"Plase Stay With Me"

Main Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Other Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongdae / Chen

Kim Jong In / Kai

All member Exo and Other

Rated : T

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan,Agency dan ortu mereka so saya hanya meminjam nama saja

Warning : This Is Genderswitch (GS for Uke), mohon maaf jika ada kesamaan cerita tapi ini semua murni dari pemikiran author , don't bash and plagiat, bahasa campur aduk tidak sesuai EYD


Chapter 2

Baek boom baru saja pulang dari kerjanya dan membawakan baekhyun seloyang pizza kesukaan baekhyun. baekboom terus memanggil nama adiknya, namun baekhyun tidak menyahutnya. baekboom pun berinisiatif masuk kedalam kamar baekhyun siapa tahu baekhyun sedang tidur. namun betapa terkejutnya baekboom ketika melihat tubuh adiknya tergulai lemas dilantai dengan segenggam hasil testpecknya. baekboom melihat testpeck tersebut dan dia sangat marah ketika melihatnya. namun baekboom harus meredam marahnya dulu karena dia harus cepat membawa baekhyun ke rumah sakit.

sesampainya dirumah sakit dokter mengatakan bahwa baekhyun hanya kelelahan karena dia terlalu banyak pikiran. dokter menyarankan agar baekhyun jangan terlalu banyak berfikir apalagi saat kandungannya baru saja menginjak 3 minggu. Baekboom begitu sedih melihat tubuh adiknya yang terbaring lemas di ranjang rumah sakit, apalagi saat dia mengetahui bahwa adiknya mengandung tanpan seorang ayah. setahu baekboom baekhyun tidak mempunyai seorang kekasih. baekboom bertanya-tanya siapa yang sudah tega menghamili adiknya sampai adiknya begitu tertekan seperti ini.

"baekhyun sayang bangun ini oppa" baekboom menggenggam erat tangan baekhyun

perlahan baekhyun membuka kedua kelopak matanya

"oppa" lirih baekhyun lemah

"iya ada apa sayang. apa yang sakit?"

"tidak ada oppa. oppa kenapa aku bisa ada disini?"

"kau pingsan baek, baek oppa ingin bertanya padamu siapa lelaki brengsek yang tega menghamilimu?"

"oppa? oppa tahu kalau aku..."

"ne oppa tahu semuanya, dokter sudah menceritakan semuanya"

"hiks oppa mianhae" baekhyun menangis menatap oppanya

"sstt uljima jangan menangis. jadi bisa kau ceritakan kenapa kau bisa seperti ini?" baekboom menatap lembut kedua mata baekhyun dan perlahan menghapus air mata yang mengalir dikedua pipi adiknya itu.

Baekhyun menceritakan semuanya pada baekboom tanpa ada yang terlewatkan. Baekhyun menceritakan semuanya mulai dari perasaannya yang mencintai chanyeol hingga dia mengandung anak chanyeol. Baekboom tertegun mendengar cerita dari baekhyun, dia merasa sedih mendengar cerita baekhyun. Baekboom marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga adiknya padahal hanya baekhyun yang dia punya setelah kedua orang tua mereka meninggal.

Setelah berhasil menenangkan Baekhyun hingga baekhyun tertidur pulas baek boom keluar dari ruangan baekhyun dan pergi menemui seseorang yang harus bertanggung jawab atas kehamilan baekhyun. sesampainya dirumah orang itu , baekboom memukul wajah orang yang sudah menghamili baekhyun tanpa ampun hingga membuat lelaki itu babak belur.

"sialan kau ! jika kau tidak mencintai adikku kenapa kau melakukan itu padanya? kau membuat hidupnya hancur karena harus mengandung anakmu !" baek boom marah dia benar-benar kesal pada lelaki dihadapanya itu

"apa maksud hyung berkata seperti itu?" tanya lelaki yang tak lain adalah chanyeol

"kau itu bodoh atau pura-pura bodoh? Baekhyun hamil dan dia mengandung anak hasil perbuatan bejatmu ! sekarang dia sakit karena terlalu banyak pikiran"

"apa maksudmu hyung? baekhyun hamil anakku? itu tidak mungkin"

"apa yang tidak mungkin brengsek? dia hanya melakukannya bersamamu ! walaupun kalian hanya melakukan sekali tapi itu semua bisa terjadi ! dan sekarang kau harus bertanggung jawab atas semuanya" baek boom mengacungkan telunjuknya didepan wajah chanyeol yang lebam

"apa yang harus aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku hyung?"

"kau harus menikahi baekhyun !"

