WHITE KNIGHT ACADEMY
SEASON 3 : KNIGHTMARE'S REVENGE
Disclaimer : NARUTO milik Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Adventure, Hurt/Comfort, Friendship
Pair : Naruto X Hinata
Warning: OOC, AU, Smart n StrongNaru & StrongHina
Summary : Knight Territory kini diperintah oleh kekuasaan tirani klan Hyuuga. Kelompok yang dinamakan KNIGHTMARE yang dipimpin Kiba dan beranggotakan ratusan orang lainnya berusaha memberontak terhadap kekuasaan klan Hyuuga. Akankah Naruto mengetahui kebenaran yang sebenarnya tentang kehancuran klannya dan akhirnya berbalik untuk menghadapi klan Hyuuga?
Chapter 27 – Pertarungan Sengit Para Gadis
"Tunggu sebentar, bagaimana kalau yang mengurus sang putri, mereka saja", ujar Kiba lalu menoleh kebelakang. Lalu muncul tiga gadis yang memiliki rambut berbeda warna. Mereka telah memegang senjata masing-masing. Gadis yang satu rambutnya berwarna pirang, yang kedua berwana pink dan yang ketiga berwarna biru.
"Sudah saatnya kita menuntaskan semuanya...", ujar Shion dengan busur dan anak panah miliknya.
"Kami akan membalasmu Hinata-senpai...", ujar Koyuki yang sudah siap dengan kunai berantainya.
"Yosh! Ayo kita kalahkan dia!", ujar Sakura dengan naginata di genggamannya.
"Menarik! Ayo akan kuhabisi kalian bertiga sekaligus!", ujar Hinata dengan senyuman.
Hinata menatap tajam ketiga gadis yang kini berhadapan dengannya sekarang. Begitu juga Sakura, Koyuki dan Shion juga sudah bersiap untuk menyerang Hinata dengan senjata mereka masing-masing.
"Hahahaha! Aku duluan!", ujar Hinata lalu melesat dengan cepat maju menerjang ketiga musuh di hadapannya.
BRUAKH!
Hinata berusaha memukul Shion dari atas tetapi Shion dapat menghindarinya sehingga serangan pukulan Hinata hanya mengenai tanah dan memporak-porandakan tanah di sekitar situ.
"WINDWAVE ARROW!"
Shion melontarkan panahnya yang berkekuatan angin ke arah Hinata tapi Hinata segera membuat suatu teknik.
"HYUUGA STYLE: KAITEN!"
Terbentuk pelindung dari gerakan memutar Hinata sehingga panah milik Shion dapat ditangkis. Sementara itu ternyata Sakura dengan kecepatan tinggi mendekati Hinata untuk menyerang.
"NAGINATA CRUSH!"
TAAPP!
Hinata dapat menghentikan serangan Sakura dengan mengenggam erat gagang naginata milik Sakura kemudian Hinata dengan cepat dapat menghadiahkan satu pukulan di pipi Sakura.
BUAAKH!
Sakura terlempar cukup jauh dan tersungkur sambil merintih kesakitan sementara itu Hinata tersenyum menyeringai.
"CHAINED KUNAI STAB!"
Koyuki tiba-tiba menyerang Hinata dengan cepat. Hinata dapat mengantisipasinya dan tiba-tiba menghilang lalu muncul di belakang Koyuki. Koyuki pun kaget melihatnya.
"Huh membosankan...", gumam Hinata.
"HYUUGA STYLE: DYNAMIC KICK!"
Hinata menendang punggung Koyuki dengan keras hingga Koyuki juga terpental cukup jauh dan tersungkur. Mulut Koyuki mulai mengalir darah.
"Ukh... sial.. dia bertambah kuat...", gumam Koyuki sambil merintih.
Sementar itu Shion ternyata telah melesatkan sebuah serangan yang melesat dengan cepat ke arah Hinata.
"SUZAKU FIRE ARROW!"
Serangan itu melesat dengan cepat ke arah Hinata tapi Hinata hanya diam sambil terkekeh.
TUK...
Panah milik Shion ternyata berhasil dihentikan oleh jari telunjuk milik Hinata. Semua kaget melihat hal itu.
"Tak mungkin seranganku hanya ditangkis dengan satu jari...", batin Shion. Mata Shion membulat karena begitu kaget.
