"Please Stay With Me"
Main Cast : Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Do Kyungsoo
Other Cast : Xi Luhan
Oh Sehun
Kim Jongdae / Chen
Kim Jong In / Kai
All member Exo and Other
Rated : T
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan,Agency dan ortu mereka so saya hanya meminjam nama saja
Warning : This Is Genderswitch (GS for Uke), mohon maaf jika ada kesamaan cerita tapi ini semua murni dari pemikiran author , don't bash and plagiat, bahasa campur aduk tidak sesuai EYD
BackSong : Kyuhyun - The Time I Loved You
There's no way I love you
No, I just didn't know
A dazzling person like you
You were always by my side
It was always warm
With just you alone
I was able to laugh
Even on hard days
Because you were always there
Not even my own heart knows my heart
Because you were always by my side
I don't know since when, I don't know how we started
You and I, without anyone knowing
(Kyuhyun - The Time I Loved You)
Chapter 7 :
.
.
.
Kai mulai melakukan pendekatan pada Baekhyun dengan sering bermain ke rumah Baekhyun. Mau ada Chanyeol atau tidak dirumah Baekhyun, Kai akan tetap berkunjung kerumah Baekhyun. Kai juga sering membelikan sesuatu untu Yeol Bi, Kai bahkan juga sering mengajak Baekhyun dan Yeol Bi jalan-jalan jika Chanyeol tidak dapat meluangkan waktunya bersama Baekhyun. Yeol Bi juga senang jika Kai mengajaknya jalan-jalan dan bermain bersamanya. Yeol bi juga merasa nyaman jika bersama Kai, Yeol Bi bahkan merasa jika dia memiliki dua orang ayah yang menyayangi dirinya. Seperti saat ini Yeol Bi begitu bahagia ketika Kai mengajaknya bermain ke lotte world. Bahkan dari tadi Baekhyun terus mengembangkan senyumnya melihat Yeol Bi yang begitu bahagia.
"ahjussi, ayo kita naik komedi putar" kata Yeol Bi girang menarik-narik tangan Kai yang menggandengnya
"eyy kau tidak lihat Kai ahjussi lelah. Kita istirahat dulu saja bagaimana?" ucap baekhyun pada yeol bi agar yeol bi membiarkan Kai istirahat terlebih dahulu karena sedari tadi Kai selalu menuruti kemauan Yeol Bi untuk mendatangi beberapa wahana.
"aniyo eomma, Yeol Bi ingin naik komedi putar itu bersama Kai ahjussi" Yeol Bi merengek
"sudah tidak apa baek sekali ini saja, aku tidak apa kok" kai tersenyum menenangkan
"tapi oppa"
"sudah tidak apa, kajja yeol bi kita naik komedi putar, kau ingin ikut tidak baek?"
"aniyo, aku tunggu disini saja oppa, selamat bersenang-senang" baekhyun duduk dibangku dekat wahana komedi putar menunggu Kai dan Yeol Bi
"oh baiklah tunggu kami okay"
"ne"
Kai dan Yeol bi mulai menaiki wahana komedi putar , Yeol bi terlihat sangat bahagia menaiki wahana tersebut . Selesai bermain komedi putar Kai kembali bersama Yeol Bi menemui Baekhyun yang tersenyum senang menyambut kedatangan mereka.
"bagaimana sudah puas bermainnya?" tanya baekhyun sambil menggendong yeol bi
"ne eomma,,,, tapi yeol bi sekarang lapar" ucap yeol bi manja digendongan baekhyun
"uh anak eomma lapar?"
"eumm"
"ayo kita makan , bagaimana jika kita makan jajangmyeon hari ini? Eotte?" kata kai mengusulkan
"ne" teriak yeol bi dan baekhyun bersamaan membuat kai terkekeh melihat kekompakan ibu dan anak itu
"ah kalian kompak sekali"
"hehehe" baekhyun hanya terkekeh
.
.
Dikedai jajangmyeon dekat lotte world Kai, Baekhyun dan Yeol Bi mulai menyantap jajangmyeonnya. Sesekali diselingi canda dan tawa diantara mereka. Jika orang-orang yang melihatnya pasti mereka kira jika kai, baekhyun dan Yeol Bi adalah keluarga yang bahagia.
"yeol bi mau ahjussi suapi?" kaya kai pada yeol bi
"ne ahjussi" yeol bi tersenyum senang lalu duduk disamping kai
"buka mulutmu aaaa" kai dengan sabarnya menyuapi yeol bi
"hahaha oppa kau sudah cocok sekali menjadi seorang ayah. Cepatlah mencari kekasih lalu menikah" kata baekhyun menggoda kai
"hahaha memang kau pikir mencari kekasih semudah yang kau pikir, kau ini ada-ada saja baek"
"hehe tapi pasti banyak kan wanita diluar sana yang mengejar oppa? Kenapa tidak memilih satu diantara mereka saja?"
