Kuroko no Basket © Tadoshi Fujimaki

WARNING!

OOC, GAJE, ALAY, EYD NGAWUR

.

Author lagi kesel tingkat dewa! Semua file yang ada di data : C, hilang! Dunia berduka sodara-sodara. Akhirnya mood saya untuk menulis pun hilang. Huh. Apa coba salah data : C saya sampai mesti hilang dari laptop? Nih laptop minta diganti! Tetsu-kun, belikan yang baru! Padahal author udah bikin FF setengah jalan, tiba-tiba terhapus itu rasanya gondok banget. Mesti bikin ide baru. Karena ide lama udah hilang.

Udah deh, ketimbang banyak esmosi, langsung baca aja ya. Maaf kalau telat dan jadinya gaje gini.

.

Dan ini masih sulit bagi orang sepertiku. Entah kenapa rasanya aku sulit untuk mempercayai orang ini. Tapi sudahlah. Aku sudah terlanjur memberikan hatiku padanya. Ketahuilah baik-baik, aku memberikan hati ini untuk kau jaga dan lindungi, bukan untuk disakiti, mengerti?

"Ada apa Yurichi?" Tanya orang itu begitu lengan bajunya kuraih. Aku tidak suka ketika ia akan pergi dengan perempuan-perempuan itu. Aku tersadar begitu menyadari bahwa aku melakukan hal yang tidak perlu. Aku lalu melepasnya dan menggelengkan kepalaku. Ia lalu meraih kepalaku dan mengusapnya pelan. "Yurichi mau ikut? Sepertinya tidak ya. maaf ya, nona-nona. Aku mau pulang dengan Yurichi hari ini…" aku sedikit lega mendengarnya meskipun perempuan itu terdengar tidak menyukainya.

"ayo pulang, Yurichi."

….

When the wind plays jokes hold me tight in case I fly away

You'll be in trouble if you crumple me up like that

I may seem nice but I have a strong pride

Aku terkadang merasa tidak suka jika ia sedekat ini padaku. Pergi denganku, berbicara denganku, makan denganku. Hal-hal seperti ini sudah lama aku lupakan dari kegiatanku, sejak kapan kulakukan lagi? Ah, benar. Sejak ia menyatakan akan melindungiku dari perempuan penggosip itu. Aku hampir melupakannya.

"kau tidak perlu melakukan ini…"

"aku melakukan yang ingin kulakukan, Yurichi."

"jika kau ingin tersakiti, terserah saja…" tidak, maksudku, jika kau ingin kita berdua tersakiti. Lakukan yang kau sukai. Aku hanya bisa mengatakan itu tanpa sedikit pun menatapnya yang berada disamping kananku.

"hehe, aku menantikan itu, ssu" ia tertawa kecil. Dasar orang aneh!

….

I've never been hurt over love or thought of anyone seriously before

So, I'm serious

Aku juga masih heran pada diriku sendiri. Meskipun aku membencinya, tapi aku juga menyukai keberadaannya. Sifatnya yang egois dan seperti anak itu kadang membuatku tersenyum. Aku tidak tahu kalau dia menyadari senyumanku atau tidak pagi itu begitu ia bertemu dengan teman-teman 1 tim basketnya.

"Senpai! Hidoui ssu!" ujarnya sambil mengelus punggungnya. Bagaimana bisa ia mengatakan kesakitan sementara ia sendiri tersenyum begitu? Apa dia selalu menampakkan ekspresi seperti ini pada orang lain? Dia sangat berbeda denganku. Apa dia menahan dirinya?

"Yurichi, nanti siang aku latihan basket dulu. Kau mau menonton atau pulang duluan?" tanyanya. Aku mengatakan bahwa aku akan pulang duluan dan dia hanya tersenyum. Yah, senyumannya ini. Senyuman yang membuatku jatuh cinta dan… membuatku takut akan kehilangan… lagi. Berjanjilah padaku untuk tidak meninggallkanku, oke?

