WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?
Mohon maaf, karena kelalaian saya, saya lupa kalau nama klan Haku itu sebenarnya Yuki, jadi mulai chapter ini sampai selanjutnya nama Haku akan dirubah menjadi Yuki Haku, jadi mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih pada fazrulz21 yg udah beritahu lewat review.
Chapter 16 – Sesuatu yang Tak Terduga
Setelah tak sadarkan diri begitu lama, akhirnya Sara mulai membuka matanya secara perlahan. Dia kemudian merasa asing dengan tempat dia berada sekarang. Dia kemudian melihat sekeliling dan mendapati Haku yang sedang menatapnya dengan senyuman. Hari sudah pagi karena Sara sudah tertidur semalaman.
"Kau sudah bangun, Sara-chan?", tanya Haku.
"Ha-Haku-kun, ke-kenapa ada disini? Di-dimana aku?", tanya Sara.
"Ini adalah apartemenku. Aku bertemu denganmu di dekat taman tapi tiba-tiba saja kau pingsan, maka aku membawamu kesini. Sebenarnya apa yang terjadi Sara-chan, kenapa kamu bisa ada disitu sendirian di hujan sederas itu?", tanya Haku.
"E-eto..aku...", ujar Sara lalu menundukan kepala. Sara kemudian diam.
"Tidak apa-apa kalau kamu tidak bisa menceritakannya. Yang penting kamu istirahat dulu. Tapi maaf ya karena aku tak mempunyai baju perempuan, aku hanya bisa memakaikanmu baju kaosku", ujar Haku.
"E-Eh? Ha-Haku-kun me-me-mengganti pakaianku..?", tanya Sara gugup. Wajah Sara sudah memerah sekarang.
"Tidak apa-apa kan? Bajumu sudah basah kuyup, kalau tidak segera diganti kamu bisa sakit", ujar Haku dengan senyuman.
"Ja-jadi Ha-Haku-kun...sudah...", ujar Sara lalu memeluk dirinya sendiri dengan wajah masih semerah tomat.
"Hahahaha aku bercanda kok. Tsunami-ba-san yang sudah mengganti bajumu. Dia bibiku yang tinggal bersamaku disini. Aku tak mungkin berbuat semesum itu", ujar Haku sambil tertawa.
"So-sou..ka...maafkan aku sudah berpikiran aneh..", ujar Sara.
"Tak apa-apa, aku hanya ingin menggodamu saja", ujar Haku dengan senyumannya. Sara kemudian juga tersenyum pada Haku.
"Ayo kita sarapan dulu, kamu harus makan agar bisa kuat lagi", ajak Haku.
"I-iya..arigatou..", ujar Sara. Haku kemudian mengajak Sara ke ruang makan.
Mereka akhirnya sampai di ruang makan dan melihat seorang wanita berambut hitam dengan paras yang cantik sedang meletakkan makanan-makanan di meja.
"Ohayo, Tsunami-ba-san", sapa Haku.
"Ohayo", sapa Sara.
"Ohayo Haku-kun, wah pacarmu sudah bangun ya?", ujar Tsunami dengan senyuman.
"E-eh...a-ano saya ini bukan pacar Haku-kun..saya hanya teman-nya", ujar Sara malu-malu.
"Benarkah? Tapi tampaknya Haku-kun sangat perhatian padamu. Saat kau tidur semalaman dia menemanimu sambil terus mengenggam tanganmu", ujar Tsunami.
"E-Eh?", Sara kaget mendengar penuturan Tsunami tadi. Dia kemudian menundukkan kepalanya karena gugup.
"Mungkin saat ini aku belum jadi pacar Sara-chan, tapi suatu hari nanti, aku pasti bisa", ujar Haku.
"Hahaha, Haku-kun kau memang anak yang selalu optimis ya", ujar Tsunami.
