WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 2 : SAIKYOU NO SEDAI
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Saikyou no Sedai adalah grup yang terdiri dari anak-anak yang memiliki kemampuan yang hebat dan istimewa. Tapi karena suatu sumpah yang mereka sepakati bersama, mereka harus saling bertarung untuk menentukan siapa yang paling kuat diantara mereka. Naruto adalah salah satu anggotanya. Mampukah Naruto menghadapi anggota Saikyou no Sedai lainnya? Lalu bagaimanakah kelanjutan kisah cintanya dengan Hinata?
Chapter 22 – Akhir Untuk Awal Yang Baru
Sementara itu para anggota Saikyou no Sedai yang kini berhadapan saling bertatapan dengan tajam.
"Tak kusangka kau akan datang Shino. Tapi baguslah, aku yang akan melawanmu!", ujar Kiba.
"Aku takkan kalah darimu Kiba. Akan kulawan kau dengan seluruh kemampuanku", ujar Shino.
"Uzumaki sepertinya inilah saat yang tepat untuk membereskan masalah kita!", ujar Sasuke.
"Ya Uchiha aku tahu. Yang kunantikan kita bisa mengadu kekuatan sharingan kita!", ujar Menma.
"Haku-san kau yakin dengan semua ini?', tanya Naruto.
Haku masih terdiam dengan memejamkan matanya. Tak lama kemudian airmata membasahi pipinya.
"Sara-chan akan kubalaskan kematianmu...", batin Haku
"PERTARUNGAN DIMULAI!", teriak Deidara.
"Ayo maju semuanya! Habisi mereka semua!", teriak Haku dengan sorot mata penuh kegelapan.
Semua murid yang terlibat pertarungan itu maju untuk menyerang lawan masing-masing. Tempat itu jika dilihat dari atas seperti kumpulan manusia dengan baju warna warni. Biru, merah dan hitam melawan putih dan hijau. Semua mengerahkan segala kemampuannya untuk menjatuhkan lawan masing-masing. Senjata-senjata dipakai untuk melukai. Bunyi tautan pedang sangat terdengar jelas. Inilah pertarungan terbesar antara sekolah Knight. Pertarungan yang melibatkan 5 Knight Academy yang berada di Knight's Territory. White Knight Academy yang terletak di distrik Konoha, Green Knight Academy yang terletak di distrik Kusa, Black Knight Academy yang terletak di distrik Oto, Red Knight Academy yang terletak di distrik Iwa dan Blue Knight Academy yang terletak di distrik Kiri. Ke-5 sekolah terlibat dalam satu medan pertempuran. 2 kubu bertarung untuk mempertahankan White Knight Academy dan 3 kubu lainnya bergabung untuk menghancurkan White Knight Academy.
Pertarungan berlangsung dengan sengit. Semuanya benar-benar serius dalam pertarungan ini. Mereka semua berambisi untuk memenangkan pertarungan.
Terlihat di salah satu bagian medan pertempuran para wanita yang dulunya tergabung dalam White Knight Elite kini saling berhadapan.
"Tak kusangka kita akan dihadapkan pada kondisi seperti ini. Ironis sekali", ujar wanita berambut biru yaitu Koyuki.
"Padahal dulu kita kan satu tim", ujar Shion.
"Tapi pertarungan ini tak bisa dihindari, karena kita akan mempertaruhkan segalanya di pertarungan ini. Aku akan berjuang untuk hal yang kupercayai", ujar Sakura bersiap dengan naginatanya.
"Jidat tak kusangka kau akan kembali terjebak dengan permainan Sasuke! Kau ini benar-benar naif ya?", ujar Ino dengan pandangan meremehkan.
"Sasuke-kun yang sekarang bukanlah orang yang seperti itu! Dia sudah banyak mengalami perubahan sekarang", ujar Sakura.
"Heh, kau benar-benar bodoh ya?! Orang seperti Sasuke mana mungkin berubah. Orang bejat seperti dia lebih baik menderita saja di neraka!", ujar Ino.
"Ugh..Ino kau...", ujar Sakura.
"Ayo lawan aku Sakura-jidat, aku akan menghabisimu!", ujar Ino lalu bersiap dengan rapier miliknya.
"Dasar Ino-pig!", ujar Sakura lalu maju menyerang dengan naginatanya.
"Kemari kau jidat!", ujar Ino lalu maju menyerang dengan rapiernya.
TRANGGG!
Sementara Shion dan Koyuki masih berhadapan. Mereka telah bersiap dengan senjata mereka masing-masing tetapi mereka masih terlibat pembicaraan.
"Koyuki kenapa? Kenapa kau harus memihak mereka?", tanya Shion.
"Haku-sama adalah sahabat baik dan sangat dihormati oleh Kiba-kun. Dia juga telah banyak membantu kami dan berbuat baik pada kami. Kini dia meminta bantuan kepada kami untuk bertarung karena itu kami harus membantunya. Dia adalah orang yang selalu memperjuangkan keadilan. Karena kami melaksanakan pertarungan ini untuk menuntut keadilan!", ujar Koyuki.
"Eh? Apa maksudmu? A-aku tak mengerti Koyuki", ujar Shion bingung.
"Kalau dijelaskan pasti ceritanya akan panjang. Lebih baik kita fokus pada pertarungan. Ayo Shion lawanlah aku! Kita tentukan siapa yang paling kuat diantara kita berdua!", ujar Koyuki lalu dengan gesit langsung menyerang dengan kunai-kunai miliknya.
TRANG...TRANG...TRANG...
Shion menangkis serangan Koyuki dengan panah-panah dari busur miliknya. Anak panah itu bertabrakan dengan kunai Koyuki sehingga tak mengenai Shion.
"Koyuki, sebenarnya apa yang kau maksud tadi?", tanya Shion.
"Diamlah Shion! Kita ini sedang bertarung!", ujar Koyuki lalu kembali menyerang dengan kunainya. Mereka terus bertarung dengan sengit.