"Kalian membuatku bosan. Kupikir kalian bisa memberikanku pertarungan yang menarik, tapi ternyata kalian lemah sekali seperti kecoa", ujar Hinata dengan angkuh.
"Beraninya kau berkata seperti itu! Kami pasti akan menghabisimu!", teriak Koyuki dengan geram.
BUAAKKH!
Hinata dengan cepat melesat menuju arah Koyuki dan menendang dagu Koyuki hingga Koyuki terlempar ke atas.
BUAKHH!
Dengan cepat berpindah ke atas, Hinata menyikut perut Koyuki hingga mulut Koyuki kembali mengeluarkan darah. Koyuki pun jatuh di tanah dan terkapar lemah.
"Dasar kau mulut besar.. Aku tak suka orang sepertimu", ujar Hinata.
"Hyuuga Hinata beraninya kau!", ujar Sakura geram. Sakura kemudian maju untuk menyerang Hinata.
"NAGINATA THRUST!"
Hinata kemudian membentuk sebuah teknik.
"HYUUGA STYLE: TWIN TIGER PUNCH!"
Hinata dapat menghindari serangan naginata Sakura dan berhasil mendaratkan pukulannya ke dada Sakura, Sakura kembali terpental jauh dan tersungkur lemah. Darah yang banyak mulai mengalir keluar dari mulut Sakura.
"Khukhukhu, payah sekali", ejek Hinata.
"RAIJIN THUNDER ARROW!"
Serangan panah dengan kekuatan petir kini kembali melesat dengan cepat menuju Hinata. Hinata kemudian tersenyum lalu menghindari serangan itu dan berlari dengan cepat menuju Shion.
BUAKHH!
Hinata memukul Shion dengan keras tapi untungnya Shion dapat menangkisnya. Hinata kembali menyerang Shion dengan bertubi-tubi.
BUAKH...BUAKH..DAKH...BUAKH!
Hinata dan Shion saling menyerang dan menangkis dengan barehand-technique.
"Kau ternyata hebat juga bisa menangkis seranganku ini", ujar Hinata.
"Aku takkan kalah darimu Hinata-senpai", ujar Shion.
"Kalau begitu bagaimana dengan ini, HYUUGA STYLE: JUUKENHOU!"
Hinata melesatkan pukulan yang sangat kuat pada Shion. Shion tak mampu menangkis serangan tersebut dan akhirnya terlempar dan terkapar lemah di tanah.
"Hahahaha, ayo menyerahlah! Kalian takkan mampu mengalahkanku", ucap Hinata sambil tersenyum.
"Kau pikir hanya segitu saja kekuatan kami..", ucap Koyuki yang kini mulai berdiri lagi.
"Jangan meremehkan kami Hinata-senpai...", Sakura juga perlahan-lahan berdiri.
"Kami tak berniat untuk kalah disini...", ujar Shion. Mereka bertiga kembali memegang senjata mereka masing-masing dan bersiap untuk menyerang lagi.
"Cih! Ayo kemarilah! Akan kuhabisi kalian!", ucap Hinata dengan wajah yang psycho.
"Serang!"
Sementara itu di desa tempat Naruto dan Sasame
Naruto sudah dibawa ke rumah salah satu keluarga Fuuma yang berada di desa itu. Amaru terus melakukan perawatan intensif pada Naruto karena luka parah yang diderita Naruto. Sementara itu Sasame terus berada di samping Naruto dengan perasaan cemas.
"Bagaimana Amaru-chan, kau bisa menyembuhkan Uzumaki kan?", tanya Sasame dengan raut muka yang cemas.
"Aku sedang berusaha nee-san tapi luka Uzumaki-san terus mengalami pendarahan yang hebat. Ini agak sedikit sulit", ujar Amaru yang terus berusaha mengobati luka-luka Naruto.
"Ukh...kumohon sembuhkanlah dia...", ucap Sasame dengan lirih.
"Aku akan berusaha sekuat tenaga nee-san... Hei Chiaki, cepat bawakan lagi obat!", ucap Amaru yang memerintahkan salah satu assistennya untuk membawakan obat.
"Baik, Amaru-san!", ucap assisten Amaru yang bernama Chiaki itu.
"Uzumaki Naruto...kumohon bertahanlah...", gumam Sasame. Sasame terus menatap cemas Naruto yang masih terbaring lemah di futon dan sedang dirawat luka-lukanya oleh Amaru.
