"Please Stay With Me"

Main Cast : Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Other Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim Jongdae / Chen

Kim Jong In / Kai

All member Exo and Other

Rated : T

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan,Agency dan ortu mereka so saya hanya meminjam nama saja

Warning : This Is Genderswitch (GS for Uke), mohon maaf jika ada kesamaan cerita tapi ini semua murni dari pemikiran author , don't bash and plagiat, bahasa campur aduk tidak sesuai EYD


BackSong : Dana - Maybe We


A love that will never change even when time passes

I love you – even if I'm born again, I only love you

Out of the many people under this spacious sky
I will love you alone forever
You're someone who always protects me
A person who loves me more than I love myself
A person who makes me laugh just by looking

Dana - Maybe We


CHAPTER 8 :

.

"baek, ada yang ingin aku bicarakan padamu" Kai menatap tajam kedalam kedua bola mata milik Baekhyun

"apa itu oppa?"

kai mulai menggenggam jemari baekhyun

"baek, aku tahu ini salah tapi aku tak bisa menyembunyikannya lagi. Baek aku mencintaimu. aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu didalam bus waktu itu. aku tahu aku salah telah mencintai istri dari sepupuku sendiri, tapi aku tidak peduli. Aku tidak bisa memendam persaanku lagi. Byun Baekhyun aku mencintaimu maukah kau menerimaku menjadi pendamping hidupmu kelak setelah kau bercerai dengan chanyeol?" Kai menatap baekhyun penuh harap. Kai benar-benar berharap baekhyun menerima pernyataan cintanya itu.

"oppa. terima kasih. aku juga mencintaimu... tapi maaf aku tidak bisa menerima permintaanmu. aku mencintaimu sebagai oppaku. kau kan tahu aku sangat mencintai chanyeol walau aku tahu chanyeol tak akan pernah mencintaiku. jadi maafkan aku oppa, aku tidak bisa menerima pernyataan cintamu. kau pantas mendapatkan orang yang lebih baik dariku dan orang yang kelak mencintaimu sepenuh hati. tapi itu bukan aku oppa. sekali lagi maafkan aku" baekhyun menundukkan kepalanya dan melepaskan tangan kai yang menggenggamnya

"ne gwenchana aku mengerti. jadi kita tetap menjadi teman?" kata kai menyunggingkan senyumannya dan menjulurkan tangannya

"ne teman" baekhyun membalas uluran tangan kai dan tersenyum pada kai

.

.


Chanyeol sangat marah sekali setelah dia melihat adegan Kai yang kembali mencium bibir istrinya itu. Bahkan kali ini dia membanting pintu apartemennya dengan sangat keras hingga membuat Kyungsoo kaget sekali. Chanyeol benar-benar emosi saat ini, dia ingin menghabisi sepupunya yang kurang ajar itu.

"argh Kim sialan Jongin ! sudah kuperingatkan jangan pernah dekati Baekhyun apalagi sampai dia mencium bibir baekhyun kembali ! sial sial sial !" chanyeol merutuk dan mengumpat bahkan dia tidak peduli jika sedari tadi Kyungsoo memperhatikannya.

"sepertinya kau sangat kesal sekali yeol?" tanya kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan

"tentu saja ! Baekhyun istriku ! dan Kai aishh benar-benar !" chanyeol menjambaki rambutnya kesal

"Kau cemburu?"

"apa maksudmu?"

"yeah kupikir kau cemburu pada kai"

"hahha kau bercanda? Tidak mungkin aku cemburu pada kai" chanyeol tertawa canggung

"jujur saja yeol pada perasaanmu, kau sudah mulai mencintai baekhyun kan?" ucap kyungsoo dan membuat chanyeol terdiam

"molla" lirih chanyeol

"hhh sekarang aku paham kenapa kau memutuskan hubungan kita tadi. Kau memang mencintai baekhyun, benar begitu kan? Kau memutuskan hubungan kita dan membatalkan percerian itu bukan karena Yeol Bi kan? Tapi karena memang kau mencintai Baekhyun dan tidak ingin berpisah darinya bukan? Sudahlah yeol jujur saja pada perasaanmu" ujar kyungsoo

"…" chanyeol hanya terdiam

"kau harus jujur pada perasaanmu yeol dan katakan pada Baekhyun secepatnya jika kau memang mencintai Baekhyun" lanjut kyungsoo lagi

"tapi bagaimana denganmu?"

"hahaha aku? tenanglah aku sudah tidak apa-apa sekarang aku sadar jika mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama, jadi jangan pikirkan perasaanku . yang terpenting sekarang kau harus mementingkan perasaanmu dan juga Baekhyun. Jika kau mencintai Baekhyun maka ungkapkanlah yang sejujurnya"

"tapi…."

"sstt ikuti kata hatimu" kyungsoo mengecup bibir chanyeol sekilas untuk yang terakhir kalinya

"ah sudah ya,,, sebaiknya kau pikirkan perkataanku tadi. Kabari aku jika kau sudah mengungkapkan semua perasaanmu pada Baekhyun dan kembali padanya. Annyeong chanyeol, semoga kau berhasil !" Kyungsoo menepuk pundak chanyeol tak lupa dia menyunggingkan senyumannya lalu pergi dari apartemen chanyeol

.

.


~ChanBaek~


Hari ini Chanyeol mengajak Baekhyun dan Yeol Bi ke pantai, sudah lama sekali Chanyeol tidak mengajak Baekhyun dan Yeol bi bermain dipantai. Terakhir mereka pergi ke pantai satu tahun yang lalu saat ulang tahun Yeol Bi yang ke 3 tahun dan tepat pada hari ini juga Yeol Bi berulang tahun yang ke 4 tahun.

Kini mereka sudah sampai dipantai , Yeol bi memekik senang karena ayahnya mengajaknya kembali ke pantai. Chanyeol dan Baekhyun berjalan dipasir pantai menuntun Yeol Bi yang sudah tidak sabar menuju tepi pantai. Chanyeol menggandeng tangan Yeol Bi sebelah kanan dan Baekhyun memegang tangan Yeol bi disebelah kiri. Orang-orang yang berada disekitar tepi pantai yang melihat bagiamana pasangan Chanyeol dan Baekhyun yang terlihat bahagia bersama anak mereka menatap keluarga bahagia itu dengan tatapan kagum dan iri.

Baekhyun mulai melepaskan tangan Yeol Bi dan menyuruh Chanyeol untuk menemani Yeol bi bermain air sedangkan dirinya menunggu ayah dan anak tersebut dipinggiran pantai yang tak jauh dari tempat yeol bi bermain. Baekhyun mulai menggelar tikar yang dia bawa dari rumah lalu dia juga menyiapkan bekal yang dia bawa menjaga-jaga jika mereka kelaparan nantinya.

Angin pantai yang berhembus sepoi-sepoi dan desiran ombak yang mengalir serta pemandangan alam yang indah dipantai ini membuat hati Baekhyun terasa damai apalagi ketika melihat suami dan anak tercintanya bermain dengan wajah yang gembira membuat Baekhyun tak hentinya tersenyum. Baekhyun berharap jika ini bukan hanya mimpi dan jika ini mimpi Baekhyun ingin dia tertidur selamanya karena tidak ingin menghilangkan memory yang indah ini. Mengingat persidangan perceraiannya nanti yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi membuat Baekhyun tidak ingin melepas kebersamaan yang indah ini.

Chanyeol dan Yeol Bi masih betah bermain di tepi pantai, Ayah dan anak tersebut tertawa bahagia. Pasangan ayah dan anak tersebut sedang asik membuat istana dari pasir pantai setelah istana dari pasir tersebut berdiri dengan kokohnya mereka akan tertawa bahagia namun jika ombak yang bergulung tersebut menyapu pasir pantai hingga membuat istana tersebut hancur , yeol bi akan mengerucutkan bibirnya kesal sedangkan chanyeol tertawa melihat tingkah anaknya yang lucu tersebut.

