WHITE KNIGHT ACADEMY

SEASON 3 : KNIGHTMARE'S REVENGE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Adventure, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, Smart n StrongNaru & StrongHina

Summary : Knight Territory kini diperintah oleh kekuasaan tirani klan Hyuuga. Kelompok yang dinamakan KNIGHTMARE yang dipimpin Kiba dan beranggotakan ratusan orang lainnya berusaha memberontak terhadap kekuasaan klan Hyuuga. Akankah Naruto mengetahui kebenaran yang sebenarnya tentang kehancuran klannya dan akhirnya berbalik untuk menghadapi klan Hyuuga?

Chapter 25 – Perbedaan antara Bangsawan dan yang Bukan

Naruto kemudian mendekati tempat berkumpulnya para Knight kerajaan. Tapi alangkah kagetnya dia melihat seorang gadis yang berada ditengah kumpulan orang itu.

"Hinata-chan!", ujar Naruto lalu senyum merekah dibibirnya.

Naruto segera berlari mendekati Hinata dan akhirnya menerobos kumpulan orang yang mengerubunginya. Kini dia berhadapan dengan Hinata.

"Hinata-chan, akhirnya aku bisa bertemu denganmu! Aku rindu sekali padamu, sayang!", ujar Naruto sambil tersenyum.

Hinata terdiam melihat Naruto lalu memasang ekspresi bingung.

"Kamu ini...siapa?", tanya Hinata.

Mata Naruto langsung membulat seketika mendengar hal itu.

"I-ini aku Naruto, aku adalah kekasihmu Hinata-chan, jangan bercanda seperti itu", ujar Naruto sambil tersenyum.

"Aku tak mengerti apa yang kau katakan. Aku tak pernah mengenal orang sepertimu. Lalu kau juga mengatakan aku adalah kekasihmu, yang benar saja?!", ujar Hinata dengan ketus.

"Ta-tapi kita ini benar-benar sepasang kekasih. Kau jangan bercanda Hinata-chan, candaanmu ini tak lucu", ujar Naruto lalu memegang tangan Hinata.

PLAK!

"Jangan menyentuhku rakyat jelata!", ujar Hinata sambil menepis tangan Naruto.

"Hinata-chan kenapa kau?", tanya Naruto dengan bingung.

"Kau tak punya hormat sama sekali ya Knight bawahan, aku ini putri dari kerajaan Knight's Territory, panggil aku Hinata-hime-sama!", ujar Hinata sambil menunjuk Naruto.

Naruto kaget mendengar hal itu. Dia tak mengerti kenapa Hinata sampai tak mengingatnya dan berubah drastis seperti ini.

"Ta-tapi ini aku Hinata-chan, Uzumaki Naruto! Aku ini adalah kekasihmu! Masa kamu lupa?!", ujar Naruto.

"Aku takkan pernah memiliki kekasih rakyat jelata sepertimu. Seorang bangsawan sepertiku harus bersanding dengan yang sama derajatnya juga. Bukan sepertimu hanya knight biasa. Kita ini sangat berbeda!", ujar Hinata.

Naruto terdiam mendengar perkataan Hinata. Matanya masih membulat dengan keringat yang bercucuran. Dia tak menyangka bahwa kekasihnya akan melupakannya seperti ini.

"Ta-tapi Hinata-chan aku...", ujar Naruto kembali mendekati Hinata.

"Knight Royale tolong singkirkan orang ini!", ujar Hinata. Para Knight royale yaitu pasukan knight berjubah emas itu mulai menghalangi Naruto.

"Hinata-chan, tunggu! Kau perlu mendengar penjelasanku! Aku sangat mencintaimu dan kau juga sangat cinta padaku!", ujar Naruto yang kini mulai diseret menjauh oleh para knight royale.

"Kau tak boleh mendekati hime-sama!", ujar salah satu knight royale.

"Hinata-chan! Ini aku Naruto! Aku ini kekasihmu yang sangat mencintaimu!"

Sementara itu Hinata mulai berjalan untuk beranjak dari tempat itu.

