WHITE KNIGHT ACADEMY

SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina

Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?

Chapter 21 – Pemicu Segalanya

"Akhirnya kau tak bisa lari lagi..", ujar salah satu dari mereka.

"Hei Neji-sama sudah datang", ujar si tubuh gendut.

Munculah Neji dari belakang ketiga orang itu. Neji telah membawa sebuah katana dan menatap Sara dengan tajam.

"Neji-sama", gumam Sara.

"Sepertinya kau sudah mendengar semuanya ya Sara. Rencana itu sangat rahasia, tidak boleh ada orang luar yang tahu tentang hal itu", ujar Neji.

"Ke-kenapa kenapa kalian berniat melakukan hal keji itu?", tanya Sara.

"Itu bukan urusanmu. Karena kau telah mengetahuinya, maka kau harus mati Sara!", ujar Neji dengan mata yang mengerikan.

Sara sangat kaget mendengar perkataan Neji tadi. Keringat mulai bercucuran membasahi pelipisnya. Sara melihat tatapan Neji begitu mengerikan, Neji benar-benar serius ingin membunuhnya.

"Tapi tidak seru jika aku langsung membunuhmu begitu saja, bagaimana kalau kita duel dengan menggunakan katana dulu?", tanya Neji lalu menyuruh salah satu dari ketiga orang itu untuk membawakan satu katana lagi.

"Eh du-duel?", tanya Sara kaget.

"Ya, kudengar kau berkembang menjadi pemegang katana yang hebat di klan Hyuuga. Aku ingin melihat seberapa tangguhnya kau. Kau bersedia kan Sara?", tanya Neji.

"Ta-tapi Neji-sama aku...", ujar Sara.

"Aku baru saja pulang dari luar negeri dan sudah lama tidak bertemu kau dan anggota klan lainnya. Aku sempat kaget mendengar kau dikeluarkan dari klan karena kasus itu. Aku ingin melihat seberapa besar kekuatanmu karena kudengar kau adalah salah satu murid paling berbakat di White Knight Academy dulu sebelum pindah. Jadi ayo kita bertarung", ujar Neji.

"Ba-baiklah...", ujar Sara. Neji kemudian melemparkan katana kepada Sara. Sara menangkapnya dan langsung bersiap dengan kuda-kudanya.

"Wah-wah kuda-kuda itu, kau masih memakai teknik khas klan Hyuuga ya?", tanya Neji.

"Klan Hyuuga yang telah mengajariku bagaimana untuk bertarung jadi akan tetap kuhormati dan kugunakan teknik mereka dengan baik", ujar Sara yang telah bersiap dengan katananya.

"Khukhukhu begitu, tapi orang luar sepertimu, tak pantas menyandang nama Hyuuga!", ujar Neji lalu dengan gesit menyerang Sara.

TRANGG

Katana Neji dan Sara bertautan. Neji kemudian kembali menyerang Sara dengan cepat. Sara berusaha mengimbanginya tapi dia agak kewalahan menghadapi kegesitan Neji.

"Neji-sama benar-benar hebat, pantas saja dia disebut sang jenius dari klan Hyuuga..", gumam Sara.

"Ayo Sara jangan menghindar terus! Hadapi aku!", ujar Neji sambil terus menyerang Sara.

"TORA NO SLASH!"

Sara menyerang dengan teknik pedangnya tapi serangan itu dapat dihindari dengan mudah oleh Neji. Neji kemudian menyerang balik.

"HYUUGA STYLE: DAI HOSHI NO SLASH!"

Serangan dengan bentuk bintang besar melesat dengan cepat menuju Sara. Sara berusaha menghindarinya tapi serangan itu begitu cepat sehingga sedikit menyayat lengan kirinya. Sara mundur dan memegangi lengannya yang telah mengucur darah.

"Ugh..sakit..", rintih Sara.

"Kenapa luka sedikit saja begitu kau sudah mau menangis?! Dasar payah!", ejek Neji.

Tapi tiba-tiba Sara secepat kilat kini telah berada di belakang Neji dan mengeluarkan serangannya.

"ASHURA SLASH!"

"Gawat!", Neji kaget dan berusaha menghindar tetapi sayatan itu berhasil menggores pundak kanan Neji.

