"Plase Stay With Me"

Main Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Other Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongdae / Chen

Kim Jong In / Kai

All member Exo and Other

Rated : T

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan,Agency dan ortu mereka so saya hanya meminjam nama saja

Warning : This Is Genderswitch (GS for Uke), mohon maaf jika ada kesamaan cerita tapi ini semua murni dari pemikiran author , don't bash and plagiat, bahasa campur aduk tidak sesuai EYD


BackSong : Kihyun – One More Step


From some point on I don't know either
No one told me
Looking at you from a little behind
Hugging you from a step behind
Waiting without any reason I think I love you

.

I will take one more step towards you
I will look only at you like this
I won't regret even If I come to lose everything
I only want to tell you I love you that's all
Why do you still don't know me

Kihyun - One More Step


Chapter 5

.

Sinar mentari menyinari dunia dengan terangnya, namun cerahnya sinar mentari tidak secerah hati baekhyun yang sedang dilanda pilu. Pagi ini Baekhyun terbangun dengan perasaan yang buruk. Kata-kata Chanyeol tadi malam terus terngiang dikepalanya hingga membuat kepalanya pusing. Walaupun akhirnya Baekhyun memilih untuk merelakan Chanyeol tapi dalam hati kecilnya, dia masih belum rela jika berpisah dengan Chanyeol. Empat tahun pernikahan yang mereka jalin bersama dan selalu dilalui dengan keharmonisan harus kandas karena cinta masa lalu Chanyeol datang.

Baekhyun dan Chanyeol kini sedang sarapan bersama anak mereka dengan keheningan. Tidak ada yang berbicara satupun, hanya ada suara sendok yang bersentuhan dengan piring. Bahkan biasanya Yeol Bi yang cerewet saja diam seakan mengetahui jika kedua orang tuanya sedang ada masalah. Hingga Chanyeol mulai membuka percakapannya sebelum dia pergi ke kantor.

"ekhm baek ada yang ingin aku bicarakan padamu nanti siang , bisa kau datang ke kantor saat istirahat? tapi jangan bawa anak kita, titipkan saja dia di rumah Luhan" kata chanyeol datar

"baiklah" balas baekhyun singkat sambil terus menyuapi yeol bi

"yeol bi sayang, appa berangkat dulu ne,, nanti setelah appa pulang dari kantor, appa akan membelikanmu boneka hello kitty kesukaanmu" kata chanyeol mengusak kepala yeol bi lembut

"benarkah appa akan membelikannya untukku?" tanya yeol bi dengan mata berbinar

"ne sayang. sudah ya appa berangkat kerja dulu, baik-baiklah bersama eomma dirumah. appa menyayangimu" chanyeol mengecup pipi yeol bi

"ne appa" yeol bi mengacungkan kedua ibu jarinya

"bagus. baek aku pergi dulu"

"hmmm hati-hati"

.

.


Siang harinya sesuai permintaan Chanyeol, Baekhyun datang menemui Chanyeol dikantor tempat chanyeol bekerja. Baru saja dia akan masuk kedalam kantor tersebut, satu pesan masuk dihandphone baekhyun.

from : Chanyeollie

baek datanglah ke cafe depan kantorku

aku sudah berada disana

.

Baekhyun pun melangkahkan kakinya ke cafe yang chanyeol katakan. Mata Baekhyun membola ketika melihat siapa yang sedang bersama Chanyeol. Dengan berat hati baekhyun melangkahkan kakinya menuju tempat dimana chanyeol duduk.

"annyeong" sapa baekhyun

"baekhyun? kau benar baekhyun? astagaa aku merindukanmu" kyungsoo berdiri dan langsung memeluk tubuh baekhyun. ya orang yang bersama baekhyun adalah kyungsoo

"bisa kita langsung bicara? ada hal yang perlu aku katakan pada kalian berdua" chanyeol menghentikan acara berpelukan baekhyun dan kyungsoo

"ah ne ne,, ayo baek duduk" kyungsoo mendudukan baekhyun disampingnya dan baekhyun menurutinya

"apa yang akan kau bicarakan?" tanya baekhyun takut, jujur saja dia masih belum siap jika chanyeol berkata akan mengakhiri pernikahan mereka

"eumm sebelumnya aku akan mengatakan sesuatu pada kyungsoo. kyung maaf karena aku baru jujur padamu, sebenarnya aku dan baekhyun sudah menikah dan kami sudah memiliki seorang anak. mianhae, jongmal mianhae kyungsoo" kata chanyeol jujur

"mwo? tidak,,, ini tidak mungkin kau bercanda kan? baek katakan jika chanyeol sedang bercanda?" mata kyungsoo membola dia terkejut dengan ucapan chanyeol barusan. menikah? apa-apaan itu? lelucon apa yang chanyeol katakan?