"Siapa orang itu? Seenaknya mengaku sebagai kekasihku. Hanya rakyat jelata, berani-beraninya dia berbuat seperti itu", ujar Hinata.

Kini Naruto telah diseret oleh para Knight Royale kembali ke kawanan pasukannya. Naruto terus meronta-ronta tapi karena jumlah orang yang menyeretnya cukup banyak, Naruto tak mampu melawan.

"Jangan halangi aku! Aku perlu bicara dengan Hinata-chan!", ujar Naruto.

"Kau ini bisa diam tidak?! Kembali saja bersama pasukanmu!"

"Ugh! Aku harus berbicara dengan Hinata-chan!", ujar Naruto dengan keras.

BUAKKH!

Sesorang memukul tengkuk Naruto hingga Naruto pingsan dan terkapar tak berdaya di tanah. Ternyata orang itu adalah Gaara.

"Dasar kepala kuning menyusahkan", ujar Gaara dengan ekspresi datar.

Beberapa jam kemudian, Naruto mulai sadar dari pingsannya. Matanya mulai mengerjap-ngerjap dan kemudian melihat sekeliling.

"I-ini kan kamarku..", ujar Naruto.

"Nii-chan, akhirnya kau sadar!"

"Na-Naruko?", ujar Naruto.

"Kau sudah pingsan selama 2 jam nii-chan. Untunglah kini kau sudah sadar", ujar Naruko sambil senyum.

"Ugh, siapa yang membawaku kemari?", ujar Naruto yang mulai bangun untuk duduk.

"E-eto..Sabaku-san yang membawamu kemari. Katanya daritadi kau meronta-ronta terus, jadi dia terpaksa membuatmu pingsan dan langsung mengantarmu kemari. Apa yang sebenarnya terjadi sih nii-chan?", tanya Naruko.

"I-itu dia Hinata-chan, aku harus mencari Hinata-chan sekarang! Aku harus berbicara lagi dengannya!", ujar Naruto yang mulai turun dari tempat tidur.

"Hentikan Naruto!", ujar Menma yang baru masuk ke kamar bersama Shion.

"Ta-tapi aku harus segera berbicara dengan dia! Ada yang aneh padanya, masa' dia tak mengingatku?", ujar Naruto.

"Iya dia memang tak bisa mengingatmu", ujar Menma.

"Kenapa? Apa yang terjadi padanya?! Apa kau tahu sesuatu Menma?!", tanya Naruto.

"Dia takkan mengingatmu karena kini dia seorang putri dari raja Knight's Territory", ujar Menma.

"Apa maksudmu, aku tak mengerti?!", tanya Naruto bingung.

"Sejak klan Hyuuga yang memerintah negeri ini, seluruh anggota klannya mengalami perubahan yang drastis. Mereka hanya akan mengingat seseorang yang derajatnya sama dengan mereka. Hanya kaum bangsawan, dan saudagar-saudagar kaya saja yang akan diingat mereka. Para rakyat biasa hanya dianggap biasa saja. Mereka memiliki paham bahwa status sosial sangat berpengaruh di negeri ini. Jadi percuma saja Naruto, Hinata takkan mengingatmu. Walaupun kau berusaha, mereka hanya akan mengacuhkanmu dan bahkan menyingkirkanmu jika kau mengganggu. Jadi lebih baik kau tak menemui dia lagi", ujar Menma.

"Ti-tidak mungkin! Kau bohong Menma! Hinata-chan takkan mungkin melupakanku begitu saja! Dia sangat mencintaiku dan aku juga sangat cinta padanya! Dia itu kekasihku Menma!", ujar Naruto geram.

"Dia tak lagi mencintaimu bodoh! Hinata sekarang sudah menikah dengan Neji!", ujar Menma dengan lantang.

Mata Naruto membulat seketika mendengar hal itu. Lalu dia menatap tajam Menma.

"Kau bicara apa Menma?! Kau ini benar-benar pembohong besar!", ujar Naruto lalu memukul pipi Menma tiba-tiba. Menma kemudian terpental dan terbentur tembok.

