WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 3 : KNIGHTMARE'S REVENGE
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, Smart n StrongNaru & StrongHina
Summary : Knight Territory kini diperintah oleh kekuasaan tirani klan Hyuuga. Kelompok yang dinamakan KNIGHTMARE yang dipimpin Kiba dan beranggotakan ratusan orang lainnya berusaha memberontak terhadap kekuasaan klan Hyuuga. Akankah Naruto mengetahui kebenaran yang sebenarnya tentang kehancuran klannya dan akhirnya berbalik untuk menghadapi klan Hyuuga?
Chapter 24 – Mengejutkan
"Sasame-chan kenapa kau sampai menunjukkan wajahmu yang manis itu?"
Semua kaget mendengar suara itu dan menoleh ke sumber suara itu. Muncul seorang pria berambut coklat jabrik dengan anjing disamping kanannya lalu disamping kirinya berdiri seorang gadis berambut panjang berwarna merah dengan penutup kepala kain.
"Kiba!", ujar Naruto kaget melihat kemunculan Kiba yang tiba-tiba.
"Hai Naruto, lama tak berjumpa", ujar Kiba dengan seringaiannya.
Kiba dan Naruto kini saling bertatapan. Kiba terus menatap Naruto dengan seringaiannya. Sementara itu Naruto terus ditodong dengan pisau oleh Sasame.
"Sasame-chan, sudah lepaskan Naruto, biar aku yang mengurusnya", ujar Kiba. Sasame kemudian melepaskan Naruto lalu sedikit menjauh sedangkan Kiba mulai mendekati Naruto.
"Naruto tenanglah aku tak ingin membuat masalah denganmu", ujar Kiba.
"Kiba, kenapa kau berusaha menentang kerajaan?!", tanya Naruto.
"Cih! Kau tidak tahu apa-apa Naruto! Kau tidak tahu semua yang terjadi selama 2 tahun ini!", ujar Kiba.
"A-apa yang terjadi sebenarnya?", tanya Naruto bingung.
"Tanyakan saja pada klan terkutuk itu! Mereka itu benar-benar bedebah!", ujar Kiba dengan geram.
"A-apa maksudmu?", tanya Naruto.
"Kau tahu apa sebabnya sekarang banyak warga yang menjadi miskin? Kau tahu apa sebabnya negeri ini semakin suram dan gersang?", tanya Kiba.
"Eh?"
"Itu karena Klan HYUUGA!", ujar Kiba sambil memukul perut Naruto dengan tiba-tiba.
"Ohok!", Naruto terpental dan tersungkur. Mulutnya mengeluarkan darah.
"Mereka menindas warga yang lemah dan miskin dengan pajak yang sangat tinggi. Kesalahan yang sepele saja, warga dihukum sangat berat, terlebih lagi kalian para Knight kerajaan yang sering memeras warga. Juga segala usaha dalam semua bidang hanya bisa dimonopoli oleh orang yang bernaung dalam Hyuuga Corp. Apa itu yang namanya pemerintahan yang adil!?", ujar Kiba dengan geram.
"Ti-tidak mungkin... Mana mungkin klan Hyuuga bisa berbuat sekeji itu!", ujar Naruto.
"Kau yang terlalu naif Naruto, selama ini mereka Cuma memanfaatkanmu karena kekuatanmu yang luar biasa. Mereka kelihatan baik di luar saja tapi didalamnya penuh kebusukan dan kejahatan! Dasar manusia-manusia tidak beradab!", ujar Kiba.
"Ki-Kiba sepertinya kata-katamu sudah keterlaluan!", ujar Naruto.
"Aku mengatakan yang sebenarnya Naruto! Oleh sebab itu aku mendirikan KNIGHTMARE! Awalnya aku Cuma ingin membalas dendam atas kematian Sara-sama dan Buchou-sama, tapi melihat keadaan negeri ini yang memprihatinkan, aku sudah tak tahan lagi! Aku berniat menghancurkan kerajaan yang diperintah klan busuk itu! Aku ingin rakyat bebas dari segala ketidakdilan ini!", ujar Kiba.
"Ki-Kiba..", ujar Naruto.
"Suatu saat kau pasti akan mengetahuinya Naruto, segala kebusukan klan Hyuuga. Tapi mumpung kau ada disini, mari kita tuntaskan saja disini! Ayo Naruto kita bertarung!", ujar Kiba.
"Ta-tapi Kiba!" ujar Naruto kaget.
"Aku takkan pernah memaafkanmu karena kau yang telah membunuh buchou-sama! Aku akan membalas dendam!", ujar Kiba lalu bersiap dengan cakar besinya.
