koyuki bingung.
Sementara itu Naruto dan Kiba mendengar hal itu langsung menahan tawa.
"Hmm.. apa aku memang sangat terlihat seperti wanita? Tapi jangan salah, aku ini laki-laki kok", ujar Haku dengan senyuman.
"Hahhh?!", para gadis terkejut mendengar hal itu.
"Ja-jadi ka-kau laki-laki? Ta-tapi kau begitu cantik...", ujar Shion kaget.
"Arigatou, banyak yang memujiku seperti itu. Tapi tetap aku ini laki-laki kok", ujar Haku.
"Sudah cukup basa-basinya. Jadi Hyoton, apa tujuanmu mengumpulkan kami semua disini?", tanya Sasuke.
"Aku Cuma ingin melihat kalian semua. Sudah lama kita tidak saling bertemu. Aku rindu saat kita berkumpul sama-sama seperti dulu. Sungguh menyenangkan", ujar Haku dengan senyuman.
"Cukup omomng kosongnya Hyoton! Aku tahu bukan itu tujuanmu memanggil kita kemari!", ujar Sasuke dengan nada tinggi.
"Baiklah-baiklah. Aku Cuma ingin memastikan sesuatu. Kalian masih ingat kan dengan sumpah yang kita sepakati bersama saat kita lulus SMP?", tanya Haku.
"Tentu saja dan kami sudah melaksanakannya buchou-sama. Aku sudah pernah menantang Naruto walaupun pertarungannya akhirnya dihentikan oleh Akatsuki", ujar Kiba.
"Aku juga sudah menantang Naruto walaupun aku kalah, tapi aku akan berjanji akan membalasnya!", ujar Sasuke.
"Sebenarnya aku kurang tertarik dalam pertarungan. Tapi siapa saja yang akan menantangku, pasti akan kulawan dengan seluruh kemampuanku", ujar Shino.
"Hmm, begitu ya. Tapi ada yang kuberitahukan, sebaiknya jika kalian akan bertarung, kalian harus bertarung secara legal jadi artinya harus mendapat izin dari Akatsuki. Juga aku tidak senang yang dilakukan oleh Sasu-pyon dalam pertarungan dengan Naru-chi. Semua itu sudah kelewat batas, aku tak menginginkan pertarungan yang seperti itu", ujar Haku.
"Apa pedulimu?! Kita sudah tak terikat lagi sebagai Saikyou no Sedai, kita sudah memilih jalan masing-masing, kau tak berhak untuk mangatur-ngatur kami Hyoton!", ujar Sasuke.
"Uchiha jaga bicaramu dengan buchou-sama!", ujar Kiba.
"Apa urusanmu Inuzuka?! Jadi sampai sekarang kau masih menjadi anjing budaknya ya?! Dasar kau anjing menjijikan!", ujar Sasuke.
"Uchiha kau!", ujar Kiba geram.
Kiba langsung menyerang Sasuke dengan tiba-tiba menggunakan cakar besinya. Sasuke kemudian mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangan Kiba. Mereka memulai pertarungan disitu.
"Ho-hoi Kiba, Sasuke jangan membuat keributan disini!", ujar Naruto.
"Kau juga akan kuhabisi Naruto!", ujar Sasuke yang usai menendang Kiba lalu maju menyerang Naruto. Naruto kemudian menangkis serangan pedang Sasuke dengan beam sabernya.
"Ayo selesaikan semuanya disini!", ujar Kiba lalu maju menyerang Naruto dan Sasuke.
Mereka bertiga pun memulai pertarungan. Mereka saling menyerang. Menggunakan senjata masing-masing untuk mengalahkan lawan. Sementara para gadis jadi bingung dengan kejadian ini. Shino Cuma diam menyaksikan sedangkan Haku geleng-geleng kepala melihatnya.
"Mati kau Naruto!", ujar Sasuke.
"Aku takkan kalah!", ujar Naruto.
"Kuhabisi kau Uchiha!", ujar Kiba.
BRAKKK...