"dia tidak berbohong kyung, kami memang sudah menikah, sudah empat tahun kami menikah. maafkan aku" baekhyun menundukkan kepalanya

"yak kau pengkhianat ! kenapa kau mengkhianatiku baek? kenapa? kau bahkan tahu jika chanyeol kekasihku? kenapa kau tega menikah dengan kekasih sahabatmu? sahabat macam apa kau? aku kecewa padamu!" kyungsoo marah bahkan dia sekarang berdiri dan mencengkram bahu baekhyun kuat hingga membuat baekhyun kesakitan

"kyungsoo hentikan, jangan sakiti baekhyun. semua ini salahku. karena aku telah mnghamili baekhyun secara tidak sengaja. aku mohon jika kau marah, marah saja padaku jangan sakiti baekhyun" kata chanyeol

"kau, ,, kau tega chan, aku kecewa padamu. kenapa kau mengkhianati cinta kita? bukankah kau sudah berjanji akan menungguku hingga aku kembali padamu? bahkan aku menepati janjiku dan datang kembali padamu. tapi kenapa kau malah mengkhianatiku dan malah menikah dengan orang lain ? wae wae wae?" kyungsoo dengan brutal memukuli tubuh chanyeol sambil menangis, hati kyungsoo sakit ketika mengetahui orang yang dicintainya mengkhianatinya

"mianhae jongmal mianhaeyo kyungsoo" chanyeol ikut menangis dan mendekap tubuh kyungsoo erat. Baekhyun yang melihatnya ikut menangis sungguh kenapa semuanya menjadi serumit ini.

"kyungsoo maafkan aku" baekhyun meminta maaf pada kyungsoo

"kalian jahat padaku!" kyungsoo terus menangis didada chanyeol.

"maafkan aku" chanyeol menenangkan kyungsoo. untung saja keadaan cafe sedang sepi hanya mereka yang berada disana. kalau tidak? pasti mereka akan menjadi bahan tontonan.

"aku akan memaafkanmu jika kau menceraikan baekhyun. ceraikan baekhyun !" kata kyungsoo final melepaskan pelukan chanyeol dan menatap tajam chanyeol

"mwo?" baekhyun mendongkakkan kepalanya menatap kyungsoo tak percaya dengan apa yang akan kyungsoo katakan

"ku bilang chanyeol harus menceraikanmu, kenapa ada masalah? bukankah kalian tidak saling mencintai? jadi untuk apa kalian bersama?" kyungsoo menatap baekhyun dengan tatapan tajamnya. Kyungsoo berubah menjadi orang yang egois entah kenapa kyungsoo menjadi membenci baekhyun dan menginginkan baekhyun bercerai dengan kekasihnya, ya chanyeol masih kekasihnya. itu yang ada dipikiran kungsoo saat ini.

"kyungsoo" air mata baekhyun mengalir semakin deras

"tapi kyung bagaimana dengan anak kami?" kata baekhyun kemudian

"bawa dia bersamamu. pokoknya secepatnya chanyeol harus bercerai denganmu!" kata kyungsoo dingin

"kyungsoo jangan seperti ini" kata chanyeol pada kyungsoo, dia tak habis pikir dengan jalan pikiran kyungsoo. tapi apa yang dikatakan kyungsoo bukankah seperti apa yang dia katakan tadi malam pada baekhyun bukan? namun entah kenapa chanyeol menjadi tidak ingin berpisah dengan baekhyun ketika melihat baekhyun menangis seperti ini. apa chanyeol sudah mencintai baekhyun atau memang dia hanya kasihan pada baekhyun?

"kalau chanyeol tidak mau menceraikanmu maka kau yang harus menggugat cerai chanyeol. gampang bukan?"

"aku tidak akan pernah menggugat cerai chanyeol sampai chanyeol sendiri yang menceraikanku. karena aku... aku mencintai chanyeol" jujur mungkin ini yang harus baekhyun katakan yang sejujurnya akan perasaannya pada chanyeol

" mwo? omong kosong apa ini? jadi kau benar-benar pengkhianat baek, bahkan kau menusuk sahabatmu sendiri"

"aku tidak menusukmu kyung. aku memang sudah mencintai chanyeol sebelum chanyeol mengenalmu. selama ini aku diam-diam memendam perasaanku. melihat kau dan chanyeol bahagia bersama membuatku harus terus memendam perasaan ini. aku tidak ingin persahabatan kita putus, tidak apa-apa jika aku harus mengalah. tapi untuk sekarang aku tidak bisa, aku terlalu mencintai chanyeol dan juga kami sudah memiliki seorang putri aku tidak mungkin akan meninggalkan chanyeol, tapi jika chanyeol yang melepaskanku, maka aku harus kembali menyerah akan perasaanku padanya. semua keputusan ada ditanganmu chan, aku permisi" baekhyun mengambil tasnya dan pergi dengan perasaan yang hancur. Tapi setidaknya dia sedikit lega bisa mengatakan semuanya pada kyungsoo.