"Ki-Kiba tu-tunggu dulu...", ujar Naruto.
"IRON CLAWS FURY!"
Kiba langsung maju menyerang Naruto dengan tiba-tiba. Beruntung Naruto berhasil menghindari serangan Kiba tapi Kiba langsung kembali lagi menyerang Naruto dengan cepat. Naruto hanya dapat mengelak dan menangkis serangan Kiba.
"GREAT TORPEDO!"
Akamaru menembakkan torpedo dari punggungnya. Torpedo itu melesat menuju Naruto dengan cepat.
"YOUKOU SHIELD!"
Naruto membuat pelindung dari aura Youkou miliknya. Serangan torpedo itu berhasil ditangkis tapi Kiba tiba-tiba muncul dihadapan Naruto.
"TSUUGA!"
Serangan tornado Kiba berhasil membuat Naruto terpental dan tersungkur. Naruto kemudian mencoba berdiri lagi tapi Kiba tiba-tiba muncul dan menendang wajah Naruto hingga Naruto kembali terlempar, sementara itu para Knight kerajaan yang lain mulai bertarung dengan pasukan KNIGHTMARE. Karena kehilangan banyak orang pada jebakan tadi Knight kerajaan terlihat kewalahan menghadapi serangan pasukan KNIGHTMARE.
Kiba kemudian mendekati Naruto yang tersungkur dan mencengkram baju Naruto dengan kuat. Kiba menatap Naruto dengan tajam.
"Naruto! Kau akan kuhabisi disini!", ujar Kiba dengan geram.
"Ugh...", Naruto menggigit bibir bawahnya.
"FIRE BLAST!"
BUAMM!
Tiba-tiba sebuah serangan semburan api melesat dengan cepat mendekati pasukan KNIGHTMARE. Beberapa orang anggota KNIGHTMARE terkena serangan itu dan terbakar. Beberapa orang yang lain mulai mundur dan kaget melihat kemunculan sosok berjubah hitam dengan motif awan merah itu.
"UCHIHA OBITO!"
Kiba juga kaget melihat kedatangan orang itu dan melepaskan Naruto.
"Cih! Kenapa dia datang di saat seperti ini!", ujar Kiba ketus.
"Eh?", Naruto bingung dengan situasi yang terjadi karena tampaknya pasukan KNIGHTMARE tampak panik melihat kedatangan orang itu.
"KNIGHTMARE tampaknya kalian memang sudah keterlaluan ya", ujar sosok itu yang disebut Uchiha Obito.
"Heh Uchiha Obito, tampaknya kerajaan mulai kewalahan menghadapi kami sampai kau yang langsung diutus untuk menghadapi kami!", ujar Kiba dengan senyum meremehkan.
"Kalian ini kerjanya hanya menganggu kerajaan! Sudah tugasku sebagai ketua Akatsuki untuk membasmi sampah-sampah seperti kalian!", ujar Obito.
"Obito-dono saya sudah tiba"
Tiba-tiba muncul seseorang yang memakai jubah hitam panjang dan memakai topeng dengan rupa macan. Pria itu berambut hitam jabrik dan memiliki katana di pinggangnya. Pasukan KNIGHTMARE juga kaget setengah mati melihat kemunculan orang itu.
"Mask-Man kau sedikit terlambat, tadi aku sudah menghabisi beberapa dari mereka", ujar Obito.
"Gomenasai Obito-dono, ada urusan penting yang harus kuselesaikan tadi, tapi saya sudah siap untuk menghabisi mereka", ujar sosok bertopeng yang disebut Mask-Man sambil bersiap dengan katananya.
"Baiklah ayo serang mereka!", ujar Obito lalu mulai menyerang pasukan KNIGHTMARE diikuti Mask-man.
Pertarungan sengit terjadi, Obito dan Mask-man memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa hingga bisa menghadapi beberapa anggota Knightmare yang menyerang sekaligus.
"Sugoi!", Naruto terkagum melihat aksi kedua orang itu.
"Cih! Kalau begini terus kita yang akan dihabisi. Semuanya mundur!", komando Kiba. Para anggota Knightmare yang tersisa mulai mundur dan lari darisitu. Knight kerajaan yang tersisa berusaha mengejar tapi dihentikan Obito.
"Tak usah, kita biarkan mereka pergi dulu", ujar Obito.
"Cepat bawa teman kalian yang terluka kembali ke kota!", ujar Mask-Man.
"Siap, Mask-Man-sama!", ujar para knight kerajaan. Para knight kerajaan yang terluka langsung dibawa rekan-rekannya kembali ke kota.