Mereka bertiga langsung terpental agak jauh karena sebuah serangan. Ternyata itu adalah bongkahan-bongkahan es yang menghantam mereka. Mereka pun kaget melihat hal itu.
"Hahh..kalian ini benar-benar merepotkan ya...Seperti anak kecil saja", ujar Haku yang telah mengeluarkan tekniknya.
"I-itu!", ujar Shion kaget.
"Teknik mengendalikan es!", ujar Koyuki.
"Dia orang yang tak bisa dianggap remeh..", gumam Hinata.
"Hyoton kau..", ujar Sasuke sambil merintih.
"Aduduh...", rintih Naruto.
"Buchou-sama maafkan aku!", ujar Kiba yang langsung berdiri dan membungkuk hormat.
"Kalian tidak boleh bertarung seperti itu. Kalian akan menganggu dan merusak daerah ini. Bertarunglah dengan situasi yang tepat dan kondusif", ujar Haku.
"Cih!", Sasuke berdecih.
"Aku mengerti Haku-san!", ujar Naruto.
"Saya mengerti. Maafkan saya buchou-sama!", ujar Kiba.
"Baiklah sepertinya sudah cukup. Ingat kata-kataku yang tadi ya. Baiklah aku pergi dulu", ujar Haku lalu berbalik untuk beranjak pergi dari situ.
"Onee-sama!", teriak Sara dari kejauhan dan sambil berlari mendekati tampat itu bersama Naruko. Tapi saat dia berlari dia tak sengaja tersandung batu.
"Uaaah...!", jerit Sara.
GREBBB
Sebelum Sara jatuh ke tanah, Haku berhasil menangkapnya. Haku merangkul Sara cukup erat. Sara kemudian terperangah melihat Haku. Sementara Haku tersenyum melihat Sara.
"Ga-gadis ini cantik sekali...", batin Sara.
"Kau tak apa-apa ojou-chan?", tanya Haku.
"I-iya aku tak apa-apa. A-arigatou sudah menolongku", ujar Sara.
"Souka..syukurlah. Lain kali hati-hati ya..", ujar Haku lalu melepaskan rangkulannya. Tapi ketika Haku melihat jepit rambut berwarna kuning yang dipakai Sara dia kaget melihatnya.
"Ga-gadis ini!", gumam Haku.
"A-ada apa?", tanya Sara bingung karena Haku terus menatapnya dengan kaget.
"Oh aku tak apa-apa. Kalau boleh tahu siapa namamu, ojou-chan?", tanya Haku.
"A-aku Hyuuga Sara", ujar Sara.
"Hyuuga? kamu dari klan Hyuuga ya? Perkenalkan namaku Hyoton Haku, senang bertemu denganmu", ujar Haku lalu tersenyum.
"I-iya. Senang juga bertemu denganmu", ujar Sara lalu tersenyum manis.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai jumpa Hyuuga-san", ujar Haku lalu mulai beranjak pergi.
"I-iya sampai jumpa Hyoton-san", ujar Sara.
Tapi saat Haku sudah agak jauh jaraknya dari Sara, Haku berbalik kebelakang dan menatap Sara sambil tersenyum.
"Akhirnya kau kutemukan...", gumam Haku.
Sementara itu Sara dan Naruko langsung menghampiri Naruto dkk. Mereka kaget melihat orang lain ditempat itu.
"Eh? Shion-chan? Koyuki-san? Sakura-san?", ujar Sara kaget.
"Lama tak bertemu Sara-chan", ujar Shion.
"Hai Sara!", sapa Koyuki.
"Lama tak jumpa Sara-san", ujar Sakura.
"Ke-kenapa kalian bisa berkumpul disini?", tanya Sara bingung.
"Benar, lalu Koyuki, Shion, Sakura-san, kenapa kalian bisa bersama dengan mereka-mereka ini?", tanya Naruto.
"Itu tak perlu dijelaskan Naruto, kami pergi dulu!", ujar Sasuke lalu pergi dengan cepat bersama Sakura.
