"Plase Stay With Me"

Main Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Other Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongdae / Chen

Kim Jong In / Kai

All member Exo and Other

Rated : T

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan,Agency dan ortu mereka so saya hanya meminjam nama saja

Warning : This Is Genderswitch (GS for Uke), mohon maaf jika ada kesamaan cerita tapi ini semua murni dari pemikiran author , don't bash and plagiat, bahasa campur aduk tidak sesuai EYD


chapter 3 :

.

Festival kembang api kini sedang berlangsung di daerah sungai han. Kembang api yang cantik menghiasi langit malam kota seoul kali ini. Baekhyun senang sekali malam ini karena dia bisa melihat festival kembang api yang hanya berlangsung satu tahun sekali ini apalagi ketika dia melihatnya bersama suami tercintanya kali ini. Bahkan tangannya terus melingkar dilengan kekar milik chanyeol. senyuman merekah selalu menghiasi wajah cantiknya. Bahkan chanyeol ikut merasakan senang melihat baekhyun bahagia. Chanyeol sengaja mengajak baekhyun jalan-jalan malam ini karena dia ingin menebus kesalahannya yang selalu mengacuhkan baekhyun. Dan mulai hari ini chanyeol tidak ingin melihat baekhyun menangis lagi.

"apa kau senang?" tanya chanyeol

"ne aku sangat senang. gomawo chanyeolie" baekhyun tersenyum manis

"cheonma. aku sengaja meminta izin pada sehun untuk tidak bekerja karena aku tahu hari ini akan ada festival kembang api dan aku juga tahu jika kau sangat menyukai festival seperti ini jadi tidak salahnya aku mengajakmu kesini malam ini" kata chanyeol tulus sambil mengusak kepala baekhyun lembut.

pipi baekhyun merona dibuatnya, dia tidak menyangka chanyeol akan seromantis ini.

"channi aku ingin makan permen kapas itu" tunjuk Baekhyun kearah penjual permen kapas yang berdagang disekitar sungai han

"kau ingin itu?" tanya chanyeol

"eumm.. sepertinya ini keinginan uri aegya" baekhyun merajuk lucu

"baiklah ayo kita kesana dan membelinya" chanyeol menggandeng tangan baekhyun dan membawanya ke tempat penjual permen kapas

"ahjussi aku ingin satu permen kapas ini" ucap baekhyun

"ahh ne" ahjussi penjual permen kapas itu memberikan satu buah permen kapas kepada baekhyun

"berapa harganya ahjussi?" tanya chanyeol

"3000won saja"

"baiklah ini terima kasih banyak ahjussi" chanyeol memberikan selembar uang 3000won kepada ahjussi tersebut

"ne sama-sama"

.

.

"ini enak sekali channi, apa kau mau?" tanya baekhyun sambil menyodorkan permen kapasnya itu pada chanyeol

"tidak usah untukmu saja, aku kurang begitu menyukai yang manis-manis" tolak chanyeol halus

"baiklah,, terima kasih chan" baekhyun kembali memakan permem kapas tersebut dengan lucu

"baek, maafkan aku" ucap chanyeol tiba-tiba dan membuat baekhyun menghentikan makannya

"maaf untuk apa chan?"

"maaf karena selama kita menikah aku selalu menyakitimu dan juga maaf karena sampai saat ini aku belum bisa mencintaimu" kata chanyeol menundukkan kepalanya

"ani kau tidak perlu meminta maaf padaku. aku mengerti dengan perasaanmu. aku tahu kau masih menyimoan perasaan pada kyungsoo jadi... kau tak perlu memaksakan diri untuk mencintaiku" kata baekhyun mencoba tersenyum padahal dalam hatinya dia meringis kesakitan

"sekali lagi maafkan aku baek"

"sudahlah kau tak perlu meminta maaf padaku. hoammm ayo kita pulang sepertinya aku mulai mengantuk" baekhyun pura-pura menguap moodnya tiba-tiba menjadi buruk dan dia ingin segera pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya

"kau sudah mengantuk?" tanya chanyeol menatap baekhyun yang masih memakan permen kapasnya

"ne, lagipula ini sudah malam chan. aku lelah aku ingin tidur"

"baiklah kajja kita pulang" chanyeol menggenggam tangan baekhyun dan mengajaknya pulang

.

.


Hari ini pernikahan Sehun dan Luhan digelar dengan sangat meriah. Setelah keduanya mengucapkan janji pernikahan dengan sakrar di sebuah gereja,mereka kini melanjutkan acara resepsi pernikahan mereka disebuah gedung yang lumayan mewah dengan dekorasi yang sangat cantik. Kedua pengantin yang kini telah resmi menjadi sepasang suami istri itu kini sedang menyalami ramah para tamu undangannya. Kedua pengantin tersebut tampak begitu bahagia.

