WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 3 : KNIGHTMARE'S REVENGE
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, SmartNaru & StrongHina
Summary : Knight Territory kini diperintah oleh kekuasaan tirani klan Hyuuga. Kelompok yang dinamakan KNIGHTMARE yang dipimpin Kiba dan beranggotakan ratusan orang lainnya berusaha memberontak terhadap kekuasaan klan Hyuuga. Akankah Naruto mengetahui kebenaran yang sebenarnya tentang kehancuran klannya dan akhirnya berbalik untuk menghadapi klan Hyuuga?
Chapter 23 – KNIGHTMARE
2 tahun berlalu sejak Naruto dan kawan-kawannya lulus dari White Knight Academy. Setelah lulus Naruto segera diangkat menjadi Knight tetapi tidak lama setelah dia menjadi Knight, dia memutuskan untuk ikut berpetualang bersama Sora Kaizoku dalam misi mereka untuk menyatukan semua negara di Neo-Shinobi World dibawah naungan Sora Kaizoku atas permintaan kru Sora Kaizoku. Kini Naruto baru saja kembali ke dimensi asalnya diantar oleh Uzumaki Hinami yang kini menjadi senchou menggantikan Sai.
"Naruto-chan terima kasih banyak atas bantuanmu! Kami sangat terbantu dengan adanya kau dalam misi besar kami. Kini dimensi kami sudah stabil dan damai kembali", ujar Hinami sambil tersenyum. Hinami kini sudah memakai jubah merah yang biasanya dipakai Sai-senchou dulu.
"Ya sama-sama Hinami, kita ini adalah sama-sama anggota "Dimensional Alliance" jadi kita harus saling membantu", ujar Naruto juga tersenyum pada Hinami.
"Hah...setelah ini aku akan mengemban tugas berat sebagai senchou dari Sora Kaizoku sekaligus jadi pemimpin dari semua negara. Apa aku sanggup melakukannya ya?", ujar Hinami dengan lesu.
"Tentu saja kau bisa. Kau itu adalah orang yang kuat seperti ayah dan ibumu. Yakinlah kalau kau bisa mengatasi segalanya!", ujar Naruto memberi semangat seraya menepuk pelan bahu Hinami.
"Arigato buat penyemagatnya Naruto-chan, aku akan berusaha sebaik mungkin!", ujar Hinami yang mulai kembali optimis.
"Begitu dong! Inilah Uzumaki Hinami yang kukenal! Selalu semangat dan ceria!", ujar Naruto dengan senyum lebar.
"Hehehehe! Kalau begitu aku akan segera kembali dulu ya Naruto-chan, sekali lagi terima kasih banyak atas bantuanmu!", ujar Hinami lalu membungkuk pada Naruto.
"Iya-iya, semoga kau dapat memimpin dengan baik Hinami! Aku selalu mendoakanmu!", ujar Naruto.
"Sayonara Naruto-chan!", ujar Hinami mulai berbalik untuk memasuki portal dimensi yang ada di dekatnya.
"Sayonara Hinami!", ujar Naruto lalu melambai-lambaikan tangannya. Hinami pun mulai memasuki portal dimensi dan akhirnya kembali ke dimensi asalnya. Portal dimensi pun lenyap dan Naruto segera berbalik untuk kembali ke distrik Konoha karena dia kini sedang berada di bukit selatan.
"Hahh akhirnya setelah 2 tahun aku bisa kembali kesini! Aku rindu sekali!", ujar Naruto sambil melihat pemandangan distrik Konoha dari atas bukit.
"Petualangan yang menyenangkan bersama Sora Kaizoku. Lain kali aku harus ikut lagi petualangan hebat seperti itu!", ujar Naruto lalu mulai berjalan menuruni bukit.
Alasan sebenarnya Naruto memutuskan berpetualang bersama Sora Kaizoku karena dia ingin sedikit menghilangkan rasa bersalahnya yang terus menerpa setelah merenggut nyawa Haku di pertarungan terakhir. Terus-terusan tinggal di distrik Konoha membuatnya terus mengingat hal tersebut dan seringkali bermimpi buruk. Naruto berpikir dengan berpetualang di dimensi lain dia bisa sedikit menghilangkan beban pikirannya selama ini.