.

.


Baekhyun terus mengeluarkan air matanya, sekarang dia sedang duduk dihalte bus. Dia menunggu bus datang untuk membawanya ke tempat Luhan. Baekhyun benar-benar membutuhkan Luhan untuk menenangkan dirinya. Ya hanya Luhan, karena Luhan sudah dianggapnya sebagai kakaknya, sekaligus juga dia ingin membawa kembali anaknya. Baekhyun terus mengusap air mata yang mengalir dipipinya. Hingga bus yang yang ia tunggu datang dan dengan cepat baekhyun menaikinya. Baekhyun duduk disamping jendela sambil terus memperhatikan keadaan diluar jendela sampai-sampai dia tidak sadar ada orang yang duduk disampingnya. Baekhyun terus terisak saat baekhyun hendak menghapus air matanya sebuah sapu tangan melayang didepannya.

"yeoja cantik sepertimu sebaiknya tidak menangis seperti ini, jja ambil ini dan hapus air matamu" kata seseorang yang ternyata adalah pemilik sapu tangan itu.

"terima kasih" baekhyun mengambil sapu tangan milik orang itu dan menghapus air matanya

"nah begitu lebih bagus" kata orang tersebut

"sekali lagi terima kasih" ucap baekhyun sambil terus menghapus air matanya

"ne sama-sama" orang tersebut tersenyum

Bus berhenti dan orang yang memberikan sapu tangan tersebut berdiri hendak keluar namun baekhyun memegang tangannya

"maaf tuan sapu tangan anda,,,,"

"tidak apa, ambil saja untukmu"

"tapi?"

"tidak apa, kau bisa mengembalikannya jika kita bertemu lagi nanti. eum kau bisa melepaskan tanganmu?"

"ah maaf .. baiklah terima kasih tuan"

"Kai, panggil saja aku Kai, bye sampai bertemu lagi nona" orang tersebut yang ternyata bernama Kai turun dari bus namun setelah dia turun, dia melambaikan tangannya pada baekhyun sambil memberikan senyuman manisnya pada baekhyun. Baekhyun tentu membalasnya tersenyum, Baekhyun akan mengembalikan sapu tangan itu jika mereka bertemu kembali nanti.

"terima kasih Kai-ssi"

.

.


"aunty apa yeol bi boleh menginap disini dan tidur bersama hanni?" tanya yeol bi polos pada Luhan sambil memegang boneka barbie milik hanni

"tentu saja sayang,, hanni pasti senang jika yeol bi menginap dirumah aunty" Luhan mengelus surai Yeol Bi

"benarkah aunty? yeayy hanni kita akan tidur bersama"

"ne ne ne" Yeol Bi dan Hanni bersorak girang. Luhan tersenyum melihat kegembiraan Yeol Bi dan Hanni.

"tapi tumben sekali Yeol Bi ingin menginap dirumah aunty? ada apa memangnya?"

"aniyo tidak ada apa-apa, Yeol Bi hanya ingin saja tidur bersama Hanni" jawab Yeol Bi polos

"eomma sudah tahu?"

"belum tapi nanti yeol bi akan mengatakannya pada eomma"

"baiklah"

-ting,,tong

bel rumah Luhan berbunyi, Luhan bergegas berdiri dan membukakan pintunya

ceklek

"oh baekhyun kau sudah datang"

"Lulu.. hiks" baekhyun memeluk Luhan dan kembali menangis

"wae, ada apa denganmu?" tanya Luhan tak mengerti kenap tiba-tiba baekhyun datang lalu menangis

"kyungsoo chanyeol,, aku bertemu dengan mereka dan chanyeol sudah mangatakan semuanya pada kyungsoo. Kyungsoo marah padaku dan juga chanyeol.. lalu lalu hiks dia meminta kami bercerai" ucap baekhyun sambil terisak

"astaga kyungsoo mengatakan itu? ck aku tidak menyangka dengan yang dia lakukan. kau harus kuat ya baek, sstt uljima" luhan melepaskan pelukan baekhyun, membawa baekhyun masuk dan duduk disofanya lalu menenangkan baekhyun

"lalu apa yang kau katakan padanya?" tanya luhan sambil memberikan segelas air putih untuk baekhyun

"aku mengatakan jika aku tidak akan pernah melepas chanyeol sampai chanyeol yang melepasku terlebih dahulu" kata baekhyun lalu meneguk air putih yang diberi Luhan

"terus apa yang chanyeol katakan?"

