Hai, bertemu lagi dengan Haru-chan
Bagaimana keadaan para Readers ? semoga baik ya :D
Kuro-chan membawa chapter baru untuk heirs
Mudahan chapter 2 lebih baik dari chapter 1
Disclaimers : Masashi Kishimoto sensei and The Heirs (c) SBS
Pairing : SasuFemNaru
Rated : T
Warning : OOC, gender bender, gaje, alur kecepatan , typo(s),Copy-Cat and etc
DON'T LIKE, DON'T READ
Tokohnya banyak sekali, phew..
Uchiha Sasuke
Uzumaki Naruko
Sabaku Gaara
Yamanaka Ino
Haruno Sakura
Sai
Hyuuga Neji
Inuzuka kiba
Nara Shikamaru
Empire/Uchiha Corp
Uchiha itachi as kakak tiri Sasuke. Presiden Direktur Uchiha Corp
Uchiha Mikoto (Nyonya Mikoto) as ibu kandung Sasuke, istri ke-3(Simpanan) Ayah Sasuke
Uchiha Fugaku (Tuan Fugaku) as ayah Sasuke
Uzumaki Kushina as ibu Naruko
Danzo Shimura as Ayah Sai, Kepala Sekretaris Uchiha Corp.
Shizune (Nyonya Shizune ) as istri ke-2 ayah Sasuke. Tapi tidak memiliki anak dan lebih pro ke Uchiha Itachi sepertinya.
Others
Haruno Mebuki as Ibu Sakura CEO RS International
Sabaku Akihiro as Ayah Gaara CEO Zeus Hotel.
Uchiha Shisui (versi female) as Kekasih itachi
Kurama Kyuubi as Kakak Naruko
Pemberitahuan :
Ayah Sasuke ini memiliki tiga istri (2 resmi, 1 tidak).
Uchiha Itachi === anak istri pertama ( meninggal).
Dari istri ke-2 (Shizune), Ayah Sasuke tidak memiliki anak. Lalu ia punya simpanan satu lagi, yaitu ibu Sasuke.
Ayahnya Sasuke2 membawa ibu Sasuke ke dalam rumah. Jadi, ini sebabnya Uchiha Itachi judes dan sadis pada Sasuke serta ibunya.
Ayahnya sendiri belum 100% menyerahkan Uchiha Corp pada putra pertamanya dan masih mengharapkan Sasuke untuk menjadi pewarisnya.
Heirs
Chapter 2
CALIFORNIA
Kita dibawa mengunjungi mansion Sasuke dengan segala fasilitasnya yang terbilang mewah dan ia sedang bersama teman bulenya Jay.
Sasuke POV
'Saat aku ditendang ke California untuk pertama kalinya, yang terpikir di benakku adalah 'setidaknya aku bisa makan tomat sepuas-puasnya'. Dan mulanya aku berpikir untuk menjadi pemberontak saja seperti anak haram pada umumnya. Tapi akhirnya aku memutuskan untuk bersenang-senang seperti saran kakak.
Walaupun jadinya, selalu ada polisi yang sekarang mengawasiku. Dan aku menjadi pusat perhatian di sekolah. Aku juga membuat ibuku di Seoul menangis setiap hari.'
Sasuke POV END
Tiba-tiba Jay muncul, dan Jay melemparkan handphone Sasuke yang terus berdering. Tapi Sasuke hanya menangkapnya dan menaruhnya saja setelah melihat siapa peneleponnya. Sakura.
Sasuke mengungkapkan kepada Jay kalau sebentar lagi adalah anniversary pertunangannya yang pertama dan telepon dari tunangan itu berarti Sakura sekarang mau naik pesawat, atau sudah ada di dalam pesawat, atau sudah turun dari pesawat.
Jay si lebay berkata, "Kelihatannya kau seperti merasa hal itu bukanlah suatu hal yang menarik."
Sasuke tersenyum kecil dan memakai topinya dengan gaya, "Tidak, aku selalu kelihatan menarik." Jay, si lebay, tertawa mendengar ke-pede-an Sasuke.
Sasuke mengajak Jay untuk pergi ke pantai, karena ia terlalu malas untuk merayakan ulang tahun pertunangannya.
Bandara LA
Naruko tiba di bandara Los Angeles dan nampak gugup berada di tengah dunia yang asing itu, ia menenangkan diri dengan mengatakan kalau ia adalah 15 besar di sekolahnya. Naruko mulai melafalkan Can I get a city map? - Where is the subway station dari selembar kertas yang selalu ia pegang erat seakan itu adalah penyelamat hidupnya.
