WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?
Chapter 20 – Naruto VS Menma
Kuro kemudian melepaskan topinya lalu melepaskan kacamata hitamnya. Dan tampaklah sosok pria berambut hitam jabrik dengan muka yang sangat mirip dengan Naruto. Naruto sangat kaget melihatnya.
"Ti-tidak mungkin kau...", ujar Naruto kaget.
"Naruto, lama tak bertemu", ujar Kuro.
"Menma ternyata kau masih hidup...", ujar Naruto lalu mendekati Menma untuk memeluknya. Tapi Menma segera mundur ke belakang untuk menghindari Naruto.
"Aku datang bukan untuk reuni keluarga. Aku hanya ingin membereskan sesuatu", ujar Menma.
"Apa maksudmu?", tanya Naruto bingung.
"Aku akan melenyapkanmu dari dunia ini, Naruto!", ujar Menma lalu mengaktifkan sharingan-nya.
"Mangekyou Sharingan...", ujar Naruto kaget.
"Kau heran ya kenapa aku masih hidup? Aku hanya sedikit beruntung bisa selamat dari kecelakaan itu. Sebenarnya yang akan jatuh ke jurang itu adalah kau tetapi aku menyelamatkanmu. Kau tahu kenapa aku menyelamatkanmu waktu itu?", ujar Menma.
"Me-Menma...', gumam Naruto.
"Karena aku tak ingin Shion-chan bersedih jika sampai kau mati. Aku rela melakukan apa saja agar Shion-chan selalu bahagia. Aku bahkan rela mengorbankan nyawaku agar Shion-chan bisa selalu tersenyum", ujar Menma.
"Menma aku..", gumam Naruto sambil menundukan kepalanya.
"Tetapi kau tak pernah melihat Shion-chan. Kau selalu mengabaikannya! Kau selalu hanya memperhatikan Hinata-senpai. Tak tahukah kalau Shion-chan sangat menyukaimu dari dulu? Dia selalu memperhatikanmu dan begitu menyayangimu. Selalu dan selalu Shion-chan hanya selalu melihatmu. Dia bahkan sering menangis karena merasa sakit hati karena kau selalu mengabaikannya! Tetapi dia terus tersenyum dengan tulus saat menatapmu! Cintanya benar-benar tulus kepadamu! Tetapi beraninya kau menyakitinya seperti ini, bedebah!", ujar Menma geram.
"Menma aku tak bermaksud seperti ini...", ujar Naruto lirih.
"Shion-chan dari dulu adalah seperti matahari dalam hidupku. Dia adalah gadis yang tercantik dan paling baik yang pernah kukenal. Jujur saja aku sangat menyukainya. Aku ingin bersamanya dan menjadikan dia gadis milikku. Tetapi aku tahu dihatinya hanya ada kau Naruto. Jadi aku berusaha untuk membantunya untuk dekat dengan dirimu. Sakit rasanya memang jika orang yang kau sukai, menyukai orang lain, tetapi aku merasa tak apa-apa, aku melakukan semuanya agar Shion-chan bisa bahagia. Tetapi kau selalu saja tak pernah melihatnya. Kau tak pernah melihat tulusnya Shion-chan memperhatikanmu. Dia selalu tersenyum dengan tulusnya kepadamu tapi kau tak pernah membalasnya!", ujar Menma.
"Tahukah kau yang kuinginkan sejak dulu hanyalah...Shion-chan bisa tersenyum manis dengan tulus kepadaku seperti saat dia selalu menatapmu...", ujar Menma dengan airmata yang mengalir dipipinya.
"Menma ugh...", gumam Naruto.
"Aku sudah cukup sabar menahan niatku selama ini. Sekarang waktunya aku bersikap untuk egois sedikit. Aku akan menghabisimu Naruto. Takkan kubiarkan lagi Shion-chan disakiti olehmu. Aku tak peduli lagi jika kita ini bersaudara. AKU AKAN MEMBUNUHMU!", ujar Menma lalu bersiap untuk menyerang.