"chukkae uri luhaen... akhirnya kau menikah dengan si cadel ini" kata baekhyun memberi ucapan selamat kepada sahabatnya itu

"ne terima kasih baekiee... ah aku merindukanmu... sudah lama sekali aku tidak berkunjung menemuimu" kata luhan memeluk baekhyun

"ne ne aku juga merindukanmu ludeer"

"sudah selesai acara temu kangennya?" ucapan sehun tersebut membuat luhan melepaskan pelukannya

"yak apa-apaan kau ini sehun, aku kan batu saja bertemu dengan baekhyun" luhan mencubit gemas lengan sehun

"aww appo chagi" sehun meringis kesakitan dan mengelus lengannya yang dicubit oleh luhan

"hahaha kalian ini pasangan yang sangat lucu yah" baekhyun terkikik geli

"selamat atas pernikahan kalian sobat" kata chanyeol menepuk pundak sehun

"ne gomawo sobat" tiba terdengar suara yang sangat nyaring membuat keempat orang tersebut melihat kearah orang yang berteriak tersebut

"LUDEER CHUKKAE ATAS PERNIKAHANMU DENGAN SEHUNNNN" teriak chen lalu menghampiri luhan dan sehun

"ahh terima kasih chen... kukira kau tidak datang" kata sehun

"tidak mungkin aku tidak datang dihari bahagia kedua sahabatku ini. apalagi kau adalah bosku di restauran milikmu"

"haha" sehun hanya tertawa

"ah baekhyun kandunganmu sudah semakin membesar saja. berapa usia kandunganmu?" tanya chen yang menyadari perut baekhyun semakin membesar

"oh usia kandunganku sudah berusia 6 bulan dan akan beranjak 7 bulan" jawab baekhyun

"ah tiga bulan lagi kau akan melahirkan. ah aku tidak sabar ingin melihat wajah keponakanku nanti" kata luhan dengan wajah berbinar

"eyy kau akan disebut aunty nanti" ucap baekhyun

"haha tidak apa ... aku malah senang jika nanti anakmu menyebutku aunty"

"ahahaha dan juga cepat buatkan aku keponakan agar nanti anakku mempunyai teman" goda baekhyun pada luhan

"owhh tentu saja dengan senang hati baekhyun.. lihat saja nanti luhan sebentar lagi akan menyusulmu" kata sehun mengedipkan sebelah matanya. membuat semburat tipis berwarna merah muda menghiasi pipi luhan

"uh kalian ini"

"hahaha dan juga untuk uri chen chen cepat menyusul kami menikah" kata chanyeol meledek chen

"memang kau pikir menikah itu mudah? lagipula aku belum memiliki kekasih" kata chen memberengut kesal

"makanya cepat cari kekasih" kata baekhyun

"mau ku kenalkan dengan sepupuku? ya siapa tahu kau tertarik. dia gadis yang cantik dan baik kok, dia juga pintar. sebulan lagi dia akan pindah ke korea dan menjadi mahasiswa pindahan dikampus kita. bagaimana? mumoung aku berbaik hati mau mengenalkan pada sepupuku itu padamu" ucap luhan

"benarkah kau mau mengenalkannya padaku? siapa namanya?" tanya chen bersemangat

"tentu, nanti akan ku kenalkan padamu, namanya kim minseok dia turunan korea dan china. ayahnya adalah kakak dari ibuku. dia sama sepertiku berdarah china - korea"

"sepertinya menarik, baiklah aku mau"

"okey nanti akan aku kenalkan kau padanya" kata luhan final

"cie sepertinya sebentar lagi uri chen chen akan melepas gelar singlenya hahaha" baekhyun tersenyum jahil pada chen sedangkan chen hanya tersenyum malu-malu

.


~~Please Stay With Me~~


Tak terasa kandungan baekhyun sudah memasuki usia 9 bulan dan tinggal menghitung hari baekhyun akan melahirkan anaknya. Dokter sudah memprediksi bahwa bayinya nanti akan berjenis kelamin perempuan, namun tidak ada yang tahu bukan siapa tahu prediksi seorang dokter bisa saja salah. Baekboom oppa baekhyun kini menginap di apartemen milik chanyeol dan baekhyun dia ingin menemani baekhyun sampai hari persalinannya nanti. Begitu pula dengan keluarga park, mereka juga sering mengunjungi apartemen milik chanyeol untuk melihat keadaan anaknya, menantunya dan juga calon keluarga baru mereka.

Chanyeol kini sangat protective sekali kepada Baekhyun, dia selalu menjaga dan memperhatikan Baekhyun dan juga kandungannya. Chanyeol juga sudah merasa nyaman bersama baekhyun bahkan kini mereka berdua sudah tidur seranjang. Chanyeol benar-benar mencoba belajar untuk mencintai Baekhyun dan anaknya dan dia juga mulai belajar untuk menjadi seorang suami dan ayah yang baik bagi keluarganya kelak.