Di luar bandara, ia melihat seorang gadis sedang menelepon dalam bahasa Jepang. Mendengar bahasa itu, ia langsung menangkap apa yang gadis itu bicarakan. Naruko melirik penampilan gadis itu yang modis dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Gadis itu berkata pada orang di handphone kalau ia sudah sampai dan Sasuke ada di sampingnya sedang memasuk-masukkan barang ke dalam mobil, "Ia semakin keren dan sekarang lebih tinggi. Kulitnya juga agak sedikit tan karena kena matahari California."
(Sakura lagi di telp oleh ibunya)
Naruko melirik ke orang yang memasuk-masukkan barang dan tahu kalau gadis itu sedang berbohong. Gadis itu, Sakura, tak sengaja melihat Naruko dan berkata sambil mengawasinya, "Kata Sasuke, aku juga semakin cantik."
Naruko tersenyum mendengar kebohongan yang diucapkan. Dan Sakura semakin yakin. Ia pun menutup telepon dan memanggil Naruko, "Apa kau tadi menertawakanku?"
Naruko pura-pura bingung dan berkata dalam bahasa Inggris, "Annoo.. Maaf, saya adalah orang Inggris."
Sakura menjawab sinis dengan bahasa Inggris yang ternyata sudah fasih dalam berbahasa inggris, "Kalau kau orang Inggris, maka kau tadi seharusnya tak menguping saat aku berbicara dengan bahasa Jepang."
Naruko pun minta maaf dan berkata kalau ia tadi bukan menertawakan Sakura, tapi ia tertawa karena merasa senasib dengan Sakura, "Tak hanya aku yang merasa tak disambut di sini. Seperti itulah.."
Setelah menjelaskan, Naruko buru-buru pergi tanpa menunggu reaksi Sakura.
Tempat pertama yang dikunjugi Naruko adalah pantai. Melihat banyak bule di pantai, ia bergumam, "Jadi aku benar-benar ada di sini.."
Dan melihat gadis-gadis berbikini, ia hanya mengintip dadanya yang tertutup kaos dan kembali bergumam, "Apa karena makanan yang aku makan berbeda, ya?" Haha..
Sebelum pergi, Naruko melihat Sasuke yang baru saja selesai surfing dan berpikir kalau banyak sekali orang yang beruntung bisa hidup enak.
Sasuke pun sempat melihat sekelebat sosok Naruko. Jay si lebay, mengajak Sasuke untuk pergi ke pesta salah satu temannya. Tapi Sasuke menolak.
Naruko akhirnya sampai ke alamat tempat tinggal kakaknya. Tapi ia ragu melihat kondisi rumah yang tak terawat. Ia mendengar suara wanita dan mengira itu adalah kakaknya. Betapa kagetnya saat melihat wanita tak ia kenal membuka pintu dengan buru-buru mengancingkan roknya.
(Selingkuhan pacarnya Kyuubi)
Saking kagetnya, Naruko bertanya dalam bahasa Jepang,
" apakah ini benar rumah Kyuubi." Tanya Naruko, Wanita itu tak mengerti ucapan Naruko dan memanggil, "Chris!" Keluarlah pacar Kyuubi.
Naruko langsung membuang pandangannya saat melihat seorang pria keluar dengan bertelanjang dada. Ia membuka-buka catatannya, untuk bertanya dalam bahasa Inggris. Tapi pria itu mengenalinya, dan menyapa, "Naruko?"
Naruko tak menduga rumah kakaknya berantakan dan jorok seperti ini. Dari ruang sebelah, selingkuhan Chris marah-marah, menganggap Naruko adalah pacar Chris yang lain,
"Apa kau sekarang suka dengan anak-anak?" Wanita itu pergi setelah marah-marah lagi.
Chris santai melihat selingkuhannya pergi. Ia menghampiri Naruko yang langsung bertanya,
"apakah kau ini suami kakakku? " Chris tertawa mendengar pertanyaan konyol itu. Tentu saja ia bukan suami Stella (nama Amerikanya Kyuubi) dan Stella tak kuliah.
Kekesalan Naruko sudah sampai di ubun-ubun hingga ia membentak Chris, "Dimana gadis jahat itu sekarang?!"
Di sebuah restoran
Sasuke sibuk menulis di buku dan Kyuubi menghampirinya sambil menuangkan kopi.
Kyuubi bertanya, "apa yang sedang kau lakukan ? "
Sasuke menjawab pendek, "Aku sedang mengerjakan tugas kampus." Kyuubi melirik buku Sasuke dan berkata kalau Sasuke tak seperti mengerjakan tugas.