"Sialan kau Sara!", ujar Neji.

"Aku takkan kalah darimu", ujar Sara.

"Sudah cukup main-mainnya, sekarang akan kuladeni kau dengan serius!", ujar Neji.

Neji kembali menyerang Sara dengan gesit. Serangan demi serangan dilancarkan secara bertubi-tubi pada Sara. Sara terus menangkis serangan Neji tapi karena stamina Sara yang mulai terkuras dan keadaannya kini yang telah berbadan dua, Sara mulai lengah dan terkena sayatan di bagian punggungnya. Sara pun tersungkur dan merintih kesakitan.

"Tampaknya kau sudah mulai lelah ya? Aku lupa kalau kau ini ternyata wanita, maafkan aku ya?", ujar Neji dengan pandangan meremehkan.

"Ternyata Neji-sama aslinya orang seperti ini...", batin Sara.

"Sepertinya sudah saatnya aku mengakhiri ini semua", ujar Neji lalu mulai mengarahkan katananya pada tubuh Sara, bersiap untuk menusuk Sara dengan katananya.

"MATI KAU!"

CRASHH!

Katana Neji tertancap di tanah, ternyata Sara berhasil menghindarinya dan bersiap menyerang balik Neji.

"HOSHI NO TORA SLASH!"

Sayatan dengan energi yang besar meluncur cepat ke arah Neji. Neji menghindar ke samping tetapi sayatannya berhasil menyayat pipi dan lengan kiri Neji. Langsung mengalir darah dari bagian yang tersayat tersebut.

"Ugh...kau memang brengsek! Ini perih!", ujar Neji sambil memegangi pipinya yang berdarah.

"Aku takkan menyerah sampai akhir", Sara maju untuk kembali menyerang Neji.

BUAKKH!

Neji berhasil memukul telak perut Sara dengan keras. Sara terlempar dan mulutnya mengeluarkan banyak darah. Neji kemudian tersenyum menyeringai.

"Kau pikir kau akan menang? Jangan bercanda, kau takkan pernah bisa mengalahkanku!", ujar Neji.

"Ugh...perutku sakit sekali..", gumam Sara.

HYUUGA STYLE: JUUKENHOU!

Neji dengan gesit kembali menyerang Sara. Kali ini tangan kanan Sara telah dipukul dengan keras sehingga katana Sara terlepas dan tangan kanan Sara sudah sulit digerakan.

"ARRRGHH!", Sara menjerit kesakitan.

"Sakit kan, itu akibatnya karena kau berani melukaiku. Kau akan kubuat merasakan sakit yang lebih dalam", ujar Neji lalu mengambil katananya dan menusuk kaki Sara.

JRASSSH!

"ARRRGH!", jerit Sara semakin keras. Darah mengucur keluar dari kakinya. Neji benar-benar begitu kejam. Sara kini sudah terduduk dan terkulai lemas. Matanya memandang sendu. Neji terus menatapnya dengan tajam dan tersenyum menyeringai.

"Sayonara Sara.."

JRASH!

"Ohok!"

Neji menusuk perut Sara hingga katananya menembus punggung Sara. Darah segar mengalir dengan deras dari mulut dan perut Sara. Neji kemudian menarik kembali katananya dengan kasar dan Sara pun tersungkur tak berdaya. Ketiga orang anggota klan Hyuuga yang menyaksikan itu menatap ngeri pada Neji. Tak disangka Neji begitu kejam dan sadis seperti itu.

"Ayo kita pergi", ujar Neji.

"Ba-bagaimana dengan dia?", tanya si tubuh gendut.

"Biarkan saja disitu", ujar Neji. Mereka berempat segera beranjak dari tempat itu meninggalkan Sara yang sudah tak berdaya dengan darah yang tergenang.

Setengah jam kemudian Kiba dan Akamaru keluar dari hall tersebut. Pertemuan didalam masih berlangsung. Kiba merasa bosan dan memutuskan keluar untuk mencari udara segar dia kemudian berjalan ke arah gang yang sepi tersebut dan alangkah kagetnya dia melihat Sara yang sudah terkapar tak berdaya. Kiba langsung menghampiri Sara.

"Sara-sama! Sara-sama!", panggil Kiba tapi Sara telah tak sadarkan diri dengan luka yang begitu parah.

