Beautiful Target
Cast : Always KyuMin, others
Rating : T
Genre : Romance, Hurt, Drama
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki ({})
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Cerita pasaran! Tidak sesuai EYD!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
.
.
Pagi ini terlihat mendung. Udara pagi pun terasa sangat dingin dan burung-burung yang biasanya bersuara di depan jendela kamar Sungmin pun enggan untuk berkicau. Mungkin mereka merasakan dingin sama seperti yang dirasakan oleh pemilik kamar itu. Waktu telah menunjukkan pukul 8 pagi namun yeoja itu malah enggan bangun dari tempat tidurnya. Ia malah mengeratkan selimut tebalnya dan memeluk gulingnya erat.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar apartemen Sungmin. Yeoja itu bukannya tidak mendengar, namun ia malah asyik meringkuk diatas tempat tidur dan mengabaikan ketukan itu. Lama kelamaan suara ketukan itu makin mengeras dan tentu saja membuat Sungmin mau tak mau bangkit dari atas kasurnya.
"Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini. Mengganggu saja."
Gerutu Sungmin namun tetap berjalan menuju arah pintu sambil melemaskan otot-ototnya seperti melakukan senam. Yeoja itu kemudian mengacak-acak rambutnya kemudian membuka kunci pintu apartemennya walaupun dengan wajah kusut miliknya.
"Iya…sebentar…"
CEKLEK!
Pintu itu terbuka namun Sungmin masih saja menutup matanya yang susah sekali untuk dibuka kemudian menggerutu tak jelas tanpa melihat lagi siapa yang ada didepannya sekarang.
"Ya! Ini adalah hari libur. Aku tidak sedang ingin didatangi seorang tamu sekarang karena aku ingin beristirahat dan tidur dengan tenang. Jadi sebaiknya kau pu-…. Eh!"
Sebelum Sungmin sempat melanjutkan ucapannya, yeoja itu tiba-tiba terkejut saat ia membuka matanya yang semula terpejam, malah mendapati pria berkulit pucat yang tak lain baru saja baru ditemuinya tadi malam.
"Hai."
Sapanya sambil merekahkan senyumnya yang Sungmin akui memang terlihat menawan dan Sungmin tentu masih saja terdiam karena shock.
'Kenapa dia bertamu sepagi ini, apa dia tidak punya pekerjaan di rumahnya?' Pikir Sungmin.
Namja didepannya hanya senyum-senyum tak jelas dan tentu saja membuat Sungmin kembali bingung. 'Dia ini kenapa sih?' Akhirnya Kyuhyun menunjuk wajah Sungmin tepat dibagian pipinya.
"Itu..ada iler dipipimu."
"NE!"
Dengan cepat Sungmin mengusap kasar pipinya dan terang saja hal itu membuat Kyuhyun tertawa. Sungmin hanya merutuki hal yang menurutnya sangat memalukan ini kemudian beralih untuk menggelung rambutnya. Setelah itu ia kembali memasang posisi angkuh seperti biasa dan memandang Kyuhyun sambil melipat kedua tangannya.
"Ehem. Mau apa kau pagi-pagi kesini?" Tanya Sungmin ketus dan Kyuhyun hanya tersenyum membalasnya.
"Ani. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja setelah insiden tadi malam dan aku juga membawa makanan. Aku rasa kau tidak menolak jika kuajak untuk sarapan?" Tawar Kyuhyun sambil mengangkat sebuah kantung plastik ditangannya. Sungmin hanya memandang Kyuhyun dalam diam dan namja tampan tersebut hanya bingung dibuatnya.
"Kau tidak menyuruhku masuk? Kau tau? Aku kedinginan karena berdiri lama-lama disini dan kau harus lihat jika sekarang tengah turun hujan. Jadi, bolehkah aku masuk sekarang?" Pinta Kyuhyun.
Sungmin menengok ke arah luar dan dilihatnya hujan telah mengguyur kota dan angin bertiup kencang. Sungmin rasa pagi ini telah terjadi hujan badai. Sungmin sempat heran, kalau tau cuacanya seperti ini kenapa Kyuhyun malah datang bertamu dan mengajaknya untuk sarapan bersama? Hal ini tentu membuat Sungmin pusing dan ia hanya mendengus pasrah.
"Hahh… masuklah sekarang jika kau ingin membeku di luar." Ucap Sungmin akhirnya dan Kyuhyun jelas tersenyum senang.
Kyuhyun terus mengekori Sungmin dari belakang sampai yeoja itu menyuruh Kyuhyun untuk duduk dilantai dengan sebuah meja rendah didepannya. Kyuhyun hanya menurut kemudian yeoja itu pergi ke satu-satunya ruangan yang memiliki sekat dengan kamar dan ruang tamu Sungmin yang Kyuhyun rasa itu adalah sebuah dapur. Tak berapa lama Sungmin kembali dengan membawa beberapa piring ditangannya.
Kyuhyun akhirnya memilih untuk mengeluarkan beberapa macam makanan didalam kantung itu dan meletakkannya diatas piring-piring yang tersedia. Kyuhyun juga mengeluarkan 2 gelas kopi yang masih tertutup. Setelah ia membuka tutupnya, asap dari kopi itu mengepul dan dengan senang Kyuhyun meminum kopi panasnya. Sungmin hanya memperhatikan namja itu dan Kyuhyun menyadarinya. Akhirnya Kyuhyun meminta agar Sungmin segera memakan makanan yang telah ia bawa dan Sungmin hanya bisa menurut.