"Kau ini benar-benar keras kepala ya?! Yang kukatakan semuanya benar! Hinata sudah menjadi seorang putri dan menikah dengan sepupunya sendiri Neji. Neji kini menjadi pangeran yang memiliki kekuasaan yang tinggi. Tak ada seorang pun yang berani menentang Neji karena selain memiliki kekuasaan, dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa. Jadi lebih baik kau urungkan niatmu untuk berurusan dengan mereka!", ujar Menma.

"Tidak...tidak...tak mungkin Hinata-chan-ku...", ujar Naruto yang mengacak rambutnya frustasi.

"Sudah-sudah nii-chan sebaiknya istirahat dulu.. Nii-chan kan baru menjalankan tugas yang cukup berat jadi harus banyak istirahat", ujar Naruko lalu menuntun Naruto kembali ke kasur.

"Ugh...tak mungkin...Hinata-chan...", gumam Naruto lirih. Naruto dibaringkan lagi ke kasur oleh Naruko.

"Nii-chan istirahat ya... Tenang saja aku akan menemanimu sampai tertidur", ujar Naruko sambil mengelus kepala Naruto dengan lembut.

"Hinata-chan...Hinata-chan...", gumam Naruto terus menerus. Naruko hanya memandang sendu pada kakaknya sambil terus mengelus kepala kakaknya sementara itu Menma dan Shion keluar dari kamar Naruto.

"Kasihan Naruto-kun, akhirnya dia mengetahui hal ini...", ujar Shion dengan muka sendu.

"Sudah kubilang, suatu saat dia pasti akan tahu", ujar Menma.

"Kita harus selalu membantunya untuk menghadapi semua ini", ujar Shion.

"Yeah...kamu benar", ujar Menma.

Sementara itu di markas KNIGHTMARE

Pasukan team 9 yang berhasil dipukul mundur kini kembali ke markas rahasia KNIGHTMARE. Para anggota yang terluka langsung dirawat dan diobati sementara itu Amaru dan Sasame segera melapor pada Kiba.

"Kiba-sama maafkan kami, kami gagal menaklukan markas di Suna itu. Tiba-tiba saja pasukan Knight Royale yang dipimpin Hinata-hime datang memberi bantuan. Kami pun terdesak dan terpaksa mundur. Tolong maafkan kami..", ujar Sasame sambil berlutut dan membungkuk.

"Begitu ya, Hinata-hime yang datang. Tak apa Sasame-chan, santai saja masih ada banyak waktu untuk menaklukan markas itu", ujar Kiba santai.

"Kami sudah gagal, kau pantas memberi hukuman pada kami", ujar Sasame.

"Hukuman? Apa ya? Ah itu saja! Bagaimana kalau kau dan Amaru memperlihatkan celana dalam kalian?", tanya Kiba dengan muka mesum.

BUAAAKH!

Kiba terpental dan membentur tembok, ternyata Koyuki yang berada disampingnya telah mendaratkan pukulan telak pada pipi Kiba.

"Kenapa kau ini Koyuki!? Kenapa kau tiba-tiba memukulku?!", tanya Kiba dengan geram.

"Kau pasti mau mereka melakukan hal-hal mesum untuk memuaskanmu bukan?! Dasar kau ini sudah bau anjing, pikirannya juga kotor! Dasar orang tak tahu diri!", ujar Koyuki geram.

"Ka-kau beraninya berkata seperti itu wanita jalang! Suka-suka gue dong mau menyuruh mereka melakukan apa! Mereka yang meminta hukuman padaku, jadi terserah aku memberi hukuman apa!", ujar Kiba.

"Beri hukuman yang masuk akal! Jangan hal mesum seperti itu! Dasar pemimpin tak berguna!", ujar Koyuki geram.

"Apa?! kau bilang aku tak berguna?! Kau yang tak berguna wanita jalang! Kerjamu hanya berdiam di markas sambil mengutak-atik komputer!", ujar Kiba juga dengan nada tinggi.

