Beautiful Target/KyuMin/GS/Chapter.5
Cast : Always KyuMin, others
Rating : T
Genre : Romance, Hurt, Drama
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki 3
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Cerita pasaran! Tidak sesuai EYD!
Summary : "Kau memang bisa dengan mudah mendapatkan hati para wanita di luar sana, tapi jangan harap kau bisa dengan mudahnya mendapatkan hatiku, karena hatiku telah lama membeku dan selamanya tak akan ku berikan kepada siapapun, termasuk dirimu!" "Lihat saja, aku akan jadi lelaki pertama yang akan meluluhkan hatimu. Camkan itu!"
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
Semoga tidak terkesan membosankan ;) #NongolBentar~ XD
~Happy Reading~
.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari minggu. Satu hari dimana kita bisa bersantai bersama keluarga ataupun teman dan tentunya bebas dari pekerjaan. Tapi tidak bagi Sungmin. Di hari libur seperti ini, dia malah memanfaatkannya untuk bersih-bersih rumah, atau..apartemen lebih tepatnya. Karena baginya tidak ada manfaatnya jika waktu libur hanya untuk bersantai. Lebih baik, ia manfaatkan untuk membersihkan apartemennya yang mulai berantakan karena baru satu hari ini dia mempunyai waktu luang karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya di kampus.
Sungmin sudah selesai menyapu, mengepel, dan menata ruang tamunya. Aaa… ani. Ruang tamu plus kamar tidurnya karena memang 2 tempat itu hanya berada pada satu ruang yang tidak mempunyai sekat. Bisa kita bayangkan bagaimana kecilnya tempat tinggal yeoja ini? Namun, Sungmin tentu tidak mempermasalahkan itu. Yang ada dipikirannya hanyalah yang penting dia nyaman tinggal ditempat itu dan bisa bertahan hidup.
Setelah semua selesai, yeoja itu mulai mencuci semua pakaiannya yang mulai menumpuk kemudian membawanya ke atap gedung apartemen untuk menjemurnya disana.
Ketika Sungmin sedang menjemur pakaian-pakaiannya, Lee Ahjumma, seorang wanita pemilik gedung apartemen yang Sungmin tinggali sekaligus orang yang satu-satunya bisa mengakrabkan diri dengan Sungmin, datang dengan membawa satu keranjang pakaian ditangannya. Sama seperti Sungmin, Lee Ahjumma juga menjemur pakaian-pakaiannya disana.
"Pagi Minnie-ah." Sapa Lee Ahjumma ketika dia berada disamping yeoja itu.
"Aaa…ne. Pagi Ahjumma." jawabnya itu disertai dengan senyum manisnya.
"Ahjumma rasa baru hari ini Minnie menjemur pakaian disini." Ucap Lee Ahjumma sambil memulai menjemur pakaian ditangannya.
"Ne, Ahjumma. Minnie memang baru punya waktu untuk cucian dan juga bersih-bersih." Jawab yeoja manis itu seadanya dan Lee Ahjumma hanya tersenyum mendengarnya.
"Aaa.. begitu. Ahjumma rasa kau sibuk belakangan ini. Tubuhmu juga terlihat kurus. Ahjumma jadi khawatir dengan kesehatanmu." Ucapan Lee Ahjumma membuat Sungmin terdiam kemudian yeoja itu tersenyum meyakinkan kepada wanita yang sudah Sungmin anggap seperti eomma-nya sendiri.
"Minnie memang sedang sibuk dengan pembuatan lirik lagu baru Minnie, tapi Minnie baik-baik saja Ahjumma. Ahjumma jangan khawatir. Minnie bisa menjaga kesehatan Minnie kok."
"Baiklah jika begitu. Ahjumma mengerti. Oh iya, Minnie. Kemarin ada teman lelakimu datang kesini. Dia lelaki yang tampan dan terlihat baik. Apa dia mengunjungimu kemarin malam?"
Pertanyaan Lee Ahjumma ternyata membuat Sungmin bingung. Teman lelaki? Sejak kapan dia punya teman lelaki terlebih mengunjunginya? Yang Sungmin ingat kemarin malam dia hanya mengerjakan kembali pekerjaan rumahnya sendirian di apartemennya tanpa dikunjungi seorang pun.
"Aniyo, Ahjumma. Minnie tidak memiliki tamu kemarin. Bahkan, Minnie tidak punya teman lelaki. Apa Ahjumma tau siapa namanya?"
"Jinjja? Sudah Ahjumma duga. Ahjumma kira dia mengunjungimu. Kalau tidak salah namanya Cho Kyuhyun. Dia bilang dia teman barumu. Sepertinya dia satu Universitas denganmu, Min."
"Teman Baru?"
Sungmin terlihat berpikir keras. Cho Kyuhyun? Nama itu sangat asing ditelinganya. Bahkan ia rasa baru pertama kali mendengar nama itu. Sungmin bertambah bingung kala Lee Ahjumma mengatakan jika dia adalah teman barunya. Bukankah selama ini dia tidak pernah memiliki teman baru di kampus terlebih seorang laki-laki. Sungmin memilih untuk tidak memusingkan hal itu kemudian melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai.
