HAI, MINNA ? :D

Bagaimana kabar kalian ? semoga baik ya

Maaf haru-chan lama update , alasannya lihat di profil haru-chan.

Selain itu kenapa Ganti nama?

Karena sebenarnya nama jepang saya "Shinji Kaharu"

Sekali lagi maaf membuat kalian menunggu ( Author ke GR-ran :P , HAHAHA :v )

Ah~ Langsung saja :D

Disclaimers : Masashi Kishimoto sensei and The Heirs (c) SBS

Pairing : SasuFemNaru

Rated : T

Warning : OOC, gender bender, gaje, alur kecepatan , typo(s),Copy-Cat and etc

DON'T LIKE, DON'T READ

Tokohnya banyak sekali, phew..

Uchiha Sasuke

Uzumaki Naruko

Sabaku Gaara

Yamanaka Ino

Haruno Sakura

Sai
Hyuuga Neji

Inuzuka kiba

Nara Shikamaru

Empire/Uchiha Corp

Uchiha itachi as kakak tiri Sasuke. Presiden Direktur Uchiha Corp

Uchiha Mikoto (Nyonya Mikoto) as ibu kandung Sasuke, istri ke-3(Simpanan) Ayah Sasuke

Uchiha Fugaku (Tuan Fugaku) as ayah Sasuke

Uzumaki Kushina as ibu Naruko

Danzo Shimura as Ayah Sai, Kepala Sekretaris Uchiha Corp.

Shizune (Nyonya Shizune ) as istri ke-2 ayah Sasuke. Tapi tidak memiliki anak dan lebih pro ke Uchiha Itachi sepertinya.

Others

Haruno Mebuki as Ibu Sakura CEO RS International

Sabaku Akihiro as Ayah Gaara CEO Zeus Hotel.

Uchiha Shisui (versi female) as Kekasih itachi

Kurama Kyuubi as Kakak Naruko

Pemberitahuan :

Ayah Sasuke ini memiliki tiga istri (2 resmi, 1 tidak).

Uchiha Itachi === anak istri pertama ( meninggal).

Dari istri ke-2 (Shizune), Ayah Sasuke tidak memiliki anak. Lalu ia punya simpanan satu lagi, yaitu ibu Sasuke.

Ayahnya Sasuke2 membawa ibu Sasuke ke dalam rumah. Jadi, ini sebabnya Uchiha Itachi judes dan sadis pada Sasuke serta ibunya.

Ayahnya sendiri belum 100% menyerahkan Uchiha Corp pada putra pertamanya dan masih mengharapkan Sasuke untuk menjadi pewarisnya.

Di chapter sebelumnya :

Naruko pun menarik kopernya, dan Sasuke menunggu Naruko hingga masuk ke dalam rumah. Tapi Naruko tak segera masuk rumah karena pintu rumah tak terbuka walau Naruko mengebel berkali-kali dan memanggil nama kakaknya.

Sasuke akhirnya keluar mobil dan bertanya,

" Apakah kau masih mau menunggu di luar? Apa kau tak pernah mendengar tentang jalanan di Amerika saat malam hari?"

"Jangan menakutiku," sekarang Naruko jadi takut.

"Apa kau pikir ia akan pulang setelah kabur membawa uangmu?"

Kali ini Sasuke benar juga. Tapi Naruko tetap tak bergerak dari tempatnya. Akhirnya Sasuke menyerah dan berkata, "Sesukamulah." Ia masuk ke dalam mobil dan segera pergi.

Sendirian dalam lingkungan yang tak mengenalinya, Naruko duduk di tangga teras. Suara sirine polisi menambah seramnya malam. Sekelompok remaja melewati rumah Chris dan melihat Naruko duduk. Mereka menyapa dan menggoda, membuat Naruko bersembunyi ke dalam balik tembok. Anak-anak itu berlalu, tapi mereka sudah cukup membuat saraf Naruko tegang.