"m-mwo? me-menikahi baekhyun? tidak bisa hyung aku tidak bisa menikahi baekhyun. aku tidak mencintai baekhyun hyung. aku hanya menganggap baekhyun sebagai sahabat ku. aku sudah memiliki kekasih hyung, aku tidak mungkin menikahi baekhyun"

"lali kau akan membiarkan baekhyun melahirkan dan membesarkan anak kalian tanpa seorang ayah? kau gila chanyeol !"

"hyung..."

"pikirkan lagi perkataanku chanyeol ! kau harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu ! kau jangan menjadi seorang lelaki yang pengecut dan tidak bertanggung jawab, kalau kau berani berbuat kau juga harus berani bertanggung jawab. apa kau tega membuat baekhyun hancur karena harus melahirkan dan merawat anak kalian sendirian? jangan bersikap egois chanyeol , kau juga harus memikirkan perasaan baekhyun. setidaknya jika kau memang tidak mencintainya tetap saja kau harus bertanggung jawab. aku menunggu pertanggung jawabanmu chanyeol" baek boom pergi dari hadapan chanyeol dan meninggalkan chanyeol yang kini sedang meringis kesakitan sambil berfikir.

.

.


Baekhyun duduk diranjang rumah sakit menatap kosong pada perutnya. Dirinya masih tidak menyangka bahwa sekarang didalam perutnya terdapat bayinya. Baekhyun bingung harus bagaimana, apa dia harus memberitahu chanyeol perihal kehamilannya? tapi bagaimana jika chanyeol tidak mau bertanggung jawab dan tidak mengakui anak yang dikandungnya ini? atau malah chanyeol membenci anak ini dan menyuruh baekhyun menggugurkan anaknya? tidak tidak itu tak boleh terjadi walau bagaimanapun anak yang dikandungnya ini tidak berdosa dan dia tidak ingin menggugurkan anaknya. walaupun chanyeol nanti membencinya dan tidak mau mengakui atau bahkan merawat anak ini, baekhyun akan tetap mempertahankan dan merawatnya penuh kasih.

"hai sayang ini eomma, apa yang harus eomma lakukan sekarang? hhh" baekhyun mengelus perutnya yang masih rata

"hai baek, ini oppa bawakan kau makanan kesukaanmu" baekboom datang membawakan satu kantung kresek berisi puding strawberry kesukaan baekhyun

"apa yang oppa bawa? apa oppa membawakanku... ah puding strawberry kesukaanku" mata baekhyun berbinar ketika melihat isi didalam kantung kresek tersebut berisi puding strawberry kesukaannya

"bagaimana kau senang?"

"tentu saja. kau yang terbaik oppa.. hmmm mashita" baekhyun tersenyum senang memakan pudingnya

"makan yang benar baek nanti kau tersedak. oh ya bagaimana keadaanmu apa ada yang sakit?"

"aku sudah baikan oppa, kata dokter nanti sore aku bisa pulang"

"benarkah kalau begitu syukurlah, lalu bagaimana kandunganmu? apa sakit?"

"kandunganku baik-baik saja oppa tak perlu khawatir"

"hei keponakanku kau baik-baik didalam perut eommamu ne , jangan menyusahkannya, jangan membuat eommamu sakit. paman menyayangimu" baekboom mencium perut baekhyun lalu mengelusnya. baekhyun hanya tersenyum mendengarnya.

"oppa sudah memberitahukan semuanya pada chanyeol. oppa menyuruhnya untuk menikahimu"

"mwo oppa sudah memberitahukannya? kenapa oppa?"

"dia harus tahu semuanya baek dan dia harus bertanggung jawab"

"tapi bagaimana jika dia ti..."

"dia harus bertanggung jawab. jika tidak oppa tidak segan-segan akan membunuhnya"

"oppa tak perlu melakukan itu, jika dia tidak mau bertanggung jawab tidak apa-apa. aku akan merawat anakku sendiri. oppa tak perlu khawatir, aku masih bisa merawatnya dan membesarkannya oppa. gomawo oppa" baekhyun tersenyum walaupun hatinya terasa perih sebenarnya.

"oppa menyayangimu baek. jika kau memerlukan apa-apa bilang pada oppa. oppa akan membantumu"

"ne oppa gomawo" baekhyun memeluk tubuh baekboom erat

.

.


Baekhyun beraktifitas seperti biasa. namun saat ini dia berniat mengundurkan diri dari kampusnya karena dia tidak mungkin terus menyembunyikan kandungannya. cepat atau lambat jika pihak kampus mengetahuinya apalagi baekhyun mengandung diluar nikah , dia pasti akan dikeluarkan dari kampusnya. Baekhyun saat ini menceritakan semuanya pada Luhan sahabatnya perihal dirinya hamil dan harus berhenti kuliah. Luhan terkejut mendengarnya bahkan Luhan ikut menangis mendengarkan semuanya, Luhan menjadi membenci Chanyeol bahkan saat ini Chanyeol tidak masuk kuliahnya padahal hari ini Luhan berniat memukul wajah chanyeol yang telah melukai sahabatnya itu.