"Aku bukan sekedar mengutak-atiknya! Aku mencari informasi yang penting tahu lewat akses internet!", ujar Koyuki.

"Sudah-sudah pasangan suami-istri jangan bertengkar terus dong..", ujar Sakura yang datang bersama Sasuke mendekati Koyuki dan Kiba.

"Aku tak sudi menikah dengan pemuda anjing ini! Menyentuhnya saja membuatku jijik!", ujar Koyuki ketus.

"Siapa yang mau juga sama wanita jalang sepertimu! Selalu hanya bercerita mengenai Naruto, Naruto dan Naruto terus! Aku jadi bosan mendengarnya! Padahal Naruto sama sekali tak memperdulikanmu!", ujar Kiba.

"Apa kau bilang?! Siapa yang bilang begitu padamu?!", ujar Koyuki geram.

"Aku mendengarnya dari beberapa anggota disini. Kau sering curhat pada mereka saat kamu katanya sedang galau. Dasar wanita menyedihkan!", ujar Kiba.

"Kau benar-benar menyebalkan Kiba! Aku tak mau lagi berbicara padamu!", ujar Koyuki lalu beranjak darisitu.

"Silahkan, aku juga tak mau berbicara padamu wanita jalang! Pergi sana!", ujar Kiba ketus.

"Ne, Kiba-san apakah kau tak terlalu kasar padanya?", tanya Sakura.

"Hah, itu sudah biasa. Beberapa jam lagi pasti dia sudah kembali seperti biasanya", ujar Kiba.

"Kalian ini benar-benar pasangan yang keras kepala ya. Kenapa tidak bilang saja kalau kalian berdua itu saling menyukai?", ujar Sakura sambil tersenyum.

"Cih! Siapa bilang aku menyukainya?! Lebih baik aku kencan sama Sasame-chan atau Amaru-chan daripada dia!", ujar Kiba ketus.

"Benarkah? Awas jangan menyesali perkataanmu sendiri ya Kiba-san", ujar Sakura sambil terkekeh.

"Huh, aku takkan menyesalinya", ujar Kiba lalu beranjak darisitu.

"Hihihi mereka memang pasangan yang unik", ujar Sakura sambil terkikik. Sementara Sasuke memandangi Sakura dengan pandangan yang sulit diartikan.

Sakura kemudian menoleh pada Sasuke lalu melihat Sasuke terus memandanginya.

"A-ada apa Sasuke-sama, kenapa kau terus memandangiku seperti itu?", tanya Sakura.

"Tidak apa-apa, aku Cuma ingin memandangimu saja", ujar Sasuke dengan datar.

Sakura kemudian memalingkan wajahnya, terlihat semburat merah mulai menghiasi pipinya.

"Lalu bagaimana dengan kami ini?", tanya Sasame. Sasame dan Amaru saling berpandangan.

Sementara itu beberapa hari ini, Naruto terus mengurung diri di kamarnya. Dia terus memikirkan Hinata. Pikirannya benar-benar kacau dan kalut saat ini. Dia terus mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Naruko dan Menma yang melihat keadaan kakaknya merasa sangat prihatin. Mereka mencoba menghibur Naruto tapi kurang begitu berhasil. Naruto terus saja memaksa untuk pergi menemui Hinata. Tapi Menma begitu keras melarangnya untuk pergi. Jika Naruto sudah begitu melawan terpaksa Menma harus menggunakan Sharingannya untuk menghipnotis Naruto supaya kembali tidur.

"Aku kasihan melihat Naruto-nii-chan terus seperti ini, kita harus cepat menemukan solusi untuk masalah ini", ujar Naruko.

"Kau benar, kita harus segera menyelesaikannya", ujar Menma.

2 hari kemudian, Menma mengajak Naruto untuk mengikuti misi bersama di distrik Kusa. Misi pasukan knight kerajaan kali ini adalah melindungi sebuah perusahaan pembuat senjata Hyuuga Corp yang bakal diserang oleh KNIGHTMARE.

Semua knight kerajaan telah berjaga di posisi masing-masing. Tapi tampaknya Naruto masih sedikit kurang fokus, Menma kemudian menepuk pundak Naruto.

