.

Pagi ini rumah itu terlihat sedikit ribut, terikan dan juga bunyi benda yang seperti bertabrakan terdengar diseluruh penjuru rumah.

"Naru, dasi ku yang berwarna merah dimana?" satu teriakan cukup terdengar dari dalam kamar.

"Di lemari yang kanan yang tergantung, Deer," dan balasan Naruto dari arah dapur ditambah bunyi denting piring, sendok, spatula dan wajang yang saling bertabrakan.

"Naru, ikat pinggangku di mana?" kembali suara Shika menggema.

"Ish, di belakang pintu," suara sahut Naruto kembali terdengar, "Dan kaos kaki mu di dalam sepatu dirak sepatu depan Shika." Lanjut Naru seakan tahu pertanyaan selanjutnya.

Rumah kembali tenang meski suara dari wajan Naru masih terdengar. Setelah sekitar beberapa sepuluh menitan, masakan Naru telah matang dan tinggal disiapkan dimeja makan.

Grep

Tangan besar dan hangat melingkar dipinggang langsing Naruto, dagu pun tertumpu dibahunya.

"Aku sedang masak Shika~," rengek Naruto yang risih.

"Kau sudah selesai, Kitsu–ne~," balas Shika sambil mengeratkan pelukannya.

"Ish, sudah sana duduk, ingat sebelum kau ke kantor jemput dulu Menma dan Shina di rumah Kaa-san dan antar mereka ke sekolah," titah Naruto yang langsung dianggukkan Shika.

"Aku heran kenapa Menma dan Shina betah sekali menginap di kediaman Uchiha itu," celetuk Shika yang membuat Naru berhenti sesaat sebelum melanjutkan menyiapkan sarapan mereka.

Menghela nafas pelan Naruto mendekati Shika, sang pasangan dalam rumah tangganya ini, "Kaa-san itu neneknya Menma, wajar bukan jika ia betah dan juga Shina bukannya ia sangat tidak mau pisah dari kakak tercintanya itu hm?" Naru mengerlus pelan kepala Shikamaru dan dibalas pelukannya.

"Yah, bagaimana pun juga itu keluargamu dulu." Mendengar lirihan Shika Naru tersenyum sendu, sebelum ia mengecup pipi Shika.

"Ayo sarapan, oh apa 'Suke sudah bangun?" Shika mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan mengenai peliharaan baru mereka.

"Melihat kita sedari tadi, Naru."

Dan, blush, pipi Naru merona ketika sadar aktivitasnya dilihat seekor kucingnya tanpa tahu tatapan tajan dari si kucing.

.


:

Naruto © Masashi Kishimoto

Antara Kau, aku dan 'dia' © Heiwajima Shizaya

Pair : ShikaNaru slight Neko!SasuNaru

Warning : AU, sedikit sentuhan fantasy, YAOI, BL, GAY or whateva you call it, OOC, Typo(s), Gaje, Aneh, Absurd and all stuff.

Don't Like Don't Read

Jadi lah pembaca yang bijak...

:


...

.

"Okaa-saaaaaaaan~," sebuah panggilan khas anak-anak terdengar nyaring dan menggema dirumah itu dengan derap langkah yang tak sabar.

"Okaa-san di dapur sayang," balas yang dipanggil.

Suara derap langkah kembali menggema dengan tak sabar menuju dapur, dimana seorang pemuda berumur 20an –yang sejujurnya telah berumur 30an– dengan celemek biru tertempel apik dibadan mungil nan langsingnya dan rambut pirang yang poninya djiepit kekanan, Naruto namanya.

"Kaa-saaaaan~,"

Bruuukh!

satu– ah buka dua makhluk kecil menerjang Naruto membuatnya sedikit oleng.

"Rindu hm?" tanya Naru yang langsung dibalas anggukan semangat.

"Sangaaaaaat~," jawab keduanya kompak.

"Lantas kenapa kalian betah dirumah nenek kalian hm?" kini suara yang lebih berat bertanya, Shikamaru yang baru sampai didapur.

"Karena kami juga rindu juga dengan nenek dan kakek~," si kakak, Menma menjawab dengan cengiran semangatnya.

"Ung, meski sedikit merepotkan namun disana banyak mainannyaaaa." Kini si adik, Shina, gadis kecil itu yang menjawab dengan tak kalah semangat.

Memang, nenek dan kakek mereka tinggal lah si pasangan Uchiha, Uchiha Mikoto dan Fugaku Uchiha yang sangat memanjakan keduanya.

Bertanya orang tua Naruto? Mereka sudah lama tiada sejak ia masih sekolah, dan bertanya mengenai orang tua Shika? Mereka pun sudah sama tiada pula saat ditahun kedua pernikahan mereka, tak lama dari lahirnya Shina.

Lantas apa hubungannya mereka dengan keluarga Uchiha? Yang jelas-jelas marga Naruto sendiri adalah Uzumaki-Namikaze dan Shikamaru adalah Nara?

Ceritanya cukup panjang dan rumit, namun secara garis besar, Naruto pernah tinggal dikediaman Uchiha, sebagai salah satu anggota keluarga disana dan ber'sahabat' baik dengan 'anak' bungsu Uchiha.

"Ya sudah, sana kalian mandi dan ganti baju, sebentar lagi makan siang sudah siap," mendengar titah sang 'ibu' mereka segera berlari kekamar masing-masing minus Shikamaru.

Ah anak-anak mereka benar-benar penuh semangat.

"Hei, kau tak marah bukan jika mereka sering berhubungan dengan Uchiha?" Naruto bertanya ketika ia mendekat kearah Shika yang sedang mengambil minuman.