"chanyeol brengsek tega-teganya dia berbuat seperti itu padamu baek" luhan mengumpat dia begitu kesal pada chanyeol

"maafkan aku lu, aku tidak bisa bersamamu. tapi jika kau merindukanku kau kerumahku saja, aku selalu berada disana" baekhyun menenangkan amarah luhan

"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang baek? kau tidak mungkin membesarkan bayimu tanpa seorang ayah, suatu saat nanti anakmu pasti akan menanyakan ayahnya"

"entahlah aku akan mencoba memikirkannya nanti"

"apa kau sudah memberitahukan chanyeol?"

"baekboom oppa sudah memberitahukannya dan baekboom oppa sudah memintanya menikahiku tapi aku tahu seperti apa jawabannya dia tidak mungkin mau menikahiku ya walaupun setelah dia melakukannya dia bilang padaku bahwa dia akan bertanggung jawab" baekhyun menunduk

"kau harus menemuinya baek. dia harus tahu semuanya dari mulutmu"

"aku akan menemuinya hari ini diapartemennya"

"ne, kau harus kuat ya baek, aku menyayangimu. kau sudah ku anggap sebagai sudaraku. jika kau membutuhkanku kau bisa menghubungiku kapan saja" luhan memeluk erat tubuh sahabatnya

.

.


setelah baekhyun pulang dari kampusnya dia segera datang ke apartemen chanyeol untuk membicarakan semuanya. betapa terkejutnya dia ketika dia melihat wajah chanyeol yang memar sepertinya itu efek pukulan keras dari oppanya.

"chan.."

"aku sudah tahu semuanya baek kau pasti ingin aku bertanggung jawab kan? aku akan bertanggung jawab baek. kau ingat kata-kataku sesudah kita melakukannya bukan? tenang saja aku akan menikahimu" kata chanyeol lembut

"kau tidak perlu melakukannya chan jika kau tidak siap" baekhyun menunduk meremas jemarinya

"tidak baek aku siap. aku akan memberitahukan semuanya pada keluargaku perihal pernikahan ini. aku sadar aku bersalah dan kata baekboom hyung tadi malam benar aku tidak boleh menjadi namja yang pengecut. jadi baekhyun maukah kau menikah denganku?" baekhyun berlutut dihadapan baekhyun sambil memegang jemari baekhyun.

baekhyun mendongkakkan kepalanya menatap wajah chanyeol yang tersenyum tulus. Baekhyun benar-benar merasa bahagia karena chanyeol sekarang berlutut meminta baekhyun untuk menikah dengannya. baekhyun dengan cepat menganggukkan kepalanya, dia bahkan tidak ingat tentang kyungsoo, untuk saat ini biarkan baekhyun egois dan menikmati kebahagiaannya bersama chanyeol.

.

.

Dua minggu kemudian baekhyun dikenalkan pada keluarga chanyeol. Ini kali pertamanya Baekhyun masuk kedalam rumah Chanyeol, karena sejak bersahabat dengan Chanyeol dia belum pernah menginjakkan kakinya di rumah chanyeol dan juga karena chanyeol selalu membawanya ke apartemennya jika Baekhyun main. Yang Baekhyun tahu dari Chanyeol jika dia memiliki kakak perempuan yang bernama Park Yoora dan itu pula Baekhyun hanya melihatnya dari foto yang chanyeol pajang di meja belajarnya.

Awalnya baekhyun gugup ketika masuk kedalam rumah chanyeol namun lama-lama kegugupannya hilang karena ternyata keluarga chanyeol menyambutnya dengan baik dan menerimanya menjadi menantu mereka. sungguh baekhyun merasa bahwa ini seperti mimpi karena sebentar lagi dia akan menikah dengan orang yang sangat dia cintai walaupun dia tahu bahwa chanyeol belum bis mencintainya tapi baekhyun akan berusaha membuat chanyeol mencintainya , apalagi saat ini baekhyun tengah mengandung anak mereka.


~~Stay With Me~~


satu bulan kemudian baekhyun dan chanyeol mengucapkan janji suci didepan altar dan dihadapan seorang pastur dan juga keluarga serta tamu undangan. Baekhyun begitu cantik hari ini, hari ini dia memakai gaun pernikahan berwarna putih yang panjangnya hingga menyapu lantai dengan berhiaskan mahkota kecil dirambut panjangnya yang di kuncir setengah. make upnya yang tak terlalu mencolok membuatnya terlihat sangat cantik. begitu pula dengan chanyeol dia begitu terlihat tampan berbalut tuxido berwarna putih yang membalut tubuh atletisnya, rambutnya yang ia tarik keatas memperlihatkan dahinya hingga membuat chanyeol terlihat semakin tampan dan keren.

