Kejadian berlalu bergitu cepat. Semua orang disana terdiam terlebih ketika tiba-tiba saja seorang lelaki yang Sungmin ketahui sebagai Ayah kandung dari Kim Sunghyun berlari menerobos kerumunan dan mendorong kereta malang itu sehingga menabrak trotoar jalan namun kereta itu baik-baik saja. Tidak seperti yang dialami namja itu. Jungmo berdiri tepat menggantikan posisi kererta Sunghyun tadi dan …
BRAAKK!
Terdengar suara hantaman keras karena tubuh tinggi itu tertabrak oleh truk putih yang mengangkut semen dengan bobot yang bisa dikatakan lebih dari 100 ton. Sungmin sempat melihat kereta bayi Sunghyun terpental jauh disana bahkan sempat terdengar suara tangis yang kencang. Sungmin, Yuri, dan semua orang disana tentu menyaksikan kejadian itu dan wanita tersebut tentu saja membulatkan matanya dan dengan cepat berlari ke arah kereta Sunghyun.
"SUNGHYUN-AHHH!"
Cepat-cepat Sungmin berlari menuju kereta itu dan mengeluarkan Sunghyun dari sana. Tampak Sunghyun menangis keras mungkin shock karena goncangan saat bayi mungil itu masih terbaring didalam kereta.
Sungmin berusaha menenangkan Sunghyun dalam gendongannya kemudian ia menoleh kesamping, tepat dimana tubuh Jungmo telah berlumuran darah didalam pangkuan Yuri. Sungmin terdiam kaku menyaksikan bagaimana keadaan Jungmo yang terlihat parah dengan kepala yang terus saja mengeluarkan darah.
"SELAMATKAN SUAMIKU! TOLONG HUBUNGI AMBULANCE! AKU MOHON!" Yuri berteriak panik dengan air mata yang masih berlinang dipipinya. Ia tak henti-hentinya berusaha menyadarkan Jungmo karena Yuri takut hal buruk akan terjadi setelah ini.
Sungmin tiba-tiba meneteskan air matanya dan memandang Jungmo dengan tatapan nanar.
'Apa yang telah terjadi?'
.
.
.
.
.
Beautiful Target
Cast : Always KyuMin, others
Rating : T
Genre : Romance, Hurt, Drama
Disclaimer : FF ini resmi milik Mheishiee Taeminnie dan KyuMin milik Tuhan, orang tua mereka, Elf, JOYers dan tentunya KyuMin saling memiliki ({})
Warning : GS! Typo's! Gaje! Abal-abal! Cerita pasaran! Tidak sesuai EYD!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
.
.
Suara sirine ambulance terdengar nyaring disepanjang jalan menuju Rumah Sakit Umum Seoul. Yuri, Sungmin, dan tak lupa Sunghyun yang masih dalam gendongan Sungmin ikut berada didalam ambulance yang membawa tubuh bersimbah darah Jungmo.
Yuri terus saja menangis dan menggenggam tangan kanan Jungmo dan sesekali menciumnya. Wanita itu tak henti-hentinya meracau dan berdo'a agar Jungmo tetap diberikan keselamatan.
Sungmin memandang sedih keadaan namja yang pernah jadi suaminya kini. Ia tidak menyangka jika Jungmo akan menggantikan posisi kereta Sunghyun dan mengorbankan dirinya demi menyelamatkan buah hati mereka.
'Kenapa kau melakukan ini Oppa. Sebenarnya apa yang tengah kau pikirkan?' Pikir Sungmin masih memandang Jungmo yang saat ini masih tidak sadarkan diri.
Tak lama ambulance itu sampai di depan rumah sakit. Para petugas dengan sigap membawa Jungmo untuk segera ditangani ke ruang UGD. Sungmin, Sunghyun dan Yuri terus mengikuti mereka sampai seorang Suster mencegat mereka bertiga agar tidak masuk. Mulanya Yuri bersikeras ingin masuk dan menemani suaminya. Akhirnya wanita itu mengalah dan terduduk didepan pintu.
Yuri terus menangkupkan wajahnya dilipatan tangannya dan menangis keras. Sungmin jadi tak tega melihat keadaan wanita itu. Dibalik sifat kerasnya terhadap Jungmo ternyata jelas sekali ia menunjukkan bahwa tidak mau kehilangan namja yang dulunya juga pernah menjadi pengisi hatinya tersebut.
Sungmin memilih untuk duduk di kursi tunggu kemudian menatap wajah bayi digendongannya. Sungmin sampai sekarang belum bisa percaya dengan apa yang tengah terjadi. Ia sekarang tengah menggendong kembali bayinya setelah 5 bulan tidak bertemu dan Jungmo yang tengah terluka disana akibat menolong bayinya.
Apa ini merupakan sebuah keajaiban yang Tuhan berikan lewat malaikat yang merasuk dalam diri Jungmo ataukah ini balasan bagi Jungmo karena telah menyakiti Sungmin?