I try to act strong on the outside but my heart is like a paper

I got a paper heart

I like you so much that I'm actually a bit scared

I got a paper heart

Aku tidak perduli dengan apa yang orang katakan tentang diriku sendiri. Tidak sama sekali. Karena aku sudah terbiasa mendengarnya selama 1 tahun 3 bulan, hingga hari ini. Tapi aku sama sekali tidak suka kalau mereka mengatakan hal yang aneh tentang orang itu. Benar-benar membuatku sakit hati. Aku benar-benar sakit hati. Apakah aku harus menjauhinya?

"apa kau benar-benar menyukainya, Miyawaki-san?" Tanya seorang teman padaku. Aku hanya diam tanpa bisa menjawab apapun. Entahlah, aku sendiri tidak mengerti. "aku harap kau bisa melupakan masa lalumu dan menikmati masa yang baru dengannya. Dia adalah anak yang sangat ceria, hal yang mengejutkan kalau ia menyukai orang sepertimu…"

Aku tahu itu, kau tidak perlu mengatakannya padaku. Aku sendiri berusaha untuk menyukainya dan melupakan semua masa laluku. Maksudku, aku berusaha untuk menyukainya bukan sekedar karena aku takut. Perasaan seperti itu, apa mungkin ada? "Selama ini, ia selalu melindungi dan memperhatikanmu, kan?"

When its rainy day, put an umbrella over me, don't make me cry

I might rip so always make your words gentle and soft, ok?

…..

"Apa yang kau lakukan? Sudah kukatakan untuk tidak pernah berfikir melakukannya kan?"

Suara itu benar-benar menghentak jantungku. Aku benar-benar melupakannya. Pikiranku kembali tidak bisa kukuasai. Aku benar-benar takut. Apa kau tahu kalau aku benar-benar takut? Jangan berteriak seperti itu. Aku sudah cukup ketakutan dengan berdiri diatas gedung tinggi begini, tahu!

"Yurichi…" aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Aku mendengar suaranya yang tampak seperti khawatir padaku. Ia lalu menarikku dan mendekap tubuhku dengan hangat. Sesekali dalam tangisku aku berkata untuk selalu bersamaku, jangan meninggalkanku, aku tidak mau sendiri, aku takut, maafkan aku, dan berjanjilah padaku.

"iya…" aku hanya mendengar kata itu sambil ia mengusap punggungku pelan. Kurasa karena aku mengulang kata-kata itu hampir disetiap kesempatan kami bersama, ia sudah menghafal apa yang akan aku katakan dan ia tahu apa yang harus ia jawab. Tapi kali ini, aku boleh untuk benar-benar mempercayainya kan?

...

Engrave it deeply in your heart

Because I'm telling you ahead of time

In case you don't know

Aku melihatnya sedang berbaring dibangku cadangan seorang diri di gym sekolah. Sebuah handuk kecil menutup matanya, sementara kedua tangannya menopang kepalanya seperti bantal. Apa ia sedang tertidur. Aku sendiri, apa yang sedang aku lakukan ditempat ini? Sekali lagi, aku tidak mengerti apa yang kulakukan. Aku berlutut disampingnya. Dengan cara ini aku bisa melihatnya dengan jelas.

"maaf sudah merepotkanmu. Terima kasih sudah mau bersamaku. Aku…" gawat, air mataku mau jatuh. Disaat seperti ini! "aku mencintaimu. Karena itu, kumohon, tetaplah bersamaku, Kise-kun…" aku benar-benar merasa bodoh mengatakan hal seperti ini pada orang yang sedang tidur.

"heh, Yurichi…" aku melihat seringainya yang mungil dibalik handuk itu. Kau sedang menipuku ya? "aku senang, Yurichi tidak membenciku…" ia menarik pelan kepalaku dan mendekatkannya kedadanya. "aku benar-benar senang." Yah, tidak buruk. Lagipula aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu, Kise-kun.

….

Do you want my heart made out of white paper?

I got a paper heart

Want to see your name written on the side of my heart?

I got a paper heart

….

Words : 911

..

Gak nyangka juga cerita ini selesai. Tau gak sih, saya bikin ini sambil sesekali merasa malu. Kyaaaa… oh ya, yang huruf italic itu translation lyric lagu f(x) – Paper Heart. Bagus loh! Hehe

RnR please!