"Park Chanyeol apa kau bersedia menemani dan mencintai istrimu byun baekhyun dalam susah dan senang, untung dan malang hingga maut memisahkan kalian?"

"ya saya bersedia"

"byung baekhyun apa kau bersedia menemani dan mencintai suamimu park chanyeol dalam susaj dan senanh, untung dan malang hingga maut memisahkan kalian?"

"ya saya bersedia"

"baiklah saat ini kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri, silahkan untuk bertukar cincin"

Chanyeol menyematkan cincin pernikahan dijari manis kanan milik baekhyun begitu pula sebaliknya

"sekarang mempelai pria bisa mencium mempelai wanita"

chanyeol mulai mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya di bibir baekhyun hanya menempel tidak lebih, setelah itu chanyeol melepaskan ciumannya dan tersenyum manis pada baekhyun. tepuk tangan dari para tamu undangan menggema didalam gereja. baekhyun senang sekali karena dia akhirnya bisa menikah dengan chanyeol.

.

"chukkae baekhyun akhirnya kau menikah dengan chanyeol. ah kau mendahuluiku baek" luhan cemberut lalu memeluk baekhyun

"hhehe terima kasih lu. hahaha ini semua bukan kehendakku lu. mian karena mendahului kau dan sehun" baekhyun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada luhan

"selamat atas pernikahan kalian ya baekhyun dan chanyeol, semoga kalian bahagia dan langgeng" sehun tersenyum bahagia melihat sahabatnya menikah

"terima kasih sehun-ah kau harus cepat menyusul kami" ucap chanyeol sambil terkekeh dan menjabat tangan sahabatnya itu sedangkan luhan dan baekhyun ikut tertawa

"tenang saja. lima bulan lagi kami akan menyusul kalian" sehun tertawa

"uri baekhyunee chukkaeyo" jongdae menjabat tangan baekhyun dan memeluk erat tubuh baekhyun hingga membuat baekhyun sesak

"ughh chen chen berhenti memelukku aku tidak bisa bernafas"

"heheh mian aku terlalu senang karena sahabatku menikah" jongdae terkekeh

"ne ne gomawo chen chen"

"aku akan memberikan hadiah pernikahan untuk kalian tunggu disini dan lihat aku"

chen atau jongdae pergi dan menaiki panggung lalu mengambil mic dan mulai berbicara

"selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya kim jongdae atau kalian bisa memanggilku chen. hari ini saya akan memberikan hadiah soecial untuk pernikahan sahabat saya Byun Baekhyun dan Park Chanyeol. hari ini saya akan menyanyikan lagu special untuk kalian. jadi dengarkan baik-baik okey. untuk baekhyun dan chanyeol selamat atas penikahan kalian. aku berharap semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian dan kalian diberi anugerah anak-anak yang tampan dan cantik, selamat" chen menyudahi perkenalannya dan dia mulai duduk dihadapan piano lalu mulai menggerakan jarinya diatas papan tuts piano dan mulai melantunkan sebuah lagu

What would I do without your smart mouth

Drawing me in, and you kicking me out

Got my head spinning, no kidding, I can't

pin you down

What's going on in that beautiful mind

I'm on your magical mystery ride

And I'm so dizzy, don't know what hit me,

but I'll be alright

My head's under water

But I'm breathing fine

You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I'll give my all to you

You're my end and my beginning

Even when I lose I'm winning

'Cause I give you all, all of me

And you give me all, all of you

(john legend_all of me)

.

semua tamu undangan bertepuk tangan setelah chen selesai menyanyikan lagunya dengan sangat baik. setelah selesai bernyanyi chen turun dari panggung dan menghampiri kembali baekhyun dan yang lainnya.

"kau yang terbaik chen chen gomawo" baekhyun mengacungkan kedua ibu jarinya

"ne ne aku tahu itu" chen tersenyum

"tak salah orang-orang menyebutmu chensing machine" ucap luhan memuji

"haha" chen hanya tertawa menanggapinya

.

seusai acara resepsi pernikahan Baekhyun dan Chanyeol pulang kembali ke apartemen milik Chanyeol. Kini baekhyun tinggal berdua bersama dengan chanyeol di apartemen milik chanyeol. Baekhyun dan Chanyeol sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian santai biasa. Suasana didalam kamar begitu canggung apalagi mereka baru saja resmi menjadi sepasang suami dan istri.