"Kalau begitu kita sarapan dulu, ayo silahkan duduk Sara-chan", ujar Haku lalu menyediakan kursi untuk Sara duduk.
Mereka pun sarapan bersama-sama. Haku dan Tsunami adalah orang yang ramah dan suka bercanda. Mereka selalu mengajak bicara Sara dengan ramah. Sara sangat senang dengan suasana ini. Selama ini dia tinggal di klan Hyuuga yang kaku dan begitu formal. Jadi dia jarang berkumpul bersama keluarga dengan suasana ceria seperti ini. Paling-paling Cuma dengan Hinata-lah dia bisa bercanda.
"Jadi Sara-chan, melihat keadaanmu sepertinya kau memiliki masalah ya?", tanya Tsunami.
"I-iya, sebenarnya aku memiliki sedikit masalah dengan keluarga-ku", ujar Sara.
"Hm, begitu ya, tapi aku yakin masalah itu dapat diselesaikan. Sebab keluarga akan selalu menjadi tempat kembali untukmu", ujar Tsunami.
"I-iya aku berharap begitu", ujar Sara.
"Nah, setelah selesai makan, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat ya Sara-chan", ujar Haku.
"Pergi kemana?", tanya Sara.
"Ikut saja, kujamin kamu akan senang melihatnya", ujar Haku.
"I-iya", ujar Sara.
Setelah sarapan, Haku dan Sara segera bergegas keluar dari apartemen. Hari itu adalah hari minggu jadi sekolah libur. Mereka kemudian naik ke mobil milik Haku dan mulai menyusuri jalan raya. Setelah itu mereka mulai memasuki daerah perbukitan yang berada di selatan. Setelah itu mereka sampai di sebuah bukit. Haku memberhentikan mobilnya didekat bukit itu.
"Ki-kita sebenarnya mau kemana Haku-kun?", tanya Sara.
"Kita akan ke atas bukit itu, ayo pergi!", ujar Haku lalu menarik pergelangan tangan Sara. Sara pun mengikuti Haku berjalan menuju atas bukit itu. Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai di atas bukit itu. Dan tak disangka ada pemandangan indah disitu.
"Wah, indahnya..", ujar Sara dengan kagum.
"Itu benar. Ini adalah tempat favoritku. Ladang yang penuh dengan bunga matahari. Begitu indah jika dipandang. Aku selalu menenangkan diri dengan pergi kesini", ujar Haku.
"Ini benar-benar luar biasa, ternyata ada ladang bunga seindah ini disini", ujar Sara.
"Hmm, tapi dari sorot matamu Sara-chan, aku melihat masih ada kesedihan, sebenarnya apa yang terjadi? Ba-san juga bilang kau memiliki seperti bekas cambukan di sekujur tubuhmu", tanya Haku.
"A-ano..e-eto...se-sebenarnya aku telah diusir dari klan Hyuuga..", ujar Sara dengan muka murung.
"Eh? Ke-kenapa? Kenapa kau sampai bisa diusir?", tanya Haku yang kaget.
"A-aku dituduh telah menodai artefak suci klan Hyuuga, padahal bukan aku yang melakukannya. Tapi karena semuanya mengarah padaku, aku akhirnya diusir dari rumah dan nama Hyuuga-ku pun dicabut. Aku rasa telah difitnah oleh seseorang", ujar Sara.
"Begitu ya.. Kalau begitu aku akan membalas mereka. Mereka tak seharusnya berbuat begitu padamu. Akan kubalas perbuatan mereka padamu!", ujar Haku yang mulai marah.
"Tidak usah Haku-kun. Aku rasa aku bisa menerima semua ini. Aku sejak awal cumalah anak angkat yang tak begitu dianggap. Banyak anggota klan yang tidak terlalu menyukai keberadaanku. Aku rasa aku pergi dari sana memang jalan yang terbaik bagiku. Hanya mendiang Okaa-sama dan Hinata-nee-sama-lah yang baik padaku selama ini... Jadi kamu tak perlu berbuat seperti itu.. Aku ini cuma seorang anak yatim piatu yang tak jelas asal-usulnya..", ujar Sara lalu mulai menitikan airmata.