Sementara itu sebagian Team 9 dan Team 10 yang baru menyusul sedang berada di tempat rahasia bawah tanah kerajaan di desa itu. Mereka bermaksud menyegel tempat tersebut dan mengurus Hell Tiger yang buas itu.
"Souka.. inikah yang disembunyikan kerajaan selama ini disini", ucap Shikamaru yang menatap Hell Tiger.
"Hih... monster itu mengerikan sekali...", ucap Ino yang bergidik ngeri.
"Mau kita apakan monster ini?", tanya Chouji.
"Oh, sebentar lagi ada orang yang akan mengurusnya", ujar Shikamaru.
"Maaf aku terlambat..."
Shikamaru dkk kaget mendengar suara dari belakang mereka itu. Mereka pun segera menoleh kebelakang.
"Ka-kau...", ujar Chouji kaget.
"Akhirnya kau datang juga Aburame Shino", ucap Shikamaru. Ternyata di belakang mereka telah muncul Shino dengan jubah Knightmare.
"Jadi ini monster yang dirahasiakan oleh klan Hyuuga?", ucap Shino.
"Yah begitulah, bagaimana kau akan mengurusnya?", tanya Shikamaru.
"Aku akan memindahkannya jauh darisini dengan teknik seranggaku lalu menyegelnya supaya tak bisa keluar lagi", ucap Shino lalu mulai merapal tekniknya.
"KIKAICHUU GREAT JAIL!"
Serangga-serangga yang super banyak mulai keluar dari lengan baju milik Shino. Serangga-serangga tersebut melesat dengan cepat mengerubungi Hell Tiger yang masih terkurung di kandangnya.
"KIKAICHUU TRANSFER!"
WUUUSHHH!
Seranga-serangga yang mengerubungi monster itu langsung hilang dalam sekejap. Semua kaget melihat hal tersebut.
"Hebat! Kau memindahkannya dimana Aburame-san?", tanya Chouji.
"Aku akan memindahkannya di sebuah tempat rahasia dan terpencil yang aku ketahui. Jadi takkan ada lagi yang akan menemukan monster itu", ucap Shino.
"Baguslah dengan ini misi kita berhasil", ujar Shikamaru.
Tiba-tiba ada salah satu anggota Knightmare yang berlari dengan panik ke arah Shino dkk.
"Gawat sekempulan pasukan knight kerajaan dari pos terdekat telah sampai di desa ini! Para knightmare yang berada di atas sudah berusaha melawan tapi kita kalah jumlah!"
"Begitu ya, saatnya kita beraksi lagi", ucap Chouji.
"Hahh, merepotkan lagi", ucap Shikamaru sambil menguap.
"Ayo kita habisi mereka", ujar Ino dengan antusias.
Sementara Shino hanya diam dan mulai berjalan keluar dari tempat itu diikuti Shikamaru dkk.
Sementara itu pertarungan Hinata melawan Shion, Sakura dan Koyuki terus berlangsung dengan sengit. Ternyata ketiga gadis knightmare telah meningkatkan kekuatan serangan mereka hingga Hinata mulai kewalahan menghadapi mereka.
"Hah..hah...tampaknya kalian mulai menunjukkan kekuatan kalian... Tapi ini belum cukup untuk bisa mengalahkanku...", kata Hinata sambil terengah-engah.
"Terus berbicara sombong seperti itu, aku ingin sekali merobek-robek mulutmu itu!", ucap Koyuki dengan penuh amarah.
"Ayo serang lagi!", Sakura kembali maju menyerang Hinata.
"NAGINATA CRUSH!"
"HYUUGA STYLE: FIVE STAR PUNCH!"
BRAAAKH!
Kedua serangan itu saling berbenturan, Hinata dan Sakura terpental karena efek dari energi besar yang saling bertabrakan tersebut.
"WINDWAVE ARROW!"
CRAKH...CRAKH...CRAKH...
Shion langsung melontarkan panahnya ke arah Hinata, Hinata dapat menghindarinya tapi salah satu panah menggores lengan kiri Hinata.
"Ukhhh...sial..', rintih Hinata sambil memegangi lengannya yang kini berdarah.
Tiba-tiba Koyuki maju dengan cepat menuju Hinata dan Hinata agak kaget dengan kecepatan yang luar biasa tersebut.
