WHITE KNIGHT ACADEMY

SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata slight NaruShion

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?

Chapter 18 – Si Misterius Kuro

Besok paginya, Naruto dan Naruko kembali berangkat ke sekolah mereka di White Knight Academy sedangkan Shion bangun kesiangan dan sepertinya akan terlambat sampai di sekolah. Akhirnya dengan sarapan sepotong roti dia bergegas berlari untuk mencapai stasiun kereta. Akhirnya dia sampai di kereta dan melihat jam tangannya.

"Ini benar-benar gawat, aku pasti telat sampai ke sekolah, pasti Shino akan menceramahiku panjang lebar jika tahu aku terlambat", ujar Shion yang panik.

Sekolah Shion yang sekarang Green Knight Academy, terletak di distrik Kusa yang berjarak beberapa kilometer dari distrik Konoha, ya kira-kira seperti jarak dari Jakarta ke Bekasi-lah. Karena semalaman menonton film drama, akhirnya Shion bangun kesiangan dan terburu-buru berangkat ke sekolah.

Akhirnya setelah beberapa menit, kereta tiba di distrik Kusa dan Shion segera memanggil taxi untuk ke sekolahnya. Dengan kecepatan tinggi, taxi melaju ke Green Knight Academy. Shion akhirnya bisa sampai dengan selamat di sekolah walaupun sopir taxi itu mengemudi dengan teknik yang cukup gila. Bayangkan saja taxi itu menyusup di tengah-tengah dua truk yang berdampingan. Shion segera turun dari taxi dan segera berlari menuju gerbang yang akan segera tutup. Tapi dia terlambat, satpam sudah menutup gerbangnya.

"Yah pak, tolonglah bukakan gerbangnya, aku kan baru telat semenit", ujar Shion memohon.

"Tidak bisa, setelah pintu gerbang ditutup, tak ada yang bisa masuk lagi. Kalian harus menunggu dewan murid untuk datang mengurus kalian", ujar satpam.

"Tolonglah pak, bukakan dong, bapak tahu kan betapa mengerikannya Shino jika berceramah. Kumohon sekali ini saja, bukakan pintu untukku, nanti kubelikan makan siang deh", ujar Shion memohon.

"Tidak bisa, peraturan itu harus selalu ditaati, salah sendiri kamu lalai dan terlambat ke sekolah", ujar satpam ketus.

"Huh dasar bapak satpam pelit!", ujar Shion sambil memanyunkan bibirnya.

Shion masih tidak ingin diceramahi oleh Shino, maka Shion menemukan akal untuk memanjat di pagar belakang yang agak rendah. Shion segera melaksanakan aksinya dan mulai menaiki pagar belakang. Tapi saat dia mau turun untuk memasuki area sekolah, tiba-tiba saja dia kehilangan keseimbangan dan jatuh.

BRUAAK...

"Adududuh...", Shion merintih kesakitan. Tapi Shion merasa heran karena dia sepertinya tak terjatuh membentur tanah. Dia merasakan seperti ada sesuatu yang ditindihnya.

"Aduh, siapa ini yang menindihku!"

Shion kaget dengan suara itu dan langsung bangun. Ternyata Shion menindih seorang lelaki yang memakai topi hitam dan kacamata hitam tebal. Shion pun segera berdiri.

"Ma-maafkan aku...aku tak sengaja menindihmu, saat memanjat tadi aku kehilangan keseimbangan dan jatuh, sekali lagi maaf ya", ujar Shion lalu membungkuk dengan hormat.

"Cih, lain kali hati-hati!", ujar pria itu lalu membersihkan bajunya dari debu yang menempel.

"Maaf telah membuat bajumu kotor. Kalau boleh nanti aku bersihkan", ujar Shion.

"Tidak usah. Aku pergi dulu", ujar pria bertopi itu lalu beranjak pergi darisitu.

"Pria itu aku baru pertama kali melihatnya, dia murid kelas berapa ya?", tanya Shion dalam hati.

Shion segera memasuki kelasnya dan untung tak bertemu dengan Shino jadi dia aman. Shion segera bertemu teman-teman sekelasnya dan bercakap-cakap. Tak lama kemudian pelajaran dimulai.

Sesudah belajar selama beberapa jam, bel istirahat pun berbunyi. Shion dan teman-teman ceweknya segera berkumpul untuk bercakap-cakap.