(Ha.. semua orang pasti juga tahu. Mana ada ngerjain tugas kampus pake tulisan tangan? Yang ada pake laptop dan kirim via email.)
Tapi Sasuke berkilah kalau itulah alasan ia mengerjakan dengan cara seperti ini, "Ini adalah cara pemberontakanku."
Kyuubi penasaran. "Pemberontakan pada siapa? Dosenmu?" Kali ini Sasuke tak menjawab dan berterima kasih atas kopinya. Kyuubi mengerti kalau ia sudah harus diam, maka ia tersenyum dan pergi.
Sasuke kembali menulis di bukunya. Dan, wow.. tulisan tangannya adalah latin bersambung. Wihh… Ia menulis : 'Saat aku menulis, aku menulis apa yang sedang kupikirkan. Sesuatu yang dilarang oleh kakakku.'
Sasuke melihat gadis yang ia tadi lihat di pantai, sekarang berdiri di hadapannya di luar restoran. Tapi gadis itu tak melihat ke arahnya melainkan ke belakangnya.
Ia pun menoleh ke belakang dan melihat gadis itu memperhatikan Kyuubi yang sedang berbincang-bincang intim dengan salah satu pengunjung bahkan diam saja saat menerima tip yang diselipkan ke dalam bajunya.
Sasuke terus mengawasi gadis itu, yang sekarang berkaca-kaca, seakan tak percaya melihat Kyuubi yang hanya tersenyum saat digodai di sana sini oleh para pengunjung pria. Ia dapat menangkap kesedihan dan kemarahan dalam diri gadis itu.
Akhirnya kyuubi menghampiri meja Sasuke untuk mengisi cangkir kopinya. Ia membuka percakapan dengan Sasuke, tapi Sasuke tak menjawab. Tatapan matanya tak pernah lepas, membuat Kyuubi penasaran dan menoleh pada obyek yang dilihat Sasuke. Kyuubi terbelalak melihat adiknya sekarang ada di hadapannya.
Sasuke hanya diam, dan menonton Kyuubi yang sekarang menghampiri Naruko dan bertanya,
" mengapa kau kemari? Apakah ibu baik-baik saja?" Tanya Kyuubi, tapi itu langsung membuat Naruko marah karena Kyuubi masih berani menyebut nama ibu mereka.
"Berapa banyak kebohongan yang telah kau katakan? Pernikahan? Kau menemukan pria yang baik? Kau kuliah di universitas? Kau benar-benar gila!" Kata Naruko dengan marah sambil menunjuk-nunjuk muka Kyuubi
Kyuubi tak menjawab. Ia malah berjongkok dan membuka koper Naruko.
Naruko tak percaya melihat kakaknya malah membongkar kopernya, mengobrak-abrik isinya dan malah bertanya,
"apakah kau membawa uang ?" Ia tahu kalau ia sekarang kena karma karena ia berniat pergi ke Amerika untuk meninggalkan ibu dan tinggal bersama Kyuubi.
Kyuubi terus membongkar koper tapi ia tak menemukan uangnya. Ia melemparkan barang-barang Naruko termasuk notes milik ibu.
Naruko menjadi marah dan mendorong kakaknya, menyuruhnya berhenti.
"Kakak adalah harapan terakhirku dalam dunia yang sangat menyebalkan ini dan selama ini aku mampu menahan semua tekanan ini, Kau tahu kenapa? Karena aku selama ini terus bertahan menghidupi diriku sendiri sampai kau kembali!" Bentak Naruko
Kyuubi meminta maaf dengan nada datar dan meminta Naruko untuk memaafkannya sekali lagi. Ia akhirnya menemukan amplop uang dari ibu. Naruko melarang kakaknya untuk menyentuh amplop itu. Tapi Kyuubi malah menyuruh Naruko untuk kembali ke Jepang dan ia akan menelepon ibu nanti.
Naruko berteriak separuh marah separuh menangis, melarang kakaknya pergi dengan uang itu.
"Apa kakak tak tahu kalau ibu bekerja sangat keras untuk mengumpulkan uang itu?" Teriak Naruko sambil menangis, tapi Kyuubi tak mendengarnya dan terus lari.
Naruko terus menangis dan memanggil kakaknya, bingung antara ingin mengejar kakaknya tapi takut kehilangan barang-barang di kopernya. Buru-buru Naruko memasukkan semua barangnya dan terus memanggil kakaknya, meminta kakaknya untuk menunggunya.
Sasuke yang sedari tadi tak melewatkan sedikitpun apa yang terjadi, hanya bisa menatap Naruko dengan iba.
