Love You No Matter What
Nijkoesmik6894
HunTao
Warning! Drabble! Girl!Tao GenderSwitch
Disaat hatimu meragu jangan pernah mengira bahwa aku juga meragu atas perasaanku. Justru perasaanku semakin kuat untuk mencintaimu, dan melindungimu. Karena, aku mencintaimu, tak peduli apapun itu.
.
.
Sehun POV
Kita memandang langit yang sama, hitam legam dengan jutaan titik-titik terang yang berkelap kelip jutaan mil diatas sana.
Kau kembali menegak liquor yang kau curi dari orang tuamu, terasa tercekat di tenggorokan karena untuk pertama kalinya kau mencobanya.
Tadinya aku tidak tau maksud pesan singkatmu yang ingin melepas stress bersamaku, hanya ada kita berdua dengan suasana tenang. Ya aku tidak tahu hingga akhirnya kau mengajakku untuk menikmati air keras ini di atas atap. Bahkan tak tanggung-tanggung kau mencurinya sebanyak 6 botol dan berceloteh akan menghabiskannya sendirian.
Aku hanya diam dan memperhatikanmu tanpa membuka percakapan terlebih dahulu. Aku tau, dan aku sangat mengerti akan sifatmu, kau memang dalam suatu masalah, dan aku akan membiarkan kau berbicara duluan.
Sudah hampir dua botol berukuran sedang kau menelannya, sedangkan aku baru setengah dari botol pertama. Untuk ukuran seorang gadis dengan hal yang baru melakukan pertama kali, kau sudah bisa dikatakan ahli dalam mengkonsumsi minuman alkohol.
Aku tau, aku pernah melarangmu untuk minum. Tapi kali ini aku sempat melihat kilatan matamu yang menggambarkan kepedihan, jadi, membiarkanmu kali ini sepertinya tidak apa-apa.
Ku dengar kau menghela nafas, aku memandangmu dengan mata yang sayu, karena kurasa tubuhku hampir dikuasai oleh alcohol ini.
Sial.
Aku mulai kehilangan kendaliku.
"Hun, kita sebaiknya berpisah saja"
Blaaam
Bagai mendapat bogeman mentah, kepalaku langsung berat dan berdenyut nyeri saat kau mengucapkan kata horror itu.
Aku mendengarnya bahkan seperti setengah sadar. Antara gurauan atau kuasa alkoholmu saja.
kau menggerakkan perlahan kepalamu, tersenyum kecut padaku dengan mata yang tak kalah sayu. Kau mabuk berat.
"Kau mabuk, Tao" balasku, dan berusaha mengambil botol liquor yang ingin kau tegak lagi.
Kau mengibaskan tanganmu, tak mau aku mengambilnya.
"Ani.. Ani Oh Sehun, aku.. hik.. masih sadar. Hehe" celotehmu.
Dengan nada bicara seperti itu kau tidak mau mengaku mabuk?
"Wae?" tanyaku, akhirnya aku bertanya, bukan bertanya kenapa dia ingin putus. Tetapi apa maksud semua ini. Mengajakku bertemu, dan kau mau mabuk seperti ini. Apa masalahmu?
Kau menegak kembali minumanmu sebelum akhirnya berkata "Orang tuaku bercerai Hun"
"Mwo?" aku cukup terkejut saat kau mengucapkan itu, setauku orang tuamu adalah pasangan mesra, kenapa sekarang tiba-tiba mereka berpisah?
"Aku sudah tidak percaya apa itu Cinta Hun, sedangkan mereka yang sudah menikah saja bisa berpisah, apalagi kita yang masih terikat status berpacaran bukan?"
Kau terdengar pilu, kenapa kau tiba-tiba mengucapkan kata laknat itu.
Aku mengambil botol minumanmu, kali ini kau pasrah dan tidak menolak seperti tadi. Aku merangkak, mendekatimu yang lumayan cukup jauh dariku.