Mereka akhirnya mulai menikmati sarapan mereka tanpa disertai dengan sebuah percakapan. Setelah kenyang, Sungmin memilih untuk membersihkan piring-piring kotor dan mencucinya. Kyuhyun hanya terus memperhatikan Sungmin saat yeoja itu bolak balik didepannya. Lama Sungmin berada di dapur dan itu membuat Kyuhyun bosan karena tidak ada teman bicara.
Kyuhyun pun memilih untuk mengedarkan pandangannya keseluruh bagian apartemen Sungmin. Bagi Kyuhyun apartemen ini terlalu kecil bahkan ia rasa hanya seukuran kamar mandinya saja. Kenapa yeoja ini bisa tahan hidup ditempat seperti ini ya? Apa dia tidak berpikir untuk pindah dan mencari apartemen yang lebih luas daripada harus tinggal ditempat yang tak layak huni seperti ini? Pikirnya.
Tak lama akhirnya Sungmin kembali duduk di depan Kyuhyun sambil menyalakan TV dan mulai menikmati tontonannya. Kyuhyun memandang Sungmin sebentar kemudian memulai untuk bicara.
"Sungmin-sshi, Kau… sudah memikirkannya?" Tanya Kyuhyun dan membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dari layar TV.
"Memikirkan apa?" Tanya Sungmin balik dan tentu saja hal itu membuat Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
"Yang tadi malam. Saat aku me-…"
"O-oh itu. A-anu.. aku belum memikirkannya. Mianhae." Belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapannya, Sungmin malah memotong dan menundukkan wajahnya. Sungmin tentu saja malu saat mengingat kembali ucapan namja itu tadi malam dan ia belum siap untuk menjawab. Bahkan Sungmin berusaha untuk melupakan kejadian itu tapi pagi ini Kyuhyun malah mengungkitnya kembali. Mau tak mau hal ini kembali menjadi beban pikiran untuk Sungmin.
"Aku serius dengan ucapanku tadi malam, Min. Dan aku tidak main-main. Pikirkanlah lagi." Sungmin hanya menyelami mata Kyuhyun dan berusaha mencari kebohongan disana. Tapi nihil, yang ia temukan hanyalah sebuah keseriusan dan Sungmin menyadarinya.
"A-aku akan memikirkannya lagi." Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tulus.
"Ku harap kau memberikan jawaban terbaikmu untukku nantinya, Min. Dan aku akan menunggu sampai saat itu tiba nantinya.." Sungmin akhirnya memilih untuk menatap langsung mata namja itu dan sebuah keyakinan lah yang Sungmin temukan.
'Apa aku harus menerimanya?'
.
.
Setelah hari itu, Kyuhyun jadi lebih sering berkunjung ke apartemen Sungmin. Namun bagusnya Sungmin tidak mengusir Kyuhyun. Yah… walaupun Sungmin masih saja berbicara ketus kepadanya, tapi Kyuhyun merasa sudah kebal dengan ucapan kasar Sungmin.
Sampai saat makan siang di kantin pun, Kyuhyun masih saja mengekori Sungmin dan ikut makan bersama yeoja itu. Sungmin yang biasanya selalu makan sendiri, sekarang malah diganggu oleh namja berambut ikal didepannya ini. Sungmin hanya bisa mendengus kala ia tidak kuasa lagi untuk mengusir Kyuhyun karena baginya Kyuhyun sudah kebal walaupun ia mengamuk dan mengeluarkan aura setan sekalipun. Tapi sejak kapan Sungmin memiliki aura seperti itu? Ya sudahlah. Abaikan saja untuk bagian ini -,- Mari kita kembali ke cerita…
Sungmin hanya mengaduk-aduk makanannya. Berbeda dengan Kyuhyun yang makan terlalu lahap. Sesekali Sungmin mendengar suara yeoja-yeoja yang samar-samar menyebut namanya. Sungmin mengedarkan pandangannya dan ia malah mendapati beberapa yeoja menatapnya dengan sinis. Bahkan ada yang memasang wajah meremehkan dan jijik.
Sungmin berpikir yeoja-yeoja itu pada iri dengannya karena idola mereka (Read:Kyuhyun) malah makan bersama yeoja standar sepertinya. Tapi, tentu saja Sungmin tidak peduli dan menganggap itu semua tak penting. Akhirnya Sungmin memilih untuk mengeluarkan sebuah novel dari dalam tasnya dan mengabaikan sisa makanannya yang baru ia makan setengahnya. Dan sekarang kita tau, Sungmin suka sekali mubazir makanan. Aigoo~
"Min-ah, kenapa makananmu tidak kau habiskan?" Tanya Kyuhyun setelah namja itu meneguk air mineralnya.
"Aku sudah kenyang." Jawab yeoja itu singkat tanpa mengalihkan perhatiannya pada novel ditangannya. Kyuhyun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa mau mengomentari Sungmin lagi karena takut yeoja itu akan kembali mengamuk jika ia terlalu kepo. Kyuhyun tentu saja tidak mau hal itu terjadi.
