WHITE KNIGHT ACADEMY

SEASON 3 : KNIGHTMARE'S REVENGE

Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Adventure, Hurt/Comfort, Friendship

Pair : Naruto X Hinata

Warning: OOC, AU, Smart n StrongNaru & StrongHina

Summary : Knight Territory kini diperintah oleh kekuasaan tirani klan Hyuuga. Kelompok yang dinamakan KNIGHTMARE yang dipimpin Kiba dan beranggotakan ratusan orang lainnya berusaha memberontak terhadap kekuasaan klan Hyuuga. Akankah Naruto mengetahui kebenaran yang sebenarnya tentang kehancuran klannya dan akhirnya berbalik untuk menghadapi klan Hyuuga?

Chapter 26 – Kenyataan Saat Ini

Naruto kemudian mendekati Ino dkk yang terikat dan terduduk dengan tubuh yang lemah. Naruto memandang mereka dengan sendu.

"A-aku tak mungkin membunuh mereka...Me-mereka teman-temanku..", gumam Naruto.

Naruto kini sudah berdiri dihadapan mereka bertiga. Naruto sudah bersiap menarik pedangnya.

"Heh, ironis sekali, aku harus mati ditanganmu Naruto", ujar Shikamaru sambil tersenyum kecut.

"Kau memang sudah bukan teman kami lagi Naruto. Kau tak lagi pintar kini kau benar-benar bodoh", ujar Chouji.

"Kau benar-benar seperti anjing peliharaannya Naruto. Mau saja diperintah seenaknya seperti itu", ujar Ino dengan menatap tajam Naruto.

"Ugh..", Naruto dengan tangan yang bergetar perlahan-lahan menarik pedangnya.

"Ayo cepat penggal kepala mereka!", ujar Hinata.

Naruto kini memengang pedangnya dengan tangan yang terus bergetar. Dengan mata berkaca-kaca dia menahan diri untuk tidak menangis.

"Cepat penggal kepala mereka!", teriak Hinata.

"AKKKH!" Naruto berteriak keras.

CRASSSH!

Pedang Naruto ternyata tertancap di tanah. Semua kaget melihat hal itu. Naruto memegang pedangnya dengan napas yang ngos-ngosan. Keringat bercucuran membasahi wajahnya. Sementara Hinata menatap tajam Naruto.

"Aku tak bisa membunuh mereka! Mereka ini tetap teman-temanku!", ujar Naruto dengan lantang.

"Kau sadar apa yang telah kau lakukan?! Kau sudah melanggar sumpahmu sebagai knight dengan tidak menaati perintah keluarga kerajaan!", ujar Hinata.

"Kau bukan Hinata-chan lagi! Kau sekarang menjadi perempuan yang tak berperasaan dan berhati kejam!", kata Naruto sambil menatap tajam Hinata.

"Tangkap dia Knight Royale! Dia harus dihukum karena telah melanggar perintahku!", ujar Hinata.

"Siap, Hinata-hime-sama!", ucap para Knight Royale.

Para Knight Royale mulai berjalan mendekati Naruto dan bersiap menangkapnya, Naruto sudah bersiap dengan pedangnya yaitu saber beam untuk bertarung.

"SERANG DIA!"

"AMATERASU!"

Muncul api hitam yang membakar para Knight Royale. Knight Royale berteriak kesakitan karena panas dari api hitam tersebut. Ternyata Menma kini berada di depan Naruto dan telah mengeluarkan teknik Amaterasunya. Lalu Menma juga membuat perisai dari api hitam tersebut yang mengelilingi daerah para Knightmare ditahan agar para knight kerajaan tak dapat mendekat.

"Me-Menma..kau..", Naruto bingung kenapa Menma melindunginya.

"Ayo kita segera pergi darisini Naruto. Api itu akan memperlambat gerakan mereka.", ujar Menma.

Menma kemudian segera melepaskan ikatan Shikamaru, Chouji dan Ino. Lalu mereka segera melepaskan para anggota Knightmare lainnya.

"Sankyuu Menma, akhirnya kami bisa selamat", ujar Ino.

"Tak masalah", ujar Menma.

"A-apa yang terjadi disini sebenarnya?", tanya Naruto dengan raut wajah yang bingung.

"Aku adalah mata-mata dari Knightmare", ujar Menma. Naruto pun kaget mendengar hal tersebut.

"Karena kau sudah dianggap telah mengkhianati kerajaan, lebih baik kau ikut kami Naruto daripada kau ditangkap dan disiksa oleh mereka", ujar Menma.

"Ba-Baiklah", Naruto berkata sambil mengangguk. Para Knightmare mulai lari dari tempat tersebut.

"DARKEST BIND!"

Muncul sulur-sulur hitam dari balik api tersebut. Sulur-sulur tersebut mengejar para anggota Knightmare yang sedang berlari. Beberapa anggota tertangkap dan tercekik sampai mati.

"Gawat itu Mask-man!", ujar Chouji dengan panik.