"Menma kumohon, kita bisa membicarakan ini baik-baik", ujar Naruto.
"BLACK SHADOW TECHNIQUE!"
Muncul bayangan-bayangan hitam yang berbentuk seperti Menma dan mulai maju menyerang Naruto. Naruto agak sedikit lengah dan bayangan-bayangan tersebut berhasil mendaratkan beberapa pukulan pada Naruto hingga Naruto terpental dan tersungkur.
"Ughh...", rintih Naruto.
"Aku takkan segan-segan lagi Naruto. Hari ini adalah hari terakhirmu!", ujar Menma.
"AMATERASU!"
Muncul api hitam dari mata sharingan milik Menma dan semburan api itu melesat dengan cepat menuju Naruto. Naruto kaget dan berusaha menghindar.
BWOOOSH!
Tapi ternyata Naruto berhasil mengaktifkan mode Youkounya dan berhasil menangkis serangan Menma.
"Menma hentikanlah pertarungan bodoh ini. Aku tak bisa bertarung denganmu!", ujar Naruto.
"Aku tak peduli, aku harus pastikan kau akan mati hari ini!", ujar Menma lalu menyerang lagi dengan bayangan hitam miliknya.
Bayangan-bayangan milik Menma kembali menyerang Naruto bertubi-tubi. Naruto menangkis dan menghindari serangan-serangan tersebut dengan gesit.
"AMATERASU!"
Menma tiba-tiba menyerang dari belakang Naruto dengan amaterasu-nya. Untung saja Naruto berhasil menghindar tapi serangan itu nyaris mengenainya.
"Menma semakin kuat...", gumam Naruto.
"Hahahaha, hadiah mata Sharingan dari Uchiha Naka ini memang sangat hebat. Dia memang sahabat sejatiku!", ujar Menma sambil tertawa.
"RASENGAN!"
Naruto tiba-tiba maju dengan gesit menuju Menma dan melancarkan serangan pamungkasnya. Tapi Menma berhasil menghindarinya dan dengan cepat menendang perut Naruto hingga Naruto terlempar.
"Uaaaaghh!", jerit Naruto. Naruto jatuh ke tanah dan terbaring sambil merintih kesakitan.
"Jadi kau akhirnya berhasil memanipulasi aura Youkou, sungguh perkembangan yang bagus darimu anak jenius. Tak kusangka kau akhirnya bisa meningkatkan kemampuan bertarungmu!", ujar Menma sambil tersenyum meremehkan.
"Ugh...Menma kumohon hentikanlah perkelahian bodoh ini!", ujar Naruto.
"Sudah kubilang aku takkan berhenti sampai akhirnya kau berhenti bernapas!", ujar Menma lalu maju menyerang lagi.
Mereka berdua terlibat adu pukul. Mereka berdua saling menyerang dengan gesit. Tapi tampaknya Menma yang lebih terlihat sangat bersemangat. Segala luapan emosi dia keluarkan demi untuk menghabisi kakak kembarnya. Menma kemudian berhasil memukul pipi Naruto.
BUAAAKH!
Naruto kembali terpental akibat pukulan telak dari Menma tapi tak cukup itu saja Menma mengejar Naruto dan memukul perut Naruto.
"BUAAAKHH!"
"Ohok!" mulut Naruto mengeluarkan darah. Naruto akhirnya terkapar di tanah. Menma kemudian menatap Naruto yang tengah kini terkapar dengan pandangan tajam.
"Disinilah akan kuakhiri semuanya", ujar Menma.
"Menma...", gumam Naruto lirih.
"Sayonara Naruto!", ujar Menma sambil mengumpulkan aura hitamnya di tangan kanannya.
TAAAPP
Naruto berhasil menahan pukulan Menma dengan tangan kanannya. Aura Youkou milik Naruto semakin kuat dan membara. Naruto kemudian mengumpulkan energi di tangan kirinya.