Tak lama si namja ikan datang dengan gaya kerennya dan tanpa diminta malah duduk disamping Kyuhyun. Namja itu terkejut karena Sungmin yang ia tau sangat anti pada mereka terutama Kyuhyun malah duduk tenang dan sepertinya tengah makan siang bersama Kyuhyun.
"Pssstt… kenapa kalian bisa berdua? Apa sesuatu telah terjadi?" Tanya Donghae sambil berbisik ditelinga kanan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum misterius dan Donghae semakin bingung.
"Kalian sudah pacaran?" Tanya Donghae lagi dan Kyuhyun menggeleng.
"Belum Hyung. Kami masih dalam masa pendekatan." Jawab Kyuhyun pelan disertai senyum, tanpa Sungmin dengar tentunya.
"Oh, seperti itu. Berusalah sebisamu. Aku mendukung." Dan Kyuhyun kembali menampakkan senyum bahagia kemudian merangkul namja ikan itu erat.
"Kau memang yang terbaik Hyung."
"Yaa..yaa.. jangan rangkul-rangkul aku. Kau tak lihat semua orang terus memperhatikan kita sedari tadi!"
"Jangan tunjukkan sikap aneh kalian didepanku. Itu terlihat menjijikkan."
"Eh?!"
Kyuhyun dan Donghae sama-sama terkejut tau-tau Sungmin mengatakan itu dan bangkit dari duduknya. Setelah itu yeoja tersebut malah melesat pergi dan Kyuhyun tentu akan mengekorinya lagi.
"Tuh kan Hyung. Dia pergi. Aku akan menyusulnya sekarang." Baru saja Kyuhyun akan melangkah tapi Donghae malah menarik ujung bajunya.
"Y-ya! kau mau membiarkanku makan sendirian lagi? Kau jahat sekali." Donghae mulai melancarkan aksi merajuknya dan Kyuhyun hanya jijik melihat wajah memelas itu.
"Kau menggelikan Hyung. Biasanya juga kau makan sendiri. Sudahlah, aku mau pergi." Setelah berhasil melepas tangan Donghae dari bajunya, namja itu melesat pergi dan meninggalkan Donghae yang masih terbengong di kursinya.
"Dia jahat sekali. Tapi semenjak ada Lee Sungmin, adik kecilku itu semakin terlihat dewasa. Aku bangga padamu Kyu. Semoga kau berhasil mendapatkannnya dan dia bisa merubahmu menjadi lebih baik." Gumam Donghae sambil memandang punggung Kyuhyun yang mulai menjauh dengan senyuman tulus miliknya.
"Min-ah, kau mau kemana? Tunggu aku!"
Kyuhyun terus mengejar Sungmin dan memanggil-manggil yeoja itu tapi Sungmin malah mengabaikannya. Sungmin malah berbelok ke arah kanan yang merupakan toilet wanita. Mau tak mau Kyuhyun harus menunggu yeoja itu diluar. Sangat tidak mungkin sekali bukan jika Kyuhyun ikut masuk kesana?
Lama Kyuhyun berdiri dan bersandar didinding namun batang hidung yeoja itu belum nampak juga. Kyuhyun melihat jam tangannya dan ia rasa telah berdiri disini selama 20 menit. Pantas saja kakinya mulai terasa kesemutan. Tak lama, Sungmin keluar sambil mengusap-usap kedua tangannya dengan tissue dan terkejut setelah melihat Kyuhyun berdiri disebelah pintu sambil menggoyang-goyangkan sebelah kakinya karena bosan.
"Ommo! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sungmin dan membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya.
"Tentu saja menunggumu. Memangnya apa lagi? Kau juga kenapa lama sekali? Aku capek karena lama berdiri, kau tau." Kyuhyun malah melancarkan aksi merajuknya dan tentu saja membuat Sungmin merasa jijik.
'Apa-apaan dia? Dia kira wajah memelas seperti itu akan terlihat imut? Aku jadi mual melihatnya'. Sungmin membatin kemudian melipat kedua tangannya.
"Siapa suruh kau menungguku? Aku tadi sedang buang air. Dan jangan salahkan aku kalau lama. Sudahlah, aku mau ke kelas. Terserah kau mau kemana." Ucapan yeoja itu sukses membuat Kyuhyun melongo dan ia hanya terdiam menatap kepergian Sungmin.
'Jadi dia tadi lama di dalam sana karena buang air?! Yang benar saja! Hadehh~ -_- Lebih baik aku ke kelas. Sebentar lagi Dosen Kim pasti masuk.' Pikir Kyuhyun kemudian berjalan agak tergesa-gesa ke kelas nya.
.
.
Sungmin saat ini tengah melamun di kelas, padahal Dosen Shim sedang menjelaskan beberapa teori di depan. Matanya memang tertuju pada si Dosen Killer tapi pikirannya entah melayang kemana. Yeoja itu kembali memikirkan kata-kata Jungmo dari telepon saat ia berada di dalam toilet tadi dan sebenarnya ia tidak sedang buang air dan berbohong pada Kyuhyun.
Sungmin tidak menduga jika Jungmo akan meminta maaf padanya atas kejadian kemarin namun Sungmin tidak peduli dengan itu. Tapi yang jadi beban pikirannya ialah Jungmo mengatakan jika Yuri akan keluar negeri besok. Ia meminta Sungmin untuk bertemu dulu dengannya di depan Café Marcus dan akan membawa Sunghyun berasamanya. Jungmo kembali mengatakan jika ini adalah kesempatan terakhir bagi Sungmin untuk merebut Sunghyun, jadi mau tak mau Sungmin wajib menurut.