Sementara itu Naruto mendekati Obito dan menyapanya.
"Halo Obito-san, lama tak berjumpa", ujar Naruto.
"Oh Naruto, ternyata kau sudah kembali ya", ujar Obito.
"Ya aku baru saja kembali beberapa hari yang lalu, tak kusangka Obito-san akan kembali lagi menjadi anggota Akatsuki", ujar Naruto.
Obito agak sedikit terdiam dan raut wajahnya sedikit berubah. Dia kemudian menepuk bahu Naruto.
"Naruto apa kau belum tahu, bahwa Nagato sudah meninggal?", tanya Obito.
Naruto kaget mendengar hal itu. Keringatnya mulai bercucuran dan mata yang membulat.
"Ti-tidak mungkin, tidak mungkin Nagato-nii sudah meninggal!", ujar Naruto.
"Hal itu benar Naruto, dia gugur dalam misi 3 bulan yang lalu. Dia terbunuh dalam perlawanan melawan pemberontakan gang Bandit di distrik Iwa", ujar Obito.
"Ti-tidak Nagato-nii..", ujar Naruto frustasi.
"Karena itulah aku dipanggil kembali menjadi anggota Akatsuki untuk menggantikan posisinya sebagai ketua, aku juga sangat sedih mengetahui Nagato sudah meninggal", ujar Obito dengan muka murung.
"Ti-tidak..tidak mungkin...", ujar Naruto.
"Kuharap kau selalu tabah ya Naruto... Aku pergi dulu", ujar Obito lalu beranjak darisitu.
Naruto kemudian langsung kembali ke distrik Konoha, dia ingin menanyakan kebenaran berita itu pada saudara-saudaranya.
Setelah tiba dirumah, Naruto segera bertanya pada Naruko. Awalnya Naruko tidak mau menjawab tapi pada akhirnya Naruko mengatakan semuanya.
"I-itu benar, Nagato-nii-san telah meninggal 3 bulan yang lalu, maaf ya nii-chan kami tak sanggup memberitahu nii-chan. Kami tahu nii-chan akan sangat terpukul jika mengetahuinya..", ujar Naruko..
"Ti-tidak mungkin! Kau pasti bohong kan! Nagato-nii tak mungkin mati kan!", ujar Naruto sambil mengguncang bahu Naruko.
"Itu benar Naruto! Kalau kau tak percaya, ayo kita ke makamnya sekarang!", ujar Menma yang baru pulang.
Mereka bertiga kemudian segera menuju pemakaman. Setelah itu akhirnya mereka sampai didepan batu nisan yang bertuliskan Uzumaki Nagato.
"Na-Nagato-nii-san...", gumam Naruto lirih. Naruto mulai mengeluarkan airmatanya. Naruto terus menangis terisak-isak. Sementara Naruko dan Menma memandang nanar kearah Naruto.
Besok harinya Naruto kembali dipanggil oleh markas Knight tapi karena dia masih berada dalam keadaan yang bersedih maka dia tidak datang kesana untuk memenuhi panggilan. Mata Naruto masih terlihat sembab dan wajahnya begitu murung. Menma dan Naruko yang melihat kakaknya seperti itu menjadi kasihan.
"Kasihan Naruto-nii-chan...dia pasti sangat sedih..", ujar Naruko.
"Hmm..begitulah...", ujar Menma.
Sementara itu di markas KNIGHTMARE
Para anggota Knightmare sedang berkumpul untuk berdiskusi mengenai rencana mereka berikutnya. Semua tampak serius mendengar arahan dari Kiba.
"Kita kurang beruntung waktu itu, jika saja Obito dan Mask-man tidak datang, kita pasti bisa menghabisi satu kompi pasukan itu beserta si Naruto!", ujar Kiba.
"Cih, jadi si Dobe sudah kembali ya", ujar Sasuke yang duduk di kursi sebelah Kiba.
"Ya dan tampaknya kemampuannya berkembang pesat, kita juga perlu mewaspadainya", ujar Kiba.
"Kau yang payah Inuzuka, kalau aku yang melawannya pasti aku bisa menghabisinya dalam sekejap", ujar Sasuke dengan angkuh.
"Heh.. dasar sombong kau Uchiha, jika bukan karena sepupumu itu datang, aku pasti bisa menghabisi Naruto waktu itu", ujar Kiba.
"Jadi, rencana kita berikutnya adalah penyerangan secara diam-diam di markas Knight kerajaan yang berada di distrik Suna. Kita harus berhasil menyelesaikan misi ini dan membuat distrik Suna menjadi kekuasaan kita. Apakah kalian mengerti?", ujar Kiba.