"RASENGAN!"
BUAAAAMM!
Serangan rasengan Naruto membuat Menma terpental cukup jauh. Menma kemudian terbentur sebuah pohon dan tersungkur. Mulutnya banyak mengeluarkan darah.
"Ughh..sial...", gumam Menma.
"Maaf Menma, aku terpaksa melakukannya", ujar Naruto.
"Aku belum kalah. Aku akan menghabisimu!", ujar Menma mulai bangkit berdiri dan mulai menyerang Naruto.
BUAKH...BUAKH..BUAKH...
Pukulan bertubi-tubi dilancarkan Naruto pada perut dan wajah Menma. Menma berusah menyerang balik tapi gerakan Naruto begitu cepat sehingga sulit diimbangi oleh Menma.
BUAAAAKHHH..
Pukulan telak berhasil dibuat Naruto pada wajah Menma sehingga Menma terlempar dan langsung tersungkur dan merintih kesakitan.
"Menma sudah cukup, hentikan semua ini!", ujar Naruto.
"Ohok! A..aku aku masih belum kalah...", ujar Menma sambil merintih kesakitan.
"Aku sangat menyesal telah menyakiti Shion seperti itu. Aku tahu cintanya tulus padaku tapi jujur saja aku belum bisa melupakan Hinata-chan...", ujar Naruto.
"Ugh! Kau memang brengsek!", ujar Menma lalu bangkit berdiri dengan mata Mangekyou Sharingan yang merah menyala.
"Menma itu...", ujar Naruto kaget.
"Aku akan menggunakan teknik ini untuk mengakhiri semua ini!", ujar Menma.
"Me-menma kau gila! Kau bisa mati menggunakan teknik itu!", ujar Naruto.
"Aku tak peduli! Yang penting Shion-chan takkan tersakiti lagi jika di dunia ini tak ada kau!", ujar Menma.
"Menma!", ujar Naruto.
Mata Mangekyou Sharingan Menma mulai bersinar merah. Kumpulan energi dahsyat menyelimuti sekujur tubuh Menma.
"MATI KAU NARUTO!"
BLAAAAM!
"Uagh!'
"Ughhh!"
Tiba-tiba ledakan besar terjadi. Ribuan serangga membentuk bola padat dan menghantam tanah sehingga terjadi guncangan besar. Naruto dan Menma pun terkena efek guncangan tersebut dan terpental.
"Kalian ini membuat masalah saja"
"Shino!", ujar Naruto kaget
"Shino-san!", ujar Menma.
"Kalian pikir dengan bertarung bisa menyelesaikan masalah?", ujar Shino.
"Maaf Shino, aku tak bermaksud...", ujar Naruto.
"Jangan halangi aku Shino-san! Aku harus menghabisi orang brengsek itu!", ujar Menma lalu mulai berdiri dan berjalan mendekati Naruto.
"Menma-kun.."
Menma kaget mendengar suara itu. Ternyata Shion juga telah datang ke tempat itu dan begitu kaget melihat Menma.
"Shi-Shion-chan...", ujar Menma.
"Menma-kun be-benarkah itu kau?", tanya Shion.
Menma Cuma terdiam dan tertunduk. Dia tak mampu lagi menatap wajah Shion.
Shion kemudian mulai berjalan mendekati Menma. Menma masih tertunduk dan terdiam.
"Ja-jadi selama ini Kuro adalah kamu?", tanya Shion.
"I-iya...", ujar Menma.
"Begitu ya, aku senang ternyata Menma-kun masih hidup. Tetapi kenapa kalian berdua bisa bertarung disini?", tanya Shion.
"A-aaa..aku", ujar Menma gugup.
"Menma ingin menghabisi Naruto karena Naruto telah mengkhianatimu dan kembali pada Hyuuga-san", ujar Shino.
"Menma-kun kenapa..kenapa kau berbuat seperti itu? Naruto-kun itu adalah kakakmu! Kau tak seharusnya berbuat seperti itu pada kakakmu!", ujar Shion.