Tiba-tiba momen itu dirusak oleh Jay yang tiba-tiba muncul dan dengan berisik berkata kalau mereka harus segera pergi ke pesta teman mereka. Sasuke menyuruh Jay diam. Namun entah Jay sedang kerasukan apa, ia melihat arah pandangan Sasuke dan langsung berkata,
"WOW… gadis itu seperti malaikat yang jatuh dari langit." Kata Jay dengan kagumnya
Mendadak Jay melihat bungkusan serbuk di koper Naruko dan berkata kalau Sasuke tak perlu khawatir. Ia langsung lari dengan girang.
(Ya ampun.. si Jay ini nganggap Naruko bawa narkoba, ya?)
Sasuke menyadari kalau Jay sudah salah sangka. Ia pun lari mengejar Jay, namun Jay sudah keburu sampai di depan Naruko. Ia merebut kantong tepung kedelai itu langsung. Naruko bengong, shock melihat ada orang yang mengambil barangnya, "Apa aku baru saja kecopetan?"
Naruko pun langsung mengejar Jay hingga ke pinggir pantai. Si Jay ini mungkin memang lagi mabuk, karena lari saja nggak bisa, bahkan dia sampai jatuh menabrak net voli pantai. Naruko langsung merebut kantong itu, tapi Jay tak mudah melepaskannya. Akhirnya mereka tarik-tarikkan hingga isi kantong terburai hingga mengenai wajah Jay.
Betapa kagetnya Naruko saat melihat Jay berkelojotan, seperti tak bisa bernafas. Sasuke yang akhirnya berhasil mengejar mereka, mencoba menyadarkan Jay. Tapi Jay sudah pingsan. Sasuke menyuruh Naruko untuk menelepon 911.
Tapi Naruko berkata kalau ia tak membawa handphone. Kemudian ia terbelalak baru sadar kalau Sasuke tak berbahasa Inggris, "Kau orang Jepang?"
"Apa itu penting?" sergah Sasuke kesal.
Akhirnya Jay dibawa ke rumah sakit dan dokter mengatakan kalau Jay pingsan karena alergi akut.
" Apakah ia memiliki alergi ? " Tanya Naruko, Sasuke menjawab kalau Jay alergi kacang.
Eun Sang langsung menyambar kalau tepung itu adalah memang tepung kedelai. Sasuke menoleh dan menjawab masam, "Aku tahu."
Naruko langsung diam mendengar jawaban tak enak dari Sasuke. Dokter meminta Sasuke untuk mengisi formulir pendaftaran.
Naruko bertanya baik-baik pada Sasuke tentang kondisi Jay, tapi Sasuke malah menyentaknya, kenapa juga Naruko membawa tepung kedelai seperti itu? Naruko heran melihat Sasuke malah marah padanya, "Temanmu yang mencurinya dan dia yang pengguna narkoba.."
"Dia hanya mabuk," bentak Sasuke, "Jika ia benar-benar pecandu, ia langsung bisa membedakan antara makanan dan narkoba." Lanjut Sasuke
"Jadi kau sekarang menyalahkanku? Di sini aku adalah korban." Kata Naruko
"Di sini aku yang harus menanggung semuanya," tukas Sasuke dan langsung meninggalkan Naruko.
Masalah kembali muncul dengan adanya polisi yang menyelidiki bungkusan yang dimiliki Naruko. Walau Naruko sudah meyakinkan dengan bahasa Inggris yang belepotan kalau tepung itu adalah makanan, polisi itu tak percaya. Ia meminta paspor Naruko dan mengira Naruko adalah remaja di bawah umur. Polisi itu bertanya alamat tempat tinggal Naruko dan curiga kalau Naruko masuk dengan cara illegal.
Naruko tak bisa mencerna semua ucapan polisi itu dan meminta polisi itu untuk berkata lebih pelan, "More slow, please.."
Mendadak ada tangan yang merangkulnya, "It's okay, baby. She's my girlfriend. She's just here for vacation," kata Sasuke sambil memandang Naruko seromantis mungkin, untuk menyelamatkan gadis itu dari penyelidikan lebih lanjut.
Tapi kebetulan saja polisi yang mengurusi hal ini adalah polisi yang sering bertemu dengan Sasuke. Bukan bertemu untuk minum kopi bersama, tapi sepertinya karena Sasuke sering berbuat onar. Melihat Naruko memiliki hubungan dengan Sasuke, polisi itu malah memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam lagi. Ia akan menyita paspor Naruko dan akan memberikannya setelah semua penyelidikan selesai.
Naruko bertanya pada Sasuke atas apa yang baru saja terjadi. Tapi Sasuke tak menjelaskan lebih lanjut, malah bertanya, "Kenapa kau berbicara denganku menggunakan banmal (bahasa informal)?"