Naruto akhirnya mulai memasuki distrik Konoha. Terlihat beberapa orang yang lalu lalang karena hari masih siang. Tapi setelah klan Hyuuga yang memegang pemerintahan, suasana di berbagai distrik terasa sedikit suram. Karena klan Hyuuga membuat peraturan yang begitu ketat serta seluruh rakyat dipaksa untuk menaati semua peraturan. Yang melanggar akan dikenai sanksi yang sangat berat.
"Kenapa suasananya sesuram ini, sangat berbeda dengan saat aku pergi 2 tahun lalu", ujar Naruto heran dengan keadaan distrik Konoha yang kini begitu berbeda.
BUAM..BUAM...BUAM...
Terdengar bunyi letupan senjata dari kejauhan. Naruto kaget mendengar hal tersebut. Dia segera berlari untuk mendekati asal suara tersebut. Dia akhirnya sampai di asal suara letupan senjata tersebut. Terlihat beberapa Knight kerajaan kini sedang baku-tembak dengan beberapa orang berjubah hitam dengan simbol huruf K berwarna emas di punggung mereka.
"A-apa yang terjadi disini? Siapa orang-orang berjubah hitam tersebut?", ujar Naruto kaget melihat kejadian itu.
Naruto kemudian terus mengamati baku tembak tersebut. Terlihat jumlah Knight kerajaan makin bertambah dan semakin mendesak orang-orang berjubah hitam itu yang hanya berjumlah 5 orang.
"Menyerahlah kalian KNIGHTMARE! Kalian sudah terkepung!", ujar Knight kerajaan.
"Cih! Bagaimana ini?! Kita sudah terdesak!", ujar salah satu orang berjubah hitam.
"Apa boleh buat? Kita mundur dulu!", ujar yang lainnya.
BUAMM!
Orang-orang berjubah hitam itu melemparkan ke tanah sebuah kotak lalu muncullah asap putih tebal yang menghalangi penglihatan para Knight kerajaan. Setelah asap putih itu menghilang para orang berjubah hitam itu sudah menghilang dari tempat itu.
"Sial dia mereka kabur!", ujar salah satu Knight kerajaan.
Naruto kemudian mendekati para Knight Kerajaan itu dan menyapa mereka.
"Konichiwa!", sapa Naruto pada mereka. Para Knight itu sedikit kaget melihat kedatangan Naruto.
"Konichiwa Uzumaki Naruto-san! Anda sudah kembali?", tanya salah satu Knight kerajaan.
"Begitulah, akhirnya misiku bersama Sora Kaizoku sudah selesai dan aku segera kembali kesini", ujar Naruto.
"Syukurlah kalau begitu"
"Ano.. aku mau tanya? Sebenarnya siapa orang-orang berjubah hitam yang kalian lawan tadi? Kenapa mereka menyerang kalian para Knight kerajaan?", tanya Naruto penasaran.
"I-itu mereka adalah anggota dari organisasi bernama KNIGHTMARE. Mereka adalah teroris yang mencoba memberontak dan meneror kerajaan. Mereka selalu melanggar peraturan dari kerajaan dan menyebabkan kekacauan di berbagai daerah. Kami para Knight kerajaan ditugaskan untuk menangkap atau menghabisi mereka", ujar Knight kerajaan.
"Begitu ya, mereka ternyata penjahat yang keji. Apa kalian sudah tahu siapa dalang dari organisasi mereka?", tanya Naruto lagi.
"I-iya menurut informasi, pemimpin mereka adalah orang yang bernama Inuzuka Kiba. Lalu ada juga Uchiha Sasuke anak jenius dari klan Uchiha, Kazahana Koyuki, anak dari pasangan ilmuwan jenius Kazahana dan Haruno Sakura, anak dari klan legenda, Haruno"
Mata Naruto membulat seketika mendengar semua nama tersebut. Keringat mulai bercucuran membasahi pelipisnya. Tangan Naruto bergetar. Rahangnya mengatup dengan kuat.
"A-ada apa Uzumaki-san?", tanya Knight kerajaan.
"Aku tak apa-apa. Aku pulang dulu ya", ujar Naruto lalu tersenyum dan mulai berjalan menjauh dari mereka.
"Ja-jadi Kiba sudah mulai menjalankan aksinya?", batin Naruto.
Naruto kemudian terus berjalan mendekati rumahnya. Kini Naruto, Menma dan Naruko telah memiliki rumah baru. Rumah itu dibeli atas hasil kerja keras mereka selama ini. Naruto kini sudah berada di pintu gerbang rumahnya.