GREBB
"Aku Yuki Haku mulai sekarang akan berjanji untuk selalu melindungimu Sara. Kau takkan sendirian lagi, aku kan selalu memerhatikanmu dan selalu disampingmu. Karena aku sangat mencintaimu!", ujar Haku yang sudah memeluk Sara.
"Ha-Haku-kun..hiks...ke-kenapa..kenapa kamu mau mencintai gadis seperti diriku ini...Aku ini tak pantas untukmu yang begitu sempurna...", ujar Sara sambil terisak. Haku kemudian melepaskan pelukannya lalu mengambil sesuatu dari sakunya.
"Apakah kamu masih ingat dengan boneka kecil ini?", tanya Haku lalu memperlihatan sebuah boneka malaikat kecil yang sudah agak usang. Sara kaget melihatnya.
"I-itu kan..", ujar Sara.
"Kamu adalah penyelamat hidupku Sara-chan. Saat melihatmu dengan jepit rambut kuningmu yang khas itu, aku langsung tahu jika kaulah gadis kecil yang memberikan boneka ini padaku. Di saat aku merasa sedih dan menangis karena kematian ayahku di sudut jalan yang sepi itu, kaulah yang datang menghampiriku dan menghiburku lalu memberikan boneka ini padaku. Sejak saat itu aku mulai merasa kaulah yang ditakdirkan untukku. Aku ingin selalu bersamamu Sara-chan. Maafkan aku yang baru muncul sekarang, tapi mulai sekarang aku takkan pernah meninggalkanmu..", ujar Haku.
"Haku-kun jadi kau anak kecil itu..?", tanya Sara.
"Ya, dan aku diselamatkan olehmu, my little angel. Tetaplah bersamaku selamanya", ujar Haku dengan senyuman.
"Arigato, Haku-kun..", ujar Sara lalu tersenyum juga.
Sementara itu Naruto dan Hinata kini sedang bermesraan di kamar Naruto. Mereka sedang memadu kasih karena rasa cinta yang meluap-luap.
"Na-Naruto-kun...ah...geli..ah...", desah Hinata yang kini sedang diciumi lehernya oleh Naruto.
"Hinata-chan..aku sangat menyukai lehermu yang putih mulus ini...", ujar Naruto yang masih terus menciumi leher Hinata.
"Sudah hentikan Naruto-kun.. Sudah cukup ah main-mainnya", ujar Hinata yang mendorong sedikit tubuh Naruto menjauh.
"A-ada apa denganmu Hinata-chan, biasanya kau menikmati ini, apa kau ada masalah?", tanya Naruto.
"Ya, ada satu hal yang terus menganggu pikiranku selama ini..", ujar Hinata.
"Apa itu Hinata-chan? Ceritakanlah masalahmu pada pacarmu ini", ujar Naruto.
"Lupakan, aku pulang dulu, bye anata", ujar Hinata lalu mulai memakai bajunya kembali.
"Yah, tapi kita baru saja mulai, masa' mau dihentikan begitu saja?", ujar Naruto dengan bibir manyun.
"Kita lanjutkan lain kali, dah!", ujar Hinata lalu keluar dari kamar Naruto.
"Dia kenapa ya?", tanya Naruto bingung.
Beberapa hari berlalu, karena masalah mengenai Sara itu, segala tentang keluarnya Sara dari klan disembunyikan. Klan Hyuuga tidak mau hal itu tersebar di khayalak umum. Keberadaan Sara pun dipalsukan dengan dia pindah di distrik Hoshi yang jauh dan pindah sekolah disana karena pertukaran pelajar. Klan Hyuuga mengatur semua itu agar tak ada orang yang curiga dengan masalah itu.