Sudah 10 hari berlalu seharusnya hari ini baekhyun akan melahirkan. namun sepertinya belum ada tanda-tanda baekhyun akan melahirkan. tapi semua keluarga park dan juga baekboom sudah berkumpul dikediaman chanyeol menjaga-jaga sewaktu-waktu baekhyun akan melahirkan. dan benar saja kini Baekhyun sudah mulai merasakan sakit di bagian perutnya dan tiba-tiba air mengalir dipaha bahkan sampai mengalir di kaki baekhyun.

"arghhh sakit sekali" baekhyun meringis kesakitan ketika dia akan turun dari tempat tidurnya

"astaga baekhyun kau kenapa sayang?" tanya nyonya park khawatir ketika dia masuk kedalam kamar baekhyun dan akan memberikan segelas susu pada baekhyun

"sakit sekali eomma" baekhyun terus saja memegangi perutnya yang sakit

"astaga air ketubanmu pecah sayang, ini sudah waktunya kau melahirkan. CHANYEOL CEPAT KEMARI" nyonya park meneriaki nama anaknya

"ada apa eomma ber.. astaga baekhyun ada apa denganmu?" chanyeol berubah panik katika melihat baekhyun kesakitan

"cepat kau panggil appamu dan juga suruh yoora menyiapkan barang-barang baekhyun. kita harus cepat membawa baekhyun kerumah sakit, air ketubannya pecah , baekhyun harus segera melahirkan anaknya" perintah nyonya park

"ah ne ne eomma, baekhyun bertahan ya sayang" chanyeol mengelus pipi baekhyun dan mulai keluar untuk menemui ayahmya dan juga baekboom untuk mempersiapkan kendaraan dan menghubungi rumah sakit. dia juga sudah menyuruh yoora untuk membereskan barang-barang milik baekhyun yang diperlukan nanti selama dirumah sakit.

Kini mereka sudah berada di rumah sakit dan baekhyun sudah dibawa diruang bersalin untuk melahirkan anaknya. Chanyeol sedari tadi terlihat sangat khawatir dengan keadaan baekhyun didalam ruangan tersebut bahkan dari tadi dia mondar-mandir didepan ruang persalinan.

"yeoli bisakah kau duduk tenang. kami tahu kau sangat mengkhawatirkan baekhyun didalam sana. kami pun juga begitu mengkhawatirkan keadaan baekhyun. jadi cepat kau duduk, aku pusing melihatmu mondar-mandir dari tadi" ucap yoora kesal karena melihat adiknya itu

"aish baiklah" chanyeol menurut dan mulai duduk di samping baekboom

"percayalah baekhyun dan anak kalian akan baik-baik saja didalam sana. kau tahu baekhyun itu orang yang sangat kuat jadi lebih baik kau tenang dan sebaiknya kau berdoa saja semoga baekhyun dan anak kalian selamat" kata baekboom menenangkan chanyeol.

"ne hyung"

Baekhyun sedanh berjuang didalam ruang bersalin untuk mengeluarkan anaknya. Dokter juga membantu baekhyun agar baekhyun kuat dan bisa mengeluarkan bayi didalam kandungannya dengan normal. Satu jam kemudian, suara tangisan bayi menggema di ruangan tersebut dan baekhyun bisa bernafas lega akhirnya dia berhasil mengeluarkan anaknya itu.

'oekk-oekkk' suara tangisam bayi tersebut menggema

"wah selamat nyonya park bayi anda perempuan dan keluar dengan keadaan yang sehat. apa anda ingin melihat waajh anak anda?" tanya sang perawat yang kini menggendong bayi mungil dan cantik itu lalu memperlihatkannya pada ibunya, sedangkan sang dokter dia sudah keluar ruangan untuk memberitahukan kabar baik pada keluarga pasien diluar

"ah neomu yeppo. hallo sayang selamat datang didunia ini" kata baekhyun tersenyum lemah dan tanpa sengaja mengeluarkan air matanya bahagia

"dia benar-benar cantik sama seperti anda nyonya. kalau begitu saya akan membawa bayi anda dan membersihkannya terlebih dahulu" kata perawat tersebut dan mulai membawa bayi itu pergi

Dokter yang membantu persalinan baekhyun keluar dari ruang bersalin. dia pun menemui keluarga pasien untuk meberitahukan kabar gembira bagi keluarga pasien.

cklekk

"dokter bagaimana keadaan istri dan anak saya? apa mereka baik-baik saja?" tanya chanyeol khawatir

"tenang tuan park keadaan istri dan anak anda baik-baik saja, selamat karena anda sekarang sudah menjadi seorang ayah. oh ya anak anda berjenis kelamin perempuan" kata sang dokter mengulurkam tangannya untuk menjabat tangan chanyeol

"ah benarkah? ah gamsahamnida uisanim" chanyeol dengan cepat menjabat tangan dokter tersebut dan terswnyum bahagia