"GREAT CHAINED KUNAI STAB!"
"SUZAKU FIRE ARROW!"
Serangan itu saling bertabrakan dan terjadi ledakan energi yang cukup besar. Setelah melakukan teknik masing-masing mereka kembali saling menyerang.
Sementara itu di bagian lain para anggota Saikyou no Sedai sudah memulai pertarungan mereka. Terlihat Menma dan Sasuke sudah terlibat adu teknik.
"AMATERASU!", ujar Menma. Menma mengeluarkan api hitam dari mata sharingan miliknya. Sementara itu Sasuke mundur kebelakang dan mengaktifkan sharingan miliknya.
"SUSANO'O!"
Terbentuk pelindung berbentuk manusia berbaju besi yang melindungi Sasuke dari serangan api hitam milik Menma. Menma kaget melihat sosok Susano'o milik Sasuke.
"I-itu kan Susano'o, Uchiha sudah berhasil menguasainya?", gumam Menma.
"Uzumaki Menma, serangan Amaterasu takkan mempan menghadapi Susano'o, jadi percuma saja kau menyerang dengan teknik itu!", ujar Sasuke sambil tersenyum menyeringai.
"Cih! Kau pikir aku Cuma memiliki Amaterasu saja, bagaimana kalau kumulai serangan kombinasiku", ujar Menma lalu membentuk sebuah teknik.
"Heh, kau mau mengeluarkan bayangan hitam sialan milikmu itu ya?", ujar Sasuke.
"Bersiaplah Uchiha! Ayo serang dia!", ujar Menma yang sudah membentuk bayangan-bayangan hitam yang menyerupai dirinya. Puluhan bayangan hitam itu mulai maju untuk menyerang Sasuke.
"Ayo maju kalian semua! Aku akan menghancurkan kalian dalam sekejap!", ujar Sasuke lalu mulai menangkis serangan para bayangan hitam dengan Susano'onya.
Di bagian lain medan pertempuran juga terjadi pertarungan sengit antara Kiba dan Shino. Mereka berdua saling menyerang dengan menggunakan teknik masing-masing. Kiba dibantu anjingnya Akamaru untuk melakukan serangan kombinasi dan Shino menyerang menggunakan kumpulan serangganya yang mematikan.
"AKAMARU GREAT TORPEDO!"
Anjing putih milik Kiba, Akamaru meluncurkan beberapa torpedo ke arah Shino. Torpedo itu melesat dengan cepat ke arah Shino tapi Shino langsung membentuk sebuah teknik.
"KIKAICHUU BARRIER!"
Tercipta dinding tebal yang terbentuk dari kumpulan serangga milik Shino. Torpedo-torpedo itu berhasil ditangkis sehingga tak mengenai Shino. Shino kemudian segera membentuk teknik lain.
"KIKAICHUU GREAT ATTACK!"
Seranga-serangga milik Shino kini membentuk rupa seperti tombak-tombak padat dan segera melesat dengan cepat menuju arah Kiba dan Akamaru. Kiba kaget melihat serangan tiba-tiba ini dan dengan gesit membentuk sebuah teknik.
"GAROUGA!"
Kiba dan Akamaru melakukan teknik kombinasi dengan melakukan putaran dengan cepat untuk menangkis serangan serangga milik Shino. Dengan teknik putaran yang bak angin puyuh itu, Kiba dan Akamaru berhasil mengatasi serangan milik Shino.
"Hahh..kau memang hebat Shino, kau bisa membuatku kelelahan secepat ini...", ujar Kiba yang terengah-engah.
"Hmm...sudah kubilang setiap lawanku, akan kulawan dengan seluruh kemampuanku", ujar Shino.
"Heh, tapi setelah ini aku pasti akan menjatuhkanmu. Bersiaplah untuk kalah dasar pecinta serangga!", ujar Kiba yang mulai bersiap untuk menyerang.
"Hn", gumam Shino juga bersiap dengan serangga yang mulai mengerubungi kedua tangannya.
Sementara itu Naruto sedang menghadapi beberapa murid dari Blue Knight Academy yang berbondong-bondong menyerangnya. Mereka terus menyerang Naruto bertubi-tubi. Naruto begitu kewalahan menghadapi mereka. Sementara itu Haku terus menerobos pertahanan dari kubu White dan Green. Dia menghabisi siapapun yang menghalanginya.
"THOUSAND ICE NEEDLE!"
Haku membentuk sebuah teknik dan terciptalah serangan ribuan jarum es yang menghujam tiap lawan yang mendekatinya. Haku juga menggunakan kunai tajam untuk mengabisi lawan yang sangat dekat jaraknya. Akhirnya Haku sampai didepan gedung sekolah White Knight Academy. Dia kini berhadapan dengan Gaara. Gaara telah bersiap dengan teknik pasirnya.
"Takkan kubiarkan kau seujung jaripun menyentuh sekolah ini!", ujar Gaara.
"Minggir", ujar Haku dengan datar.
"Lawan aku dulu!", ujar Gaara lalu langsung menyerang dengan pasirnya.
"SABAKURYUU!"
Gelombang pasir mulai timbul dan melesat dengan cepat menuju Haku. Haku Cuma terdiam dan gelombang pasir itu terlihat telah menyapu semua yang ada disekitarnya.
"Heh, rasakan itu!", ujar Gaara sambil tersenyum menyeringai.
"FREEZING ICE!"
Tiba-tiba pasir milik Gaara mulai membeku menjadi bongkahan es. Serangan milik Gaara itu ternyata tak mengenai Haku. Haku malah membuat pasir itu membeku menjadi es. Haku kemudian lari dengan cepat menuju arah Gaara.
"NEEDLE ICE ACCELERATION WALL TECHNIQUE!"