"Oh. Mungkin dia teman satu fakultas Minnie, Ahjumma. Minnie juga lupa. Hehe." Ucap Sungmin berbohong karena ia malas untuk membahas seseorang yang menurutnya tidak penting itu dan Lee Ahjumma hanya menggelengkan kepalanya.
"Minnie.. Minnie.. Kau memang tidak peduli dengan keadaan sekitar. Sampai teman satu fakultas saja kau lupa."
"Seperti Ahjumma baru mengenal Minnie saja. Baiklah, Ahjumma. Minnie duluan ne? Kerjaan Minnie belum sepenuhnya selesai. Jadi Minnie harus segera kembali."
Ucapan yeoja itu hanya dibalas anggukan oleh Lee Ahjumma kemudian pergi berlalu darisana. Sepeninggal Sungmin, Lee Ahjumma hanya tersenyum miris memandang kepergian yeoja itu sampai punggungnya menghilang dari balik tangga.
"Kau memang selalu menutup diri, Min. Kapan dirimu akan mulai bersosialisasi dengan orang lain?"
.
.
Hari ini suasana kantin terlihat sangat ramai karena saat ini memang jam makan siang. Sungmin yang kala ini sedang lapar memilih untuk duduk dipojokkan kantin seperti biasanya menikmati makan siangnya.
Dari arah pintu, Kyuhyun datang dengan gaya kerennya dan sukses membuat seluruh isi kantin menatap ke arahnya. Kenapa? Jelas saja karena terpesona dengan ketampanan namja evil itu. Beberapa yeoja berbisik-bisik ketika Kyuhyun lewat didepan mereka dan Kyuhyun tidak memusingkan hal itu. Derita orang tampan katanya. Sampai Author rasa, para fans Kyuhyun tidak akan berkurang sampai kapanpun kalau begini ceritanya -,-
Kyuhyun yang saat itu sedang menunggu pesanannya mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kantin untuk mencari meja yang kosong. Dengan sekali lihat, mata Kyuhyun langsung tertuju kepada seorang yeoja berkacamata yang kebetulan sedang duduk sendirian menikmati maka siangnya sambil melihat ke arah luar. Kyuhyun tersenyum melihat hal itu dan ini kesempatan bagus untuknya.
Setelah makan siangnya itu ia dapatkan, Kyuhyun diam-diam mendekati meja itu dan duduk tepat di depan Sungmin.
"Ehem. Tidak ada meja lagi yang kosong jadi aku duduk disini saja, bolehkan?"
Mendengar jika ada yang mengajaknya bicara, Sungmin langsung menolehkan wajahnya dan tentu saja terkejut ketika tau-tau sudah ada lelaki yang duduk didepannya.
"Kau?! Mau apa kau disini?!" Tanya Sungmin ketus dan Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya karena sudah mulai terbiasa dengan kejudesan Sungmin.
"Aku hanya ingin menumpang tempat duduk. Kau lihat? Tidak ada lagi tempat kosong dan yang tersisa hanyalah disini. Ku harap kau mau berbagi meja denganku." Alasan Kyuhyun namun hal itu memang benar adanya. Sungmin mengedarkan pandangannya dan jelas sekali jika kantin saat ini sedang terlihat penuh dan membenarkan ucapan pria itu didalam hati.
Tapi bukan Sungmin namanya jika mau berbagi dengan orang lain. Tanpa mau mengucapkan apapun Sungmin mengelap bibirnya menggunakan tissue dan memakai tas yang ada disampingnya dan tentu saja membuat Kyuhyun yang sejak tadi diam-diam memperhatikannya menjadi bingung. Yeoja itu mau kemana? Bahkan makanannya pun baru ia habiskan setengahnya?
"Kau mau kemana? Bukankah makananmu belum habis?" Tanya Kyuhyun saat yeoja itu mulai bangkit dari kursinya.
"Aku sudah kenyang. Kau lanjutkan saja makanmu. Aku tidak mau mengganggu." Jawab Sungmin sembarang dan Kyuhyun hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Tunggu Lee Sungmin. Jangan pergi…" baru saja Kyuhyun akan bangkit dari duduknya tiba-tiba Donghae datang dan memanggilnya.
"Ya! Cho Kyuhyun? Kau ini kenapa menginggalkanku? Bukankah sudah kubilang tunggu aku dulu. Kau ini, tidak setia kawan sekali." Ucap namja ikan itu saat berpapasan dengan Sungmin.
"Aku sudah lapar Hyung. Siapa suruh kau lama jadi ya aku duluan saja." Jawab namja itu sekenanya dan hanya dibalas dengusan oleh Donghae.
"Haahh… Kau selalu seperti itu. Baiklah, kau tunggu disini. Aku mau pesan makanan dulu." Ucap Donghae lagi dan Kyuhyun hanya mengangguk malas kemudian duduk kembali ke kursinya.
Tanpa mereka sadari, Sungmin ternyata mendengar percakapan itu dan kembali mengingat ucapan namja yang baru datang itu saat berpapasan dengannya.
'Dia bilang tadi Cho Kyuhyun kan? Apa Cho Kyuhyun itu yang datang ke apartemenku kemarin?' Pikir Sungmin kemudian melanjutkan langkahnya untuk menuju kelasnya.
.
.
Jam telah menunjukkan pukul 3.20 sore. Seharusnya, Dosen mata kuliah Sungmin sudah datang sejak tadi.