"aku tidak tahu, aku langsung pergi dari sana karena sudah tidak kuat lagi"

"hhhhh ya sudah kalau begitu kita tinggal menunggu saja keputusan chanyeol. apapun keputusan chanyeol, kau harus kuat menerimanya baek. ada aku, sehun, baekboom oppa dan yang lainnya yang selalu mendukungmu okey... aah baekhyun sini aku peluk" luhan memeluk baekhyun sambil meneteskan air matanya. Luhan ikut prihatin dengan kisah cinta baekhyun.

.

.


sedangkan disisi lain Chanyeol kini tengah memandang kyungsoo yang sedang menangis. Bahkan sedari tadi kyungsoo tidak henti-hentinya menangis, chanyeol sampai tidak tahu bagaimana caranya membuat yeojachingunya ini berhenti menangis.

"kyungii uljima,, please stop your crying" bujuk chanyeol

"kau jahat yeol ! kau tega mengkhianatiku ! kau , aku kecewa padamu !" kata kyungsoo yang masih terus menutupi wajahnya dengan telapak tangannya

"mianhae kyung, kejadian itu diluar kendaliku. saat itu aku mabuk dan entahlah kejadian itu berlangsung saja. sekali lagi maafkan aku" chanyeol menunduk menyesali perbuatannya

"tapi kenapa kau malah menikahinya yeol?"

"karena baekhyun hamil, aku tidak mungkin tidak menikahinya sedangkan dia sedang mengandung anakku kyung. aku bukan laki-laki brengsek yang lari dari tanggung jawab. aku tidak mungkin membiarkan Baekhyun melahirkan anaknya tanpa seorang suami dan aku tak akan membiarkan anakku lahir tanpa seorang ayah" jelas chanyeol

"tapi kenapa kau tak menceraikannya setelah itu? bukankah setelah anak kalian lahir diakta kelahirannya sudah tercantum namamu , kenapa kau tak langsung menceraikan baekhyun? bukankah kau menikahi baekhyun hanya untuk membuat baekhyun tidak malu hamil diluar nikah? kenapa kau malah bertahan dengannya selama empat tahun? kenapa yeol kenapa?" teriak kyungsoo kesal

"..." chanyeol tidak tahu harus menjawab apa karena selama ini dia merasa nyaman hidup bersama baekhyun dan anaknya dan itulah alasan kenapa chanyeol bertahan bersama baekhyun selama empat tahun pernikahannya.

"apa kau sudah jatuh cinta pada baekhyun? benar begitu?" lirih kyungsoo

"ani, aku tidak jatuh cinta padanya, cintaku masih untukmu kyung, percayalah itu"

"aku tidak percaya padamu . kau sudah membuatku kecewa. kalau kau memang masih mencintaiku buktikanlah padaku"

"bagaimana caranya agar kau percaya? aku akan membuktikannya padamu"

"ceraikan baekhyun dan menikahlah denganku"

"mwo?" chanyeol masih tekejut dengan permintaan kyungsoo

"wae? kau tidak mau? kalau begitu hubungan kita berakhir sampai disini saja. aku tidak mau membuat imageku rusak karena merusak rumah tangga orang lain dan itu adalah rumah tangga sahabatku sendiri" ucap kyungsoo mantap

"tapi berikan aku waktu untuk memikirkannya kyung"

"baiklah aku akan memberimu waktu satu minggu untuk menceraikan baekhyun, jika dalam jangka waktu lebih dari satu minggu kau tidak mencetaikan baekhyun, maka hubungan kita berakhir sampai disini"

"kyung..."

"sekarang semua pilihan ada ditanganmu yeol, ingat jika kau tidak berhasil hubungan kita aku anggap berak...hmpptt" ucapan kyungsoo terhenti karena chanyeol mencium bibirnya saat ini

"baiklah aku akan menceraikan baekhyun sesuai waktu yang kau berikan padaku . tapi ingat jangan pernah katakan hubungan kita berakhir karena aku tidak ingin itu terjadi. karena kau mencintaimu kyung" bisik chanyeol didepan bibir kyungsoo

kyungsoo tersenyum lalu mencium bibir chanyeol dengan cepat. dia mulai mengalungkan lengannya dileher chanyeol dan chanyeol melingkarkan lengannya dinpinggang ramping milik kyungsoo. kini ciuman mereka menjadi lumatan-lumatan. sepertinya mereka menikmati ciuman mereka kali ini.