"Aku akan menghentikannya. DARK RASEN SHURIKEN!", ujar Menma. Menma kemudian membentuk rasengan hitam berbentuk shuriken ke arah sulur-sulur hitam tersebut. Sulur-sulur tersebut pun hancur.

"Kita harus mempercepat lari kita! Sulur-sulur tersebut mulai mengejar lagi!", ujar Shikamaru panik sambil menoleh kebelakang.

"Semua cepat mendekat padaku. Menma dan Ino-san sentuh pundakku dan anggota lain saling berpegangan tangan!", ujar Naruto. Menma dan Ino kini sedang berlari di samping Naruto.

"Apa yang akan kau lakukan Naruto?", tanya Ino bingung.

"Aku akan menggunakan jurus ninja yang kupelajari dari Hinami-senchou! Jurus ini akan membuat kita berpindah sangat jauh dalam waktu yang sangat singkat!", ujar Naruto.

"Baiklah lakukan seperti yang dikatakan Naruto!", ujar Menma.

Semua anggota saling berpegangan tangan lalu karena saling terhubung dengan Naruto akhirnya Naruto mulai merapal tekniknya.

"HIRAISHIN NO JUTSU!"

SIIIIIINGG!

Semua anggota Knightmare langsung berpindah tempat sangat jauh dalam sekejap. Sementara itu Mask-Man yang melihat kejadian hal itu hanya terdiam lalu berbalik.

Naruto dan para anggota Knightmare kini telah berpindah ke sebuah hutan yang asing. Shikamaru kemudian melihat sekeliling.

"Hmm sepertinya aku tahu hutan ini, ini Hutan yang berada di utara distrik Oto, baguslah pos bagian Oto Cuma beberapa meter dari sini", ujar Shikamaru.

Naruto terlihat kelelahan dan napasnya ngos-ngosan. Menggunakan jurus ninja seperti itu menguras banyak sekali energi.

"Naruto arigatou, berkat kau kami semua dapat selamat", ujar Menma.

"Hyeah..", ujar Naruto dengan napas yang masih ngos-ngosan.

"Nih.."

Ino kemudian menyodorkan sebuah botol berisi air kepada Naruto. Naruto langsung mengambilnya dan langsung meminumnya.

"Fuah... air ini segar sekali..", ujar Naruto.

"Terima kasih sudah menolong kami Naruto", ujar Ino.

"Yah..tak masalah..", ujar Naruto sambil menyeka keringat yang bercucuran diwajahnya.

"Sebaiknya kita segera ke pos Oto, pasti team 7 dan 9 sedang berjaga disana", ujar Shikamaru.

Semua anggota Knightmare segera berjalan untuk menuju pos Oto. Setelah lama berjalan ditengah hutan itu, mereka menemukan sebuah pintu diatas tanah yang ditutupi dengan bongkahan batu. Pintu itu dibuka dan terlihat tangga yang menuju kebawah tanah. Mereka semua segera menuruni tangga itu dan setelah sampai di dasar mereka menemukan sebuah pintu besi. Shikamaru segera mengetuk pintunya.

"Password-nya?", tanya komputer di pintu tersebut.

"HABISI KLAN HYUUGA! KNIGHTMARE BERJAYA!", ujar Shikamaru dengan lantang.

"Password salah"

"Lho, bukankah itu passwordnya?", tanya Shikamaru bingung.

"Bukan, passwordnya sudah diganti Shikamaru, ini password yang sekarang", ujar Ino lalu membisikan passwordnya pada Shikamaru. Shikamaru tercengang mendengar yang dikatakan Ino. Shikamaru kemudian kembali mengetuk pintu.

"Password?"

"Kiba pemimpin Knightmare, si bau anjing dan raja bokep", ujar Shikamaru dengan raut wajah yang bingung.

"Password benar". Pintu pun terbuka. Semua orang sweatdrop mendengar password itu.

Mereka segera berjalan memasuki ruangan itu dan sampai di tengah ruangan dimana berkumpulnya anggota Knightmare yang berjaga di pos tersebut.

"Hoi kawan-kawan", sapa Shikamaru.

"Oh itu Team 10 dari pos Konoha!", ujar para Knightmare yang berada didalam ruangan itu.

"Hei kenapa dia bisa bersama kalian?!", tanya Sasame sambil menunjuk Naruto yang terlihat mencolok dengan pakaian knight-nya.

"Aku yang membawanya kemari Sasame, dia sudah membelot dari kerajaan", ujar Menma.

"Oh begitu ya Menma-san...", ujar Sasame.

"Beraninya kau muncul disini, Dobe.."

Muncul pria berambut raven dan seorang gadis berambut pink dari balik pintu lainnya. Naruto kaget melihat kedua orang itu.

"Sasuke-teme! Sakura-san!", kata Naruto.

BUAAKHH!

Sasuke tiba-tiba memukul perut Naruto dengan cepat. Kemudian menyikut kepala Naruto hingga Naruto tersungkur di tanah. Mulut Naruto kini mengeluarkan darah dan Naruto merintih kesakitan sambil memegangi perutnya.

"Ukhh...", rintih Naruto.

"Itu ucapan selamat datang untukmu, Naruto", ujar Sasuke sambil tersenyum menyeringai.

