Ia hanya lah seekor kucing jalanan yang entah bagaimana bisa mengingat masa lalunya, masa lalu yang masih terikat kuat dengan dirinya.

Dulu dia adalah seorang manusia, mempunyai keluarga kecil bersama 'istri' dan anak laki-lakinya. Namun semua itu terampas begitu saja oleh maut melalui kecelakaan tragis yang sempat membuat gempar berbagai media di Jepang dan beberapa di luar negri. Yah, salahkan saja ia yang dulunya seorang pengusaha ternama turunan dari ayahnya yang dikelola bersama dengan kakaknya.

Mirisnya ia harus bereinkarnasi di zaman yang tak jauh dari saat ia hidup dulu menjadi kucing jalanan yang memperihatinkan, terbukti kini ia menjadi peliharaan sang 'istri'nya dulu dan suaminya yang baru.

Tidak, ia tidak marah akan keadaannya, membenci sosok penggantinya pun sama sekali tidak. ia merasa bersyukur setidaknya sosok penggantinya itu amatlah baik dan mencintai 'istri'nya dulu, dan bersyukur karena dia lah ia dapat hadir kembali kedalam keluarganya ini. Meski dengan cara yang berbeda.

Ah anaknya Menma kini sudah beranjak remaja, dan Shina, adiknya Menma ini sangatlah lucu dan sangat menyayanginya.

Seandainya ia bisa kembali menjadi manusia, yah seandainya. Sayangnya itu mustahil, ini bukanlah sebuah cerita roman picisan yang dengan ajaibnya ia bisa berubah menjadi manusia, ini dunia nyata hei, toh jika ia dapat menjadi manusia kembali mau apa dia? Merebut 'istri' dan anaknya kembali? Cih, ia tak setega itu, meski dulu ia terkenal sebagai sosok remaja yang angkuh dan egois serta saat ia beranjak dewasa menjadi seorang pengusaha bertangan dingin namun ia tak setega itu apalagi menyangkut kedua orang yang amat ia sayangi ini. Yah, ia yang dulunya mendapat julukan manusia sedingin es ini tetap lah mempunyai hati yang hangat untuk keluarganya.

Biarlah, biarlah ia menjadi seekor kucing hitam peliharaan mereka dengan namanya dulu, setidaknya ini bukti Naruto masih mengenalinya. Biarlah ia begini asal ia masih bisa berada didekat mereka meski bukan menjadi sosok suami dan ayah, meski hanya menjadi peliharaan yang hanya bisa menonton, biarlah, untuk kali ini saja ia tak akan egois dan melepaskan image Uchiha-nya.

Yah karena ia hanya lah seekor kucing jalanan yang beruntung dipungut dan menjadi peliharaan keluarga kecil yang bahagia ini. Ini sudah cukup baginya, meski harus mengorbankan perasaannya.

.

.


:

Naruto © Masashi Kishimoto

Antara Kau, aku dan 'dia' © Heiwajima Shizaya

Pair : ShikaNaru slight Neko!SasuNaru

Warning : AU, sedikit sentuhan fantasy, YAOI, BL, GAY or whateva you call it, OOC, Typo(s), Gaje, Aneh, Absurd and all stuff.

Don't Like Don't Read

Jadi lah pembaca yang bijak...

:


...

.

Pagi ini kediaman Nara cukup ribut di hari minggu ini. Teriakan, jeritan dan suara kucing yang sahut-menyahut menggema di rumah minimalis itu.

Naruto tersenyum samar di dapurnya, ia sedang memotong-motong berbagai sayuran dan tahu serta daging yang akan dibuatnya menjadi sup.

Grep

Usap usap usap

"Hihi geli Deer, berhenti lah menggosokkan hidungmu bau mu itu ke bahu ku." Naruto terkikik pelan sambil memukul pelan kepala suaminya itu. Shika mendengus dilanjutkan dengan menguap kecil.

"Aku tidak bau meski belum mandi," sahut malasnya yang bukan membuat Naru marah namun tersenyum geli sambil melanjutkan kegiatannya.