Haku kemudian membentuk dinding-dinding es disekitar Gaara dan Gaara kaget melihat hal itu. Haku kemudian mulai melancarkan serangannya. Jarum-jarum es mulai keluar dari dinding es itu dan melesat menuju Gaara secara bersamaan.
"SABAKU BARRIER!"
Gaara menggunakan teknik pelindung pasirnya. Tapi jarum-jarum es itu masih menempel di pelindung pasir milik Gaara.
"FREEZING ICE!"
Haku kemudian membekukan pasir milik Gaara. Gaara yang masih didalamnya pun ikut menjadi beku hingga tak bisa bergerak. Haku kemudian melesat dengan cepat menuju arah Gaara dan menghancurkan bongkahan es itu dengan kunainya.
"JRASSSH!"
Gaara yang masih membeku ditusuk dengan kunai milik Haku di bagian perut. Tak hanya itu, setelah itu Haku juga menyayat bagian dada Gaara hingga Gaara terjatuh dan tersungkur tak berdaya. Badan Gaara mengeluarkan begitu banyak darah.
"Serangan seperti itu takkan mempan padaku", ujar Haku lalu berjalan melewati Gaara yang sudah terkapar.
Haku kemudian melihat gedung sekolah White Knight Academy yang kini didepannya.
"Jadi inikah sekolah yang selalu dibangga-banggakan olehmu Sara-chan?", gumam Haku.
"Tapi pemilik sekolah ini juga yang selama ini membuatmu menderita...", gumam Haku lagi. Haku kembali menitikan airmatanya.
"Sara-chan, aku takkan pernah memaafkan klan Hyuuga! TAK AKAN PERNAH!", ujar Haku dengan geram.
"GREAT ICE SLASH!" Terbentuk pedang Es yang cukup besar dan Haku bersiap menghancurkan gedung sekolah itu.
KRAAAKKK!
Pedang es itu ditahan oleh aura-aura berwarna oranye. Ternyata Naruto telah datang untuk menghentikan Haku. Haku kaget melihat kemunculan Naruto yang tiba-tiba.
"Aku takkan membiarkanmu menghancurkan sekolah ini, Haku-san!", ujar Naruto.
"Naru-chi, ternyata kau ya", ujar Haku. Haku kemudian menarik kembali pedang es miliknya dan menatap tajam Naruto. Begitu sebaliknya Naruto menatap tajam Haku.
"Haku-san kenapa? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kau bisa berubah menjadi seperti ini?!", tanya Naruto.
"Sudah kubilang, jangan pernah mencampuri urusanku!", ujar Haku lalu maju dengan cepat untuk menyerang Naruto.
TRANG!
Pedang es milik Haku bertautan dengan saber beam milik Naruto. Haku kemudian menarik kembali pedangnya dan kembali maju untuk menyerang Naruto.
TRANG! TRANG! TRANG!
Adu pedang yang sengit pun terjadi. Haku terus menyerang Naruto bertubi-tubi. Naruto juga terus menangkisnya. Tapi Haku semakin lama semakin gesit menyerang Naruto. Naruto mulai kewalahan menghadapi serangan Haku.
"Haku-san, kenapa kau menjadi seperti ini? Kenapa kau tiba-tiba menyerang sekolah kami?!", tanya Naruto.
Haku tak menjawab dan terus menyerang Naruto lebih kuat lagi. Hingga akhirnya Haku berhasil menemukan kelengahan Naruto dan berhasil menyayat bagian pinggang Naruto.
"Ukh! Uakh!", rintih Naruto sambil memegangi pinggangnya yang berhasil disayat pedang es milik Haku.
"BUAKHH!"
Haku dengan cepat menendang kepala Naruto hingga Naruto terpental cukup jauh. Naruto tersungkur dengan bibir yang sudah mengeluarkan darah.
"Ugh..sial..", rintih Naruto.
Haku kemudian mulai berjalan mendekati Naruto. Naruto kembali berdiri dan segera membentuk teknik.
"YOUKOU BEAM!"
Serangan beam dengan aura Youkou milik Naruto kini melesat dengan cepat menuju Haku. Haku Cuma tersenyum tipis dan membentuk teknik miliknya.
"ICE BARRIER!"
Terbentuk dinding es yang tebal dan serangan Youkou beam dari Naruto berhasil ditepis oleh dinding es tebal milik Haku itu. Haku terus berjalan mendekati Naruto dengan santai. Naruto kemudian bersiap untuk menyerang Haku kembali.
JRASSH!
Punggung Naruto tiba-tiba tersayat. Ternyata Haku telah muncul dibelakang Naruto secara tiba-tiba. Dia menyayat punggung Naruto dengan kunai miliknya. Naruto kaget dan langsung tersungkur.
"Ke-kenapa padahal tadi aku melihatnya didepanku...mustahil dia bisa bergerak secepat itu...", gumam Naruto.
"Naru-chi apa kau sudah lupa dengan teknik milikku yang satu ini?", tanya Haku yang kini berdiri didekat Naruto.
"Ugh..ICE CAMUFLASE ya..", pikir Naruto.
"Aku bisa memanipulasi es hingga membentuk bayangan yang sama persis dengan diriku", ujar Haku.
"Haku-san kamu memang sangat hebat, kamu memang pantas menyandang gelar leader Saikyou no Sedai...", ujar Naruto.
"Naru-chi pernakah kamu kehilangan orang yang sangat kamu cintai?", tanya Haku.
"Eh? I-iya aku sudah kehilangan ibu dan ayahku, mereka adalah orang yang sangat aku cintai", ujar Naruto yang sedikit kaget dengan pertanyaan Haku yang tiba-tiba itu.
"Bagaimana rasanya kehilangan mereka, kau pasti merasa sakit sekali kan?", tanya Haku.
"Te-tentu saja, aku sangat sedih dan seperti putus harapan untuk hidup...", ujar Naruto.
"Yah..itulah yang kualami sekarang ini...", ujar Haku dengan tatapan sendu.