.
.
Kyuhyun hari ini terlihat bersemangat. Namja itu berjalan pelan menapakki anak tangga menuju apartemen Sungmin. Sesekali ia bersenandung sambil menggerak-gerakkan kepalanya pertanda menikmati alunan music yang terdengar dari earphone biru miliknya.
Kyuhyun kembali tersenyum saat akan mendekati pintu apartemen Sungmin. Namja itu berdehem pelan kemudian mengetuk pelan pintu yang terdapat tulisan 0137 tersebut.
TOCK..TOCK..TOCK..
"Permisi.."
Tidak ada jawaban. Namja itu kembali mengetuk pelan pintu bercat coklat itu.
TOCK..TOCKK…TOCK..
"Sungmin-sshi? Apa kau ada didalam?"
Masih tidak ada jawaban. Biasanya jika ia sudah 2 kali memanggil, Sungmin akan membukakannya pintu walaupun dengan wajah datar.
"Kenapa lama sekali? Apa dia masih tidur?" Baru saja Kyuhyun akan kembali mengetuk, sebuah suara wanita menginterupsi kegiatannya.
"Nak Kyuhyun?" Suara yang lebih terdengar seperti sebuah sapaan itu membuat Kyuhyun menolehkan wajahnya. Ia tersenyum saat mengetahui Lee Ahjumma lah yang memanggilnya.
"Eoh, Annyeong haseyo Ahjumma." Sapa Kyuhyun sambil membungkukkan badannya.
"Ne, Annyeonng haseyo Nak Kyuhyun. Apa yang kau lakukan disini? Sepertinya beberapa hari kau sering berkunjung ke apartemen Sungmin."
Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal setelah mendengar ucapan wanita didepannya. Kemudian Kyuhyun mengangguk disertai dengan senyum menawannya.
"Ne, Ahjumma. Hari ini saya berniat mengajak Sungmin-sshi untuk jalan-jalan." Lee Ahjumma mengangguk mendengarnya kemudian balas tersenyum.
"Sepertinya kalian mulai akrab. Tapi sayang sekali, nak. Pagi-pagi sekali Sungmin sudah pergi dan mengatakan jika ada urusan penting hari ini."
Kyuhyun mengernyitkan alisnya ketika mendengar 'Urusan penting' dari bibir Lee Ahjumma. Tiba-tiba saja, Kyuhyun jadi merasa ada sesuatu yang telah terjadi.
"Apa Ahjumma tau Sungmin pergi kemana?"
"Dia tadi bilang jika akan ke café Marcus dekat taman kota."
Kyuhyun mengangguk mengerti kemudian melesat pergi setelah sebelumya membungkuk hormat pertanda pamit kepada Lee Ahjumma. Kyuhyun berlari tergesa-gesa mencari taxi karena ia tidak membawa kendaraan. Akhirnya sebuah taxi lewat dan mengantarnya ke café tersebut.
Kyuhyun memandang aneh saat mendapati sebuah pengendara truk yag berurusan dengan seorang polisi dan terdapat garis polisi disana. Kyuhyun melihat ada ceceran darah dan Kyuhyun berpikir jika baru saja terjadi kecelakaan.
Kyuhyun melihat salah seorang pegawai café berdiri didekat sana dan menghampirinya.
"Permisi? Bolehkan saya tau apa yang telah terjadi disini?" Mendengar jika ada yang menyapanya, pegawai lelaki itu menolehkan wajahnya.
"Baru saja terjadi kecelakaan. Seorang lelaki tertabrak karena berusaha menyelamatkan sebuah kereta bayi yang saat itu terdorong ke tengah jalan."
Kyuhyun bingung saat mendengar kata 'terdorong' disini kemudian ia menatap pegawai itu lagi.
"Terdorong? Bagaimana bisa? Apa telah terjadi sesuatu sebelumnya?"
"Sebelumnya ada 2 orang wanita yang saling tarik-menarik kereta bayi itu. Wanita yang satu itu tinggi dan yang satunya lagi agak pendek namun berwajah manis seperti anak kecil."
Kyuhyun terdiam saat pegawai itu mengatakan ciri-ciri wanita yang satunya lagi. Kenapa ciri-ciri itu mengarah kepada Sungmin? Bahkan pegawai itu sempat mengatakan aksi tarik menarik kereta bayi. Apa itu ada hubungannya dengan Sungmin? Kyuhyun sontak membulatkan matanya. Kyuhyun takut jika hal buruk telah terjadi. Kalau itu benar, terus kemana mereka semua pergi?
"Apa kau tau mereka sekarang ada dimana?" Tanya Kyuhyun lagi dengan wajah khawatir.
"Mereka semua pergi ke Rumah Sakit Umum Seoul menggunakan ambulance membawa namja yang terluka parah itu."