"Naruto, kamu tak apa-apa?", tanya Sakura yang langsung mendekati Naruto dan membantu Naruto untuk duduk.

"Aku tak apa-apa Sakura-san... Apa-apaan kau teme?! Aku baru datang kau langsung memukulku seperti itu!", tanya Naruto dengan geram.

"Aku masih mempunyai dendam padamu karena kau telah mengalahkanku waktu itu! Jadi maklumi saja ya, dobe", ujar Sasuke.

"Kau ini! Benar-benar!", ujar Naruto ketus.

"Naruto, kami sengaja membawamu kesini karena kami ingin memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini. Karena kulihat sampai sekarang kau belum memahami keadaan negeri ini yang sebenarnya seperti apa", ujar Sasuke.

"Ja-jadi semua yang kalian lakukan ini sudah direncanakan?", tanya Naruto kaget.

"Tentu saja, semua sudah diatur oleh Shikamaru yang cerdas", ujar Sasuke.

"Sasame, kau akan pergi bersama Naruto ke kampung halamanmu", ujar Sasuke.

"Eh? Ke-kenapa?", tanya Naruto bingung.

"Aku ingin Naruto melihat, kedok klan Hyuuga yang sebenarnya", ujar Sasuke.

"Ba-baiklah aku mengerti Sasuke-sama", ujar Sasame.

"Naruto kuharap kau bisa melihat dan menilainya, aku sudah melupakan semua yang terjadi yang lalu-lalu. Karena tujuanku saat ini Cuma satu. Dan kuharap kau dapat mengerti dan membantu kami semua", ujar Sasuke lalu berbalik.

"Kami sangat mengharapkan bantuan darimu Naruto. Kau memiliki kekuatan yang sangat hebat. Kami yakin jika kau membantu kami, kekejaman klan Hyuuga akan bisa dihentikan", ujar Sakura lalu mengikuti Sasuke.

"Ba-baiklah", ujar Naruto.

"Hei, kepala kuning, kita berangkat sekarang juga, bersiaplah!", ujar Sasame.

"Aku bukan kepala kuning, namaku Uzumaki Naruto tahu, gadis kecil!", ujar Naruto ketus.

"Terserah aku memanggilmu apa, dan jangan berharap kau bisa kabur. Aku pasti langsung membunuhmu jika kau mencoba untuk kabur", ujar Sasame.

"Apa-apaan kau?", Naruto menatap tajam Sasame.

"Sudahlah jangan banyak basa-basi, ayo pergi!", ujar Sasame.

"Naruto, hati-hati di jalan ya", ujar Menma.

"Yosh! Aku pasti kembali dengan selamat!", ujar Naruto lalu memamerkan cengirannya.

Sementara itu Naruto dan Sasame kini telah keluar dari pos itu dan segera menuju bukit yang berada di sebelah hutan tersebut.

"Hei gadis kecil berambut oranye, bukankah ini arah menuju desa kecil di pinggiran distrik Oto?", tanya Naruto.

"Ya kau benar, desa kecil itulah kampung halamanku", kata Sasame.

"Apa sih yang terjadi di desamu? Kenapa Sasuke menyuruh kita berdua kesana?", tanya Naruto.

"Kau akan tahu setelah melihat keadaan desa tersebut", ujar Sasame.

Sasame dan Naruto terus berjalan hingga akhirnya sampai di perbatasan desa tersebut. Mereka kemudian berhenti sejenak di balik pohon di dekat perbatasan desa tersebut. Sasame kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas yang dibawanya.

"Pakai jubah ini kepala kuning, kita ini buronan kerajaan, jadi harus melakukan penyamaran jika tak ingin ditangkap", ujar Sasame lalu menyerahkan sebuah jubah panjang dengan tudung kepada Naruto. Naruto langsung mengambilnya dan segera memakainya. Sasame juga sudah menutupi kepalanya dengan tudung.

"Kita akan masuk melalui jalanan yang sepi agar tidak terlalu mencolok", ujar Sasame.

"Ok!", ujar Naruto.

Sasame dan Naruto kemudian mengambil rute memutar untuk masuk dari bagian utara desa yang sepi karena bagian selatan dan barat dijaga ketat oleh knight kerajaan.

"Apa yang ada di desa ini sih, sampai segitu banyaknya Knight kerajaan yang berjaga?", tanya Naruto.

"Klan Hyuuga memiliki sebuah operasi rahasia di desa ini", ujar Sasame.

"Operasi rahasia? Apa maksudmu?", tanya Naruto bingung.

"Kau akan segera mengetahuinya setelah kita memasuki desa ini", ujar Sasame. Mereka berdua segera mempercepat langkah mereka dan mulai memasuki desa dengan rute yang tersembunyi. Mereka akhirnya berhasil memasuki desa. Desa tersebut terlihat gersang dan kumuh. Terlihat rumah-rumah kumuh dimana-mana dan beberapa warga yang terlihat memprihatinkan duduk di pinggir jalan.