"Bagaimana menjelaskannya ya, tapi sepertinya aku terlibat situasi rumit sampai aku harus berurusan dengan berandalan yang bau anjing ini", ujar Koyuki.
"Kazahana kau! Sudah selesai urusan kita disini, ayo pergi!", ujar Kiba.
"Kalau begitu kami pergi dulu, sayonara minna!", ujar Koyuki lalu pergi dengan cepat bersama Kiba.
"Lalu Shion, kenapa kau bersama Shino?", tanya Naruto.
"Naruto kau ini memang pelupa ya? Shion ini kan sepupu-ku", ujar Shino.
"Eh? Benar juga aku sampai lupa, jadi maksudmu kau pindah bersama salah satu saudaramu, itu Shino ya, Shion?", tanya Naruto.
"Iya begitulah", ujar Shion.
GREBB
"Shion-chan, aku rindu padamu!", ujar Sara lalu memeluk Shion.
"Aku juga merindukanmu Sara-chan", ujar Shion.
"Shion-senpai, lama tak bertemu", ujar Naruko.
"Naruko-chan, aku juga merindukanmu!", ujar Shion lalu memeluk Naruko.
"Hmm, Ecchi-onna, tampaknya ada yang sedikit berubah darimu", ujar Hinata.
"Tolong Hinata-senpai, jangan menyebutku seperti itu", ujar Shion.
"Aku mengerti, tampaknya kau sudah jauh lebih sopan ya. Baguslah kalau begitu", ujar Hinata.
"Jadi, Shion bisakah kita pulang sekarang? Aku mulai bosan sekarang", ujar Shino.
"Oh baiklah, kalau begitu kami permisi dulu semua. Semoga kita bisa bertemu lagi", ujar Shion.
"Kok cepat pulangnya? Kita kan baru saja bertemu", ujar Naruto.
"Maaf Naruto-kun, Shino sepertinya sedang bad mood, kau tahu kan apa yang akan terjadi jika dia sampai ngambek?", ujar Shion.
"Aku mengerti. Baiklah sampai jumpa Shino, Shion", ujar Naruto.
"Sampai jumpa semua!", ujar Shion lalu beranjak pergi bersama Shino.
"Naruto-kun, sepertinya Shion sudah banyak berubah ya. Biasanya saat melihatmu, dia langsung memeluk lenganmu dan menggodamu, tapi kini dia bahkan tak melirikmu sama sekali", ujar Hinata.
"Benar juga, tapi itu bagus kan Hinata-chan, tak ada lagi yang menghalangi cinta kita?", ujar Naruto.
"Hah, kau ini..", ujar Naruto.
"Nii-chan, hari sudah mulai sore, kalian terlalu lama sih tadi sampai kita mencari kalian. Kita pulang aja yuk", ujar Naruko.
"Eh, ngomong-ngomong ada gadis bernama Hyoton Haku yang menolongku tadi, kalau aku lihat dari seragamnya sepertinya dia murid Blue Knight Academy, tapi aneh kok dia memakai seragam pria ya?", tanya Sara.
"Oh itu, dia itu bukan gadis, Sara-chan. Dia itu pria, dia satu SMP denganku, dia juga adalah buchou dari Saikyou no Sedai", ujar Naruto.
"Eh? Ja-jadi dia buchou dari Saikyou no Sedai yang misterius itu?", tanya Sara kaget.
"Iya, dia memang memiliki wajah seperti perempuan tetapi dia masih laki-laki normal kok", ujar Naruto.
"Sou desu ka..", ujar Sara.
Sementara itu setelah Sasuke dan Kiba pulang, Sakura dan Koyuki bertemu di sebuah kafe. Koyuki memanggil Sakura untuk membicarakan sesuatu.
"Ja-jadi apa yang ingin kau tanyakan dariku Koyuki-san?", tanya Sakura.
"Sakura, kenapa bisa seperti ini? Kenapa sampai kau bisa bersama Sasuke lagi dan memakai seragam itu lagi?", tanya Koyuki.
"A-aku..aku tak bisa menjelakannya padamu..", ujar Sakura.