"Naruto berusahalah dalam misi ini. Kita harus bisa menyelesaikannya dengan baik!", ujar Menma sambil tersenyum.

"Aku mengerti Menma!", ujar Naruto sambil tersenyum.

Suara ribut-ribut senjata mulai terdengar tampaknya pasukan Knightmare sudah memulai aksi serangan mereka. Pasukan Knight kerajaan yang berada di garis depan mulai maju untuk menyerang mereka.

"Ayo pasukan serang mereka!", komando sang pimpinan pasukan knight kerajaan.

Baku–tembak terus berlangsung. Pasukan Knightmare yang menembak secara sembunyi-sembunyi mulai menjatuhkan sebagian pasukan Knight kerajaan.

Tapi seorang Knight kemudian mengambil sebuah torpedo untuk diluncurkan ke arah pasukan Knightmare. Dia segera menembakkannya.

"Terima ini penjahat!"

Torpedo pun diluncurkan dan menghancurkan pohon-pohon yang berada di area tersebut. Perlu dijelaskan perusahaan itu terletak di kawasan yang banyak pohonnya. Jadi para pasukan Knightmare menembak dari balik pohon-pohon.

Banyak pasukan Knightmare yang terlambat menghindar dan terkena serangan torpedo itu.

"Maju! Serang yang tersisa!", komando sang pimpinan pasukan knight.

"OOOOOO!"

Pasukan Knight kerajaan mulai maju untuk menyerang pasukan Knightmare yang tersisa tetapi...

"KAGEMANE!"

Tiba-tiba para knight tersebut berhenti bergerak. Mereka seperti terikat sesuatu. Lalu munculah seorang pria berambut hitam dengan rupa nanas. Ternyata dari sepatunya dia membuat bayangan hitam yang dapat mengikat bayangan para knight kerajaan tersebut.

"Heh, dasar merepotkan kalian daritadi. Sekarang kalian tak bisa lagi bergerak!", ujar pria berambut nanas itu.

"Sialan apa ini? Kenapa kita tak bisa bergerak!?", ujar para knight bingung.

"Chouji keluarlah dan singkirkan mereka semua ini!", ujar pria rambut nanas itu.

Lalu muncullah seorang pria bertubuh gendut dengan rambut gondrong. Dia menatap tajam para knight kerajaan.

"Bersiaplah untuk dilindas, para budak klan Hyuuga!", ujar pria gendut yang dipanggil Chouji itu.

"NIKUDAN SENSHA!'

Chouji kemudian bergelinding dan membuat putaran yang besar seperti bola bergelinding. Dia kemudian menabrak satu persatu para knight kerajaan yang masih terdiam itu.

"UAKKH! UAKHH! UAKH!"

Para knight kerajaan itu terlempar dan tersungkur di tanah dengan tak berdaya. Tersisa para knight yang lain yang mulai kabur dari serangan tersebut.

Sementara itu Naruto dan Menma yang berada di garis belakang dikomandokan untuk maju karena pasukan garis depan berhasil disapu bersih. Saat melihat kedua orang yang menyerang para knight kerajaan di garis depan itu, Naruto langsung tercengang.

"Chouji! Shikamaru!", ujar Naruto kaget.

Setelah membereskan para knight garis depan yang tersisa, Chouji dan Shikamaru berhenti sejenak dan menatap Naruto. Mereka juga sedikit kaget melihat Naruto.

"Wah, Naruto ya, kamu sudah kembali rupanya", ujar Shikamaru.

"Naruto, lama tak ketemu", ujar Chouji.

"Ke-Kenapa, kenapa kalian bisa menjadi anggota Knightmare?!", tanya Naruto.

"Merepotkan, itu tak perlu dijawab, karena kami juga membenci keluarga kerajaan!", ujar Shikamaru.

"Klan Hyuuga adalah pemerintah yang jahat dan buruk, kami memutuskan untuk ikut ambil bagian untuk menghancurkan mereka!", ujar Chouji.