"ani, karena aku sudah memiliki seorang yeoja yang aku cintai"
"eoh siapa itu? Wah wanita itu beruntung sekali mendapatkan hati oppa. Kenapa tidak kau dekati saja dia oppa. Katakan jika kau mencintainya sebelum orang yang kau cintai itu diambil oleh namja lain" kata baekhyun sambil menyuapkan jajangmyeon dimulutnya
"hahhaa memang aku sudah terlambat, aku terlambat bertemu dengannya dan aku juga terlambat mendapatkan hatinya. Gadis itu sudah memiliki orang yang dia cintai" kata kai tertawa miris, baekhyun ikut merasakan sedih melihat wajah kai yang berubah menjadi sendu
"oh mianhae oppa, aku tidak berniat membuatmu sedih. Mianhanda"
"gwenchana, tapi aku akan terus berjuang untuk mendapatkan hatinya. Aku yakin suatu saat nanti dia akan menjadi milikku" ucap kai bersemangat
"amin, fighting oppa ! berjuanglah mendapatkan dia !" baekhyun mengepalkan tangannya member semangat pada kai lalu tersenyum manis pada kai
"ne fighting! (secara tidak langsung kau membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkan hatimu baek)"
.
.
Hari sudah malam dan kai kini mengantarkan baekhyun serta yeol bi pulang kerumahnya. Yeol Bi bahkan sudah tertidur digendongan baekhyun. Sebelum masuk kerumahnya Baekhyun mengucapkan terima kasih yang sangat banyak pada Kai karena telah mengajak Yeol bi bersenang-senang hari ini.
"oppa jongmal gamsahamnida untuk hari ini" ucap baekhyun berterima kasih pada kai
"ne sama-sama baek, lain kali aku akan mengajak kalian lagi untuk bersenang-senang ditempat lain"
"ne oppa, sekali lagi aku ucapkan jongmal gomawoyo oppa" baekhyun tersenyum hingga memperlihatkan eyes smilenya
"heumm, sudah cepat masuk dan istirahatlah" ucap kai mengelus surai baekhyun
"baiklah, aku masuk dulu ya oppa" baru saja baekhyun akan berbalik, kai mencengkram pergelangan tangannya dan membalikkan baekhyun hingga membuat baekhyun memutar kembali badannya dan menghadap kai kembali.
"ada apa opp..mmppp"
Omongan baekhyun terputus karena tiba-tiba kai menempelkan bibirnya tepat didepan bibir baekhyun. Baekhyun sontak membelakakan matanya.
"oppa apa yang oppa lakukan?" Baekhyun mendorong tubuh Kai hingga membuat tautan dikedua bibir mereka terlepas
"mianhae baek, jongmal mianhae ak-aku aku maaf kan aku baek sungguh aku tidak bermaksud lancang seperti itu padamu. Sekali lagi maafkan aku" Kai membungkukkan badannya meminta maaf pada baekhyun
"ne gwenchana oppa tidak apa-apa. Lain kali jangan seperti itu oppa. Aku tidak mau dikatai orang selingkuh dengan sepupu suamiku sendiri" kata baekhyun tertawa
"ne baekhyun maafkan aku, jja sebaiknya kau segera masuk aku tidak mau kau dan yeol bi kedinginan"
"heumm bye oppa" baekhyun melambaikan tanggannya lalu masuk kedalam rumahnya.
Sementara Kai dia mengelus dadanya kenapa dia sampai hilang kembali seperti ini? Untung saja baekhyun tidak marah padanya, kalau tidak? Heuhh entah apa yang akan terjadi nanti. Karena merasa baekhyun sudah masuk, Kai pun masuk kedalam rumahya.
Seseorang memegang dadanya , kenapa dia merasa dadanya sesak melihat Kai mencium Baekhyun tepat dibibir Baekhyun dan Baekhyun tidak marah pada Kai karena telah lancang mencium dirinya. Orang tersebut lantas memegangi dadanya yang terasa sesak lalu berlanjut berjalan.
.
.