"jika kalian bertemu baekhyun bersabarlah karena baekhyun akan dipindahkan terlebih dahulu kelpruang rawat inap tapi jika kalian ingin melihat bayinya kalian bisa masuk keruang bayi dan meminta perawat untuk mengantarkan kalian kesana" jelas sang dokter

"ah ne baiklah sekali lagi saya ucapkan terima kasih uisanim" chanyeol membungkuk hormat pada sang dokter dan dokter tersebut hanya tersenyum lalu pergi

"chanyeol-ah chukkae kau sekarang sudah menjadi seorang ayah" kata yoora senang dan memeluk adiknya itu

"ne terima kasih noona, kau juga sekarang sudah menjadi seorang aunty" chanyeol balas memeluk noonanya

"akhirnya cucuku lahir. terima kasih Tuhan" nyonya park menangis bahagia dipelukan tuan park

"chanyeol selamat kau sudah menjadi seorang ayah" kata baekboom menepuk pundak chanyeol dan membuat pelukan yoora terlepas

"ne terima kasih hyung. ah aku ingin melihat anakku" kata chanyeol pergi menuju keruang bayi untuk melihat anaknya

"ini benar anakku suster?" tanya chanyeol tak percaya sambil melihat bayi mungil yang berada digendongannya

"ne dia anak anda tuan"

"ah neomu yeppo.. dia sangat mirip sekali dengan ibunya. apa aku bisa membawa anakku ini menemui ibunya?"

"tentu saja tuan, lagi pula sekarang istri anda sudah dipindahkan keruang rawat inap"

"ne, kalau begitu gamsahamnida suster" chanyeol membungkuk hormat lalu pergi sambil menggendong anaknya tersebut.

"apa ini cucuku? astaga cantik sekali, dia benar-benar mirip seperti baekhyun" kata nyonya park senang melihat cucunya tersebut

"ne eomma dia sangat mirip dengan baekhyun"

"kau beri dia nama siapa yeol?" tanya yoora

"molla aku belum tahu noona, aku harus menanyakannya pada baekhyun terlebih dahulu"

"hmm .. cepat kau masuk dan temui baekhyun didalam, baekhyun pasti ingin menemuimu. tadi kami sudah menemuinya didalam" suruh yoora

"ne noona"

chanyeol beranjak masuk kedalam ruang rawat baekhyun sambil menggendong bayinya. Dia tersenyum senang ketika melihat wajah baekhyun yang tersenyum lemah diatas ranjang.

"hai baekhyun lihatlah aank kita sangat cantik . dia sangat mirip denganmu" ucap chanyeol mendekati baekhyun dan memberikan bayi itu untuk digendong oleh baekhyun

"ne dia sangat cantik chan... kau benar aku seperti melihat wajahku sendiri, tapi lihatlah matanya seperti dirimu bulat"

"ne tapi wajahnya mendominasi wajahmu baek"

"heumm .. oh ya apa kau sudah menentukan nama untuknya?"

"sudah, tapi apa kau suka jika aku menamainya Park Yeol Bi?"

"Yeol Bi?"

"ne Yeol Bi adalah perpaduan namaku dan namamu. Yeol diambil dari namaku Chanyeol dan Bi diambil dari nama panggilanmu Baekhyun . bagaimana apa kau suka dengan nama itu?"

"Park Yeol Bi ne aku suka dengan nama itu. nah nae aegya sekarang namamu adalah Park Yeol Bi. selamat datang didunia Yeol Bi. eomma dan appa menyayangimu" ucap baekhyun lalu mengecup kening Yeol Bi bahagia. sedangkan chanyeol dia langsung memeluk baekhyun dan mencium kening baekhyun lembut dan juga mencium kening anaknya.

.

.

Pasangan Luhan dan Sehun begitu bahagia ketika mendengar bahwa anak chanyeol dan baekhyun sudah lahir dan dengan cepat mereka langsung menuju rumah sakit tempat dimana baekhyun dirawat.

"aigoo keponakanku sudah lahir.. annyeong chagiya.. ini luhan aunty" kata luhan senang sambil menggendong bayi baekhyun

"oh ya siapa namanya baek?" tanya sehun yang sedari tadi juga ikut senang melihat anak shabatnya itu

"namanya Park Yeol Bi" jawab baekhyun

"Yeol Bi? ah nama yang cantik. secantik wajahnya" ucap sehun menggenggam jari mungil Yeol Bi

"terima kasih"

"oh ya dimana chen?"

"chen sedang dalam perjalanan kesini bersama minseok eonni"

"ah begitu.. wah sepertinya pendekatan mereka berhasil"

"ne, oh ya dimana chanyeol?" tanya sehun

"chanyeol sedang mengurus administrasi"

"lalu keluarga kalian?"