Jika gemas Chanyeol akan mengoleskan pasir pantai yang basah itu ke pipi yeol bi dan membuat yeol bi berteriak kesal pada ayahnya. Dan terjadilah aksi kejar kejaran antara ayah dan anak tersebut Seperti saat ini.

"eyy anak appa jangan cemberut seperti itu" goda chanyeol gemas akan tingkah anaknya ini

"yeol bi kesal istananya kan jadi rubuh lagi" yeol bi makin mengerucutkan bibirnya

"jangan kesal ayo kita buat lagi istananya"

"shileo ! yeol bi tidak mau percuma nanti istananya akan rubuh lagi"

"hmm yasudah bagiaman kalau kita bermain?"

"bermain apa appa?" tanya yeol bi dengan mata berbinar

"bermain ini" chanyeol mengoleskan pasir ke pipi yeol bi

"yak appa jahat ! pipi yeol bi jadi kotor" yeol bi memukul-mukul lengan chanyeol membuat chanyeol tertawa kencang

"ampun ampun hahaha jangan pukul appa"

"biarkan rasakan ini" yeol bi tertawa dan terus memukul lengan chanyeol

"coba kalau bisa pukul appa lagi" chanyeol melarikan diri dari yeol bi dan berlari kecil membuat yeol bi mau tak mau mengejar ayahnya itu

"yak appa jangan berlari" yeol bi berteriak dan terus mnegejar chanyeol yang berlari menuju tempat Baekhyun duduk

sesampainya ditempat baekhyun, chanyeol bersembunyi dibelakang baekhyun dan memegang pundak baekhyun.

"eyy ada apa ini?" tanya baekhyun tidak mengerti kenapa chanyeol bersembunyi dibalik tubuh baekhyun

"sstt diam yeol bi sedang mengejarku"

"appa hoshh hoshh" yeol bi berhenti dihadapan baekhyun lalu berjongkok karena kelelahan mengejar ayahnya

"appa jangan bersembunyi dibelakang eomma" kata yeol bi kesal

"wae? kenapa tidak boleh? ayo kejar appa lagi" goda chanyeol, dia senang sekali menjahili anaknya

"tunggu dulu appa, yeol bi lelah" yeol bi malah duduk

"uh anak eomma lelah?" baekhyun hendak menghampiri yeol bi namun chanyeol menahannya

"biarkan saja dia hanya berpura-pura" bisik chanyeol

"tapi dia benar-benar lelah chan lihat wajahnya" kata baekhyun

"diam saja" bisik chanyeol lagi dan membuat baekhyun pasrah

"anak appa sangat payah masa berlari seperti itu saja sudah lelah, ayo sini" chanyeol menantang yeol bi dan membuat yeol bi kembali bersemangat untuk menangkap ayahnya dan memukul ayahnya kembali

"yeol bi tidak payah" yeol bi bangkit berdiri dan menghampiri chanyeol membuat chanyeo tersenyum senang dan memutar baekhyun dan terus bersembunyi dibalik punggung baekhyun.

"yak chan jangan memutar tubuhku" kata baekhyun kaget ketika chanyeol malah memutar tubunnya

"appa rasakan ini" yeol bi memukul-mukul lengan chanyeol

"ampun ampun" chanyeol tertawa dan berpura-pura kesakitan

"rasakan ini" yeol bi bahagia karena bisa memukul ayahnya itu

"sudah-sudah bermainnya" ucap baekhyun melerai pertengkaran yeol bi dan chanyeol karena kini posisi chanyeol tidur dipangkuannya dan yeol bi yang terus memukuli ayahnya tersebut

"yeol bi sayang sudah jangan pukuli appamu, lihat kasihan dia" kata baekhyun menenangkan anaknya itu agar berhenti memukuli chanyeol

"tapi eomma,, appa sudah jahil padaku, lihat ini wajah yeol bi jadi kotor karena appa" adu yeol bi pada baekhyun membuat baekhyun terkekeh dan membersihkan pipi yeol bi yang terkena pasir dengn tangannya

"nah sudah bersih jadi berhenti memukuli appamu arra?"

"ne eomma" yeol bi mengangguk patuh lalu duduk disamping baekhyun

"hahahaha" chanyeol tetap tertawa dipangkuan baekhyun

"kenapa kau tertawa chan?" tanya baekhyun mengerutkan dahinya

"hahah anakmu sangat lucu baek, lihat dia persis sepertimu dulu saat aku menjahilimu seperti itu" ucap chanyeol mengingat bagaimana dia menjahili baekhyun dulu sama seperti saat ini dia menjahili anaknya

"yak dia anakmu juga chan ! aishh" baekhyun memukul lengan chanyeol keras membuat chanyeol meringis dan berhenti tertawa

"aww appo baek"

"biarkan saja" baekhyun menjulurkan lidahnya

"uh ibu dan anak sama-sama suka memukul" chanyeol bangkit dari pangkuan baekhyun dan duduk dihadapan baekhyun

"eomma aku lapar" ucap yeol bi memegangi perutnya

"anak eomma lapar? sebentar ne, eomma akan mengambil bekal untukmu" baekhyun mengambil sekotak wadah makan yang berisi gimbab dan diberikan pada yeol bi

"ini sayang makanlah" kata baekhyun memberikan sekotak makan gimbab untuk yeolbi

"suapi" kata yeol bi manja dan membuat baekhyun tersenyum lalu mengambil sepotong gimbab dan memasukkannya ke mulut yeol bi

"aku juga lapar" kata chanyeol merajuk

"eyy ya ambil sendiri" ucap baekhyun

"aku juga mau kau suapi" kata chanyeol mengikuti gaya yeol bi tadi

"ish kau sudah besar chan, makan sendiri" kata baekhyun yang sibuk menyuapi yeol bi

"uh kau jahat padaku" chanyeol mengerucutkan bibirnya merajuk dan membuat baekhyun mendengus geli melihat tingkah suaminya ini

"hahaha hentikan wajahmu yang sepeti itu, sangat tidak pantas sekali"

"kenapa memangnya? habis kau tak mau menyuapiku" chanyeol semakin mengerucutkan bibirnya

"hahah ne ne buka mulutmu aaaa" bekhyun menyodorkan sepotong gimbab di depan mulut chanyeol dan chanyeol tersenyum senang dan melahap gimbab beserta jari baekhyun kedalam mulutnya

"ish lepaskan chan, kau jorok sekali" kata baekhyun berusaha melepaskan jarinya dari dalam mulut chanyeol

"hehehe mian" chanyeol nyengir dan baekhyun mengelap jarinya dengan tissue

"eomma yeol bi haus"

baekhyun dengan segera mengambil botol minum yeol bi dan memberikannya pada yeol bi lalu yeol bi meminumnya

"gomawo eomma" yeol bi mengembalikan botol minumnya pada yeol bi setelah itu yeol bi tidur dan menyenderkan kepalanya dipaha baekhyun

"yeol bi sepertinya sangat kelelahan" kata baekhyun mengelus rambut yeol bi

"hmm sepertinya" balas chanyeol sambil terus memandangi yeol bi

"apa sebaiknya kita pulang saja?" tanya baekhyun

"jangan biarkan seperti ini dulu,, biarkan yeol bi tertidur dipangkuanmu dulu"

kata chanyeol lalu berpindah posisi duduk disamping baekhyun dan menyenderkan kepalanya di bahu baekhyun