"Eh? A-apa maksudmu?", tanya Naruto bingung.
"Istriku Sara-chan sudah meninggal Naru-chi...", ujar Haku.
Naruto tercengang mendengar perkataan Haku itu. Matanya membulat dan begitu kaget.
"Be-benarkah? Kapan Sara-chan meninggal?", tanya Naruto.
"Dia meninggal seminggu yang lalu... Maaf aku belum sempat memberitahumu", ujar Haku.
"Ke-kenapa? A-apa yang terjadi pada Sara-chan?", tanya Naruto.
"Salah seorang dari klan Hyuuga yang telah membunuhnya...", ujar Haku.
Naruto lebih kaget mendengar perkataan Haku yang satu ini.
"Ti-tidak mungkin, si-siapa yang tega membunuh Sara-chan?", tanya Naruto.
"Percuma saja memberitahumu, kau pasti takkan percaya. Lebih baik kita tuntaskan dulu pertarungan kita ini", ujar Haku lalu bersiap dengan pedang esnya.
"Ha-Haku-san tunggu, siapa yang sebenarnya telah membunuh Sara-chan?", tanya Naruto lagi.
"ICE SWORD SLASH!"
Sayatan dengan es yang membeku melesat menuju arah Naruto dengan cepat. Naruto berhasil menangkisnya dengan aura Youkou miliknya.
"ICE SWORD SLASH!"
Haku terus menyerang Naruto bertubi-tubi. Naruto berusaha menghindar dan menangkis segala serangan dari Haku.
"Haku-san, kenapa kita harus bertarung seperti ini?! Kita bisa bicarakan ini baik-baik!", ujar Naruto.
"Itu tidak perlu, karena semua yang berhubungan dengan klan Hyuuga akan kumusnahkan semuanya! Termasuk kau!", ujar Haku.
"DRAGON ICE SLASH!"
Pedang es milik Haku mengeluarkan teknik sayatan yang berbentuk naga. Dan serangan itu langsung melesat menuju Naruto.
"UARRGHH!"
Naruto terpental jauh karena serangan itu. Walaupun dia sudah memakai pelindung aura Youkou miliknya ternyata serangan Haku lebih kuat hingga membuat dirinya terpental cukup jauh.
"Ughh sial...itu serangan yang kuat sekali...", rintih Naruto.
"Naru-chi, sebaiknya kuselesaikan saja disini!", ujar Haku lalu membentuk teknik lagi.
"Sialan teknik itu!", ujar Naruto kaget.
Sementara itu Sasuke yang melawan Menma masih bertarung dengan sengit. Mereka berdua menggunakan teknik-teknik dari kekuatan mata Sharingan milik mereka.
"AMATERASU!", ujar Menma
"ENTON!", ujar Sasuke.
Kedua serangan itu bertabrakan hingga tercipta ledakan energi yang dahsyat.
BUAAAM!
Tanah di sekitar situ porak-poranda. Kedua orang itu kemudian mundur untuk bersiap untuk menyerang lagi.
"Uzumaki kau memang hebat, bisa menggunakan kekuatan Sharingan milik klan Uchiha sampai seperti itu", ujar Sasuke yang terlihat mulai kelelahan.
"Heh.. aku takkan menyia-nyiakan mata pemberian milik Naka ini. Dia sudah mempercayakannya padaku jadi aku akan menjaganya dengan baik!", ujar Menma sambil terengah-engah.
"Tapi kau takkan mampu mengimbangi kekuatan anggota klan Uchiha yang asli. Kali ini aku akan benar-benar menghabisimu Uzumaki Menma!", ujar Sasuke yang mulai mengumpulkan energi listrik di tangannya.
"Hmm..aku tak berniat kalah darimu. Akan kugunakan teknik yang kutiru dan kukembangkan dari teknik milik Naruto ini!", ujar Menma lalu mengumpulkan energi hitam di tangannya.
"Mati kau Uzumaki Menma!", ujar Sasuke lalu maju menyerang Menma.
"Mati kau Uchiha Sasuke!", ujar Menma lalu maju menyerang Sasuke.
"CHIDORI!"
"DARK RASENGAN!"
BUAAAAAAAAM!
Di bagian lain, Kiba dan Shino masih terus bertarung dengan sengit. Tapi tampaknya mereka berdua juga mulai kelelahan. Kini mereka berdua sejenak berhenti dan saling menatap dengan tajam.
"Cih, Shino tampaknya kau berkembang menjadi lebih kuat. Aku kewalahan menghadapimu", ujar Kiba sambil menghapus keringat di pelipisnya.
"Kau juga, tampaknya kau juga berlatih dengan keras", ujar Shino.
"Tapi kekuatan seperti itu takkan cukup untuk menjatuhkanku. Kini akan kugunakan teknik rahasia milikku!", ujar Kiba.
"Majulah, akan kuhadapi apapun teknikmu itu!", ujar Shino.
"Bersiaplah untuk kalah Shino! Akamaru Combi!", ujar Kiba.
Akamaru tiba-tiba memunculkan klon miliknya dari tubuhnya sehingga Akamaru kini menjadi dua. Kiba kemudian berdiri diantara kedua Akamaru itu.
"GREAT CERBERUS TORNADO!"
Kiba dan kedua Akamaru berputar dengan sangat kencang hingga mereka seperti angin tornado. Mereka kini melesat dengan cepat menuju arah Shino.
"Jadi inikah teknikmu yang paling hebat?", batin Shino.
"Akan kuhentikan! MUSHI DAMA!", ujar Shino.
BDAAAAM!
Pertarungan antara Koyuki dan Shion juga Sakura dan Ino masih terus berlanjut. Mereka masih saling menyerang dengan penuh semangat.
"Terima ini jidat!", ujar Ino yang terus menyerang Sakura dengan sayatan rapier miliknya.