"selamat malam" sapa Chanyeol ketika masuk kedalam rumahnya
"eoh kau sudah pulang chan?" tanya baekhyun menyambut suaminya itu lalu membawakan tas kerja milik chanyeol
"heumm, yeol bi eodiseo?" tanya chanyeol sambil melepas sepatunya
"yeol bi sudah tidur, sepertinya dia lelah karena terlalu banyak bermain bersama kai tadi" jawab baekhyun menaruh tas kerja chanyeol dikamar lalu menuju dapur membuatkan teh hangat untuk chanyeol
"memang kai mengajak yeol bi kemana?" tanya chanyeol dengan nada agak dingin
"tadi kai mengajak kami bermain ke lotte world dan yeol bi sangat senang berada disana hingga dia kelelahan" baekhyun tersenyum bahagia ketika membayangkan wajah yeol bi yang bahagia tadi
"begitukah? Apa kau juga senang?" tanya chanyeol kembali menatap baekhyun tajam saat mereka berdua sedang duduk disofa
"tentu saja, melihat anaknya bahagia adalah kebahagian untuk seorang ibu"
"ah arraseo. Sepertinya kau sudah mendapatkan orang yang cocok untuk membuatmu bahagia" chanyeol menyesap teh yang diberikan baekhyun tadi
"ne? kau bilang apa tadi?" tanya baekhyun tidak mengerti
"ani tidak apa-apa. Kenapa kau belum tidur? Bukankah kau juga lelah seharian bermain bersama yeol bi dan kai?" tanya chanyeol dengan lembut
"aku menunggumu pulang lagi pula aku belum mengantuk. Kau ingin mandi? Aku akan menyiapkanmu air panas" kata baekhyun berdiri dan akan beranjak menyiapkan air panas untuk chanyeol
"tidak, aku ingin kau menemaniku saja disini" chanyeol menarik tangan baekhyun dan membuat baekhyun duduk kembali
"begitukah? Baiklah aku akan menemanimu"
Setelah baekhyun duduk hanya keheningan yang menyelimuti keduanya, keduanya sibuk dengan pemikirannya masing-masing hingga chanyeol membuka suaranya untuk pertama kali.
"baek" lirih chanyeol
"heum ne?" baekhyun menatap chanyeol
"kenapa kau mencintaiku?"
"ne? apa aku perlu menjawabnya?" tanya baekhyun dengan alis bertautan
"kalau kau tidak mau menjawabnya tidak apa kok. Maafkan pertanyaan konyolku ini"
"tidak ada alasan kenapa aku mencintaimu. Karena cinta yang tulus itu tidak memerlukan alasan. Cinta hadir begitu saja dalam diri manusia. Dan seperti itulah cintaku padamu. Aku tidak tahu apa alasanku mencintaimu karena cinta itu hadir dengan sendirinya didalam hatiku. aku tidak mencintaimu karena ketampananmu, atau aku tidak mencintaimu karena kepintaranmu dan kepopuleranmu. Aku mencintai semua yang ada pada dirimu. Aku mencintaimu apa adanya bukan karena ada apanya. Wae ada apa tiba-tiba kau menanyakan itu padaku?" tanya baekhyun tersenyum manis pada chanyeol
"ani tidak apa-apa, aku hanya ingin tahu saja" chanyeol tersenyum canggung pada baekhyun
"arraseo, lalu apa alasanmu mencintai kyungsoo?" tanya baekhyun balik
"ne? apa aku perlu menjawabnya"
"hahaha ani, aku hanya ingin tahu saja. sepertinya cintamu pada kyungsoo begitu besar hingga membuatmu sampai saat ini tidak bisa melupakannya" baekhyun tertawa
"hehehe. Entahlah aku juga tidak tahu apa alasanku mencintai kyungsoo dan sampai saat ini perasaanku padanya tidak pernah berubah. Mungkin sama sepertimu aku mencintai kyungsoo apa adanya bukan karena ada apanya" ucap chanyeol terkekeh
"hahaha kau mengcopy kata-kataku chan. Ya berarti kau mengerti perasaanku bukan? Ya seperti itulah rasa cintaku padamu. Bahkan sampai saat ini pun perasaanku padamu masih sama bahkan malah semakin dalam semenjak kehadiran Yeol Bi"
"mianhae"
"untuk?"
"mianhae karena aku tidak bisa membalas perasaanmu"
"gwenchana, aku mengerti sulit untuk melupakan perasaan cinta pada seseorang yang terlalu dalam dan berpaling darinya" baekhyun tersenyum tulus ketika mengatakannya.
Baekhyun kini sudah pasrah dan menyerah jika memang dia harus melepaskan chanyeol dari hidupnya, karena dia juga tidak bisa memaksa chanyeol untuk tetap bersamanya
"ne kau benar. tapi jika kita berpisah nanti apa aku masih bisa bertemu denganmu dan yeol bi?"
"tentu saja chan, kau bisa bertemu denganku dan Yeol bi terlebih lagi kau adalah ayahnya jadi aku tidak akan melarangmu untuk menemui yeol bi nantinya"
"gomawo. Apa kau sudah mengantuk? Kau terlihat sangat lelah. Sebaiknya kau cepat tidur. Aku tidak ingin kau sakit. Jja ayo ke kamar kau harus istirahat" chanyeol mengulurkan tangannya
"ne kajja" baekhyun menerima uluran tangan chanyeol lalu mengikuti chanyeol masuk kedalam kamar untuk tidur.