"Siap Kiba-sama!", ujar seluruh anggota Knightmare serempak.
"Yang akan memimpin misi ini adalah team 9, Sasame-chan dan Amaru-chan. Aku takkan ikut serta dalam misi ini, karena aku harus menyelesaikan sebuah kesepakatan penting. OK! Aku berharap kerjasama dari kalian demi membebaskan negeri ini!", ujar Kiba.
"HIDUP KNIGHTMARE!"
"Sasame-chan, Amaru-chan, aku mengandalkan kalian", ujar Kiba sambil menepuk bahu kedua gadis itu.
"Siap, Kiba-sama!", ujar mereka berdua. Kiba kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Beberapa hari kemudian, Naruto dan Naruko pergi ke rumah sakit di distrik Ame untuk menjenguk istri dari Nagato, Konan yang sedang sakit. Setelah Nagato meninggal, Konan mengalami depresi berat sehingga tubuhnya mulai melemah, karena itu dia harus dirawat di rumah sakit karena seringkali pingsan secara tiba-tiba. Akhirnya Naruto dan Naruko tiba di kamar Konan dan segera menyapa Konan yang sedang duduk di kasur.
"Ohayo, Konan-nee-san", ujar Naruto dan Naruko.
"Wah, kalian berdua! Ohayo!", balas Konan dengan senyum ramah.
"Bagaimana keadaan Konan-nee?", tanya Naruto.
"Kata dokter kondisiku mulai berangsur-angsur membaik tapi sepertinya harus dirawat disini seminggu lagi", ujar Konan.
"Begitu ya.. Semoga kau cepat sembuh Konan-nee...Aku juga sangat sedih mengetahui ternyata Nagato-nii sudah meninggal", ujar Naruto dengan muka murung.
"Nagato...", gumam Konan lirih dan tak disangka Konan mulai menangis.
"Ko-Konan-nee", ujar Naruto lirih.
"Yang sabar ya Konan-nee..", ujar Naruko lalu memeluk dan mengelus-elus punggung Konan.
"Nagato...Nagato...", Konan mulai menangis terisak-isak.
Setelah menjenguk dan menenangkan Konan-nee hingga dia tertidur, Naruto dan Naruko kemudian segera beranjak dari kamar inap tersebut. Mereka mulai berjalan melewati koridor untuk keluar dari rumah sakit.
"Naruko-chan kau duluan saja keluar, aku mau ke toilet dulu", ujar Naruto.
"Baiklah nii-chan, jangan lama-lama ya", ujar Naruko.
Naruto segera cepat-cepat menuju toilet dan buang air besar. Entah kenapa perutnya tiba-tiba merasa sakit. Setelah melihat jam bahwa dia kelamaan, Naruto bergegas keluar dari toilet dan sedikit berlari tapi alangkah sialnya karena tak melihat arah depan, Naruto menabrak seseorang.
BRUKK..
"Aduh!"
"Auww!"
Naruto menabrak orang itu hingga terjatuh dan alangkah kagetnya dia yang ditabraknya itu seorang gadis.
"Ma-Maafkan aku! Aku tak sengaja", ujar Naruto lalu membantu gadis itu untuk berdiri.
"Ti-tidak apa-apa, aku juga kurang hati-hati tadi, eh?", ujar gadis itu lalu ketika melihat wajah Naruto dia menjadi kaget.
"Kau tak apa-apa bukan?", tanya Naruto.
"A-aku tak apa-apa, terimakasih sudah membantuku berdiri", ujar gadis berambut ungu panjang itu dengan mata onyx kelam. Wajahnya cantik dan memiliki bulu mata yang lentik.
"Aku sungguh minta maaf. Aku sedikit terburu-buru jadi agak kurang konsentrasi", ujar Naruto.
Naruto kemudian mulai beranjak darisitu tapi gadis itu tiba-tiba mengatakan sesuatu.
"Apakah wajahku sudah sangat berubah sampai kau tak bisa mengenaliku, Naru-kun?", tanya gadis itu.
Naruto kaget mendengarnya dan segera menoleh kearah gadis itu. Gadis itu kemudian memunculkan mata merah khas klan Uchiha seperti yang dimiliki Sasuke.
"Ka-kau! Jangan-jangan Nao-chan!", ujar Naruto kaget.
"Dasar kau ini! Sudah kubilang namaku Naori, Naru-kun. Jangan memanggilku seperti itu terus dong!", ujar gadis yang disebut bernama Naori itu.