"Karena aku sangat menyukaimu Shion-chan! Aku sangat menyukaimu! Aku rela melakukan apa saja hanya untukmu! Dia selalu menyakitimu selama ini! Makanya aku ingin membalasnya!", ujar Menma.
Shion kaget mendengar perkataan Menma. Shion kemudian terdiam dan menundukan kepalanya.
"Ba-bagiku kau adalah gadis terbaik yang kutemui didalam hidupku. Kau selalu ceria dan tersenyum kepada siapa saja. Aku sangat mengagumi dan begitu terpesona padamu. Aku ingin menjadikanmu milikku. Tetapi aku tahu kamu sangat menyukai Naruto. Jadi aku selalu mengalah. Aku ingin kamu bahagia karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Tapi aku tak tahan lagi Naruto menyakitimu terus seperti ini. Jadi aku memutuskan untuk melenyapkannya agar dia hilang dari hidupmu. Agar kamu takkan tersakiti lagi dan hidup bahagia", ujar Menma.
"Menma-kun, pertama aku ucapkan terima kasih karena kamu telah menjadi teman baikku dari kecil. Terima kasih juga karena kamu juga menyukaiku. Tetapi kamu tak perlu berbuat sejauh ini untuk aku. Jujur saja hatiku memang sangat sakit karena Naruto-kun telah mengkhianatiku tetapi aku tak apa-apa. Seseorang pasti akan menemukan pasangan yang ditakdirkan untuknya suatu hari kelak. Jika hubunganku dengan Naruto-kun harus kandas berarti kita memang tidak ditakdirkan bersama. Kamu tak perlu melenyapkan kakakmu karena aku. Ingatlah Naruto-kun dan Menma-kun adalah saudara. Jadi kalian harus saling akur dan saling menyayangi. Karena kalian itu keluarga. Ingatkan apa yang kubilang waktu kecil, keluarga itu harus saling menyayangi. Jadi Menma-kun harus selalu menyayangi Naruto-kun karena kalian bersaudara", ujar Shion.
"Shi-Shion...", gumam Naruto.
"Shion-chan kau benar-benar gadis yang baik... Aku beruntung mencintai gadis sepertimu...", ujar Menma sambil menangis.
"Sudah-sudah jangan cengeng seperti itu. Kau ini lelaki yang kuat Menma-kun, jangan kelihatan lemah seperti ini dong", ujar Shion sambil tersenyum lalu mengelus-elus punggung Menma.
"Shi-Shion..chan-hiks..", ujar Menma sambil terisak.
"Sudah-sudah sekarang lebih baik kalian berdua berbaikan. Menma-kun harus minta maaf pada Naruto-kun", ujar Shion.
"Eh? Kenapa?", tanya Menma.
"Menma-kun sudah menyakiti Naruto-kun dan begitu sebaliknya, jadi kalian berdua harus saling minta maaf", ujar Shion.
Shion kemudian menarik lengan Menma untuk menghampiri Naruto. Tapi Menma terus memalingkan wajahnya tak mau menatap Naruto.
"Ayo minta maaf Menma-kun", ujar Shion.
"Ugh...a-aku sepertinya tak bisa..", ujar Menma dengan muka cemberut.
"Ayo cepat! Nanti aku ngambek padamu lho", ancam Shion.
"Ba-baiklah, tapi jangan ngambek ya", ujar Menma. Menma kemudian menatap Naruto dengan muka cemberutnya dan Naruto tersenyum tipis melihat Menma.
"Na-Naruto a-aku minta maaf ya..", ujar Menma.
"Aku juga minta maaf padamu adikku..", ujar Naruto.
Mereka berdua kemudian berjabat tangan tapi tiba-tiba Naruto memeluk Menma.
"He-hei apa-apaan kau Naruto? Ini memalukan", ujar Menma.