'Apa Dosen Park terlambat? Tapi mana mungkin? Orang tua itu kan selalu tepat waktu. Tapi kalau begitu, kemana dia?' Pikir Sungmin sambil mencoret-coret buku catatannya.
Tak lama, Lee Junho, teman satu fakultas Sungmin datang dan berteriak di depan kelas hingga membuat Sungmin dan yang lain melihat kearahnya.
"Guys, Dosen Park tidak masuk kelas hari ini karena ada urusan mendadak. Sepertinya kita akan bebas sampai jam pulang nanti." Teriaknya dan dibalas dengan sorakan dari yang lain.
Sungmin yang mendengar itu hanya mendengus kemudian memasukkan kembali perlengkapannya yang ada diatas meja. Sungmin berpikir untuk ke perpustakaan saja jika begini daripada harus termenung tak jelas sendirian di dalam kelas. Setelah itu, Sungmin bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju surganya buku tersebut.
Sesampainya disana, seperti biasa Sungmin memilih untuk duduk dipojokkan demi mendapatkan ketenangan. Tanpa diduga, dari arah berlawanan Kyuhyun telah lebih dulu duduk sendirian tanpa Donghae disampingnya dan saat ini tengah sibuk dengan benda persegi ditangannya. Kalian pasti bisa menebak itu apa? Buku? Novel? Kamus tebal? Ooo..tidak. Itu salah besar. Bukannya membaca salah satu dari rentetan buku-buku yang ada disana, dia malah asyik memainkan PSP ditangannya dan sesekali mengumpat tak jelas jika kalah dalam bermain.
Namja itu belum menyadari kehadiran Sungmin disekitarnya karena masih sibuk dengan game-nya. Tak berapa lama namja itu mulai merasakan pegal dibagian tangan dan punggungnya karena terlalu lama bermain. Akhirnya Kyuhyun memilih untuk mereganggakan otot-ototnya yang mulai kaku kemudian mengedarkan pandangannya kesekelilingnya.
Mata Kyuhyun tiba-tiba tertuju pada seorang yeoja berkacamata yang tak lain adalah Sungmin yang saat ini sedang serius dengan sebuah novel yang ada ditangannya. Yeoja itu sesekali memperbaiki letak kacamatanya yang kadang turun akibat Sungmin yang menundukkan kepalanya, atau tidak Sungmin menopangkan dagu dengan punggung tangannya dan sesekali menguap.
Kyuhyun tentu saja tersenyum melihat hal itu. Setelah memasukkan PSP Biru itu kedalam tasnya, diam-diam Kyuhyun mendekati meja Sungmin dan duduk didepannya. Dengan gerakan pelan, Kyuhyun menautkan kedua tangannya dan menopangkan dagunya disana. Kyuhyun dengan terang-terangan menatap yeoja itu, namun Sungmin belum menyadari kehadirannya.
Kyuhyun kembali tersenyum saat yeoja itu mulai mengucek-ngucek matanya dan perlahan melepas kacamatanya. Kyuhyun kembali tertegun ketika melihat mata bulat Sungmin yang terlihat bening dan hitam, tentunya juga terlihat sangat cantik dimata Kyuhyun.
Ketika Sungmin melihat kearah depannya, mata Sungmin membulat seketika saat mengetahui jika ternyata ada seseorang didepannya terlebih itu namja arogan yang baru dia temui tadi siang di kantin. Sadar jika sekarang dia tidak memakai kacamatanya, dengan cepat Sungmin berniat untuk memakainya kembali namun terlambat saat kedua tangan Kyuhyun menahan kedua tangannya.
"Jangan dipakai! Kau terlihat sangat cantik tanpa kacamata bulat bodoh ini."
BLUSSHHH~
Entah kenapa wajah Sungmin terasa panas ketika namja berkulit pucat ini memujinya. Sungmin terdiam sebentar karena ia merasa tengah malu saat namja ini memujinya, berbeda saat ia tengah dipuji oleh Jungmo.
'Kenapa aku ini? Aishh' gerutu Sungmin dalam hati.
Kemudian Sungmin segera sadar dari acara melamunnya dan dengan cepat menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Kyuhyun. Mau tak mau Kyuhyun ikut melepaskan tangannya dan memperbaiki posisi duduknya yang semula condong ke depan.
Dengan gugup, Sungmin kembali memakai kacamatanya dan duduk dengan tenang tak lupa kembali kepada sikap dinginnya.
"Mau apa lagi kau disini? Apa kau tak bosan jika menggangguku setiap waktu?" Tanya Sungmin ketus namun pelan tapi masih bisa didengar Kyuhyun dengan baik.
Sungmin masih sadar jika mereka kini masih berada di perpustakaan sehingga dia lebih memilih untuk memelankan suaranya demi menjaga ketenangan. Kyuhyun hanya terkekeh mendengar nada ketus Sungmin kemudian kembali menopangkan dagunya.
"Aku tidak akan pernah merasa bosan jika hal itu berhubungan denganmu." Ucap Kyuhyun yang terdengar seperti sebuah gombalan itu dan lagi-lagi membuat wajah Sungmin memerah dibuatnya.
Sungmin kembali memperbaiki posisi duduknya kemudian membuka kembali lembaran halaman novel yang ia baca tadi diatas meja alih-alih menghilangkan rasa gugupnya karena ditatap Kyuhyun terus menerus. Kyuhyun kembali terkekeh melihat hal itu kemudian memilih untuk memulai pembicaraan dengan Sungmin.