"Ta-tapi aku ini temanmu, kau pasti menghadapi masalah sampai kau berbuat seperti ini. Ceritakanlah padaku, aku pasti membantumu", ujar Koyuki.
"Ng..e-eto..sebenarnya Okaa-san sedang sakit keras. Lalu penjualan toko kami semakin sepi dan kami kesulitan biaya. Okaa-san harus dioperasi agar bisa sembuh. Lalu Sasuke tiba-tiba mengetahui hal tersebut dan menawarkan untuk membiayai semuanya. Tapi dia masih terobsesi dengan kekuatanku. Dia ingin membiayai ibuku asalkan aku menjadi partnernya untuk melaksanakan segala ambisinya. Aku bermaksud menolak, tetapi aku ingin ibuku sembuh, jadi aku tak punya pilihan lain lagi. Aku sebenarnya tidak mau menjadi budak Sasuke, tetapi aku tak punya pilihan lain lagi, klan Uchiha yang sebagian besar memegang peranan dalam rumah-rumah sakit di Knight's Territory jadi aku hanya bisa mengambil pilihan ini", ujar Sakura dengan muka murung.
"Aku turut prihatin dengan keadaan ibumu. Tapi jika sudah begini aku tak bisa berbuat banyak. Aku tahu operasi itu sangat mahal. Tapi aku akan selalu melindungimu Sakura. Jika Sasuke macam-macam denganmu, bilang saja padaku! Aku akan menghajarnya untukmu", ujar Koyuki.
"Arigato Koyuki-san, kamu memang benar-benar teman yang baik. Aku beruntung memliki teman sepertimu", ujar Sakura lalu tersenyum.
"Aku juga senang memiliki teman sepertimu Sakura. Semoga kita selalu berteman selamanya", ujar Koyuki lalu tersenyum.
Sementara itu Hinata dan Sara kini sudah sampai di rumah mereka. Mereka langsung disambut oleh para maid dan juga Hanabi dan Hiashi yang telah menunggu di depan pintu.
"Okaerinasai Hinata-sama, Sara-sama", ujar para maid.
"Okaerinasai, Hinata-nee-chan!", ujar Hanabi.
"Tadaima", ujar Hinata dan Sara.
Hinata langsung memeluk Hiashi lalu Hanabi. Sara juga membungkuk dengan hormat pada Hiashi.
"Kau baik-baik saja nee-chan? Apa menyenangkan bekerja sebagai Knight?", tanya Hanabi.
"Iya aku baik saja. Sedikit melelahkan sih tapi aku menikmatinya", ujar Hinata.
"Souka..Aku senang bisa bertemu nee-chan lagi. Aku sangat rindu padamu", ujar Hanabi.
"Hn", gumam Hinata lalu melewati Hanabi.
"Sara, setelah mandi kau ke kamarku ya, banyak yang ingin kuceritakan padamu", ujar Hinata.
"Iya nee-sama", ujar Sara. Sementara itu Hanabi menatap Sara dengan tajam.
Hanabi kemudian masuk ke kamarnya dengan muka cemberut. Dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan kasar.
"Selalu saja si anak pungut yang diperhatikan, nee-chan selalu saja mengabaikanku!", ujar Hanabi ketus.
"Ini semua gara-gara si anak pungut, aku sudah tak tahan lagi, aku harus menyingkirkannya dari klan ini!", ujar Hanabi dengan seringaiannya.
Besoknya setelah pulang sekolah, Sara pulang sendirian. Naruto dan Naruko setelah pulang sekolah pergi mengunjungi ibu mereka yang berada di Industry District. Sara kini berjalan di daerah pusat kota Distrik Konoha. Dia sedang melihat-lihat toko-toko yang sedang berjejer. Tapi saat dia akan memasuki sebuah toko pakaian untuk belanja, dia berpapasan dengan seseorang yang akan keluar.
"Eh? Hyoton-san?", ujar Sara kaget melihat orang itu.
"Ah, Hyuuga-san! Kita bertemu lagi", ujar Haku lalu tersenyum.