"Akhirnya aku kembali ke rumah...", gumam Naruto sambil menatap rumahnya dengan senang.
Naruto kemudian menuju pintu depan dan segera mengetuknya. Tak lama kemudian seseorang membukakan pintu.
"Siapa?", tanya Naruko yang belum sempat melihat Naruto karena terhalangi pintu.
"Tadaima!", ujar Naruto.
"Naruto-nii-chan!", ujar Naruko kaget dan langsung memeluk Naruto dengan erat.
"Siapa itu Naruko-chan?", tanya Menma dari dalam rumah.
"Naruto-nii-chan sudah pulang nii-san!", ujar Naruko dengan keras.
Menma kemudian segera menuju pintu depan.
"Naruto!", ujar Menma.
"Tadaima Menma!", ujar Naruto sambil nyengir.
Menma dan Naruto kemudian juga berpelukan. Setelah 2 tahun tak bertemu akhirnya mereka keluarga Uzumaki kembali berkumpul.
"Aku sangat merindukan Naruto-nii-chan!", ujar Naruko.
"YA aku juga sangat merindukan kalian! Kalian baik-baik saja bukan?", ujar Naruto.
"Ya kami baik-baik saja. Rumah sangat sepi tanpa celotehan bodohmu Naruto", ujar Menma.
"Hahaha, kini aku kembali. Kau bisa mendengar kembali celotehan bodoh yang kau rindukan Menma!", ujar Naruto sambil tertawa.
"Siapa yang merindukannya?", ujar Menma ketus.
"Kau ini memang tak bisa diajak bercanda ya Menma!", ujar Naruto lalu mengacak-acak rambut Menma. Menma kemudian tersenyum tipis. Beginilah persaudaraan Uzumaki begitu ceria dan hangat.
"Naruto-nii-chan ayo masuk! Shion-nee-san sudah menyiapkan masakan spesial untuk kita santap!", ujar Naruko.
"Benarkah?! Kalau begitu tunggu apalagi, ayo masuk! Aku juga sudah sangat lapar!", ujar Naruto. Mereka bertiga kemudian segera masuk dan menuju ruang makan.
Mereka bertiga akhirnya sampai di ruang makan. Terlihat Shion sedang menyajikan makanan-makanan yang terlihat menggugah selera diatas meja. Shion kemudian melihat Naruto dan agak sedikit kaget.
"Hai Shion, lama tak berjumpa", sapa Naruto sambil tersenyum lembut.
"Hai Naruto-kun. Akhirnya kamu pulang", ujar Shion lalu tersenyum juga.
GREPP
Naruto tiba-tiba memeluk Shion. Shion agak tersentak kaget mendapat pelukan dari Naruto ini.
"Aku merindukanmu sahabat baikku..", ujar Naruto.
"Ya aku juga merindukanmu...", ujar Shion dengan pipi yang bersemu merah.
"Ehem...ehem..."
Suara deheman dari Menma menyadarkan mereka berdua dan akhirnya Naruto melepaskan pelukannya. Shion kemudian kembali menata meja makan.
"Kalian terlihat mesra sekali ya?", ujar Menma dengan pandangan sulit diartikan.
"Ehmm maaf..", ujar Naruto.
"Naruto-nii-chan sekarang tak boleh memeluk Onee-san sembarangan seperti itu. Nanti Menma-nii marah besar lho..", ujar Naruko.
"Me-memangnya kenapa?", tanya Naruto bingung.
"Sekarang aku adalah pacar Shion tahu!", ujar Menma ketus.
"Eh?!", ujar Naruto kaget.
"Kalau begitu maaf Menma! Aku tak sengaja! Aku bukan bermaksud apa-apa! Biar bagaimanapun Shion adalah sahabat baikku yang kusayangi, jadi aku refleks memeluknya", ujar Naruto.
"Sudah tak apalah, aku mengerti kok. Makhluk mesum sepertimu pasti hanya ingin merasakan dada pacarku yang montok dan pingin kuremas itu kan?", tanya Menma.
"Eh?", ujar Naruto kaget.
BUAKH!
"Kau yang mesum dasar Menma no baka!", ujar Shion yang baru saja menghadiahi satu jitakan di kepala Menma.
"Ma-maafkan aku Shion-chan. Aku Cuma bercanda hehehe", ujar Menma yang meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Hihihi, rasakan kau Menma-nii-san!", ujar Naruko sambil terkikik.