"Oh iya, tumben kau tidak mengusirku? Apa itu artinya kau mulai menerima kehadiranku?" Ucapan Kyuhyun membuat Sungmin sadar dan bertanya dalam hati.
'Benar juga? Kenapa dia tidak kuusir dari tadi?'
"Jadi kau ingin kau ku usir lagi begitu?" Tanya Sungmin dan membuat Kyuhyun terkejut dan mengibas-ngibaskan tangannya pertanda menolak ucapan Sungmin.
"Aa...ani. Aku masih ingin disini dan ingin mengenalmu lebih jauh. Siapa tau dengan begitu kita bisa menjadi teman yang baik, bukankan begitu?" Tanya Kyuhyun balik dan tentu saja membuat Sungmin sontak saja menatap kearahnya dengan alis bertaut.
'Teman?'
"Teman katamu? Aku rasa jika aku sendiri akan jauh lebih baik. Memiliki seorang teman hanya akan mengganggu dan aku tidak suka jika ada seseorag ikut andil dalam urusan pribadiku apalagi sampai ikut campur. Kau itu? itu hanya akan menyusahkanku saja." Ucap Sungmin dan tentu saja membuat Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
"Mengganggu? Kau salah besar jika beranggapan seperti itu. Dengan adanya seorang teman, kau bisa berbagi dengannya. Kau bisa mencurahkan semua masalahmu kepadanya dan setelah itu ia akan memberikan saran-saran yang berguna untukmu sehingga bisa membantumu bangkit dari keterpurukan. Dia akan membantumu jika kau memiliki kesulitan dan lama kelamaan ia akan menjadi seseorang yang berharga untukmu. Karena teman adalah seseorang yang berharga setelah keluarga kita. Kau harus ingat, di dunia kita tidak bisa hidup sendiri. Untuk itu belajarlah untuk bersosialisasi dengan orang lain." Ucapan Kyuhyun sukses membuat Sungmin terdiam.
Apa dia memang harus membutuhkan seorang teman? Karena selama ini Sungmin memang telah terbiasa sendiri semenjak kematian Kedua orang tuanya. Sungmin memang seorang anak tunggal, jadi setelah kedua orang tuanya pergi, Sungmin hanya hidup sendiri tanpa ada keluarga yang menemaninya.
Sungmin yang dulunya seorang anak periang, namun ia berubah menjadi pendiam dan dingin setelah kematian orang tuanya yang mati secara tragis akibat dibunuh oleh teman ayahnya sendiri. Kedua orang tuanya dibunuh akibat teman Ayahnya iri terhadap Ayahnya karena ia tidak menyukai kesuksesan yang diraih oleh keluarga Sungmin.
Keluarga Sungmin memang salah satu keluarga terkaya di Mokpo. Namun mereka tidak menunjukkannya dan malah bersikap sederhana juga ramah terhadap orang lain. Namun karena sifat iri itulah, Sungmin harus ditinggal pergi untuk selamanya oleh kedua orang tua yang amat sangat dicintainya. Harta Keluarga Sungmin masih tersimpan di Bank dan Sungmin memanfaatkannya dengan baik untuk biaya sekolah dan hidupnya. Sungmin juga tidak terlalu tergantung dengan uang itu, sehingga setiap sepulang kuliah, biasanya Sungmin bekerja dulu di sebuah kedai kecil milik Lee Ahjumma hitung-hitung untuk membantu biaya hidupnya.
Sungmin adalah seorang yeoja manis yang tinggal di Mokpo yang jauh dari kota Seoul. Setelah kematian kedua orang tuanya, Sungmin kemudian tinggal bersama Bibi dan seorang anak perempuannya yang bernama Taemin. Setelah lulus SMA, Sungmin memilih untuk melanjutkan sekolahnya di kota Seoul dan tentu saja membuat Taemin dan ibunya sedih. Mereka tidak rela jika Sungmin harus hidup di kota sendirian apalagi bagi Bibi Lee, Sungmin masih terlalu muda. Sungmin meyakinkan Bibinya agar ia akan baik-baik saja jika hidup disana dan berjanji akan segera kembali setelah gelar sarjana ia dapatkan.
Bibi Lee hanya tersenyum sedih dan akhirnya menyetujui permintaan Sungmin. Setelah mengemasi barang-barangnya, akhirnya Sungmin berangkat sendirian menuju Seoul.
Sungmin akhirnya memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen di daerah Gangnam karena biayanya yang terbilang murah dan tempatnya juga nyaman bagi Sungmin, dan Sungmin juga memilih untuk melanjutkan sekolahnya di JOY Art University.
Sungmin memilih untuk sendiri selama pendaftaran masuk ke Universitas. Tapi saat itu Sungmin memiliki kesulitan, namun seorang pria tinggi yang bisa dikatakan tampan datang membantunya. Mereka kemudian berkenalan dan Sungmin telah mengetahui jika pria ini adalah seorang senior disana dan sebentar lagi akan memiliki gelar sarjana. Akhirnya mereka berkenalan dan dialah Kim Jungmo dan itu adalah awal pertemuan mereka.