"Sialan siapa yang berani berbuat seperti ini padanya!", ujar Kiba. Kiba kemudian memeriksa denyut nadi Sara.

"Denyutnya masih ada tetapi lemah sekali, dia harus segera dibawa ke rumah sakit!", ujar Kiba. Kiba kemudian segera membawa Sara ke mobilnya dan menuju rumah sakit. Dalam perjalanan Kiba langsung menelpon Haku.

"Halo buchou-sama! Ada hal gawat yang ingin kuberitahukan!", ujar Kiba.

"Ada apa Ki-chan? Kau tampaknya begitu panik?", tanya Haku.

"Sara-sama telah dilukai seseorang dan kini tak sadarkan diri. Aku sedang dalam perjalanan membawanya ke rumah sakit!", ujar Kiba.

"APA?! Seberapa parahkah lukanya?! Siapa yang berani melukainya?!", tanya Haku kaget.

"Dia mengalami luka tusuk yang serius di bagian perut dan kakinya. Badannya juga memar-memar. Aku tak tahu siapa yang melakukannya", ujar Kiba.

"Ki-chan tunggulah, aku akan segera menyusul!", ujar Haku lalu bersiap untuk pergi.

"Ada apa Haku, kenapa kau begitu panik? Siapa tadi yang menelpon?", tanya Zabuza yang ada disampingnya.

"Sara-chan telah dicelakai oleh seseorang, dia kini sedang dibawa Ki-chan menuju rumah sakit, aku harus segera menyusulnya Otou-sama!", ujar Haku lalu langsung meninggalkan ruang pertemuan itu. Haku segera keluar dari hall dan menuju mobil. Mobilnya langsung dibawa ngebut untuk menuju rumah sakit.

Kiba kini telah sampai di rumah sakit dan membawa Sara ke IGD. Petugas langsung membawa Sara untuk diperiksa. Sementara Kiba menunggu di luar ruangan. Tak lama kemudian Haku telah sampai dan segera menghampiri Kiba.

"Ki-chan, dimana istriku? Bagaimana keadaannya?", tanya Haku dengan muka yang begitu panik.

"Dia sudah masuk ruang IGD. Dokter sedang memeriksanya. Tapi lukanya begitu parah. Orang yang mencelakainya begitu sadis, syukurlah dia masih bisa bertahan hidup", ujar Kiba.

"Semoga tak terjadi apa-apa padanya. Ya Tuhan tolong lindungi istri dan anakku yang masih di rahimnya. Aku sangat mencintai mereka", ujar Haku.

Setelah diperiksa di IGD selama 1 setengah jam, dokter kemudian keluar dari IGD. Haku dan Kiba segera menghampiri dokter.

"Ba-bagaimana dokter keadaan istriku? Dia baik-baik saja bukan?", tanya Haku.

Dokter menatap Haku dengan pandangan yang sulit diartikan kemudian menunduk.

"Yuki-san istri anda sekarang ini masih hidup tetapi...", ujar dokter menggantung.

"Ta-tapi apa dokter? Kenapa dengan istriku?", tanya Haku.

"Lukanya begitu parah dan merusak beberapa organ dalam, mungkin sedikit lagi istri anda akan...", ujar dokter dengan muka sedih.

"Ti-tidak mungkin, aku ingin melihatnya sekarang!", ujar Haku lalu langsung memasuki ruangan IGD.

Haku kemudian melihat Sara yang telah dipasangi alat infus dsb. Sara terbaring lemah dan matanya terpejam. Haku kemudian duduk di sebelah ranjang Sara dan memegang tangan Sara.

"Sara-chan...", panggil Haku dengan lembut. Sara mulai bereaksi secara perlahaln. Matanya mulai terbuka secara perlahan.

"Haku-kun...", ujar Sara dengan lemah.

"Ya aku disini. Aku sudah berada disisimu sekarang istri tercintaku...", ujar Haku lalu tersenyum lembut.

"Haku-kun..maafkan aku..", ujar Sara.

"Ke-kenapa kau meminta maaf?", tanya Haku.

"A-aku tidak bisa melindungi anak kita. Kata dokter dia sudah gugur karena luka di perutku ini..", ujar Sara lalu airmata mulai membasahi pipinya.