"Hei teman-teman, aku bertemu dengan seorang pria aneh tadi pagi, dia memakai topi hitam dan berkacamata hitam hingga wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Apa kalian tahu tentang dia?", tanya Shion.

"Oh itu, mungkin Kuro. Iya, Cuma dia yang berpenampilan seperti itu. Dia anak kelas 3-C. Dia sangat misterius. Dia tidak mempunyai teman di kelas. Dia juga selalu membolos sehingga banyak yang tak diketahui tentang dirinya", ujar salah satu teman Shion.

"Sou ka, jadi dia Cuma berandalan yang suka membolos", ujar Shion.

Sesudah itu pelajaran kembali dilanjutkan. Setelah lama belajar, akhirnya bel pulang berbunyi. Murid-murid mulai berhamburan keluar dari kelas. Sementara itu Shion segera menuju perpustakaan, ada tugas yang harus dikerjakannya. Tugas itu adalah tugas fisika yang super sulit dari gurunya jadi dia harus mencari rumus-rumus dari beberapa buku. Shion segera memasuki perpustakaan dan mengambil beberapa buku yang diperlukan. Kemudian Shion mulai berusaha mengerjakan.

"Waduh, soal ini sukar sekali, aku sampai bingung harus memakai rumus apa", ujar Shion sambil garuk-garuk kepala.

"Hoo, kau ternyata rajin belajar ya?"

Shion kaget mendengar suara baritone itu. Shion pun menoleh ke belakang dan melihat pria misterius yang disebut Kuro. Kuro kemudian mengambil tempat duduk di sebelah Shion dan mulai membaca bukunya.

"Ka-Kau? Kau yang kutindih tadi pagi..Sekali lagi maaf ya", ujar Shion.

"Hn, tak masalah", ujar Kuro sambil terus membaca buku.

"Jadi namamu Kuro ya?", tanya Shion.

"Hn, dan kamu Miko Shion bukan?", tanya Kuro.

"Darimana kau tahu namaku?", tanya Shion kaget.

"Aku tahu saja. Kau cukup populer di sekolah ini", ujar Kuro.

"Begitu ya, tapi aku sedang bingung nih, soal fisika ini sulit banget", ujar Shion.

"Sini kulihat", ujar Kuro. Shion pun memperlihatkan soal fisika yang mematikan itu pada Kuro. Kuro kemudian berpikir lalu mulai mengerjakan soal itu.

"Selesai, beginilah cara menyelesaikannya", ujar Kuro yang telah berhasil mengerjakan soal itu.

"Kau hebat! Ternyata kau pintar sekali Kuro-san! Tolong ajari aku ya soal berikutnya", ujar Shion.

"Hn, baiklah", ujar Kuro. Kuro kemudian mengajari Shion untuk menyelesaikan soal berikutnya. Shion menyimak dengan cermat dan akhirnya mengerti.

"Kau hebat sekali Kuro-san. Kenapa kau selalu membolos jika ternyata kau sepeintar ini?", tanya Shion.

"Aku Cuma malas duduk-duduk di kelas, lebih enak tiduran di atap sekolah", ujar Kuro.

"Ternyata kau ini pemalas ya, kau mengingatkanku pada seseorang di sekolahku yang dulu", ujar Shion.

"Hn, begitu ya", ujar Kuro.

"Kalau begitu ayo kita pulang, soalnya semuanya sudah selesai dan hari mulai sore. Sekali lagi terima kasih ya sudah membantuku", ujar Shion mulai bangkit dari tempat duduknya.

"Hn", gumam Kuro lalu berdiri juga.

Shion dan Kuro kini berjalan bareng untuk pulang ke rumah masing-masing.

"Kau tinggal dimana Kuro-san?", tanya Shion.

"Aku tinggal di apartemen yang berada di Blok C", ujar Kuro.

"Oh, kalau aku akan pulang ke rumahku di distrik Konoha, aku akan ke stasiun kereta, jadi kita harus berpisah di simpangan ini. Jaa Kuro-san! Arigatou untuk yang tadi ya!", ujar Shion lalu mulai menjauh dari Kuro sambil melambai-lambaikan tangannya.

"Hn", gumam Kuro. Tapi setelah itu tampak Kuro yang tersenyum tipis melihat kepergian Shion yang berjalan dengan ceria.

Setelah naik kereta Shion segera menuju ke rumahnya dan sampai di rumah. Di ruang nonton tv, tampak Naruto yang sedang nonton TV.