Lama kelamaan mereka menjadi dekat sampai Jungmo telah mendapatkan gelar sarjananya dan sukses menjadi seorang CEO di perusahan yang didirikan oleh ayahnya.
Akhirnya mereka berpacaran namun selama mereka menjalin hubungan, Jungmo terlalu bersikap possessive terhadap Sungmin. Jungmo selalu melarang Sungmin untuk memiliki seorang teman karena takut jika perhatiannya akan teralihkan jika yeoja itu memiliki seorang teman berbagi disampingnya. Namun entah kenapa Sungmin malah menurut dengan alasan karena terlalu mencintai namja itu sehingga memudahkan Jungmo untuk berbuat seenaknya.
Dan bencana itu terjadi. Kehidupan Sungmin sudah terlanjur hancur dan tentu saja Sungmin menyesali itu. Kenapa dia dulu mau saja menerima lamaran Jungmo? kenapa dia selalu saja menuruti ucapan lelaki itu? Memikirkan hal itu hanya akan membuat Sungmin pusing dan ia hanya bisa memijat pelipisnya.
Sadar jika telah lama melamun, akhirnya yeoja itu kembali menatap lelaki didepannya. Namja itu ternyata masih setia menunggu sampai Sungmin berbicara dan tanpa diduga Sungmin tersenyum tipis kemudian ikut menopangkan dagunya.
"Apa kau yakin dengan hal itu? Aku sudah memiliki Lee Ahjumma yang selalu mengerti aku dan untuk apa lagi aku membutuhkan seorang teman?" Jawaban tak terduga itu malah Sungmin keluarkan dan membuat Kyuhyun mendengus.
"Kau tidak bisa mengatakan jika bibimu adalah seorang teman nyatanya beliau lebih pantas dikatakan sosok seorang ibu jika begitu. Kau harus memikirkan kata-kataku lagi Lee Sungmin-sshi." Ucapan Kyuhyun kali ini kembali membuat Sungmin terdiam. Diam-diam Sungmin membenarkan ucapan namja itu kemudian menghela nafasnya.
"Yang kau katakan ada benarnya juga. Kali ini aku setuju denganmu. Tapi, ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ucapan Sungmin membuat Kyuhyun menunjukan senyum sumringahnya kemudian kembali menatap wajah manis itu.
"Apa itu? Katakan saja."
"Apa namamu itu Cho Kyuhyun?" Tanya Sungmin dan membuat Kyuhyun terdiam kemudian membulatkan matanya.
"Ooo.. iya. Aku baru ingat. Sampai hari ini kita kan belum berkenalan? Aku sampai lupa. Ya, Perkenalkan. Aku Cho Kyuhyun. Aku tak menyangka kau bisa tau namaku Lee Sungmin-sshi. Ku kira kau tidak peduli denganku." Ucapan Kyuhyun tentu saja membuat Sungmin mendecih kemudian menatap wajah itu lagi.
"Jangan terlalu percaya diri. Aku mengetahui namamu karena temanmu itu memanggilmu waktu di kantin tadi. Tapi bukan itu inti dari pertanyannku." Kyuhyun kembali menaikkan alisnya kemudian memperbaiki posisi duduknya.
"Lantas? Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Ehem. Apa kau yang mendatangi apartemenku kemarin malam?" Pertanyaan itu sukses membuat Kyuhyun membulatkan matanya.
'Dari mana dia tau?' Batin Kyuhyun.
"Lee Ahjumma yang memberitahuku. Lagi pula, untuk apa kau kesana malam-malam? Kau menguntitku?" Ucap Sungmin seakaan tau dan menjawab pertanyaan didalam batin Kyuhyun dan tentu saja kembali membuat Kyuhyun terkejut.
"Aa-aniyo. Aku hanya sedang berkunjung ke rumah keluarga… Ya kerumah bibiku yang kebetulan juga tinggal disana dan kebetulan aku melihatmu masuk ke apartemenmu. Kebetulan ada Lee Ahjumma juga disana jadi ya kami sempat berbincang sebentar." Alasan Kyuhyun dan tentu saja membuat Sungmin menaikkan alisnya.
"Berbincang? Jangan bilang kalian malah bergosip tentang aku?" Tanya Sungmin sambil memicingkan matanya.
"A-ani. Kami hanya berbicara sebentar setelah itu aku langsung pulang." Jawab Kyuhyun gugup dan hanya dibalas tatapan curiga oleh Sungmin.
"Benarkah begitu?"
"Te-tentu saja. Untuk apa aku berbohong."
Sungmin hanya mendengus mendengar jawaban itu kemudian beralih menatap ke luar jendela. Hanya kesunyian yang menyertai mereka saat ini dan tentu saja Kyuhyun mulai bosan. Baru saja Kyuhyun akan mengajak Sungmin bicara tiba-tiba terdengar dering ponsel seseorang. Kyuhyun rasa itu suara dering ponsel Sungmin. Terlihat yeoja itu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mendial panggilan itu.
"Yeobosseyo?"
"…."
"Sekarang?"
"…."
"Arasseo. Tunggulah sebentar."
Pippp!
Setelah memutus panggilan itu, kemudian Sungmin memasukkan novel berserta buku-buku yang lain kedalam tasnya dan terlihat akan beranjak dari sana. Kyuhyun yang bingung saat yeoja itu akan beranjak darisana kemudian ikut bangkit dari duduknya.