Setelah sampai aku langsung merangkul tubuhmu, menyandarkanmu pada dadaku. Bahkan niatpun aku tidak ada untuk meninggalkanmu.
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak Tao, aku ada disini, kau bisa berlindung padaku"
Tak lama setelah itu bajuku bagian dada terasa basah, aku merenggangkanmu dan melihat kau sudah menangis.
"Hiiiks .. sakit sekali, sakit sekali Hun-ah" Kau terisak keras dengan meremas dadamu lalu memukulnya.
"Ssst hentikan, hentikan itu Tao" aku mencegah tanganmu yang semakin lama semakin brutal menyakiti diri sendiri.
Untuk pertama kali aku melihatmu hancur seperti ini. Tak seperti Tao yang kukenal. Gadis dengan kepribadian kuat, mandiri, dan juga terkadang manja hanya pada orang-orang tertentu. Aku tidak melihatmu sebagai gadisku dengan kepribadian kuat itu.
"Aku takut kau akan meninggalkanku juga Hun.. aku takut.. aku takut"
Tak tahan, aku segera meraihmu. Memelukmu semakin erat.
"Tidak, tidak akan, aku tak akan melepaskanmu Tao. Berhenti berkata seperti itu"
Kau masih terisak, namun sedikit tenang. Aku makin memperarat pelukan. Menyalurkan perasaanku bahwa aku tak akan melepaskanmu.
Perlahan, kau menggeliat meminta agar pelukan merenggang. Aku melihatmu dan kau seperti sudah berhenti menangis tapi masih sesegukan.
Dengan sayang aku menghapus air matamu. Kau jelek jika menangis. Dan aku.. tidak ingin melihat mata pandamu semakin parah karena bengkak akibat menangis.
Sehun Pov Off
Author Pov
"Dengar, jika orang tuamu berpisah, jangan campurkan dengan urusan kita Tao, mungkin mereka berpisah karena ada alasan tertentu, tapi percayalah. Sejak pertama mengenalmu aku sudah merasakan desiran aneh dan membisikkan kalau kita tak akan berpisah. Aku berani bersumpah niatpun aku tak akan meninggalkanmu meskipun kau sesungguhnya menyebalkan"
Bukannya menghibur, justru Tao memukul dada Sehun.
Sehun terkekeh, ia tau Tao tak marah memukulnya, karena ucapannya barusan justru membuat Tao yang awalnya memang bersedih jadi sedikit mengangkat sudut bibirnya.
"Nah, begitu, kau cantik jika tersenyum begitu Pricess"
Duug
Lagi, Tao memukul dada Sehun. Bisa-bisanya Sehun bergombal ria padanya.
"Percayalah, aku tak akan meninggalkanmu barang sejengkalpun Tao" tiba-tiba Sehun meraih dagu Tao agar menatap padanya. Dan Tao tau, barusan ucapan Sehun tak main-main. Tao menjelajahi mata Sehun, mencari kebohongan. Namun ia tak menemukannya. Tanpa mencari taupun Tao kenal dengan kekasihnya ini. Sehun, tak pernah main-main dengan ucapannya.
Tao berkedip, merasakan air matanya seperti ingin kembali merembas. Sehun tak tahan jika melihat Tao kembali menangis.
Sehun menarik tengkuk Tao, membawa ia pada sebuah ciuman penenang.
Sehun melumat dan mengecup bibir Tao dengan kasih sayang. Berkali-kali ia melakukannya seolah mengatakan kepada Tao melalui ciuman itu bahwa ia tak akan meninggalkan gadis itu. Sehun bersumpah ia tak akan meninggalkan Tao.
Ciuman itu terasa asin karena Tao makin menangis keras, ia bisa merasakan mesranya Sehun mengecupnya. Tao makin mempererat pelukannya pada leher Sehun. Mencari arti ciuman itu lebih lanjut.
END