"Tetapi kenapa kalian... bukankah setelah lulus kita berjanji akan menjadi knight dan menjalankan tugas bersama?", tanya Naruto.

"Sekarang zaman sudah berbeda Naruto, kami tak ingin menjadi Knight dan menjadi budak klan Hyuuga. Lebih baik kami menjadi teroris daripada diperintah oleh mereka", ujar Shikamaru dengan tatapan tajam.

"Ka-kalian...", ujar Naruto lalu mulai berjalan mendekati mereka.

GREPP

"Tak kusangka kamu jadi bertambah tampan, Naruto"

Tiba-tiba seorang gadis berambut pirang merangkul Naruto dan menodong leher Naruto dengan pedangnya. Gadis cantik dengan mata aquamarine dan rambut pirang dikuncir satu.

"I-Ino-san!", ujar Naruto kaget.

"Hehehe, akhirnya kita bertemu lagi Naruto. Tapi sepertinya situasi sekarang ini kurang mendukung ya", ujar Ino dengan senyuman.

"I-Ino-san kau juga memakai seragam Knightmare?! A-apa yang terjadi sebenarnya pada kalian?", ujar Naruto bingung.

"Tentu saja menghancurkan kerajaan terlebih lagi aku ingin sekali memenggal kepala si putri sialan yang selalu dipikirkan olehmu itu", ujar Ino.

"Ma-Maksudmu Hinata-chan?!", tanya Naruto kaget.

"Ya kau benar, aku benar-benar ingin memenggal kepalanya dan kubakar dihadapan para rakyat. Aku benar-benar membenci wanita sombong itu!", ujar Ino dengan geram.

"Ka-Kalian... apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?", tanya Naruto dengan kebingungan.

"HINATA-HIME-SAMA BERSAMA PASUKAN KNIGHT ROYALE TELAH TIBA!"

Dari arah lain muncul pasukan Knight Royale yang dipimpin Hinata. Semua kaget melihat kedatangan mereka. Sementara itu Ino tersenyum menyeringai.

"Doaku terkabul, dengan begini aku bisa lebih cepat memenggal kepalanya", ujar Ino.

"I-Ino-san jangan bercanda, aku takkan membiarkanmu menyakiti Hinata-chan!", ujar Naruto.

"Dasar laki-laki bodoh! Dia itu tak mencintaimu lagi! Lebih baik kau lupakan saja putri sialan itu!", ujar Ino lalu menendang Naruto hingga terpental dan tersungkur di tanah.

Pasukan Knightmare dan pasukan Knight Royale kini berhadapan dengan tajam. Terutama Ino menatap tajam kearah Hinata.

"Knightmare kalian terus saja menganggu ketenteraman negeri ini. Sampah seperti kalian harus cepat dimusnahkan agar negeri ini bisa kembali normal", ujar Hinata dengan angkuh.

"Kalian yang selalu membuat rakyat menderita! Kami takkan memaafkan perbuatan kalian! Kami akan menghancurkan kalian semua beserta kerajaan!", teriak Ino dengan geram.

"Jangan bermimpi untuk bisa melakukan itu semua! Sebelum itu kalianlah yang akan dimusnahkan terlebih dahulu!", ujar Hinata.

"Ugh kau benar-benar bedebah, putri sialan! Aku pasti akan memenggal kepalamu dengan rapierku ini!", ujar Ino dengan geram.

"Cih! Ayo kalau berani serang aku!", ujar Hinata.

"Sialan kubunuh kau!", ujar Ino lalu mulai maju menyerang tapi dihentikan oleh Shikamaru.

"Tunggu Ino, jangan terbawa emosi. Jika kau menyerang sendirian, kau yang akan dihabisi. Kita perlu strategi untuk melawan mereka semua", ujar Shikamaru.

"Tapi aku ingin sekali merobek-robek mulutnya yang angkuh itu. Aku benar-benar benci padanya!", ujar Ino dengan geram.

"Sabar, kita pasti akan mengalahkan mereka semua. Lagipula kalau ini berjalan dengan baik, rencana kita akan berhasil", ujar Shikamaru.