"chan?" lirih baekhyun

"biarkan seperti ini baek" ucap chanyeol sambil memejamkan matanya

Lama keheningan menyelimuti mereka, hanya suara angin dan ombak yang terdengar diantara mereka, hingga chanyeol yang pertama kali membuka suaranya

"jika aku membatalkan perceraian ini bagiamana perasaanmu?" ucap chanyeol dan membuat baekhyun menegang

"ka-kau akan membatalkan perceraian ini chan?" tanya baekhyun

"aku hanya berumpama padamu" ujar chanyeol membuat baekhyun kembali menundukkan kepalanya

"ah begitu,, jika kau membatalkan perceraian ini bagaimana perasaanku? tentu saja aku akan merasa senang karena dengan begitu aku tak perlu menjawab pertanyaan yeol bi suatu saat nanti jika menanyakan kenapa ayah dan ibunya berpisah" ucap baekhyun

"begitu... oh ya baek, aku ingin bertanya padamu. apa kau masih mencintaiku?" tanya chanyeol kembali dan membuat baekhyun menatap chanyeol yang masih nyaman dengan posisimya saat ini

kedua mata chanyeol dan baekhyun saling berhadapan

"kenapa kau bertanya seperti itu heum?" tanya baekhyun dengan tatapan yang teduh dan mengusap pipi chanyeol

"ani tidak apa" chanyeol tersenyum

"tentu saja aku masih mencintaimu. sudah ku katakan berapa kali padamu, aku akan tetap mencintaimu walau kau tak pernah bisa membalas cintaku" kata baekhyun yang masih terus mengusap pipi chanyeol membuat chanyeol memejamkan matanya

"baek jika kukatakan aku mencintaimu apa kau akan percaya?"

"hahaha sudah jangan berandai-andai seperti itu . kau membuatku terlalu berharap padamu. sudahlah" baekhyun berhenti mengusapkan jarinya dipipi chanyeol dan mengalihkan pandangannya kepada hamparan pantai yang membentang

"baek aku ingin membatalkan perceraian kita dan aku ingin kita mengulang semuanya dari awal, aku kau dan anak kita yeol bi tanpa ada orang lain diantara kita. Setelah perkataan kai waktu itu dan nasehat Sehun yang selalu dia katakan padaku lalu ucapan kyungsoo yang membuatku sadar akan perasaanku, sepertinya memang benar jika aku mencintaimu. dan sekarang aku ingin kau tetap berada disampingku menamaniku dan menjadi ibu untuk anak-anak kita. jadi byun baekhyun maukah kau menjadi pendamping hidupku selamanya?" chanyeol memposisikan dirinya didepan baekhyun kembali dan menangkup kedua pipi baekhyun dan memandang dalam ke mata baekhyun yang kini berkaca-kaca

"kau,, ka-kau pasti bercanda kan chan? berhentilah bercanda karena candaanmu ini menyakiti hatiku" kata baekhyun yang kini meneteskan air matanya

"tidak aku tidak bercanda baek,,, tatap mataku apa kau melihat jika aku sedang bercanda? hey dengarkan aku baik-baik, perasaan itu tidak bisa dipermainkan. aku serius mengatakan ini padamu baek. aku benar-benar menyesal karena selama ini telah menyia-nyiakan dirimu maafkan aku baek. sejujurnya aku merasa tidak pantas menjadi orang yang kau cintai. aku ,, aku benar-benar merasa bersalah padamu baek. maafkan aku baek. apa kau mau memaafkan ku baek dan mengulang semuanya dari awal? aku berjanji aku tidak akan menyakitimu lagi" chanyeol menatap baekhyun dengan air mata yang juga mengalir di matanya. Baekhyun tertegun melihat chanyeol yang menangis seperti itu. Baekhyun lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan pertanyaan chanyeol jika ia sudah memaafkan chanyeol dan dia senang jika chanyeol sudah mulai mencintainya

"ne aku memaafkan mu chan dan aku juga mau mengulangnya dari awal ani tidak perlu, kita teruskan saja pernikahan ini dan hidup bahagia bersama yeol bi. Eotte?"

"benarkah? terima kasih baek. aku mencintaimu" dengan cepat chanyeol merengkuh tubuh baekhyun dan membawa baekhyun kedalam pelukannya.

"nado saranghae chanyeol" Baekhyun membalas pelukan Chanyeol dengan erat

Setelah beberapa saat mereka berpelukan, Baekhyun mulai melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang sempat terjatuh karena saking bahagianya.

"lalu bagaimana dengan kyungsoo?" tanya baekhyun kemudian sambil terus menghapus air matanya

"jangan dipikirkan, hubunganku dan kyungsoo sudah berakhir, jadi kau jangan memikirkannya" chanyeol menangkup kedua pipi baekhyun dan ikut membantu mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi baekhyun

"jongmalyo?"

"ne jinja" chanyeol tersenyum sangat manis pada baekhyun

"chanyeol-ah,,,, gomawo" ucap baekhyun balas tersenyum

"untuk?"

"terima kasih karena kau sudah mencintaiku. Aku senang sekali akhirnya kau membalas perasaanku" baekhyun tertawa bahagia

"ne, seharusnya aku yang berterima kasih padamu. Terima kasih karena sudah mencintaiku dengan tulus"

Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun, hidung mereka sudah saling bersentuhkan dan deru nafas chanyeol mulai terasa di bibir baekhyun. Sedikit lagi bibir mereka akan saling bersentuhan , Yeol Bi malah terbangun dari tidurnya dan merengek membuat Chanyeol memundurkan kembali wajahnya sedangkan Baekhyun wajahnya kini memerah menahan malu.

"eomma, appa yeol bi ingin pulang" rengek yeol bi menarik-narik lengan baekhyun dengan manja

"eoh princess appa ingin pulang?" tanya chanyeol dan kini menggendong yeol bi kedalam pangkuannya

"eumm ne appa, yeol bi ingin pulang. Disini sangat dingin" yeol bi menyenderkan kepalanya didada chanyeol dan melingkarkan lengannya dipinggang chanyeol dengan manja hingga membuat baekhyun dan chanyeol terekekh melihatnya

"anak appa kedinginan ? uhh kasihan sekali, baiklah ayo kita pulang" chanyeol berdiri sambil masih tetap menggendong yeol bi, sedangkan baekhyun kini membereskan barang-barangnya . Setelah Baekhyun selesai membereskan barangnya merekapun pulang

.

"sudah jangan bersedih, kau benar sudah merelakannya. Aku yakin kau akan mendapatkan pria yang lebih baik dari sepupuku itu"

"ne Kai, aku pun berharap kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari sahabatku itu"

.

.

.


Kabar bahagia bahwa perceraian Baekhyun dan Chanyeol dibatalkan membuat keluarga Chanyeol dan Baekhyun beserta sahabat-sahabat dari keduanya ikut merasakan kebahagiaan itu. Bahkan nyonya Park dan Yoora kakak Chanyeol terus tersenyum dan memeluk Baekhyun dengan sangat erat ketika Chanyeol membawa Baekhyun dan Yeol Bi berkunjung kerumahnya untuk memberitahukan kabar bahagia ini.

"ahh Baekhyun menantuku,,, eomma senang karena kau tetap menjadi menantuku" nyonya park terus saja menciumi pipi baekhyun dan memeluk baekhyun dengan erat

"ne, eomma . Baekhyun juga senang sekali"

"baekhyun adikku sayang chukkae" kini giliran yoora yang memeluk baekhyun erat hingga membuat baekhyun tak henti-hentinya tersenyum

"ne eonni….. gomapta"

"kau benar-benar yeoja yang sangat hebat baek, aku bangga memiliki adik ipar sepertimu. Tidak salah aku merestuimu menjadi istri chanyeol. aku sayang padamu uri baekhyunee" yoora tersenyum senang. Yoora sebenarnya tahu semua tentang perasaan Baekhyun pada Chanyeol karena Baekhyun menceritakan semua isi hatinya pada Yoora.