BUAAAAKH!
Koyuki berhasil meninju perut Hinata dengan keras sehingga Hinata terpental cukup jauh dan kini terkapar diatas tanah sambil merintih kesakitan.
"Ayo kawan-kawan saat menghabisinya dengan serangan gabungan kita!", ucap Koyuki.
"Yosh!", ucap Sakura dan Shion lalu kini berdiri di samping Koyuki. Mereka bertiga telah bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Sementara itu Hinata berusaha berdiri lagi secara perlahan-lahan.
"NAGINATA KUNAI ARROW COMBINATION!"
Serangan gabungan dari ketiga gadis itu membentuk suatu energi yang sangat besar dan melesat dengan cepat menuju Hinata. Hinata berusaha menghindar tapi terlambat Hinata akhirnya terkena serangan tersebut.
"AAAAAKHHHH!", jerit Hinata.
BRAAAAAAAKHHHHHH!
Serangan itu membuat daerah sekitar Hinata menjadi berdebu dan berasap. Serangan itu mengakibatkan kerusakan yang fatal. Sementara itu terlihat Hinata kini telah terkulai lemah di tanah dan badannya penuh luka dan darah.
"Itulah pembalasan kami hime-sama...", ucap Sakura.
"Itu juga pembalasan ku karena kau sudah merebut Naruto duluan dariku dahulu!", ucap Koyuki. Semua sweatdrop mendengarnya.
"Hehehe, akhirnya hime-sama berhasil dikalahkan", ucap Kiba yang menonton pertarungan itu.
SYUUT...BUAKH!...BUAKH!...BUAKH!
Sakura, Shion dan Koyuki tiba-tiba terlempar dan terbentur di tanah. Kiba dkk kaget melihatnya. Ternyata Hinata dapat bangkit lagi dan memukul mereka dengan keras.
"Ukhhh..dia masih bisa bangkit?", Koyuki kaget melihat Hinata.
"Sial...", gumam Sakura sambil menyeka darah di bibirnya dengan lengannya.
"Kalian pikir aku bisa tumbang dengan serangan seperti itu! Jangan sok kalian!", teriak Hinata dengan geram. Matanya menatap tajam ketiga gadis Knightmare. Walaupun tubuh Hinata kini dipenuhi luka tapi dia masih mampu berdiri tegak.
"Saatnya menghabisi sampah seperti kalian!", Hinata kembali melesat dengan cepat menuju ketiga gadis Knightmare. Hinata menghajar ketiga gadis itu dengan kecepatan luar biasa. Ketiga gadis itu tak mampu memberikan perlawanan balik karena cepatnya gerakan Hinata. Ketiga gadis itu akhirnya kini terkulai lemah setelah dihajar habis-habisan oleh Hinata.
"Hahaha, ayo bangkit! Bangkit dan lawan aku!", ucap Hinata dengan pandangan yang mengejek.
Sementara itu ketiga gadis itu berusaha untuk bangkit lagi tapi tidak bisa, tubuh mereka kini dipenuhi luka dan memar dan sudah sulit untuk digerakan.
"Apa boleh buat, karena kalian sudah tak bisa lagi melawan. Akan kuakhiri saja!", ujar Hinata lalu membentuk suatu teknik.
"Teknik itu jangan-jangan!", ucap Menma kaget.
"Kita harus segera menghentikannya!", ucap Kiba.
"HYUUGA STYLE: DAI HAKKE KISSHO!"
BUAAAAKH!
Tiba-tiba seseorang muncul di hadapan Hinata dan memukul perutnya dengan keras. Serangan mematikan Hinata akhirnya berhasil dihentikan. Hinata kemudian tersungkur di tanah.
"I-itu kan!", Menma kaget melihat gadis itu.
Ternyata yang muncul adalah seorang gadis berambut panjang berwarna ungu. Memiliki mata merah khas klan Uchiha dan memiliki bulu mata yang lentik.
Kiba, Sasuke dan Menma segera mendekati ketiga gadis yang terkapar lemah. Mereka terlihat cemas menatap keadaan ketiga gadis itu yang kini terkulai lemah.
"Lama tak berjumpa Sasu-chan, Kiba-kun, Menma-kun", ucap gadis berambut ungu itu.
"Na-Naori-chan...", ucap Menma.
"Na-Nao..", gumam Sasuke.