"Ta-tapi mana mungkin, dulu rambutmu pendek dan kau selalu berpakaian seperti laki-laki dan juga dulu dadamu rata seperti papan cucian!", ujar Naruto sambil menunjuk Naori.
"Manusia itu bisa berubah kapan saja Naru-kun! Tapi aku tak terima kau menyebut dadaku seperti papan cucian!", ujar Naori ketus.
"Ja-jadi kau benar-benar Naori?", tanya Naruto sekali lagi.
"Ya benar, ini aku Uchiha Naori!", ujar Naori sambil tersenyum.
Naruto dan Naori kemudian menuju taman yang berada di samping rumah sakit itu. Mereka kemudian duduk di bangku untuk mulai ngobrol.
"Nao-chan tak kusangka kau tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini. Padahal dulu sewaktu SMP kamu tak ada tanda-tanda yang menunjukkan kamu itu seorang gadis. Kamu itu seperti laki-laki dan begitu garang bahkan Haku-san saja segan padamu!", ujar Naruto.
"Itu kan masa lalu, aku yang sekarang sudah agak berbeda dengan dahulu. Dulu aku memang seperti itu karena ayah menginginkanku menjadi kuat seperti nii-san dan jadilah aku yang kasar dan tomboy. Tapi kenangan SMP itu sangat menyenangkan, kita bertujuh anggota Saikyou no Sedai sering menghabiskan waktu bersama. Kita menjalankan misi bersama juga bersenang-senang bersama, apalagi mengingat dulu kau dan Sasu-chan sering bertengkar menurutku kalian berdua itu sangat lucu jika sedang bertengkar", ujar Naori.
"Lalu Nao-chan, kau kemana saja sejak lulus SMP? Aku tak pernah mendengar kau masuk ke Knight Academy manapun", tanya Naruto.
"Ya aku tidak masuk Knight Academy, aku masuk ke SMA swasta yang berada di distrik Oto. Sepertinya bertarung tidak lagi cocok denganku", ujar Naori.
"Hah kau jangan bercanda, bukankah kau yang paling semangat dulu jika bertarung. Mana mungkin kau berhenti begitu saja seperti ini", ujar Naruto.
"Ya dulu aku memang begitu tapi aku menyadari sesuatu yang penting hingga aku memutuskan berhenti bertarung", ujar Naori.
"Eh, apa itu?", tanya Naruto.
"Aku harus menyiapkan diri untuk menjadi istrimu kelak Naru-kun", ujar Naori lalu tersenyum.
"EHHHH?", Naruto kaget setengah mati mendengar hal itu. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut yang luar biasa.
"Hahahaha, mukamu lucu Naru-kun...Hahahaha", ujar Naori yang tertawa terbahak-bahak.
"Hei-hei kau tidak serius kan?", ujar Naruto.
"Tentu saja, aku kan Cuma bercanda. Aku tahu sampai sekarang pun dihatimu hanya ada Hyuuga-senpai", ujar Naori yang masih sedikit terkekeh.
"Kau bikin kaget aku saja...", ujar Naruto sambil mengelus-elus dadanya.
"Tapi Naru-kun sepertinya para anggota Saikyou no Sedai mulai terpecah ya. Bahkan Kiba-kun dan Sasu-chan sudah menjadi teroris negeri ini. Haku-sama juga sudah meninggal. Semuanya sudah berubah sekarang", ujar Naori.
"Iya, aku sangat merasa bersalah karena sudah membunuh Haku-san di pertarungan itu. Karena aku tak mampu mengontrol emosiku, aku sampai membunuh Haku-san..", ujar Naruto yang mukanya berubah murung.
"Sudahlah Naruto jangan terus mengingat hal itu, mungkin itu sudah takdirnya Haku-san mati di tanganmu. Kau harus terus bangkit dan terus menatap masa depan", ujar Naori sambil menepuk bahu Naruto.
"Ya aku mengerti, arigato Nao-chan", ujar Naruto.
"Onii-chan!"
Dari kejauhan terlihat Naruko memanggil dan kini setelah dia melihat Naruto, Naruko segera menghampirinya.
"Onii-chan ternyata kau disini ya, karena kau begitu lama kembalinya, aku jadi mencarimu. Kau sedang ngapain sih?", ujar Naruko.
"Gomen Naruko-chan aku...", ujar Naruto.
"Halo Naruko-chan", ujar Naori sambil tersenyum.
"Nii-chan siapa gadis ini? Jangan-jangan pacar barumu ya?", tanya Naruko.
"Bu-bukan dia ini..", ujar Naruto.