"Baiklah aku mengerti, aku akan menahan diri", ujar Ino.

Sementara itu Naruto kembali mendekati Hinata.

"Hinata-chan, ini aku Naruto. Sekarang apa kau sudah mengingatku?", tanya Naruto.

"Heh, kau knight yang kemarin ya. Jangan dekat-dekat, aku tak mau berdekatan dengan orang aneh sepertimu", ujar Hinata lalu sedikit mundur agar lebih jauh dari Naruto.

"Hinata-chan, apa kau benar-benar tak bisa mengingatku? Ini aku Naruto, laki-laki yang selalu mencintaimu! Cobalah ingatlah aku!", ujar Naruto terus memaksa walaupun para Knight Royale kini mulai menghalangi Naruto agar tidak terlalu dekat dengan Hinata.

"Tapi aku benar-benar tak mengingatmu! Cepat pergi sana! Bersiaplah untuk menyerang mereka!", ujar Hinata.

"Hinata-chan, ini aku Naruto! Naruto! Naruto!", teriak Naruto dengan keras.

"Kau membuatku pusing saja! Knight cepat seret dia menjauh!", perintah Hinata.

"Baik, hime-sama!", ujar knight lalu menyeret Naruto menjauh.

Kedua pasukan mulai bersiap untuk memulai penyerangan. Mereka telah siap dengan senjata masing-masing.

"PASUKAN SERANG!"

"KNIGHTMARE SERANG!"

Kedua pasukan mulai adu tembak dan yang lainnya ada yang beradu pedang. Semua bertarung untuk mempertahankan pihak masing-masing. Mereka terus bertarung dengan sengit. Tetapi tiba-tiba muncul benda asing dari langit yang melesat dengan cepat ke arah tanah.

BUAM! BUAM! BUAM!

Meteor-meteor dengan api yang membara tiba-tiba mulai menghujam daerah tersebut tetapi meteor-meteor tersebut hanya mengarah ke arah pasukan Knightmare saja. Banyak pasukan Knightmare yang terkena serangan meteor itu dan langsung gugur. Beberapa terkena dan kini terluka parah. Serangan meteor tersebut berhasil melumpuhkan seluruh pasukan Knightmare.

"Gomenasai, saya terlambat datang, Hinata-hime-sama..."

Muncul sosok pria bertopeng yang disebut Mask-Man disamping Hinata. Ternyata dialah yang menyebabkan serangan meteor tersebut.

"Kerja bagus Mask-man! Kau berhasil melumpuhkan mereka semua dalam sekejap", ujar Hinata.

"Ini sudah menjadi tugas saya untuk selalu melindungi anggota kerajaan", ujar Mask-man dengan hormat.

"Baiklah pasukan, ikat semua yang masih hidup dan bersiaplah untuk mengeksekusi mereka semua!", ujar Hinata.

"Siap, hime-sama!", ujar para knight.

Pasukan Knightmare yang masih tersisa dan masih hidup dikumpulkan dan diikat tangan dan kakinya. Karena mereka sudah tak mampu melawan lagi karena stamina yang sudah terkuras juga luka yang cukup parah. Sementara itu Naruto terus menatap bingung semua ini. Dia tak menyangka Hinata bakal menjadi sekejam ini. Dia kemudian kembali menghampiri Hinata.

"Hinata-chan, mengapa mereka semua harus dibunuh?! Kenapa mereka tak ditangkap dan diadili saja!", tanya Naruto.

"Mereka semua adalah penjahat yang benar-benar keterlaluan. Hukuman mati sangat pantas untuk mereka semua!", ujar Hinata.

"Ta-tapi jika terus seperti ini, mereka akan semakin membenci kerajaan. Kurasa membunuh mereka semua bukanlah tindakan yang tepat!", ujar Naruto.

"Kau ini memihak kerajaan atau mereka sih!?", tanya Hinata dengan menatap tajam Naruto.

"Te-tentu saja aku memihak kerajaan tetapi ini bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi mereka", ujar Naruto.