"Tak apa-apa yang penting kamu selamat...Tidak usah dipikirkan, mungkin belum saatnya kita memiliki anak..", ujar Haku.

"Haku-kun...uhuk! uhuk!", ujar Sara lalu terbatuk keras.

"Sa-Sara-chan kau tak apa-apa!", ujar Haku panik.

"A-aku tak apa-apa. Haku-kun aku merasa waktuku sudah tidak lama lagi. Tubuh ini terasa begitu lemah..", ujar Sara.

"Jangan bicara begitu Sara-chan. Aku yakin kamu pasti bisa bertahan. Kita sudah berjanji untuk selalu bersama. Aku sangat mencintaimu, aku tak ingin kehilanganmu..", ujar Haku.

"Aku juga Haku-kun, aku juga sangat mencintaimu...uhuk!", ujar Sara lalu mulai batuk lagi.

"Sara-chan bolehkah aku tahu siapa yang telah melukaimu seperti ini?", tanya Haku.

Sara mengisyaratkan agar Haku mendekatkan telinganya. Sara pun membisikan sesuatu pada Haku dan Haku tampak terkejut mendengar itu.

"Haku-kun...maaf aku tak bisa menepati janjiku untuk bersamamu...Tapi selamanya aku akan terus mencintaimu...", ujar Sara dengan lemah lalu perlahan menutup matanya. Alat pengukur detak jantung telah menunjuk angka nol. Akhirnya Sara telah meninggalkan dunia ini.

"SARA-CHAN! SARA-CHAN! Kumohon jangan pergi! SARA-CHAN! KAU TAK BISA MENINGGALKAN AKU SENDIRIAN!", ujar Haku histeris. Haku mengguncang-guncangkan tubuh Sara, tapi apa daya kini Sara sudah tak bernyawa lagi. Dokter dan Kiba langsung masuk dan membantu menenangkan Haku.

Hari pemakaman Sara pun tiba. Tak banyak pelayat yang menghadiri pemakaman itu karena Haku ingin hanya orang-orang terdekat dan yang dipercayainya yang menghadiri pemakaman itu. Tampak Kiba, Koyuki, Sasuke dan Sakura bersama keluarga mereka hadir. Juga keluarga dan kerabat terdekat Haku. Prosesi pemakaman berlangsung, para wanita menangis tersedu-sedu. Semua terlihat sedih melihat makam Sara. Sara gadis yang cantik, baik dan agak pemalu. Gadis yang suka menolong dan baik pada semua orang. Siapa yang menyangka bahwa umurnya akan sesingkat ini. Pada usianya yang 17 tahun nyawanya telah direnggut. Bahkan Kiba pun terus menangis karena begitu hormat dan sayang pada Sara. Selama ini Sara sudah dia anggap seperti saudara perempuannya karena selalu memberikan nasihat yang baik pada Kiba dan begitu baik padanya. Sementara itu Haku terus berdiam dan mematung sambil terus menatap makam Sara. Haku seperti orang yang telah kehilangan jiwanya. Gadis yang amat dicintainya kini telah tiada. Seusai upacara pemakaman, para pelayat mulai meninggalkan area pemakaman itu. Tersisa Haku, Kiba, Koyuki, Sasuke dan Sakura. Haku kemudian mendekati makam Sara dan terus memandanginya.

"Sara-chan...Sara-chan...Sara-chan...", gumam Haku. Haku terus menatap makam itu dengan pandangan kosong. Kiba dan lainnya merasa iba melihat Haku seperti itu.

Tiba-tiba Haku memejamkan matanya dan tangannya mengepal dengan kuat. Airmata akhirnya keluar membasahi pipinya.

"Sara-chan aku takkan pernah memaafkannya...", gumam Haku. Haku kemudian membuka matanya. Sorot mata Haku kini dipenuhi dengan kebencian. Kebencian yang sangat mendalam. Kiba sangat kaget melihat sorot mata Haku yang seperti itu.

"Sorot mata itu!", gumam Kiba.

Beberapa hari kemudian terjadi kasus yang menggemparkan. Bangunan-bangunan yang dimiliki oleh perusahaan klan Hyuuga diporak-porandakan. Semua harta benda hancur dan orang-orang yang didalam bangunan itu dibunuh dengan sadis. Semua kaget dengan berita ini. Karena hal ini beberapa anggota klan Hyuuga tewas dan perusahaannya ditutup. Seseorang yamg misterius telah melakukan semua itu.

