Kuroko no Basket © Tadoshi Fujimaki
WARNING!
OOC, GAJE, ALAY, EYD NGAWUR
…
Adegan awal kuambil dari adegan yang ada di anime Amnesia, siapa yang tahu? …
Perempuan yang bernama Toriyama Yukio itu hanya bisa terdiam di teras sebuah gedung. Menunggu seseorang yang seharusnya sudah datang 20 menit yang lalu. Sesekali ia melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kanannya. Sudah pukul 08.20 malam, apa yang membuat orang yang ditunggunya ini terlambat?
TRTT… TRRTT…
Handphonenya bergetar. Serta merta ia membuka tas kecilnya dan mengambil handphonenya. Ada sms!
"apa yang kau lakukan sekarang?"
Sms yang aneh, pikir Toriyama. Bukankah sudah pasti bahwa ia menunggu orang ini? Ia membalas dengan sedikit kesal.
"apa maksudmu apa yang kulakukan? Aku menunggumu!"
Tak butuh waktu lama, handphonenya pun berdering. Orang itu menelponnya.
"Menunggu apa?" tanya orang itu.
"menunggumu! Kan kita sudah janji akan jalan-jalan di festival musim panas?" Toriyama mengerutkan keningnya. Ia yakin, orang yang menelponnya saat ini sedang memperbaiki posisi kacamata.
"maaf, aku lupa, nanodayo. Aku pikir besok" ujar orang itu lagi. Dari kata-katanya, kita sudah mengetahui bahwa itu dari Midorima Shintaro, Shooter terbaik di Jepang.
"huft, ya sudahlah. Kau sibuk? Aku pulang saj-."
"ehh… jangan! Biar aku kesana. Tunggulah sebentar lagi, ya?" pinta Midorima. Toriyama melirik jamnya lagi.
"baiklah, kutunggu 10 menit."
…..
"hosh, hosh… maafkan aku nanodayo!" akhirnya Midorima sampai juga menemui Toriyama. Ia tampak kelelahan dan kembali memperbaiki posisi kacamatanya.
"kau ini… ada-ada saja" ujar Toriyama sambil menggeleng kepala. Hebat sekali Midorima, sampai ketempat ini dalam waktu 9 menit! Kaki panjang itu memang berpengaruh! Pikir Toriyama. "Memangnya kau tidak pernah pergi festival?"
"pernah, dengan teman-temanku ketika SMP" jawab Midorima lagi. "Tapi maaf, aku benar-benar lupa, nanodayo!" Midorima benar-benar lupa. Baru kali ini Midorima merasa bodoh. Ia menantikan hari esok yang seharusnya hari ini! Kasihan sekali dia ini.
"ehm… ya sudah ayo pergi…" ujar Toriyama. Ia pun berjalan bersama Midorima. Meskipun berjalan berdampingan, tapi tidak terjadi apapun. Benar-benar seperti ornag asing yang kebetulan jalan bersama. Toriyama sedikit cemberut dan meraih tangan Midorima.
"hem?" secara reflex, Midorima menarik tangannya. Ia melihat Toriyama bingung, dan Toriyama hanya bisa malu. "ehm… maaf… hanya saja, aku… belum pernah pergi ke festival dengan seorang perempuan, nanodayo" Ujarnya. Toriyama melihatnya dengan takjub. Wajah merah Midorima sangat imut, pikirnya. Ia pun tersenyum.
"kalau begitu, pegang tanganku! Nanti kalau aku hilang, kau susah mencariku. Kalau aku sih, mudah saja mencari manusia tinggi berambut hijau, hehe…" ujar Toriyama, ia menggenggam tangan Midorima. Midorima hanya diam saja meskipun ia yakin wajahnya pasti merah sekarang. Toriyama hanya tersenyum, ia benar-benar menyukai wajah merah Midorima.
….
"ayolah… kumohon!"
"aku tidak bisa melakukannya"
"bisa, bisa… coba dulu!"
"tidak"
"Midorima!"
Toriyama dan Midorima berdebat didepan stan ikan koi, membuat orang-orang disekeliling memperhatikan mereka. Penjual ikan itu hanya bisa terdiam, tidak ada gunanya untuk ikut perdebatan mereka berdua.
"apa hari ini keberuntunganmu tidak bagus?" tanya Toriyama lagi. Midorima menggeleng. "kalau begitu, buktikan kalau keberuntunganmu bagus, oke? Pliissss… aku mau yang ituuuu…" Toriyama merengek.
"huft… baiklah, nanodayo" Midorima kembali memperbaiki posisi kacamatanya. " keberuntunganku sangat bagus malam ini." Ia pun mulai bersiap. Penjual ikan deg-degan.
Ikan yang diinginkan Toriyama adalah ikan berwarna hijau putih dan sedikit keemasan. Ikan itu lumayan besar dibandingkan temannya yang lain di baskom. Itulah hal yang membuat Midorima khawatir. Bisa-bisa kertas untuk menangkap ikan itu bolong! Dan…
"hup!" Midorima berhasil menangkap ikan itu dan segera memasukkannya kedalam kantong plastic yang sudah berisi air. Para penonton bertepuk tangan. Toriyama tersenyum.
"sudah kubilang kan, kau pasti bisa! Waah… baguslahhh…" Toriyama melihat ikan itu dengan penuh rasa bahagia.
….
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi, dan mereka berdua sedang berjalan menuju rumah Toriyama. Midorima harus mengantarnya, kan? Angin malam berhembus pelan. Suara jangkrik masih terdengar nyaring. Tangan kanan Toriyama memegang bungkus plastic yang berisi ikan sementara tangan kirinya masih berada digenggaman Midorima, meskipun tanpa suara, Toriyama sudah cukup senang.
"Midorima…"
"hem?"
"aku senang. terima kasih"
"iya…"
"kau tidak senang?" Toriyama menengok wajah Midorima yang ada disebelah kirinya. Melihat dalam posisi begini, bagai anak kecil dan ayahnya.
"se… senang... nanodayo…" sekali lagi wajah Midorima memerah. Toriyama tersenyum lagi.
"minggu depan aku tidak sekolah lagi. Senangnya! Selesai ujian." Ujar Toriyama. Ya, Toriyama sudah ikut ujian kelulusan kelas 3 SMA, sementara Midorima masih kelas 2 SMA. "kita tidak bisa bertemu lagi…"
"yah, begitulah" jawab Midorima dengan pendek. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.
"belajar yang baik ya" ujar Toriyama "yah, tahun ini akan ada murid baru. Wah, Midorima bakal semakin terkenal. Baik-baik ya sama siswi baru yang cantik nanti" godanya.
"apa maksudmu, nanodayo? Lagipula aku tidak tertarik dengan perempuan lain." Ujarnya sambil memperbaiki posisi kacamata lagi.
"benarkah? Tidak apa-apa kok. Kan kau tidak bertemu denganku lagi."
"aku yang tidak mau. Bukan karena kau membolehkan atau tidak, nanodayo." Kali ini Midorima menegaskan kata-katanya. Toriyama tersenyum.
"ohhhh… begitu. Kau manis sekali Midorima!" ujar Toriyama, ia melihat wajah Midorima yang kembali memerah.
"jangan mengatakan hal yang tidak perlu."
"aku senang kita bisa pergi. Hahaha… kencan pertama untuk berpisah itu menyenangkan"
….
Words : 789
…..
Suka banget sama cerita ini, bikin gemes. Hahaha…