"Sudahlah ayo kita segera makan", ujar Shion. Lalu mereka berempat kini sudah duduk di kursi masing-masing.
"Ittadakimasu!", ujar mereka serempak. Mereka mulai melahap makanan-makanan yang sudah terhidang tersebut. Mereka makan diselingi percakapan ringan serta candaan-candaan. Naruko dan Naruto sering menggoda Menma dan Shion.
"Akhirnya kalian berdua jadian! Aku senang akhirnya adikku dan sahabat baikku kini menjadi pasangan!", ujar Naruto.
"Aku juga senang mengetahui akhirnya Onee-san menerima cinta dari Menma-nii dan akhirnya mereka jadian", ujar Naruko dengan senyum lebar.
"Sejak kapan kalian jadian?', tanya Naruto.
"Kami jadian sejak 1 tahun yang lalu. Kau tak bisa dihubungi disana sih jadi kami tak bisa memberitahumu", ujar Menma.
"Maaf karena aku pergi ke dimensi yang lain, kita tak bisa melakukan kontak", ujar Naruto.
"Hmm begitu ya...", ujar Menma.
"Ah iya, aku harus segera memberitahu Hinata-chan mengenai kepulanganku. Aku rindu sekali padanya", ujar Naruto lalu mengambil hp-nya untuk menelpon Hinata.
"Ta-tapi nii-chan...", ujar Naruko lalu terpotong karena Menma mengisyaratkan agar Naruko untuk diam.
Naruto segera memencet tombol hp-nya untuk menelpon Hinata. Naruto menelpon tetapi nomor hp Hinata tidak aktif. Naruto mencoba lagi tapi nomornya tetap tidak aktif.
"Kenapa nomor Hinata-chan tidak aktif ya? Apa dia sudah ganti kartu SIM?", tanya Naruto heran.
"Mu-mungkin dia sedang sibuk kali sehingga mematikan hp-nya", ujar Naruko.
"Baiklah kalau begitu aku akan segera mengunjunginya. Hiashi-sama kan sudah tak marah lagi padaku", ujar Naruto.
"Ni-ni-nii-chan bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu setelah ini? Kita sudah tak lama kan jalan-jalan bersama?", tanya Naruko.
"Jalan-jalan?", tanya Naruto.
"Ya, kita bisa ke tempat-tempat yang indah, yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya", ujar Naruko.
"Hmm boleh juga, tapi aku harus menemui Hinata-chan dulu", ujar Naruto.
"Nii-chan menemui Hinata-senpai nanti dulu saja, pergilah jalan-jalan bersama kami dulu. Kamu kan bisa menemuinya kapan saja. Kumohon ya nii-chan ya? Ya?", ujar Naruko yang memohon dengan mata puppy eyes. Naruto kemudian berpikir sebentar dan segera memberi jawaban.
"Ya, baiklah, kita jalan-jalan dulu", ujar Naruto.
"Horee! Naruto-nii-chan memang yang terbaik!", ujar Naruko lalu memeluk Naruto dan mencium pipi Naruto. Naruto kemudian tersenyum senang karena dia merasa sangat disayangi oleh adiknya itu.
"Tunggu sebentar ya, aku mau ke toilet dulu", ujar Naruto lalu beranjak dari ruang makan menuju toilet. Setelah Naruto pergi, Menma, Naruko dan Shion membuang napas lega.
"Huffth...syukurlah aku bisa mencegah nii-chan pergi ke rumah Hinata-senpai...", ujar Naruko sambil menghembuskan napas.
"Kalau dia sampai tahu apa yang terjadi sekarang pada Hinata, dia pasti akan mengamuk dan marah besar", ujar Menma.
"Tapi lama-lama Naruto-kun akan tahu", ujar Shion.
"Sebaiknya kita tutupi saja dulu. Nanti di saat yang tepat kita akan memberitahunya", ujar Menma.
Setelah itu Naruto kembali ke ruang makan dan melanjutkan makan mereka. Setelah selesai makan, Shion dibantu Naruko membereskan sisa-sisa makanan dan mencuci piring sementara Naruto dan Menma duduk di ruang keluarga.
"Menma kudengar Kiba sudah membentuk organisasi yang disebut KNIGHTMARE. Sejak kapan organisasi tersebut terbentuk?", tanya Naruto.
