Kediaman Uchiha begitu ramai hari ini, para pelayan berlalu lalang begitu saja dikoridor kediaman yang begitu besar ini. Semua sibuk, mempersiapkan sebuah acara bersejarah baru dikeluarga besar Uchiha.

Kediaman yang tak bisa dianggap rumah karena saking megah dan besarnya itu disulap dengan begitu cantik, bunga mawar merah, putih maupun bermacam bunga lainnya memenuhi ruangan yang ditata begitu apik, diluar pun sudah berdiri tenda berwarna putih dengan sedikit sentuhan cream sebagai pemanisnya.

Acara pernikahan, eh?

Sepertinya begitu, melihat ornamen dan juga warna putih yang mendominasi. Seorang wanita paruh baya, terlihat cantik dan anggun melihat seluruh pekerja dengan seksama, gaun biru mudanya berkibar pelan, menambah kesan awet muda dan kecantikan tersendiri di dirinya.

.


:

Naruto © Masashi Kishimoto

Antara Kau, aku dan 'dia' © Heiwajima Shizaya

Pair : ShikaNaru slight Neko!SasuNaru

Warning : AU, sedikit sentuhan fantasy, YAOI, BL, GAY or whateva you call it, OOC, Typo(s), Gaje, Aneh, Absurd and all stuff.

Don't Like Don't Read

Jadi lah pembaca yang bijak...

:


...

"HaHa sebaiknya istirahat saja, biar aku yang mengawasi semuanya." Seorang wanita berumur pertegahan dua puluhan mendekat kearah wanita yang dipanggilnya HaHa.

"Ah tak apa Kura-chan, HaHa ingin memastikan semuanya sempurna, ini adalah acara yang HaHa tunggu-tunggu." Mendengar tolakan sang ibu membuat Kurama tersenyum pelan dan ikut menemani ibu mertuanya.

"Tak menyangka yah Sasuke akhirnya menikah dengan Naru-chan juga." Perkataan si ibu membuat Kurama menoleh dan tersenyum manis.

"Ya, padahal sedari dulu mereka seperti kucing dan anjing." Kurama terkikik pelan yang diikuti si ibu, mengingat-ingat pertengkaran manis yang sering terjadi dikediaman mereka.

"Benar dan kalau di ingat juga mereka bagai perangko yang sangat erat, ketika Naru-chan diharuskan tinggal dengan keluargamu malah Sasuke yang menentang dan menginginkan ia tinggal disini, entah kenapa HaHa begitu bersyukur karenanya." Kembali mereka mengenang masa-masa lampau ketika tokoh yang mereka bicarakan masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.

Saat itu Naruto yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya karena kebakaran hebat membuatnya harus tinggal di kediaman Kurama, sepupu dekat dan juga satu-satunya keluarganya yang tersisa. Sedang Sasuke, yang saat itu sahabat dan rival-nya entah kenapa merasa tak setuju. Dengan suara dingin dan angkuh, hasil turunan ayahnya membuat permintaan dari dirinya menjadi mutlak. Ia menginkan Naru tinggal dikediaman Uchiha saja, alasannya simple karena kediamannya lebih dekat dengan sekolah daripada kediaman Kurama yang sangat jauh tersebut.

Mendengar pernyataan itu membuat Kurama setuju, toh ia tak ingin sekolah adik sepupunya terganggu. Membuat Sasuke menyeringai senang, namun jika ditanya Itachi, kakak Sasuke kenapa, jawaban konyol seperti agar Sasuke dapat leluasa menyuruh-nyuruh Naruto lah menjadi alasan utamanya sebagai ke ngototannya agar Naruto tinggal di kediaman mereka. Dan meski begitu mereka semua paham dan mengerti, beruntunglah Uchiha meski keluarga besar dan kaya namun tidak mengikuti sistem kolot yang mengekang anak mereka, toh pada waktu itu Itachi tak lama lagi akan menikah dengan Kurama.

"Kaa-san, Kaa-san!" sebuah suara dari dalam membuat mereka, Mikoto dan Kurama menghentikan acara nostalgia mereka dan menuju arah suara.

"Ada apa Naru-chan?" tanya Mikoto saat sudah diruangan calon menantunya ini.

"Kaa-san hweee Kaa-san tega!" Naruto merengek dengan air mata buaya didepan Mikoto membuat Kurama mendecih dan bergumam betapa manjanya adik sepupunya ini.

"Tega bagaimana sayang? Kaa-san tak mungkin tega dengan anak kesayangan Kaa-san." Yah memang, sejak Naruto tinggal bersama mereka Mikoto mentitahkan untuk dipanggil HaHa ataupun Kaa-san dan menjadikan Naruto sebagai anak bungsu kesayangnya, melupakan si Sasuke yang tak asik buat diajak bermanja-manja.