"Hah!? Kau ini Naori!?", ucap Kiba kaget.
"Tentu saja, bagaimana diriku yang sekarang Kiba-kun?", tanya Naori sambil tersenyum.
"Sugoi! Si tomboy Naori telah berevolusi menjadi gadis yang sangat cantik!", ucap Kiba sambil merangkul pundak Naori.
"Sebaiknya kalian jaga saja gadis-gadis itu, biar aku yang mengurus Hyuuga Hinata", ucap Naori.
"Yosh! Kami mengandalkanmu!", ucap Kiba.
"Beraninya kau memukulku seperti ini! Siapa kau sebenarnya?!", tanya Hinata.
"Namaku Uchiha Naori! Ingat itu Hinata-hime-sama!", ucap Naori lalu maju menyerang Hinata. Naori memiliki gerakan yang luar biasa cepat. Hinata tak mampu mengimbangi serangan Naori dan terus terkena pukulan dari Naori.
"Bagaimana kalau kupakai teknik Sasu-chan untuk mengakhiri ini", ucap Naori lalu menendang Hinata hingga terpental ke atas udara. Naori kemudian muncul dari atas Hinata dan memukul perut Hinata dengan betis.
"SHISHIRENDAN!"
BRUAAAAAKH!
Hinata kini terkapar dan tak sadarkan diri. Naori kemudian bangkit lalu tersenyum pada Hinata.
"Kau memang kuat hime-sama", ucap Naori.
Sementara itu Shion dkk mulai sadar dari pingsannya. Mereka berusaha duduk dibantu oleh Kiba dkk.
"Kau tak apa-apa Shion-chan?", tanya Menma.
"Ukh... sepertinya badanku mau remuk, tapi tak apa, aku masih bisa berdiri", ucap Shion dengan lemah.
"Lho? Hinata-hime sudah kalah?!", Koyuki kaget melihat Hinata sudah terkulai lemah diatas tanah.
"Tentu saja. Gadis berambut ungu itu yang telah mengalahkannya", ujar Kiba.
"Tidak mungkin. Dia mengalahkannya sendirian?", tanya Koyuki kaget.
"Ya begitulah", Kiba mengangguk.
"Sasuke-sama, sebenarnya siapa dia?", tanya Sakura.
"Dia adalah salah satu anggota Saikyou no Sedai seperti kami. Namanya Uchiha Naori. Dia juga adalah sepupuku", ucap Sasuke.
"Uchiha Naori?", gumam Koyuki.
"Yah satu-satunya perempuan diantara Saikyou no Sedai dan dianggap yang terkuat diantara anggota Saikyou no Sedai!", ucap Kiba.
"Be-benarkah jadi dia yang terkuat?!", tanya Koyuki kaget.
"Tentu saja. Dia bahkan mampu mementalkan buchou-sama hanya dengan tatapan mata!", ucap Kiba.
"Sugoi...", gumam Koyuki.
Naori kemudian kembali berjalan menuju Kiba dkk.
"Mereka sudah sadar ya. Apa kalian tak apa-apa para gadis?", tanya Naori.
"Kami tak apa-apa. Arigatou Uchiha-san!", ucap ketiga gadis itu sambil ber-ojigi.
"Tak apa-apa. Tak usah berterimakasih seperti itu. Aku senang bisa menolong orang yang sedang kesulitan", ujar Naori.
"Lalu Naori kau kemana saja selama ini? Sejak lulus SMP kami tak pernah lagi mendengar kabar tentangmu bahkan si Uchiha ini saja tak tahu", tanya Kiba.
"Aku pindah di distrik yang berada di pinggiran teritori. Maaf ya aku tak pernah mengabari kalian. Tapi tenang saja aku sekarang tinggal di distrik Ame", ujar Naori.
"Souka.. Lalu Naori kau tahu kan keadaan negeri ini. Knightmare membutuhkan orang yang kuat sepertimu. Maukkah kau bergabung bersama kami organisasi KNIGHTMARE?", tanya Kiba.
"Hmmm, bagaimana ya? Kau tahu kan Kiba-kun bahwa aku ini sangat menyukai kebebasan. Aku lebih suka bebas berkelana daripada terikat pada sebuah organisasi. Jadi maaf ya, aku tak bisa bergabung", ujar Naori.