Sementara itu Sara kini telah tinggal di apartemen Haku yang berada di distrik Kiri. Di distrik Kiri ada Blue Knight Academy yang merupakan sekolah Haku. Haku adalah anak perdana menteri Knight's Territory, Momochi Zabuza walaupun sebenarnya Zabuza bukanlah ayah kandung Haku. Setelah ayah kandung Haku meninggal, ibu Haku menikah dengan Zabuza, namun 1 tahun lalu ibu Haku juga meninggal sehingga Zabuza-lah yang merawat Haku sekarang ini. Jadi sebagai ketua dewan murid Blue Knight Academy dan juga ayahnya donatur terbesar bagi sekolah, dia sangat dihormati. Semua murid memanggilnya Haku-sama walaupun dia sebenarnya tak ingin dipanggil seperti itu. Haku adalah orang yang rendah hati dan begitu ramah pada semua orang. Karena sifatnya itu dia banyak digilai oleh wanita di sekolahnya, tapi walaupun banyak wanita cantik yang berusaha mendekatinya, yang selalu dihatinya hanyalah satu gadis yaitu Sara. Haku telah mengurus kepindahan Sara di Blue Knight Academy dan beberapa hari ini Sara mulai terbiasa dengan suasana Blue Knight Academy, semua murid sangat menghormatinya. Walaupun ada beberapa wanita yang sedikit sirik karena selalu melihat Haku dan Sara jalan berdua. Mereka bahkan menyebut Sara sebagai Sara-hime karena kecantikannya yang seperti putri.
Tapi tiba-tiba suatu hari, nenek dari Haku yaitu ibu dari Zabuza tiba-tiba memanggil Haku dan Sara kerumahnya. Mereka agak kaget karena dipanggil tiba-tiba seperti itu. Mereka pun sampai di rumah nenek dan langsung memasukinya setelah memberi salam.
"Obaa-sama, saya datang", ujar Haku lalu membungkuk dengan hormat diikuti Sara.
"Haku-chan, ayo masuk, ada yang ingin kubicarakan padamu", ujar nenek Haku. Mereka segera duduk di ruang tamu.
"Jadi ini ya pacarmu itu?", tanya nenek.
"I-iya baa-sama, ini pacarku namanya Sara", ujar Haku.
"Kenalkan nama saya Sara, senang bertemu dengan anda", ujar Sara.
"Hmm, kau ini berasal dari keluarga apa? Apa pekerjaan orangtuamu?", tanya nenek.
"E-eh..e-to..se-sebenarnya saya ini seorang yatim piatu..", ujar Sara gugup.
"Anak yatim?!", tanya nenek kaget.
"Sejak saya bayi, saya sudah dititipkan di panti asuhan. Lalu kemudian ada keluarga yang mengadopsiku namun keluarga itu kini mengusirku", ujar Sara.
"Ja-jadi kau ini Cuma anak yatim dan tak jelas asal-usulnya, bagaimana mungkin dia bisa bersanding dengan keluarga kita Haku-chan?! Tak pantas kau menjalin hubungan dengan wanita seperti ini! Kau akan membuat keluarga kita yang terhormat malu!", ujar nenek.
"Obaa-sama, Sara-chan adalah wanita pilihanku. Aku hanya ingin hidup bersamanya. Aku tak peduli asal-usulnya seperti apa. Aku sangat mencintainya, baa-sama. Aku takkan membiarkan seorang pun menghalangi cinta kami berdua!", ujar Haku dengan suara lantang.
"Kau ini dasar tak tahu diuntung! Kau ini bukanlah anak kandung Zabuza! Zabuza merawatmu selama ini karena dia sangat mencintai ibumu! Dasar anak tak tahu diri!", ujar nenek.
"Aku tak peduli kata Obaa-sama! Pokoknya aku hanya mencintai Sara-chan! Aku tetap akan bersamanya!", ujar Haku.