"Itu!" seru Naru dengan lantang sambil menjuk sebuah manekin tanpa kepala di ujung ruangan. Manekin itu mengenakan sebuah gaun putih panjang yang mengembang lebar hingga ke lantai, cantik namun dengan gaya yang elegan karena manik-maniknya yang menghias, simple namun indah.

"Kaa-san aku pria! Kenapa disiapkan gaun sih?" Gemas Naruto sambil merengek kepada ibu ekhem calon mertuanya.

Kurama terkikik pelan sedang Mikoto tersenyum senang, "Cantik bukan?" tanya Mikoto sedikit tak nyambung, dan dengan berat hati Naruto mengangguk.

"Salahmu tak ikut fitting baju kemarin, gaki." Kurama mengejek sambil terkikik semakin kencang.

"Tapi kan aku ada pertemuan dengan dosen yang tidak bisa ditunda nee-san," jawab Naruto masih merengek.

"Sudah, sudah, gaun itu hanya kau gunakan saat ikrar saja, untuk resepsinya Kaa-san sudah menyiapkan jas cantik untukmu," Mikoto melerai sebelum adu mulut antar sepupu terjadi.

"Tapi tetap saja..." perkataan Naruto terpotong saat raut memelas Mikoto terpampang. "Ugh ya ya baiklah aku pakai Kaa-san." Mendengar perkataan pasrah itu Mikoto langsung ber-highfive dengan Kurama.

"Kau cantik kok~," goda Kurama yang dihadiahi delikan sebal Naruto.

"Nee-san!"

"Hahaha."

.

.

.


...

Gelap, ruangan yang ia yakini kamarnya itu gelap, maklum saja karena ia baru saja terbangun dari tidurnya ditengah malam, terbangun dari mimpi masa lalunya.

Naruto tersenyum sendu, mengingat mimpi akan sehari sebelum pernikahannya 'pertama'nya berlangsung.

"Itu hanya kenangan, dasar bodoh," lirih Naruto pelan, ia berjingkat pelan dari tempat tidur,takut membangunkan suaminya yang memang suka tidur, Shikamaru.

Yah semua hanya kenangan saja, kenangan yang sangat indah namun pahit.

Mungkin orang akan membencinya karena dengan sikapnya yang ini membuat ia terlihat tak mencintai secara tulus suaminya yang sekarang. Tidak, tentu tidak, Naruto sangat mencintai suaminya sekarang, bukan karena hanya ia yang mau menerimanya dahulu namun karena kegigihannya dulu yang membuatnya luluh, menyimpan memori sang suami pertama.

Pernikahannya yang pertama berlangsung dengan megah dan ramai, diliput berbagai media, dihadiri orang-orang ternama dan penting serta diliputi aura hangat yang menyenangkan. benar-benar pernikahan impian semua orang.

Beruntungnya lagi tiga bulan setelah mereka menikah, Naruto 'mengandung' Menma, ia positif mempunyai rahim layaknya perempuan, katakan lah ia seorang hemaprodhite. Entahlah, menurut dokter keluarga yang menanganinya sejak masih bersama keluarga aslinya, dulu ia memang lahir dengan keadaan kelamin ganda yang 40% perempuan dan 60% laki-laki, cukup mengejutkan karena itu membuat tim medis kebingungan.

Hei bukan kah ini keajaiban jika keduanya sama-sama memiliki presentase yang cukup tinggi untuk digunakan? Berhubung yang laki-laki lebih dominan dan Kushina, Ibu Naruto, yang menginikan seorang anak laki-laki maka diambil lah kelamin yang perempuan. Sayang, atau malah beruntung? Mereka tidak turut serta mengangkat rahimnya, yang semula dikira tak akan berfungsi. Ah entah lah mungkin ini yang namanya takdir.

Kehamilan Naruto membuat ia kesulitan akan kuliahnya yang sudah di semester akhir, syukurlah ia mempunyai suami yang katakanlah jenius dan rela membantunya.

Mungkin mereka bisa dikatakan keluarga yang bahagia? Namun jika kau lihat kembali kedepan, kau akan salah besar.

Kejadian itu terjadi saat Menma baru berusia 2 tahun, ketika keluarga kecil mereka ingin jalan-jalan bersama ke taman hiburan. Mereka baru saja sampai di taman hiburan yang cukup ramai itu, menurunkan di depan agar Naruto dan Menma dapat memesan tiket sedangkan Sasuke memarkirkan mobilnya. Entah bagaimana bisa baru saja Sasuke hendak memutar untuk menuju ke parkiran, sebuah truck besar dengan kecepatan tinggi menggilas mobil Sasuke hingga remuk, truk itu sendiri oleng hingga menabrak bangunan sebuah restoran di dekat sana.