"Aku takkan kalah pig!", ujar Sakura lalu mulai menyerang balik Ino.
TRANGG!
Kedua senjata mereka terhempas karena berbenturan dengan keras. Kini mereka mundur dan saling bertatapan dengan tajam.
"Mari kita akhiri ini Haruno Sakura. Kita tentukan siapa yang paling kuat diantara kita!", ujar Ino.
"Ya! Ayo kita bertarung sampai titik darah penghabisan Yamanaka Ino!", ujar Sakura.
"Dasar jidat brengsek!", ujar Ino yang maju menyerang.
"Dasar babi gendut menyebalkan!", ujar Sakura. Mereka berdua berlari maju dan semakin dekat dan bersiap saling meninju.
BUAAAKKH!
Shion dan Koyuki kini berhenti sejenak. Badan mereka berdua sudah banyak tersayat dan terluka dan banyak mengeluarkan darah.
"Tak kusangka gadis manja sepertimu bisa berkembang menjadi sekuat ini, Shion", ujar Koyuki sambil merintih.
"Kau juga menjadi kuat Koyuki. Aku benar-benar kewalahan menghadapi seranganmu", ujar Shion yang sedang menahan rasa sakit karena luka-luka di tubuhnya yang terasa perih.
"Tapi sebuah pertarungan harus memiliki pemenang bukan? Jadi mari kita segera akhiri ini untuk menentukan pemenangnya", ujar Koyuki yang kini berdiri sambil memegang senjata andalannya yaitu kunai dengan rantai.
"Ya kau benar, mari kita segera akhiri ini", ujar Shion yang juga sudah berdiri sambil memegang busur dan anak panahya.
"GREAT CHAINED KUNAI SHADOW STAB!"
"ARROW OF COMBINATION ELEMENT!"
BUAAAAM!
Sementara itu di tempat Naruto yang sedang bertarung dengan Haku, semua yang berada disekitar situ telah membeku dan menjadi bongkahan es. Haku kini berdiri ditengah-tengan bongkahan-bongkahan es tersebut.
"Saatnya aku menghancurkan gedung sekolah ini", ujar Haku lalu bersiap menggunakan tekniknya lagi.
BATS!
Tiba-tiba Naruto muncul dari bawah bongkahan es tersebut dan menahan tangan Haku. Haku sangat kaget melihat kemunculan Naruto dan langsung mundur untuk menghindari Naruto.
"Tak kusangka kau mampu bertahan dari serangan itu. Naru-chi kau menjadi kuat", ujar Haku.
"Ya, itu serangan yang luar biasa. GREAT CRYSTAL ICE WAVE yang luar biasa", ujar Naruto yang badannya menggigil karena tubuhnya sedikit membeku.
"Tampaknya aku tak bisa lagi meremehkanmu Naru-chi, bersiaplah untuk yang satu ini!', ujar Haku lalu membentuk sebuah teknik lagi.
"ICE METEOR!"
Bongkahan-bongkahan es sebesar meteor kini muncul dari atas langit dan melesat dengan cepat menuju arah Naruto. Naruto begitu kaget melihat serangan itu.
Uaggh!
Naruto berusaha menghindar tapi karena meteor es itu yang begitu banyak dan begitu cepat menghujam tanah akhirnya Naruto terkena dan tertimpa beberapa bongkahan es. Naruto meringis dan merintih kesakitan dan tubuhnya tak mampu lagi bergerak.
"Ugh sial...es ini berat sekali!", ujar Naruto yang berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari bongkahan es tersebut.
Sementara itu murid-murid dari kubu Blue Knight yang berhasil menembus pertahanan telah sampai di gedung sekolah dan mulai merusak gedung sekolah. Mereka melemparinya dengan benda-benda tumpul dan menggunakan teknik mereka untuk merusak gedung sekolah.
"Sial, mereka sudah mulai merusak properti sekolah!", ujar Naruto.
Sementara itu Haku tersenyum tipis melihat hal itu. Dia kemudian mulai berjalan untuk mendekati gedung sekolah.
"Aku akan menghentikan semua ini!", ujar Naruto. Naruto kemudian memfokuskan pikirannya. Dia kemudian mengeluarkan energi Youkou miliknya secara tiba-tiba hingga menghancurkan bongkahan es yang menimpanya.
"Aku harus melindungi White Knight Academy!"
Naruto terus berlari menyusul Haku yang sudah mendekati sekolah itu.
BUAAAKHH!
Naruto berhasil mendaratkan pukulan di punggung Haku hingga Haku jatuh tersungkur. Haku kemudian berbalik dan menatap Naruto dengan tajam.
"ICE NEEDLE!"
Serangan jarum es milik Haku kini melesat menuju Naruto dengan cepat.
"YOUKOU BEAM!"
Naruto mengeluarkan beam miliknya dan dapat menangkis serangan jarum es milik Haku.
"Takkan kubiarkan kau menghancurkan sekolah-ku, Haku-san!", ujar Naruto geram.
"Sudah kubilang jangan menghalangiku!", ujar Haku lalu maju mendekati Naruto dengan cepat.
BUKH! BUKH! BUAKHH!
Naruto dan Haku terlibat adu pukul yang sengit. Mereka saling memukul secara bertubi-tubi. Tapi Naruto mendapatkan kelengahan Haku dan berhasil mendaratkan satu pukulan telak di pipi Haku.
BUAAAKHH!
Haku terlempar cukup jauh dan tersungkur. Mulutnya mengeluarkan banyak darah. Naruto kemudian berdiri sambil menatap Haku dengan tajam.
"HAKU-SAN! KENAPA KAU INGIN SEKALI MENGHANCURKAN SEKOLAH KAMI?!", tanya Naruto dengan geram.
"Cih! KARENA AKU SANGAT MEMBENCI KLAN HYUUGA!", teriak Haku dengan ganas.
"ULTIMATE ICE METEOR WAVE!"