"De-desa ini bukankah dulunya desa yang makmur dan selalu menghasilkan pangan? Ta-tapi kenapa semuanya berubah seperti ini?", tanya Naruto bingung melihat keadaan desa yang menyedihkan.

"Itu semua karena klan Hyuuga, merekalah yang menjadikan desaku yang indah menjadi neraka seperti ini", ujar Sasame dengan geram.

"Ayo cepat jalan!"

Terlihat dua orang knight kerajaan sedang menggiring beberapa warga dengan tangan terikat borgol. Knight kerajaan tersebut menggiring mereka dengan kasar. Tapi tiba-tiba ada salah satu anak perempuan yang jatuh karena terdorong dari belakang.

"Aduh!", anak itu jatuh tersungkur dan merintih kesakitan.

"Apa-apaan kau?! Cepat bangun!", ujar knight kerajaan dengan kasar.

"A-aku sudah tak kuat lagi berjalan!", ujar anak itu sambil merintih.

"Apa kau bilang?! Beraninya kau!", ujar Knight kerajaan itu lalu mencambuk anak perempuan itu. Anak itu langsung berteriak kesakitan. Sementara itu warga yang lain Cuma menatap sedih anak yang dicambuk itu. Mereka tak mampu berbuat apa-apa karena knight yang lain sudah menodongkan senjatanya jika mereka berani macam-macam.

Naruto yang melihat hal itu menjadi geram. Dia mengepalkan tangannya dan terdengar kertakan gigi.

"Sabar kepala kuning, kita jangan mencari masalah disini", ujar Sasame yang menghalau Naruto dengan lengannya.

"Tapi Knight itu benar-benar keterlaluan!", ujar Naruto geram.

"Sudah kubilang, inilah kedok asli kerajaan yang sebenarnya. Klan Hyuuga yang memimpin kerajaan kerjanya hanya menindas rakyat yang lemah saja", ujar Sasame.

"Ukh! Aku sangat ingin sekali menghajar kedua knight itu!", ujar Naruto geram.

"Sebaiknya jangan, karena kita punya misi penting disini", kata Sasame.

"Mi-misi?", tanya Naruto.

"Ya, kita akan menyelidiki sebenarnya apa yang dirahasiakan klan Hyuuga disini", ujar Sasame.

"Hm, begitu ya. Ayo kita lakukan!", ujar Naruto semangat.

Naruto dan Sasame kembali berjalan menuju sebuah perkebunan yang terletak di bagian barat desa. Perkebunan tersebut dipagar dengan pagar besi dan kawat duri dimana-mana. Juga di setiap sudut dijaga ketat oleh knight kerajaan. Naruto dan Sasame kemudian bersembunyi di balik semak-semak untuk mengamati perkebunan tersebut.

"Perkebunan inilah yang paling mencurigakan, hanya orang kerajaan yang bisa memasukinya, kami menduga bahwa didalam perkebunan tersebutlah klan Hyuuga menyembunyikan sesuatu", ujar Sasame.

"Hmm kau benar, semua ini tampak mencurigakan", ujar Naruto.

"Hei lihat itu!", ujar Sasame lalu menunjuk ke arah pintu masuk ke dalam perkebunan itu. Terlihat beberapa warga yang diborgol tadi digiring masuk ke dalam perkebunan itu.

"Inilah yang selalu membuat kami curiga, para warga entah diapakan dalam perkebunan itu", ujar Sasame.

"Kita harus menyusup ke dalam, aku penasaran dengan apa yang terjadi didalam", ujar Naruto.

"Iya, tapi kita harus menyusun strategi dulu, sebaiknya kita lakukan malam nanti, agar para penjaga mulai lengah", ujar Sasame.

"Yosh! Aku mengerti", ujar Naruto. Naruto dan Sasame kemudian kembali ke pusat desa untuk beristirahat dan makan.

Malam pun tiba, setelah menyusun strategi penyusupan, Naruto dan Sasame mulai menjalankan misi mereka. Mereka diam-diam mendekati perkebunan itu.

"Ingat Fuuma-san, serang mereka secara cepat dan tiba-tiba. Aku akan mengalihkan perhatian mereka agar mereka lengah", ujar Naruto.

"Aku mengerti, kecepatan serangku tidak bisa diremehkan", ujar Sasame lalu bersiap dengan pedang pendeknya.

KRESEK...KRESEK...

Naruto menimbulkan suara gaduh dari pohon yang digosok-gosoknya dengan pedang. Para Knight menyadari hal itu dan berusaha mencari sumber suara itu.

"SPEED ULTIMA SLASH!"

JRASH! JRASH! JRASH!

Sasame menggunakan teknik serang cepatnya pada knight-knight tersebut hingga mereka terkapar tak berdaya. Sementara itu Naruto juga sudah membereskan knight lain yang masih berjaga.

"Fiuh.. berhasil dengan baik. Ayo kita masuk", ujar Naruto. Sasame kemudian mengambil kunci dari kantong salah satu knight yang sudah terkapar dan membuka pintu tersebut.