Di Hyuuga mansion, Hinata dan yang lainnya sedang membicarakan masalah ini.

"Neji-nii-sama kenapa ini terjadi begitu tiba-tiba? Siapa kira-kira yang melakukan ini?", tanya Hinata.

"Hmm..sepertinya dia sudah mulai bergerak ya..", batin Neji.

"Hinata, bisakah kau memanggil Naruto kesini? Aku ingin bicara padanya", ujar Neji.

"Eh? Kau mau bertemu Naruto? Ada urusan apa ya?", tanya Hinata bingung.

"Sudahlah kamu panggil saja dia kesini", ujar Neji.

"Baiklah, akan kutelpon dia", ujar Hinata. Hinata kemudian segera menelpon Naruto dan memberitahukan bahwa Neji ingin bertemu.

Akhirnya Naruto sampai di depan Hyuuga mansion. Dia sungkan untuk masuk karena segan pada Hiashi. Neji yang akhirnya keluar dan segera menghampiri Naruto.

"Hai Naruto, apa kabar?", sapa Neji.

"A-aku baik saja Neji-san. Ada apa ya memanggilku?", tanya Naruto.

"Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu? Tidak enak bicara disini, ayo kita ke tempat yang lebih nyaman untuk bicara", ujar Neji. Neji kemudian mulai berjalan diikuti Naruto di belakangnya. Mereka menuju kafe yang tak jauh dari situ. Mereka segera duduk dan memesan minuman.

"Ja-jadi apa yang ingin dibicarkan Neji-san?", tanya Naruto.

"Begini, aku tahu dari jaringan informasiku bahwa ternyata Yuki Haku, anak perdana menteri yang telah melakukan pengrusakan pada bangunan-bangunan klan Hyuuga. Dia bersama komplotannya juga yang telah membunuh beberapa anggota klan kami. Tapi karena buktinya kurang kuat kami tak bisa langsung menangkapnya", ujar Neji.

"Ti-tidak mungkin! Mana mungkin Haku-san berbuat sekejam itu", ujar Naruto kaget.

"Ini benar Naruto, dia sebenarnya memiliki dendam lama pada klan kami. Dan tampaknya sasarannya yang berikut adalah sekolah milik Klan Hyuuga yaitu White Knight Academy. Aku dengar dia telah mengajukan Ultimate Great School War pada Akatsuki!", ujar Neji.

"A-apa? Ti-tidak mungkin?! Pertarungan itu adalah pertarungan yang paling ekstrim. Larangannya begitu sedikit, bangunan sekolah bisa dihancurkan, musuh bisa dibu-bunuh.. Dia harus memiliki izin yang begitu khusus untuk melaksanakan pertarungan itu!", ujar Naruto.

"Dia anak perdana menteri. Dia bisa melakukan apa saja dengan kekuasaannya. Jadi kumohon Naruto di pertarungan itu, kalahkanlah Haku. Lindungilah White Knight Academy, banyak kenangan yang tersimpan di sekolah itu dan sekolah itu begitu penting bagi klan Hyuuga. Kau bersedia kan Naruto?", tanya Neji.

"Ya aku bersedia, aku akan melindungi White Knight Academy dengan seluruh kemampuanku!", ujar Naruto. Neji kemudian tersenyum menyeringai.

Setelah bertemu Neji, Naruto kemudian segera beranjak pergi untuk pulang ke rumahnya. Tapi tak disangka dia berpapasan dengan Haku dan Kiba di jalan.

"Ha-Haku-san, Kiba", ujar Naruto.

"Hoo Naruto", ujar Kiba lalu tersenyum menyeringai. Haku Cuma menatap dengan datar lalu kembali berjalan.

"Tu-tunggu sebentar Haku-san! Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?", tanya Naruto. Haku kemudian menoleh pada Naruto.

"A-apakah benar Haku-san telah mengajukan Ultimate Great School War pada Akatsuki?", tanya Naruto. Haku terdiam sesaat lalu menjawab.

