"Tanggal 27," gumam Chanyeol sambil melihat ke arah kalender yang terpasang rapi di dinding. Pria jangkung itu mengelus-ngelus tengkuknya dan mulai berjalan menuju dapur. Chanyeol sedikit membungkukan badannya untuk memeriksa bahan persediaan di kulkas.
"Sudah kuduga, waktunya untuk belanja bulanan,"
.
.
.
Shopping Time
Story by codenameL
Chanyeol/kid!Kyungsoo, EXO cameo | AU, Brothership, a lil bit humor? | Ficlet
Summary: Belanja bulanan bersama Kyungsoo, apakah berjalan baik?
Happy reading!
.
.
.
"Kau sudah siap Kyungie?" tanya Chanyeol seraya menarik resleting jaket Kyungsoo. Bocah yang memiliki bola mata bak burung hantu itu mengangguk semangat. Tentu saja semangat, siapa yang tidak senang mendengar kata berjalan-jalan dan belanja? Hal pertama yang terpikirkan di benak Kyungsoo adalah biskuit coklat yang berbentuk seperti panda. Salah satu makanan kesukaan Kyungsoo yang sudah lama tidak dia makan, karena Chanyeol melarangnya.
"Terlalu sering memakan manis-manis tidak baik untuk gigi, kau mengerti Kyungie?"
Kyungsoo hanya mengangguk meng-iyakan, padahal sebenarnya saat itu Chanyeol sedang tidak mempunyai cukup uang sekedar untuk membeli snack kesukaan Kyungsoo.
"Hyuung, nanti beli coklat panda, boleh?" tanya Kyungsoo begitu mereka memasuki toko swalayan. Chanyeol pun menoleh ke arah Kyungsoo dan melihat tatapan penuh harapan dari anak itu. Orang dewasa mana yang tidak akan luluh dengan tatapan imut seperti itu?! Pekik Chanyeol dalam hati.
"Boleh," jawab Chanyeol sambil mengembangkan senyuman teeth-richnya, tangannya masih setia menggandeng Kyungsoo agar anak itu tidak hilang dalam toko sebesar ini. Segera setelah mendengar jawaban Chanyeol, Kyungsoo berjingkrak kegirangan. Hal itu membuat Chanyeol tertawa melihat tingkah lucunya.
Perkiran Chanyeol sedikit meleset hari ini.
"Hyung, boleh beli katbuli?"
Seharusnya...
"Channie hyung, beli jus apel ya?"
Seharusnya Chanyeol...
"Hyuuung beli pedel pop yaa?"
Seharusnya Chanyeol menyelesaikan daftar belanjaannya terlebih dahulu, bukan membeli biskuit berbentuk panda itu! Alhasil, Kyungsoo mulai meminta barang lain yang seharusnya tidak dia minta.
Chanyeol memandang horor ke arah keranjang belanjaannya yang didominasi oleh snack milik Kyungsoo. Barang-barang ini harus segera dikeluarkan karena uang yang dibawanya tidak cukup. Kebutuhan sehari-hari mereka saja belum terpenuhi. Dia harus segera membawa Kyungsoo jauh-jauh dari bagian snack. Dengan berbagai bujuk rayuan manis, Chanyeol berhasil membawa Kyungsoo menjauh dan diam-diam mengembalikan snack yang tidak terlalu penting.
"Brokoli atau buncis ya?" gumamnya memperhatikan sayur-sayursan itu secara seksama. "Kyungie, besok mau makan capcay atau...KYUNGIE?!" pekiknya ketika menyadari bahwa Kyungsoo tidak ada di sebelahnya.
Chanyeol yang gelagapan langsung melupakan brokoli (atau buncisnya itu) dan segera mencari di area dekat sayur-mayur. Ah, padahal tadi dia sudah memberikan wortel kesukaan Kyungsoo untuk dipegang.
Ke mana anak itu?
"Kyungsoo! Kyungsoo-ya! Park Kyungsoo!" teriak Chanyeol sambil menenteng keranjang belanjaannya. Chanyeol sudah menelusuri hampir seluruh bagian supermarket, tapi sosok Kyungsoo belum dia temukan. Dia hampir putus asa ketika mendengar suara isak tangis.
"Channie hyung..."
Chanyeol segera menoleh dan mendapati Kyungsoo berlinangan air mata. Segera Chanyeol menggendong anak itu, rasa khawatir bercampur lega tampak di wajah pemuda 25 tahun itu.
"Kyungie kenapa menangis?" tanyanya sambil menyeka air mata Kyungsoo. "Tu-tuan wortelnya kabur hyung..."
Kabur? Ah, mungkin maksudnya jatuh, pikir Chanyeol saat melihat tangan Kyungsoo tidak memegang apapun.
"Sudah, tidak apa-apa. Nanti kita beli lagi tuan wortelnya,"
Kyungsoo pun mengangguk seraya mengusap-usap matanya lalu menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol. Dia kelelahan setelah mengejar-ngejar wortel yang menggelinding tanpa arah itu. Sayangnya, kehidupan wortel itu tidak bertahan lama karena berakhir dipijakan seseorang.
"Ah," gumam Chanyeol ketika menemukan sosok yang tak asing di matanya. "Sehun?" Itu teman kantornya, Sehun si pegawai bagian advertising yang mendapat banyak coklat di hari Valentine, panjang juga julukannya. Di tangannya dia memegang sebuah wortel.
"Tadi aku tidak sengaja menginjak wortel anak itu," tunjuk Sehun kepada Kyungsoo. Chanyeol hanya mengangguk ketika Sehun memberikannya wortel.
"Lihat Kyungie, tuan wortel kembali!" sahut Chanyeol sambil menunjukannya pada Kyungsoo yang segera berubah ceria 180 derajat. "Adikmu lucu," gumam Sehun melihat tingkah Kyungsoo. Chanyeol tersenyum lalu ekspresinya berubah menjadi garang. "Kau tidak berniat untuk menculiknya kan?"
Pikiranmu jauh sekali Chanyeol.
Sehun tertawa dibuatnya. "Aku tidak segila itu. Sudah ya hyung," pamitnya sambil melambaikan tangan.
"Hei Sehun," Sehun menoleh ketika namanya dipanggil. "Terima kasih," pemuda albino itu mengangguk seraya tersenyum tipis.
Setidaknya petualangan berbelanja mereka berakhir dengan baik hari ini.
END
.
.
.
"Selamat malam, selamat datang di Betamart. Ini saja kakak?"
Chanyeol mengangguk seraya meletakan Kyungsoo di atas meja kasir. Dia pun mengeluarkan dompetnya sambil menghitung isinya.
"Sama satu fiestar rasa strawberry ya kakak...?" ucap kasir tersebut sedikit ragu.
"Iya satu...hah?"
Chanyeol membelalakan matanya, yang dipegang kasir itu kan...
KENAPA ADA BENDA ITU?
Chanyeol pun segera menoleh ke arah Kyungsoo yang menunjuk benda itu dengan ceria.
"Hyung beli permen itu ya~!"
Kyungsoo, itu bukan permen...
A/N: HAHAHA ide tengah malam (lagi) kalau ada yang bingung, itu merknya saya plesetin doang. Hope readers like this chapter :D