"Kau ini knight yang sudah bersumpah setia untuk mengabdi pada kerajaan bukan?", tanya Hinata.

"I-iya, aku sudah melakukan sumpah itu", ujar Naruto.

"Kalau begitu, sebagai putri dari raja Knight's Territory, aku Hyuuga Hinata memerintahkanmu untuk memenggal kepala ketiga orang itu", ujar Hinata lalu menunjuk Ino, Chouji dan Shikamaru. Naruto langsung kaget mendengar perkataan Hinata itu.

"Ta-tapi mereka...", ujar Naruto bingung.

"Bukankah kau sudah melakukan sumpah, berarti kau harus mematuhi semua perintah dari anggota keluarga kerajaan. Ayo cepat penggal kepala mereka", ujar Hinata.

Naruto kemudian mendekati Ino dkk yang terikat dan terduduk dengan tubuh yang lemah. Naruto memandang mereka dengan sendu.

"A-aku tak mungkin membunuh mereka...Me-mereka teman-temanku..", gumam Naruto.

Naruto kini sudah berdiri dihadapan mereka bertiga. Naruto sudah bersiap menarik pedangnya.

"Heh, ironis sekali, aku harus mati ditanganmu Naruto", ujar Shikamaru sambil tersenyum kecut.

"Kau memang sudah bukan teman kami lagi Naruto. Kau tak lagi pintar kini kau benar-benar bodoh", ujar Chouji.

"Kau benar-benar seperti anjing peliharaannya Naruto. Mau saja diperintah seenaknya seperti itu", ujar Ino dengan menatap tajam Naruto.

"Ugh..", Naruto dengan tangan yang bergetar perlahan-lahan menarik pedangnya.

"Ayo cepat penggal kepala mereka!", ujar Hinata.

Naruto kini memegang pedangnya dengan tangan yang terus bergetar. Dengan mata berkaca-kaca dia menahan diri untuk tidak menangis.

"Cepat penggal kepala mereka!", teriak Hinata.

"AKKKH!" Naruto berteriak keras

To Be Continued!

Yosh chapter 25 update! Akhirnya author bisa update sedikit cepat dari sebelumnya. Akhirnya author sedikit terbebas dari anugerah WB (writers block) dan bisa kembali melanjutkan cerita ini.

Di chap ini akhirnya Naruto dan Hinata bercakap dan Hinata benar-benar 1000% telah melupakan Naruto. Menma kemudian menceritakan kejadian aneh yang ditimpa klan Hyuuga hingga Hinata bisa jadi seperti itu. Naruto menjadi sedikit frustasi. Lalu pada sebuah misi Naruto dihadapkan dengan pertarungan melawan teman sekolahnya dulu Ino-Shika-Chou. Entah kenapa mereka bertiga kini menjadi anggota Knightmare. Tapi pasukan Knightmare berhasil dilumpuhkan berkat serangan hebat dari Mask-Man. Di akhir cerita Naruto diperintahkan Hinata untuk memenggal kepala Ino-Shika-Chou yang sudah tak berdaya. Apakah Naruto akan mengikuti perintah Hinata atau melanggar sumpahnya sebagai knight dengan tidak membunuh mereka bertiga? Bagaimanakah kelanjutannya? Wait for the next chapter!

Yang login reviewnya sudah saya balas lewat PM

Ini balasan review buat yang ngak login:

Sevensword: Ok! Thx buat rnr!

Peko: Ok! Thx buat rnr!

Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!

Narutoloverz: Ok! Thx buat rnr!

Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!

The Guest: Ok! Thx buat rnr!

Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!

Renzy Strife: dia sprtinya hilang ingatan. Ok! Thx buat rnr!

AkatsukiStyle: maaf kalau alurnya speerti itu, saya akn coba mmperbaikinya. Ok! Thx buat rnr!

Guest: Ok! Thx buat rnr!

The guess: maaf kalo narunya kurang ditunjukkan emosionalnya, tpi sekarang ini dia tambah bingung dengan situasi di dimensinya ini. Ok! Thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!