"Kau ini! Ayolah kumohon bergabunglah bersama kami! Kita harus membebaskan negeri ini dari kejahatan klan Hyuuga!", ucap Kiba.
"Maaf Kiba-kun, aku tak bisa. Tapi jika kau memerlukan bantuan tenang saja, aku pasti membantu kalian", ujar Naori sambil tersenyum.
"Baiklah, aku takkan memaksa. Sekali lagi terima kasih Naori karena sudah membantu kami mengalahkan Hinata-hime", ujar Kiba.
"Baiklah, aku pergi dulu ya!" ujar Naori lalu menghilang dengan cepat.
"Lalu si Hinata-hime, mau diapakan dia?", tanya Koyuki.
"Hehehe, tentu saja kita tidak bisa membiarkan dia disini. Kita harus membawanya. Lagipula sudah terlintas ide yang hebat di kepalaku ini", ucap Kiba dengan seringaian.
"Ide yang hebat? Kupikir yang kaupikirkan hanya anjing saja", ucap Koyuki.
"Dasar wanita kurangajar!", bentak Kiba.
"Hahahaha", Koyuki tertawa.
"Baiklah kita bawa Hinata-hime ke markas kita!", ujar Kiba.
Kiba pun segera menggendong Hinata di punggungnya dan mereka segera meninggalkan tempat itu.
Sementara itu akhirnya Amaru berhasil menghentikan pendarahan yang terus terjadi pada Naruto. Amaru segera membuang napas lega begitu juga Sasame.
"Syukurlah, pendarahannya bisa dihentikan. Dengan begini Uzumaki-san akan selamat", ujar Amaru.
"Syukurlah...", ucap Sasame. Sasame terus menatap Naruto yang masih terbaring dengan mata tertutup. Perban-perban membalut bagian-bagian tubuh Naruto. Dari kepala badan hingga kaki. Luka tusukan dari Kakuzu sangat banyak sehingga membuat Naruto terluka hampir diseluruh bagian tubuhnya.
Satu hari berlalu, Naruto terus dirawat oleh Amaru dan Sasame di desa tersebut. Sementara itu Knightmare berhasil mengalahkan para Knight kerajaan dan mengklaim desa tersebut sebagai wilayah kekuasaaan Knightmare. Naruto kini mulai sadar dan perlahan membuka matanya.
"Uzumaki syukurlah akhirnya kau bangun...", ucap Sasame yang terlihat senang karena Naruto sudah sadar.
"Fuuma-san.. dimana aku?", tanya Naruto.
"Ini di rumah salah satu kerabatku di desa ini. Syukurlah kamu sudah sadar Uzumaki.. Kami sangat mencemaskan keadaanmu", ujar Sasame.
"Maaf sudah membuat kalian cemas. Terima kasih sudah merawatku", ucap Naruto lalu tersenyum.
"Uzumaki-san biarpun aku yang mengobatimu tapi nee-san yang terus menjagamu waktu tidur dan selalu mencemaskanmu. Tampaknya nee-san sangat memperhatikanmu", ujar Amaru sambil terkikik.
"Apa-apaan kau Amaru-chan...", ucap Sasame sambil menggembungkan pipinya.
"Dia juga selalu mengenggam tanganmu sewaktu tidur dan selalu menggumamkan namamu...", ucap Amaru lagi.
"Kau bicara lagi atau kucubit pipimu sampai berdarah!", ujar Sasame geram.
"Aku kan hanya bicara fakta yang sebenarnya..", ucap Amaru.
"Hahaha, sekali lagi terima kasih ya. Berkat kalian nyawaku bisa diselamatkan", ucap Naruto sambil tersenyum. Sementara Sasame sedikit terperangah melihat senyuman Naruto.
"Kalau dilihat-lihat Naruto memang tampan juga ya...", batin Sasame. Sasame terus menatap Naruto.
"Hei-hei nee-san kenapa kau terus menatap Uzumaki-san seperti itu? Terpesona ya?", goda Amaru.
"Ti-tidak kok, siapa yang menatapnya", ujar Sasame lalu memalingkan wajahnya karena malu.
"Hahaha, dasar nee-san...", ucap Amaru sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka bertiga kemudian memulai obrolan-obrolan ringan. Juga Naruto memulai ocehan-ocehannya yang mengundang tawa. Sasame dan Amaru tertawa terbahak-bahak mendengar lawakan dari Naruto. Walaupun badannya belum pulih sepenuhnya tapi Naruto langsung menghiasi harinya dengan kegembiraan.