Kyuhyun mengangguk kemudian mengucapkan terima kasih kepada pegawai itu. Kyuhyun kembali berlari untuk menyetop sebuah taxi kemudian taxi itu melesat menuju Rumah Sakit.
Kyuhyun berlari disepanjang koridor Rumah Sakit setelah sebelumnya bertanya kepada salah seorang suster tentang dimana namja yang baru beberapa saat lalu mengalami kecelakaan ditempatkan. Kyuhyun berlari menuju ke ruang UGD dan dari jauh mendapati seorang wanita yang duduk sambil memeluk bayi digendongannya dan seorang wanita lagi yang tengah terduduk sendiri sambil menyandarkankan tubuhnya kedinding dengan wajah frustasi.
Kyuhyun yakin wanita yang menggendong bayi itu adalah Sungmin. Tanpa babibu lagi, Kyuhyun berlari dan menghampiri Sungmin yang masih terduduk lemas ditempatnya.
"Min-ah, gwaenchana? Apa yang terjadi?" tanya Kyuhyun panik sambil memegang kedua bahu Sungmin erat. Sungmin yang semula memejamkan matanya, perlahan membuka mata foxy-nya dan mendapati Kyuhyun dengan wajah cemas.
Sungmin tiba-tiba meneteskan air matanya dan tentu saja membuat Kyuhyun terkejut. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun menarik Sungmin kedalam pelukannya dan mengusap kepala wanita itu sayang. Terdengar isakan pelan dari Sungmin sehingga membuat Kyuhyun harus melihat wajah yeoja itu lagi. Kyuhyun melihat jika mata Sungmin telah membengkak bahkan mata yang biasanya terlihat bening itu kini nampak memerah sempurna. Ia rasa Sungmin telah lama menangis.
Kyuhyun mengarahkan pandangannya kepada sesuatu yang berada digendongan Sungmin. Sesosok malaikat kecil yang terlihat sangat imut dan mirip sekali dengan wajah Sungmin, tengah menggeliat pelan disela tidurnya. Kyuhyun rasa bayi ini adalah Sunghyun-nya Sungmin. Ia jadi penasaran apa yang telah terjadi sampai Sungmin bisa bersama dengan bayi mungilnya ini.
Kyuhyun terus mengusap kepala Sungmin untuk menenangkan wanita itu. Sungmin sama sekali tidak memberontak bahkan seperti merasa nyaman dengan perlakuan Kyuhyun. Mata Kyuhyun tiba-tiba tertuju pada seorang wanita lagi yang tengah duduk dilantai sambil menangkupkan wajahnya. Kyuhyun jadi penasaran lagi, wanita itu siapa? Kenapa dia bisa berada disini bersama Sungmin? Apakah keluarganya sama-sama ditangani di ruang UGD?
Tak lama seorang dokter keluar dari ruangan itu sembari melepas maskernya. Wanita yang terduduk sendiri itu segera bangkit saat Dokter itu berjalan keluar. Sungmin juga ikut bangkit dari duduknya dan ikut mendekati dokter itu, begitu juga dengan Kyuhyun.
Dokter itu memandang mereka semua dengan pandangan yang sulit diartikan. Dokter itu menghela nafas sebentar kemudian memandang mereka satu persatu.
"Tuan Jungmo meminta kalian semua untuk masuk menemuinya. Ia berkata jika ada hal penting yang harus segera ia sampaikan."
Mendadak perasaan mereka terutama Yuri menjadi tidak enak. Mereka mengikuti langkah sang dokter setelah sebelumnya memakai seragam hijau khas rumah sakit dan penutup kepala. Mereka berempat mendekati ranjang Jungmo dan berdiri disetiap sisinya. Para dokter dan suster memilih untuk berdiri dibelakang mereka karena tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi keluarga itu.
Terlihat Jungmo tengah terbaring lemah dengan berbagai macam alat bantu menempel ditubuhnya. Namja itu sekarang tengah bernafas menggunakan sebuah masker namun masih dalam keadaan sadar dengan mata yang setengah terbuka.
Dengan perlahan Jungmo berusaha untuk melepas masker oksigennya, namun Yuri sempat menahannya. Jungmo mengisyaratkan Yuri untuk mengikuti apa yang diinginkan namja itu dan Yuri terpaksa mengiyakan walaupun masih disertai dengan genangan air mata.
Jungmo kemudian menoleh ke arah kanan, tepat dimana Sungmin bersama Sunghyun dan Kyuhyun berdiri sekarang. Jungmo mengisyaratkan agar Sungmin mendekat kemudian yeoja itu menurut. Jungmo tersenyum ketika melihat Sunghyun yang menggeliat lucu karena telah bangun dari tidurnya kemudian Sungmin dan Jungmo pun saling berpandangan.