Sungmin sebenarnya bimbang dengan permintaan itu. Ia sebenarnya tidak ingin melakukannya namun ia takut jika Jungmo kali ini berkata benar. Bukannya apa, Sungmin memang mendengar berita jika Yuri yang sebenarnya adalah seorang desainer terkenal tahun ini akan memulai kembali karirnya di Paris untuk beberapa tahun. Dan Sungmin tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia rasa, dengan cara ini ia bisa merebut Sunghyun kembali.
Sungmin terus melihat ke arah jam tangannya yang telah menunjukkan pukul 3.55 sore yang artinya mata kuliahnya hari ini akan segera berakhir. Terdengar jika Dosen Shim telah memberi salam didepan dan menginggalkan kelas, Sungmin pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
"Hai Sungmin-ah."
"Eh!"
Sungmin sontak saja tekejut kala Kyuhyun malah menyapa dari jarak dekat. Sungmin tentu saja reflek mundur beberapa langkah gara-gara Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berdiri didepannya.
"Tsk! Kau lagi..kau lagi… kenapa kau malah disini? Dan sejak kapan panggilanmu menjadi tak sopan seperti itu?" Sungmin berkata sinis dan Kyuhyun tetap merekahkan senyumnya.
"Hehe.. Seperti biasa. Kita akan pulang bersama. Dan masalah panggilan, bukankah kita sudah akrab? Walaupun aku tidak memanggilmu dengan embel-embel 'sshi' tentu tidak masalah bukan?" Ucap namja itu senang dan Sungmin hanya bisa memutar bola matanya.
"Terserah padamu." Setelah mengatakan itu, Sungmin langsung melesat pergi tanpa menunggu Kyuhyun yang masih berdiri di dekat pintu.
"Y-ya. Min-ah, camkkaman. Tunggu aku!" Kyuhyun akhirnya berlari kecil dan berusaha untuk menyamai langkahnya dengan Sungmin.
Sungmin dan Kyuhyun akhirnya berjalan berdampingan tanpa ada yang lebih dulu memulai percakapan dan akhirnya telah sampai di depan gerbang. Tak lama, Donghae malah datang dari arah parkiran dengan mobilnya setelah melihat mereka berdua lewat.
TINN..TINN..
Kyuhyun dan Sungmin sama-sama terkejut saat mendengar suara klakson dari arah belakang mereka. Mereka kemudian menoleh dan mendapati seorang namja ikan tengah tersenyum ke arah mereka yang mobilnya kini tengah berada disamping dua manusia berbeda gender tersebut.
"Ciee… kalian pulang berdua lagi ya? Aku jadi iri." Ucap namja itu masih didalam mobilnya dan hanya dibalas senyum oleh Kyuhyun. Bagaimana dengan Sungmin? tentu yeoja itu diam saja, namun tetap diam ditempatnya.
"Hehe. Kalau seperti itu carilah yang baru? Atau kembali pada yang dulu juga tak masalah." Ucap Kyuhyun sambil terkikik geli dan Donghae hanya memasang wajah datarnya. -_-
"Jangan ingatkan aku tentang hal itu. Kau membuat hatiku semakin sakit, kau tau!." Kyuhyun hanya terkekeh saat melihat wajah merana Donghae kemudian mendekati mobil itu tepat disebelah jendela kemudi.
"Hehe. Maafkan aku, aku hanya bercanda Hyung."
Donghae hanya mendengus dan menatap Sungmin yang masih berdiri ditempatnya dengan wajah bosan. Anehnya Sungmin tidak pergi dari tempat ini dan sepertinya masih menunggu Kyuhyun yang malah mengajaknya bicara. Donghae tersenyum dalam diam kemudian menatap Kyuhyun yang masih berada disampingnya.
"Baiklah, aku maafkan. Kalian nanti naik bus kan? Bagaimana jika aku antar saja. Berhubung aku sedang berbaik hati hari ini." Kyuhyun memikirkan ajakan Donghae sebentar kemudian mengangguk.
Setelahnya ia mendekati Sungmin dan menyampaikan ajakan Donghae. Mulanya Sungmin menolak, namun akhirnya Yeoja itu menurut dan duduk di jok belakang, sedangkan Kyuhyun duduk disebelah kursi kemudi.
Hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai dikediaman Lee Sungmin. Yeoja itu memilih turun diikuti 2 lelaki yang sedang bersamanya. Sungmin mengernyit bingung kala Kyuhyun mengikutinya dari belakang seperti itu juga Donghae.
"Kalian mau apa?" Tanya Sungmin pada akhirnya. Kyuhyun hanya cengengesan dan Donghae hanya menampakkan senyum manisnya.
"Tentu kami ingin mengatarmu sampai kau masuk ke apartemen dengan selamat. Benarkan Hyung?" Tanya namja itu sambil menyenggolkan bahunya ke bahu Donghae.
"Ne.." Jawab namja itu singkat dan Sungmin hanya memutar bola matanya malas.
"Hhh~ Terserah kalian saja." Ucapnya datar sambil membalikkan badan dan membuat kedua lelaki itu tersenyum misterius dibelakangnya. Sungguh terlihat mencurigakan kedua namja ini .
