Kuroko no Basket © Tadoshi Fujimaki

WARNING!

OOC, GAJE, ALAY, EYD NGAWUR

.

Tatsuya hanya bisa bengong melihat Murasakibara dan adiknya berkelahi soal 'makanan apa yang akan mereka makan hari ini?' Tatsuya sendiri hanya mengikuti kemauan bersama. Murasakibara ingin makan makanan manis sementara Reina ingin makan makanan yang pedas.

"aku tidak suka pedas, Reichin"

"tapi, aku tidak suka makanan yang terlalu manis"

"kita kan bisa pesan makanan yang berbeda. Reina pesan yang ini, Atsushi yang ini" Tatsuya akhirnya angkat suara. Ia menunjuk dua menu di daftar menu itu.

"lalu, Murochin makan apa?" tanya Murasakibara.

"aku? Aku mau…"

"kakak yang ini saja!" Reina menunjuk menu yang ia sukai.

"ah, tidak tidak. Murochin yang ini saja!" Murasakibara menunjuk menu yang ia sukai juga. Reina meliriknya dengan tatapan jengkel. Tatsuya menunduk. Apa-apaan sih mereka?

"tidak, tidak. Aku yang ini saja…" Tatsuya menunjuk menu yang tidak dipilih oleh mereka berdua.

"tidak! Murochin yang ini!"

"bukan! Kakak, kakak harus makan ini!"

"duh…"

Tatsuya selalu menghadapi hal itu setiap kali mereka akan makan diluar. Benar-benar membuat sakit kepala. Tapi tak apalah. Yang penting mereka bahagia dan Murasakibara mau membayarkan makanannya. Muehehe. Tatsuya memanfaatkan momen yang sangat pas!

Tapi khusus untuk hari ini, Tatsuya tidak diajak oleh 2 manusia itu. Tatsuya sendiri heran, tapi ia tak ambil pusing. Mungkin mereka berdua ingin kencan. Mengingat selama ini Tatsuya selalu ikut kemana pun mereka pergi. Lagipula hal ini baik untuk hubungan 2 orang yang selalu bertengkar itu. Mungkin dengan ini mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Akhirnya Reina dan Murasakibara sampai didepan restaurant maha mewah milik keluarga Murasakibara. Murasakibara masuk terlebih dahulu, lalu Reina ikut dibelakang. Mereka masuk kedalam restaurant yang penuh dengan orang-orang kaya raya. Reina tak henti-hentinya kagum melihat makanan yang banyak dan mahal.

Apakah Reina dan Murasakibara akan kencan direstaurant maha mewah ini? Tidak, sayang sekali. Reina dan Murasakibara jalan menuju dapur. Para koki yang ada disana menunduk begitu melihat Murasakibara masuk dengan malasnya. Reina membalas hormat para koki itu sambil tersenyum.

"tuan, siapa dia?" tanya salah satu pelayan.

"ehm? Pergilah, aku sedang tidak ingin bicara… nyam" ujar Murasakibara. Tatapannya menakutkan para koki, mereka lalu memberikan salah satu tempat bagi Murasakibara dan Reina bebas untuk melakukan apapun. Apapun? Hus, anak kecil gak usah mikir yang aneh-aneh.

"oke, Reichin, kita masak apa?" tanya Murasakibara sambil memberikan celemek pada Reina.

"ehm? Masak-" Reina baru saja mau mengambil celemek itu, tapi Murasakibara langsung memasang celemek itu dipinggang Reina. Hal itu membuat Reina terkejut sehingga tidak mampu menjawab apapun.

"hem, bagus… kita masak apa Reichin?" tanya Murasakibara lagi. Ia sendiri sudah siap untuk memulai kegiatan masak-memasak. Reina segera tersadar dari lamunannya.

"ah, maaf… ehm… kira-kira apa yang disukai kakak ya?" Reina melihat bahan masakan yang ada disebuah ruangan pendingin. "Tapi, aku sering lihat kakak makan kripik pedas!"

"Reichin, itu hanya kesukaanmu saja… aku dan Murochin sering makan manisan dari buah" Murasakibara menunjuk buah apel dari balik kaca. Reina menggembungkan pipinya.

"kau juga sama! Hum, itu karena kau yang memberikannya manisan. Dirumah dia sering makan pedas kok!" Reina membela diri.

"udah, udah… jangan mengada-ada… hem… aku masuk dulu…" Murasakibara segera masuk meninggalkan Reina yang sedikit kesal. Reina pun ikut masuk keruang pendingin itu.

Murasakibara mengambil banyak buah sementara Reina mengambil banyak sayuran. Murasakibara mengambil banyak gula sementara Reina mengambil banyak cabe. Murasakibara dan Reina membersihkan bahan-bahan yang akan mereka masak dan menyiapkan alat-alatnya.

"Yosh! Ayo kita masak makanan yang pedas hari ini!" ujar Reina semangat. Murasakibara yang sedang memegang mangkok pun menoleh padanya.

"bukannya hari ini kita mau buat makanan manis?" tanyanya heran. Reina menampakkan wajah kesal.

"bukankah dijalan tadi kita sepakat membuat yang pedas?"

"itu namanya kesepakatan secara sepihak, Reichin!" Murasakibara tidak perduli dan masih sibuk sendiri.

"itu juga kesepakatan sepihak, Murasakibara-kun!"

"ya sudah, kalau begitu, Reichin tunggu saja sampai aku selesai masak. Baru gantian!" ujar Murasakibara. Kata-kata itu membuat Reina terdiam. Mengapa ia dan Murasakibara tidak pernah satu suara? Sekali saja, dalam satu hal? Huft, apa ini pertanda buruk? Kalau dipikir-pikir, ia dan Murasakibara lebih sering bertengkar dari pada satu pendapat.

"olala… apa kau menangis, Reichin?" Murasakibara melihat wajah Reina. Reina hanya menggeleng. Ia sendiri heran dengan air mata yang jatuh itu.

"sepertinya kita memang tidak cocok, ya, Murasakibara-kun?"

"…" Murasakibara hanya diam. Ia memasukkan cabe kedalam mangkoknya dan memasukkan gula pasir. "apa maksudmu? Begini saja. Kita masak makanan pedas manis. Tidak apa-apa kan?"

"…" Reina terkejut mendengarnya, ia pun tersenyum. Benar, perbedaan bukan segalanya. Pada dasarnya mereka memang berbeda kan? Lalu kenapa harus dipusingkan? Yang terpenting bagaimana caranya untuk memaklumi perbedaan itu. Ia lalu mengangguk.

"hem… kita masak ayam pedas manis!" ujar Reina, ia mengambil daging ayam.

"loh, Reichin. Bukannya kita masak puding cabe?"

"eh? itu makanan apa?" Reina hampir saja tergelincir dilantai karena mendengar nama makanan dari Murasakibara.

"itu pudding dari cabe!" jelas Murasakibara.

"eh?" Reichin mengeryitkan keningnya. "ehm, bisa juga. Hehehe… kakak pasti suka! Ayo!"

Mereka pun mulai membuat makanan yang dinamakan 'Pudding Cabe.' Reina yakin, sejak saat ini, ia dan Murasakibara akan lebih akur lagi. Dan Murasakibara yakin, Tatsuya akan suka makanan yang akan mereka buat hari ini.

….

Words : 824

….

Ini adalah FF paling ngaco yang pernah daku bikin! Memalukan! Hahaha… tapi udah deh, silahkan kalau mau diriview atau dibantai.