"Sung-sung…min-ah… Maafkan oppa ..maafkan op-oppa karena te-telah banyak menyakitimu. Op-pa sudah terlalu jahat dan e-egois karena memis-sahkanmu de-dengan Sunghyun..Oppa sudah sang-ngat berdosa kepada kalian berdua. Sekali l-lagi, tolong maafkan oppa. Uhuk~ Oo-oppa rasa ini saatnya oppa membiarkanmu ba-hagia bersama Uri Sunghyunnie.. Uhuk…"
"Oppa…" Lirih Sungmin sambil menangis dan memandang Jungmo sedih. Jungmo tersenyum lemah kemudian melanjutkan ucapannya.
"K-kau. Namja yang ke-kemarin me-mukulku, kan? Kesini k-kau…" Kyuhyun yang mulanya diam terkejut saat Jungmo tiba-tiba memintanya untuk mendekat. Mau tak mau ia berjalan pelan mendekati ranjang Jungmo dan memandangnya dengan alis yang berkerut.
"Ja-jagalah Sungmin dan Sunghyun-ku. Sayangi mereka se-seperti kau menyayangi ke-luargamu sen-diri. Jangan saki-ti mereka seperti apa yang te-lah ku lakukan se-lama ini. Uhuk~"
Mereka semua disana terkejut terlebih Kyuhyun. Dia tidak menyangka jika Jungmo mengatakan hal itu, namun ia tentu saja senang mendengarnya dan mengangguk pasti.
"Aku akan menjaga mereka. Pasti. Serahkan semuanya padaku."
Jungmo tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. Begitupun Sungmin. Ia tak menyangka Kyuhyun akan menyanggupi permintaan Jungmo. Namun tangis Sungmin malah tambah pecah saat Jungmo mengatakan itu. Apa akan terjadi hal buruk setelah ini?
Jungmo beralih menatap ke arah kiri tepat dimana Yuri tengah berdiri sambil menangis. Namja itu kemudian menggenggam tangan kanan Yuri yang berada didekatnya dan membuat Yuri menatap sedih ke arahnya.
"Yuri-ah… Sudah saatnya kita biarkan Sungmin dan Sunghyun untuk bersama. Biarkan me-reka bahagia. Aku rasa..kita sudah sangat keter-laluan..Uhuk~"
"Tapi oppa, aku sudah menyayangi Sunghyun seperti anakku sendiri. Aku tidak rela melepaskannya…" Yuri kembali menangis sambil menutup matanya. Sungmin yang mendengar hal itu menjadi tertegun. Memang, Yuri telah banyak menyakiti Sungmin namun selama Sunghyun berada bersama wanita itu, Sunghyun seperti baik-baik saja. Bahkan bayinya kini terlihat gemuk dan sehat. Ia rasa selama ini Yuri telah merawat Sunghyun dengan baik. Entah kenapa Sungmin jadi merasa tak enak dengan wanita itu.
Jungmo hanya tersenyum mendengar penolakan Yuri kemudian ia pun semakin mengeratkan genggamannya.
"Aku tau itu. T-tapi kau juga harus mengerti, bagaimana sakitnya hati Sungmin sebagai seorang ibu saat bayi yang telah susah pa-yah ia lahirkan malah kita rebut.. Bahkan.. setelah proses kelahiran itu. Dia bahkan belum merasakan bagai-mana senangnya saat-saat merawat dan menjaga bayi semungil Sunghyun.."
"…Yuri-ah… Uhuk… kita tidak boleh egois. Turutilah permintaan terakhirku ini. Oppa mohon~" Lirih Jungmo dan tentu saja membuat Sungmin, Kyuhyun, dan tentunya Yuri membulatkan matanya.
"Jangan katakan itu oppa! Oppa tidak akan pergi kemana-kemana! Oppa harus menemaniku disini. Kita bahagia bersama, Jebal!" Yuri langsung saja menggenggam balik tangan kiri Jungmo dan menciumnya. Jungmo kembali tersenyum lemah dan memandang wanita itu sayang.
"Oppa harus pergi. Waktu oppa tidak lah banyak..Uhuk~ Carilah kebahagianmu Yuri-ah. Pilihlah lelaki yang lebih baik dari oppa dan bisa menjagamu dengan baik..Uhukk!"
"Oppa!" teriak Yuri tak terima. Yeoja itu tambah menangis deras kala Jungmo memuntahkan darah dari mulutnya. Namja tinggi itu kemudian beralih untuk memandang Sungmin dan Sunghyun dengan darah yang masih berada dipermukaan bibirnya.
"Sungmin-ahh.. Bawa Sunghyun kesini. Izinkan oppa ..untuk menciumnya untuk terakhir kalinya."
Sungmin menurut walaupun dengan perasaan yang berkecamuk kemudian mendekatkan Sunghyun ke arah Jungmo.
"Aku mencintai kalian semua~ lirih namja itu sebelum Sunghyun dekat kearahnya.