Mereka berdua segera memasuki perkebunan tersebut. Terlihat tanaman-tanaman yang cukup tinggi memenuhi perkebunan tersebut. Dan di tengah perkebunan tersebut terlihat sebuah pintu yang berada di atas tanah.

"Hmm sepertinya ini jalan masuk untuk ke bawah tanah", ujar Naruto.

"Ayo buka dan kita segera masuk", ujar Sasame.

Mereka membuka pintu itu dan segera memasukinya. Mereka melihat tangga menuju bawah tanah dan segera menuruninya.

"Sial gelap sekali disini", ujar Naruto.

"Jangan terlalu berisik, mungkin saja masih ada musuh yang berjaga di sekitar sini", bisik Sasame.

Mereka terus menuruni tangga dan sampai di bawah terlihat sebuah lorong besar di bawah tanah tersebut.

"Ini seperti markas rahasia di bawah tanah", ujar Naruto.

"Ayo kita terus maju kedepan", ujar Sasame.

Baru beberapa langkah berjalan terdengar teriakan dan jeritan yang menggema di lorong bawah tanah tersebut. Naruto dan Sasame kaget mendengar teriakan tersebut.

"Jeritan itu?!", Naruto mengangkat alis sebelahnya.

"Ayo kita segera periksa!", ucap Sasame sambil berlari diikuti Naruto. Mereka terus berlari menuju sumber suara tersebut. Mereka akhirnya sampai di depan pintu besi.

"Sepertinya teriakan tersebut berasal dari dalam", ujar Sasame.

"Ayo kita terobos masuk!" Naruto kemudian mengumpulkan energi di telapak tangannya.

"RASENGAN!"

Pintu itu akhirnya hancur karena teknik rasengan milik Naruto. Mereka segera masuk kedalam dan mereka kaget melihat situasi yang berada didalam situ.

"A-apa-apaan ini?!", Naruto tercengang melihat pemandangan didepannya.

"Mengerikan!" Sasame juga kaget.

Didepan mereka terlihat seekor monster berbentuk mengerikan. Bertaring tajam dan memiliki mata merah yang mengerikan. Bentuknya seperti macan tetapi memiliki sayap elang. Monster itu dikurung dalam kandang besi. Ukuran monster itu sangat besar. Dan terlihat dari atas kandang besi itu, knight kerajaan melemparkan warga yang diborgol kedalam kandang besi itu agar menjadi santapan bagi monster ganas tersebut.

"Siapa kalian?! Beraninya kalian menyusup kemari!", ujar para knight yang telah melihat kedatangan Naruto dan Sasame.

"Kalian benar-benar kurangajar! Kuhabisi kalian semua!", ujar Naruto lalu maju untuk menyerang para Knight kerajaan tersebut.

Pertarungan sengit pun terjadi, Naruto dan Sasame melawan para knight kerajaan yang cukup banyak jumlahnya.

"SPEED ULTIMA SLASH!"

"RASENGAN!"

Naruto dan Sasame menjatuhkan semua knight yang menyerang mereka tapi tiba-tiba mereka dililit oleh benang-benang tebal berwarna hitam.

"Tertangkap kalian!"

Muncul seorang pria bertubuh tinggi yang menjerat Naruto dan Sasame dengan benang tersebut. Pria dengan masker dan penutup kepala. Pria dengan wajah sangar dan dengan mata hijau menyala.

"I-itu...kan!", ujar Sasame kaget.

"Ka-Kakuzu dari Akatsuki!", ujar Naruto kaget.

"Rupanya ada dua tikus kecil yang menyusup kemari. Jika kalian sudah melihat hal ini, kupastikan kalian takkan selamat!", ujar Kakuzu.

"Sebenarnya itu makhluk apa?! Beraninya kalian mengorbankan warga desa untuk disantap oleh monster itu!", ucap Naruto dengan geram.

"Khukhukhu itu adalah Hell Tiger, monster hasil percobaan dari proyek rahasia kerajaan. Monster itu akan menjadi senjata yang paling kuat untuk menjalankan ambisi dari klan Hyuuga!", ujar Kakuzu.

"Apa yang sebenarnya direncanakan klan Hyuuga?! Cepat beritahu aku!", Sasame berteriak dengan keras.

"Diam kau gadis bodoh!", Kakuzu kemudian melemparkan Sasame dengan benangnya hingga Sasame terlempar dan terbentur di tembok. Sasame langsung tersungkur dan merintih kesakitan.

CRASH!

Naruto berhasil memotong benang Kakuzu yang melilit tubuhnya dengan aura Youkou miliknya. Dia kemudian segera berlari menuju Kakuzu untuk menyerang.

"RASENGAN!"

Kakuzu dapat menghindari serangan Naruto dan menyerang balik dengan mengeluarkan benang-benang dari lengannya. Naruto kemudian mengalirkan aura youkou ke tangannya untuk memotong benang-benang yang berusaha melilitnya tersebut.

"Uzumaki Naruto, takkan kubiarkan kau hidup. Tempat inilah yang akan menjadi liang kuburmu!", ujar Kakuzu lalu mengeluarkan empat monster mengerikan dari punggungnya. Monster pertama bertopeng merah, yang kedua berwarna biru, yang ketiga berwarna hijau dan yang terakhir berwarna kuning.