Ia memutuskan untuk pergi dari rumah itu dan mulai berjalan pergi. Tapi tiba-tiba terdengar derum mobil yang berhenti tepat di belakangnya. Naruko menoleh dan terbelalak melihat Sasuke menatapnya dan berkata,

"Apa kau mau menginap di rumahku?"

HEIRS

Chapter 3

Sasuke menawari Naruko menginap di rumahnya. Naruko ragu,

" apa disana lebih aman daripada disini? " Tanya Naruko

" Aku tidak tahu, tapi paling tidak rumahku lebih baik daripada disini " Jawab Sasuke , Naruko memutuskan untuk mempercayai Sasuke dan ikut dengannya.

Sesampainya di rumah sasuke, Naruko hanya bisa melongo melihat rumah Sasuke. Naruko mencari keluarga Sasuke.

" kemana keluargamu? Apa kau tinggal sendirian disini? " Tanya Naruko dan Sasuke mengiyakan.

Naruko terkejut dan langsung bertanya , " kau ini apa? Apa kau penjual obat terlarang? "

Naruko mengubah gaya bicaranya, " apa anda mafia? " Lanjut Naruko

(wkwkwkw :v )

" Hn, Dobe. Apa kau yakin aku ini hanya penjual obat terlarang ?"

Sasuke jalan semakin dekat ke arah Naruko, mendesaknya ke sebuah pintu, melihat Naruko dari atas ke bawah,

"Apa kau yakin kalau orang yang menyita paspormu adalah polisi sungguhan? Apa kau masih memiliki dua ginjal ? " Hahaha….

Naruko ketakutan. Sasuke ternyata hanya menunjukkan kalau pintu di belakang Naruko adalah pintu kamarnya.

"Panggil aku kalau kau membutuhkan sesuatu" Kata Sasuke sambil berlalu pergi.

Naruko istirahat di kamarnya, ia benar-benar kelelahan hari ini, dengan semua kejadian dengan kakaknya. Tapi Naruko lapar, akhirnya ia mengendap-endap ke arah dapur.

Sasuke mendengar bunyi langkah Naruko.

Naruko mencoba mencari makanan dari kulkas, meskipun semua makanan Barat. Naruko makan di tengah kegelapan.

Tiba – tiba Sasuke menyalakan lampu, " apa yang kau lakukan di tengah kegelapan ? "Tanya Sasuke

Naruko terkejut dan tidak berani melihat ke arah Sasuke, ia minta maaf karena makan tanpa ijin. Dan menaruh uang $5 di atas meja, untuk mengganti rugi .

(Naruko hanya makan makanan yang sudah kadaluwarsa (what?) dan memberikan uang $5 untuk membayar makanannya. :o )

Sasuke heran, bagaimana Naruko bisa makan makanan seperti ini. Naruko jalan pergi. Sasuke memanggilnya,

" apa kau tidak akan membersihkan ini? "

Naruko kembali untuk membersihkan meja. Sasuke memandanginya, lalu bertanya,

" siapa namamu?"

Sasuke tidak mendesak Naruko lagi, ia minta Naruko tidak perlu berterima kasih, karena ia hanya menggantikan minuman bubuk kacangnya, kau akan memberikan itu untuk kakakmu kan?

Japan

Itachi ingin pergi ke AS. Sekretaris Danzo lapor, begitu ia pesan tiket, pihak Hotel Zeus langsung telp dan minta Itachi tinggal di hotel mereka. Itachi kelihatan kesal.

" kudengar ia bertunangan dengan CEO Haruno Mebuki dari RS International. Apa dia mulai bersikap seperti pemegang saham utama? " Tanya Itachi dengan kesal, Sekretaris Danzo terkejut dan terhenti.

Itachi menoleh, "ada yang salah?"

" Tidak, saya akan menolak tawaran mereka dengan sopan." Kata Sekretaris Danzo.

Sekretaris Danzo memberikan daftar tamu untuk acara pesta keluarga. Ada 11 orang dan mereka akan datang bersama keluarganya. Ia juga sudah mengirimkannya lewat e-mail.