"Anda baru saja berbelanja?", tanya Sara.
"Iya, aku baru saja membeli beberapa pakaian, kamu mau belanja juga?", tanya Haku.
"I-iya, aku mau membeli beberapa kaos", ujar Sara.
"Kalau begitu bagaimana kalau aku temani? Aku bisa membantumu menemukan kaos yang cocok untukmu", ujar Haku lalu tersenyum.
"Ba-baiklah kalau itu tidak merepotkanmu", ujar Sara.
"Yosh! Ayo kita masuk lagi!", ujar Haku. Mereka berdua memasuki toko itu dan langsung mencari kaos untuk Sara. Sara memilih-milih beberapa kaos dengan saran dari Haku. Akhirnya setelah menemukan yang cocok, mereka segera membayar dan keluar dari toko itu.
"Hyoton-san arigatou ya karena sudah menemaniku berbelanja, dengan bantuan saran dari Hyoton-san, aku dapat membeli kaos-kaos yang bagus", ujar Sara.
"Ah tak apa-apa, kamu ini teman Naruto bukan? Jadi aku juga ingin berteman denganmu. Kau sepertinya juga gadis yang baik dan sopan", ujar Haku sambil tersenyum.
"A-arigato sekali lagi Hyoton-san. Aku juga senang bisa berteman denganmu", ujar Sara.
"Jangan panggil aku Hyoton-san, karena kita sudah berteman, panggil saja aku Haku", ujar Haku.
"I-iya Ha-Haku-kun. Panggil saja juga aku Sara", ujar Sara.
"Baiklah Sara-chan", ujar Haku lalu tersenyum.
Haku kemudian mengajak Sara untuk makan siang bersama. Awalnya Sara menolak karena sungkan tapi karena bujukan Haku akhirnya Sara mau mengikutinya.
"Jadi Sara-chan, kamu adiknya Hyuuga Hinata, pacarnya Naruto ya?", tanya Haku.
"I-iya, tapi aku ini Cuma anak angkat, jadi aku tak memiliki hubungan darah dengan Hinata-nee-sama", ujar Sara.
"Souka.. lalu Sara-chan apa kau sudah punya pacar?", tanya Haku blak-blakan.
"E-Eh? A-aku belum punya..", ujar Sara sedikit gugup.
"Syukurlah, sejujurnya aku sangat tertarik padamu, aku ingin mengenalmu lebih dekat", ujar Haku.
"Eh?", ujar Sara kaget.
"Bisakah aku meminta nomor teleponmu? Aku ingin kita bisa makan siang bersama lagi seperti ini", ujar Haku.
"Ba-baiklah", ujar Sara lalu memberitahukan nomor teleponnya. Haku kemudian menyimpan nomor Sara di ponselnya lalu membuat misscall pada Sara.
"Itu nomorku, juga ada alamatku. Kalau kau membutuhkan sesuatu jangan sungkan menghubungiku. Aku pasti akan membantumu", ujar Haku.
"Oh eh i-iya Haku-kun, arigato", ujar Sara. Haku kemudian tersenyum lagi pada Sara.
Setelah itu Haku kemudian mengantar Sara pulang dengan mobil miliknya sampai di depan rumah Sara.
"Sayonara Sara-chan!", ujar Haku.
"Sayonara Haku-kun!", ujar Sara.
Beberapa hari berlalu, Haku dan Sara jadi sering jalan bersama. Haku selalu mengajak Sara ke tempat-tempat yang menarik. Tapi Sara kurang begitu menikmati jalan bersama Haku karena sejujurnya dia masih menyukai Naruto. Tapi Haku selalu perhatian dan baik padanya. Kini Haku kembali mengantar Sara pulang sampai di depan rumah. Setelah Haku pergi, Sara masuk kedalam dan disambut oleh Hinata.
"Tadaima!", ujar Sara.
"Okaeri, wah-wah Sara-chi tampaknya kau sudah memiliki pacar ya? Pacarnya orang kaya lagi. Anak perdana menteri", ujar Hinata.