Baekhyun membaringkan tubuhnya diatas kasur dan chanyeol mulai menyelimuti tubuh baekhyun dengan selimut tebal. Setelah itu chanyeol mengecup kening baekhyun agar baekhyun tidur dengan nyenyak.
"tidurlah, selamat malam baekhyunee,,, mimpi yang indah. Jaljayo" chanyeol mengecup kening baekhyun. Setelah dia rasa baekhyun tertidur pulas, chanyeol keluar kamar sebelum itu dia mengganti pakaiannya lalu duduk disofa ruang tamu dan memejamkan matanya. Pikirannya begitu berkecamuk, setelah melihat adegan kai mencium baekhyun tadi entah kenapa membuat chanyeol menjadi kesal. Bahkan saat matanya terpejam pun chanyeol masih membayangkan wajah baekhyun yang dicium oleh kai tadi.
"arghhhhh kenapa aku selalu membayangkannya. Jongin sialan ! aku harus menemuinya besok" Chanyeol mengacak rambutnya kesal
.
.
Besoknya Chanyeol memanggil Kai untuk menemuinya dicafe milik Sehun untuk mengintrogasi kenapa Kai dengan lancangnya mencium bibir istrinya, ya baekhyun masih istrinya. Kai menuruti panggilan Chanyeol untuk menemui Chanyeol. Kini mereka sudah duduk berhadapan disalah satu meja cafe milik sehun.
"jongin ada yang ingin aku tanyakan padamu dan kau harus menjawab dengan jujur" ucap chanyeol tajam sambil menyesap cappucinonya
"kau ingin bertanya apa memangnya padaku? sepertinya sangat penting sekali hingga kau memanggilku untuk menemuimu kesini" ujar kai santai
"apa kau menyukai baekhyun?" tanya chanyeol to the point
"uhukk uhukkk apa aku tak salah dengar?" kai hampir saja memuncratkan kopi yang dia minum tadi mendengar pertanyaan dari chanyeol
"ani kau tak salah dengar, akan aku ulangi pertanyaanku. apa kau menyukai baekhyun ISTRI ku?" chanyeol sengaja menekan kata 'istri' pada kai
"oh aniyo aku tidak menyukai baekhyun tapi aku mencintainya. wae ada yang salah?" ucap kai santai sambil menyamankan posisi duduknya
"yak sialan kau !? dia itu istriku ! kau tidak boleh mencintainya !" ujar chanyeol sedikit kesal membuat kai mendengus mendengarnya.
"wae wae kenapa aku tidak boleh mencintai Baekhyun? bukankah itu hak ku? kenapa kau melarangnya? baekhyun saja tidak mempermasalahkannya?" ucap kai sambil menyeringai kecil
"kau masih bertanya alasannya? tentu saja itu tidak boleh ! baekhyun istriku, dan aku suaminya lalu kau sepupuku ! kau seharusnya tidak boleh mencintai istri sepupumu sendiri ! apa itu kurang jelas?" ucap chanyeol dengan mata yang menyalang
"ah begitu rupanya. tapi mau bagaimana lagi? aku sudah terlanjur mencintainya lagi pula kalian kan sebentar lagi akan bercerai dan bukankah kau tidak mencintai Baekhyun jadi tidak ada salahnya jika aku mencoba mendekati baekhyun jadi setelah kau bercerai dengannya , aku akan membuat baekhyun menjadi milikku" ujar kai santai dan tak memperdulikan tatapan chanyeol yang semakin tajam padanya
"sialan kau kim jongin ! ku tegaskan sekali lagi padamu Baekhyun itu milikku kau tidak boleh memilikinya !" teriak chanyeol didepan wajah kai membuat kai mendengus geli mendengarnya . apa tadi miliknya? heol bahkan dia telah menyakiti baekhyun.
"hahaha kau sangat lucu saudaraku. apa tadi aku tidak salah dengar? milikmu? helo bahkan kau tidak mencintainya bagaimana bisa kau mengklaim bahwa baekhyun milikmu? oh apa kau kini sudah memiliki perasaan padanya? ahh jika begitu keurae sepertinya aku memang harus mundur. tidak mungkin bukan aku terus maju dan menghancurkan perasaan dua orang yang saling mencintai? oh tidak tidak itu tidak ada dalam kamus kim jongin"
"..." chanyeol kini terdiam apa yang diucapkan kai benar kenapa bisa-bisanya dia mengklaim bahwa baekhyun miliknya bahkan sampai sekarang perasaannya pada baekhyun masih sama tidak lebih dari sekedar seorang sahabat. tapi entah kenapa ketika mendengar bahwa kai mencintai baekhyun hatinya tidak rela jika baekhyun dimiliki oleh orang lain.