"Itu benar, aku telah mengajukannya dan telah disetujui. Blue Knight Academy dan Red Knight Academy juga sebagian besar murid Black Knight Academy akan menyerang White Knight Academy pada hari Sabtu nanti", ujar Haku.

Naruto tercengang mendengar perkataan Haku. Ternyata yang telah dikatakan Neji semua benar. Tangan Naruto kemudian terkepal kuat.

"Kenapa?! Kenapa kau ingin melakukan ini Haku-san?! Kau tak mungkin berbuat segila ini!", ujar Naruto.

"Itu bukan urusanmu! Dan kalau kau menghalangiku Naruto, aku takkan segan-segan menghabisimu!", ujar Haku dengan sorot mata yang mengerikan. Naruto kaget melihat sorot mata itu. Sorot mata yang dipenuhi kegelapan dan kebencian. Haku kemudian berbalik dan segera berjalan menjauh darisitu.

"Jaa ne Naruto. Sampai ketemu di medan perang", ujar Kiba lalu mengikuti Haku.

Naruto kemudian berjalan pulang ke rumahnya dengan tak bersemangat. Dia begitu kaget dengan kejadian yang begitu tiba-tiba ini. Dia tak menyangka Haku yang dikenalnya baik, ramah dan penuh pengertian berubah drastis menjadi orang yang dingin dan penuh kebencian. Naruto kemudian menelpon Hinata untuk mengajaknya bertemu. Akhirnya setelah janjian mereka berdua bertemu di taman. Naruto dan Hinata kini duduk berdampingan. Naruto kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak Hinata.

"Ada apa Naruto-kun? Kau tampak tak bersemangat. Ada masalah apa?", tanya Hinata.

"Hinata-chan, aku tak habis pikir mengapa Haku-san akan nekat berbuat hal seperti itu", ujar Naruto.

"Me-memangnya ada apa? Apa yang akan dilakukan Haku-san?", tanya Hinata penasaran.

"Dia telah mengajukan Ultimate Great School War pada Akatsuki. Dan sekolah yang akan diserangnya adalah White Knight Academy", ujar Naruto.

"Apa?! Dia gila! Itu adalah pertarungan ekstrim yang sebenarnya dilarang! Ke-kenapa dia sampai menginginkan pertarungan tersebut?!", tanya Hinata kaget.

"Aku tak tahu, tapi kulihat dia kini sudah berbeda dari yang dahulu, sorot matanya kini begitu dingin dan penuh kebencian", ujar Naruto.

"Tenanglah Naruto, aku yakin kamu mampu untuk menghadapi semua ini. Aku akan terus mendukungmu, aku akan selalu disisimu", ujar Hinata lalu menggenggam erat tangan Naruto.

"Arigatou Hinata-chan, kamu memang pacarku yang paling baik", ujar Naruto.

"Maafkan aku yang dahulu telah banyak menyakitimu, tapi kini aku takkan menyerah lagi. Aku akan memperjuangkan cinta kita. Aku akan mencoba berbicara lagi dengan Tou-sama agar membatalkan pertunanganku dengan Temujin", ujar Hinata.

Naruto dan Hinata kemudian berpelukan lalu berciuman dengan mesra. Pasangan ini memang tak bisa dipisahkan karena rasa cinta masing-masing yang begitu besar.

Beberapa hari berlalu. Kini sudah hari Jumat. Pada malam hari, Haku, Kiba, Sasuke, Koyuki dan Sakura kini sedang berkumpul di apartemen Haku. Mereka sedang membahas persiapan untuk pertarungan besok hari.

"Buchou-sama, aku sudah tak sabar menantikan hari esok! Aku ingin cepat-cepat menghabisi mereka semua!", ujar Kiba.

"Ingatlah, siapapun yang menghalangi kalian, singkirkan dia! Jangan segan-segan!", ujar Haku dengan sorot mata yang mengerikan.

"Aku mengerti buchou-sama!", ujar Kiba.

Hari Sabtu tiba. Pada pukul 10 pagi, pasukan gabungan Blue Knight Academy, Red Knight Academy, dan sebagian murid Black Knight Academy telah sampai di depan gerbang White Knight Academy. Karena ini pertandingan khusus, maka 5 anggota Akatsuki yang mengawasinya. Mereka adalah Sasori, Kisame, Hidan, Itachi dan Deidara. Sementara pasukan White Knight Academy juga sudah bersiap di halaman depan sekolah mereka. Pertarungan besar yang melibatkan 4 sekolah Knight akan segera dimulai. Tapi sebelum itu Deidara akan memberitahukan peraturannya.