"nado eonni, aku juga menyayangimu"

"sudah acara pelukannya, kajja kita makan malam bersama, eomma sudah menyiapkan semua makanan untuk merayakan kabar gembira ini. Ayo kita makan" kata nyonya park mengajak baekhyun dan yoora untuk segera keruang makan untuk makan malam bersama.

.

.

"wah sobat kau memilih pilihan yang sangat tepat ! tidak sia-sia aku menceramahimu setiap saat hingga akhirnya kau sadar" sehun menepuk pundak chanyeol dengan keras karena bangga akan pilihan sahabatnya itu

"hahaha ne sobat. Ini semua berkat wejangan yang kau berikan padaku dan jangan lupa pukulanmu waktu itu" kata chanyeol tertawa

"eoh kau masih mengingat itu? Maafkan aku, aku terbawa emosi"

"hahaha tidak apa, aku mengerti. Jika aku menjadi dirimu mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama"

"tentu saja ! makanya jangan pernah kau menyakiti Baekhyun lagi, untung saja hanya aku dan Luhan yang memukulmu bagaimana jika Baekboom hyung? kau bisa mati karena telah menyakiti adik yang paling dia cintai satu-satunya"

"ih aku tidak bisa membayangkannya" chanyeol bergedik ngeri membayangkan kemurkaan baekboom

"hahaha sudah yang terpenting kau sekarang jangan mengulang kesalahanmu lagi"

"ne aku tidak akan mengulang kesalahanku lagi, aku akan memperbaiki semuanya. Terima kasih atas saranmu sobat. Kau memang sahabatku yang terbaik Oh Sehun" chanyeol merangkul pundak sehun

"heumm ne aku tahu itu"

.

.

"Baekhyun chukkae, akhirnya apa yang kau inginkan tercapai" Luhan memeluk Baekhyun dengan senyum yang selalu merekah dibibirnya

"gomawo lulu. Aku tak menyangka jika Chanyeol akhirnya membalas perasaanku. Aku tak tahu lagi bagaimana caraku mengungkapkan semua perasaanku ini. Ini terlalu membuatku senang"

"hahaha aku juga ikut senang mendengarnya baek selamat atas kebahagianmu. Jika Chanyeol kembali menyakitimu katakan padaku, aku akan membunuhnya kali ini"

"hahaha kau kejam sekali ingin membunuh suamiku"

"eyy sekarang kau memanggilnya suamimu? Uhh romantic sekali"

"sudah akh kau membuatku malu" baekhyun menutupi wajahnya dengan telapak tangannya

"hahaha" luhan tertawa melihat tingkah sahabatnya yang lucu ini

.

.

.


Sepuluh tahun kemudian…..

"noona,,,, teman sekelas Chanhyun selalu mendekati Chanhyun. Chanhyun risih dengannya, kemanapun Chanhyun pergi dia pasti mengikuti Chanhyun" ujar bocah laki-laki berumur tujuh tahun bercerita pada kakak perempuannya

"kenapa kau risih? Mungkin dia hanya ingin berteman denganmu sayang" ucap sang ibu yang kini terkekeh mendengar percakapan dua buah hatinya itu

"dia selalu menempelliku eomma, katanya dia menyukaiku. Aku kan tidak suka padanya" gerutu chanhyun sambil memanyunkan bibirnya

"eoh anak appa yang tampan ini sudah mempunyai penggemar rupanya?" kata sang ayah mengelus kepala anaknya itu dengan sayang

"memang siapa nama teman chanhyun itu?" tanya sang noona yang akhirnya angkat bicara

"nama temanku…."

-ting—tongg—

"ah sebentar biar eomma yang membukanya" ujar Baekhyun membukakan pintu rumahnya yang ternyata adalah Ibu dari Chanhyun dan juga Yeol Bi kakak perempuan Chanhyun

"Annyeong haseyo ahjumma, Yeol Bi eonni ada?" sapa Hani lembut pada Baekhyun

"oh annyeong hanni,, yeol bi eonni ada didalam kau masuk saja. Kau kesini sendiri?" tanya Baekhyun yang kini menutup pintu rumahnya

"tadi appa yang mengantarku kesini" jawab hani

"begitu, yasudah kau tunggu ya, ahjumma akan memanggilkan yeol bi"

"ne ahjumma"

Baekhyun kembali ke meja makan dan memanggil Yeol Bi.

"Yeol bi sayang, Hani sudah datang, cepat habiskan makanmu dan temui dia" kata baekhyun menghampiri anaknya itu

"omona hanni noona datang eomma? Chanhyun harus menemui hani noona" Chanhyun bangkit dari tempat duduknya dan dengan cepat dia berlari menuju ruang tamu untuk menemui Hanni noonanya tercinta

"noona" pekik chanhyun dengan gembira

"oh hay chanhyun" hani berdiri dan menyapa chanhyun tak lupa dia memberikan senyuman yang sangat manis membuat chanhyun semakin memekik senang

"noona mau berangkat sekolah bersama yeol bi noona?"

"heum ne" hani mengusak rambut chanhyun membuat bocah berumur tujuh tahun itu merona

"wahh aku jadi ingin cepat-cepat menginjak junior high school agar bisa berangkat sekolah bersama hanni noona. pasti menyenangkan"

"hahha kalau begitu belajar yang rajin" ucap hani memberi semangat

"tentu saja noona!"

"hani maaf lama menunggu. kajja kita berangkat" ujar yeol bi yang tiba-tiba sudah berdiri disamping hani

"eoh eonni sudah selesai?" tanya hani

"ne. ayo berangkat. eomma appa yeol bi dan hani berangkat dulu ya" teriak yeol bi dari ruang tengah

"ne hati-hati sayang" balas baekhyun

"bye chanhyun" hani melambaikan tangannya pada chanhyun yang dengan setianya mengantarkan hani dan yeol bi sampai dipintu depan rumah

"bye noona cantik. saranghae" pekik chanhyun membuat hani terkikik geli mendengarnya

.

.


"eomma, appa aku ingin masuk sekolah ketempat hani noona bersekolah" rengek chanhyun kepada kedua orang tuanya saat yeol bi dan hani sudah berangkat sekolah

"ehh?" baekhyun dan chanyeol saling menatap

"kau harus menyelesaikan sekolah dasarmu dulu sayang. baru kau bisa masuk sekolah ketempat hani noona dan yeol bi noona bersekolah" ujar baekhyun lembut

"uh itu lama sekali eomma. apa tidak bisa sekarang?" tanya chanhyun polos membuat chanyeol terkekeh

"hahaha tidak bisa sayang. makanya kau harus rajin belajar agar kau cepat lulus dari sekolah dasarmu. arrachi?" ucap chanyeol

"arra. keurae kalau begitu aku akan belajar dengan rajin agar bisa bersekolah bersama noona cantik" kata chanhyun dengan semangatnya

"hahaha kalau begitu cepat habiskan sarapanmu. appa akan mengantarkan jagoan appa ini sekolah" chanyeol menepuk pundak chanhyun

"ne siap appa" chanhyun kembali memakan sarapannya yang sempat tertunda tadi.

Baekhyun tak henti-hentinya tersenyum melihat keluarganya yang bahagia ini. Ternyata tidak sia-sia penantiannya selama ini. Kini Baekhyun telah hidup bahagia bersama dengan Chanyeol tanpa ada penghalang lagi diantara hubungan mereka. Baekhyun yang semakin hari semakin mencintai Chanyeol , begitu pula dengan chanyeol yang semakin hari semakin mencintai sosok wanita cantik disampingnya itu.