"kenapa diam? kau tidak bisa menjawabnya? atau kau memikirkan semua ucapanku? semua ucapanku benar kan? jika kau tidak mencintainya kenapa kau marah padaku saat ku katakan aku mencintainya? dan bahkan kau melarangku untuk mencintainya, jika begitu kau egois chan. kau bebas mencintai kyungsoo disaat baekhyun mencintaimu kenapa kau marah padaku saat mengetahui aku mencintai baekhyun? seharusnya kau tidak melarangku untuk mencintai baekhyun toh sebentar lagi dia akan bercerai denganmu" kai menghela nafasnya ketika tak mendapati jawaban dari chanyeol
"hhh tidak usah membohongi perasaanmu lagi . Aku tahu kau sebenarnya mencintai baekhyun bukan? tapi egomu terlalu tinggi hingga kau tidak menyadari perasaanmu itu. cepatlah sadari perasaanmu itu saudaraku. kalau tidak maka aku akan benar-benar merebut baekhyun darimu . dan kau ! tidak bisa melarangku untuk tidak mencintai Baekhyun" ucap kai menepuk pundak chanyeol lalu pergi dari hadapan chanyeol yang kini duduk terdiam memikirkan semua ucapan kai
"apa benar aku mencintai baekhyun?"
.
.
~~ChanBaek~~
Kai berjalan keluar dari cafe lalu jalan-jalan sebentar untuk menenangkan hati dan pikirannya. Sebenarnya Kai juga tidak sengaja mengucapkan semua itu pada Chanyeol, semua kata - kata itu meluncur saja dibibirnya. Untuk merefreshkan pikirannya, Kai berjalan menuju kesungai han , duduk di kursi yang menghadap kearah sungai sambil memandangi air jernih yang mengalir disungai tersebut. Sambil memasangkan earphone ditelinganya dan memutar lagu dari mp3 player yang dia bawa.
Matanya perlahan terpejam menikmati alunan lagu yang terus memutar di mp3 playernya juga efek angin sepoi-sepoi yang menghembus ditubuhnya menambah suasana sejuk didalam dirinya. Bahkan sampai-sampai dia tidak menyadari seseorang duduk disampingnya.
"sepertinya kau sangat menyukai tempat ini? hingga membuatmu terlena seperti itu?" ucap orang yang bersda disamping kai hingga membuat mata kai mulai terbuka dan menatap orang disebelahnya
"ne aku sangat menyukai tempat ini. tempat ini menjadi tempat favorite ku sejak aku memakai seragam sekolah dulu. sepulang sekolah aku selalu menyempatkan untuk berkunjung kesini. tempat ini sangat indah, tidak salah bukan tempat ini menjadi tempat favorite orang-orang disini kyungsoo-ssi" kata kai tersenyum manis menatap air sungai yang mengalir dengan tenang
"hmm kau benar kai-ssi. long time no see. kemana saja kau selama ini?" tanya orang tersebut yang tak lain adalah kyungsoo
"hahaha wae? kau merindukanku? setelah lulus dari SHS aku meneruskan studyku di kanada dan baru satu bulan yang lalu aku kembali. lalu bagaimana denganmu? kudengar kau juga melanjutkan studymu diparis? benar begitu?"
"ya begitulah. empat tahun berada diparis untuk melanjutkan studymu dan sama baru satu bulan yang lalu aku kembali ke korea. hahaha kau terlalu percaya diri kai-ssi mana mungkin aku merindukanmu? huh" kata kyungsoo terkekeh
"aku kira kau merindukanku. uh aku terluka ketika aku mendengarmu tidak merindukanku" canda kai
"hahaha kau terlalu berlebihan. oh ya tak perlu formal padaku panggil saja aku kyungsoo tak perlu memakai embel-embel ssi"
"baiklah kyungsoo, kau juga tak perlu memakai embel-embel ssi untuk memanggilku. panggil saja aku kai atau jongin"
"ahaha baiklah. bagaimana kabarmu selama ini?" tanya kyungsoo
"baik-baik saja. lalu bagaimana denganmu?"
"aku? huh kabarku tidak baik, ya kau tahu sendirilah. chanyeol sudah menikah dan dia menikah dengan sahabatku sendiri. ya walau aku tahu jika chanyeol tidak mencintainya saat menikahi sahabatku tapi tak apa sebentar lagi dia akan bercerai dengan istrinya itu"
"apa kau yang meminta chanyeol untuk menceraikan sahabatmu itu?"
"tentu saja. aku masih mencintai chanyeol dan aku tidak mau kehilangan chanyeol"
"kau tidak merasa bersalah pada sahabtmu?"
"maksudmu?"
"ya kau telah merusak kebahagiaan sahabatmu sendiri. apa kau tak merasa bersalah padanya?" kata kai menatap kyungsoo
"ani, aku tidak merasa bersalah padanya. malah seharusnya dia yang merasa bersalah padaku karena telah mengkhianatiku. dia bahkan tahu jika aku adalah kekasih chanyeol tapi kenapa dia menikah dengan kekasih sahabatnya sendiri?"