GREP
"Kyaa! Naruko-chan kawaii! Setelah lama tak bertemu kamu jadi secantik ini!", ujar Naori langsung memeluk Naruko.
"Eh? Ka-Kau ini siapa?", tanya Naruko bingung.
"Aku teman SMPnya Naru-kun, juga anggota Saikyou no Sedai, Uchiha Naori! Kau sudah lupa padaku ya?", ujar Naori sambil melepaskan pelukannya.
"Hah! Tidak mungkin, kau Uchiha-senpai yang tomboi itu?!", ujar Naruko kaget.
"Iya ini aku. Aku memang sedikit berubah", ujar Naori.
"Tak mungkin si Uchiha-senpai yang seperti laki-laki itu menjadi gadis yang seksi seperti ini...", batin Naruko. Naruko terperangah melihat Naori.
"Ini memang Nao-chan, aku langsung mengenalinya setelah melihat mata Sharingannya", ujar Naruto.
"Astaga, Uchiha-senpai, lama tak berjumpa ya. Apa kabarmu baik-baik saja?", tanya Naruko.
"Tentu saja aku baik, maaf aku ngak pernah lagi berkomunikasi dengan kalian setelah lulus SMP, soalnya ayah memang menyuruhku untuk selalu fokus pada studiku", ujar Naori.
"Lalu ngomong-ngomong Nao-chan, kenapa kau ada di rumah sakit ini?", tanya Naruto.
"Oh...eh.. a-ano.. aku mau mengunjungi temanku yang dirawat disini", ujar Naori.
"Oh begitu, kami juga habis menjenguk Konan-nee-san yang juga dirawat disini", ujar Naruto.
"Bukankah Konan-san adalah istri dari Nagato-san yang baru meninggal itu. Dia itu kan sepupumu kan Naruto. Aku turut berduka cita", ujar Naori.
"Ya, arigato Nao-chan", ujar Naruto.
"Kalau begitu aku ke dalam dulu ya Naru-kun, takut temanku itu kelamaan menunggu", ujar Naori.
"Ok, jaa Nao-chan", ujar Naruto.
"Jaa!", ujar Naori lalu masuk ke dalam rumah sakit.
"Nii-chan benarkah itu Uchiha-senpai?", tanya Naruko lagi.
"Aku juga tak habis pikir, si tomboi bisa menjadi bidadari cantik seperti itu. Dunia ini memang aneh", ujar Naruto sambil geleng-geleng kepala.
"Ayo pulang nii-chan", ujar Naruko.
"Yosh! Ayo pulang!", ujar Naruto.
Mereka berdua pun segera bergegas untuk pulang ke rumah mereka di distrik Konoha.
Sementara itu Naori kini tiba di sebuah kamar inap didalam rumah sakit itu dan memasukinya. Terlihat ada suster yang menunggunya didalam kamar inap itu.
"Naori-san, anda kemana saja? Ini sudah lewat waktunya check-up", ujar suster.
"Gomen, suster tadi aku ada keperluan. Apa aku masih bisa untuk check-up?", tanya Naori.
"Lain kali jangan seperti ini lagi ya. Juga jangan sering keluar. Tubuh anda belum bisa beraktivitas terlalu banyak", ujar Suster.
"Aku mengerti suster", ujar Naori. Naori kemudian berbaring di kasur dan suster memulai check-up.
Beberapa hari kemudian, rencana Knightmare untuk menyerang markas Knight kerajaan di distrik Suna dijalankan. Team 9 yang dipimpin Sasame mulai bergerak secara diam-diam mendekati markas tersebut.
"Kita akan menyusup secara diam-diam. Ikuti langkah-langkah yang sudah kuberitahukan tadi. Usahakan jangan sampai membuat keributan yang besar", ujar Sasame.
"Siap Sasame-san!", ujar para anggota lain.
Sementara itu markas tersebut yang dipimpin Gaara sudah bersiap dalam posisi masing-masing. Ternyata mereka telah mengetahui bahwa KNIGHTMARE akan menyusup.
"Jika satu saja yang muncul langsung disingkirkan. Kita harus bisa mengalahkan mereka semua disini!", ujar Gaara.
"Siap Gaara-dono!", ujar para knight kerajaan.
Sementara itu Naruto juga ditugaskan disitu. Dia sedang bersiap dalam posisinya.
"Huh kenapa sih tim ini bisa dipimpin oleh si Gaara? Padahal dia dulu kan berandalan yang tahunya cuma berbuat onar di sekolah..", batin Naruto. Naruto memanyunkan bibirnya.
"Hei, KNIGHTMARE sudah datang, ayo bersiap menyerang!"
DUAR...DOR...DOR...