"Ultimate Great School War adalah sebuah pertandingan antar sekolah yang khusus dimana jumlah peserta tak dibatasi, dan boleh menggunakan senjata apa saja. Pertarungan ini terdiri dari dua kubu, Kubu yang pertama adalah kubu bertahan, dimana kubu yang bersangkutan akan berusaha melindungi properti sekolahnya agar tidak dihancurkan kubu penyerang. Kubu yang kedua adalah kubu penyerang, Kubu penyerang adalah kubu yang berusaha untuk menghancurkan dan menghabisi seluruh kubu bertahan. Jika kubu penyerang berhasil menghancurkan seluruh properti sekolah kubu bertahan maka kubu penyerang menang sedangkan jika kubu bertahan dapat melindungi properti sekolah dan mengalahkan 50% pasukan kubu penyerang maka kubu bertahan yang menang. Pertarungan ini juga tak melarang untuk menewaskan seseorang, inilah titik ekstrimnya. Apa sudah jelas peraturannya?

"YAAAAA!"

"Kalau begitu mulai..", ujar Deidara.

"TUNGGU SEBENTAR!"

Muncul pasukan dengan seragam berwarna hijau. Semua kaget melihatnya. Ternyata itu pasukan dari Green Knight Academy mereka datang lalu berdiri disamping pasukan White Knight Academy.

"Kami dari Green Knight Academy meminta izin untuk ikut serta dalam pertarungan ini. Kami akan berpihak pada kubu bertahan yaitu White Knight Academy", ujar Shino selaku ketua dewan murid.

"Baiklah kalian diizinkan. Karena semua persiapan sudah oke, sedikit lagi kita mulai pertandingannya", ujar Deidara.

Sementara itu para anggota Saikyou no Sedai yang kini berhadapan saling bertatapan dengan tajam.

"Tak kusangka kau akan datang Shino. Tapi baguslah, aku yang akan melawanmu!", ujar Kiba.

"Aku takkan kalah darimu Kiba. Akan kulawan kau dengan seluruh kemampuanku", ujar Shino.

"Uzumaki sepertinya inilah saat yang tepat untuk membereskan masalah kita!", ujar Sasuke.

"Ya Uchiha aku tahu. Yang kunantikan kita bisa mengadu kekuatan sharingan kita!", ujar Menma.

"Haku-san kau yakin dengan semua ini?', tanya Naruto.

Haku masih terdiam dengan memejamkan matanya. Tak lama kemudian airmata membasahi pipinya.

"Sara-chan akan kubalaskan kematianmu...", batin Haku

"PERTARUNGAN DIMULAI!", teriak Deidara.

"Ayo maju semuanya! Habisi mereka semua!", teriak Haku dengan sorot mata penuh kegelapan.

Pertarungan antara Saikyou no Sedai dan 5 sekolah knight dimulai...

To Be Continued...

Yosh! Chapter 21 update! Disini diceritakan Neji menantang Sara untuk bertarung. Sara kewalahan menghadapi Neji dan akhirnya dibunuh dengan sadis oleh Neji. Haku akhirnya menyaksikan istri tercintanya meninggal dan bersumpah akan membalas kematiannya. Neji kemudian menemui Naruto dan memberitahu segalanya tentang Haku. Akhirnya pertarungan antara 5 sekolah Knight dimulai. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Chapter depan adalah chapter terakhir season 2.

Yang login saya sudah balas review lewat PM.

Ini balasan buat yang ngak login:

BAMZZ ZETOK: Ok! Arigato! Sorry saya laki-laki. Thx buat rnr!

Xxx: Arigato! Ok! Thx buat rnr!

Sevensword: Ok! Thx buat rnr!

Renzy Strife: Arigato! Ya begitulah. Ok! Thx buat rnr!

Peko: Ok! Thx buat rnr!

Narutoloverz: Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!

Natsumi-chan: Ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!

The Guest: Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

Aaa aa: Ok! Maaf updatenya lama. Ok! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!