Tercipta ribuan meteor es dari langit dan bersiap menghujam seluruh tempat itu. Semua kaget melihat hal itu. Banyak yang mulai lari dari tempat itu.
"Cepat lari! Meteor es itu akan segera menghantam kita semua!"
"Waaaa! Waaa!" Murid-murid yang berada disitu mulai panik dan mulai melarikan diri. Sementara itu Naruto tercengang melihat teknik Haku itu.
"Jadi inikah kekuatan sebenarnya dari Haku-san...", gumam Naruto.
BUAAMM! BUAMM! BUAAM!
Meteor es itu mulai menghujam semua yang berada disekitar situ. Ada yang berhasil menangkis dan ada juga yang tidak dan kena tertimpa meteor es itu. Semuanya menjadi seperti daratan es. Gedung sekolah juga hampir porak poranda karena dihujam oleh meteor es yang berat tersebut.
Naruto berhasil menangkis hujaman meteor es tersebut. Dia kemudian melihat sekelilingnya semua telah porak poranda. Banyak murid yang tak sempat menghindar dan melindungi diri kini terkapar tak berdaya setelah terhujam bongkahan-bongkahan es. Tangannya mengepal dengan kuat. Dia kemudian melihat Haku yang kini terduduk karena kelelahan. Naruto kemudian melesat dengan cepat menuju Haku.
GREEPPP!
Naruto mencekik leher Haku dengan kuat. Aura youkounya sangat membara. Sorot mata tajam dari Naruto sangat terlihat saat menatap Haku.
"Haku-san!", ujar Naruto dengan geram.
"Ayo Naru-chi pertarungan kita belum selesai! Kita selesaikan semuanya disini!", ujar Haku.
BUAKH! BUAKH!
Naruto memukul Haku secara bertubi-tubi. Haku kemudian terlempar dengan tubuh yang kini mulai melemah. Darah yang banyak keluar dari mulutnya.
"Kau sudah keterlaluan!", ujar Naruto dengan geram.
"Heh.. itu balasan yang setimpal untuk mereka yang bersekutu dengan klan Hyuuga...", ujar Haku.
BUAAKKH!
Naruto kembali mendaratkan pukulan telak ke pipi Haku. Haku kembali terlempar. Tapi setelah tersungkur dia langsung berdiri kembali dan mengambil pedang es miliknya.
"Naru-chi!", ujar Haku maju untuk menyerang Naruto dengan pedangnya.
"Haku-san!", ujar Naruto yang juga maju untuk memukul Haku.
BUAAAAKH!
"Ohok!"
Haku mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Naruto berhasil mendaratkan pukulan yang keras di dada Haku. Tubuh Haku mulai melemah dan mulai merosot ke bawah. Naruto kemudian menahan tubuh Haku sebelum tergeletak di tanah.
"Haku-san...", ujar Naruto.
"Naru-chi...sepertinya kau yang menang...", ujar Haku dengan lemah. Darah terus mengalir keluar dari mulutnya.
"Kenapa orang yang baik sepertimu bisa melakukan semua ini Haku-san? Kenapa?", tanya Naruto lirih.
"Aku Cuma ingin membalas dendam pada klan Hyuuga...", ujar Haku.
"Ta-tapi kau tidak perlu berbuat sejauh ini...", ujar Naruto.
"Naru-chi..aku sangat mencintai Sara-chan...Begitu mencintainya... Begitu kehilangan dirinya aku merasa hidupku terasa hampa dan tak berguna. Aku tak bisa memaafkan klan Hyuuga yang sejak dulu membuat Sara-chan menderita dan sakit. Terlebih lagi mereka tega merenggut nyawa Sara-chan dan anak yang masih dirahimnya...", ujar Haku.
"Ugh...si-siapa...siapa yang sebenarnya membunuh Sara-chan?", tanya Naruto.
"Suatu saat kau pasti akan mengetahuinya.. Kamu akan sulit mempercayai bahwa orang itu bisa berbuat sekeji itu...", ujar Haku.
"Ha-Haku-san bertahanlah aku akan segera membawamu di unit medis", ujar Naruto.
"Tidak usah. Kurasa aku tak mampu bertahan lagi. Aku terlalu banyak menggunakan energi lalu hantaman pukulanmu sepertinya telah merusak sebagian organ dalamku..", ujar Haku yang semakin melemah.
"Ugh...aku tak bermaksud begini Haku-san. Aku sebenarnya tak ingin bertarung denganmu...", ujar Naruto.
"Tidak apa-apa Naru-chi. Justru aku senang sekarang, aku bisa segera menyusul Sara-chan dan anakku yang ada disurga.. Aku tidak sabar ingin bertemu lagi dengan mereka..", ujar Haku lalu tersenyum.
"Ha-Haku-san...kumohon bertahanlah...", ujar Naruto yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Sayonara Naru-chi... Aku senang bisa mengenal orang sepertimu...", ujar Haku lalu tersenyum dan perlahan-lahan matanya tertutup. Akhirnya Haku menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Naruto.
"Ha-Haku-san..hiks..hiks..Haku-san...", ujar Naruto lirih. Airmata terus mengalir membasahi pipinya.
Deidara yang sudah melihat bahwa Haku sudah gugur langsung menghentikan pertarungan.
"Pemimpin kubu penyerang Yuki Haku dari Blue Knight Academy telah dikalahkan oleh pemimpin kubu bertahan yaitu Uzumaki Naruto dari White Knight Academy, maka kuumumkan pemenangnya adalah kubu bertahan yaitu White Knight Academy dan Green Knight Academy!", ujar Deidara.
Para kubu bertahan yang kini tersisa sedikit langsung bersorak-sorai. Mereka gembira karena berhasil memenangkan pertarungan. Sementara itu semua kubu penyerang kaget karena pemimpin mereka telah dikalahkan.