"Tadaima", ujar Shion.

"Oh Okaeri Shion, kau baru pulang?', tanya Naruto.

"Iya, aku baru selesai mengerjakan tugas di perpustakaan, jadi pulangnya agak sorean. Aku ke kamar dulu ya Naruto-kun", ujar Shion lalu menuju ke kamarnya.

"Oh iya Shion", ujar Naruto.

Setelah Shion berganti baju, dia segera menuju taman untuk menyirami bunga. Shion sangat senang memelihara bunga. Terdapat bunga-bunga yang cantik di taman yang dipeliharanya dengan baik itu. Shion kini sedang menyirami bunga sambil bersenandung.

"Shion, kau masih senang merawat bunga ya?', tanya Naruto yang menghampiri Shion tiba-tiba.

"Oh Naruto-kun, bikin kaget saja. Iya aku masih senang merawat bunga, aku sangat mengagumi keindahannya", ujar Shion.

"Shion, kamu telah banyak berubah ya. Kau yang sekarang lebih ramah dan pengertian", ujar Naruto sambil tersenyum.

"Hahaha, begitu ya. Mungkin karena aku banyak diajari oleh Shino mengenai kehidupan. Dia mengajarkanku untuk selalu menghargai setiap orang dan belajar mencintai alam. Karena semua adalah ciptaan Tuhan yang baik", ujar Shion.

"Begitu ya, Shino banyak mengajarimu ya?", tanya Naruto.

"Hmm begitulah, dia sepupu dan motivator yang baik, aku senang bisa tinggal bersamanya selama setahun", ujar Shion lalu tersenyum.

Kemudian Naruto menatap Shion lalu melihat ikat rambut berwarna merah milik Shion.

"Ikat rambut itu, kau masih memakainya ya?", tanya Naruto.

"Oh ini, ini kan hadiah darimu saat ulang tahunku yang ke-15. Aku merasa ikat rambut ini bagus jadi aku masih memakainya sampai sekarang", ujar Shion.

"Souka.. Sekali lagi maaf Shion, kami sudah banyak merepotkanmu. Kami pasti akan berjuang untuk hidup lebih mandiri. Aku akan bekerja keras", ujar Naruto.

"Tidak apa-apa, kalian berdua Naruto-kun dan Naruko-chan adalah sahabat baik-ku sejak kecil, jadi aku merasa senang bisa membantu kalian. Aku yang harus meminta maaf pada Naruto-kun, karena selama ini terus menganggumu dengan perbuatanku yang dahulu. Aku sungguh minta maaf, aku merasa malu sekali jika mengingat semua hal kotor yang kulakukan padamu. Aku tahu itu bukan cara yang benar untuk mendapatkan perhatian Naruto-kun. Aku tahu aku terlalu memaksakan kehendakku untuk memilikimu dulu. Sekali lagi aku minta maaf", ujar Shion lalu membungkuk.

"Tak apa Shion, itu kan masa lalu, jangan diungkit lagi. Kamu yang sekarang sudah berbeda dengan yang dahulu", ujar Naruto.

"Ya itu adalah kepingan masa lalu. Masa lalu yang dilewati bersama Naruto-kun yang tak bisa dilupakan. Karena mencintai Naruto-kun adalah memori paling berharga dalam hidupku", ujar Shion lalu tersenyum.

Naruto tertegun mendengar perkataan Shion. Naruto kemudian tertunduk kepalanya lalu mengepalkan tangannya.

"Ma-maaf Naruto-kun aku jadi bicara ngelantur, kalau begitu aku kedalam dulu untuk menyemprotkan spray buat tanaman", ujar Shion lalu buru-buru pergi masuk ke dalam rumah.

"Shion...", gumam Naruto.

Hari-hari berlalu. Shion dan Kuro kini berteman dan sudah semakin akrab. Kuro sering membantu tugas-tugas Shion yang sulit dan Shion mengajarkan Kuro untuk lebih ramah kepada orang walaupun Kuro tetap saja cuek kepada orang-orang.

Bel pulang pun berbunyi Shion kemudian segera beranjak untuk pulang dan bertemu Kuro di koridor.

"Kuro pulang bareng lagi yuk", ajak Shion.

"Hn", gumam Kuro. Mereka berdua kemudian segera keluar dari gedung sekolah untuk pulang sama-sama.