.

"hhh dasar pasangan jaman sekarang tidak tahu tempat, berciuman seenaknya ditempat umum seperti ini. huhh aku menyesal datang ke tempat ini untuk menenangkan diri" ucap seorang namja yang tidak sengaja melihat kyungsoo dan chanyeol yang sedang berciuman di taman kota. namja tersebut lantas berbalik dan meninggalkan kedua orang tersebut yang masih asyik memagut kedua bibir mereka.

.

.


Malam ini Baekhyun dan anaknya menginap dirumah Luhan dan sehun. Baekhyun saat ini tidak ingin berhadapan dengan chanyeol. Baekhyun juga berniat bahwa dia sebentar lagi akan pindah dari apartemen chanyeol dan tinggal dirumahnya yang dulu ditempati oleh baekboom oppanya sebelum oppanya pindah kechina bersama istrinya. Awalnya Luhan tidak setuju dengan usul baekhyun karena Luhan tidak tega melihat baekhyun tinggal berdua hanya bersama anaknya yang masih kecil, tapi karena baekhyun yang keras kepala akhirnya Luhan menyerah tapi dengan syarat jika ada apa-apa baekhyun tak perlu sungkan untuk meminta bantuan padanya ataupun sehun.

"baek sebaiknya kau tinggal saja bersama kami" ucap sehun membujuk baekhyun sekali lagi

"tidak usah sehun, aku akan merepotkan kalian. aku sudah banyak merepokan luhan dan juga kau selama ini" ucaap baekhyun menolak

"kau tidak perlu sungkan baek, kau kan sahabat kami dan kau sudah kami anggap keluarga jadi tidak masalah. oh ya kau juga bisa bekerja ditempatku jika kau meras tidak enak jika hanya menumpang, begitu kan pemikiranmu?" kata sehun

"tidak apa sehun, aku akan tinggal dirumahku saja, lagipula aku merindukan rumahku. dan untuk pekerjaan apa benar aku boleh bekerja ditempatmu?" ucap baekhyun pada sehun

"tentu saja baek kau boleh bekerja ditempatku, lagipula aku juga membutuhkan pekerja untuk menjadi singer disana, kau kan tahu chen hanya datang saat dia memiliki waktu luang"

"ah kalau begitu biar aku saja yang menggantikan chen jika dia tidak ada, tapi jika chen datang aku bisa menjadi pelayan di cafemu . otte? jebal" baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyesnya

"ne kau bisa bekerja ditempatku baek" sehun tersenyum pada baekhyun

"hehehe gomawo sehun-ah... kalian memang yang terbaik. kudoakan semoga pernikahan kalian langgeng" ucap baekhyun tersenyum tulus

"aku juga mendoakan yang terbaik untukmu baek" ucap luhan

"jadi kapan kau akan mulai pindah? aku akan membantumu" lanjut luhan

"eummm besok aku akan membereskan barang-barangku"

.

.


"kau akan pergi kemana baek? kenapa membawa barang-barangmu dan juga yeol bi? dimana dia?" tanya chanyeol penasaran melihat baekhyun yang sudah mengangkat kopernya dan akan pergi meninggalkan chanyeol

"aku akan pindah kerumahku bersama yeol bi, aku tidak mungkin akan tinggal bersamamu lagi chan. dan yeol bi dia sedang bersama luhan dirumahnya" ucap baekhyun terus menarik kopernya

"kenapa mendadak seperti ini? kenapa kau tidak membicarakannya dulu padaku?"

"bukankah lebih cepat aku pergi itu akan membuat hubunganmu dan kyungsoo lebih baik?" kata baekhyun dengan tatapan dinginnya menahan air matanya yang akan menetes sedikit lagi

"tapi kau harus membicarakan terlebih dahulu padaku baek, kita masih berstatus suami istri"

"sudahlah chan, aku bilang padamu atau tidak itu tidak ada bedanya chan, semua akan sama dan yang lebih parahnya kau akan tetap menceraikanku bukan? jadi sebelum kau melakukan itu padaku, aku ingin mencoba hidup sendiri tanpa kehadiranmu chan. karena jika aku masih bersamamu dan saat waktunya tiba kau akan menceraikanku, aku pasti tidak akan kuat menghadapinya. aku.. aku terlalu mencintaimu chan. sulit bagiku untuk berpisah denganmu, kau juga pasti merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan bukan saat kau berpisah dengan orang yang kau cintai? hhh" baekhyun menghela nafasnya