KyuHae terus mengikuti Sungmin sampai yeoja itu berhenti didepan pintu apartemennya untuk membuka kunci. Donghae akhirnya mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan matanya tiba-tiba membulat kala melihat sesosok yeoja yang baru keluar dari apartemennya.
Donghae terus memperhatikan yeoja itu sampai ia melewati Donghae seperti tak menyadari kehadiran namja itu dan berlalu sampai punggungnya menghilang dibalik tangga. Kyuhyun menyadari perubahan ekspresi Donghae kemudian menepuk pundak namja itu pelan.
"Kau kenapa hyung?" Donghae tak menjawab dan tiba-tiba saja berlari meninggalkan Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.
"Ya! Hyung! Neo eodiga?!" Teriak Kyuhyun namun hanya dianggap angin lalu oleh Donghae. Kyuhyun hanya mengernyit bingung dan menggaruk kepalanya.
"Dia itu kenapa sih?" Gumamnya. Sungmin ternyata dari awal sudah menyadari ekspresi Donghae karena diam-diam ia memperhatikan gelagat namja ikan itu. Sungmin tambah curiga saat Donghae menatap intens kepada yeoja yang ia tau merupakan seorang tetangga barunya.
'Apa dia mengenal yeoja itu?'
Donghae terus mengikuti yeoja itu dari belakang tanpa yeoja itu ketahui tentunya. Sampai yeoja itu akan turun menginjak anak tangga terakhir.
"Camkkaman!"
Donghae berteriak dan tentu membuat yeoja itu menolehkan kepalanya. Mata yeoja itu tiba-tiba saja membulat saat mengetahui siapa yang memanggilnya. Donghae pun sama, ia tidak menyangka akan bertemu dengan yeoja yang selama ini ia cari keberadaannya dan tentu masih ia cintai sampai sekarang.
'Donghae-ah/Hyukkie-ah?'
.
.
Kedua manusia yang berlainan jenis ini sama-sama duduk termenung di sebuah bangku taman tanpa ada yang berniat untuk memulai interaksi satu sama lain. Mereka seperti bingung untuk memulai percakapan dari mana karena merasa canggung setelah sekian lama tidak bertemu.
Donghae, sang namja akhirnya memilih untuk menatap yeoja disampingnya yang kini tengah menunduk sambil menautkan kedua jarinya pertanda gugup. Sungguh, Donghae sangat merindukan yeoja yang berada disampingnya kini dan didalam hatinya ingin sekali ia memeluk erat dirinya dan mengatakan jika ia masih mencintai yeoja ini sampai sekarang. Akhirnya Donghae berdehem dan membuat yeoja itu, Eunhyuk, menolehkan kepalanya.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi disini setelah kejadian itu. Kau semakin terlihat kurus saja Eunhyuk-sshi." Canda Donghae dan Eunhyuk hanya tersenyum menanggapinya.
"Bagaimana kabarmu? Ini sudah terhitung 5 bulan kita tidak bertemu." Oceh namja itu lagi dan Eunhyuk kembali menatapnya.
"Aku baik-baik saja Donghae-sshi. Dan bagaimana denganmu?" Tanya Eunhyuk dan tentu saja membuat Donghae tersenyum senang. Setelah sekian lama, akhirnya ia kembali mendengar suara merdu yang sangat ia rindukan.
"Aku pun sama. Apa kau sekarang tinggal di apartemen itu? Ku lihat tadi kau baru keluar dari salah satu pintu apartemen disana." Tanya Donghae lagi sekedar basa-basi untuk mengurangi suasana canggung diantara mereka berdua.
"Ne, aku baru tinggal disana 5 bulan yang lalu."
'Semenjak hari itu.' Lanjutnya dalam hati.
Donghae hanya mengangguk dan mereka kembali terdiam. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing sampai Donghae memilih untuk berbicara kembali.
"Sampai sekarang aku masih berpikir, kenapa kau tiba-tiba meminta putus denganku padahal aku rasa kita tidak mempunyai masalah saat itu." Ucapan Donghae sontak saja membuat Eunhyuk menjadi tegang kemudian Eunhyuk hanya tertunduk sedih. Donghae akhirnya menolehkan wajahnya dengan wajah yang terluka dan Eunhyuk pun berekspresi sama dengannya.
"Katakan alasannya padaku? Kenapa kau memutuskanku padahal kau tau aku sangat mencintaimu?" Pinta namja itu lagi kali ini sambil menggenggam kedua tangan Eunhyuk dan mau tak mau Eunhyuk harus menatap wajah namja itu lagi walau ia merasa tak sanggup.
"…." Eunhyuk tak kunjung menjawab dan membuat Donghae mengeratkan genggamannya.
"Hyukkie-ah. Jawab aku!" Pinta Donghae dan Eunhyuk terlihat menghela nafasnya. Tak disangka Eunhyuk melepas genggaman tangan Donghae dan beranjak untuk pergi dari sana namun gagal ketika Donghae lebih dulu menariknya untuk duduk kembali.
Dengan perasaan kacau akhirnya Donghae mencekeram kedua bahu Eunhyuk dan membuat pandangan mereka saling bertemu kembali.
"Katakan padaku! Apa salahku sampai kau meninggalkanku?! Tolong jelaskan padaku!"