Naruko berkilah kalau tak ada tingkatan bahasa di dalam bahasa Inggris. Sasuke langsung menukas dengan kesal, "Tapi kau kan tak berbahasa inggris saat berbicara denganku."
"Kalau begitu anggap saja kita bicara dalam bahasa Inggris," tukas Naruko tak mau kalah.
"Aku juga melihat umur temanmu di status pasien. Umurnya sama denganku. Berarti umurmu juga sama denganku, kan?" Lanjut Naruko
Sasuke berdehem, ia kalah bicara. Dan Sasuke pun bertanya,
" mengapa kau buang-buang waktu di sini? Dimana kau tinggal? Aku harus tahu kemana aku harus menghubungimu saat polisi meneleponku."
Naruko tak tahu dimana ia harus tinggal, dan ia ingin pinjam handphone Sasuke agar bisa menghubungi kakaknya. Sasuke langsung bertanya,
" apa mungkin kakakmu mau menerima teleponmu setelah pertengkaran tadi?" Naruko terkesiap kaget, tak menyangka Sasuke melihat peristiwa tadi.
Sasuke pun bertanya lagi, "Kau tak berpikir untuk menelepon agar diijinkan tinggal di rumahnya, kan?"
Naruko menunduk. Walau memang hal itu yang ada dipikirannya, tapi ia tak membiarkan Sasuke mengetahuinya.
"Itu bukan urusanmu. Dan seperti yang tadi kukatakan, semua ini 100% bukan kesalahanku, jadi kau harus mau mengantarkanku." Sambung Naruko
Takut Sasuke akan menolaknya, Naruko langsung mengusulkan kalau ia akan membayar bensinnya. Sasuke langsung menembak, "Kau pikir uang dapat menyelesaikan semuanya? Apa kau ini kaya?"
Naruko menunduk dan bergumam, "Aku takut kalau kau akan meninggalkanku. Kumohon.."
Sasuke memandang gadis yang berdiri di hadapannya. Setelah berdebat cukup lama dengan Naruko, Sasuke tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu.
Maka ia pun mengantarkan Naruko ke rumah Kyuubi. Naruko mengatakan kalau ia akan menelepon Sasuke 3 kali sehari, setiap jam 8 pagi, 12 siang, dan 3 sore (Kayak minum obat aja 3x1hari), "Kau dapat mengangkat telepon jika kau sudah memegang pasporku. Selain itu, kau hanya perlu mengabaikannya."
Naruko pun menarik kopernya, dan Sasuke menunggu Naruko hingga masuk ke dalam rumah. Tapi Naruko tak segera masuk rumah karena pintu rumah tak terbuka walau Naruko mengebel berkali-kali dan memanggil nama kakaknya.
Sasuke akhirnya keluar mobil dan bertanya,
" Apakah kau masih mau menunggu di luar? Apa kau tak pernah mendengar tentang jalanan di Amerika saat malam hari?"
"Jangan menakutiku," sekarang Naruko jadi takut.
"Apa kau pikir ia akan pulang setelah kabur membawa uangmu?"
Kali ini Sasuke benar juga. Tapi Naruko tetap tak bergerak dari tempatnya. Akhirnya Sasuke menyerah dan berkata, "Sesukamulah." Ia masuk ke dalam mobil dan segera pergi.
Sendirian dalam lingkungan yang tak mengenalinya, Naruko duduk di tangga teras. Suara sirine polisi menambah seramnya malam. Sekelompok remaja melewati rumah Chris dan melihat Naruko duduk. Mereka menyapa dan menggoda, membuat Naruko bersembunyi ke dalam balik tembok. Anak-anak itu berlalu, tapi mereka sudah cukup membuat saraf Naruko tegang.
Ia memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan mulai berjalan pergi. Tapi tiba-tiba terdengar derum mobil yang berhenti tepat di belakangnya. Naruko menoleh dan terbelalak melihat Sasuke menatapnya dan berkata,
"Apa kau mau menginap di rumahku?"
*To Be Continue*
Dua orang yang sama-sama sinis memandang hidup, akhirnya bertemu. Sejak Sasuke melayangkan pandangan ke Naruko, ia sudah tertarik. Ia semakin tertarik saat melihat gadis itu menangis dengan isi koper terburai semuanya.
Chapter 2 ini menceritakan awal pertemuan Sasuke dan Naruko.
Terima kasih kepada Readers , yang masih setia membaca fic saya.
Dan akhir kata,
Tolong tinggalkan jejak kalian dengan cara :
REVIEW….. REVIEW…. REVIEW…
PLEASE :D