Setelah membatalkan perceraiannya dengan Baekhyun, Chanyeol memulai hidup barunya kembali bersama baekhyun wanita yang kini sangat ia cintai. Sudah empat belas tahun pernikahan mereka berjalan dengan baik walaupun sempat terkena badai masalah yang hampir membut pernikahan mereka kandas, tapi berkat kekuatan cinta akhirnya pernikahan mereka bisa kembali terjalin dengan lancarnya. Bahkan kini mereka sudah dikaruniai seorang putra yang sangat tampan bernama Park Chanhyun. Lengkap sudah kebahagian yang dimiliki oleh Baekhyun dan Chanyeol.

.

.

end


~Please Stay With Me~


Epilog :

.

.

.

Flashback :

Chanyeol mengajak Kyungsoo berjalan-jalan melihat festival blossom di gunung namsan. Sebenarnya niat Chanyeol hari ini mengajak Kyungsoo kesana adalah untuk membicarakan masalah hubungan mereka yang akan Chanyeol akhiri. Chanyeol sengaja mengajak kyungsoo kesana karena dia ingin memberikan moment yang indah untuk terakhir kalinya mereka menjadi sepasang kekasih.

Chanyeol membawa Kyungsoo kepuncak gunung namsan dan sesampainya diouncak gunung tersebut, Chanyeol mulai membicarakan maksud dia mengajak kyungsoo melihat festival blossom. Kyungsoo sedih ketika dengan teganya Chanyeol mengatakan bahwa hubungan mereka harus berakhir. Ternyata apa yang dikatakan Kai waktu itu benar jika Chanyeol mungkin saja akan meninggalkannya.

"Kyungi mianhae, sepertinya hubungan kita harus berakhir sampai disini. Jongmal mianhanda kyungsoo"

Perkataan chanyeol barusan membuat hati kyungsoo sakit, apa berakhir? Setelah sekian lama mereka menjalin hubungan dan sekarang harus berakhir?

"w-wae? Kenapa harus berakhir chan? Bukankah kau ingin hubungan kita terus bersama sampai kita menikah?"

"mianhe kyung. Aku tidak bisa meninggalkan Yeol Bi. Aku tidak ingin yeol bi sakit jika dia tahu ayahnya bercerai dengan ibunya. Maafkan aku kyung"

"kau bohong ! pasti bukan karena yeol bi ! sebenarnya alasanmu memutuskan hubungan kita adalah karena baekhyun bukan? Karena kau mencintai baekhyun kan? Jawab aku chanyeol? hiks" kyungsoo memukul-mukul dada chanyeol

Kyungsoo hanya bisa menangis sedangkan chanyeol yang bisa dia lakukan saat ini adalah memeluk tubuh kyungsoo agar kyungsoo tenang dan berhenti menangis. Tapi siapa disangka ternyata Baekhyun melihat mereka berpelukan dan terjadi kesalah pahaman disana.

"maafkan aku kyungsoo, maafkan aku"

"kau jahat padaku chan ! apa kau tidak tahu aku sangat mencintaimu?"

"maafkan aku kyung. Aku tahu itu kyung tapi maafkan aku. ini sudah menjadi keputusanku. Sekali lagi maafkan aku. semoga kau mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku dan lebih mencintaimu"

"tentu saja. aku akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik darimu , lebih tampan darimu dan lebih mencintaiku ! tidak seperti dirimu ! huh hahaha" kyungsoo melepaskan pelukan chanyeol, sedangkan chanyeol heran kenapa tiba-tiba raut wajah kyungsoo berubah seperti ini. Bukankah tadi dia menangis? Kenapa sekarang dia tertawa? Apa dia gila karena telah diputuskan chanyeol? oh tidak jangan sampai itu terjadi.

"kyung, kau tidak gila kan?" tanya chanyeol dengan polosnya

"MWO? Apa kau bilang gila? Enak saja kau menyebutku gila ! dasar park sialan" kyungsoo memukul pundak chanyeol dengan keras

"aww sakit kyung"

"rasakan itu !" kyungsoo memukul chanyeol hingga chanyeol menolehkan kepalanya dan matanya bertemu pandang dengan Kai.

Awalnya chanyeol melindungi dirinya dari pukulan kyungsoo, namun saat melihat kai menyeringai, Chanyeol diam menatap kai yang kini telah mencium bibir baekhyun. Sungguh hati chanyeol sangat sakit melihatnya. Sudah dua kali Kai mencium bibir istrinya itu. Tangan chanyeol mulai mengepal , dia begitu kesal. Hampir saja dia akan menghampiri kai namun niatnya tidak jadi karena kyungsoo dengan cepat menarik pergelangan tangannya hingga akhirnya chanyeol pergi dari hadapan kai diikuti oleh kyungsoo.

Flashback End

.

.

.


Flashback :

Setelah menceritakan semua masalahnya pada Kai, Kyungsoo mengajak Kai untuk menemaninya jalan-jalan ke pantai merefreshingkan semua pikirannya. Dengan senang hati Kai menuruti permintaan Kyungsoo. Kyungsoo merasa senang pada kai karena kai mau menjadi pendengar yang baik untuknya. Kyungsoo juga senang dengan Kai karena ketika Kyungsoo bersedih hanya Kai-lah yang menghiburnya.

Kyungsoo dan Kai kini telah berada dipantai dan menikmati hari libur mereka dan juga untuk merefershingkan pikiran. Kyungsoo selalu tertawa saat Kai mulai melantunkan leluconnya pada kyungsoo. Saat mereka berjalan-jalan dihamparan pasir putih yang menghampar itu. Tanpa sengaja Kyungsoo melihat Chanyeol dan Baekhyun saling berpelukan.

Kyungsoo menghentikan kakinya dan diam menatap dua orang tersebut yang sepertinya sama-sama menangis bahagia karena kyungsoo melihat ada pancaran kebahagian dari diri mereka. Kyungsoo hampir saja memalingkan wajahnya karena kedua orang yang menjadi objeknya saat ini hampir menyatukan kedua belah bibir mereka. sungguh walaupun kyungsoo telah merelakan chanyeol tapi dia masih belum bisa melihat kemesraan chanyeol dan baekhyun. Disaat dia melihat chanyeol dan baekhyun yang tidak jadi berciuman, Kyungsoo menghela nafasnya lega.

"sudah jangan bersedih, kau benar sudah merelakannya. Aku yakin kau akan mendapatkan pria yang lebih baik dari sepupuku itu" kyungsoo kaget ketika dengan lancangnya kai merangkul pundaknya itu, namun setelahnya dia tersenyum pada kai dan membalas perkataan kai

"ne Kai, aku pun berharap kau akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari sahabatku itu"

"semoga saja. Ah bagaimana jika setelah ini kita pergi berlibur ke London selama satu bulan? Kau setuju?" usul kai

"heumm bagaimana ya? Baiklah, menurutku London tempat yang cocok untuk berlibur" kyungsoo menyetujui usulan dari kai

"okay call. Dua hari lagi kita akan ke London" ujar kai

"ne, tapi bisakah kau menemaniku besok menemui baekhyun, aku ingin meminta maaf padanya"

"oh tentu saja kyung aku akan menemanimu" kai tersenyum pada kyungsoo

"terima kasih kau. aku senang kenal denganmu"

"hahaha ne ne aku juga senang bisa kenal denganmu"

Flashback End.

.

.


Setelah meminta maaf pada baekhyun, Kyungsoo dan Kai pergi ke London untuk berlibur selama satu bulan. Namun ternyata mereka malah menetapkan pilihannya untuk tinggal disana hingga dua tahun lamanya. Bertahun-tahun mereka bersama dan tinggal di satu apartemen hanya berbeda kamar membuat mereka sama-sama merasakan perasaan yang lain yang mengalir diantara keduanya.