"O-onee-sama..bu-bukan seperti itu, aku dan Kaku-kun hanya berteman baik kok. Mana mungkin orang yang sempurna seperti dia berpacaran denganku yang seperti ini", ujar Sara.
"Kau harus lebih percaya diri lagi Sara-chi. Haku pasti menyukaimu, buktinya dia selalu perhatian padamu dan selalu mengajakmu jalan, dia pasti ingin hubungan kalian lebih dari teman", ujar Hinata.
"A-aku tak berpikir seperti itu. Haku-kun begitu ramah pada semua orang. Katanya dia memang tertarik kepadaku tapi aku rasa Cuma hanya sebagai teman", ujar Sara.
"Kau tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini Sara-chi, kamu itu belum pernah pacaran, jadi lebih baik kamu pergunakan kesempatan ini baik-baik, jangan sampai kamu menyesal nanti dia direbut orang lain", ujar Hinata.
"A-aku mengerti nee-sama", ujar Sara.
"Kalau begitu mandilah, setelah itu kita makan malam bersama", ujar Hinata.
"Baik nee-sama", ujar Sara lalu masuk ke kamarnya.
Saat Sara melewati koridor, dia kemudian berhenti untuk melihat pedang legendaris klan Hyuga yang dipajang dalam etalase kaca. Pedang itu adalah pedang yang diwariskan turun-temurun pada pemimpin klan Hyuga. Pedang itu dianggap suci, dan hanya boleh dipegang oleh pemimpin klan. Orang yang menyentuhnya selain pemimpin klan akan diberi hukuman yang sangat berat. Sejak dulu Sara mengagumi pedang itu. Dia ingin sekali menyentuh dan memegang pedang itu tapi karena peraturan itu dia tak bisa. Sementara di sudut lain Hanabi menatap Sara dengan seringai di wajahnya.
Tiba-tiba besok pagi kehebohan terjadi. Pedang suci klan Hyuga tidak ditemukan di pajangan. Para anggota klan kebingungan dan berusaha mencari pedang tersebut. Akhirnya setelah dicari dan digeledah seluruh rumah. Mereka menemukan pedang itu di bawah tempat tidur Sara. Sara pun langsung digiring ke ruangan utama klan untuk diinterogasi.
"Jadi Sara, kamu yang sudah megambil pedang suci Hyuga ini?", tanya Hiashi.
"Bu-bukan saya Otou-sama. Saya benar-benar tak tahu, saya juga kaget pedang itu bisa berada di bawah tempat tidur saya", ujar Sara.
"Apa kau berkata jujur? Tapi terdapat sidik jarimu di pedang itu", ujar Hiashi.
"A-aku juga tak tahu, sungguh Otou-sama bukan saya yang mengambilnya", ujar Sara.
"Dia pasti sedang menyangkal Otou-sama, dia kan begitu menyukai pedang itu. Pasti dia yang mengambilnya", ujar Hanabi.
"Hanabi, apa-apaan kau", ujar Hinata.
"Aku punya buktinya, aku merekam perkataan Sara yang begitu terobsesi dengan pedang itu", ujar Hanabi.
Hanabi pun memutar rekaman itu saat dia menanyakan tentang Sara mengenai pedang itu. Sara sangat bersemangat bercerita tentang pedang itu. Terlihat dia begitu mengagumi pedang itu sampai ingin memegangnya. Para anggota klan pun mendengar semua itu dan sudah membuat keputusan.
"Lihatlah Otou-sama dan semua, dia pasti yang mengambil pedang suci itu. Dia begitu terobsesi dengan pedang itu. Ini sudah cukup kuat untuk membuktikan dia yang bersalah!", ujar Hanabi.
"Sungguh, bukan saya mengambil pedang itu. Saya memang mengaguminya tapi saya tak berani untuk mengambilnya dan melanggar peraturan klan", ujar Sara.
"Tapi ada sidik jarimu di pedang itu, bagaimana kau bisa menyangkal hal itu?", tanya salah satu anggota klan.