"eomma dan appa pulang mereka akan kembali nanti malam. yoora eonni dan baekboom oppa pulang karena mereka akan kembali bekerja"

"ah begitu... uh lucunya keponakanku" luhan tersenyum gemas melihat anak baekhyun

"owh kalian sudah datang?" ucao chanyeol kaget ketika masuk kedalam ruangan sudah ada sehun dan luhan didalam

"ne, ah selamat sobat sekarang kau sudah menjadi seorang ayah" sehun merangkul pundak chanyeol

"ne ne terima kasih sobat, kalian cepat menyusul kami" canda chanyeol

"tenang saja .. sebentat lagi kami akan menyusul kalian, didalam perut luhan sudah ada calon anak kami" kata sehun

"jinjayo? wah kalian memang benar-benar. sudah berapa usia kandunganmu lu?" tanya chanyeol

"usia kandunganku baru tiga minggu chan"

"omona kau hamil lu? astaga chukkae lulu" kata baekhyun senang

"ne terima kasin baek. kau akan menjadi aunty nanti baek"

"ah aku menunggu"

"annyeong.. apa kami melewatkan sesuatu?" ucap chen yang kini sudah berada didalam ruangan bersama minseok disampingnya

"annyeonghaseyo"

"ah uri chen chen kau datang.. omoo apa itu minseok eonni?" tanya baekhyun

"ne ,, chagiya kenalkan dia baekhyun lalu disamping sehun itu adalah suaminya chanyeol dan yang digending oleh luhan astaga apa dia anak kalian?"

"ne dia anak kami, namanya Yeol Bi"

"annyeonghaseyo baekhyun-ssi dan chanyeol-ssi namaku minseok" minseok memperkenalkan dirinya

"ah eonni tak perlu seformal itu panggil saja aku baekhyun"

"ne noona, panggil saja aku chanyeol"

"ah ne baiklah chanyeol dan baekhyun. oh ya selamat ya atas kelahiran anak kalian"

"ne terima kasih eonni" baekhyun tersenyum

"neomu yeppo ... baek chan anak kalian menggemaskan sekali" chen mengelus pipi yeol bi gemas

"tentu saja. makanya cepat menikah dan menyusul kami. lihat luhan saja sebentar lagi akan menyusul kami" canda chanyeol

"hahaha tenang saja, sebentar lagi surat undangan pernikahan akan kami sebarkan"

"kami tunggu chen chen"

.

.

Dua hari kemudian Baekhyun sudah diperbolehkan pulang kerumahnya namun dia masih belum bisa melakukan pekerjaan rumah yang melelahkan karena Baekhyun masih merasakan sakit setelah melahirkan. Selama Baekhyun masih belum bisa melakukan pekerjaan rumah, chanyeol selalu membantu Baekhyun. Chanyeol saat ini benar-benar menjadi suami dan ayah yang baik bagi Baekhyun dan Yeol Bi. Baekhyun merasa senang setidaknya Chanyeol sedikit-sedikit mulai berubah dan Baekhyun berharap Chanyeol juga bisa membalas perasaannya. Hidup Baekhyun terasa bahagia mempunyai suami yang dia cintai dan juga ditambah kehadiran buah hati yang sangat baekhyun sayang.

"aww anak appa sudah tidur?" kata chanyeol mendekati Yeol Bi yang tertidur di pangkuan baekhyun

"hmm sepertinya dia mengantuk" ucap baekhyun tersenyum melihat putri kecilnya tertidur pulas

"sebaiknya eommanya juga ikut tidur bukankah ini sudah malam?" kata chanyeol mengelus kepala Yeol Bi sayang

"aku belum mengantuk chan"

"tidak kau harus tidur baek, kau pasti kelelahan menjaga Yeol Bi. selagi dia tidur kau juga harus tidur karena jika dia sudah bangun kau pasti tidak bisa tidur. jja cepat tidur biar Yeol Bi aku yang menjaganya" chanyeol mengambil alih bayinya dari pangkuan baekhyun dan menggendongnya lalu menyuruh baekhyun tidur

"tapi apa tidak apa-apa? biar aku saja tidak apa-apa . lebih baik kau yang tidur bukankah kau besok masih harus pergi kuliah?"

"tidak baek, tidak apa-apa. sudan cepat tidur. aku sudah terbiasa tidur tengah malam"

"baiklah kalau begitu aku tidur dulu ne, kau juga harus cepat tidur chan"

"ne baekhyunee. jaljayo" chanyeol mengecup kening baekhyun

"ne jaljayo chanyeolie" baekhyun tersenyum lalu menutup kedua matanya dan tertidur pulas

"nah putri appa yang cantik, kau juga tidur nyenyak. appa akan menjagamu . selamat malam sayang" chanyeol menidurkan Yeol Bi di box bayi tempat Yeol Bi tidur.

.

.

"chanyeol milikku ! sampai kapanpun dia tetap milikku ! kau tidak akan pernah bisa memilikinya baek ! walaupun kau sekarang menjadi istrinya, sadarlah Chanyeol tidak pernah mencintaimu ! chanyeol hanya mencintaiku, mencintai Do Kyungsoo bukan Byun Baekhyun ! ingat baek chanyeol menikahimu karena anak yang kau lahirkan itu tapi sampai kapanpun dia hanya MILIKKU SEORANG !"