"Dan appa sangat mencintaimu Sunghyun-ah~"
Cupp~ namja itu mencium pipi Sunghyun lama. Tapi …
Tiiiiitttttttttt~
Alat pendeteksi jantung itu tiba-tiba menampilkan sebuah garis lurus berwarna hijau pertanda Jantung Jungmo telah berhenti berdetak. Mereka semua yang berada di ruangan itu tentu saja kaget terlebih Yuri yang saat ini telah membulatkan matanya.
"OPPA!"
Ia berteriak dan mengguncang-guncang tubuh Jungmo berharap jika namja itu akan membuka matanya namun mata Jungmo tetap tertutup rapat. Para dokter dan suster mulai mendekati Jungmo dan berusaha untuk menyelamatkan namja itu. Mereka telah memakai alat kejut jantung namun hasilnya tetaplah nihil.
Dokter itu kemudian melihat ke arah jam tangannya dan menghela nafas.
"Pukul 12.45. Tuan Kim Jungmo kami nyatakan wafat."
"ANDWAEEEE!" Yuri langsung saja berteriak dan mendekati tubuh Jungmo yang tidak bernyawa lagi. Wanita itu terus menangis keras sambil menepuk-nepuk wajah suaminya.
"Hiks~ Jangan tinggalkan aku oppa. Jebal~ maafkan aku selama ini telah jahat padamu. Tolong sadarlah..Hiks~!" Racaunya dan membuat Sungmin dan Kyuhyun miris melihatnya.
Sungmin hanya bisa menangis. Begitupun Sunghyun yang berada dalam gendongannya. Seperti ikut merasakan sakit saat ditinggal ayahnya untuk selamanya. Kyuhyun kemudian memeluk mereka berdua erat dan mencium pucuk kepala Sungmin.
Tak lama Kyuhyun ikut meneteskan air matanya, sedih mengingat Jungmo harus meninggal dalam keadaan tragis. Namun Kyuhyun salut kepada namja itu. Di detik-detik terakhirnya, Jungmo masih sempat untuk meminta maaf atas semua kesalahannya terhadap Sungmin. Kyuhyun hanya bisa berdo'a, semoga Jungmo dapat diterima disisinya dan hidup bahagia di alam sana. Aamiin
.
.
Proses pemakaman telah selesai dilaksanakan. Sungmin bersama Sunghyun, Kyuhyun dan Yuri berdiri didepan guci abu milik Jungmo dengan foto namja itu didepannya.
Yuri memandang kosong potret Jungmo yang tengah tersenyum kemudian kembali meneteskan air matanya.
"Bahagia lah disana oppa. Aku selalu mendoakanmu disini." Lirih wanita itu yang masih bisa didengar Sungmin. Setelah mengatakan itu, Yuri menoleh ke arah Sungmin dan menepuk bahu Sungmin pelan.
"Ikutlah denganku. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucapnya kemudian beranjak dari sana. Kyuhyun ikut mendengar ajakan itu kemudian tersenyum ke arah Sungmin yang juga sedang menatapnya.
"Pergilah, aku akan menunggumu disini saja." Sungmin mengangguk mendengar ucapan Kyuhyun kemudian mengikuti langkah Yuri yang hanya berjarak 3 meter didepannya.
Disinilah mereka sekarang. Yuri dan Sungmin tak lupa Sunghyun yang berada didalam dekapan Sungmin tengah duduk disebuah kursi panjang yang berada di sekitar area makam. Tidak ada yang memulai percakapan sampai terdengar Yuri mendesah pelan.
"Aku akan ke Paris besok pagi…"
Ucap Yuri pelan dan masih bisa didengar oleh Sungmin. Sungmin memilih diam dan memilih mendengarkan apa yang akan Yuri sampaikan nantinya.
"…Aku akan tinggal menetap disana. Karena keluargaku juga lebih dulu tinggal disana. Tinggal disini hanya akan mengingatkanku akan luka yang telah lama kutorehkan, entah padamu, Jungmo-oppa bahkan kepada Sunghyun bayi kita. Maksudku, bayimu Sungmin-ah.." Lanjutnya kemudian Yuri memilih untuk menatap Sungmin dan Sunghyun bergantian.
"…Maafkan aku selama ini telah menyakitimu. Aku mengaku salah. Karena keegoisan kami berdua kau menjadi menderita seperti ini. Aku serahkan Sunghyun padamu. Jaga dia. Jangan sampai hal buruk kembali menimpanya. Kau harus ingat itu."
Ucapnya dengan penuh penekanan dan Sungmin hanya tersenyum maklum. Sungmin mengangguk pasti dan balas menatap wanita itu.
"Gomawo. Yuri-ah." Yuri tersenyum tipis kemudian bangkit dari duduknya.
"Tak masalah. Baiklah, aku pergi dulu. Jaga diri kalian. Semoga kita bisa bertemu lagi." Setelah mengucapkan itu, Yuri berlalu pergi dan menyisakan Sungmin yang mulai meneteskan air matanya pertanda bahagia.