"Kalau begitu buktikanlah..."
Muncul seorang pria dari pintu depan dan berjalan mendekat ke ruang tamu. Seorang pria berambut hitam jabrik dengan setelan jas yang tampak mewah. Semua kaget melihatnya.
"Zabuza", ujar nenek.
"O-otou-sama..", ujar Haku.
"Buktikanlah padaku kalau kau benar-benar mencintainya. Apa kau sanggup menerima gunjingan orang lain jika mengetahui wanita pilihanmu adalah seseorang yang tak jelas asal-usulnya?", tanya Zabuza.
"Aku akan membuktikannya. Karena dia kini tak punya nama keluarga makanya aku akan membuatnya memiliki nama keluarga. Aku akan segera menikahi Sara-chan! Agar dia memiliki nama keluarga yang sama sepertiku!", ujar Haku dengan mantap.
Nenek kaget setengah mati mendengar hal itu sedangkan Zabuza kemudian tersenyum tipis. Sara juga kaget mendengar hal itu.
"Kau ini benar-benar anak yang keras kepala Haku, tapi itulah yang menjadi kelebihanmu. Kau takkan menyerah begitu saja dengan perkataanmu, itu yang kusukai darimu", ujar Zabuza.
"Bagaimana Otou-sama, bolehkah aku segera menikahi Sara-chan?", tanya Haku.
"Lakukan yang kau inginkan Haku. Aku akan selalu mendukungmu, karena kaulah anak yang kusayangi. Buatlah wanita yang kau cintai bahagia", ujar Zabuza lalu tersenyum.
"Arigato Otou-sama! Kalau begitu aku permisi dulu", ujar Haku lalu membungkuk dengan hormat. Kemudian mulai beranjak pergi darisitu.
"Kami permisi Obaa-sama, Momochi-sama..", ujar Sara lalu membungkuk dengan hormat. Mereka berdua kemudian keluar dari rumah itu
"Ta-tapi Zabuza..", ujar nenek.
"Biarkanlah Kaa-san, dia sungguh tulus mencintai wanita itu, aku yakin mereka berdua akan menjadi pasangan yang hebat nantinya..", ujar Zabuza.
"Ah...aku tak mengerti dengan jalan pikiran kalian ini...", ujar nenek sambil geleng-geleng kepala lalu menuju kamarnya.
Sementara itu Haku dan Sara kembali ke apartemen Haku. Mereka kemudian duduk di ruang tamu untuk bercakap.
"Ha-Haku-kun apa kau serius ingin menikah denganku? Ta-tapi kita kan masih sekolah?", tanya Sara.
"Tentu saja aku serius. Aku ingin kau segera memiliki nama keluarga yang sama denganku. Dengan begitu takkan ada orang yang akan menganggap dirimu rendah lagi", ujar Haku.
"Ta-tapi Ha-Haku-kun sepertinya aku belum siap sepenuhnya untuk menikah...", ujar Sara.
"Tak apa aku takkan memaksamu cepat-cepat. Aku ingin memberikanmu waktu berpikir dengan baik, dan kuharap kamu mau menikah denganku", ujar Haku.
"I-iya, aku akan memikirkannya Haku-kun", ujar Sara.
"Baiklah kalau begitu kamu istirahatlah, nanti aku bangunkan saat makan malam sudah siap", ujar Haku.
"I-iya, kalau begitu aku permisi ke kamar dulu..", ujar Sara.
Sara kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia kemudian mengambil selembar foto di bawah bantalnya. Foto seorang pria yang disukainya sejak lama. Pria bersurai kuning dengan mata biru yang mempesona.
"Naruto-kun...", gumam Sara. Sebenarnya Sara masih menyukai Naruto tapi kini hati Sara bimbang karena ada Haku yang begitu perhatian dan begitu tulus mencintainya. Haku yang rela menentang neneknya untuk membela hubungannya bersama Sara.