"Hmm KNIGHTMARE ya? Organisasi itu terbentuk tak lama setelah kau pergi ke dimensi Neo-Shinobi World. Mereka organisasi yang sangat membenci kerajaan terutama klan Hyuuga. Mereka suka membuat onar dimana-mana, meneror orang kerajaan, bahkan membunuh para knight kerajaan yang menghalangi mereka. Pokoknya mereka ingin menghancurkan klan Hyuuga beserta kerajaan sekarang ini", ujar Menma.
"Tak kusangka Kiba akan berbuat sejauh ini...Dia sudah dibutakan oleh kebencian dan rasa dendam. Suatu saat dia pasti akan mengincarku juga", ujar Naruto dengan muka murung.
"Tenang saja Naruto, kami akan selalu membantumu. Kau jangan khawatir", ujar Menma dengan senyum tipis.
"Arigato Menma", ujar Naruto dengan senyum.
Sementara itu di markas KNIGHTMARE
Lima orang berjubah hitam kini tengah menghadap seorang pria berambut coklat jabrik dengan tato segitiga merah di pipinya. Dari raut wajah mereka, tampak merasa sangat bersalah.
"Ma-maafkan kami Kiba-sama, kami tak dapat menjalankan operasi dengan baik. Knight kerajaan tiba-tiba saja mengepung kami, kami tak sanggup melawan mereka semua", ujar salah satu dari kelima orang tersebut.
"Mereka benar-benar sialan! Para Knight kerajaan selalu saja menganggu rencana kita!", ujar Kiba dengan kesal.
"Sungguh kami mohon maaf Kiba-sama. Kami akan mencoba lagi untuk menjalankan operasi itu", ujar mereka.
"Baiklah, tapi lain kali kalian harus berhasil, ini demi kebebasan kita dari kerajaan dan klan terkutuk itu!", ujar Kiba.
"Kami mengerti! Arigato Kiba-sama!", ujar mereka berlima serempak.
"Ya sudah, bubar", ujar Kiba. Kelima orang itupun pergi darisitu.
Lalu setelah itu muncul seorang gadis berambut biru mendekati Kiba. Gadis itu juga memakai jubah hitam serupa.
"Kiba, mereka berhasil menjalankan operasi mereka?", tanya gadis berambut biru yang ternyata Koyuki.
"Mereka gagal. Knight kerajaan berhasil menghentikan mereka. Dasar sialan para budak kerajaan itu!", ujar Kiba dengan kesal.
"Padahal jika itu berhasil, akan sangat menguntungkan buat kita, sayang sekali ya", ujar Koyuki.
"Tapi aku takkan menyerah, selama jantungku masih berdetak, aku akan berjuang untuk kebebasan negeri ini. Akan kuhancurkan klan terkutuk itu dan membuat negeri ini kembali damai seperti dahulu", ujar Kiba.
"Hmm kau memang benar-benar sudah berubah ya. Dulu kau berandalan yang gila bertarung tapi sekarang kau begitu peduli pada nasib negeri ini", ujar Koyuki sambil tersenyum.
"Heh, manusia bisa berubah Koyuki. Lagipula aku takkan pernah membiarkan klan Hyuuga bernapas lega dalam kehidupan mereka. Akan kubuat mereka terus merasa terancam dan tersiksa. Mereka telah membuat Sara-sama menderita dan akhirnya meninggal dan juga buchou-sama...", ujar Kiba lalu menutup matanya. Rahangnya mengatup dengan keras.
"Akan kupastikan Naruto bersama Hyuuga Neji akan mati tersiksa. Aku pastikan itu!", ujar Kiba dengan sorot mata yang penuh kebencian.
Sementara itu Naruto, Menma, Naruko dan Shion kini memulai perjalanan mereka. Mereka naik kereta menuju distrik Kiri yang terkenal dengan pemandangan lautnya yang indah. Setelah 2 jam naik kereta, mereka tiba di distrik Kiri dan segera naik bus untuk menuju ke pantai. Mereka akhirnya tiba di pantai.
"Wah sugoi, pantainya benar-benar indah!", ujar Naruto takjub.
"Benar, pemandangannya benar-benar fantastis!", ujar Naruko juga dengan kagum.
"Naruto, Naruko-chan ayo kita kesana!", ujar Menma mengajak yang lainnya untuk lebih dekat ke laut untuk merasakan air laut. Mereka kini sudah bermain saling mencipratkan air laut.
"Wah, air lautnya benar-benar segar!", ujar Naruko.