"tidak chanyeol mencintaiku. dia milikku. dia tidak akan pernah menjadi milikmu kyung"

"hah kau gila baek ! bangunlah dari mimpimu dan lihat kenyataannya. Chanyeol itu tidak pernah mencintaimu dia hanya simpati padamu! lihatlah sebentar lagi chanyeol akan meninggalkanmu dan anak kalian!"

"tidak! chanyeol tidak boleh meninggalkanku dan Yeol Bi. tidak boleh !"

"mimpi saja kau ! dasar Pengkhianat ! pernikahanmu dan chanyeol tidak akan lama karena aku akan menghancurkannya dan merebut yang seharusnya menjadi milikku! seharunya chanyeol menikah denganku bukan denganmu ! dasar pengkhianat !"

"tidak aku bukan pengkhianat ! aku .. aku bahkan mencintai chanyeol sebelum chanyeol mengenalmu! aku mohon kyungsoo jangan hancurkan rumah tangga kami. biarkan aku bahagia bersama chanyeol dan anak kami. jangan kau rusak rumah tangga kami. aku mohon"

"terserah apa katamu baek. aku tidak akan pernah merubah pikiranku ! aku akan tetap menghancurkan rumah tangga kalian dan merebut chanyeol darimu ! camkan itu !"

"andwe"

baekhyun terbangun dengan nafas yang tersenggal-senggal dan keringat yang mengucur deras di dahinya.

ternyata itu hanya mimpi buruk. Baekhyun benar-benar merasa takut, dia takut mimpi itu menjadi nyata. Dengan cepatbdia menolehkan kepalanya dan dia melihat wajah chanyeol suaminya yang masih tertidur dengan polosnya, baekhyun tersenyum. Setidaknya dia masih bernafas lega karena tadi hanya mimpi namun Baekhyun juga tetap waspada takut-takut Kyungsoo kembali dan merebut chanyeol darinya lalu menghancurkan kebahagiannya saat ini.

"semoga mimpiku tidak menjadi kenyataan. chanyeol-ah saranghae. sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu walaupun kau tak pernah mencintaiku" dengan berani baekhyun mencium kening chanyeol

.


~~ChanBaek~~


Tiga tahun kemudian chanyeol sudah lulus dari universitasnya dan dia sekarang bekerja menjadi seorang insinyur arsitektur di DK Corp Perusahaan yang bergerak dibidang arsitektur bangunan. Kehidupan keluarga Park begitu bahagia apalagi kini putri tunggal Park Chanyeol dan Byun Baekhyun yang bernama Park Yeol Bi sudah menjadi balita yang sangat cantik dan lucu. Umurnya sudah menginjak angka 3 tahun dan dia juga sudah mulai bisa berbicara walaupun aksennya masih cadel. Yeol Bi juga mempunyai teman bernama Oh Hanni yang merupakan anak dari pasangan Oh Sehun dan Xi Luhan dan umurnya hanya seling satu tahun dari umur Yeol Bi.

Kehidupan rumah tangga Chanyeol dan Baekhyun sangat harmonis bahkan semakin romantis. Baekhyun yang semakin lama semakin jatuh cinta pada chanyeol dan chanyeol yang juga sedikit demi sedikit membuka hatinya untuk Baekhyun apalagi sampai saat ini tidak pernah ada kabar dari Kyungsoo kekasihnya. Ya kyungsoo masih berstatus kekasihnya tapi walaupun begitu posisi baekhyun bahkan lebih tinggi dari kyungoon karena Baekhyun adalah istri sah chanyeol menurut hukum dan agama.

"appa ireona" yeol bi mengguncang-guncangkan tubuh chanyeol appanya yang masih betah tertidur

"eungg" chanyeol hanyan bergumam dia masih mengantuk

"appa ireona, kata eomma appa harus bangun " yeol bi tidak gentar dia terus mengguncang-guncangkan tubuh appanya

"..." tidak ada sautan dari chanyeol

"ishh appa cepat bangun kasihan eomma menunggu appa" Yeol Bi kesal karena ayahnya tidak bangun-bangun dan dengan inisiatifnya dia naik dan duduk diatas tubuh chanyeol dengan cepat membuat chanyeol memekik kesakitan

"arghh ya ya ya appa bangun" chanyeol membuka kelopak matanya dan memandang yeol bi dengan mata yang masih sayu

"yeayy akhirnya Yeol Bi berhasil membangunkan appa" Yeol Bi memekik senang akhirnya usahanya untuk membangunkan ayahnya tercinta berhasil

"sekarang Yeol Bi turun dari tubuh appa" perintah chanyeol

"baiklah" Yeol bi menurut dan turun dari tubuh chanyeol lalu duduk disamping chanyeol

"lain kali jangan tiba-tiba naik ditubuh appa lagi ne"

"ne appa" yeol bi menanggukkan kepalanya lucu dan membuat chanyeol tersenyum lalu mengelus kepala yeol bi lembut.