"Tidak," jawab langsung Shika, "Bagaimana pun juga mereka adalah nenek dan kakeknya Menma."

Mendengar itu Naruto langsung menerjang Shika, meringsek kedalam pelukannya.

"Arigatou, hounto ni arigato Shika, sudah menerima kami dan memberikan Shina, arigatou." Naruto terisak pelan sambil mengratkan pelukannya.

"Hm, sama-sama, terimakasih sudah datang kepadaku Naru," balas Shika sambil mengelus punggung Naru.

"Kaa-saaaan."

Sebuah teriakan kembali terdengar bersama derap langkah membuat Naru buru-buru melepas pelukan mereka dan mengusap air matanya.

"Ya?"

"Kucing siapa ini?" Menma bertanya saat telah sampai di dapur bersama Shina yang berada dibelakangnya sambil memeluk kucing yang dimaksud.

"Oh itu haha itu kucing kita, namanya 'Suke." Naru tertawa pelan ketika melihat Menma mengerenyit sedikit.

"Lucu kucingnya Kaa-san." Shian terdengar begitu riang dan menyukai kucingnya.

"Kucingnya jelek." Beda Shina beda pula Menma yang mengerenyit sedikit tak suka. Ia bukan seorang yang membenci kucing namun entahlah ia kurang menyukai yang berwarna hitam ataupun gelap-gelap, mengingatkannya akan suatu hal yang ia lupakan.

"Dia lucu kok Aniki, lihat dia tenang sekali," Shina membantah kakaknya dengan pelototan tajam yang membuat wajahnya menjadi semakin manis, rambut panjang pirangnya bergoyang pelan.

Menma mendengus, "Terserah," katanya tak perduli dan duduk dimeja makan.

"Aniki nyebelin!" dan pluk, sebuah tinjuan kecil mendarat pelan dipunggung Menma.

"Ouch." Menma pura-pura mengaduh membuat Shina semakin kesal dan membuat Naruto tertawa sedang Shika menggeleng pelan.

"Sudah kalian makan saja dan Shina kau taruh dulu 'Suke biar Kaa-san yang memberinya makan," titah sang 'ibu' bagi mereka mutlak membuat mereka langsung patuh.

"Ha'i~."

.

.

.


...

"Kaa-san," panggilan pelan itu membuat Naruto yang sedang duduk bersantai menoleh dan tersenyum pelan sambil menyuruh Menma, yang memanggilnya, untuk duduk didekatnya.

"Ada apa?" tanya Naru sambil mengelus pelan surai hitam si anak.

"Kenapa Kaa-san memberi nama Kucing jelek itu dengan nama papa?"

Mendengar pertanyaan Menma membuat Naru terdiam pelan, kembali teringat akan sosok 'dia' yang kini ia rasakan kembali dari aura si kucing.

"Karena... dia sama seperti papa-mu." Naru tersenyum sendu, sebelum sebuah gerutuan terdengar disampingnya.

"Papa tidak jelek." Terkikik pelan mendengarnya, Naru membalas. "Siapa bilang papa-mu jelek? Mereka, hanya sedikit mirip makanya Kaa-san beri nama papa, tak apa kan?"

"Tapi apa Tou-san tidak marah?" pertanyaan polos Menma membuat Naruto entah kenapa tersenyum bangga.

"Tidak, Tou-san-mu tak mempermasalahkannya, jadi kau juga bukan?" jawab Naruto sambil melemparkan pertanyaan kepada anaknya ini.

Gelengan pelan diterima Naru dan lirihan kecil yang membuat dia tertegun pelan seakan membuka memori lama.

"Menma rindu papa."

Naru tersenyum pelan, sebelum memeluk Menma.

'Kaa-san juga.'

Mereka berpelukkan tanpa sadar kucing hitam mereka melihat dengan pandangan yang entah kenapa ikut menyendu.

.


TEBECEH (Tabok Bokong Cuke/Chika)


...

Gyaa astaga Shi gak nyangka bakal pada bilang lanjut semua ./. ini Shi lanjut dan gak jadi hapus hehe tp maaf lama update-nya, maaf yah :' minggu kemarin sempat mau update lewat lappy teman eh dosen keburu masuk ya apes, jd gak sempet-sempet dan tadi pagi lappy udah kembali jd bs update deh~ XD

Oh ya yang nanya ini ShikaNaru atau SasuNaru, jujur aja dua-dua-nya main disini meski dengan porsi yang berbeda, main pair-nya ShikaNaru bukan karena saya lebih cinta pasangan ini tp karena posisinya yang masa sekarang nyehehe untuk lanjut baca atau enggak karena pair itu Shi serahkan pada kalian, Shi nggak masalah kok X)

Oh dan untuk masalah neko!Suke next chap ke jawab kok, meski alur-nya udah kalian tebak kan yah? papa Menma juga udah ketebak kan XD karena gampang sekali ditebak ditambah ceritanya ringan makanya cerita ini hanya bertahan 4-5 chap saja nanti XD

Maaf juga peran Neko!Suke dikit kali XD

Shi ucapkan big thanks untuk yang sudah review :

Hanazawa Kay, Lime chan, Dinda Clyne, Inez Arimasen, Heriyandi Kurosaki, Ineedtohateyou, Vanzye, Haru54, FayRin Setsuna D Fluorite, Sasunaruelf, Putrifibrianti96, Snow, Shiroi Fuyu, Yhanie Tea 5, Neko Twins Kagamine, Gici Love SasuNaru, Monster Danau Toba, UchiKaze Ammy, Typeacety95, Widi Orihara, Funny Bunny Blaster.

Dan big thanks juga untuk yang sudah Favo dan Follow fict abal ini ;)

So Mind to review again minna?

Jaa mata ne~