"Ma-Makhluk apaan itu?", Naruto kaget melihat monster-monster mengerikan tersebut.

"Ayo serang ELEMENTAL MONSTER!", ujar Kakuzu. Keempat monster itu kemudian mulai maju menyerang Naruto. Monster merah kemudian mengeluarkan semburan api dan semburan tersebut dengan cepat menuju arah Naruto.

"YOUKOU SHIELD!"

Naruto menggunakan pelindungnya sehingga semburan tersebut dapat ditangkis tapi tiba-tiba monster kuning sudah berada diatas kepala Naruto dan sengatan listrik kini melesat dengan cepat menuju Naruto.

"RASENGAN!"

Naruto dengan cepat membentuk rasengan dan berhasil menahan serangan listrik tersebut. Tapi alangkah kagetnya Naruto ketika menoleh kesamping monster hijau telah bersiap menyerang Sasame yang masih tersungkur tak berdaya.

"Gawat!", ujar Naruto.

"Gadis itu sudah berakhir! HAHAHAHA!", ujar Kakuzu dengan tawa yang mengerikan.

Monster hijau akhirnya mengeluarkan serangan tornado dari mulutnya. Sasame hanya bisa pasrah melihatnya karena tubuhnya sudah lemah sekali. Serangan tersebut melesat dengan cepat menuju arah Sasame.

BRAAAAKKKKH...

Sasame yang masih menutup mata perlahan-lahan membuka matanya. Dia merasa aneh karena dia sepertinya tak terkena serangan apa-apa. Tapi setelah melihat seseorang yang didepannya diapun kaget. Ternyata Naruto berhasil melindunginya dan menangkis serangan tersebut.

"Ke-kepala kuning?!", Sasame kaget melihat Naruto yang berada didepannya.

"Cih! Serangan itu kuat sekali, bahkan memakai Youkou Shield pun bajuku sampai robek dan aku luka sedikit", ujar Naruto sambil terkekeh.

"Wah-wah hebat juga kau bisa menahan serangan tornado itu", ujar Kakuzu.

"Kakuzu-san akan kukalahkan kau dan akan kubuat kau menceritakan semuanya pada kami!", ujar Naruto.

"Khukhukhu, kaupikir semudah itu. Kalianlah yang akan mati! Ayo serang mereka para monster!", ujar Kakuzu.

Keempat monster itu mulai maju untuk menyerang Naruto dan Sasame. Naruto kemudian juga maju untuk menyerang mereka.

"Kemarilah kalian monster jelek! Akan kuhancurkan kalian semua!", Naruto kemudian mengeluarkan aura Youkou yang membara. Monster merah kemudian menyemburkan api ke arah Naruto.

"YOUKOU BEAM!"

Serangan beam Naruto langsung menembus kobaran api itu dan mengenai si monster merah. Monster merah langsung hancur berkeping-keping.

"Ti-tidak mungkin!", Kakuzu kaget melihat salah satu monsternya hancur.

Monster angin kemudian menyerang Naruto dengan serangan tornadonya tapi Naruto dapat menghindarinya dan muncul diatas kepala monster tersebut.

"RASENGAN ULTIMATE!"

Naruto menghantam kepala monster tersebut dengan rasengan miliknya. Monster angin tersebut langsung hancur juga.

"Tersisa dua ya...", gumam Naruto.

Monster air kemudian mengeluarkan semburan air menuju Naruto. Naruto terkena serangan air itu dan terlempar ke tembok. Tubuh Naruto kini sudah basah kuyup. Lalu monster listrik langsung maju untuk menyerang Naruto.

"Gawat.. air bisa mengalirkan listrik lebih cepat", gumam Naruto.

"Hahahaha, mati kau!", teriak Kakuzu.

"SHUNSHIN NO JUTSU!"

Naruto tiba-tiba berpindah dengan cepat tepat dibelakang monster listrik tersebut. Kakuzu dan Sasame kaget melihatnya.

"RASENGAN!"

BUAAAM!

Monster petir tersebut hancur berantakan. Naruto kemudian melihat monster air.

"Ayo monster air serang dia!", teriak Kakuzu.

Monster air kemudian mengeluarkan semburan air tapi Naruto bisa menembusnya dengan Youkou beamnya dan monster air pun hancur juga.

"Sekarang tersisa kau saja Kakuzu-san!", ujar Naruto sambil menunjuk Kakuzu.

"Beraninya..beraninya kau menghancurkan monster kesayanganku!", teriak Kakuzu dengan penuh amarah. Kakuzu kemudian mengeluarkan benang-benang dari dalam tubuhnya. Tubuh Kakuzu kini sudah berevolusi menjadi monster yang mengerikan. Naruto dan Sasame kaget melihat perubahan dari Kakuzu.