"dimana eomma?"

"eomma ada didapur appa, dia sedang menyiapkan makan untuk appa"

"kalau begitu kau temui eomma sana , appa akan mandi terlebih dahulu"

"ne appa" yeol bi mengacungkan kedua ibu jarinya lalu beranjak turun dari kasur dibantu oleh chanyeol juga lalu berlari menuju baekhyun yang sedang menyiapkan piring diatas meja makan.

"eommaaaa"pekik yeol bi memeluk kaki baekhyun

"eoh yeol bi sudah berhasil membangunkan appa?" kata baekhyun lalu mensejajarkan badannya dengan yeol bi

"ne eomma sekarang appa sedang mandi"

"benarkah? wah kau memang hebat eomma saja tidak bisa membangunkan appamu"

"hehe tentu saja aku memang hebat eomma" yeol bi tersenyum riang

"jja sekarang kau makan dulu lalu, nanti kita akan mampir ke rumah hannie"

"benarkah? yeayy asyikkk aku bisa bermain lagi bersama hannie"

"kau senang bertemu hanni?" tanya baekhyun sambil menggendong yeol bi dan menurunkan yeol bi di kursi

"ne eomma"

"eoh, kalian akan kerumah hanni nanti? tiba-tiba chanyeol datang dengan penampilan kerjanya dan duduk dikursi didepan baekhyun dan yeol bi

"ne appa . aku ingin bermain bersama hanni"

"hmm okey tapi jangan sampai menyusahkan luhan aunty okey"

"okey appa"

"bagus anak appa memang pintar. oh ya baek, mungkin aku hari ini akan pulang telat karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku yang sudah deadline 2 hari lagi"

"kira-kira kau akan pulang jam berapa?" tanya baekhyun sambil menyuapi yeol bi

"molla tapi sepertinya akan larut malam, jadi sebaiknya kau tak perlu menungguku. lebih baik kau tidur saja bersama yeol bi"

"ah baiklah kalau begitu. tapi ingat kau jangan sampai terlalu lelah chan. itu tidak baik untuk kesehatanmu"

"ne arraseo. gomawo sudah memperhatikanku baek"

baekhyun hanya tersenyum menanggapi ucapan chanyeol.

.

.

Hari ini Chanyeol benar-benar sibuk karena di harus membuat design bangunan untuk proyek kerjasama perusahaan tempat kerjanya dengan perusahaan lain. Chanyeol harus mengerjakan rancangan tersebut dalam waktu dua hari lagi, sungguh itu benar-benar membuatnya pusing. Chanyeol lelah dia membutuhkan setidaknya satu hari untuk merefreshkan otaknya namun itu tidak mungkin. Paling-paling Chanyeol hanya bisa meluangkan waktunya saat istirahat untuk berkunjung ke restauran milik Sehun yang tempatnya tidak jauh dari kantornya. Seperti sekarang ini dia sedang menikmati jusnya sambil bercengkrama bersama sehun untuk mendinginkan pikirannya.

"hey bro seprtinya kau sangat stres" kata sehun

"hmm aku stress karena designku harus segera selesai dua hari lagi. aish benar-benar si gendut itu" kata chanyeol mengumpat

"hahahaa bagaimanapun dia adalah bosmu kawan"

"hah sialnya begitu. memang dia pikir membuat design bangunan itu bisa selesai dalam sekejap mata saja!? aishh"

"kau harus sabar kawan, sudah lakukan saja apa yang disuruh oleh bosmu itu ya siapa tahu kau mendapat gajih tinggi karena bisa mengerjakan pekerjaanmu tepat waktu, kan itu lumayan untuk menghidupi keluargamu"

"ne ne aku tahu itu. lagipula jika aku tidak bisa mengerjakan dalam jangka waktu yang dia tetapkan gajihku akan dipotong. memanh sialan si gendut itu" umpat chanyeol

"hahaha lalu hari ini kau akan lembur?"

"ne tadi aku sudah bilang pada baekhyun bahwa aku akan pulang larut malam jadi aku memintanya untuk tidak menungguku"

"hmm begitu rupanya. baguslah jika kau sudah memberitahukannya. jika tidak kasihan baekhyun harus menunggumu"

"ne" chanyeol kembali menyeruput minumannya

"oh ya chan aku ingin bertanya sesuatu padamu. kau kan sudah hidup bersama baekhyun sudah hampir empat tahun, aku ingin menanyakan bagaimana perasaanmu padanya sekarang? apa kau sudah mulai mencintainya dan melupakan kyungsoo?"