"Kau mau kemana?" Tanya Kyuhyun saat Sungmin mulai melangkah.
"Bukan urusanmu. Aku pergi dulu." Setelah mengucapkan itu, Sungmin melangkah menjauh darisana dan bukan Kyuhyun namanya jika tidak penasaran dengan apa yang terjadi terlebih itu menyangkut Sungmin. Akhirnya, diam-diam Kyuhyun membututi yeoja itu dari belakang tanpa Sungmin ketahui tentunya.
.
.
Kyuhyun terus mengikuti Sungmin dari belakang sampai saat ini Sungmin tengah memasuki sebuah caffe yang sama saat ia bertemu dengan seorang lelaki kemarin. Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin dari jauh sampai yeoja itu juga mendatangi seorang lelaki yang sama.
'Ternyata dia bertemu dengan suaminya.' Kyuhyun membatin.
Namja itu memilih untuk duduk di meja yang lumayan jauh dari mereka namun strategis dan memilih untuk mengintai pergerakan Sungmin darisana.
Sementara itu, Sungmin menanmpakkan wajah dinginnya saat bertemu dengan Jungmo dan duduk di kursi yang telah disediakan.
"Mau apa kau memintaku kesini? Kalau tidak ada urusan penting aku ingin pulamg saja." Ujar Sungmin ketus dan hanya dibalas senyum oleh Jungmo.
Namja itu kemudian membenarkan posisi duduknya kemudian tanpa diduga menggenggam kedua tangan Sungmin dan tentu saja direspon ketidaksukaan oleh yeoja itu. Sungmin berusaha melepaskan genggaman tangan Jungmo namun gagal karena genggaman yang bisa dikatakan cengkraman itu terlalu kuat. Jungmo memandang Sungmin masih disertai senyumnya dan tentu saja itu membuat Sungmin heran.
"Aku merindukanmu Sayang. Apa kau tidak merindukanku?" Ucap namja itu dan hanya dibalas decihan oleh Sungmin.
"Cih! Apakah merindukanmu adalah sesuatu hal yang penting untukku? Jangan bermimpi." Ucap Sungmin ketus dan hanya dibalas kekehan oleh Jungmo.
"Tentu saja penting. Aku tau kau sangat mencintaiku, jadi kau pasti sangat merindukanku? Bukankah aku benar?" Tanya Jungmo dengan percaya diri namun hanya dibalas cibiran oleh Sungmin.
"Ck. Kau percaya diri sekali. Aku tidak pernah sama sekali berpikir untuk merindukanmu karena yang kurindukan hanya Sunghyun. Bukan kau!"
Jungmo hanya memiringkan bibirnya mendengar ucapan yeoja itu kemudian dengan kasar mengeratkan kembali cengkraman tangannya. Hal itu tentu saja membuat Sungmin meringis dan Jungmo seakan tidak peduli dengan hal itu.
"Apa dia terlalu berharga untukmu sampai kau seenaknya berkata ketus padaku? Ck, aku kasian padamu. Apa kau ingin Sunghyun segera kembali? Kalau kau minta aku akan melakukannya." Ucapan Jungmo sukses membuat Sungmin membulatkan matanya.
"Kau serius?" Tanya Sungmin memastikan dan Jungmo menganggukkan kepalanya. Senyum Sungmin tiba-tiba mengembang namun dengan seketika juga memudar saat Jungmo mengajukan syarat kepadanya.
"Aku tidak melakukannya secara gratis dan tentunya ada syarat yang harus kau penuhi." Ucap Jungmo sambil memasang smirk yang menurut Sungmin sangat menakutkan.
"Apa itu? Katakan!"
"Kau hanya perlu kembali padaku dan kita akan hidup bersama. Dengan itu aku akan merebut Sunghyun dari Yuri untukmu."
Ucapan namja itu lagi-lagi membuat Sungmin membulatkan matanya dan dengan kasar melepas cengkraman tangan namja itu. Hal itu tentu saja membuat Jungmo terkejut dan menatap tajam ke arahnya. Sungmin tidak mau kalah dan ikut menatap tajam namja itu.
"Apa kau sudah gila?! Aku tidak akan bodoh bisa kau tipu 2 kali dan tanpa syarat bodohmu itu aku mampu mendapatkan Sunghyun kembali. Camkan itu!"
Setelah mengatakan itu, Sungmin bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi dari sana. Tapi tanpa diduga, Jungmo malah menarik tangannya dan berniat memeluknya. Sungmin tentu saja memberontak dan berusaha menghindar.
Dari jauh, Kyuhyun tentu saja melihat adegan itu dan tanpa babibu lagi, Kyuhyun mendekat ke arah mereka berdua dan melayangkan pukulannya hingga sukses menghantam wajah putih Jungmo.
BUGGHH!
Jungmo tentu saja terpental dan jatuh. Hal itu tentu saja sukses membuat Sungmin terlepas dari cengkraman Jungmo kemudian dengan cepat menarik Sungmin agar mendekat padanya. Jungmo masih saja meringis menahan sakit dibagian pelipisnya dan hal saat itu dimanfaatkan Kyuhyun untuk membawa Sungmin kabur. Dengan cepat Kyuhyun menarik Sungmin dan pergi dari sana dan menghentikan taxi yang kebetulan lewat. Taxi itu melaju sebelum Jungmo sempat menyusul mereka. Namja itu hanya berdecih dan memandang taxi itu dari depan caffe.