'Apa penderitaannku telah berakhir? Terima kasih Tuhan~'
Kyuhyun tersenyum saat Sungmin tengah berjalan pelan ke arahnya. Namja itu memilih untuk bangkit dari duduknya kemudian mendekati mereka berdua (Read : Sungmin & Sunghyun).
"Ayo ku antar pulang. Kau harus istirahat. Wajahmu tampak lelah."
Sungmin tersenyum mendengar adanya nada khawatir dari ucapan Kyuhyun kemudian ia mengangguk. Akhirnya Kyuhyun menuntun Sungmin untuk menuju mobilnya yang tumben-tumbennya Kyuhyun bawa hari ini. Kyuhyun terlebih dahulu membukakan pintu untuk Sungmin dan membiarkan yeoja itu duduk tenang diatas kursinya kemudian berlari kecil menuju pintu disebelah kemudi. Setelahnya, Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan berlalu dari sana.
.
.
Sungmin diikuti Kyuhyun berjalan masuk kedalam apartemennya. Yeoja itu kemudian meletakkan Sunghyun ke atas kasur karena bayi mungil itu kini tengah terlelap. Sungmin kemudian duduk disebelah bayi yang tengah terlelap itu kemudian mengelus pipi gembul itu sayang.
Sungmin benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi. Sunghyun-nya telah kembali dan sekarang tengah tidur nyaman disebelahnya. Sungmin kembali meneteskan air matanya kemudian tersenyum bahagia.
"Eomma mencintaimu Sunghyun-na.." gumam yeoja itu masih terus memandang putra kecilnya.
Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin dalam diam kemudian ikut duduk disamping yeoja manis tersebut. Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dan mendapati namja itu tengah tersenyum. Mereka berdua terus bertatapan sampai akhirnya Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin namun baiknya Sungmin kali ini sama sekali tidak menolak. Kemudian Kyuhyun mengusap-usap punggung tangan yeoja itu sambil memandang Sungmin lekat.
"Min-ah, apa kau sudah kembali memikirkannya? A-aku mencintaimu. Maukah kau menerimaku kedalam hidupmu?" Tanya namja itu pelan namun penuh harap.
"…."
Tidak ada jawaban dari Sungmin dan membuat Kyuhyun sedikit kecewa. Apa tidak ada harapan baginya untuk membahagiakan Sungmin dan Sunghyun seperti yang diamatkan oleh Jungmo? Kyuhyun tersenyum miris dan berniat melepaskan genggaman. Namun tanpa diduga Sungmin balas menggenggam tangan itu dan membuat Kyuhyun kembali menatapnya. Tanpa diduga Sungmin mengangguk disertai senyum yang baru pertama kali ini Kyuhyun lihat dan sangat manis menurutnya.
"A-aku akan mulai membuka hatiku untukmu Kyuhyun-sshi. Tolong jaga kami dengan sepenuh hatimu. Jangan coba untuk sakiti kami, karena aku tidak ingin merasakan sakit untuk kedua kalinya."
Kyuhyun tersenyum bahagia mendengarnya kemudian namja itu mengangguk semangat.
"Pasti! Aku berjanji!"
Setelah mengucapkan itu, tanpa permisi lagi Kyuhyun menarik Sungmin kedalam pelukannya. Yeoja itu diam saja dan malah membalas pelukan Kyuhyun. Kyuhyun tidak menyangka jika Sungmin telah mempercayakan hal ini padanya.
Namja itu kemudian melepas pelukannya kemudian mengecup dahi Sungmin cukup lama. Mereka berdua kini sama-sama terdiam. Kyuhyun mencoba menyalurkan seluruh rasa cintanya lewat kecupan itu dan Sungmin bisa merasakannya. Setelah itu Kyuhyun melepas kecupan itu dan memandang Sungmin dengan tatapan sayang.
"Aku mencintaimu, Min… Sangat mencintaimu."
.
.
Lama Kyuhyun menghabiskan waktunya di apartemen milik Sungmin. Mereka kini sudah mulai terbuka satu sama lain. Sungmin pun kini tidak enggan untuk menceritakan kisah hidupnya kepada namja tampan itu. Kyuhyun terus mencermati apa yang Sungmin kisahkan sesekali memberikan semangat kepada yeoja itu agar segera bangkit dari keterpurukannya.
Tak lama terdengar suara tangisan dari Sunghyun dari atas kasurnya dan membuat Kyuhyun dan Sungmin menolehkan pandangan mereka. Cepat-cepat Sungmin mengangkat Sunghyun ke dalam gendongannya kemudian mulai menepuk-nepuk pantat berisi bayi mungil itu. Namun Sunghyun masih terus menangis dan membuat Sungmin jadi bingung.
"Aku rasa dia haus." Ucap Kyuhyun ketika telah berdiri disamping mereka dan Sungmin mengangguk.