Pada tahun kedua mereka tinggal bersama Kai mulai menyadari perasaannya pada kyungsoo dan saat waktunya tiba, Kai mulai menyatakan cintanya pada Kyungsoo. Kyungsoo awalnya terkejut akan pernyataan cinta kai padanya, karena Kyungsoo juga merasakan perasaan yang sama pada kai akhirnya kyungsoo menerima pernyataan cinta dari kai.

"kyungsoo-ah aku ingin mengatakan sesuatu padamu. aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh, tapi setelah aku menyadarinya aku yakin jika aku mencintaimu. jadi kyungsoo-ah maukah kau menjadi kekasihku? jika kau juga merasakan apa yang aku rasakan dan menerimaku maka ambilah bunga mawar ini tapi jika kau tidak memiliki perasaan yang sama padaku maka kau buanglah mawar ini" ucap kai berlutut dihadapan kyungsoo sambil membawa setangkai bunga mawar

"aku... aku..." kyungsoo mengambil bunga mawar ditangan kai , kai mulai panik dia takut jika kyungsoo akan membuang bunga mawar itu

"maafkan aku kai,, aku tidak bisa menolakmu, aku rasa aku juga mencintaimu. jadi jawabanku adalah aku mau menjadi kekasihmu" kyungsoo mencium bunga mawar dari kai dan tersenyum manis pada kai

"kau.. ah terima kasih kyungsoo . saranghae" kai berdiri dan merengkuh tubuh kyungsoo kedalam pelukannya

"nado saranghae kai"

.

,


Tahun ketiga mereka bersama dan sudah satu tahun mereka menjadi sepasang kekasih, malam ini Kai mengajak kyungsoo untuk makan malam direstauran mahal yang sudah kai siapkan sekaligus merayakan anniversary hubungan mereka yang ke satu tahun. Kai sudah mempersiapkan hidangan makan malam yang romantis dan juga alunan musik romantis untuk menambah kesan romantis disana. Dibalut dengan tuxido hitam Kai terlihat tampan dan mempesona malam ini.

Kyungsoo mulai memasuki restauran dengan anggunnya. Kyungsoo yang memakai gaun berwarna hitam panjang tanpa lengan tersebut membuat kyungsoo terlihat anggun dan elegan. Baru saja kakinya menginjakan kakinya masuk kedalam restauran itu, membuat kyungsoo takjub dengan dekorasi direstauran tersebut yang sangat indah. Kyungsoo semakin melebarkan senyumannya ketika melihat kekasihnya yang sudah berdiri didepan meja makan mereka dengan senyuman tampannya. Kyungsoo dengan segera mempercepat langkahnya dan menemui kekasihnya itu.

"menunggu lama?" tanya kyungsoo

"tidak kok. ayo duduk" kai mulai mempersilahkan kyungsoo duduk

"ne" kyungsoopun duduk dikursinya

"kau terlihat sangat cantik kyung" puji kai membuat kyungsoo merona dibuatnya

"ah gomawo, kau juga terlihat sangat tampan kai" balas kyungsoo

"haha aku tahu itu. kau mau pesan apa?"

"aku samakan saja denganmu kai"

"baiklah" kai mulai memesankan makanan makanan untuk makan malam mereka. sambil menunggu pesanan mereka, kai mulai mengatakan maksudnya mengajak kyungsoo makan malam dengannya.

"kyung,, sebenarnya maksudku mengajakmu kesini adalah selain untuk makan malam bersamamu dan merayakan anniversary hubungan kita, aku ingin mengatakan sesuatu padamu kyung" kata kai dengan tegas

"apa itu kai?" tanya kyungsoo

kai mulai mengambil sesuatu di dalam saku celananya yang ternyata adalah sekotak beludru berwarna biru dan didalamnya terdapat cincin yang sangat cantik lalu memberikannya kepada kyungsoo sambil memegang erat tangan kyungsoo. Kyungsoo terkejut sekali bahkan dia menutup mulutnya yang menganga itu menggunakan tangannya yang tidak digenggam kai.

"kyungsoo, walaupun hubungan kita baru satu tahun berjalan tapi aku ingin menguatkan hubungan kita menjadi level yang lebih tinggi. jadi Do Kyungsoo, maukah kau menjadi istriku, pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak? Do kyungsoo will you marry me?" kyugsoo menatap kai dengan perasaan yang sungguh tidak bisa dikatakan. dia benar-benar terkejut sekaligus bahagia karena kai melamarnya tepat dihari jadi mereka ke satu tahun.

"kai ini sungguh mengejutkanku, kau benar-benar membuatku tak tahu harus berkata apa"

"cukup dengan jawab 'iya' maka aku akan senang" kata kai

"iya aku mau menjadi istrimu, pendampingmu dan ibu dari anak-anakmu. yes i do kim kai"

kai dengan wajah yang bahagia mulai mengambil cincin tersebut dan menyematkannya dijari manis milik kyungsoo

"terima kasih kyungsoo aku mencintaimu"

"aku juga mencintaimu"

Kai mulai mendekatkan wajahnya pada kyungsoo dan sedetik kemudian bibir mereka saling menyatu menyalurkan kebahagian yang mereka rasakan.

.


Satu bulan setelah Kai melamar Kyungsoo akhirnya mereka menggelar pernikahan mereka di London. Dihadiri oleh keluarga dan sahabat-sahabat dari kedua mempelai membuat pernikahan Kai dan Kyungsoo menjadi semakin sempurna. Setelah saling mengucapkan janji suci di gereja, mereka menggelar acara resepsi pernikahan mereka dengan meriah.

"selamat atas pernikahan kalian" kata sehun memeluk kai

"terima kasih sobat"

"wah kyungsoo akhirnya kau menikah. selamat atas pernikahan kalian. aku sungguh bahagia" ucap luhan memeluk kyungsoo

"terima kasih lu" kyungsoo balas memeluk luhan sahabatnya

"ne, oh ya baekhyun menitipka salam padamu, dia meminta maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahan kalian. kau kan tahu dia sedang hamil" kata luhan melepaskan pelukannya

"ah ne tidak apa-apa aku mengerti" kata kyungsoo tersenyum paham

"chanyeol juga tidak datang?" sahut kai

"tidak dia menjaga baekhyun yang sedang hamil itu" balas sehun

"hh ya sudah tidak apa-apa kami mengerti"

"oh ya dimana hani apa dia tidak ikut?" tanya kyungsoo

"tidak, hani sedang berada di china bersama orang tua luhan"

"ah begitu, ah yasudah kalian duduk dan nikmati hidangan yang kami siapkan" kata kyungsoo

"ne, terima kasih kyung"

.

.


Tahun kesepuluh mereka dilondon, pasangan Kai dan Kyungsoo sudah memiliki putri yang sangat cantik berumur enam tahun dan mereka beri nama Kim Yeri. Dan ditahun kesepuluh itu mereka berniat untuk pindah kembali ke negara asal mereka dan hidup disana kembali.

.

.

"Chanhyun kenapa chanhyun selalu menghindar dari Yeri?" tanya bocah perempuan cantik bernama yeri kepada chanhyun yang selalu menghindarinya saat kyungin mendekatinya

"chanhyun risih pada yeri karena yeri selalu mengikuti chanhyun" jawab chanhyun dengan jujur

"tapi kenapa? memang yeri tidak boleh dekat dengan chanhyun?" kata yeri menundukkan kepalanya. melihat yeri yang menundukkan kepalanya membuat chanhyun tidak enak hati pada yeri

"bukan begitu maksud chanhyun"

"lalu apa? apa kerena chanhyun tidak menyukai yeri? makanya chanhyun tidak mau berteman dengan yeri?"