Besoknya Naruto dan Sasame bersama mengelilingi desa untuk melihat keadaan sekitar. Tampak keadaan penduduk mulai berangsur baik karena Knightmare telah memberikan bantuan-bantuan kepada mereka. Kini penduduk desa tersebut telah terbebas dari penindasan dari kerajaan.
"Akhirnya desa ini kembali damai. Ini semua karena usaha kita berhasil mengusir para knight kerajaan disini", ucap Sasame.
"Ya, aku senang semuanya kembali menjadi baik seperti dahulu. Kuharap nantinya setelah kita mengalahkan para anggota kerajaan, keadaan negeri ini akan kembali damai", ujar Naruto.
"Iya, itulah tujuan utama Knightmare. Membebaskan negeri ini dari kediktatoran klan Hyuuga!", ujar Sasame dengan antusias.
"Kau ini selalu bersemangat ya Fuuma-san! Tapi itu bagus karena generasi muda harus selalu bersemangat dalam hidupnya", ujar Naruto sambil meletakan tangannya di puncak kepala Sasame. Naruto kemudian tersenyum pada Sasame. Sasame yang melihat senyuman Naruto kemudian menunduk dan pipinya mulai merona merah.
"Ke-kenapa, kenapa jantungku selalu bedebar dengan kencang saat melihat senyumannya itu?", batin Sasame.
"Ada apa Fuuma-san? Kenapa kau menunduk seperti itu?", tanya Naruto.
"Aku tak apa-apa", ujar Sasame lalu membalikkan badannya.
"Ya sudah, hei bagaimana kalau kita pergi ladang bunga disana. Tampaknya indah!", ujar Naruto sambil menunjuk sebuah ladang bunga tak jauh darisitu.
"Ba-baiklah", ujar Sasame lalu berbalik lagi menghadap Naruto.
"Ayo kita pergi!", ujar Naruto lalu mengenggam tangan Sasame dan menariknya untuk sedikit berlari menuju ladang bunga tersebut. Wajah Sasame kembali memerah karena digenggam tangannya oleh Naruto.
"Tangannya besar dan hangat... Oh kami-sama... kenapa jadi gugup sekali seperti ini...", batin Sasame.
Naruto dan Sasame kemudian sampai di ladang bunga tersebut. Macam-macam bunga tumbuh disitu. Mereka kagum dengan keindahan bunga-bunga tersebut.
"Sugoi! Bunganya banyak sekali! Bagus-bagus juga!", ujar Naruto kagum.
"Kau benar", ucap Sasame.
Naruto kemudian memetik salah satu bunga yang indah berwarna merah. Dia menghirup aroma bunga tersebut.
"Wah.. harum sekali...", ujar Naruto. Naruto kemudian menatap Sasame lalu kemudian menyelipkan bunga tersebut ke rambut Sasame.
"Wah bunga ini cocok sekali dipadukan dengan warna rambut oranye-mu. Kau jadi kelihatan cantik!", ucap Naruto sambil nyengir.
"A-arigato..", ucap Sasame yang tersipu malu. Pipinya merona merah lagi. Kemudian Sasame tersenyum manis.
"Yosh! Ayo kita kesebelah sana!", ujar Naruto lalu menarik tangan Sasame lagi.
"Kurasa akhirnya aku merasakan yang namanya jatuh cinta Amaru-chan... Aku telah jatuh cinta pada Uzumaki Naruto...", batin Sasame. Sasame terus tersenyum melihat Naruto yang berada di depannya.
Besoknya di markas pusat Knightmare yang berada di distrik Iwa, para anggota Ace Knightmare sedang berkumpul mengerubungi sesosok gadis berambut indigo yang dirantai dan diborgol tangan dan kakinya.
"Akhirnya kami bisa menangkapmu Hinata-hime-sama", ujar Kiba.
"Kalian para sampah, beraninya kalian memperlakukanku seperti ini!", ujar Hinata dengan geram.
"Wah kata-katanya kasar sekali! Kamu memang bukan Hinata-chan yang dulu lagi!", ujar Naruto.