"Kau tahu aku sangat rindu padamu Menma. Akhirnya kau kembali. Aku sangat senang!", ujar Naruto dengan tangis bahagia. Menma kemudian juga tersenyum tipis. Shion dan Shino merasa senang juga akhirnya Naruto dan Menma bisa bertemu kembali dan dapat akur kembali.
"Hoi Menma, ayo ikut aku sebentar, ada yang ingin kubicarakan", ujar Shino.
"Yosh! Aku datang Shino-san", ujar Menma lalu menghampiri Shino.
Shino dan Menma kemudian berjalan kebawah pohon yang agak jauh darisitu. Mereka tampak membicarakan sesuatu yang penting.
Sementara di tempat itu tertinggal Naruto dan Shion. Mereka terus berdiam dan suasana agak canggung di tempat itu.
"A-ano Shion.. arigatou karena kamu dan Shino sudah datang dan menghentikan kami berdua. Aku tak tahu apa jadinya jika tak ada kalian", ujar Naruto.
"Ya, sama-sama. Shino mengetahui pertarungan kalian karena teknik serangganya itu mendeteksi energi-energi yang besar dari tempat ini, makanya kami langsung kesini. Ternyata kamu dan Menma-kun yang bertarung, kami pun segera menghentikannya", ujar Shion.
"Begitu ya...Mengenai hal yang waktu itu, aku minta maaf ya. Aku merasa bersalah padamu.", ujar Naruto dengan ekspresi sedih.
"Tak apa-apa Naruto-kun, hal itu sudah berlalu, sekarang jalanilah yang akan kita hadapi sekarang ini. Kau harus yakin jika pilihanmu adalah bersama dengan Hinata-senpai, itulah pilihan yang terbaik untukmu. Aku tak apa-apa karena aku yakin suatu hari kelak aku akan menemukan kebahagiaanku sendiri...", ujar Shion sambil tersenyum.
GREPPP
Naruto tiba-tiba memeluk Shion. Shion agak kaget mendapat pelukan yang tiba-tiba ini.
"Shion...kau benar-benar gadis yang baik. Laki-laki yang akan menjadi pendampingmu nanti pasti sangat beruntung memiliki gadis sepertimu..", ujar Naruto lirih.
"A-arigatou Naruto-kun...semoga kamu selalu bahagia...", ujar Shion dengan airmata yang mulai menetes.
Naruto kemudian melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Shion lalu Shion juga tersenyum pada Naruto.
"Hei Naruto, Shion-chan ayo kita pulang sudah mulai malam nih!", ujar Menma.
"OK! Ayo Shion!", ujar Naruto.
"Um", ujar Shion sambil mengangguk. Mereka berempat kemudian pulang ke rumah masing-masing sambil bercakap-cakap dan bercanda.
Naruto dan Menma kemudian sampai di depan rumah kontrakan yang dihuni Naruto dan Naruko.
"Jadi disini sekarang kalian berdua tinggal?", tanya Menma.
"Iya begitulah. Sejak Kaa-san meninggal dan perusahaan bangkrut dan diambil alih, kami harus berjuang untuk hidup sendiri", ujar Naruto.
"Naruto maafkan aku ya karena menyembunyikan diri dari kalian berdua selama ini. Aku juga tak ada saat kalian kesusahan", ujar Menma.
"Sudah tak apa-apa, ayo masuk kedalam, Naruko pasti kaget sekali jika melihatmu", ujar Naruto.
Naruto kemudian memasuki rumah bersama Menma dibelakangnya.
"Tadaima!", ujar Naruto.
"Okaerinasai! Eh?!", ujar Naruko lalu kaget melihat Menma disamping Naruto.
"Me...Me-Menma-nii-san...", ujar Naruko kaget.
"Lama tak berjumpa Naruko-chan!", ujar Menma lalu tersenyum.
GREBBB
Naruko langsung melompat dan memeluk Menma dengan erat.
"Onii-san ternyata masih hidup...aku senang sekali! Aku sangat rindu padamu Onii-san!", ujar Naruko dengan tangis bahagia.