"aduh bukan begitu, ah sudahlah terserah yeri saja deh" chanhyun kesal namun membuat yeri malah terkekeh

"kenapa malah tertawa?" tanya chanhyun mengerucutkan bibirnya

"haha ani, chanhyun sangat lucu jika cemberut seperti itu tapi tidak apa-apa yeri tetap suka pada chanhyun"

"tapi chanhyun tidak menyukai yeri ! chanhyun menyukai hani noona"

"hihi tidak apa, mungkin chanhyun tidak menyukai yeri sekarang tapi suatu saat nanti chanhyun pasti menyukai yeri"

"kau terlalu percaya diri yeri. sudah ah jangan ikuti chanhyun lagi" chanhyun melangkahkan kakinya dan memasuki kelasnya sedangkan yeri dia tetap tertawa

.

.

.

.


"eomma" pekik chanhyun girang ketika melihat baekhyun -ibunya- datang menjemputnya

"eoh kau senang sekali eomma datang?" baekhyun terkekeh sambil memeluk chanhyun

"tentu saja, jarang sekali eomma menjemput chanhyun biasanya kan selalu yeol bi noona yang menjemput chanhyun

"hahaha noonamu sedang kerja kelompok bersama temannya, makanya eomma yang menjemputmu. ah tunggu siapa yeoja cantik ini?" baekhyun melepaskan pelukannya dan menghampiri yeri yang ternyata membututi chanhyun pulang

"annyeonghaseyo ahjumma, joneun kim yeri imnida. yeri adalah istri masa depan chanhyun" kata yeri memperkenalkan dirinya tak lupa menyunggingkan senyuman yang manis pada baekhyun.

Baekhyun tertawa mendengar perkataan bocah tersebut yang mengatakan bahwa dia istri masa depan chanhyun , ada-ada saja batin baekhyun

"hahaha annyeong yeri sayang. wah apa lau bilang tadi istri masa depan chanhyun? hahaha lucu sekali" baekhyun terkekeh sambil mengelus lembut surai yeri

"eomma jangan dengarkan dia. dia memang seperti itu" protes chanhyun

"kau tidak boleh seperti itu chanhyun, oh ya apa ini yang kau maksud yeoja yang sering mengikutimu?"

"ne dia orangnya eomma, uhhh aku risih sekali setiap hari dia selalu mengikutiku" chanhyun menghentakkan kakinya kesal

"hei hei anak eomma tidak boleh seperti itu, nah yeri-ah apa kau mau pulang bersama ahjumma dan chanhyun?" tanya baekhyun menatap yeri

"ah tidak usah ahjumma, yeri menunggu eomma saja"

"eoh kau menunggu eommamu?"

"kim yeri" tiba-tiba saja ada suara seorang yeoja yang memanggil yeri dan membuat yeri menoleh dan tersenyum

"eomma" pekik yeri girang lalu menghapiri eommanya

Baekhyun kemudia berdiri dan melihat yeri yang kini berada digendongan seorang wanita yang baekhyun pikir ibu yeri

"yeri kau sedang apa disana?"

"aku sedang mengobrol dengan eommanya chanhyun"

"chanhyun siapa? temanmu?"

"ne dia temanku sekaligus suami masa depan yeri" kata yeri dengan polos

"hahha kau ini. sudah ayo pulang"

"sebentar eomma, aku ingin mengucapkan selamat tinggal dulu pada chanhyun ayo eomma" yeri menunjuk kearah chanhyun dan kyungsoo menggendong yeri lalu berjalan mendekati chanhyun

"kyungsoo? / baekhyun?" kyungsoo dan baekhyun sama - sama terkejut ketika mereka bertemu

"kyungsoo aku merindukanmu" baekhyun memeluk kyungsoo ketika kyungsoo menurunkan yeri dari gendongannya

"baekhyun aku juga merindukanmu"

"eoh jadi yeri ini anakmu?" tanya baekhyun melepaskan pelukannya dan menunjuk yeri

"ne, dan chanhyun ini anak mu?" tanya kyungsoo balik

"hahaha ne dia chanhyun anak keduaku"

"wah wajahnya sangat mirip sekali dengan chanyeol"

"hahaha ne kau benar. oh ya bagaimana kabarmu? kenapa kau tidak memberitahuku jika kau sudah berada dikorea?"

"hahaha maaf baek, aku belum sempat mengabarimu dan yang lainnya"

"oh ya maaf ya saat pernikahanmu dan kai oppa, aku dan chanyeol tidak datang"

"ne tidak apa baek, aku mengerti kok"

"bagaimana jika besok malam kau datang ke cafe milik sehun bersama kai oppa dan juga yeri, aku akan membuat pesta makan malam menyambut kedatangan kalian ke korea" kata baekhyun mengusulkan

"haha tidak perlu repot baek"

"sudah tidak apa-apa, pokoknya kalian harus datang besok malam"

"baiklah"

"hh maafkan alu tidak bisa mengobrol lama bersamamu kyung,,, padahal aku sangat merindukanmu. bye kyungsoo sampai jumpa besok malam"

"ne bye baekhyun"

.

.


keesokan harinya...

malam ini baekhyun, luhan, sehun dan chanyeol mulai menyiapkan persiapan untuk pesta makan malam menyambut kedatangan kai dan kyungsoo kembali ke korea. Tak hanya mereka, Chen dan minseok pun ikut membantu mendekorasi cafe milik sehun itu.

Tepat pukul tujuh malam, semua makanan sudah tersaji di meja makan dan mereka hanya tinggal menunggu kedatangan kai dan kyungsoo beserta putri kecilnya.

Kai dan kyungsoo mulai memasuki cafe sehun dengan yeri yang berada digandengan kai.

"welcome back kim jongin dan do kyungsoo" seru Baekhyun, dkk

"haha terima kasih. wah aku terharu kalian dengan repot-repotnya membuat pesta ini" ucap kai yang mulai memeluk sahabat - sahabatnya dan sepupunya itu.

"kau semakin tampan saja oppa" ucap baekhyun saat kai memeluknya

"hahah terima kasih baek, kau juga semakin cantik"

"jongin my brother" chanyeol memeluk erat tubuh kai sepupunya itu

"hahaa wae? kau merindukanku brother?" tanya Kai sambil terkekeh

"haha tentu saja kau semakin hitam saja jongin" chanyeol meninju lengan kai

"hahha kau selalu berucap seperti itu saat kau lama tidak melihatku"

"hahaha" chanyeol hanya terkekeh

"woah ini anak kalian kyung? dia cantik sekali, wajahnya seperti dirimu kyung" puji luhan pada yeri

"annyeonghasseyo ahjumma, naneun kim yeri imnida" yeri memperkenalkan dirinya

"ah yeri-ah perkenalkan nama ahjumma luhan dan ini baekhyun ahjumma lalu disebelah baekhyun ahjumma ada minseok ahjumma" kata luhan memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan yang lainnya

"ne ahjumma senang berkenalan dengan ahjumma semuanya" yeri tersenyum manis

"kau cantik sekali sayang. ah kau kesana saja main bersama hani eonni, yeol bi eonni, daemin oppa dan juga chanhyun okay" tunjuk luhan pada segerombolan anak yang saling tertawa itu

"ne ahjumma" yeri berlari menuju ketempat yang luhan tunjuk.

"dia lucu sekali kyungsoo" kata luhan dengan wajah yang berbinar

"tentu saja hahaha"

"sudah-sudah ayo kita duduk dan mulai makan" ucap baekhyun mempersilahkan semuanya untuk segera makan malam

Para orang tua mulai memakan hidangan yang sudah disiapkan oleh Sehun sekaligus reunian. Sementara para orang tua sibuk berbincang-bincang dan menyantap makanan mereka, sedangkan para anak mulai beradaptasi dengan kehadiran yeri.