"Aku sudah menganalisanya dengan kemampuan pendeteksian mata Mangekyou Sharinganku, sepertinya dia terkena teknik hipnotis yang luar biasa. Itu yang menyebabkan kepribadiannya berubah dan dia tak bisa mengingat banyak orang. Teknik hipnotis ini hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki kekuatan mata yang hebat", ujar Sasuke.
"Souka... jadi pasti Uchiha Obito ya kemungkinan pelakunya?", tanya Kiba.
"Yah kemungkinan begitu", ujar Sasuke.
"Ta-tapi untuk apa Obito-san menghipnotis Hinata-chan menjadi seperti ini?", tanya Naruto.
"Dia membuat agar Hinata dan lainnya terus berpihak pada kerajaan. Kekuatan hipnotisnya sungguh hebat", ujar Sasuke.
"Apa tidak ada cara untuk mengembalikannya seperti semula?", tanya Naruto.
"Mengenai itu, aku sudah merencanakannya. Kau pasti kaget nantinya. Uchiha yang akan mengurusnya sekarang!", ujar Kiba.
"Cih, teknik ini akan menguras habis energiku, tapi apa boleh buat", ujar Sasuke lalu maju mendekati Hinata.
"Hei, apa yang ingin kau lakukan Teme?", tanya Naruto bingung.
"Mau apa kau hah?!", tanya Hinata dengan menatap tajam Sasuke.
Sasuke kemudian menatap Hinata dengan tajam lalu memegang dagu Hinata. Sasuke terus mendekatkan wajahnya pada Hinata.
"He-Hei Teme brengsek, apa yang ingin kau lakukan?!", Naruto berusaha mendekat tapi ditahan oleh Menma. Karena Naruto melihat wajah Sasuke dan Hinata yang sudah terlalu dekat.
"ETERNAL MANGEKYOU SHARINGAN!"
Apa yang akan terjadi pada Hinata? Tunggu chapter berikut ya!
To Be Continued...
Yosh! Chapter 27 update! Maaf juga updatenya lama, saya agak sibuk akhir-akhir ini jadi baru bisa update sekarang.
Di chap ini akhirnya pertarungan para gadis ex-White Knight Elite dimulai. Hinata menunjukkan kekuatannya yang hebat disini dan membuat Sakura, Shion dan Koyuki kewalahan. Tiga gadis Knightmare dapat mendesak Hinata tapi karena kekuatan yang sangat besar Hinata hampir saja menghabisi ketiga gadis itu. Untung saja Uchiha Naori muncul dan berhasil mengalahkan Hinata. Akhirnya Hinata berhasil ditangkap dan dibawa ke markas Knightmare. Di chap ini juga terungkap bahwa setelah diselamatkan Naruto dan terpesona akan ketampanan dan kebaikan Naruto, Sasame akhirnya jatuh cinta pada Naruto. Lalu di akhir chap tampaknya Sasuke akan melakukan sesuatu pada Hinata. Apa yang akan terjadi pada Hinata? Tunggu aja chap depan ya...
Yang login reviewnya saya sudah balas lewat PM.
Ini balasan buat yang ngak login:
Peko: Ok! Thx buat rnr!
Renzy Strife: maaf kalau semakin rumit, Ok! Thx buat rnr!
Ha-chan: Ok! Thx buat rnr!
Narutoloverz: Ok! Thx buat rnr!
Sevensword: Ok! Thx buat rnr!
Sammy-kun: Ok! Thx buat rnr!
Natsumi-chan: arigato! Ok! Thx buat rnr!
Kazuki-sama: Ok! Thx buat rnr!
Shikato Fizan: maaf kalo fazrulzs21 mengatakan seperti itu, saya sdh memberitahukan dri awal karena ceritanya makin kompleks jadinya alurnya semakin rumit. Sasame memakai semacam pedang pendek. Penjelasan ttg anggota inti knightmare akan dijelaskan di chap depan. Ok! Thx buat rnr!
Cvot: arigato! Ok! Thx buat rnr!
Andry: saya masih mempertimbangkan mengenai hal itu tapi untuk sementara saya masih menargetkan pairnya naruhina. Ok! Thx buat rnr!
Kirito: Ok! Thx buat rnr!
Makasih banyak bagi para readers yang udah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini. Semoga anda terhibur dengan cerita yang disuguhkan. Jangan lupa juga memberi jejak berupa review ya? Review sangat berguna bagi author untuk mengembangkan cerita.
REVIEW PLEASE?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