"Benar. Aku rasa juga begitu. Ehem. Kyuhyun-sshi. Bisakah kau tunggu disana. Aku ingin memberikan Sunghyunnie ASI dulu." Ucap Sungmin agak sedikit malu dan Kyuhyun mengangguk mengerti namun dengan wajah sedikit memerah. Kenapa? Jelas setelah mendengar kata 'Memberikan ASI' pasti akan mengarah ke sana kan? Ya..kalian pasti mengerti apa lah yang aku katakan :3
Kyuhyun memilih untuk duduk menunggu di depan TV dan membiarkan Sunghyun menerima asupannya dari Sungmin. Tak lama Sungmin dan Sunghyun mendekat ke arah Kyuhyun dan ikut duduk disebelah namja tampan tersebut.
"Aku rasa kita harus keluar untuk membelikan Sunghyunnie pakaian. Yuri tidak sama sekali menitipkan pakaian-pakaian Sunghyun kepadaku. Lagipula aku juga tidak enak untuk memintanya." Ucap yeoja itu sambil memain-mainkan tangan mungil Sunghyun.
"Baiklah. Bagaimana jika kita berangkat sekarang?" Tanya Kyuhyun antusias bahkan Sungmin pun mengangguk.
"Tapi aku ingin ganti baju dulu. Tunggulah sebentar. Tolong gendong Sunghyunnie dulu ne?" Sungmin kemudian menyerahkan Sunghyun kepada Kyuhyun dan namja itu agak kaku ketika menggendong bayi mungil itu. Maklum, ini adalah pertama kalinya bagi Kyuhyun untuk menggendong seorang bayi.
'Kau harus membiasakan diri Kyu. Sebagai calon Appa yang baik, dengan berlatih menggendong seorang bayi akan menjadi awal yang sangat bagus untukmu. kkk~' Batinnya kemudian mencium pipi Sunghyun gemas.
Sungmin telah siap dan yeoja itu tengah memasangkan sebuah jaket kepada Sunghyun, takut jika bayi itu akan masuk angin karena cuaca yang mulai dingin karena pergantian musim.
Mereka bertiga keluar dari dalam apartemen dan nampak seperti keluarga yang bahagia. Sunghyun kali ini masih dalam gendongan Kyuhyun dan Sungmin kini tengah mengunci pintu apartemennya. Baru saja mereka ingin melangkah, namun sebuah suara menginterupsi pergerakan mereka.
"Kyuhyun-ah?" Merasa dipanggil, Kyuhyun menolehkan pandangannya dan mendapati 2 orang berlainan jenis tengah berjalan menuju kearahnya sambil bergandengan tangan.
"Donghae Hyung? Kenapa kau disini dan siapa yeoja it-…" Belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapanya, matanya tiba-tiba membulat saat menyadari siapa yeoja yang tengah bersama Hyung-nya itu.
"Hyukkie-noona?!" Eunhyuk tersenyum saat Kyuhyun mengenalinya kemudian membungkuk kepada Kyuhyun pertanda salam.
"Annyeong haseyo Kyuhyun-ah. Apa kabar? Lama kita tidak bertemu?" Sapa yeoja yang memiliki gummy smile itu dan Kyuhyun baru sadar dari acara shock-nya.
"Aa.. ne. Aku baik-baik saja, Noona. Hyung! Apa kalian sudah kembali bersama? Wuaa… chukkahae!" Ucap Kyuhyun senang kemudian merangkul kakak yang lebih pendek darinya itu.
"Hehe..Seperti yang kau lihat. Dan…bukankah itu Lee Sungmin?" Merasa jika ada yang menyebut namanya, Sungmin menolehkan wajahnya dan tersenyum kepada Donghae. Donghae jadi kaget sendiri setelah yeoja yang bisa dikatakan dingin itu tiba-tiba memberinya sebuah senyuman manis terlebih melihat Kyuhyun tengah bersama seorang bayi mungil dalam gendongannya.
"K-Kyu? Itu bayi siapa? Jangan bilang kalian telah melakukan hal yang tidak-tidak selama ini!" Ucap Donghae pelan namun Kyuhyun jelas mendengarnya.
"Y-ya Hyung! Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Bayi ini adalah Sunghyun. Bayi yang kita lihat didalam foto Sungmin waktu itu. Apa kau sudah lupa?"
Donghae mencoba mengingat ucapan Kyuhyun kemudian menjentikkan jemarinya.
"Aa..iya..aku ingat. Wuaaa..ternyata Sunghyun aslinya terlihat jauh lebih manis daripada di foto ya? Aku jadi gemas?" Ucap Donghae sambil mendekati si namja evil tersebut, lebih tepatnya kepada sosok yang digendong Kyuhyun kemudian memainkan telunjuknya diatas kedua pipi Sunghyun hingga membuat bayi mungil itu menggeliat lucu.