Pertarungan antara Kiba dan Shino seri karena mereka berdua sudah terkapar dan tak mampu lagi bertarung. Sementara itu Sasuke berhasil mengalahkan Menma. Shion berhasil mengalahkan Koyuki dan Sakura berhasil mengalahkan Ino.
"A-Apa buchou-sama telah dikalahkan?!", ujar Kiba kaget. Kiba langsung berlari menuju arah Naruto dan Haku bertarung. Sementara itu Shino, Sasuke, dan Sakura juga langsung menuju tempat Naruto dan Haku juga.
Setelah sampai ditempat itu Kiba sangat kaget melihat kondisi Haku yang sudah tak bernyawa di pangkuan Naruto. Kiba begitu geram dan langsung memukul Naruto hingga terlempar.
"Buchou-sama! Buchou-sama!", ujar Kiba yang kini merangkul tubuh Haku.
"Ti-tidak mungkin... Haku-sama..", ujar Sakura yang begitu kaget sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Yuki...", gumam Sasuke.
"Buchou-san...", gumam Shino.
"Kau hanya bercanda bukan! Kau tak mungkin meninggalkan kami! Buka matamu buchou-sama!", ujar Kiba sambil menggoyang-goyangkan tubuh Haku.
"Sudahlah Inuzuka.. dia sudah benar-benar..", ujar Sasuke.
"Buchou-sama...Buchou-sama...", ujar Kiba yang menangis terisak-terisak.
"Semuanya maafkan aku... aku tak bermaksud..", ujar Naruto yang kini berdiri dan berjalan mendekati mereka.
"Jangan mendekat sialan!", teriak Kiba dengan geram.
"Ki-Kiba..", gumam Naruto.
"Aku takkan pernah memaafkan kalian. Aku takkan memaafkanmu Naruto begitu juga klan Hyuuga!", ujar Kiba dengan geram.
"Ki-Kiba..", ujar Naruto.
"Aku bersumpah pasti akan membalas kalian semua! Akan kuhabisi kalian semua!", teriak Kiba dengan geram. Kiba menatap Naruto dengan sorot mata penuh kebencian.
Kiba kemudian mengangkat tubuh Haku dan menggendong tubuh Haku di punggungnya.
"Ayo kita pergi Uchiha, Haruno...", ujar Kiba. Mereka bertiga kemudian pergi darisitu.
"Shino... aku adalah seorang pembunuh...", ujar Naruto yang tertunduk lesu.
"Itulah resiko dari pertarungan Naruto... Kadang-kadang kita bisa menjadi pembunuh yang tak berperasaan...", ujar Shino.
"A-aku tak bermaksud membunuhnya..Shino...", ujar Naruto yang kembali menangis.
"Naruto...", gumam Shino.
Sementara itu kini Shion menghampiri Menma yang sudah terkulai lemah di tanah. Shion begitu cemas melihat keadaan Menma.
"Menma-kun kamu tak apa-apa?", tanya Shion dengan muka yang begitu khawatir.
"A-aku tak apa-apa...Cuma sepertinya beberapa tulangku retak...hehehe", ujar Menma sambil terkekeh.
"Apanya yang tidak apa-apa. Kau pasti merasa kesakitan.. Ayo kubantu kau menuju unit medis", ujar Shion lalu merangkul Menma di pundaknya untuk membantu Menma berjalan.
"Shion-chan.. terimakasih ya.. tak kusangka kau begitu perhatian padaku..", ujar Menma.
"Kita ini kan sahabat sudah seharusnya kita harus saling tolong-menolong", ujar Shion.
"Begitu ya, Cuma sahabat ya.. kupikir kau mulai menyukaiku", ujar Menma lalu nyengir.
"Apa-apaan kau? Dasar kegeeran!", ujar Shion.
"Tapi aku takkan menyerah Shion-chan.. suatu saat aku akan membuatmu mencintai aku", ujar Menma sambil nyengir.
"Huh.. dasar Menma-kun!", ujar Shion sambil menggembungkan pipinya.
Sementara itu Naruto dan Shino telah berjalan mendekati unit medis dan ternyata Hinata telah menunggu disitu dengan muka yang cemas. Begitu Naruto sampai, Hinata langsung memeluk Naruto.
"Naruto-kun kamu tak apa-apa?", tanya Hinata.
"A-aku tak apa-apa Hinata-chan..", ujar Naruto lirih.
"Ke-kenapa kamu terlihat murung sekali... Kalian semua sudah menang bukan, kalian berhasil melindungi sekolah ini bukan?", ujar Hinata.
"A-aku ini seorang pembunuh... Aku ini seorang pembunuh...", ujar Naruto lirih.
"Sudahlah jangan menyalahkan dirimu sendiri Naruto-kun. Semua kemungkinan dapat terjadi dalam pertarungan. Kematian adalah resiko dalam pertarungan besar seperti ini..", ujar Hinata sambil mengeratkan pelukannya lalu mengelus-elus rambut Naruto dengan lembut.
"A-aku telah membunuh Haku-san...", gumam Naruto lirih.
"Sudah-sudah jangan terus dipikirkan...", ujar Hinata.
Beberapa hari kemudian Haku pun dimakamkan. Semua yang mengenal dan dekat dengannya begitu sedih menerima kenyataan yang pahit ini. Seorang pemimpin yang begitu ramah dan baik pada semua orang telah gugur dalam pertarungan. Para pelayat begitu merasakan kehilangan yang dalam. Terlebih keluarga dekat Haku, ayahnya Zabuza hingga neneknya sampai menangis histeris. Kiba juga terus menangis didepan nisan Haku. Sementara para wanita juga menangis tersedu-sedu. Naruto tak mendatangi upacara pemakaman Haku. Sejak pertarungan itu Naruto terus mengurung diri dikamarnya. Di dalam kadang-kadang dia menatap dengan pandangan kosong juga kadang-kadang dia mengacak-acak rambutnya seperti orang frustasi. Kematian Haku menjadi beban pikiran yang berat baginya. Walaupun Hinata dan kawan-kawannya yang lain berusaha menghiburnya, Naruto masih saja belum bisa melupakan kejadian dimana dia telah membunuh Haku.