"Ya aku juga merindukanmu Naruko-chan...Akhirnya kita bisa berkumpul lagi...", ujar Menma.
"Ayo kita ke ruang makan, aku membeli makanan spesial untuk disantap. Kita harus merayakan kembalinya Menma", ujar Naruto.
Naruko kemudian berjalan sambil memeluk lengan Menma dengan erat. Naruko sangat senang karena kakak kembarnya yang ini ternyata masih hidup. Mereka bertiga kemudian duduk bersama di meja makan sederhana. Naruto telah menghidangkan makanan-makanan yang terlihat enak diatas meja makan tersebut.
"Wah Onii-chan makanannya enak-enak!", ujar Naruko kagum.
"Ini hari spesial jadi makanannya spesial juga", ujar Naruto.
"Aku sudah tak sabar ingin menyantapnya, ayo kita segera makan!", ujar Naruko.
"Ittadakimasu!", ujar mereka bersamaan.
Di sela makan malam mereka, Naruto memulai pembicaraan dengan Menma.
"Lalu Menma, bisakah kau menceritakan bagaimana kau bisa selamat dari kecelakaan itu?", tanya Naruto.
"Ehm begini ceritanya. Saat misi itu, kita bertujuh, Saikyou no Sedai mendapat serangan tiba-tiba dari musuh yang membuatmu hampir saja jatuh ke jurang dalam tersebut. Tapi karena aku langsung bergegas melemparkanmu ke atas sehingga akulah yang jatuh ke jurang. Tapi aku beruntung di jurang dalam tersebut aku tersangkut akar tanaman sehingga tidak jatuh ke dasar jurang. Tapi sialnya, tubuhku terbentur beberapa bongkahan batu sehingga beberapa tulang kaki dan tanganku patah. 2 hari terjebak di jurang itu, aku mulai kelaparan dan kesakitan dan beruntungnya ada seorang kakek yang kebetulan sering melalui jalur tebing melihatku tersangkut di akar pohon. Dia langsung bergegas menolongku dan merawatku di rumahnya. Dan tak disangka ternyata kakek itu salah satu anggota klan-nya Shino-san. Jadi saat aku mengatakan aku mengenal Shino-san, dia langsung menghubunginya dan Shino-san langsung mendatangiku. Meskipun telah dirawat oleh kakek itu ternyata aku mengalami luka yang parah di organ dalamku. Aku pun memutuskan untuk tinggal bersama salah satu saudara Shino-san untuk sementara waktu hingga aku pulih total dan aku yang meminta agar Shino-san tak memberitahukan keberadaanku dulu. Aku terus tinggal bersama saudara Shino-san sambil terus dirawat dan setelah pulih aku mendapat pelatihan khusus bersama Shino-san dari dua anggota Akatsuki, Hidan-sama dan Uchiha Itachi-san. Mereka melatih kami dengan baik dan kami berkembang menjadi kuat. Itachi-san lah yang telah mengajariku untuk mengembangkan kekuatan Mangekyou Sharingan-ku. Karena pelatihan khusus itu aku tak sempat menghadiri pemakaman Kaa-san. Sekali lagi maafkan aku Naruto dan Naruko-chan, aku memang bukan saudara yang baik", ujar Menma dengan muka muram.
"Tak apa-apa Menma. Aku yang harusnya minta maaf, karena aku kau harus dirawat karena luka yang parah. Aku sungguh bukan kakak yang baik...", ujar Naruto dengan muka murung.
"Sudah-sudah kalian berdua, yang penting kita sudah berkumpul bersama lagi, jangan muram seperti ini dong, kita harus bergembira!", ujar Naruko.
"Aku mengerti Naruko-chan!", ujar Menma.
"Yeah, kita kini berkumpul lagi seperti dulu. Kita harus bergembira!", ujar Naruto.
"Yosh setelah ini kita nonton film bersama-sama!", ujar Naruko.