"Kalau dipikir lagi..Naruto-kun selalu tak ada bersamaku, aku memang seringkali berada didekatnya tapi bagiku dia terasa jauh. Tapi saat bersama Haku-kun aku merasa lain. Aku sangat nyaman jika berada didekatnya. Dia terasa begitu dekat denganku. Senyumannya, cara berbicaranya begitu menyentuh hatiku...", gumam Sara.
Sara kemudian melipat foto Naruto lalu mengambil korek api dan membakar foto Naruto.
"Naruto-kun selamat tinggal, kini aku sudah menemukan orang yang benar-benar mencintaiku dan aku cintai...", ujar Sara sambil menatap api yang membakar foto Naruto yang kini berada di tempat sampah.
Beberapa hari kemudian pernikahan antara Sara dan Haku dilaksanakan. Mereka melaksanakan pernikahan itu secara tertutup di sebuah gereja kecil. Acara pernikahan itu Cuma dihadiri oleh beberapa keluarga dan kerabat penting saja dan umumnya mereka adalah orang-orang terhormat. Terlihat juga Kiba bersama Koyuki hadir bersama ibu dan kakaknya Kiba. Koyuki juga didampingi oleh ayah dan ibunya yang ilmuwan. Kiba sangat menghormati dan mengagumi Haku, sehingga Kiba dan Haku bersahabat baik. Sasuke juga hadir bersama orangtuanya dan Sakura. Sebenarnya Sasuke dapat pulih kembali berkat campur tangan orang-orang yang disuruh oleh Haku. Haku menolong Sasuke karena dia merasa seluruh anggota Saikyou no Sedai sudah seperti keluarganya sendiri. Karena itu saat Sasuke dibawa ke rumah sakit, dia langsung diberikan pengobatan khusus oleh bawahan Haku dan akhirnya selamat. Sasuke pun berhutang budi pada Haku dan siap membantunya kapan saja walaupun dia agak sedikit kasar berbicara pada Haku.
Prosesi pernikahan pun berlangsung dengan lancar setelah mengucapkan ikrar pernikahan, mereka akhirnya bertukar cincin dan siap melakukan ciuman.
"Silahkan mencium pengantin anda..", ujar pendeta.
"Sara-chan, aku mencintaimu", ujar Haku.
"Aku juga mencintaimu, Haku-kun", ujar Sara.
CUPP
Mereka berdua kemudian berciuman dengan mesra. Akhirnya cinta mereka disatukan dalam ikatan pernikahan. Kini mereka telah sah menjadi pasangan suami-istri. Walaupun mereka masih muda tapi karena cinta yang begitu besar mereka berani untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Suasana bahagia pun menyelimuti pernikahan itu.
"Hei Kazahana, tampaknya menikah itu terlihat sangat membahagiakan ya? Kira-kira aku akan menikah dengan siapa ya?", ujar Kiba.
"Aku yakin gadis itu begitu sial jika menikah dengan orang yang bau anjing sepertimu..hihihi", ujar Koyuki sambil terkikik.
"Seenaknya saja kau bicara! Aku ini tidak bau anjing, lihat aku ini wangi dan juga memiliki wajah yang tampan", ujar Kiba.
"Tampan darimananya, mungkin jika dilihat lewat sedotan", ujar Koyuki.
"Kau ini benar-benar minta dihajar ya!", ujar Kiba lalu menjewer telinga Koyuki.
"Aduh sakit tahu! Aku akan menghajarmu juga, dasar maniak anjing dan komputer!", ujar Koyuki lalu mencubit perut Kiba. Kiba pun mengaduh. Mereka kemudian saling menyakiti satu sama lain. Tapi sebenarnya ada terbesit rasa senang pada mereka berdua bisa bercanda dengan dekat seperti itu.