"baek sebaiknya kau istirahat di kasur biar aku yang tidur disofa" chanyeol hendak pergi namun baekhyun memegang tangan chanyeol

"kenapa harus tidur disofa? sebaiknya kau tidur disampingku bukankah kita sudah menjadi sepasang suami istri?" ucap baekhyun dengan polos

"tidak apa-apa kau sedang hamil kau pasti membutuhkan tempat tidur yang lega. jja tidurlah. jaljayo baekhyunee" chanyeol menidurkan baekhyun dan menyelimuti tubuh baekhyun lalu mengecup dahi baekhyun lembut dan pergi.

setelah mendengar pintu tertutup rapat baekhyun membuka matanya lalu menangis. dia sebenarnya tahu jika chanyeol sebenarnya terpaksa menikahi dirinya karena anak yang sedang dikandungnya bukan karena cinta. Baekhyun tahu sampai saat ini Chanyeol hanya mencintai Kyungsoo.

"chanyeolie tak bisakah sekali saja aku berada dihatimu?"

.

.


paginya chanyeol terbangun ketika dirasa dia mencium bau masakan yang membuat perutnya menjadi lapar. Chanyeol melangkahkan kakinya menuju asal mula bau itu muncul, betapa terkejutnya dia ketika dia melihat Baekhyun sedang asyik memasak didapur miliknya.

"baek kau yang memasak semua ini?" tanya chanyeol saat melihat beberapa sajian masakan tetata rapi dimeja makan

"ne tentu saja. jja duduklah dan makanlah" pinta baekhyun sambil menaruh lauk diatas meja makan dan chanyeol menurut dia pun mulai duduk dan menyendokan makanannya

"bagaimana? apa rasanya enak?" tanya baekhyun dengan mata berbinar

"enak" jawab chanyeol tersenyum lembut

"benarkah?"

"ne, apa kau sering memasak ?"

"ne aku sering memasak. kau kan tahu aku sudah tidak memiliki ibu dan ayah jadi mau tidak mau aku harus bisa mengurus rumah dari mulai memasak, mencuci bahkan membersihkan rumah sendiri sedangkan baekboom oppa bekerja untuk menghidupi kebutuhan kami berdua"

"kau benar-benar wanita yang hebat baek"

"hehehe" baekhyun hanya terkekeh menanggapinya

"oh ya hari ini aku akan kuliah dan sepulang kuliah aku akan bekerja part time di restauran milik sehun. aku akan mencari uang untuk menghidupi kita berdua dan calon bayi kita nanti"

"apa aku perlu membantumu? aku juga bisa mencari pekerjaan agar kau tidak terlalu berat membiayai kehidupan kita"

"tidak usah kau dirumah saja. aku tak ingin kau kelelahan dan membuatmu sakit itu bisa berakibat buruk bagi kandunganmu"

"tapi?"

"sstt sudah tidak apa baek ini sudah kewajibanku sebagai seorang suami" chanyeol lagi-lagi tersenyum lembut dan membuat baekhyun semakin jatuh cinta pada calon ayah dari anaknya ini

"baiklah aku akan menuruti perkataanmu"

.

.


"sehunie sepulang kuliah aku ingin menemui baekhyun sehari saja aku tidak bertemu dengannya aku merindukannya tidak apa-apa kan?" ucap luhan bergelayut manja di lengan sehun

"tentu saja boleh ludear" sehun mengusak rambut luhan

"yeayy gomawo sehunie.. saranghae"

"nado saranghae my ludear"

"sehun apa kau tak merasa jika chanyeol sebenarnya terpaksa menikahi baekhyun?"

"molla, tapi aku rasa ya memang begitu kau kan tahu jika yah chanyeol tidak menyukai baekhyun dan dia hanya mencintai Kyungsoo" sehun menggendikan bahunya

"kau tahu jika baekhyun tahu yang sebenarnya jika chanyeol terpaksa menikahinya tanpa cinta itu bisa membuat baekhyun semakin tersiksa"

"maksudmu?"

"baekhyun sudah mencintai chanyeol sebelum chanyeol mengenal kyungsoo"

"mwo?" sehun membelakakan matanya lebar

"apa kau tak merasa tatapan baekhyun pada chanyeol berbeda? apa kauntak merasa jika perlakuan baekhyun pada chanyeol berbeda? apa kau tak merasakan semua itu? itu sudah membuktikan bahwa baekhyun benar-benar mencintai chanyeol"

"aku tak begitu memperhatikan semua perlakuan baekhyun pada chanyeol jadi aku tidak tahu"

"aku kasihan melihat baekhyun yang selalu menangisi chanyeol. Baekhyun selalu bercerita padaku tentang chanyeol. terkadang aku merasa senang saat baekhyun dengan senangnya menceritakan hal-hal yang dilakukan chanyeol yang membuat baekhyun senang. dan aku juga merasakan sakit saat baekhyun dengan sedihnya menceritakan betapa sakitnya baekhyun harus melihat orang yang dicintainya bersama sahabatnya sendiri"

"apa kau percaya jika suatu saat nanti chanyeol akan membalas perasaan baekhyun!?"