"Oh iya, kalian mau kemana?" Tanya Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pantat baby Sunghyun namun matanya tak terlepas dari kedua pasangan lama didepannya saat melihat kedua orang itu telah berpakaian rapi.
"Kami ingin jalan-jalan. Kalau kalian?" Balas namja ikan itu setelah kembali berdiri disamping Eunhyuk lagi walaupun ia masih tak berhenti untuk bermain-main bersama bayi yang baru ia temui.
"Kami ingin membeli perlengkapan bayi untuk Sunghyunnie." Jawab Kyuhyun sambil memainkan tangan mungil Sunghyun sambil sesekali mengecup pipi gembul itu sayang.
"Ciee.. yang akan menjadi calon appa. Selamat bersenang-senang ne? Semoga bahagia." Ucap Donghae dengan nada godaan hingga berhasil membuat semburat merah dipipi Kyuhyun. Entah kenapa Kyuhyun merasa malu dengan ucapan Donghae kemudian ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan sebelah tangannya yang terbebas.
"Hyung ini bisa saja." Sungmin yang menyadari tingkah malu-malu Kyuhyun entah kenapa membuatnya ikut tersenyum.
Baru kali ini seumur hidupnya Sungmin bisa merasakan bahagianya saat-saat kebersamaan terlebih dengan seseorang yang telah mencintainya dengan tulus. Sungmin berharap, kebahagiaan ini akan terus berlangsung selamanya tanpa ada lagi masalah yang akan kembali mengganggu hidupnya dan baby Sunghyun.
=END=
?
?
?
#PLAK! Becanda~ XD
=TBC= kok ceman-ceman :3 Kkkk~
ratu kyuhae : ne.. kasi selamat buat HaeHyuk eon XD
ovallea : aamiin. Iye, dasar ntu monyet. Nyok kita sumpalin mulut dye pake pisang aje XD
ExoSY : Hai. Reader baru :D ini udah update, maaf kalo lama ;)
abilhikmah : ne.. doa eonni terkabul kok dichapter ini ;)
TiffyTiffanyLee : ini udah lanjut chingu. Jungmo emang rada ngeselin. Tapi tenang chingu, pan di chapter ini dia jadi baek XD hihihi
Park Heeni : ahahaha.. ane sukanya malah yang ngelantur2 eon XD
Shengmin137 : kagaaakk.. Uri Sunghyunnie masih selamat kok :D hihihi
Frostbee : hai juga reader baru :D Ne, Kyu Dad emang patut diacungin jempol (y) iyee, makin so sweet pan kalo mereka disatuin? :D
melati KM137 : Sunghyun gk kenapa2 kok saeng. Tapi kalo typo, ane kagak bisa jamin deh kalo gk bakalan muncul lagi. Susah payah eonni bacain berulang-ulang, ternyata ntu typo masih muncul juga. Pan kamvreett XD
Heldamagnae : ne, Sunghyun masih selamat kok :D Kyumin moment yang banyak ada di chapter depan lho? Hihihihi
Misslah : ne, makasih udah suka ama ff gaje ini XD ini udah next
Cho Ryeo Hyun : ne, ini udah next ^^
KyuMin EvilAegyo : Sunghyun masih sehat wal'afiat eon. Ampe dibawa mimpi juga? Berarti eonni menghayatin banget ff ini dunk? Huwaaa… pan ane jadi terharuuu X'D #Hug #Tjivok :* Mian kalo kagak kilat-kilat eon, maklum, sibuk :D hihihi
PumpkinEvil137 : kagak kenapa2 kok :D mian kalo updatenya gak secepat kemaren :D
wdespita elfjoy : jinjja? wuaaa.. ane seneng dehh chingu. Artinya ff ane masih ada feelnya gitu XD #Hug!
orange girl : ne, daddy emang yang terbaik buat Mommy eon :D #HugDaddy! Ini udah lanjut. Makasih semangatnya ;)
cywelf : reader baru ya? Senengnya XD ini udah lanjut ^^
nuralrasyid : hihihi.. makasih pujiannya saeng :* ini udah next ;)
Chapter 7 is update! Apakah ada yang menduga ceritanya akan seperti ini? Kalau gk, berarti pemikiran kalian sama dengan Author. nya XD #Plak!
Ada yang heran gak kenapa Jungmo disini tiba-tiba jadi baik? ane rasa satu malam sebelum dia 'pergi' seorang malaikat turun dan memberikan sebuah hidayah baginya untuk segera bertaubat -,- Wuahaha~ #DoublePlak!
Huwweee~ ane berharap semoga masih ada yang berminat untuk membaca ff gaje ini. Apa alurnya kecepetan? Apa perlu ada perbaikan? Saran-saran kalian sangat ane butuhkan ne demi memotivasi ane untuk melanjutkannya ke chapter.8..
Untuk itu, jangan bosan-bosan untuk membacanya ne? RnR again please? ;)