"Hei Kuro, habis ini temani aku ya ke toko buku, ada buku yang ingin kubeli", ujar Shion.

"Baiklah-baiklah, putri manja", ujar Kuro dengan malas.

"Kenapa kau selalu menyembunyikan wajahmu Kuro dengan kacamata dan topi itu?", tanya Shion.

"Itu bukan urusanmu!", ujar Kuro ketus.

"Hihihi, aku penasaran wajahmu seperti apa, pasti jelek", ujar Shion sambil terkikik.

"Seenaknya saja kau!", ujar Kuro ketus.

"Hahaha, aku Cuma bercanda", ujar Shion.

Kuro dan Shion kini sudah keluar dari gerbang sekolah tapi alangkah kagetnya Shion dan Kuro melihat orang yang sedang menunggu di depan gerbang.

"Naruto-kun?", tanya Shion kaget.

"Hei, Shion. Kau sudah mau pulang?", tanya Naruto.

"I-Iya, ada apa Naruto-kun kesini?", tanya Shion.

"A-aku ingin mengajakmu pulang bersama dan ada yang ingin kubicarakan denganmu", ujar Naruto.

"Oh begitu, baiklah. Maaf ya Kuro aku tak bisa pulang sama-sama denganmu, aku harus bicara sama Naruto-kun. Lain kali kita ke toko buku bersama", ujar Shion.

"Oh dia ini temanmu ya?", tanya Naruto sambil menatap Kuro.

"Iya, dia temanku Kuro. Kuro, kenalkan ini temanku sejak kecil Uzumaki Naruto", ujar Shion.

"Hn", gumam Kuro.

"Kalau begitu Kuro kami pergi dulu ya, sampai jumpa besok di sekolah", ujar Shion lalu mulai beranjak pergi bersama Naruto.

"Cih!", Kuro berdecih dan menatap dengan tidak suka kepergian Naruto dan Shion.

Sementara itu Naruto dan Shion mulai berjalan menuju stasiun kereta distrik Kusa. Mereka berjalan dalam diam. Akhirnya Shion membuka pembicaraan.

"Ng, Naruto-kun sebenarnya kita mau kemana?", tanya Shion.

"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Ada yang ingin kubicarakan padamu", ujar Naruto.

"Baiklah", ujar Shion.

Setelah naik kereta, mereka kemudian sampai di daerah perbukitan di selatan. Mereka segera menemukan taman yang indah disitu dan duduk di bangku taman.

"Begini Shion, aku ingin menceritakan mengenai hubunganku dengan Hinata. Sebenarnya aku sudah putus dengan Hinata", ujar Naruto dengan muka murung.

"EH? Ke-kenapa? Bukankah selama ini kalian baik-baik saja?", tanya Shion kaget.

"Ya awalnya begitu tapi sejak saat aku kehilangan segalanya, Hiashi-sama melarangku untuk bertemu dengan Hinata lagi dan akhirnya Hinata minta putus denganku karena dia akan bertunangan. Aku merasa semua kebahagiaanku telah direbut Shion. Semuanya meninggalkanku...Aku merasa sakit sekali...", ujar Naruto lalu menitikkan airmatanya.

"Mungkin ini semua ujian hidup bagi Naruto-kun. Naruto-kun harus berusaha menghadapinya dengan tegar. Aku yakin suatu saat Naruto-kun akan kembali menemukan kebahagiaan", ujar Shion lalu mengenggam tangan Naruto dengan lembut.

"Ukhhh...Shion...arigato karena kau yang selama ini selalu mendengar curhatanku...Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu...", ujar Naruto sambil terus menangis.

"Sudah-sudah jangan menangis lagi, kau harus kuat. Naruto-kun yang kukenal adalah Naruto-kun yang selalu ceria dan memamerkan senyum lebarnya. Kau pasti bisa Uzumaki Naruto!", ujar Shion sambil tersenyum.

GREBB

Naruto memeluk Shion dengan erat. Shion kaget dan perlahan membalas pelukan Naruto.

"Na-Naruto-kun..", ujar Shion.

"Arigato Shion, aku akan berusaha bangkit dari keterpurukan ini!", ujar Naruto lalu memamerkan cengiran khasnya. Shion juga tersenyum pada Naruto.