"I-itu, itu pasti aku dijebak, ada seorang yang menjebakku! Sungguh bukan saya yang mengambilnya", ujar Sara.
"Tapi sudah jelas kau menyentuhnya, kau sudah melanggar peraturan, kau harus diberi sanksi yang berat karena berani menyentuh pedang suci itu", ujar salah satu anggota klan.
"Bagaimana Hiashi-sama?"
"Saya sudah membuat keputusan. Karena bukti sudah jelas, saya memutuskan Sara telah bersalah karena mengambil pedang suci itu dan melanggar peraturan. Karena ini adalah tindak penodaan besar artefak suci klan Hyuuga, maka saya sebagai pemimpin klan akan memberi hukuman padamu Hyuuga Sara, kau akan dicambuk selama 50 puluh kali dan kamu akan dikeluarkan dari klan Hyuuga. Jadi kamu tak akan bisa menyandang nama Hyuuga lagi", ujar Hiashi.
"A-apa?", ujar Sara kaget.
"O-otou-sama bukankah itu terlalu kejam, kita tak bisa mengusir Sara-chi begitu saja!", ujar Hinata.
"Dia sudah melanggar peraturan dan menodai artefak suci dengan dia yang bukan darah asli klan Hyuuga. Jadi itu adalah hukuman yang pantas untuknya", ujar Hiashi.
"O-otou-sama kumohon jangan keluarkan Sara dari klan, dia itu adik yang kusayangi", ujar Hinata.
"Keputusanku tidak dapat diganggu gugat. Dia akan dicambuk hari ini, dan malam ini dia harus segera meninggalkan rumah ini", ujar Hiashi.
"Otou-sama kau kejam!", ujar Hinata geram.
Sementara itu Sara mulai menangis terisak-isak. Para anggota klan mulai keluar dari ruangan satu-persatu. Hanabi juga keluar dengan senyum liciknya. Sementara Hinata menenangkan Sara sambil memeluknya.
"Tenanglah, aku akan mencoba bicarakan ini dengan Otou-sama. Aku tak ingin kamu pergi dari klan Hyuuga", ujar Hinata sambil mengelus-elus rambut Sara.
"Hi-Hinata-nee-sama...su-sungguh..hiks..bukan aku yang mengambilnya...", ujar Sara sambil tersenyum.
Akhirnya setelah itu Sara pun menjalani hukuman cambuk. Hinata sampai menangis melihat hal itu dan hampir memukul orang yang mencambuk Sara. Hanabi melihat itu dengan senyuman liciknya. Rencananya berhasil untuk membuat Sara keluar dari klan.
Malam pun tiba, sudah pukul 10 malam, dengan luka-luka yang masih membekas karena cambukan, Sara harus pergi dari rumah klan Hyuuga.
"Pergilah, dan jangan menunjukkan lagi wajahmu disini. Sekarang kamu bukanlah seorang Hyuuga lagi!", ujar Hiashi.
"Sara-chi...", gumam Hinata dengan muka murung.
"Pergi sana! Dasar anak pungut!", ujar Hanabi.
"Semuanya arigato atas semuanya selama ini. Aku takkan melupakan semua kebaikan kalian padaku..", ujar Sara dengan tangis.
"Sara-chi, ambillah ini..", ujar Hinata untuk menyodorkan beberapa lembar uang pada Sara.
"Tidak boleh, dia tak boleh lagi menerima dari klan Hyuuga", ujar Hiashi menghalangi Hinata.
"Kalau begitu saya permisi dulu...", ujar Sara lalu berlari dari tempat itu.
"Sara-chi!", teriak Hinata.
"Otou-sama kau kejam! Aku membencimu!", ujar Hinata geram lalu masuk ke dalam rumah.
"Hinata...", gumam Hiashi.
Sementara itu Sara terus berjalan dan kini dia sampai di taman dan duduk di bangku disitu. Tubuh Sara masih sakit karena luka cambukan yang dialaminya tadi. Tiba-tiba hujan turun dan semakin deras.