"itukan karena ketidak sengajaan. kau juga harus memikirkan perasaan sahabatmu itu. bukankah kalian sama-sama perempuan dan kalian bersahabat? kalian pasti tahu" ucap kai sedikit menasehati kyungsoo
"seharusnya dia yang mengerti perasaanku. Chanyeol adalah kekasihku tapi kenapa dia malah menikah dengan chanyeol? bahkan apa dia bilang waktu itu jika dia mencintai chanyeol jauh sebelum aku dan chanyeol berpacaran? cih omong kosong paling-paling dia hanya mencari alasan saja" ucap kyungsoo berdecih
"jika semua itu benar bagaimana?"
"entahlah. ah sudahlah jangan membahas masalah itu lagi"
"bagaimana jika chanyeol ternyata mencintai Baekhyun?" tanya Kai
"mwo? ya kau gila? itu tidak mungkin terjadi. chanyeol sangat sangat mencintaiku" kyungsoo membelakakan matanya pada kai
"tentu saja itu bisa saja terjadi. empat tahun mereka bersama dan hampir lima tahun mereka menikah tanpa kau ketahui apa yang mereka lakukan selama empat tahun itu. setiap hari selama empat tahun mereka menjalani kehidupan mereka bersama-sama, tentu saja itu semua bisa membuat Chanyeol mempunyai perasaan pada Baekhyun dan berpaling darimu apalagi kau saja tidak menghubunginya selama empat tahun. semua bisa terjadi soo-ya" kata kai
"tapi itu tidak mungkin. aku yakin chanyeol masih mencintaiku"
"bagaimana kau tahu dia mencintaimu?"
"dia yang mengatakan sendiri padaku. bahkan dia rela berpisah dengan baekhyun dan ingin hidup bersamaku"
"hahaha itu tidak menjamin. Chanyeol hanya belum menyadari perasaannya saat ini. Jika suatu hari dia menyadarinya maka jangan harap chanyeol mau bersamamu" kata kai di selingi tawa
"tidak. aku percaya chanyeol mencintaiku dan dia akan selalu bersamaku selamanya" kata kyungsoo yakin
"heumm terserah kau saja. tapi ingat sebelum semuanya terjadi, lebih baik kau cepat menemukan orang lain yang bisa menjadi pendamping hidupmu seumur hidupmu. dari pada kau merusak rumah tangga sahabatmu sendiri dan berbaikanlah dengan sahabatmu itu. bukankah kau merindukannya? tapi terserah padamu sih. aku bukannya sok mau menasehatimu tapi aku hanya memberi saran padamu. semua yang kau jalani hanya dirimu yang menjalaninya , so dengarkan kata hatimu"
"sudah jangan terlalu dipikirkan ucapanku. Kau cantik, pintar, menarik dan menurutku kau sejujurnya baik sayang jika kau harus menjadi orang yang jahat. lagipula banyak pria diluar sana yang lebih baik dari chanyeol dan lebih mencintaimu dibandingkan chanyeol. seharusnya kau merelakan chanyeol dan memulai hidup baru dengan orang lain yang mencintaimu setulus kau mencintai chanyeol. ahh aku sepertinya terlalu banyak berbicara padamu hari ini. sudah ya aku pergi dulu, jika kau membutuhkan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahmu kau bisa menghubungimu. bye sampai bertemu lagi kyungsoo. senang bertemu denganmu lagi" kai berdiri tersenyum pada kyungsoo lalu pergi dari hadapan kyungsoo yang sedang menimbang-nimbang semua yang diucapkan oleh kai.
.
.
Satu minggu lagi sidang perceraian Chanyeol dan baekhyun akan dilaksanakan. Baekhyun sudah pasrah dan siap jika Chanyeol memang melepaskannya. Baekhyun juga sudah mempersiapkan jawaban apa yang akan dia berikan jika suatu saat nanti Yeol Bi menanyakan tentang kenapa Ayah dan Ibunya tidak tinggal bersama. Berita perceraian baekhyun dan chanyeol sudah diketahui oleh masing-masing keluarga. Awalnya keluarga Chanyeol maupun Baekhyun kecewa karena pernikahan chanyeol dan baekhyun harus berakhir.
Sehun dan Luhan pun akhirnya menerima keputusan Baekhyun yang menerima jika dia diceraikan oleh chanyeol. Luhan dan Sehun juga tidak habis pikir dengan jalan pikiran Baekhyun yaang menurut mereka sangat plinplan dari mulai menerima lalu menolak dan memohon agar chanyeol tidak menceraikannya dan sekarang Baekhyun menerima perceraian tersebut dengan tegar. Tapi apapun keputusan Baekhyun, Luhan dan Sehun menerimanya. Asalkan membuat Baekhyun bahagia maka mereka juga akan bahagia.