"He-hei Menma, jangan begitu dong!", ujar Naruto yang kena cipratan air dari Menma.
"Hahaha, kita harus menikmatinya Naruto", ujar Menma sambil terus mencipratkan air pada Naruto. Sementara itu Naruko dan Shion juga melalukan hal demikian juga.
Setelah lama berenang akhirnya mereka beristirahat. Setelah beristirahat mereka kembali naik bus lalu kereta dan akhirnya pulang.
Besok paginya, Naruto mendapat panggilan dari markas pusat Knight kerajaan. Naruto segera menuju kesana dan segera disambut dengan hormat oleh ketua knight kerajaan yaitu Hyuuga Kou.
"Selamat datang kembali Uzumaki Naruto-san", ujar Kou dengan penuh hormat.
"Terimakasih sudah menyambutku. Ada apa memanggilku kemari?", tanya Naruto.
"Sebagai knight yang sangat berbakat di kerajaan ini, maka atas perintah raja, saya akan memberikan tugas yang khusus pada anda. Menurut raja, hanya Anda-lah yang paling cocok untuk melaksanakan tugas ini", ujar Kou.
"Tugas apa itu?', tanya Naruto.
"Uzumaki Naruto-san akan menjadi pemimpin dari pasukan Knight untuk penyerangan di salah satu persembunyian KNIGHTMARE yang ada di distrik Kusa. Persembunyian mereka itu baru saja diketahui, dan untuk menanggulangi agar tak terjadi teror di distrik itu lagi, maka pasukan Knight yang akan dipimpin oleh Anda akan segera menyerang tempat itu", ujar Kou.
"Begitu ya... Baiklah aku terima tugas ini dengan senang hati", ujar Naruto.
"Arigato Uzumaki-san. KNIGHTMARE sudah begitu menyusahkan kerajaan selama 2 tahun ini. Jadi kami sangat mengharapkan segala kerjasama untuk memberantas mereka", ujar Kou.
"Baiklah, aku sangat bersedia membantu", ujar Naruto.
"Ne, Kiba aku akan segera bertemu lagi denganmu...", batin Naruto.
Malam pun tiba, pasukan Knight yang dipimpin Naruto kini sudah bersiaga didekat lokasi persembunyian KNIGHTMARE. Lokasi persembunyian KNIGHTMARE itu berupa gudang tua yang berukuran cukup besar dan terletak di pinggiran distrik. Mereka telah bersiap dengan senjata masing-masing. Mereka kini bersiaga sambil menunggu komando untuk menyerang.
"Dengar aba-abaku ya, pada hitungan ke-3 segera maju", ujar Naruto selaku pemimpin operasi ini.
"1, 2, 3"
BRAKK!
Pasukan Knight langsung maju dan mendobrak pintu dari gudang tua itu.
JRASH! JRASH! JRASH!
Beberapa Knight kerajaan yang pertama memasuki pintu itu kini tergeletak tak berdaya sambil mengeluarkan darah yang banyak dari tubuh mereka. Terlihat tertancap beberapa bilah tajam di tubuh mereka.
"Sial jebakan! Mereka telah mengetahui kedatangan kita!", ujar Naruto.
DUAR...DUAR...DUAR
Puluhan peluru melesat dari dalam gudang tua itu. Para pasukan knight yang tersisa berusaha membalas menembak balik sambil mundur secara perlahan.
"Sial!", ujar Naruto kesal.
"KALIAN PARA ANJING KERAJAAN MENYERAHLAH! ATAU KUJADIKAN KALIAN SEMUA DAGING CINCANG!" terdengar teriakan seperti itu dari dalam gudang tua yang gelap itu.
"Ayo kita mundur secara perlahan..", ujar para knight.
Tiba-tiba muncul sosok yang berlari dengan cepat mendekati para knight itu. Dia membawa semacam pedang pendek yang digenggamnya.
JRASH! JRASH! JRASH!
Sosok itu mulai menyayat satu persatu para knight yang berada didekatnya. Para knight yang lain berusaha menembakinya.
DOR...DOR...DOR...
TRAKK...TRAK...
Sosok berjubah hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya itu berhasil memotong pistol para Knight hingga terbelah dua. Dia kemudian terus menyayat para Knight yang berusaha melawan. Tak tahan melihat hal tersebut Naruto langsung maju untuk menyerang sosok itu.
"Beraninya kau!", ujar Naruto geram lalu melayangkan beam sabernya ke arah sosok itu.