"entahlah, aku ragu. aku malah takut jika suatu saat nanti chanyeol malah meninggalkan baekhyun dan anaknya ketika kyungsoo hadir kembali dihadapan kita"

"kau tak perlu takut, aku yakin secara perlahan chanyeol akan mulai membalas perasaan baekhyun dan mulai melupakan perasaannya pada kyungsoo"

"semoga saja, karena aku tak ingin melihat air mata baekhyun mengalir lagi dikedua pipinya"

.

.


kini kandungan baekhyun sudah memasuki usia 4bulan dan perut baekhyun sudah mulai membesar. baekhyun tidak bisa lagi memakai pakaian yang ketat. Yoora kakak chanyeol datang ke apartemen chanyeol untuk mengunjungi baekhyun dan chanyeol, dia juga sekalian membawakan baju-baju hamil dan juga susu untuk ibu hamil agar baekhyun dan bayi yang ada dikandungannya sehat.

"wah eonni repot-repot segala" kata baekhyun tak enak sambil membawa barang-barang yang dibawa oleh yoora

"tidak apa-apa baek. lagipula akukan hanya ingin adik iparku dan keponakanku tetap sehat" ucap yoora ramah

"ne gomawo eonni"

"cheonma, oh ya dimana chanyeol?" tanya yoora sambil melihat-lihat sekeliling ruangan

"chanyeol sedang bekerja part time di restauran milik sehun eonni"

"omona chanyeol bekerja? kenapa dia tidak memberitahukan pada kami?"

"molla, tapi ku kira kalian sudah tahu. katanya dia bekerja karena ingin menambah-nambah uang untuk kehidupan kami. padahal aku juga ingin membantunya tapi dia melarangku untuk bekerja"

"tentu saja di melarangmu baek, itu berarti chanyeol sangat menyayangi kau dan anak kalian. jadi dia tak ingin membuatmu kelelahan karena bekerja. huh padahal jika dia membutuhkan pekerjaan dia bisa menemui appa untuk membantu appa di perusahaannya"

"mungkin dia hanya ingin mandiri dan tidak menyusahkan kalian eonni"

"mungkin. ah bagaimana dengan kandunganmu apa baik-baik saja? jenis kelaminnya apa? aku berharap keponakanku yeoja jadi aku bisa mendandaninya" kata yoora dengan mata berbinar.

"aku belum memeriksakan kembali kandunganku eonni. tapi bukankah jenis kelamin bayi baru bisa dideteksi saat kandungan berusia 7 bulan?"

"entahlah aku tidak tahu tentang itu hehehe apa kau mau aku antarkan ke dokter kandungan untuk memeriksa kandunganmu?" yoora menawarkan diri

"ah tidak usah eonni, nanti aku akan meminta chanyeol saja menemaniku"

"baiklah kalau begitu. ah waktu istirahatku sudah berakhir, kalau begitu aku pamit dulu ne, lain kali aku akan mampir lagi kesini . jaga kesehatanmu dan kandunganmu baik-baik ya baek. jangan lupa diminum susunya itu baik untuk ibu hamil. oh ya aku juga membelikan rasa strawberry kesukaanmu untuk susunya semoga kau suka, sampai jumpa lagi" yoora beranjak pergi dan meninggalkan apartemen chanyeol

"ne eonni terima kasih hati-hati dijalan"

baekhyun kembali masuk kedalam apartemennya dan membuka barang-barang yang dibawa oleh yoora tadi.

"woah bajunya lucu sekali" mata baekhyun berbinar ketika melihat dress untuk ibu hamil berwarna merah muda dengan motif strawberry.

"selera yoora eonni benar-benar bagus. terima kasih eonni"

.

.

.


"hey bung bagaimana keadaan istrimu apa dia baik-baik saja?"tanya sehun merangkul pundak sahabatnya itu

"ne dia baik-baik saja" chanyeol menjawab dengan senyum yang tak luput dari wajahnya

"syukurlah, maaf belum bisa mengunjunginya, kau kan tahu sendiri aku dan luhan sedang sibuk mempersiapkan pernikahan kami dua bulan lagi"

"ne tidak apa-apa baekhyun pasti mengerti kok"

"ah ya sebenarnya aku sudah ingin menanyakan ini sejak awal namun aku tak enak padamu" ucap sehun sedikit canggung

"kau ingin menanyakan apa memangnya? tanyakan saja"

"apa kau masih berhubungan dengan kyungsoo? dan bagaimana perasaanmu padanya sekarang? apa kau masih mencintai kyungsoo dan mengharapkannya kembali?"