"Haku-san...maafkan aku...maaf...", gumam Naruto secara terus-menerus.
Hari-berganti hari di Knight's Territory. Tiba-tiba terjadi kejadian besar di kerajaan. Beberapa anggota kerajaan dan pemerintah terjerat masalah pidana dan lengser dari kekuasaan. Ada juga yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Hal-hal tersebut menyebabkan terjadi pergolakan politik yang besar dalam kerajaan. Yang paling mengejutkan tiba-tiba perdana menteri Momochi Zabuza, ditemukan tewas dalam sebuah kecelakaan.
Akhirnya karena banyak anggota klan Hyuuga yang proaktif dalam pergolakan politik ini, beberapa posisi penting di kerajaan diambil alih oleh klan Hyuuga. Dan beberapa bulan kemudian, klan Hyuuga melakukan kudeta pada kerajaan dan berhasil mengambil alih seluruh kerajaan. Klan Hyuuga kini telah menguasai kerajaan Knight's Territory.
Lalu tibalah pengangkatan raja baru Knight's Territory, upacara pengangkatan itu disiarkan diseluruh channel televisi.
"Hari ini akan dilantik raja baru dari Knight's Territory yaitu seorang lelaki yang merupakan pemimpin dari klan Hyuuga, Hyuuga Hiashi!", ujar penyiar.
WOOOOOOO!
Para masyarakat yang mendukung klan Hyuuga bersorak kegirangan. Mereka senang dengan diangkatnya pemimpin mereka Hyuuga Hiashi sebagai raja baru Knight's Territory. Semua berpesta dan bergembira dengan pengangkatan raja baru tersebut.
Sementara itu di sebuah tempat yang tersembunyi
Di tempat yang agak gelap dan tersembunyi tersebut telah berkumpul ratusan orang berjubah hitam dan memiliki simbol huruf K berwarna emas. Lalu ditengah-tengah mereka berdiri empat orang yang sedang memberikan pengarahan.
"Jadi akhirnya semua terjadi sesuai perkiraan Yuki..", ujar pemuda berambut raven.
"Benar klan brengsek itu akhirnya mengambil alih kerajaan", ujar pemuda dengan tato segitiga di pipinya
"Kiba-kun kita harus segera bergerak", ujar gadis berambut biru.
"Ya, kau benar, kita harus memulai operasi kita", ujar gadis berambut pink dengan mata emerald.
"Teman-teman bersiaplah, kita KNIGHTMARE akan menghancurkan kekuasaan klan Hyuuga!", ujar Kiba dengan sorot mata yang tajam.
"HIDUP KNIGHTMARE! HIDUP KNIGHTMARE!" Ratusan orang itu berteriak dengan keras dan semangat.
Lalu di sebuah rumah sakit
Seorang gadis berambut ungu menatap jendela dengan tatapan sendu.
"Haku-sama, Naru-kun, Sasu-chan, Kiba-kun, Shino-san dan Menma-kun, apa yang terjadi dengan kalian semua?", ujar gadis itu yang memiliki Rinnegan di mata kanannya dan Sharingan di mata kirinya.
Sebuah organisasi baru KNIGHTMARE berniat menghancurkan kekuasaan besar dari klan Hyuuga! Lalu siapakah gadis misterius berambut ungu tersebut?
TZUSUKU!
Yosh! Akhirnya chapter 22 update! Gomen telat banget updatenya... Saya akhirnya lepas dari tugas-tugas yang menumpuk karena libur telah tiba! Chapter ini adalah end dari Season 2: Saikyou no Sedai. Akhirnya Naruto berhasil mengalahkan Haku setelah melewati pertarungan sengit yang begitu menguras emosi Naruto. Naruto akhirnya mengalahkan Haku sampai Haku akhirnya gugur ditangan Naruto. Naruto tampak begitu depresi menerima kenyataan bahwa dia telah merenggut nyawa Haku. Kiba begitu geram dengan yang diperbuat Naruto dan bersumpah akan membalasnya. Dan di akhir chapter ini, diceritakan bahwa klan Hyuuga akhirnya berhasil mengambil alih kerajaan Knight's Territory. Dan sebuah organisasi yang menamakan diri Knightmare berniat untuk menghancurkan rezim klan Hyuuga. Lalu di bagian paling akhir cerita muncul seorang gadis misterius yang memiliki mata Rinnegan dan Sharingan, siapakah dia? Tunggu ya kelanjutannya di White Knight Academy Season 3: Knightmare's Revenge.
Balasan review buat yang ngak login:
The Guest: Ok! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!
Sevensword: Ok! Thx buat rnr!
Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!
Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!
Adhy hyuzumaki: gomen updatenya lama banget, tugas kuliah saya banyak banget jadi baru dpat kesempatan buat update. Ok! Thx buat rnr!
Light uzumaki: gomen kalau ceritanya ngawur. Saya cuma menuangkan imajinasi saya dalam membuat cerita ini. Maaf kalau ngak sesuai selera anda. Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
P.S: Saya akan segera merilis fanfic baru dengan judul "The World Goddess Only Knows" yang bergenre Romance & Fantasy. Begini Sumarry-nya:
"Hyuuga Hinata adalah seorang gadis polos dan pemalu disekolahnya. Tetapi tiba-tiba muncul seorang malaikat berambut pirang yang meminta bantuannya untuk menjadi dewi penakluk untuk menaklukan hati orang-orang yang bernama Uzumaki Naruto di berbagai dimensi dan membuat ending yang bahagia di akhir penaklukannya. Mampukah Hinata menjadi seorang dewi penakluk hati Uzumaki Naruto? Multi dimension;Multi Naruto