TRANG!
Beam saber dan pedang pendek itu bertautan. Lalu Naruto kemudian terlibat adu pedang dengan sosok misterius itu. Sosok itu memulai serangan balik pada Naruto. Naruto terus menangkisnya.
"Orang ini kuat juga. Teknik pedangnya sungguh hebat!", batin Naruto.
Tiba-tiba sosok itu menghilang dari hadapan Naruto. Naruto kemudian bingung karena secepat itu sosok itu menghilang.
"Kemana dia ya?", Naruto celingak-celinguk untuk mencoba mencari kemana sosok tersebut.
"Jangan bergerak atau kupotong lehermu"
Naruto kaget mendengar suara itu, tiba-tiba sosok misterius itu kini dibelakang Naruto sambil mengarahkan pisaunya ke leher Naruto. Keringat mulai bercucuran membasahi pelipis Naruto.
"Aku sama sekali tak menyadari hawa kehadirannya", batin Naruto.
"Uzumaki-sama!", ujar para knight yang lain mulai maju untuk mendekati mereka berdua.
"Jangan mendekat atau kubunuh orang ini!", ujar sosok itu yang sukses menghentikan para knight kerajaan.
Sosok itu kemudian membuka tudungnya dan tampaklah wajahnya. Orang itu berambut panjang berwarna oranye dengan poni rata. Memiliki wajah yang cantik dan ternyata dia adalah seorang gadis. Para knight kerajaan kaget melihatnya.
"Ja-jadi dia seorang gadis?!", ujar para knight kaget.
"Aku Fuuma Sasame, anggota KNIGHTMARE yang ingin membebaskan negeri ini dari kekuasaan keji klan Hyuuga! Bersiaplah untuk menghadapi kematian kalian para anjing klan Hyuuga!", ujar gadis berambut oranye itu yang ternyata bernama Sasame.
"Gadis ini benar-benar berani ya...", gumam Naruto yang juga terkejut ternyata sosok yang kuat itu ternyata seorang gadis.
"Sasame-chan kenapa kau sampai menunjukkan wajahmu yang manis itu?"
Semua kaget mendengar suara itu dan menoleh ke sumber suara itu. Muncul seorang pria berambut coklat jabrik dengan anjing disamping kanannya lalu disamping kirinya berdiri seorang gadis berambut panjang berwarna merah dengan penutup kepala kain.
"Kiba!", ujar Naruto kaget melihat kemunculan Kiba yang tiba-tiba.
"Hai Naruto, lama tak berjumpa", ujar Kiba dengan seringaiannya.
To Be Continued...
Yosh! Akhirnya Season 3 WKA rilis juga. Sebenarnya rencana saya, saya akan menamatkan dulu fic TWGOK baru merilis season 3 ini. Tapi karena TWGOK tampaknya kurang diminati, saya memutuskan untuk segera melanjutkan fic ini.
Di chapter ini, Naruto awalnya 2 tahun bertualang bersama Sora Kaizoku di dimensi lain dan akhirnya dia pulang dan menemukan bahwa negerinya sudah jauh berbeda dengan dahulu. Semua tampak lebih suram dan kaku. Lalu muncul organisasi pemberontak KNIGHTMARE yang terus meneror kerajaan yang dipimpin klan Hyuuga. Naruto akhirnya mendapat tugas dari pimpinan Knight untuk memimpin pasukan Knight menyerang persembunyian KNIGHTMARE. Tapi setelah sampai disana, mereka termakan jebakan dan beberapa knight kerajaan gugur dan di akhir chap Naruto dan Kiba akhirnya bertemu. Bagaimanakah kelanjutannya? Silahkan saksikan di chap depan...
Yang login saya sudah balas lewat PM.
Ini balasan buat yang ngak login:
Narutoloverz: OK! Thx buat rnr!
Peko: OK! Thx buat rnr!
The Guest: OK! Thx buat rnr!
Sevensword: OK! Thx buat rnr!
Guest: OK! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: OK! Thx buat rnr!
HA-chan: OK! Thx buat rnr!
Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!
Renzy Strife: Makasih.. OK! Thx buat rnr!
Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!
Saladin: OK! Thx buat rnr!
The guess: Maaf karena saya sudah melupakan smartnaru. Saya memang sudah terfokus dengan penonjolan kekuatan Youkou Naruto. Saya akan mencoba memperbaikinya. Terima kasih atas sarannya. OK! Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