Mereka berdua masih asik menikmati posisi yang cukup intim itu, menikmati hari yang cerah dan cukup tenang terse–

.

"GYAAAA SUKE-CHAN JANGAN LARIIIIIIIII."

"HOIIIIIIII UKESUKE KEMARI KAU! BADANMU MASIH BASAH TAHUUUUUU."

"SUKEEEEEE-CHAAAAAN."

"CIH BERHENTI KU BILANG HITAM."

.

–but? Ternyata hari yang cukup ramai tersebut.

"Pfft," dua buah tawa yang tertahan terdengar samar di dapur, yah Naruto dan Shikamaru menahan tawa mereka.

HUP

"Miaw," dan tiba-tiba seekor kucing hitam dengan ekor panjangnya telah menaiki meja makan dan duduk manis di depan Shikamaru, ia menjilati tubuh basah kuyupnya.

Naruto yang melihat dan Shikamaru yang memandangnya bingung tiba-tiba saja tak kuat menahannya.

"Hahahahaha," yah mereka tertawa, sedang si kucing menatap dengan angkuh sambil meneruskan menjilat tubuhnya.

"Hosh hosh, sialan kau Ukesuke!" Menma yang baru saja sampai di dapur dengan nafas terengah dan tangan menyandar di dinding menggeram kesal, tanpa menyadari kuku-kuku mungil yang siap menyerang.

"Huaaaah lelahnya, Suke-chan jahat! Kan Suke-chan belum selesai mandinya bhuuu!" Shina menggerutu sebal sambil menyandar di belakang ayahnya.

Kembali, kuku-kuku mungil nan tajam itu berkilat dibawah tangan mungil hitam itu.

'Grrr bocah-bocah tidak tahu tata krama, hei aku pria jadi tak sepantasnya dipanggil chan dan aku dulunya seme bodoh! Buktinya aku bisa 'membuat' mu ada Menma!' mungkin itu batin si Sasuke satu ini, meski sejujurnya aneh, secara siapa yang tahu jika ia adalah Sasuke yang dahulu? Dan mereka tak bisa mendengarmu atau pun paham akan Miawlingual mu Suke.

"Hahaha sudah, sudah kalian ini, sana mandi, lihat baju kalian basah dan ugh kalian bau," ucap Naruto yang menghentikan pekerjaannya dan menghampiri kedua anaknya sambil mendorong pelan kedua kening mereka dengan telunjuknya.

"Tapi Suke-chan..." pertanyaan menggantung Shina membuat Naru gemas.

"Iya iya nanti Kaa-san yang mengeringkannya," balas Naruto tenang membuat kedua anaknya menganggung.

Mereka berjalan menuju kamar mandi disamping kamar mereka dengan sesekali saling menjulurkan lidah, mungkin saling mengejek siapa yang paling bau? Saa na.

"Entah kenapa aku merasa cemburu," celetuk Shikamaru dengan malasnya, ia kembali menguap padahal hei ini sudah pukul 10 pagi.

"Haha sudah-sudah kau mandi juga Shika, kau baru saja bangun tapi sudah mengantuk," ejek Naruto sambil menarik Shika agar bangkit dari duduknya.

"Merepotkan."

Sasuke? Entah kenapa ia tersenyum samar dibalik lengannya yang sedang ia jilat seakan berkata, 'Jika harus berkejar-kejaran dengan kedua anak ini, aku rela kalau pada akhirnya di keringkan oleh tangan lentik nan halus mu Dobe dan membuat cemburu rusa pemalas ini.'

"Nah 'Suke mari kita keringkan dirimu." Dan hup, Sasuke sudah dalam gendongan Naru untuk dibawa ke depan sambil di lap dengan handuk lalu di jemur sebentar.

Dan kediaman ini kembali tenang,

.

"KAA-SAAAN ANIKI MENGAMBIL HANDUK KU!"