Terdengar bunyi letupan senjata di lorong-lorong markas tersebut. Sepertinya baku tembak antara pasukan Knightmare dan Knight kerajaan sudah terjadi. Naruto kemudian mulai bergerak untuk mendekati area konflik.
Pertarungan terus berlanjut. Tapi karena pasukan Knight kerajaan lebih unggul dalam skill dan jumlah, para Knightmare mulai terdesak dan mundur.
Terlebih Gaara menghancurkan para musuhnya dengan begitu sadis. Dia membunuh setiap musuh yang dihadapinya. Kepala musuhnya dipenggal atau langsung ditusuk di bagian jantung. Gaara menjadi mesin pembunuh yang kejam.
"Sial, mereka terus menyerang kita secara bertubi-tubi Sasame, kita harus bagaimana?", tanya gadis berambut merah yang bernama Amaru.
"Aku akan mencoba menerobos mereka sendirian dengan speed slash, kalian mundurlah, setelah aku berhasil menghabisi beberapa, kalian langsung menyerang balik!", ujar Sasame.
"Aku mengerti!", ujar Amaru.
Pasukan Knightmare mulai mundur secara perlahan sementara itu Sasame mulai bergerak maju untuk menyerang sendirian.
"SPEED ULTIMA SLASH!"
JRASH...JRASH...JRASH...
Sasame dengan kecepatan yang luar biasa mulai menyayat satu persatu Knight kerajaan yang berada didepannya. Dia terus menyayat hingga banyak orang yang terkapar tak berdaya.
"SAND CATCHER!"
GREPPP!
Tapi tiba-tiba sebuah tangan raksasa yang terbuat dari pasir menangkap Sasame. Sasame pun terperangkap dan tak bisa melepaskan diri dari pasir tersebut.
"Tampaknya kau ya, pemimpin mereka. Sekarang kau tak bisa lari lagi!", ujar Gaara. Ternyata pasir Gaara yang telah menangkap Sasame.
"Ugh! Lepaskan aku!", ujar Sasame yang berusaha meronta.
"Tidak akan!", ujar Gaara. Gaara kemudian mengendalikan pasirnya untuk mencengkram badan Sasame lebih kuat.
"ARGGGGH!", Sasame berteriak kesakitan.
"Hahaha, rasakan itu, dasar sampah!", ujar Gaara sambil tertawa.
Gaara kemudian melemparkan Sasame ke dinding hingga kepalanya terbentur. Kepala Sasame mengeluarkan banyak darah. Sasame kini sudah tak berdaya.
"Aku akan menghabisimu sekarang! Kalian tak pantas hidup!", ujar Gaara yang kini telah membawa sebuah pedang yang terbuat dari pasir.
"MATI KAU!"
TRANG!
Sasame yang sudah pasrah menghadapi kematiannya kini kaget. Dihadapannya kini ada seorang pemuda berambut kuning jabrik yang melindunginya dan menahan serangan dari Gaara.
"Uzumaki! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menghalangiku?!", ujar Gaara geram.
"Kau ini memang tak berperasaan Sabaku! Wanita yang sudah tak berdaya seperti ini, mau kau apakan lagi? Jangan bertindak semena-mena pada mereka!", ujar Naruto.
"Mereka ini teroris yang sudah meresahkan masyarakat, mereka semua harus dihabisi!", ujar Gaara.
"Tapi ada cara lain kan selain membunuh mereka semua! Kita Knight kerajaan adalah orang yang ditugaskan untuk melindungi dan mengayomi masyarakat. Kita cukup melumpuhkan mereka dan menangkap mereka untuk diadili! Jangan semuanya kau bunuh!", ujar Naruto.
"Uzumaki, kau!", ujar Gaara geram.
"Aku takkan membiarkanmu menghabisinya disini. Gadis muda seperti dia masih memiliki masa depan yang harus dijalani", ujar Naruto.
"Ugh! Terserah kau!", ujar Gaara lalu menarik pedangnya dan menghancurkannya. Naruto juga menyarungkan beam saber miliknya. Naruto kemudian menoleh pada Sasame.
"Kamu tak apa-apa?", tanya Naruto.
"Ugh...aku tak perlu belas kasihan dari kalian, para budak klan Hyuuga", ujar Sasame sambil merintih kesakitan.
"Aku tak berniat menjadi budak, aku melakukan tugasku sebagai knight untuk melindungi masyarakat. Aku ingin negeri ini damai dan tenteram seperti dahulu", ujar Naruto.