Mereka kemudian bercakap-cakap dan bercanda-ria. Keluarga Uzumaki kini berkumpul kembali setelah sekian lama.
Besoknya mereka kembali pergi ke sekolah masing-masing seperti biasa. Naruto dan Naruko ke sekolah mereka White Knight Academy sedangkan Menma dan Shion naik kereta ke distrik Kusa untuk ke sekolah mereka di Green Knight Academy.
Malam pun tiba, digelar pertemuan besar antar klan terhormat dengan keluarga kerajaan dan pemerintah. Pertemuan dihadiri oleh para petinggi klan terhormat dan orang-orang penting kerajaan. Haku bersama keluarganya diundang karena ayahnya Zabuza merupakan perdana menteri Knight's Territory. Pertemuan itu juga dihadiri oleh klan-klan terhormat seperti Hyuuga, Uchiha, Inuzuka, Aburame, Yamanaka dan lainnya. Haku dan Sara datang ke tempat itu sambil jalan bergandengan.
"Wah pertemuan ini dihadiri oleh orang-orang penting negeri ini. Sungguh mengagumkan", ujar Sara.
"Ya begitulah, pertemuan ini sering diadakan untuk menjalin kerjasama antara pihak pemerintah dan petinggi klan", ujar Haku.
Haku dan Sara berjalan dan tak sengaja berpapasan dengan Hinata dan seorang laki-laki berambut coklat panjang dengan mata yang mirip Hinata.
"Hi-Hinata-san...Eh..Ne-Neji-sama", ujar Sara kaget.
"Wah, lama tak berjumpa Sara, kamu sudah bertambah besar ya", ujar Neji.
"Oh..eh.i-iya..senang bertemu lagi denganmu Neji-sama", ujar Sara lalu membungkuk.
"Wah dan ini suami-mu ya si anak perdana menteri, kamu memang hebat bisa memiliki suami seperti dia", ujar Neji.
"I-iya, ini suamiku Yuki Haku. Aku dan dia baru saja menikah beberapa bulan yang lalu", ujar Sara.
"Senang bertemu denganmu Yuki-san. Aku Hyuuga Neji, anak dari Hyuuga Hizashi, kakak dari pemimpin klan Hyuuga, Hyuuga Hiashi", ujar Neji lalu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Haku. Tapi Haku hanya diam dan menatap datar Neji.
"Sara-chan ayo kita pergi dari sini", ujar Haku lalu menarik tangan Sara untuk pergi dari hadapan Neji dan Hinata.
"I-iya Haku-kun. Kalau begitu aku permisi dulu Hinata-san, Neji-sama", ujar Sara.
"I-iya Sara-chi", ujar Hinata. Sementara Neji menatap tajam Haku.
Pertemuan berjalan dengan baik. Sekarang sedang diadakan diskusi, Haku sibuk membantu ayahnya dalam pertemuan, sementara Sara sedang berjalan-jalan di koridor untuk berkeliling hall yang besar tersebut. Tapi dia kemudian melihat beberapa anggota muda klan Hyuuga sedang membicarakan sesuatu di sebuah ruangan. Sara kemudian menguping pembicaraan mereka karena penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
"Hei kau dengar tampaknya rencana yang akan dijalankan Hiashi-sama akan segera dimulai", ujar salah satu pemuda.
"Benarkah? Berarti kita harus bersiap-siap nih", ujar yang lainnya.
"Rencana apa sih? Apa sih kalian yang bicarakan ini?", tanya seorang yang bertubuh gendut.
"Bodoh kau! Apa kau tak tahu, klan Hyuuga berniat untuk menyingkirkan seluruh anggota kerajaan dan mengambil alih negeri ini!", ujar pemuda pertama.
Sara begitu kaget mendengar perkataan itu. Berita yang sangat mencengangkan beginya. Tak disangka keluarganya yang dahulu berniat melakukan perbuatan sekeji itu.