"Kau pasti kuhancurkan Uzumaki Naruto!", teriak Kakuzu lalu maju dengan cepat menyerang Naruto. Kakuzu menyerang Naruto dengan bertubi-tubi. Naruto berusaha menghindar dan menangkis, Naruto berusaha menyerang balik tetapi kecepatan Kakuzu sungguh luar biasa, Naruto akhirnya lengah dan mendapat pukulan telak di perutnya hingga terpental cukup jauh. Naruto kini tersungkur sambil merintih kesakitan.

"Ukh... sepertinya tulang rusukku ada yang patah...", ujar Naruto sambil merintih kesakitan.

Sasame kemudian menghampiri Naruto yang terlihat kesakitan.

"Kepala kuning, kamu tak apa-apa?", tanya Sasame dengan cemas.

"Ukh... sepertinya ada tulang rusukku yang patah, tapi tak apa-apa, aku masih bisa bertarung...", ucap Naruto.

"Kepala kuning, sepertinya aku sudah mulai baikan, aku akan membantumu melawannya", ujar Sasame lalu bersiap dengan pedangnya.

"Ok, ayo kita kalahkan dia dan buat dia menceritakan segala rahasia yang ada disini", ujar Naruto lalu bangkit untuk bersiap bertarung.

"Ayo maju dan hadapi kematian kalian!", ujar Kakuzu dengan muka yang mengerikan.

Naruto dan Sasame kemudian maju menyerang Kakuzu dengan cepat. Mereka berlari dengan kecepatan yang luar biasa.

"SPEED ULTIMA SLASH!"

Sasame berusaha menyerang Kakuzu tapi Kakuzu berhasil menangkisnya tapi Naruto tiba-tiba muncul dibelakang Kakuzu dan mencoba menghantam Kakuzu dengan rasengan.

"RASENGAN!"

Kakuzu membuat pelindung dari benang-benang tebal hingga rasengan Naruto berhasil ditangkis. Naruto kemudian dipukul dan terpental sementara itu Sasame kini telah dililit Kakuzu dengan benangnya.

"Pertama kau dulu gadis kecil, kau akan mati! Hahahaha!", Kakuzu tertawa dengan tampang yang sangat keji.

"Ukkh...lepaskan aku!", Sasame berusaha meronta untuk melepaskan diri dari Kakuzu.

"MATI KAU!"

JRASH...JRASH...JRASH!

"Ohok!"

Benang-benang tajam telah menembus tubuhnya. Tubuhnya mengeluarkan banyak darah. Sosok pria berambut kuning yang masih berseragam knight kerajaan.

"KEPALA KUNING!", jerit Sasame dengan histeris.

Ternyata disaat-saat terakhir Naruto berhasil melindungi Sasame dari serangan Kakuzu. Kini benang-benang tersebut telah menembus tubuh Naruto dan tubuh Naruto kini berlumuran darah.

"Hahahaha! Tak kusangka kau yang akan mati duluan Naruto! Ini hebat sekali!", Kakuzu tertawa dengan mengerikan.

"YOUKOU ULTIMATE RASENGAN!"

BUAAAM!

Naruto tiba-tiba membentuk rasengan dari aura youkou yang masif dan menghantam Kakuzu. Kakuzu langsung terlempar dan terkapar tak berdaya. Naruto kemudian langsung jatuh dan terkapar.

"Kepala kuning!" Sasame kemudian menghampiri Naruto yang sudah terkulai lemah. Sasame memegangi tangan Naruto yang berlumuran darah.

"Ke-kenapa-kenapa kau melindungiku?", tanya Sasame dengan lirih.

"A-aku Cuma tak ingin, ada yang bersedih lagi... Kau masih sangat muda Fuuma Sasame, jalanmu masih panjang.. Kau tak boleh mati disini... Lalu Aku juga Cuma tak ingin melihat lagi orang mati didepanku lagi... Aku tak ingin melihat orang yang mati akibat kejahatan lagi...", gumam Naruto lirih.

"Ukhh...U-uzumaki Naruto kumohon bertahanlah...", Ujar Sasame sambil berlinangan airmata.

"Ukh... luka ini sakit sekali, tubuhku juga terasa lemas sekali...", rintih Naruto.

"Uzumaki...kumohon bertahanlah...", ujar Sasame lirih.

"Ohok! Tak kusangka aku akan berakhir disini... Teruslah hidup Fuuma Sasame dan lanjutkan perjuangan kalian, aku akhirnya menyadari bahwa pihak Knightmare lah yang benar. Kalian harus menghentikan kekejian klan Hyuuga...", gumam Naruto lirih. Darah terus mengalir keluar dari mulut dan luka-luka di tubuhnya.

"Jangan berkata seperti itu... Kau harus tetap hidup dan berjuang bersama kami" Sasame terus mengenggam tangan Naruto dengan erat.

"Ukhhh hah...hah...aku mulai kesulitan bernapas...", ujar Naruto yang mulai sesak napas.

"Uzumaki! Uzumaki!" Sasame berteriak dengan panik.

"Sasame-nee-san!"

Muncul sekelompok Knightmare mendekati Naruto dan Sasame. Ternyata itu anggota team 9 yang dipimpin Amaru.

"Amaru-chan syukurlah kau datang! Cepat tolong Uzumaki!", ujar Sasame.