Apapun keputusannya nanti di sidang perceraiannya dengan Chanyeol, Baekhyun akan siap menerimanya. Mungkin inilah saatnya Baekhyun harus melepaskan semua rasa cintanya pada Chanyeol. Jika dipikir kembali memang benar pernikahan tanpa didasari oleh dua orang yang saling mencintai tidak akan bertahan lama, ya walupun banyak orang diluar sana yang menikah tanpa didasari oleh cinta bisa bertahan lama, tapi akan lebih baik jika pernikahan didasari oleh dua orang yang saling mencintai.
.
~~ Please Stay With Me ~~
Kai mencoba mendekati Baekhyun kembali dan niatnya kali ini dia akan menyatakan perasaannya pada Baekhyun yang sesungguhnya. Entah apa yang baekhyun jawab nanti , Kai akan siap menerimanya. Andaikan dia ditolak nanti, kai aqkn pasrah mungkin dia tidak ditakdirkan untuk bersama Baekhyun. Satu bulan cukup baginya untuk mengenal sosok seorang Byun Baekhyun. Kini sudah saatnya dia mulai menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Kai bahkan tidak peduli jika Baekhyun adalah istri dari sepupunya.
Kai mengajak Baekhyun melihat festival blossom di gunung namsan. Kai sengaja mengajak Baekhyun kesana karena hari ini bunga cherry blossom mulai bermekaran dengan indahnya disana. Kai mengajak Baekhyun sendiri tanpa yeol bi disampingnya karena memang niatnya hari ini kai akan menyatakan perasaannya pada baekhyun, jadi Kai meminta bantuan Sehun agar Sehun dan Luhan mau menjaga Yeol Bi untuk hari ini.
"oppa ini indah sekali. Baru kali ini aku melihat festival blossom digunung namsan. biasanya aku pergi ke pohang untuk merayakan festival blossom" ujar baekhyun dengan takjub saat melihat bunga-bunga yang bermekaran
"hahaha bagaimana kau suka?" tanya kai memandang wajah wanita yang disukainya itu tersenyum bahagia
"ne aku suka sekali oppa. terima kasih sudah mengajakku kesini" ucap baekhyun sambil tersenyum manis memperlihatkan eyes smilenya yang sangat cantik
"ne cheonma baek. syukurlah jika kau suka" kai mengusak surai baekhyun
"heumm" baekhyun kembali tersenyum
"mau berfoto dibawah pohon cherry blossom disana?" tunjuk kai pada salah satu pohon blossom yang indah
"ne ne ne oppa" baekhyun memekik girang
"kajja" kai menggandeng tangan baekhyun erat dan baekhyun mengikuti langkah kai
"kau berdiri disana dan tersenyum manis dalam hitungan ketiga aku akan memotret mu, arra?"
"ne" baekhyun mulai melangkahkan kakinya menuju pohon blossom yang kai tunjuk dan berdiri disana tak lupa dia memberikan senyuman yang manis
Kai mulai mengarahkan kameranya kehadapan baekhyun
"hana...dul...set"
-cekrekk-
satu foto berhasil kai dapatkan
"bagiamana oppa apa hasilnya bagus?" tanya baekhyun yang kini sudah berada disamping kai untuk melihat hasil jepretan kai
"umm kau terlihat cantik" ucap kai tak bohong, baekhyun terlihat cantik difoto itu membuat semburat tipis berwarna merah muda muncul dipipi baekhyun
"uhh neomu yeoppuda uri baekhyunee" kai mencubit pipi baekhyun dengan gemas
"oppaa hentikan" kata baekhyun
"hahaha lihat wajahmu memerah" tunjuk kai pada pipi baekhyun yang memerah dan baekhyun sintak langsung memegang pipinya
"ini karena oppa mencubitku terlalu keras" kata baekhyun mengempoutkan bibirnya
"hahaha ne ne mianhae"
"rasakan ini" baekhyun balas mencubiti pipi kai hingga membuat kai meringis
"yak yak hentikan" kata kai meronta
"hahaha shireo ! rssakan ini.. uh oppa neomu kyeopta" baekhyun tertawa dan terus mencubiti pipinya
"ish awaas saja kau" kai mulai mengelitiki pinggang baekhyun, membuat baekhyun melepaskan cubitannya dan memegangi perutnya yang kegelian
"ah ampun oppa.. jangan menggelitiki aku.. oppa gelii" baekhyun mencoba kabur dari kelitikan kai
"hahaha shireo !"
