"Chanyeol-ah! Boleh kutitip keponakanku di sini? Aku ingin pergi kencan buta,"
Itu adalah kalimat pertama yang kuterima di Sabtu yang indah ini, sampai Jongdae datang dan membawa keponakannya ke tempatku. Well, kalian tahu lah, sangat tidak menyenangkan saat seseorang membangunkanmu di hari libur.
Aku tidak tahu alasan Jongdae pergi kencan buta sambil membawa keponakan dan kenapa dia lebih CEPAT BERGERAK DALAM MENCARI PASANGAN? Maksudku...ah sudahlah, aku sedang tidak memikirkan pasangan.
Aku menatap sejenak ke arah Jongdae yang sekarang tersenyum dengan lebarnya, berusaha meyakinkanku.
"Okelah," jawabku dengan muka kusut baru bangun tidur. Mendengar itu Jongdae segera memelukku dan berteriak kencang di dekat telingaku. "You're my best pal! Ingatkan aku untuk membeli tiket konser AON!" sahutnya sebelum keluar untuk beberapa saat dan mengajak keponakannya masuk.
Ya, mungkin tidak apa-apa, mungkin Kyungsoo bisa mendapat teman baru dan ini akan menjadi Sabtu yang indah seperti biasa, namun...
"Baekkie!"
"Kyungie!"
Dugaanku salah.
Aku tidak tahu kalau Jongdae dan bocah bernama Baekkie itu bersaudara!
.
.
.
Not A Nice Weekend, Definitely
Story by codenameL
Chanyeol/kid!Kyungsoo, kid!Baekhyun | AU, Brothership, a lil bit humor? | Ficlet
Summary: Chanyeol kira dia akan memiliki Sabtu yang indah bersama Kyungsoo
Happy reading!
.
.
.
Ya, kalian tahu aku masih penasaran dengan orang bernama Baekkie yang Kyungsoo ceritakan tempo hari. Beraninya dia bilang cinta ke malaikat kecil kesayanganku. Kyungsoo memang manis dan lucu, siapapun yang melihatnya pasti ingin memeluk atau mengelus kepala bocah tersebut. Hal yang paling kutakutkan adalah jika orang yang bernama Baekkie itu adalah pria dewasa atau remaja atau anak-anak...ah siapapun itu, mereka harus menghadapiku dulu.
"Baekhyun-ah, hyung akan kembali sore hari nanti. Kau menjadi anak baik dan dengarkan kata Chanyeol hyung ya?"
Bocah yang ternyata bernama Baekhyun itu menganggukan kepalanya, tidak lupa melambaikan tangan saat Jongdae berpamitan dan aku hanya tersenyum tipis ke arah Jongdae tapi sepertinya Jongdae dapat merasakan aura-aura kelam yang keluar dari tubuhku.
Pertanyaan yang masih berputar di otak ku adalah dari mana mereka saling mengenal? Lagipula, wajah bocah bernama Baekhyun ini kelihatan tidak asing.
"Baekkie kenapa di sini?" tanya Kyungsoo masih dengan piyama dan rambut acak-acakannya. Dia juga terbangun tidak lama setelah Jongdae datang membawa bocah bernama Baekhyun ini.
"Jongdae hyung bilang dia ingin berkencan, aku tidak mau ikut,"
"Kenapa?" tanya Kyungsoo penuh keingintahuan.
"Karena mereka hanya akan duduk, makan, tersenyum, berbicara dan tidak melakukan apa-apa. Membocankan!" jawab Baekhyun sambil melipat kedua tangannya.
Aku tidak tahu apa anak ini tidak bisa mengatakan bosan dengan benar atau kata yang dia tahu hanya itu. Kyungsoo pun mengangguk, bibirnya membentuk huruf 'o' seakan penjelasan Baekhyun merupakan ilmu baru yang dipelajari.
"Bagaimana kalau kita kencan juga Kyungie?"
"Tidak!" teriakku reflek menoleh ke arah mereka berdua. Sontak itu membuat kedua anak tersebut terkejut dan memandang heran ke arahku.
"Ba-bagaimana kalau kita sarapan dulu?" tanyaku berusaha mencairkan suasana, semoga saja senyumku tidak terlihat aneh di depan mereka.
"Ayo sarapan! Makanan buatan Chanyeol hyung paling enak!" ajak Kyungsoo sambil tersenyum sumringah. Baekhyun masih tidak yakin dengan ucapan Kyungsoo, dia pun menoleh ke arahku, menatapku penuh kecurigaan. "Oke," jawabnya setelah berpikir beberapa saat.
Kutinggalkan kedua anak itu di ruang televisi sementara aku membuatkan sarapan mereka, sesekali mencuri dengar perbincangan mereka. Sedikit mengagetkan bahwa obrolan Baekhyun terkesan lebih dewasa untuk anak-anak seumuran dia, mungkin ini akibat bergaul dengan Jongdae.
"Ahjussi, kenapa pancakeku tumpukannya lebih sedikit?"
"Perasaanmu mungkin," jawabku yang dengan santai mengunyah pancake. Baekhyun melipat kedua tangannya sambil mengerucutkan bibirnya, pertanda kesal. "Ini buat Baekkie, Kyungie punya lebih," ucap Kyungsoo sambil memberi sebuah pancake ke piring Baekhyun. Tidak heran Baekhyun langsung tersenyum sumringah.
"Baekkie cinta Kyungie!"
"Kyungie juga cinta Baekkie!"
Aku hanya melongo melihat pemandangan di hadapanku, kedua anak kecil yang saling tersenyum lalu memakan sarapan mereka. Jadi, ini maksud Kyungsoo tempo hari? Tu-tunggu dulu!
"Kyungie cinta Baekhyun...?" tanyaku sambil berdehem. Kyungsoo pun menoleh ke arahku, mengangguk dengan semangat. "Kata Ixing hyung...kita harus saling mencintai, sama hewan kita juga harus mencintai, seperti mencintai unikron!"
"Unicorn," ucapku membetulkan. Entah dari mana Kyungsoo mendengar nama hewan magis namun tidak nyata itu.
"Iya hyung!" balas Kyungsoo kembali memakan pancakenya.
Aku tersenyum mendengar penjelasan Kyungsoo, mungkin maksudnya 'cinta' dalam arti menyayangi. Aku pun mengedarkan pandanganku ke arah Baekhyun, aku tidak yakin cinta yang dimaksud anak bernama Baekhyun ini, sama dengan cinta yang dimaksud Kyungsoo. Jongdae pasti banyak mempengaruhi anak ini.
"Berarti kita pasangan kan Kyungie?" tanya Baekhyun semangat.
Nah kan, pertanyaannya seperti ini.
Kyungsoo mengerutkan dahinya. "Kenapa begitu, Baekkie?"
"Karena kita saling mencintai!"
Aku mengerutkan dahiku seraya menatap Baekhyun. "Siapa yang mengajarkanmu hal itu?"
"Jongdae hyung yang bilang!" jawab Baekhyun semangat seraya mengangkat garpunya tinggi-tinggi.
Sudah kuduga. Kim Jongdae.
"Setelah ini kita kencan ya, Kyungie!"
Aku memutar kedua bola mataku. Anak ini masih terus berusaha saja.
"Boleh!"
"APA?!"
Sudah kuduga, ini bukan Sabtu yang indah.
END
.
.
.
"Chanyeol hyung ikut kencan juga kan?"
Aku melongo melihat kepolosan Kyungsoo.
A/N: idenya baru datang dan sepertinya failed humor ;~; semoga readers suka! So, mind to review? ^^