"Argghhhh! Sial!"
.
.
Sungmin terus menunduk dalam diam saat ia dan Kyuhyun tengah duduk di lantai rumah Sungmin karena Sungmin memilih untuk pulang saja setelah aksi kabur mereka tadi. Kyuhyun terus memandang yeoja itu sampai terdengar suara isakan disana.
"Hiks.. hiks.."
Sungmin terus meneteskan air matanya dan Kyuhyun tidak menyukai hal itu. Dengan gerakan pelan, Kyuhyun tarik bahu yeoja itu dan memeluknya guna menenangkan Sungmin. Yeoja itu tidak menolak juga tidak membalas pelukan Kyuhyun. Kyuhyun terus saja mengusap bahu yeoja itu dan mengelus-elusnya secara perlahan.
Setelah beberapa lama akhirnya tangis Sungmin berhenti. Yeoja itu sadar jika tengah dipeluk dan dengan gugup melepaskan diri dari dari Kyuhyun dan namja tersebut hanya tersenyum karena ulahnya.
Kyuhyun melihat masih ada jejak-jejak air mata Sungmin diwajahnya. Dengan gerakan pelan, diusapnya air mata itu dan tentu hal itu sukses membuat wajah Sungmin merona. Lama mereka terdiam sampai Kyuhyun berdehem kemudian mereka sama-sama memperbaiki posisi duduk mereka. Karena merasa suasana mulai canggung, Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan.
"Lee Sungmin-sshi. Apa dia tadi itu suamimu?" Tanya Kyuhyun ragu-ragu dan yeoja itu hanya mengangguk.
"Kenapa kau menangis? Apa dia melakukan sesuatu yang jahat padamu? Katakan padaku?" Tanya Kyuhyun lagi khawatir dan Sungmin hanya memandangnya dalam diam. Kyuhyun yang menduga jika Sungmin akan marah jika ia terlalu berlebihan dengan cepat mengibas-ngibaskan tangannya.
"Aaa...ani...bukan maksudku untuk mencampuri urusan pribadimu. Lupakan pertanyaan bodohku tadi. Anggap saja tadi itu hanya…"
"Dia mengajakku untuk kembali padanya."
"Ne!" Ucapan Sungmin tentu saja membuat Kyuhyun mengepalkan tangannya kemudian memandang yeoja itu penuh tanya.
"Apa kau menerimanya?" Sungmin hanya menggeleng dan tentu saja membuat Kyuhyun tanpa sadae merasa lega.
"Baguslah. Aku tak habis pikir, apa namja itu sudah gila. Kau terlalu berharga untuk dipermainkan oleh namja bejat seperti dia."
Sungmin sontak saja memandang Kyuhyun saat namja itu berucap demikian. Sungmin berpikir namja itu sangat perhatian padanya dan entah kenapa Sungmin menyukai hal itu. Tanpa sadar Sungmin tersenyum dan Kyuhyun melihatnya. Namja itu ikut tersenyum kemudian menatap wajah itu dalam diam. Sadar jika tengah diperhatikan, Sungmin ikut menatap mata itu dan mereka saling mendalami tatapan mereka masing-masing. Sampai Kyuhyun tanpa sadar menggenggam tangan Sungmin dan memandang mata yeoja itu dalam.
"Lee Sungmin-sshi? Aku tau ini terlalu cepat dan terkesan lancang. Tapi aku ingin mengatakan jika aku menyukaimu sejak pandangan pertama dan tentunya aku tidak main-main. Kali ini, maukah kau menerimaku Min?"
Sungmin tentu saja kaget mendengar ucapan namja itu itu. 'Apa dia menembakku?' Sungmin yang sadar dari rasa terkejutnya dengan reflek melepaskan tangannya yang digenggam Kyuhyun kemudian memandang namja itu lagi.
"Maafkan aku Kyuhyun-sshi. Kau memang bisa dengan mudah mendapatkan hati para wanita di luar sana, tapi jangan harap kau bisa dengan mudahnya mendapatkan hatiku. Karena hatiku telah lama membeku dan selamanya tak akan ku berikan kepada siapapun, termasuk dirimu." Ucapan itu tanpa sadar malah terlontar dari bibir Sungmin dan tentu saja ia dan Kyuhyun terkejut. Tentu saja ia kaget dengan ucapannya sendiri terlebih untuk Kyuhyun. Sungmin tiba-tiba merasa tidak enak hati dan Kyuhyun. Ia berniat meminta maaf tapi Kyuhyun terlebih dahulu berucap lantang kepadanya.
"Aku tau ini memang terlalu cepat. Tapi jujur aku menyukaimu bahkan aku rasa, aku mencintaimu. Ku harap kau segera menjawabnya dan aku akan setia menunggu. Lihat saja Min. Aku akan jadi lelaki pertama yang akan meluluhkan hatimu. Kau bisa memegang janjiku, camkan itu! Baiklah, aku akan pulang dulu. Ku harap kau memikirkannya baik-baik. Aku permisi."