"oppa jeball jangan kelitiki aku ! sudah geli oppa" baekhyun mengeluarkan puppy eyesnya berharap kai mau menghentikan kegiatannya menggelitiki baekhyun
"ya hentikan aegyomu baek. ini tak mempan" kai terus menggelitiki baekhyun
"ampun oppa. jebal buing~~ buing~~"
kai akhirnya menyerah dan berhenti menggelitiki baekhyun
"kau curang sekali memakai jurus aegyomu" ujar kai
"hehehe itu cara yang ampuh agar oppa berhenti menggelitiki aku" baekhyun menjulurkan lidahnya
"yasudah ayo kita ketempat lain siapa tahu ada tempat yang menarik lagi untuk berfoto" kai menggandeng kembali tangan baekhyun membuat baekhyun tersenyum
kai mengajak baekhyun kepuncak gunung namsan, baekhyun takjub akan pemandangan dibawah gunung namsan yang indah. Baekhyun tak henti-hentinya menyunggingkan senyumannya dan dia tak hentinya memuji pemandangan alam. yang indah saat ini.
"oppa ini sungguh keren"
"sudah berualang kali kau mengatakan itu baek" diam-diam kai memotret wajah baekhyun yang tersenyum sambil melihat keindahan alam yang disuguhkan disana.
"oppa serius ini keren sekali. lain kali ajak aku kesini lagi bersama yeol bi tapi"
"ne tentu saja baek" kai mengusak rambut baekhyun
Baekhyun berkeliking melihat pemandangan indah lainnya yang disuguhkan disana. Tak sengaja matanya menatap kearah dua orang yang sedang berpelukan dengan mesra tanpa memperdulikan orang - orang yang berada disekitarnya. Baekhyun diam mematung melihat pemandangan kedua orang tersebut sampai Kai menghampirinyan dan mengajak Baekhyun pergi namun baekhyun tetap diam ditempatnya. Karena merasa tak mendapat respon dari baekhyun, Kai melihat kearah pandang baekhyun. Betapa terkejutnya Kai ketika melihat ternyata objek yang baekhyun lihat adalah chanyeol yang sedang memeluk erat tubuh kyungsoo disana. Dengan segera Kai membalik tubuh baekhyun hingga berhadapan dengannya lalu memeluk baekhyun.
"jangan dilihat jika membuatmu sakit"
"oppa" lirih baekhyun
"sstt jangan menangis. sudah sudah"
kai memeluk baekhyun dengan erat dan terus memandang ke arah chanyeol sampai chanyeol melepaskan pelukannya pada kyungsoo dan mata mereka saling bertubrukan. Kai melepaskan pelukannya pada baekhyun , menghapus air mata baekhyun lalu mencium bibir baekhyun agar baekhyun berhenti menangis.
Perlakukan kai tersebut membuat tiga orang terkejut. Kai diam-diam menyunggingkan senyumannya disela ciumannya dengan Baekhyun. Kai sebenarnya sengaja mencium baekhyun saat chanyeol melihatnya , dia ingin tahu bagiaman perasaan chanyeol jika chanyeol melihat baekhyun dipeluk dan dicium oleh orang lain. Kai semakin memperdalam ciumannya pada Baekhyun yang sudah terlena dengan ciuman darinya.
Chanyeol geram dan mengepalkan tangannya lalu pergi dari hadapan kai diikuti oleh kyungsoo. Merasa Chanyeol sudah pergi, kai melepaskan ciumannya lalu mengusap saliva yang mengalir dibibir baekhyun.
"maafkan aku baek" Kai menundukkan kepalanya merasa bersalah karena telah mencium Baekhyun
"gwenchana oppa" baekhyun menyunggingkan senyumannya
"baek, ada yang ingin aku bicarakan padamu" Kai menatap tajam kedalam kedua bola mata milik Baekhyun
"apa itu oppa?"
kai mulai menggenggam jemari baekhyun
"baek, aku tahu ini salah tapi aku tak bisa menyembunyikannya lagi. Baek aku mencintaimu. aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu didalam bus waktu itu. aku tahu aku salah telah mencintai istri dari sepupuku sendiri, tapi aku tidak peduli. Aku tidak bisa memendam persaanku lagi. Byun Baekhyun aku mencintaimu maukah kau menerimaku menjadi pendamping hidupmu kelak setelah kau bercerai dengan chanyeol?" Kai menatap baekhyun penuh harap. Kai benar-benar berharap baekhyun menerima pernyataan cintanya itu.
"oppa. terima kasih. aku juga mencintaimu..."
.
.
.
TBC
.
.
Annyeong Chingudeul ~~
I am back again ^^
ini termasuk fast update kan? iya kan? benar kan? hhihihihi
how about this chapter? like this or no? hope you all like this chapter
jujur banget gak pede buat update ini chapter takut jelek dan makin gaje :(
maaf ya kalau chapter ini kurang memuaskan *bow*
oh ya yuki mau kasih tahu mungkin 2 atau 1 chapter lagi ff ini akan segera tamat, karena saya sudah tidak tega membuat baek oppa menderita *huahh mian oppa T.T
okay cukup sekian cuap-cuap dari yuki
sampai jumpa di chap selanjutnya yah
payy~~ payy
RnR ?