Sementara itu di kamarnya, Hinata sedang duduk terdiam sambil bersandar di tembok kamarnya. Matanya begitu sembab dan rambut dan pakaiannya acak-acakan. Hinata terus menangis dan mengurung diri di kamar sejak dia memutuskan Naruto. Karena ancaman ayahnya, akhirnya Hinata harus menyerah dan berpisah dengan Naruto.

"Naruto-kun..hiks...Naruto-kun...", gumam Hinata sambil menangis terisak.

Sementara itu Haku dan Sara sedang menikmati masa-masa indah pernikahan mereka. Pagi-pagi Sara sudah menyiapkan sarapan di dapur. Dia akan membuatkan sarapan spesial untuk suaminya tercinta.

GREBB

Haku tiba-tiba memeluk Sara dari belakang. Sara agak kaget dan menoleh ke belakang.

"Ha-Haku-kun?", ujar Sara.

"Ohayo, istriku yang cantik. Sedang memasak ya?", tanya Haku.

"I-iya, aku ingin membuat sup spesial untuk sarapan. Kuharap Haku-kun menyukainya", ujar Sara.

"Aku pasti menyukainya sayangku. Semua masakanku pasti enak di lidahku", ujar Haku lalu tersenyum.

"Kau bisa saja Haku-kun", ujar Sara.

"Itu memang benar. Istriku ini adalah istri yang paling hebat memasak di dunia ini", ujar Haku lalu mengecup pipi Sara.

"Hehehe..arigatou Haku-kun", ujar Sara sambil terkekeh.

"Aku mencintaimu Sara-chan", ujar Haku.

"Aku juga mencintaimu Haku-kun", ujar Sara. Sungguh pasangan suami-istri yang sedang dimabuk asmara.

Sementara itu Naruto dan Shion akhirnya sampai di rumah. Hari sudah mulai malam. Setelah mendengar curhatan Naruto, Naruto mengajak Shion berkeliling dan menikmati pemandangan-pemandangan indah di distrik Kusa. Shion juga senang Naruto bisa mengajaknya bersenang-senang seperti itu. Sebenarnya sampai sekarang Shion belum bisa melupakan Naruto. Dia masih menyukai Naruto sampai sekarang ini. Tetapi karena dia yang sekarang bisa menahan egonya dan dia tahu di hati Naruto hanya ada Hinata, dia tidak melakukan hal-hal kotor lagi seperti dulu. Dia mencoba untuk mulai hidup baru dengan tidak memaksakan kehendaknya lagi. Semua itu berkat pelatihannya bersama Shino selama setahun. Shino mengajarinya teknik-teknik bertarung yang hebat dan mengajarinya bersikap yang baik dan bagaimana cara mengendalikan diri.

Kini Naruto, Shion dan Naruko berkumpul di meja makan. Makanan-makanan yang cukup banyak dan enak-enak telah terhidang di meja makan.

"Ittadakimasu!", ujar mereka bersamaan. Mereka segera memulai makan malam.

Setelah makan malam, Naruko memanggil Naruto untuk ke kamarnya. Katanya ada yang ingin dibicarakan. Kini Naruto memasuki kamar Naruko dan segera duduk disebelah Naruko yang duduk di tepi kasur.

"Sebenarnya apa yang ingin kaubicarakan denganku Naruko-chan?", tanya Naruto.

"Naruto-nii-chan aku ingin kau segera berpacaran dengan Shion-senpai", ujar Naruko.

"Eh? Apa maksudmu? Kenapa kau tiba-tiba bicara begitu?", tanya Naruto kaget.

"Apa kau tak sadar sampai sekarang nii-chan?! Hanya Shion-senpai lah orang yang paling memperhatikanmu! Dia selalu bersamamu sejak dulu, menemanimu saat kau senang dan sedih, tidak segan-segan untuk melawan orang yang berani menganggumu. Dia begitu baik dan perhatian padamu walaupun caranya agak menyimpang waktu dulu. Tapi lihatlah sekarang, saat kita membutuhkan pertolongan, hanya dialah yang datang membantu kita! Berhentilah memikirkan Hinata-senpai itu! Dia hanya pengecut yang selalu menyembunyikan perasaannya! Sejak awal dia Cuma menyia-nyiakan cinta yang tulus darimu! Sekarang lihat, saat kita kesusahan dia begitu saja meninggalkanmu! Aku ingin kamu melihat Shion-senpai. Dia yang selalu dekat dan perhatian padamu Naruto-kun. Dia yang benar-benar tulus mencintaimu!", ujar Naruko.