"Kenapa..kenapa ini semua bisa terjadi padaku...", gumam Sara dengan airmata yang terus mengucur deras.
"Apa salahku..sampai aku bisa mengalami ini...", gumam Sara.
Sara sangat bingung dengan semua ini, ini semua terjadi begitu saja. Dia juga begitu merasa kedinginan karena air hujan yang membasahi tubuhnya. Dia pun berusaha mencari tempat berteduh di dekat situ.
"Sara-chan..."
Tiba-tiba Sara berpapasan dengan Haku di jalan menuju taman itu. Sara kemudian kaget melihat Haku.
"Ke-kenapa kamu ada disini? Kamu juga sudah basah kuyup? Apa yang terjadi Sara-chan?", tanya Haku.
"Haku-kun...", gumam Sara lalu kehilangan kesadarannya dan langsung ditangkap Haku.
"Sara-chan! Sara-chan! Sara-chan...!", ujar Haku.
Sementara itu di sebuah sudut ruangan
"Jadi bagaimana dengan rencana kita?", ujar seseorang.
"Ya kita akan segera melaksanakannya. Semua persiapan sudah beres!", ujar seorang lagi.
"Akhirnya penjatuhan klan Uzumaki akan segera dimulai!"
To Be Continued...
Yosh! Chapter 15 update! Disini Saikyou no Sedai berkumpul dan Naruto, Kiba dan Sasuke lalu berselisih paham dan bertarung deh, untung saja ada Haku yang menghentikannya. Berikut ini ada Haku yang tampaknya tertarik dengan Sara. Dan kejadian dimana Hanabi menjebak Sara dan akhirnya Sara diusir dari klan Hyuuga. Tapi akhirnya Haku bertemu Sara tapi Sara tiba-tiba kehilangan kesadarannya. Akankah Sara bertahan? Dan siapa orang misterius yang berencana menjatuhkan klan Uzumaki? Tunggu aja chapter depan!
Balas review dulu:
Hanafid: OK! Thx buat RnR!
Nanaleo099: OK! Thx buat RnR!
Nyuga totong: OK! Thx buat RnR!
Khf16: nanti akan saya jelaskan di chapter depan. OK! Thx buat RnR!
Gray Areader: Sedikt ecchi diperlukan untuk meramaikan cerita. Iya saya sedang punya waktu untuk publish cepat. OK! Thx buat RnR!
Reyvanrifqi: Gomen, saya harus kelarin The Great War dulu baru bisa update fic ini. OK! Thx buat RnR!
Uzumaki Nanawi: Disambung karena gue lagi malas buat new story. OK! Thx buat RnR!
Fazrulz21: OK! Thx buat RnR! Nanti saya review
Avadi: OK! Thx buat RnR!
Guest: OK! Thx buat RnR!
YamiNoMadara226: Ya agak mirip lah. OK! Thx buat RnR!
Misti Chan: mengenai Sasuke akan saya jelaskan di chap depan. Ngak pake edo tensei kok karena ini beda dunia. OK! Thx buat RnR!
RyuAnsya23: Alasan Sakura ada di chap ini. Silahkan dibaca saja. Mengenai Sasuke akan dijelaskan di chapter depan. OK! Thx buat RnR!
Yuka Haruka: Arigato! Saya senang kamu suka. Saikyou no Sedai artinya Generasi Terkuat karena mereka dianggap anak-anak yang kuat yang memiliki kemampuan istimewa. OK! Thx buat RnR!
Ahmadbima27: OK! Thx buat RnR!
Suarahatiinimemanggilnamamu separuhaku: Maaf kalau kamu ngak suka NaruHina, tapi jujur saja saya NaruHina lover jadi ngak akan bosan bikin fic NaruHina walaupun nantinya ada slight pairing. Makasih kalau kamu sudah bilang fic saya bagus. OK! Thx buat RnR!
Sammy-kun: OK! Thx buat RnR!
Guest: OK! Thx buat RnR!
Natsumi-chan: OK! Thx buat RnR!
Narutoloverz: OK! Thx buat RnR!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