Eunhyuk memandang wajah Donghae yang terlihat memerah mungkin karena emosinya yang telah bercampur aduk karena kesal, marah, dan kecewa. Akhirnya Eunhyuk menghela nafas sebanyak-banyaknya dan memberanikan diri untuk menatap mata Donghae tajam.
"Aku memutuskanmu karena kau sendiri yang membuatku harus melakukannya." Ucapan Eunhyuk tentu saja membuat Donghae terdiam dan bingung.
'Kenapa aku?' Batinnya.
"Coba katakan apa salahku? Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu."
Eunhyuk hanya mendecih kemudian melepas paksa kedua tangan Donghae dari bahunya.
"Kau menindih dan mencium mesra Jessica di sebuah taman itu apa sudah cukup menekankan bahwa aku harus melepasmu dan membiarkanmu bahagia dengan wanita lain?"
Ucapan Eunhyuk yang terdengar terluka itu tentu saja membuat Donghae terdiam kaku.
'Mencium? Kapan?'
Donghae terus berpikir keras sampai ia ingat kejadian itu dan membulatkan matanya.
'Jadi itu alasannya?'
"Hyukkie-ah. Kau salah paham! Jessica memang menindihku tapi ia tidak menciumku. Kau harus percaya itu!" Eunhyuk kembali terseyum sinis namun terluka dan kembali memandang Donghae tajam.
"Memang menindih katamu? Ck. Kalian mesra sekali sampai rela melakukannya didepan umum. Bukankah lebih baik kalian menyewa kamar hotel dan melakukannya disana tanpa ada yang-…."
"CUKUP!"
Ucapan Eunhyuk terhenti saat Donghae berteriak didepannya. Terlihat nafas Donghae memburu dan Eunhyuk hanya tersenyum miris melihatnya. Setelah menetralkan amarahnya, akhirnya Donghae menandang Eunhyuk lagi dan kembali menggenggam kedua tangan itu.
"Kau salah paham Hyukkie-ah. Sungguh kami tidak melakukan apa-apa. Kau harus percaya padaku!"
=FLASHBACK ON=
Donghae dan Euhyuk hari ini tengah kencan disebuah taman kota. Mereka berdua terlihat mesra sambil bergandengan tangan dan tersenyum satu sama lain. Eunhyuk mengedarkan pandangannya dan melihat sebuah mobil Ice Cream sedang terparkir di taman. Akhirnya yeoja itu meminta izin kepada Donghae untuk membeli 2 cone ice cream terlebih dahulu dan Donghae mengiyakan. Eunhyuk berjalan senang seperti anak kecil saat mendekati mobil ice cream itu dan Donghae hanya terkekeh melihatnya.
Donghae hanya berdiri di sebelah pohon sambil menendang-nendang kerikil yang berada di pinggir danau buatan. Tanpa diduga, dari arah berlawanan, ada seorang yeoja pendek sedang bekejar-kejaran bersama seekor anjingnya dan kejadian yang tak terduga terjadi.
Yeoja itu malah menubruk Donghae dan menindihnya. Dari sudut yang berbeda tampak mereka seperti tengah berciuman padahal bibir mereka sama sekali tidak menyentuh satu sama lain. Eunhyuk yang kebetulan melihat pada sudut itu dan tentu saja membuat yeoja itu shock dan menjatuhkan kedua cone ice cream-nya. Eunhyuk kemudian meneteskan air matanya dan menyadari jika yeoja yang menindih Donghae itu adalah Jessica, mantan pacar Donghae.
'Cinta Lama Bersemi Kembali eoh? Ck. Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian lagi kalau seperti itu. Annyeong Donghae-ah.' Gumam Eunhyuk meninggalkan mereka berdua disana.
Dari sisi lain, Jessica cepat-cepat berdiri dari duduknya dan meminta maaf pada Donghae. Donghae hanya memakluminya dan menganggap itu hanya kecelakaan kemudian Jessica pergi bersama anjingnya. Tak lama, Donghae kemudian menyadari jika Eunhyuk sudah terlalu lama pergi.
'Kemana dia?' Tak lama terdengar getaran di ponselnya pertanda ada sebuah pesan masuk.
From: My Love Hyukkie ({})
"Kita PUTUS."
JDERR!
Donghae tentu saja membulatkan matanya dan bingung dengan apa yang terjadi. Donghae mencoba menghubungi yeoja itu namun hanya terdengar suara operator disana.
"Argghhh! Sial!"
Setelah ucapan putus secara sepihak itu, tidak ada kabar lagi mengenai Eunhyuk bahkan yeoja itu mengganti nomor ponselnya dan menghilang entah kemana. Orang tua Eunhyuk mengatakan jika Eunhyuk tinggal sendiri disebuah apartemen namun mereka tidak sama sekali mengatakan dimana alamatnya. Donghae tentu saja tambah frustasi dan ia menanggap hubungan mereka belum berakhir karena ia tidak membalas talak yeoja itu. Biarkanlah Eunhyuk meminta putus namun Donghae tidak akan sudi melakukannya. Tidak akan pernah!
=FLASHBACK OFF=
Eunhyuk mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Donghae kemudian memutar bola matanya malas.
"Aku tidak percaya dengan ucapanmu. Cerita konyol seperti itu tak akan mempan untukku." Ucap yeoja itu dan Donghae kemudian mengacak rambutnya frustasi.