Naruto tertegun mendengar perkataan Naruko. Naruto kemudian menundukkan kepalanya dan merenung.

"Shion-senpai selalu baik pada kita Naruto-kun..Dia benar-benar sayang padamu..", ujar Naruko lagi.

"Aku mengerti Naruko-chan, aku mengerti apa yang akan kulakukan selanjutnya", ujar Naruto lalu tersenyum.

Besoknya semua kembali ke sekolah seperti biasa. Shion ke sekolahnya di Green Knight Academy dan Naruto dan Naruko kembali ke White Knight Academy. Setelah pelajaran usai, Shion kembali bergegas pulang, hari ini dia tidak bertemu dengan Kuro jadi tampaknya dia akan kembali pulang sendiri.

Saat Shion keluar dari gerbang sekolah, ternyata Naruto sudah menunggu di depan gerbang sekolah sambil bersandar di tembok. Shion agak kaget melihat Naruto.

"Na-naruto-kun?", tanya Shion kaget.

"Ah, Shion, akhirnya kau keluar juga", ujar Naruto sambil nyengir.

"Apa ada yang ingin dibicarakan lagi?", tanya Shion.

"Iya dan ini sangat penting. Ayo ikut aku!", ujar Naruto lalu menarik tangan Shion mengikutinya. Shion segera berjalan mengikuti Naruto.

"Aduh, jalannya pelan-pelan dong Naruto-kun", ujar Shion.

"Maaf, tapi kita harus bergegas Shion!", ujar Naruto terus mempercepat langkahnya.

Sementara itu ternyata Kuro memperhatikan mereka dari jauh dan terus menatap mereka dengan pandangan tidak suka.

Naruto akhirnya membawa Shion ke area untuk naik cable car. Mereka tiba di perbukitan yang agak jauh dari pusat kota.

"Jadi kita mau naik cable car ya?", tanya Shion.

"Hmm begitulah, ayo naik!", ujar Naruto lalu menggenggam tangan Shion dan mereka mulai memasuki cable car itu.

Cable car mulai berjalan. Dari jendela dapat terlihat pemandangan distrik Kusa yang indah. Terdapat pohon-pohon hijau dan bangunan-bangunan indah yang terlihat lebih indah jika dilihat dari atas.

"Sugoi, pemandangan dari sini benar-benar indah!", ujar Shion kagum.

"Tentu saja, distrik Kusa merupakan salah satu distrik yang memiliki pemandangan indah seperti ini", ujar Naruto.

"Naruto-kun aku senang sekali bisa melihat pemandangan seperti ini. Aku bisa sejenak menghilangkan kepenatanku dengan tugas-tugas sekolah yang menumpuk", ujar Shion.

"Hmm begitu ya, baguslah kalau kau senang", ujar Naruto.

"Lalu Naruto-kun, apa yang ingin kaubicarakan sebenarnya?", tanya Shion.

"Shion dengarkan baik-baik ya", ujar Naruto lalu memegang bahu Shion.

"Eh, i-iya", ujar Shion gugup karena jarak mereka sangat dekat saat ini.

"Kurasa aku menyukaimu Shion, maukah kau jadi kekasihku?", ujar Naruto dengan mantap.

Shion kaget mendengar pernyataan cinta Naruto. Jantungnya langsung berdetak tak karuan. Mukanya mulai memerah.

"Be-benarkah itu Naruto-kun? Bu-bukankah kau masih mencintai Hinata-senpai?", tanya Shion.

"Aku bersungguh-sungguh Shion. Selama ini aku adalah lelaki yang bodoh. Aku tak pernah memerhatikanmu yang selalu memerhatikanku dan begitu menyayangiku. Kau selalu ada bersamaku saat aku senang dan sedih. Tapi sekarang aku menyadarinya, kau sangat berarti bagiku Shion. Aku ingin selalu berada disampingmu", ujar Naruto.

"Na-Naruto-kun, aku juga masih sangat menyukaimu!", ujar Shion lalu memeluk Naruto dengan erat.

"Kau mau kan menjadi kekasihku dan selalu bersamaku?", tanya Naruto.

"Tentu saja. Aku ingin selalu bersamamu", ujar Shion sambil menangis bahagia.

Naruto dan Shion kemudian saling mendekatkan wajah mereka dan berciuman. Akhirnya setelah sekian lama, cinta Shion pada Naruto terbalaskan.