"ah sudahlah , aku terlalu banyak bicara, sekarang aku mau pamit padamu. terima kasih atas perhatian dan kasih sayang kau berikan padaku selama kita menikah, walaupun selama itu kau melakukannya tanpa cinta tapi aku tetap senang menerimanya. aku bersyukur setidaknya Tuhan mengabulkan permohonanku untuk bisa menikah dan hidup bahagia bersama denganmu. Empat tahun sudah cukup bagiku untuk memilikimu. sekarang aku ingin pergi meninggalkanmu, tenang saja aku hanya sebentar kok ya jika kau memilihku untuk tetap bersamamu. tapi seandainya kau melepasku ini mungkin akan menjadi pertemuan terakhir kita menjadi sepasang suami istri. semoga apapun yang kau pilih nanti membuatmu bahagia. sampaikan permintaan maafku pada kyungsoo juga karena telah merebut sadar aku salah, aku egois. tapi asal dia tahu, aku selalu menyayanginya dan aku tidak pernah mengkhianatinya, dia sahabatku tidak mungkin aku berniat mengkhianatinya. hiks... oh ya chan apa aku boleh meminta sesuatu padamu?" tanya baekhyun penuh harap

"apa itu?"

"bolehkah aku menciummu? mungkin ini konyol tapi ini adalah permintaan terakhirku sebagai istrimu mungkin. bagaimana? tapi jika kau tidak mau tidak apa kok hahaha aku terlihat murahan ya?" baekhyun tertawa hambar

"tidak kok, kau boleh menciumku karena aku suamimu"

"jinjayo?"

"ne"

cup

baekhyun dengan cepat mencium bibir chanyeol sambil menangis hingga air matanya menetes di pipi chanyeol

"saranghae park chanyeol"

.

.


Baekhyun mulai membersihkan rumahnya yang sudah lama tidak ia tempati. Semenjak Baekboom pindah , dia sama sekali tidak pernah berkunjung kerumahnya hingga membuat rumahnya sangat kotor dan seharian ini Baekhyun akan membersihkannya agar layak ditempati lagi olehnya dan buah hatinya.

kini rumahnya sudah bersih dan rapih, baekhyun sudah menata kembali perabotan rumahnya seperti saat dia masih tinggal disana. Setelah selesai membersihkan rumahnya, Baekhyun duduk disofanya untuk beristirahat lalu mengambil handphonenya dan menelepon Luhan untuk mengantarkan Yeol Bi pulang. Beberapa jam kemudian Luhan, Sehun beserta Hanni anaak mereka datang kerumahnya untuk mengantarkan Yeol Bi.

"woahh sudah lama sekali aku tidak kemari, tapi perasaan tidak ada yang berubah sama sekali" kata luhan sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah baekhyun

"haha itu karena aku menatanya kembali seperti dulu lu, ayo duduk kalian pasti lelah" kata baekhyun mempersilahkan luhan duduk

"baek, aku sudah menidurkan yeol bi dan hanni di kamarmu tidak apa kan?" tanya sehun yang baru datang dari kamarnya

"ne tidak apa, biarkan mereka tidur" ucap baekhyun sambil memberikan dua gelas teh manis pada sehun dan luhan

"terima kasih baek, oh ya karena hanni tidur disini kami akan menginap dirumahmu tidak apa kan?" tanya luhan

"ah tentu saja tidak apa, aku malah senang. kalian bisa tidur dikamar baekboom oppa. biaraku tidur bersama yeol bi dan hanni dikamarku"

"baiklah kalau begitu"

"oh ya bagaimana pertemuanmu dengan chanyeol tadi baek?" tanya sehun hati-hati

"mmmm biasa saja ,,ya begitulah. sudahlah jangan bahas dia lagi,aku sedang tidak ingin membahasnya" kata baekhyun dengan raut wajah yang murung

"ne, maafkan aku baek" ucap sehun menyesal

"tidak apa" baekhyun tersenyum

.

.

.


Sudah lima hari ini Baekhyun tinggal berdua dengan anaknya dirumahnya tanpa kehadiran Chanyeol. Bahkan Chanyeol tidak pernah menemuinya dan anaknya. Walaupun Chanyeol masih sering mampir ke café milik Sehun, tapi Chanyeol tidak pernah menyapa atau sekedar bertanya kabar tentangnya maupun Yeol Bi.