"Kau harus percaya padaku! Kalau kau tau itu konyol kenapa kau malah mengorbankan hubungan kita hanya karena masalah ini? Apa perlu kita tanya pada anjingnya Jessica supaya menjadi saksi bahwa kami tidak benar-benar berciuman!"
Donghae telah kalap sampai membawa-bawa seekor anjing kedalam masalah mereka. Eunhyuk hanya mengernyitkan alisnya kemudian memikirkan kata-kata Donghae. 'Anjing?' Eunhyuk tiba-tiba teringat jika saat itu memang ada seekor anjing berputar-putar disekitar DongSica(?) kemudian yeoja itu kembali menatap Donghae kali ini dengan pandangan sedih.
"Kau serius dengan ucapanmu? Kau tidak berbohong kan?" Tanya Eunhyuk dan Donghae mengangguk yakin.
"Aku bersumpah jika aku berkata jujur. Percayalah padaku!" Eunhyuk menyelami mata Donghae berusaha mencari kebohongan tapi kejujuranlah yang ia temukan. Akhirnya Eunhyuk menangis dan tentu saja Donghae tanpa diminta memeluk yeoja itu erat.
"Hiks… Maafkan aku tidak mempercayaimu. Aku terbawa emosi saat itu. Maafkan aku." Lirih Eunhyuk disela isak tangisnya dan Donghae hanya mengangguk.
"Aku tidak pernah menganggapmu salah Hyukkie-ah. Maafkan aku juga yang tidak berusaha menjelaskan padamu." Eunhyuk hanya mengangguk kemudian Donghae melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Eunhyuk erat.
"Jadi? Maukah kau kembali padaku dan kita mulai semuanya lagi dari awal?" Tanya Donghae dengan penuh keyakinan dan Eunhyuk tentu saja mengangguk.
"Ne, aku mau." Ucap Eunhyuk pada akhirnya dan membuat Donghae tersenyum bahagia. Donghae kembali memeluk Euhyuk dan mengecup dahi Eunhyuk sayang.
"Aku mencintaimu." Lirihnya.
"Aku juga mencintaimu..ikan nemo-KU.."
"Kau masih ingat dengan nama panggilan sayangku?"
"Tentu saja. Mana mungkin aku lupa."
"Wuaa… ternyata selama kita berpisah kau masih mengingatku ya? Terima kasih banyak monyet-KU!"
"Ya! Aku bukan monyet! Aku ini manusia tercantik di muka bumi!"
"Apa kau yakin? Aku rasa, orang cantik jarang suka bergelantungan di atas pohon!"
"YAK! DASAR MAKHLUK AIR!"
"AHAHAHHAHA!"
.
.
Sungmin saat ini tengah menikmati tayangan TV setelah ia mandi tentunya. Kyuhyun benar-benar pulang setelah mengatakan jika ia hanya berniat untuk mengantar yeoja itu sampai masuk ke dalam apartemennya dengan selamat. Sungmin hanya terkekeh geli jika mengingat ucapan konyol namja berkulit pucat itu.
Sungmin memilih untuk mematikan TV setelah menyelesaikan makan malamnya. Setelahnya Sungmin beranjak ke atas tempat tidur dan mulai menyelimuti dirinya. Sungmin ingin segera terlelap karena tidak sabar menanti hari esok. Sunghyun besok harus kembali padanya dan ia menunggu saat itu tiba.
Esoknya Sungmin berjalan pelan disebuah trotoar jalan. Ia berjalan agak tergesa-gesa karena tidak sabar menanti kejadian yang akan diterimanya setelah ini. Mata Sungmin terus mengedar sampai ia mendapati seorang namja dengan sebuah kereta bayi disebelahnya. Sungmin yakin jika namja itu adalah Jungmo dan didalam kereta itu pasti anaknya.
Sungmin berlari kecil ke arah mereka dan berhenti tepat didepan kereta itu. Mata Sungmin membulat saat mendapati bayi didalam kereta itu menggeliat-geliat sambil tersenyum ke arahnya. Sungmin tak kuasa untuk menahan air matanya karena ia yakin bayi di depannnya kini adalah Sunghyun anaknya. Bayi itu terlihat gemuk dengan pipi yang sangat bulat dan Sungmin ingin sekali menciumnya. Jungmo yang semula diam memperhatikan Sungmin disamping kereta itu akhirnya mulai berbicara.
"Bawalah dia. Aku tidak melarang." Ucap Jungmo, namja itu pada akhirnya dan tentu saja membuat Sungmin mengalihkan pandangannya. Sungmin tentu saja heran dengan ucapan Jungmo. Bukankah kemarin dia mengajukan syarat? Kenapa sekarang dia malah menyuruhnya untuk membawa Sunghyun dengan cuma-cuma?
Sungmin memilih untuk tidak peduli dengan hal itu kemudian ia tersenyum bahagia. Baru saja Sungmin berniat untuk mengambil Sunghyun dari dalam kereta tapi sebuah teriakan wanita menghentikan pergerakannya.
"JANGAN AMBIL DIA!"
Sungmin menolehkan pandangannya dan mendapati Yuri yang berjalan tergesa-gesa sambil memandang tajam ke arahnya. Belum sempat Sungmin menyentuh Sunghyun, Yuri lebih dulu datang dan menamparnya.
PLAK!
Sungmin sontak saja terjatuh setelah menerima tamparan dari Yuri. Hal ini tentu saja membuat semua orang yang berada di trotoar berhenti dan mengerubungi mereka.