"uhukk uhukkk" chanyeol tersedak minumannya mendengar pertanyaan dari sehun

"yak pelan-pelan minumnya bodoh" sehun memperingatkan lalu memberikan chanyeol sebotol air mineral

"uh gomawo" chanyeol meminum air mineral dari sehun

"bagaimana sudah baikan?"

"ne"

"sekarang jawab pertanyaanku"

"hh baiklah,,, jawabanku adalah aku.. aku belum memiliki perasaan apapun pada baekhyun dan perasaanku masih sama seperti well empat tahun yang lalu, aku... masih mencintai Kyungsoo" kata chanyeol menjawab pertanyaan dari sehun dengan jujur

"mwo? kau ! astaga chanyeol harus berapa kali aku harus mengatakan padamu lupakan kyungsoo dan hiduplah bahagia bersama baekhyun" sehun mengomeli chanyeol

"aku tidak bisa sehun ! sekuat apapun aku berusaha melupakan kyungsoo dan mulai membuka hatiku pada baekhyun tetap saja aku tidak bisa melakukannya. aku terlalu mencintai kyungsoo"

"kau bukannya tidak bisa tapi kau tidak mau. kalau kau memang berniat melakukannya pasti kau bisa chan. kau hanya tidak mau karena ego mu masih besar"

"lalu aku harus bagaimana? bukankah perasaan tidak bisa dipaksakan?"

"hmm nan mollayo, hanya kau yang bisa menentukannya chan ! hanya kau... yang menjalankanya kan dirimu, aku hanya bisa memberikanmu saran saja"

"ne arraseo"

Chanyeol benar-benar stress memikirkan ini, mengobrol bersama sehun bukannya membuat dirinya sedikit tenang tapi malah menambah beban pikirannya.

.

.

Keesokan harinya chanyeol pulang keapartemennya kembali namun keadaan apartemennya sepi , dipikirannya kemana istri dan anaknya? apa mereka masih tidur? tapi jika di lihat ini sudah jam 7 pagi tidak mungkin mereka masih tidur. Chanyeol melangkahkan kakinya menuju dapur dan melihat sebuah note tertempel di pintu lemari esnya

chan, hari ini aku dan Yeol Bi menginap dirumah Yoora eonni.

tadi malam dia menemuiku dan memintaku untuk menginap dirumahnya selagi Yongjae oppa dinas keluar kota.

tidak apa-apa kan? maaf jika tidak memberitahumu terlebih dahulu.

tadinya aku akan meneleponmu tapi aku takut akan mengganggumu bekerja.

oh ya jika kau ingin makan kau tinggal panaskan saja makanan yang aku buat dilemari es.

Aku dan Yeol Bi akan pulang besok.

jangan merindukanku dan yeol bi okey :P

kami mencintaimu :*

_Baekhyun_

chanyeol tersenyum melihat note dari baekhyun, sifat baekhyun memang tidak pernah berubah semenjak dia mengenalnya dari awal hingga saat ini. Chanyeol memang menyukai baekhyun dan menyayanginya tapi tidak lebih dari seorang sahabat. Walaupun saat ini baekhyun berstatus menjadi istrinya dan dia belajar untuk membuka hatinya pada Baekhyun, perasaan chanyeol pada baekhyun tidak bisa berubah. jauh didalam lubuk hatinya masih tersimpan nama kyungsoo dan sampai kapanpun chanyeol akan tetap mencintai kyungsoo.

-ting..tong-

suara bel apartemen chanyeol berbunyi dengan segera chanyeol memasukkan note dari baekhyun kedalam sakunya dan berjalan kedepan untuk membukakan pintu. Chanyeol bertanya-tanya siapa gerangan orang yang bertamu pagi-pagi begini? bahkan dirinya baru saja pulang bekerja. Chanyeol membuka pintu apartemennya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa orang yang bertamu sepagi ini..

"kyung... KYUNGSOO?" Mata chanyeol membola dengan lebarnya bahkan jantungnya kini berdegup kencang

"hai chanyeol,,, long time no see" kyungsoo tersenyum manis pada chanyeol lalu memeluk tubuh chanyeol

.

_TBC _

.

.


Annyeong semua \^.^/

saya kembali lagi menghadirkan chapter 3 untuk kalian semua ^^

bagaimana dengan chapter ini? apa mengecewakan?

jika iya, jongmal mianhamnida chingudeul

oh ya saya mau ucapin nih HAPPY BIRTHDAY KYUNGSOO DAN KAI (*udah lewat woyy)

hahaha walaupun udah lewat gak apa-apa kali yah... :D

HAPPY KAISOO DAY ^^

walaupun saya bukan kaisoo shipper tapi saya suka OTP EXO

dan juga berhubung kemarin mak dyo ulang tahun nih , nah saya hadirkan mak dyo untuk anda semua...

biar greget ceritanya hahahaha

udah deh segini saja cuap-cuap dari yuki..

jangan lupa review, sekali lagi maaf belum bisa membalasnya :)

Sampai jumpa dichapter selanjutnya

RnR?