Setelah mengucapkan itu, Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian membungkuk hormat. Setelah itu ia langsung pergi setelah sebelumnya diantar Sungmin sampai didepan pintu. Sungmin terus memandang namja itu hingga Kyuhyun menghilang diujung lorong. Dengan pelan Sungmin menutup pintunya dan menghela nafas.
Sungmin memilih untuk mandi dan menyegarkan pikirannya. Setelah berpakaian lengkap, yeoja itu naik ke atas kasur dan memandang langit-langit kamar. Yeoja itu kembali mengingat ucapan Kyuhyun tadi yang kembali terngiang-ngiang dikepalanya.
"Lee Sungmin-sshi. Aku tau ini terlalu cepat dan terkesan lancang. Tapi aku ingin mengatakan jika aku menyukaimu sejak pandangan pertama. Maukah kau menerimaku Min?"
Sungmin hanya bisa mengacak-acak rambutnya dan menenggelamkan wajahnya diatas bantal.
'Hhhh…otteokkhae? Kenapa namja itu malah menembakku? Bahkan diawal pertemuan kami terkesan buruk dan menyebalkan. Aku tidak menduga dia malah menyukaiku padahal aku terus membentaknya setiap waktu. Kenapa dia tidak kapok denganku? Aku jadi merasa bersalah dengannya. Apakah aku harus mulai menerima kehadiran namja itu? Arrgghhh~ ini terlalu memusingkan untukku. Lebih baik aku tidur saja.'
Setelah sekian lama memutar otak, Sungmin lebih memilih untuk memejamkan matanya karena terlalu pusing dengan kejadian yang tak terduga hari ini. Setelah beberapa menit, akhirnya terdengar helaan nafas teratur dari yeoja itu dan tanpa sadar yeoja itu tersenyum disela tidurnya.
=TBC or END?=
Park Heeni : wkwkwk… boleh eon.. nanti ane bantu :v makasih udah review ..RnR lagi ne? ^^
ovallea : iyee… si Momo emang jahatt ini udah next chingu..makasih udah review ^^
WineKyuMin137 : aaamiinn.. ini udah lanjut.. Wine-sshi baru pertama kali Review di ff ini ya? makasih banyak udah review ;)
ratu kyuhae : ne :D tapi chapter ini sampai chapter depan kagak bakalan ada Kyuhyun side chingu.. miaann ^^ mungkin… sekitar 5-6 bulan lahh… yang pasti baby Sunghyun masih imut-imut kayak emaknya gitu :D hihihi.. makasih banyak udah review ^^
SuniaSunKyu137 : hehehe.. iyeee :D Kalo kagak ada Jungmo, ya kagak ada konfliknya chingu :D tapi kagak nape-nape, nanti bakalan ada chap yang banyak KyuMin momentnya deh..untuk itu jangan bosen-bosen buat baca ff ane.. makasih banyak dah review ^^
KyuMin EvilAegyo : yak! jangan Shindong eon? Pan kasian.. mending lemvar Suman ajee , iyeee… nado bogoshippeo eon tersayang.. :* :* #Hug #Tjivok! teng-KYU SUMAN eon udah review ;) :*
TiffyTiffanyLee : hihihi.. suka dehh baca ripiu nya readers yang suka nebak-nebak kayak chingu XD Pantengin terus ff ini yeee? makasih banyak udah review ;)
ikakyumins : ini udah lanjut.. makasih banyak saeng udah review ^^
abilhikmah : neeee.. kasi semangat buat daddy eon, makasih udah nyempetin buat review ^^
Cho Ryeo Hyun : neee… ini udah next.. makasih udah review ^^
dewi. : ne.. emang ntu yeoja satu pengen ditampol mukanya -,- sami* chinguKYU.. makasih ya udah review ^^
PumpkinEvil137 : bentar lagiii… :D pantengin terus ni ff ya? ;) ini udah lanjut.. cepet pan ane apdet nya? hihihi.. makasih banyak udah review ;)
Yeee… chapter 5 update! XD ane kagak nduga kalo chapter 5 akan sepanjang ini. Kebanyakan dari komentar-komentar yang ane baca, kalian menggerutu gitu ama Jungmo-oppa. Ane pan jadi kasian ama si Momo gara2 ff ini. Oppa malah jadi pihak yang tertindas oleh readers XD
Oppa, maafkan adikmu yang cantix ini ne? #TjivokMomo! :p wkwk #Plak!
Otte? Apa KyuMin momennya memuaskan kalian semua? ane harap sih seperti itu. Berharaplah agar sifat dingin Uri Ming segera goyah dan Kyumin bisa bersatu ;) Kkkk~
Oh iyaa.. sekedar pemberitahuan buat semua readers tak terkecuali 'Silent Readers'.. Nama ane ntu Mesy, kalian bisa manggil ane Mesy aja, Memes, Mesin, Mecin, ato Meci..Kagak nape-nape itu mah terserah kalian aje :D ane lahiran tahun 97L. ELF, Sparkyu and JOYers. From Kaltim. Yang JOY dari Kaltim, boleh dong kita ngumpul-ngumpul soalnya ane jadi JOYers yang kesepian di daerah sendiri :v Boleh invite ane buat lebih mengenal author, pin nya noh ada di chapter 1 :D hihihi
Tunggu chapter depannya ya? RCL kalian sangat ane harapkan terutama reviews kalian karena ane sangat menyukainya XD Kkkkk~ RCL again, please? ;)