Hari-hari berlalu, Naruto dan Shion semakin mesra saja menjadi pasangan kekasih. Naruto selalu menjemput Shion pulang dari sekolah lalu mereka berkencan di tempat-tempat yang menarik. Naruto juga bekerja part time pada malam hari untuk membiayai sekolah dan untuk membahagiakan Shion.

Suatu hari mereka kini sedang berada di mall di distrik Konoha. Naruto dan Shion berjalan sambil bergandengan tangan. Tapi tak disangka mereka berpapasan dengan Hinata yang berjalan sendirian.

"Na-Naruto-kun", ujar Hinata kaget.

"Hi-Hinata-chan...", gumam Naruto.

"Oh, Hinata-senpai, apa kabar?", sapa Shion dengan ramah.

"Ke-kenapa kalian bisa jalan bersama?", tanya Hinata.

"Shion kini sudah menjadi pacarku Hinata-san, jadi sudah sewajarnya kami jalan bersama", ujar Naruto dan menatap Hinata dengan tajam.

Hinata kaget mendengar hal itu. Dia kemudian menunduk dengan muka murung.

"Kami sedang buru-buru Hinata-san, jadi kami pergi dulu. Ayo sayang", ujar Naruto lalu menarik tangan Shion.

"Kami permisi dulu senpai", ujar Shion. Mereka berdua segera beranjak dari hadapan Hinata. Saat mereka sudah menjauh, Hinata menoleh kepada mereka dengan berlinangan airmata.

"Naruto...secepat itukah kau melupakan aku...?", gumam Hinata dengan tubuh yang bergetar hebat dan airmata terus membasahi pipinya.

Sementara itu di Green Knight Academy, Shino sedang berkutat dengan dokumen-dokumen yang harus ditanganinya sebagai ketua dewan murid. Tapi tiba-tiba muncul Kuro memasuki ruangan Shino.

"Ada apa memanggilku Shino-san?", tanya Kuro.

"Kuro aku perlu bantuanmu", ujar Shino.

"Apa itu Shino-san? Aku pasti membantumu", ujar Kuro.

"Tampaknya ada kemungkinan Uchiha Sasuke bersama pasukannya dari Black Knight Academy yang tersisa akan menyerang sekolah kita. Aku perlu bantuanmu untuk ikut serta dalam pertarungan itu", ujar Shino.

"Baiklah, aku mengerti. Aku akan ikut dalam pertarungan itu", ujar Kuro.

"Baguslah, sebagai salah satu anggota Saikyou no Sedai, kau pasti bisa menghabisi banyak musuh dalam sekejap", ujar Shino.

"Aku mengerti, akan kukerahkan seluruh kemampuanku", ujar Kuro lalu tersenyum menyeringai.

Kuro adalah anggota Saikyou no Sedai? Siapakah sosok Kuro yang sebenarnya?

To Be Continued...

Yosh! Chapter 18 update! Di chapter ini maaf saya harus merubah pairing menjadi NaruShion, karena tuntutan alur cerita. Tapi tenang saja pair kan sewaktu-waktu bisa berubah, mungkin saja bisa berubah menjadi NaruHina lagi. Dan disini muncul sosok misterius Kuro yang disebut Shino salah satu anggota Saikyou no Sedai. Apa readers sekalian bisa menebak, siapa sebenarnya Kuro itu? Bagaimana juga kelanjutan kisah cinta segitiga antara HinaNaruShion? Tunggu ya chap depan...

Review Yang login saya sudah balas lewat PM

Ini balasan review buat yang ngak login:

The guess: Hmm mungkin tak perlu drubah total seperti itu kali. Tapi akan saya coba sesuai saran kamu. Ok! Thx buat rnr!

Yuka Haruka: Ya bgitulah, Ok! Thx buat rnr!

Topeng Retak: Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

Unknownperson: arigato! Karena Shion telah mendapat ajaran dan pelatihan dari Shino untuk bersikap lebih baik dan mengendalikan diri jadi Shion yang sekarang sudah lebih sopan dan baik. Ngak apa-apa. Ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: Ya karena tuntutan alur jadi mereka harus putus. Kemungkinan mereka balikan ada juga sih.. Ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!

Renzy Strife: Maaf kalau terlalu singkat, karena saya sengaja banyak membuat unsur romance-nya. Ok! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!