"Wah-wah kalian ini mesra sekali ya? Kalian sudah ingin menyusul kami ya?", tanya Haku yang mendekati mereka bersama Sara.
"Ah, buchou-sama! Bukan begitu kami Cuma bercanda kok hahaha", ujar Kiba sambil tertawa canggung.
"Itu benar. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian ya. Kuharap kalian berbahagia selalu", ujar Koyuki.
"Arigato Koyuki-san, kuharap kamu juga bisa menemukan cintamu yang sejati kelak", ujar Sara lalu tersenyum.
"Hahaha, kau bisa saja Sara", ujar Koyuki.
"Biasanya teman masa kecil itu yang paling tinggi kemungkinannya jadi pasangan hidup lho", ujar Haku dengan senyum.
"Hahaha jangan bercanda buchou-sama, mana mungkin aku mau sama dengan gadis berandalan ini. Dia pasti tak bisa mengurus rumah dengan baik", ujar Kiba.
"Siapa juga ingin bersama pemuda yang sukanya hanya mengurung diri di lab sambil mengutak-atik benda-benda anehnya lalu juga selalu bermain dengan anjing sehingga dia jadinya bau anjing juga", ujar Koyuki.
"Apa kau bilang?!", ujar Kiba geram.
"Memangnya kenapa?! Masalah buat loe?!", ujar Koyuki menantang. Kiba dan Koyuki kembali terlibat adu mulut.
"Hahaha kalian ini memang pasangan yang unik!", ujar Haku.
Sementara itu Naruto dikejutkan dengan kedatangan ibu ke rumahnya yang tiba-tiba. Naruto dan Naruko pun menyambut kedatangan ibu mereka, sang direktur perusahaan Uzumaki Corp, Uzumaki Kushina. Ibu yang penuh kasih sayang walaupun tinggal jauh dengan mereka karena fokus mengurus perusahaan.
"Tadaima", ujar Kushina.
"Okaerinasai, Okaa-san!", ujar Naruto lalu langsung memeluk ibunya dengan erat. Naruko juga datang dan langsung memeluk Kushina juga.
"Kalian baik-baik saja bukan?", tanya Kushina.
"Iya kami baik, Okaa-san akhirnya pulang, kami sangat rindu pada Okaa-san", ujar Naruko.
"Hyahh..tapi aku mau istirahat dulu...aku capek sekali..", ujar Kushina lalu menuju kamarnya.
"Ba-baik Okaa-san..selamat beristirahat...", ujar Naruto.
Kushina kemudian masuk kedalam kamar dan berbaring di tempat tidurnya.
Sementara itu Naruto dan Naruko merasa ada yang lain pada Kushina.
"Biasanya Okaa-san pulang dengan muka ceria, tapi kali ini berbeda, dia tampak lesu dan murung, apa yang sebenarnya terjadi padanya ya?", ujar Naruto.
"Lebih baik kita tanyakan pada dia sebentar..", ujar Naruko.
"Kau benar, kita bisa bertanya padanya", ujar Naruto.
Setelah Kushina beristirahat dan mandi, kini tiba saatnya makan malam. Kushina masih terlihat lesu dan tak bersemangat. Dia juga tampaknya tak bernafsu makan. Naruto dan Naruko terlihat bingung dengan sikap Kushina ini.
"O-Okaa-san ada apa? Okaa-san tampak begitu murung. Ada masalah apa?", tanya Naruto.
"Ah..ti-tidak apa-apa, aku hanya sedikit lelah saja", ujar Kushina.
"Aku tak pernah melihat Okaa-san lelah tapi menjadi seperti orang ngak makan berapa hari seperti ini. Ayolah Okaa-san ceritakanlah pada kami", ujar Naruko.
"Bukan apa-apa. Ayo makanlah jangan banyak ngobrol!", ujar Kushina yang suaranya meninggi.
"Hai, Okaa-san", ujar Naruto dan Naruko lalu melanjutkan makan mereka.