"TIDAK! INI PUNYA KU KOK BAKA-IMOUTO!"

Dan yah sepertinya ketenngan itu hanya bertahan beberapa menit saja, haha.

.

.

.


...

Kediaman itu semakin lama semakin ramai, entah teriakan kekesalan, geraman, jeritan entah kesakitan atau bukan, dan berbagai yang membuat rumah mereka tak pernah sepi tiap harinya.

Terkadang mereka melalui dengan tenang karena asik bermain di taman atau depan halaman mereka, berkejaran dengan kucing hitam kesayangan keluarga mereka, meski tak lama akan kembali teriakan heboh.

Yah keluarga mereka memang penuh dengan warna dan tak pernah sepi, berterima kasih lah kepada turunan genetik ceria sang 'ibu' mereka yang melekat dengan kuat di dalam darah mereka.

Ah sejujurnya tidak juga jika melihat anak tertua mereka di sekolah, ia menjadi anak terdingin dan angkuh disana, menjadi incaran para anak perempuan. Benar-benar menuruni gen sang ayah.

Sedang si bungsu, akan bersikap cuek dan malas meski ia terkenal anak yang pandai seperti kakaknya, dan akan heboh ketika di rumah atau bersama teman dekatnya.

Mereka seperti membagi sifat turuan ibu dan ayah mereka pada berbagai waktu dan tempat, menyadarkan bahwa pola pikir mereka memang berbeda, memberi tahu dunia bahwa mereka bukan anak kecil biasa, mereka jenius, serta mengukir sejarah keluarga mereka bahwa gen ayah dan ibu mereka berkembang dengan baik.

Yah, mereka keluarga kecil yang bahagia, penuh akan limpahan kasih sayang dan cukup akan harta. Bukan kah ini sebuah potrait keluarga yang di dambakan semua orang? Keluarga idaman yang membuat semuanya iri. Meski sejujurnya semuanya tetap lah memiliki kekurangan.

Sasuke, kucing hitam reinkarnasi seorang Uchiha Sasuke itu tersenyum samar di balik kumis kucingnya, mendongak ke atas sebentar sebelum mengeong pelan.

Ia bahagia akan keadaan keluarga kecilnya dulu yang kini telah bahagia, ia tersenyum bangga untuk anaknya yang selain berprestasi namun benar-benar bersinar seperti 'istri'nya dulu, tak salah akan didikan Shikamaru dan Naruto. Ia pun tak kalah bangga ketika melihat pertumbuhan Shina, anak Naruto, 'istri'nya dulu dengan Shikamaru yang tak kalah berprestasi dengan Menma, membuatnya ikut sayang kepada, katakanlah anak tirinya itu.

Sungguh, kucing hitam itu sangat tidak menyesal telah hadir ke dalam orang-orang yang disayanginya ini, ia bersyukur meski hanya menjadi penonton dan pelengkap di keluarga ini, ia masih diberi kesempatan untuk hadir meski dengan cara yang berbeda. Meski ia harus menjadi kucing hitam dan sempat menggelandang beberapa waktu silam.

"Hahaha Suke-chan lihat aku sudah setinggi pundak Aniki loh haha," Shina tertawa dengan bangga ketika menunjukan tinggi badannya yang cukup semampai di umurnya yang telah menginjak 13 tahun.

"Cih, kau masih pendek baka imouto-chan~," Menma berkata dengan nada mengejek sambil menjulurkan lidahnya, membuat Shina menggelembungkan pipinya dan menginjak kaki kakaknya.

"Kalian ini, sana bangunkan Tou-san kalian lalu kita segera ke taman," Naruto lagi-lagi menengahkan mereka dan menyuruh anak-anaknya untuk membangunkan sang suami yang masih sempat-sempatnya tertidur di sofa ruang depan, padahal ia sudah rapi.

"Haaaa'iiiiiii~~~." Ingat perintah 'ibu' mereka itu adalah nomor satu.