"Aku harus segera memberitahu Haku-kun", gumam Sara. Sara kemudian bergegas untuk beranjak pergi tapi sialnya Sara menginjak gaun panjangnya hingga dia terpeleset dan terjatuh.
"Auuw!", jerit Sara.
Ketiga orang itu kemudian mendengar suara itu dan langsung melihat Sara di depan pintu.
"Sial dia kan Sara yang dikeluarkan dari klan. Jadi dia mendengar semua itu!", ujar pemuda pertama.
"Kita tak boleh membiarkannya lolos!", ujar si tubuh gendut.
"Sial aku harus lari...", gumam Sara. Sara langsung berdiri dan berusaha lari dengan cepat.
"Sial jangan kabur kau!", Ketiga orang itu langsung mengejar Sara. Sara terus berlari dan akhirnya keluar dari hall tersebut tapi ketiga orang itu terus mengejar Sara. Sara mulai kecapaian dan berhenti disebuah gang. Sara kemudian terjebak di gang yang buntu.
"Akhirnya kau tak bisa lari lagi..", ujar salah satu dari mereka.
"Hei Neji-sama sudah datang", ujar si tubuh gendut.
Muncullah Neji dari belakang ketiga orang itu. Neji telah membawa sebuah katana dan menatap Sara dengan tajam.
"Neji-sama", gumam Sara.
"Sepertinya kau sudah mendengar semuanya ya Sara. Rencana itu sangat rahasia, tidak boleh ada orang luar yang tahu tentang hal itu", ujar Neji.
"Ke-kenapa? Kenapa kalian berniat melakukan hal keji itu?", tanya Sara.
"Itu bukan urusanmu. Karena kau telah mengetahuinya, maka kau harus mati Sara!", ujar Neji dengan mata yang mengerikan.
To Be Continued...
Yosh chapter 20 update! Gomen updatenya lama karena saya sibuk dengan kuliah. Tapi akhirnya punya waktu luang untuk bisa update.
Disini akhirnya Naruto dan Menma berhadapan dan saling menyerang dan terjadi pertarungan sengit tapi akhirnya pertarungan mereka dihentikan oleh Shino dan Shion. Shion pun berbicara pada Menma dan akhirnya Menma mau mengurungkan niatnya untuk menghabisi Naruto karena tersentuh dengan perkataan Shion yang begitu bijak. Akhirnya Menma bisa berbaikan dengan Naruto dan akhirnya Naruto, Menma dan Naruko berkumpul lagi. Tapi di akhir chap sesuatu yang tak terduga terjadi, Sara mendengar percakapan mengenai rencana klan Hyuuga yang berniat menyingkirkan anggota kerajaan dan menguasai Knight's Territory. Sara pun ketahuan dan dikejar oleh anggota klan Hyuuga. Tapi tiba-tiba Neji datang dan berniat membunuh Sara karena Sara telah mengetahui rencana klan Hyuuga. Bagaimana kelanjutannya? Saksikan di chap depan ya...
Yang login saya sudah balas lewat PM review-nya!
Ini balasan Review buat yang ngak login:
Ha-chan: Ok! Thx buat RnR!
Peko: Ok! Thx buat RnR!
The Guest: Ok! Thx buat RnR!
Renzy Strife: pertarungan Naruto VS Menma cukup seru. Ok! Thx buat RnR!
Natsumi-chan: begitulah karena mereka main pair fic ini. Ok! Thx buat RnR!
Ridwan: Arigato! Ok! Thx buat RnR!
Sammy-kun: Ok! Thx buat RnR!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat RnR!
Narutoloverz: arigato! Ok! Thx buat RnR!
Kazedama: arigato! Ok! Thx buat RnR!
Yuka Haruka: Ya Naruko marah banget karena Naruko begitu dekat dengan Shion sehingga dia bisa mengahajar Naruto seperti itu. Ok! Thx buat RnR!
Topeng Retak: Ok! Thx buat RnR! Maaf karena jadwal kuliah yang padat.
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