Terkadang Yeol Bi menanyakan kenapa mereka pindah rumah dan dia juga menanyakan kenapa ayahnya tidak pernah menemuinya. Sebenarnya baekhyun bingung harus menjelaskan apa pada Yeol Bi, tidak mungkin bukan Baekhyun bilang bahwa ayahnya mempunyai kekasih dan ayahnya lebih memilih kekasihnya , bahkan sebentar lagi kedua orang tuanya akan bercerai? Jadi baekhyun lebih memilih menjawab jika ayahnya sedang keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"eomma kenapa appa belum pulang? Apa pekerjaan appa sangat banyak?" tanya Yeol Bi polos dipangkuan Baekhyun

"ada apa sayang? Kau merindukan appamu?" tanya baekhyun menatap sendu anaknya yang sedang merindukan ayahnya.

"ne, yeol bi merindukan appa, eomma" yeol bi menenggelamkan kepalanya didada baekhyun, Yeol bi terisak dipelukan baekhyun. Baekhyun yang melihat anaknya menangis seperti itupun ikut menangis, sebenarnya baekhyun juga merindukan chanyeol tapi berpapasan saja di café milik Sehun, Chanyeol bahkan tidak menyapanya sama sekali. Apa Chanyeol benar-benar akan meninggalkan dirinya dan juga anaknya?

"sstt uljima sayang, appa akan segera kembali dan kita… akan berkumpul bersama lagi ne, cup cup anak eomma yang cantik ini tidak boleh menangis" Baekhyun menangkup kedua pipi yeol bi lalu menghapus air mata yang mengalir dipipi yeol bi.

"appa bogoshipeoyo" gumam yeol bi

.

Setelah berhasil membuat Yeol Bi tenang dan tertidur, Baekhyun beranjak keluar dari rumahnya menidurkan Yeol Bi lalu mengunci pintu rumahnya dan pergi ke supermarket didekat rumahnya untuk membeli bahan-bahan makanan yang akan dia masak besok pagi.

Baekhyun memasuki supermarket dengan perasaan yang sangat sedih. Baekhyun mulai memasuk-masukkan bahan masakan yang dia beli kedalam keranjang, tak lupa dia juga membeli susu strawberry kesukaannya dan juga kesukaan anaknya, ya Yeol bi menyukai apa yang dia suka. Setelah selesai berbelanja, baekhyun keluar dari supermarket dan siapa sangka ternyata ditengah jalan dia melihat Chanyeol yang sedang bergandengan mesra keluar dari kedai ramen.

Hati Baekhyun remuk, tak cukupkah mereka menunjukkan kemesraannya didepan Baekhyun? Secepat mungkin baekhyun berjalan menghindari kedua orang tersebut. Baekhyun berjalan sambil menundukkan kepalanya dan menangis hingga tidak melihat kedepan. Karena sibuk dengan air matanya terus-menerus terjatuh, Baekhyun menabrak seseorang hingga tubuhnya limbung namun tidak jatuh karena orang yang dia tabrak tadi menopang tubunya yang akan jatuh kebelakang..

"nona gwenchanayo? Mianhae telah menabrakmu" ucap orang tersebut lalu membantu baekhyun untuk berdiri lagi

"ne, gwenchanayo, tidak apa-apa, aku yang salah karena jalan tidak melihat kedepan" kata baekhyun menundukkan kepalanya dan belum melihat wajah orang yang dia tabrak

"ne nona, eoh chakkamayo, sepertinya aku pernah bertemu denganmu" orang tersebut memperhatikan wajah baekhyun

"maksudmu?" baekhyun mendongkakkan kepalanya dan menatap wajah orang yang ditabraknya itu

"KAU? / NONA?"

"eoh kenapa aku selalu bertemu denganmu ketika kau menangis nona?" keluah orang tersebut yang ternyata adalah Kai orang yang memberikan sapu tangan pada baekhyun

"eh, kai-ssi, ah mianhae karena kesan pertama kita bertemu sangat tidak menyenangkan"

"hahaha tidak apa nona, oh ya tidak perlu formal panggil saja aku kai, dan ngomong-ngomong aku belum tahu nama nona, jadi apa aku boleh mengetahui siapa nama nona?" tanya kai menatap baekhyun sambil tersenyum ramah

"oh ya aku lupa memberitahukan namaku padamu, perkenalakan namaku Byun Baekhyun, kau bisa memanggilku baekhyun" ucap baekhyun mengulurkan tangannya

"wah nama yang indah seindah wajahnya, namaku Kim Jongin tapi aku biasa dipanggil Kai oleh teman-temanku" kai balas menjabat tangan baekhyun

"hmm ne kai, oh ya maaf aku belum bisa mengembalikan sapu tanganmu, sapu tangannya tidak aku bawa dan ada dirumah"

"tidak masalah baekhyun, sapu tangan itu tidak terlalu berharga untukku jadi untukmu saja tidak apa-apa" kata kai