"Mau kau apakan Sunghyun hah wanita jalang!" Teriak Yuri kalap dan Sungmin masih duduk terdiam sambil memegangi pipinya. Kemudian Yuri menatap Jungmo yang saat itu juga terdiam ditempatnya. Tanpa diduga Yuri juga menampar Jungmo dan namja itu hanya meringis dibuatnya.
PLAK!
"Jadi ini sebabnya kau membawa Sunghyun kabur! Kau ingin memberikannya pada yeoja sialan ini! Ohh..jadi selama ini kau selalu mendatangi wanita jalang ini tanpa sepengetahuanku! Kau benar-benar pria banjingan!"
Setelah berteriak tak jelas seperti itu, Yuri akhirnya menarik kereta Sunghyun dan berniat pergi dari sana. Namun belum sempat Yuri pergi, Sungmin terlebih dahulu bangkit dari duduknya dan menahan kereta itu.
"Mau apa kau!" Teriak Yuri dan Sungmin balas memandang yeoja itu tajam.
"Aku bukan wanita jalang dan kembalikan anakku!"
Yuri menggeram saat Sungmin telah berani melawannya dan terjadilah aksi tarik menarik disana. Yuri terlalu keras menarik kereta itu sehingga Sungmin terjatuh namun kereta itu terlepas dari genggamannya. Kereta itu malah terbawa mundur dan sampai di tengah jalan. Dari arah berlawanan, sebuah truk tengah melaju tepat didepan kereta dan hal buruk pun terjadi.
BRAAKKKK!
Kejadian berlalu bergitu cepat. Semua orang disana terdiam ketika terdengar suara hantaman keras dan Sungmin sempat melihat kereta bayi Sunghyun terpental jauh disana bahkan sempat terdengar suara tangis yang kencang. Sungmin, Yuri, dan semua orang disana tentu menyaksikan kejadian itu dan wanita tersebut tentu saja membulatkan matanya dan dengan cepat berlari ke arah kereta Sunghyun.
"SUNGHYUN-AHHH!"
=TBC or END?=
abilhikmah : ne! Kajja dukung daddy! makasih udah RnR eon ^^
ovallea : nanti… ming bakalan berubah jadi cantik kok. Tunggu aja ne? ;) makasih banyak udah review ^^
Shengmin137 : ne.. salam kenal Shengmin-sshi. Gak masalah U mw review dichapter mana aja. Yang penting u review, ane udah seneng pake banget kok XD Hayyooo, menurut chingu gimana? :D ini udah lanjut, semoga rasa penasarannya makin berkurang. Makasih banyak udah RnR ^^
SuniaSunKyu137 : Iyaa… hihihihi… udah lanjut nih chingu. Makasih udah review ;)
KyuMin EvilAegyo : iyee.. getok aje noh kepala nya si Momo eon -,- ahahahah… kalo langsung pake popo yang ada nanti Kyu malah ditabok eon XD udah lanjutt… tengKYU SUMAN udah review :* :*
Park Heeni : hihihihi.. iyaa :D Wuaaa.. makasih banyak buat masukannya eon. Emang sih yang masalah apartemen itu ane bingung mw nempatin di daerah mana. Habisnya pas bikin ff ini, salahnya juga ane kagak browsing dulu makanya ngasal ngambil nama tempat aja XD sekali lagi makasih eon buat review nya ;)
TiffyTiffanyLee : udah cerai chingu. Tapi ya emnag pada dasarnya si Momo ini susah dibilangin, makanya dia deketin Ming mulu. Ngeselin pan? -,- ahahaha.. gpp mah kalo panjang2, ane malah demen banget bacanya :D :D makasih banyak udah Review ;)
ratu kyuhae : nanti bakalan diterima kok eon… makasih banyak udah ngasi semangat juga review nya ;)
PumpkinEvil137 : mudahan aja sih Hae gk ngungkit2 masalah itu lagi. Kita doakan bersama ne? ;) hihihi.. ini udah update. Makasih banyak udah review ;)
Cho Ryeo Hyun : ini udah lanjut.. TengKYU review nya ^^
Heldamagnae : Kyu pasti bisa kok ngeyakinin Ming. Makasih udah nyempetin buat review ^^
nuralrasyid : makasih pujiannya saeng :D ini udah lanjut.. Makasih review nya ;)
WineKyuMin137 : iya.. gk masalah kok chingu :D Ne.. kasi Kuyun semangat! ini udah dilanjut.. makasih udah RnR ^^
Fyuhhh~ akhirnya chapter 6 update juga :3
Otte? Apa ini terlalu tragis? Mianhae? ane jadi gk tega ama uri Sunghyunnie , #Plak!
Untuk penggunaan bahasa, mianhae, ane memang gk terlalu fasih dalam kalo pake EYD, jadi maklumi aja ne kalo bahasa yang ane gunakan masih acak-acakan? #Bow!
Apa ceritanya makin membosankan? Semoga masih ada yang bersedia untuk membawa ff gaje ini #Pundung!
RnR kalian sangat ane harapkan demi memotivasi ane juga untuk melanjutkan cerita ini. Untuk itu, saran-saran yang bersifat membangun sangat ane butuhkan. So, jangan bosan-bosan untuk membaca ff gaje ini? RnR again please? ;)