Naas, nyawa sebanyak sepuluh orang harus melayang, termasuk Sasuke sendiri yang langsung tergilas didalam mobil.

Naruto? Ia tak bisa bergerak maupun berkata, ia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri dtemani tatapan polos Menma, ia jatuh pingsan.

Tes

Ah jika megingat semua itu Naruto tak akan bisa berhenti menangis.

"Hiks..."

Seorang diri ia membesarkan Menma dan selalu bercerita mengenai Sasuke sampai Shikamaru datang sebagai seorang rekan bisnis perusahaan Uchiha, mendekatinya selama setahun, menerimanya karena luluh, menikah setelah beberapa bulan berstatus sebagai kekasih dan dikaruniai seorang anak perempuan saat Menma berumur lima tahun.

"Hiks..."

Naruto mencintai Sasuke dan Shikamaru juga, mereka bagai sepasang yang tak bisa Naruto pilih, biarkan lah dihatinya ia berbagi toh Sasuke hanyalah kenangannya saja.

"Hiks..." Naruto masih tersedu di meja makan mereka, dengan gelapnya ruangan.

"Miaw."

Hup!

Sasuke, kucing hitam mereka, mengeong pelan dan naik keatas meja makan itu, menatap dengan tajam wajah kuyu Naruto.

Spontan Naruto berhenti terisak meski di matanya masih mengalir air mata. Kucing hitam itu mendekat dan mengendus wajah Naruto yang memang menunduk, ia menjulurkan lidh merah kecilnya, menjilati dengan pelan pipi basah itu.

'Jangan menangis.'

Ia seakan berbicara begitu dengan tindakannya, membuat Naruto tediam dan tersenyum pelan.

Hup

Naruto menggendong Sasuke si kucing, mendekapnya dan mengelus pipinya kebulu-bulu hitam itu.

"Terimakasih, 'Suke," ucapnya pelan dengan senang.

"Miaw." Sasuke meronta, membuat tawa Naruto pecah meski sejujurnya Sasuke sama sekali tak niat untuk lepas dari dekapan hangat itu.

.

.

.

'Tersenyum lah selalu, Dobe.'


TBC (Tabok Bokong Cuke/Chika)


...

Okayyy Shi emang gak ada ide untuk bikin jatah baik Suke human maupun kitty yang banyak muahaha nah disini Shi mau jelasin sedikit masalah umur

Naruto sekarang itu berumur 32, menikah umur 21, saat Sasuke meninggal umur 23, dan menikah dengan Shikamaru umur 25, Shina lahir pas Naru umur 26 akhir. Dan yep Shina sekarang berumur 6 tahun kurang sedikit (?) dan Menma 10 tahun~ , sekolah di TK yang dekat dengan sekolah dasar Menma, makanya Shina gak cadel lagi XD

Untuk Shika tambah saja 2 tahun lebih tua dari SN~ sedangkan untuk Sasu sama dengan Naruto.

Ketebak kan sekarang dimana si 'Dia' dan siapa si kitty? XD yep Kitty!Suke adalah reinkarnasi dari Human!Suke, dan bertanya apa Sasu bakal jadi human lagi atau gak? Kemungkinan besar enggak, gomen~ dan bertanya apa sebabnya ia jd kitty, anggep saja reinkarnasi tapi Sasu masih mengingat ingatannya yg dulu yah~ Shi gak bisa jelasin hal ini di cerita , gomen, sesuai imajinasi kalian saja deh hehe.

Oh ya di chap 2 kenapa Menma tahu papa-nya itu Suke karena Naru sebagai 'ibu' yang baik harus menceritakan yang sejujurnya dong~ dan pasti seizin Shika~ :D

Maaf jika mengecewakan, next chap adalah chap terakhir, jika dilihat didalam daft cerita Shi yang sekarang, hehe

oh ya big thanks ya untuk yang udah review :

Ineedtohateyou, Hanazawa Kay, Widi Orihara, Heriyandi Kurasaki, Zen Ikkika, Lime chan,Yhanie tea 5, Zarkfield, Mifta Cinya, Himawari Wia, Typeacety95, FayRin Setsuna D Flourite, Harpaairiry, Shiroi Fuyu, himekaruLI (Maaf jika ada yang tidak tersebut)

Big thanks juga untuk yang sudah Favo dan Follow

So, mind to review again minna?

jaa mata ne~~