Amaru segera menghampiri Naruto dan memeriksanya. Amaru segera memberikan pertolongan dan perawatan untuk Naruto dengan alat-alat medis yang dibawanya.

"Amaru-chan kenapa kalian menyusul kemari?", tanya Sasame.

"Kami diperintahkan Kiba-sama untuk membantu kalian. Karena dia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, membiarkan hanya kalian berdua yang menjalankan misi di tempat berbahaya ini", ujar Amaru.

"Oh begitu, arigato ya, untunglah kalian datang", ujar Sasame.

"Kenapa Uzumaki-san bisa terluka parah seperti ini?", tanya Amaru.

"Dia mengalami pertarungan berat melawan salah satu Akatsuki yaitu Kakuzu. Dia melindungiku saat aku hampir ditusuk dan akhirnya dialah yang terkena tusukan tersebut..", ujar Sasame dengan muka sendu.

"Begitu ya... Uzumaki-san benar-benar baik ya", ujar Amaru sambil terus merawat luka-luka Naruto.

"Ya... aku berhutang nyawa padanya..", ujar Sasame sambil menatap Naruto yang masih terbaring lemah.

Sementara itu di tempat lain...

"Huahahahaha! Akhirnya kita berhasil mengalahkan seluruh pasukan Knight Royale yang hebat ini!", ujar Kiba dengan tawa yang meremehkan.

Terlihat seluruh pasukan Knight Royale telah terkapar tak berdaya. Sementara itu Hinata kini tersudut dan dikepung oleh tiga pria yang bertampang keji.

"Beraninya kalian menghabisi seluruh pasukanku! Akan kuhancurkan kalian!", ujar Hinata dengan menatap tajam ketiga pria tersebut.

"Hinata-hime, inilah akhir dari pasukanmu..", ujar Menma.

"Hn, kami tinggal membereskanmu saja", ujar Sasuke dengan dingin.

"Tunggu sebentar, bagaimana kalau yang mengurus sang putri, mereka saja", ujar Kiba lalu menoleh kebelakang. Lalu muncul tiga gadis yang memiliki rambut berbeda warna. Mereka telah memegang senjata masing-masing. Gadis yang satu rambutnya berwarna pirang, yang kedua berwana pink dan yang ketiga berwarna biru.

"Sudah saatnya kita menuntaskan semuanya...", ujar Shion dengan memegang busur dan anak panah miliknya.

"Kami akan membalasmu Hinata-senpai...", ujar Koyuki yang sudah siap dengan kunai berantainya.

"Yosh! Ayo kita kalahkan dia!", ujar Sakura dengan naginata di genggamannya.

"Menarik! Ayo akan kuhabisi kalian bertiga sekaligus!", ujar Hinata dengan seringaiannya.

Pertarungan sengit antara Ex-White Knight Elite segera dimulai...

To Be Continued...

Yosh! Chapter 26 update! Gomen lama sekali updatenya. Saya agak sibuk dengan kehidupan dunia nyata dan juga mendapat anugerah WB Yang berkepanjangan. Tapi akhirnya dengan segala usaha dan jerih payah akhirnya bisa menyelesaikan chapter ini.

Di chapter ini akhirnya Naruto melawan perintah Hinata dan membelot ke pihak Knightmare. Knightmare kemudian mengutus Naruto dan Sasame ke desa kampung halaman Sasame untuk menyelidiki operasi rahasia klan Hyuuga. Mereka akhirnya menemukan tempat rahasia klan Hyuuga dan bertarung dengan sengit dengan salah satu anggota Akatsuki, Kakuzu. Kakuzu berhasil dikalahkan tetapi Naruto terluka sangat parah karena melindungi Sasame. Tapi akhirnya Naruto berhasil diselamatkan berkat bala bantuan dari team 9 dan Amaru. Di akhir chap terlihat, Kiba, Sasuke dan Menma berhasil mengalahkan seluruh pasukan Knight Royale dan mengepung Hinata. Lalu muncul Sakura, Shion dan Koyuki yang menantang Hinata bertarung. Bagaimanakah pertarungannya? Tunggu aja chap depan...

Yang login saya sudah balas review lewat PM.

Ini balasan buat yang ngak login:

Evile: Naru sangat bingung dngan keadaan dimensinya yg brubah drastis jadinya dia tak bisa berpikir jernih. Pernikahan antara Hina dan Neji akan dijelaskan sbabnya dan pairnya bakalan balik lagi NaruHina kok nantinya. Ok! Thx buat rnr!

Andry: karena fic ini sudah semakin rumit jadi jalan ceritanya seperti itu. Main pairnya ttp NaruHina jadi mereka bakalan bersatu kok di akhirnya walaupun banyak rintangan menghadang. Ok! Thx buat rnr!

Namikaze ardi: ok! Thx buat rnr!

The guess: arigato saya sdh brusaha mmperbaikinya. Ok saran kamu saya terima. Thx buat rnr!

Kirito: arigato! Maaf kalau updatenya lama. Ok! thx buat rnr!

Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.

REVIEW PLEASE?

ARIGATOU GOZAIMASHITA!