Dua hari kemudian Kushina kembali lagi ke Industry District untuk kembali melanjutkan pekerjaannya. Naruto dan Naruko mengantar ibu mereka sampai ke bandara.
"Hati-hati di jalan ya Okaa-san!", ujar Naruto dan Naruko.
"Iya, baik-baiklah di rumah!", ujar Kushina. Kushina pun memasuki gate dan segera menaiki pesawat.
Tiga hari kemudian, Naruto tiba-tiba mendapat telepon dari nomor tak dikenal pada pukul 11 malam. Dia bingung dengan ini tapi langsung menjawab teleponnya.
"Moshi-moshi", ujar Naruto.
"Moshi-moshi, benarkah ini dengan saudara Uzumaki Naruto?", tanya sang penelpon.
"I-iya benar, anda siapa ya?', tanya Naruto.
"Ini dari pihak Rumah Sakit Industry District, saya ingin memberitahukan bahwa ibu anda Uzumaki Kushina telah mengalami kecelakaan dan sayangnya nyawanya tak bisa diselamatkan..", ujar penelpon.
"A-APAAA?!", ujar Naruto kaget.
Kejadian tak terduga terjadi...
To Be Continued...
Yosh chapter 16 update! Akhirnya bisa update lagi, disini diceritakan lebih banyak mengenai kisah romansa antara Haku dan Sara dan akhirnya mereka menikah walaupun masih sekolah. Haku sungguh-sungguh mencintai Sara ya? Juga NaruHina nyempil sedikit dengan adegan panas. Juga di akhir cerita kabar mengejutkan terjadi. Ibu Naruto, Kushina mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal. Bagaimanakah kelanjutannya? Tunggu aja chapter depan..
Balas review dulu:
Uzumaki Nawawi: Buchou itu berarti ketua/pemimpin, karena Haku adalah ketua dari Saikyou no Sedai makanya disebut seperti itu. OK! Thx buat RnR!
Ahmadbima27: OK! Thx buat RnR!
Hanafid: OK! Thx buat RnR!
Gilang363: OK! Thx buat RnR!
Bunshin Anugrah ET: Arigato krna bilang critanya menarik! OK! Thx buat RnR!
Rizal99: Gomen mulai di season 2 ini Sakura akan terus jadi partner Sasuke tapi bisa saja berubah nantinya. OK! Thx buat RnR!
Namikaze Ichza: OK! Thx buat RnR!
Aftu-kun : Ngak apa-apa, ini kan juga termasuk review. OK! Thx buat RnR!
Reyvanrifqi: The Great War sudah tamat ceritanya bisa dibaca di "My Stories" milik saya. OK! Thx buat RnR!
Yuka Haruka: Ya saya juga berpikir seperti itu dahulu. OK! Thx buat RnR!
Fazrulz21: Arigato! Gomen itu kelalaian saya dan di chapter ini sudah diperbaiki, terima kasih atas bantuan infonya. OK! Thx buat RnR!
Khf16: OK! Thx buat RnR!
Kazuki-sama: OK! Thx buat RnR!
Ha-chan: Daijoubu, OK! Thx buat RnR!
The Guest: OK! Thx buat RnR!
Renzy Strife: Arigato! OK! Thx buat RnR!
Natsumi-chan: Ya begitulah dan di chap ini mereka akhirnya menikah. OK! Thx buat RnR!
Sevensword: Arigato! OK! Thx buat RnR!
Sammy-kun: OK! Thx buat RnR!
Guest: OK! Thx buat RnR!
Peko: Sankyuu! OK! Thx buat RnR!
Narutoloverz: OK! Thx buat RnR!
Guest: OK! Thx buat RnR!
Misti Chan: Iya, Hanabi disini dibuat menjadi sangat licik dan jahat. Dan tampaknya akan terus jadi peran antagonis. OK! Thx buat RnR!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