"ah tidak – tidak nanti aku akan mengembalikannya padamu"

"ne ne ne kalau kau berusaha keras akan mengembalikannya it's okay. Oh ya dari mana kau baek? Kau habis berbelanja? Dan kenapa kau menangis tadi apa uangmu hilang?" tanya kai penasaran

"ne aku habis berbelanja disupermarket depan sana, dan kenapa aku mengis? Ah tidak apa-apa aku hanya ingin menangis saja hehehe" baekhyun nyengir untuk menutupi kesedihannya, setidaknya mengobrol dengan kai membuatnya melupakan kejadian tadi

"ah begitu, tidak baik yeoja sepertimu sering menangis apalagi menangis saat malam hari seperti ini" kata kai menasihati

"ne, oh ya sedang apa kau malam-malam begini?" tanya baekhyun

"aku? eum jalan-jalan saja menikmati angin malam, lagipula aku bosan jika didalam rumah terus jadi ya aku keluar saja eh ternyata aku malah bertemu denganmu"kata kai santai

"begitukah, memang dimana rumahmu?"

"rumahku disana" kata kai menunjuk rumah depan rumah baekhyun

"disana? Berarti rumahmu dekat dengan rumahku? Kita bertetanga? Omona aku tidak menyangka jadi pemilik baru rumah itu adalah kau" kata baekhyun terkejut

"ah jinja? Woah suatu keberuntungan bisa bertetangga dengan yeoja cantik sepertimu" kata kai mencoba menggoda baekhyun

"hahaha kau ini selalu memujiku seperti itu" kata baekhyun malu-malu hingga semburat tipis berwarna merah muda muncul dikedua pipinya

"hahaha aku benar bukan? Kau tinggal sendiri saja? sepertinya rumahmu sepi" tanya kai yang ternyata kini mereka sudah berada didepan rumah keduanya.

"oh aku tinggal berdua dengan anakku, anakku sedang tidur saat aku meninggalkannya pergi" jelas baekhyun

"mwo kau sudah mempunyai anak? Kau sudah menikah?" kai membelakakkan kedua matanya terkejut

"ne aku sudah menikah dan sudah mempunyai anak. Wae?" tanya baekhyun polos

"ah aniyo tidak apa-apa, kupikir kau masih single habis wajahmu tidak menunjukkan jika kau sudah menjadi seorang ibu hehe"

"hahaha wajahku memang baby face yah itu yang dikatakan semua teman-temanku jika melihatku" baekhyun tertawa

"hahaha memang berapa umurmu?"

"umurku? Heumm baru 24 tahun, kau sendiri?"

"umurku 25 tahun" jawab kai

"omona,, apa aku harus memanggilmu oppa?" canda baekhyun

"eumm sepertinya begitu kau harus memanggilku kai oppa" balas kai menimpali candaan baekhyun

"hahaha arraseo kai oppa"

"hahaha aku bercanda baek, kau tidak perlu memanggilku oppa" kata kai gemas lalu mengusak rambut baekhyun

"hehehe ani, aku suka memanggilmu oppa, ahh aku jadi merindukan oppaku. Ah sudah malam, aku akan masuk , apa oppa mau mampir?" tanya baekhyun

"tidak usah ini sudah larut malam, besok saja aku mampir kerumahmu ya sekaligus bertemu dengan anakmu itu tidak apa-apa kan?"

"tidak apa kok oppa, ya sudah aku masuk yah, bye oppa" baekhyun melambaikan tangannya lalu masuk kedalam rumahnya

"bye baekhyun,, ah kau benar-benar sangat lucu baek. Kau terlihat cantik jika tertawa seperti tadi dari pada aku harus melihatmu menangis. Sayang sekali kau sudah memiliki suami, padahal sepertinya aku mulai menyukaimu sejak pertama kita bertemu. Hahaha love at first sight? Uh konyol sekali kau Kim Jongin" Kai tertawa geli sendiri lalu masuk kedalam rumahnya.

.

.

TBC


ANNYEONG YEOROBUN \(^^)/

I'm Back

nih chapter 5 udah Yuki update yah semoga kalian suka ya sama chap ini.

buat kemarin yang pada kecewa karena updatetannya, jongmal mianhamnida *bow

oh ya buat yang kemarin pengen si Kai masuk nih udah Yuki kasih,

Jadi nanti si Kai bakal jadi orang keempat diantara chanbaeksoo hahhaha

okey sampai jumpa dichap selanjutnya yah

maaf jika chapter ini mengecewakan dan terima kasih buat semuanya :)

jaljayo ~~

RnR?