"Chanhyun" pekik yeri girang ketika melihat chanhyun

"ah kau lagi, kenapa kau selalu muncul sih dihadapan chanhyun" ucap chanhyun kesal

"ey chanhyun tidak boleh begitu" kata hani dengan lembut

"annyeong semuanya, perkenalkan namaku kim yeri. Aku anak dari Kim Jongin appa dan Do Kyungsoo eomma. Salam kenal" yeri mulai memperkenalkan dirinya dihadapan teman-temannya

"halo Yeri-ssi namaku yeol bi tapi kau bisa memanggilku eonni. Wah kau anak Kai ahjussi? Berarti kau saudaraku? Kata appa, Kai ahjussi adalah sepupu appa, jadi yeri adalah saudaraku dan juga Chanhyun dong" kata yeol bi senang

"ne, eumm yeol bi eonni. Ah tapi aku tidak mau jika chanhyun menjadi oppaku, aku ingin chanhyun menjadi suami masa depanku" ujar yeri dengan polosnya membuat yeol bi dan yang lainnya tertawa kecuali chanhyun yang kini memanyunkan bibirnya

"shireo ! chanhyun tidak mau. Chanhyun maunya menjadi suami masa depan hani noona" ucap chanhyun memanyunkan bibirnya

"ah kalau chanhyun tidak mau, lebih baik daemin oppa saja yang menjadi suami masa depan yeri" tembal daemin dengan cengiran khas anak-anaknya

"shireo. Yeri inginnya chanhyun yang menjadi suami yeri" kini giliran yeri yang memanyunkan bibirnya

"hahaha kalian ini masih kecil jangan berdebat tentang siapa yang menjadi pasangan kalian nanti" lerai hanni dengan kata-kata lembutnya membuat chanhyun tersenyum lebar

"ah hanni noona aku semakin mencintaimu" seru chanhyun dengan tatapan kagumnya pada hani

"hueee eomma" yeri malah menangis dan menemui ibunya membuat yeol bi, hani dan daemin saling menatap sedangkan chanhyun dia hanya cuek melihat yeri menangis

.

"eoh yeri kenapa menangis?" kyungsoo langsung menggendong yeri yang menangis lalu memangkunya

"eomma chanhyun jahat" ucap yeri yang masih menangis, membuat kyungsoo mengelus rambut yeri dengan sayang. Baekhyun dan Chanyeol yang merasa anaknya dibicarakan oleh yeri saling menatap.

"memang chanhyun jahat kenapa sama yeri? Apa chanhyun nakal sama yeri?" tanya baekhyun menatap yeri

"chanhyun jahat pada yeri. Dia bilang dia tidak mau menjadi suami masa depan yeri dan tadi dia bilang dia cinta sama hani eonni. Huaa eomma " yeri meraung dipelukan kyungsoo.

Baekhyun, Chanyeol, Kai dan yang lainnya saling pandang dan melongoh mengengar ucapan polos yeri. Ck anak jaman sekarang masih kecil sudah tahu tentang cinta, ada – ada saja.

"eoh hanya karena itu yeri menangis?" tanya kai sambil mengerutkan dahinya

"heumm ne appa. Chanhyun jahat, padahalkan yeri menyukai chanhyun appa" yeri sesenggukkan dipelukan kyungsoo, kyungsoo tertawa mendengar ucapan polos dari yeri.

"hahaha kirain kenapa anak eomma menangis ternyata hanya masalah cinta" kyungsoo terkekeh

"yeri jangan menangis, ka nada demin oppa yang menyukai yeri" ucap daemin polos menghampiri yeri

"tidak mau yeri tidak mau daemin oppa, yeri mau chanhyun titik"

"tapi chanhyun tidak suka pada yeri, chanhyun menyukai hanni noona" tembal chanhyun yang kini berdiri disamping daemin dengan tangan yang dia lipat didada

"hanni noona tidak menyukai chanhyun. Noona hanya menyukai chanhyun sebagai adik saja" kata hani yang kini berjalan menghampiri chanhyun bersama yeol bi disampingnya

"hahaha sepertinya anak-anak akan mengalami kisah cinta yang rumit nantinya" chen terkekeh melihat tingkah lucu anak-anak yang saling memperebutkan cinta

"haha sepertinya begitu. Ya kita lihat saja nanti siapa diantara kita yang akan berbesan" kata sehun menambahkan

Acara makan malam tersebut berlangsung dengan gembira diselingi canda dan tawa.

'Walaupun kisah cintaku awalnya menyakitkan tapi pada akhirnya berbuah dengan sangat manis. Aku percaya jika memang dia menjadi jodohku kelak maka kami akan terus bersama seperti ini selamanya. Tak peduli berapa kali rasa sakit yang kau alami tapi semuanya akan terobati nantinya. Terkadang hal yang bisa kamu lakukan adalah bertahan, tak peduli bagaimana sakitnya, karena akan lebih sakit jika kamu kehilangannya' - Byun Baekhyun

'dua orang yang saling mencintai belum tentu akan bisa bersatu dan dua orang yang hanya mencintai secara sepihak belum tentu mereka tidak akan bersatu, sama seperti kisah cintaku. Jangan pernah menyakiti perasaan orang yang mencitaimu karena kau akan menyesal pada akhirnya karena telah menyakitinya. Karma itu benar-benar ada, yang awalnya kau tidak mencintainya tapi pada akhirnya kau akan mencintainya' – Park Chanyeol

.

.

THE END


.

Halo semuaaaa ~~

HAPPY VALENTINE DAY

ah akhirnya ff ini tamat juga

seharusnya ff ini saya update kemarin tapi berhubung ada sesuatu hal jadi tidak jadi diupdate kemarin.

bagaimana dengan chapter terakhir ini? tidak memuaskan ya? pasti tidak, tapi aku sudah berusaha loh buatnya dan ini udah dua kali pengeditan

maaf ya jika tamatnya tidak seperti yang kalian harapkan *bow*

yuki tahu , ff ini masih banyak kekuarangan karena yuki juga baru belajar.

yuki belum ahli untuk merangkai kata-kata jadi maaf jika ada kata-kata yang belum kalian pahami.

oh ya buat yang nanya kemarin tentang kai itu cinta beneran ke baekhyun atau hanya ingin membuat chanyeol sadar aja jawabannya adalah : Kai emang bener-bener cinta sama baekhyun tapi apa daya jika baekhyun hanya mencintai chanyeol sepupunya, jadi Kai sengaja membuat chanyeol sadar akan perasaannya pada baekhyun. nah begitulah intinya.

gimana kalian ngerti kan sekarang? hehehe

nah buat CBS semuanya, selamat keinginan kalian terkabul karena saya membuat Chanyeol bersatu dengan Baekhyun #yeayyy

terus buat para KaiBaek Shipper maafkan yuki yah,,, karena kai milik kyungsoo maka kai yuki pasangkan dengan kyungsoo #hidupKaisooShipper

.

sekali lagi yuki ucapkan terima kasih buat semua teman-teman semua yang sudah mau meluangkan waktunya membaca ff yuki dari awal sampai akhir ini.

jongmal gomawoyo chingudeul #civokatu-atu :* :* :*

pokonya tanpa kalian yuki gak bakal bisa ngelanjutin ff ini sampai sekarang, terima kasih semuanya \^.^/

sampai jumpa di ff yuki selanjutnya yah,,

mungkin ada yang mau kasih saran/ide untuk ff baru yuki? kalau ada review aja yah

bye semua

Saranghaeyo :*

Peluk Cium dari Chanyeol dan Baekhyun :* {}