"aku tidak pernah berhubungan dengannya lagi semenjak dia pergi meninggalkanku. masalah perasaanku? tentu saja aku masih mencintainya sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya, dia adalah cinta pertamaku dan sampai sekarang dia masih kekasihku . aku akan tetap menunggunya seperti janjiku padanya dan aku percaya dia akan kembali padaku nanti" kata chanyeol dengan yakin

"tapi kau sudah memiliki baekhyun sekarang bahkan sebentar lagi malaikat kecil akan hadir diantara kalian. apa kau masih akan tetap terus mencintai kyungsoo dan menunggunya ? lalu bagaimana dengan perasaan baekhyun? apa kau tak memikirkannya?"

"entahlah aku belum memikirkan masalah itu. aku menyayangi baekhyun tapi tidak lebih dari seorang sahabat dan sampai kapanpun aku tidak bisa menganggap baekhyun lebih dari seorang sahabat walaupun dia sekarang menjadi istriku"

"bagaimana jika seandainya baekhyun mencintaimu lebih dari seorang sahabat sebelum kau bertemu dengan kyungsoo? bukankah kalian sudah saling mengenal satu sama lain?"

"kau bercanda? tidak mungkin baekhyun memiliki perasaan padaku?"

"itu kan hanya perumpamaan. jadi bagaimana pendapatmu? apa kau akan meninggalkan baekhyun jika kyungsoo kembali ? atau kau mencoba membalas perasaannya?"sehun menggedikkan bahunya dan menatap tajam chanyeol

"molla, aku belum bisa memikirkannya"

"kalau aku boleh memberi saran sebaiknya kau mulai mencoba membalas perasaan baekhyun dan meninggalkan kyungsoo apalagi kalian sudah memiliki seorang buah hati. tidak mungkin kan kau akan meninggalkan baekhyun dan juga anakmu demi memilih kyungsoo yang bertahun-tahun meninggalkanmu tanpa kabar sedikitpun"

"..." chanyeol hanya terdiam mencerna saran dari sehun. sebenarnya apa yang dikatakan sehun ada benarnya tapi didalam lubuk hatinya , ia masih menyimpan nama Kyungsoo dan chanyeol telah berjanji selamanya kyungsoo akan selalu didalam hatinya.

"pikirkan kata-kataku baik-baik chan , aku tahu kau sangat mencintai kyungsoo tapi kau juga harus mengingat ada baekhyun disisimu" sehun menepuk pundak sahabatnya lalu masuk kembali ke dalam ruangannya.

.

.

"channie kau sudah pulang? apa kau sangat lelah?" baekhyun menyambut chanyeol dengan gembira sambil bergelayut manja di lengan chanyeol entahlah moodnya hari ini sedang baik.

"ne aku sangat lelah bisakah kau menyingkir sebentar aku ingin mandi" chanyeol menyingkirkan tangan baekhyun yang bergelayut di lengannya. baekhyun melepaskan tangannya dengan kecewa, raut wajahnya menjadi sedih.

"baiklah kalau begitu aku akan membuatkanmu teh hangat agar badanmu terasa enak

"hmm" chanyeol hanya berdehem lalu masuk ke dalam kamarnya meninggalkan baekhyun yang terlihat sedih. moodnya yang tadinya bahagia menjadi sedih kembali.

Padahal ia hanya ingin mendapatkan perhatian dari suaminya selama empat bulan kehamilannya ini chanyeol sama sekali tidak memperhatikannya bahkan menanyakan bagaimana keadaan kandungannya saja jarang sekali. Baekhyun hanya bisa berinteraksi dengan chanyeol saat pagi hari sebelum berangkat kuliah itu saja hanya satu dua kata, sedangkan malam hari ya seperti sekarang ini chanyeol hanya berbicara singkat bahkan terkesan singkat dan dingin mungkin ini efek chanyeol kelelahan. Baekhyun mengerti mungkin chanyeol sangat lelah karena sehabis kuliah dia harus bekerja. Jadi baekhyun memakluminya saat ini.

untung saja selama kehamilannya baekhyun tidak mengidam yang aneh-aneh seperti ibu hamil yang lain. Paling Baekhyun hanya mengidam ingin memakan sushi atau dia ngidam ingin makan es krim strawberry , jadi baekhyun bisa membelinya sendiri.

selesai membuatkan teh hangat untuk chanyeol , baekhyun beranjak ke kamar untuk memberikan secangkir teh tersebut untuk chanyeol.

"chan ini tehnya minumlah selagi masih hangat" baekhyun menodorkan segelas cangkir teh pada chanyeol tapi chanyeol malah berbaring diranjangnya dan tidak menanggapi baekhyun. baekhyun begitu sedih di acuhkan oleh chanyeol. Dengan berat hati baekhyun menaruh cangkir teh tersebut di meja samping tempat tidur dan beranjak meninggalkan chanyeol.