"Bagus," puji Naru sambil tersenyum ketika melihat anak-anaknya yang kini telah beranjak remaja –untuk Shina– dan dewasa awal –untuk Menma–

Hup

Naruto menggendong Sasuke ketika anak-anak mereka telah benar-benar masuk kedalam rumah, ia mengelus pelan puncak kepala Sasuke membuat kucing itu menutup mata menikmati sensasi nikmat ini dengan ber-pur-ing ria.

"Arigatou," bisik Naruto, entah untuk ia, Sasuke si kucing, atau Tuhan, atau kah takdir mereka atau malah Sasuke yang dulu, sosok suami yang masih terukir indah bersanding di hati Naruto bersama ukiran sang suami yang sekarang

Dan Sasuke hanya memejamkan matanya, menikmati segala kenyamanan yang diberi oleh Tuhan saat ini.

"Okaa-san ayo berangkaaaat~," Shina berteriak sambil mengangkat keranjang berisi makan siang mereka yang disediakan untuk piknik. Sedang Menma, berdiri disamping adiknya dengan gaya khasnya yang dkatakan kebanyakan orang angkuh itu tanpa niatan membantu sang adik membawa keranjang itu.

Plak

"Tou-san!" Protes Menma tak suka ketika tahu-tahu sang ayah menggeplak pelan puncak kepalanya.

"Bantu adik-mu dan ibu-mu membawa barang-barang, jangan malas!"

Menma yang mendengarnya mengerang kesal dan bergumam kecil, "Sendirinya juga malas."

"Tou-san dengar itu, Tou-san akan memanaskan mobil, jadi kau yang bertugas membantu mereka anak nakal."

Menma yang kembali mendengar perkataan ayahnya menyengir bodoh dan langsung mengambil keranjang ditangan adiknya yang langsung di hadiahi cengiran senang Shina.

Sedang Shika mendengus geli, anaknya ini meski sedingin apapun diluar sana, sifat Naruto benar-benr memancar dari dirinya ketika dirumah.

"Ayo berangkat~," ucap riang Shina sambil melenggang ringan dan langsung memasuki mobil, sedang sang kakak dengan berat hati membawa keranjang itu dan si 'ibu' membawa tikar yang sudah dilipat sehingga mudah ditenteng.

Dan berangkat lah mobil mereka setelah dipanasi beberapa menit menuju taman terdekat untuk menikmati piknik yang jarang mereka lakukan ini.


FIN


Miawlingual/meonglingual : kalo gak salah sih tulisannya gini, yang artinya bahasa kucing. Biasanya bisa dilihat dari gerak dan posisi ekor, kuping, serta intonasi suara mereka.

...

YES KELAR XD akhirnya hanya jadi 4 chap XD meski sejujurnya endingnya berbeda dari yang Shi bayangkan, yaitu nanti beberapa tahun setelahnya Naru mati bersama Sasuke versi kucing dan Shika dapat pengganti yaitu Kiba, sayang Shi gak kuat ngetiknya, dan sedang mendapat kabar buruk jd semakin sulit menulis.

Ya sudah lah, oh shi juga mau ucapkan big thanks kepada motor yang memberi inspirasi, tanpa mu Shi gak bisa mengendari mu sambil ngebut yang menghasilkan ide XD emang candu XD

Dan maaf bagi yang kecewa, maaf juga kalau cerita abal ini ternyata jadi tanpa konflik dan maaf kalau jadinya malah junk-fic Dx hanya cerita ringan –sangat malah– yang iseng dibuat dan terima kasih telah menemani Shi di 4 chap cerita gaje ini, Shi bahagia sekali.

Big Thanks to :

Hanazawa Kay, Lime chan, Harpaairiry, Haru54, Mifta Cinya, Heriyandi Kurosaki, Yhanie tea 5, FayRin Setsuna D Flourite, Ukkychan, Zaladevita, HimekaruLI

Dan Big Thanks juga untuk ke- 20 Favo dan ke-20 Follow

So, jaa mata ne Minna, sampai ketemu di next story-nya Shi X)