"Selama klan Hyuuga yang memerintah negeri ini, tidak akan ada kedamaian yang tercipta. Makanya kami KNIGHTMARE dibentuk untuk menghancurkan mereka dan membebaskan negeri ini!", ujar Sasame.
"Aku tak mengerti, sebenarnya apa yang diperbuat klan Hyuuga hingga kalian begitu membenci mereka?", tanya Naruto.
"Mereka mengambil semuanya dari kami. Mereka bengis, mereka jahat, mereka hanya mementingkan keuntungan mereka sendiri. Rakyat kecil seperti kami hanya untuk diitindas dan diperas. Wajar saja kau tak tahu karena kau tinggal di kota besar seperti distrik Konoha. Tapi kami yang berasal dari distrik kecil dan miskin selalu ditindas oleh pegawai dari perusahaan klan Hyuuga yang tamak. Mereka menyuruh kami membayar pajak yang sangat tinggi dan kesalahan sedikit saja kami dihukum sangat berat. Apakah itukah disebut pemerintah yang baik? Mereka hanya menindas rakyat saja!", ujar Sasame.
Naruto tertegun mendengar perkataan Sasame. Naruto terus terang tidak tahu apa yang terjadi pada negeri ini selama 2 tahun dia ke dimensi lain. Naruto jadi merasa agak bersalah.
"A-aku sungguh tidak tahu. Benarkah itu yang terjadi?", tanya Naruto.
"Itu benar! Karena itu menghancurkan klan Hyuuga hanyalah jalan satu-satunya untuk mengakhiri penderitaan ini! Kami harus berhasil menghancurkan mereka!", ujar Sasame.
"PASUKAN KNIGHT ROYALE TIBA!"
Pasukan Knight kerajaan yang berjubah emas tiba-tiba datang dan membackup serangan knight kerajaan yang masih bertarung. Pasukan Knightmare semakin terdesak dengan serangan bantuan itu.
"Sial, si putri sialan itu datang!", ujar Amaru yang masih memimpin serangan. Pasukan Knightmare semakin terdesak dan mulai kabur. Sementara itu Sasame yang tak berdaya tiba-tiba melemparkan flashbang sehingga membuat penglihatan Naruto menjadi kabur. Alhasil setelah cahaya flashbang menghilang, Sasame sudah hilang darisitu.
"Dia sudah kabur ya", gumam Naruto.
Sementara itu pasukan Knightmare yang tersisa akhirnya kabur darisitu. Pasukan Knight kerajaan bernapas lega karena akhirnya bisa memukul mundur pasukan Knightmare.
Naruto kemudian mendekati tempat berkumpulnya para Knight kerajaan. Tapi alangkah kagetnya dia melihat seorang gadis yang berada ditengah kumpulan orang itu.
"Hinata-chan!", ujar Naruto lalu senyum merekah dibibirnya.
Naruto segera berlari mendekati Hinata dan akhirnya menerobos kumpulan orang yang mengerubunginya. Kini dia berhadapan dengan Hinata.
"Hinata-chan, akhirnya aku bisa bertemu denganmu! Aku rindu sekali padamu sayang!", ujar Naruto sambil tersenyum.
Hinata terdiam melihat Naruto lalu memasang ekspresi bingung.
"Kamu ini...siapa?", tanya Hinata.
Mata Naruto langsung membulat seketika mendengar hal itu.
Hinata tak mengingat Naruto, apa yang terjadi?
To Be Continued...
Yosh! Chapter 24 update! Maaf banget, updatenya kelamaan. Saya banyak urusan jadi updatenya baru sempat sekarang.
Di chapter ini ada sedikit adegan pertarungan antara Kiba dan Naruto walaupun akhirnya harus terhenti karena kemunculan Uchiha Obito dan sosok misterius Mask-man. Lalu berita mengenai kematian Nagato membuat Naruto sedikit terguncang. Lalu kemudian Naruto bertemu dengan Uchiha Naori, anggota Saikyou no Sedai yang ketujuh. Diakhir chap setelah pertarungan dengan Knightmare di markas Suna, akhirnya Naruto bertemu Hinata, tapi ternyata Hinata tak mengenal Naruto? Apa yang terjadi? Penasaran? Tunggu chap depan ya!
Yang login saya sudah balas review-nya lewat PM.
Ini balasan buat yang ngak login:
Sevensword: OK! Thx buat rnr!
Narutoloverz: OK! Thx buat rnr!
Guest: OK! Thx buat rnr!
Renzy Strife: Makasih.. OK! Thx buat rnr!
The Guest: Ok! Thx buat rnr!
Natsumi-chan: OK! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: OK! Thx buat rnr!
Sammy-kun: OK! Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