"kau sudah mengantuk yah kalau begitu tehnya aku taruh dimeja. jaljayo chanyeol"

Baekhyun dengan cepat berlari keluar dan duduk di sofa ruang tamu lalu menangis sepuasnya disana. sungguh hati baekhyun benar-benar sakit. tidak hanya sekali atau dua kali baekhyun diperlakukan seperti itu oleh chanyeol taoi sudah berulang kali ya walaupun terkadang chanyeol bersikap manis padanya.

"nae aegya apa yang harus eomma lakukan sekarang? apa eomma harus berhenti mencintai appamu? sepertinya iya tapi tidak mungkin bisa eomma lakukan karena eomma sangat sangat sangat mencintai appamu walaupun appamu tidak pernah mencintai eomma. semoga saja setelah kau lahir kau bisa membuat appamu mencintai eomma ne, jika tidak setidaknya dia mencintaimu dengan tulus" baekhyun mengelus perutnya sambil sesekali menghapusnair matanya. setelah lelah menangis, baekhyun berbaring disofa karena matanya sudah tidak kuat lagi.

chanyeol yang terbangun pagi-pagi sekali terkejut ketika melihat Baekhyun tertidur di sofa dengan tenang. dan saat dia mendekati baekhyun, dia merasa bersalah karena sudah bersikap dingin pada baekhyun. chanyeol semakin merasa bersalah ketika melihat bekas air mata mengering di pipi baekhyun dan dia tahu jika baekhyun menangis semalaman.

"mianhe jongmal mianhaeyo baekhyun. kau pasti sedih. maafkan aku" chanyeol mengelus pipi baekhyun lembut lalu tersenyum pada baekhyun yang masih tertidur dengan pulasnya. chanyeol akui wajah baekhyun begitu cantik saat tertidur.

"nae aegya maafkan appa ne, appa telah menyakiti eommamu" chanyeol gantian mengelus perut baekhyun yang kini baru dia sadari semakin membesar

"eunghh" baaekhyun menggeliatkan badannya dan mulai membuka matanya , baekhyun terkejut ketika mendapati chanyeol berlutut di sampingnya

"chan.. chanyeol" baekhyun bangun dari tidurnya dan duduk dihadapan chanyeol

"sejak kapan kau ada disini?" tanya baekhyun

"ah baru saja, tadinya aku ingin membangunkanmu untuk membuatkan aku kopi tapi karena sepertinya kau terlihat pulas jadi aku tidak jadi membangunkanmu" ucap chanyeol berbohong dan memegang tengkuknya

"ahh begitu. kalau begitu akan aku buatkan kau kopi dan sebaiknya kau segera mandi bukankah ada jadwal kuliah pagi hari ini?"

"kau masih ingat jadwal kuliah kita?" tanya chanyeol tak percaya

"tentu saja. sudah cepat mandi. aku akan menyiapkan sarapan" baekhyun beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan sarapan dan juga kopi kesukaan chanyeol. sedangkan chanyeol dia menuruti baekhyun untuk mandi. selesai mandi dan merapihkan perlengkapan kuliahnya dia duduk dimeja makan menyantap sarapan buatan baekhyun.

"hari ini aku tidak bekerja sepulang kuliah apa kau mau jalan-jalan bersamaku?" kata chanyeol sambil menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya

"ne? memangnya kau mau mengajakku kemana?"

"bagaimana jika kita jalan-jalan ke sungai han? hari ini ada festival kembang api disana. kau pasti akan menyukainya begitu pula dengan uri aegya"

"benarkah? wahhh kalau begitu baiklah aku mau jalan-jalan bersamamu" baekhyun tersenyum cerah hingga memperlihatkan eyes smilenya

chanyeol begitu terpesona, baru kali ini dia baru melihat senyuman cantik baekhyun.

'perasaan macam apa ini? tidak tidak tidak aku mencintai kyungsoo' chanyeol merutuk dalam hatinya kenapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang melihat senyuman cantik baekhyun. apakah ini pertanda bahwa chanyeol mulai memiliki perasaan pada baekhyun?

.

.

TBC


wah senangnya ternyata banyak yang minat dengan ff ini.

nah sebagai tanda terima kasih dari yuki nih yuki update chap 2 nya...

bagaimana apa memuaskan chap ini? kalau tidak mian

kalau ada yang mau kasih saran review aja yah

oh ya yuki juga mau minta maaf belum bisa bales review dari chingudeul ~

tapi lain kali yuki bakal bales deh ^^

okey sampai disini dulu, sampai jumpa di chap selanjutnya

annyeong ^^

RnR?