Itachi tidak senang, kalau sudah mengirim lewat e-mail, kenapa harus membuang-buang kertas. Sekretaris Danzo berkata, ini kebiasaan yang ia pelajari dari CEO Uchiha Fugaku. Ia juga sudah mengatakan perjalanan Itachi pada CEO Uchiha fugaku.

Itachi marah, "apa kau pikir aku tidak bisa melakukannya sendiri ? Itu sebabnya kau melakukannya? Sejak awal aku juga ingin tahu, sebenarnya kau kerja untuk siapa Tuan Danzo? Aku atau ayahku ? "

" Pasti untuk Uchiha Corp ." Jawab Sekretaris Danzo.

Itachi memperingatkan Sekretaris Danzo untuk mengubah sikapnya, agar Danzo tidak perlu "dibunuh" jika CEO meninggal dunia. (Mengacu pada kebiasaan kuno, jika Raja mangkat, semua pelayannya akan dibunuh.) Tapi Sekretaris Danzo tidak tampak terancam. Ini membuat Itachi semakin kesal.

CEO Uchiha, ayah Sasuke bertemu mantan istri ke-2nya. Ny. Shizune. Tuan Fugaku minta mantan istrinya menjaga kesehatan, makan makanan sehat, jangan sampai sakit.

Ny. Shizune minta Tuan Fugaku tidak terlalu baik kepadanya. Karena meskipun suaminya baik padanya, ia tetap tidak akan menyingkirkan namanya dari kartu keluarga. Tuan Fugaku ketawa, ia tidak pernah meminta Ny. Shizune mengeluarkan namanya sendiri. Lagipula kau yang sudah membawa ibu Sasuke ke sini.

" Apalagi yang bisa kulakukan? Kau membiarkannya bebas diluar, jadi aku harus membawanya masuk dan menyembunyikannya." Kata Ny. Shizune

Ayah Sasuke menghela nafas, " aku tahu. Semua ini memang salahku."

Ny. Shizune tersenyum, "baguslah kalau kau mengerti. Aku tidak akan pernah mengubah kartu keluarga. Itu sebabnya aku mengundangnya (Mikoto) masuk. Agar aku bisa memasukkannya dalam sangkar dan memastikan kalau ia tidak akan bisa melakukan apapun sampai ia mati."

Tuan Fugaku tersenyum, " biasanya orang semakin tua akan semakin murah hati dan semakin terbuka pikirannya, tapi..kau tidak pernah berubah."

Ny. Shizune tersenyum, "mungkin ini karena aku tidak memiliki anak."

Uchiha Mikoto ( Ny. Mikoto ), ibu Sasuke mencoba menguping dari luar, 'apa sebenarnya yang mereka bicarakan?' Batin Ny. Mikoto , Lalu ia melihat Itachi.

Ny. Mikoto tersenyum, mereka tidak membicarakan dirimu, hanya aku. Itachi tidak menjawab. Ia ingin mengetuk pintu, tapi Ny. Mikoto mendahuluinya. Itachi disini.

Ny. Mikoto berkata ke Itachi, " ibumu ada di dalam."

Itachi dengan dingin berkata, " Aku tidak memiliki ibu di rumah ini."

Ny. Mikoto meralat ucapannya, benar, aku yang membesarkanmu. Dan aku ini akan pergi. bergegas pergi.

Itachi masuk ke ruangan ayahnya, tapi ia tetap dingin. Ny. Shizune akhirnya yang menyapa lebih dulu. Lalu ia mengeluh, kenapa kau tidak pernah menyapa lebih dulu? Aku membesarkanmu selama 10 tahun sampai kau berangkat ke AS.

Aku mungkin tidak membesarkanmu karena cinta, tapi aku jelas melakukan yang terbaik untuk membesarkanmu.

Itachi dengan dingin minta maaf, sudah tumbuh seperti ini, padahal Ny. Shizune sudah membesarkannya selama 10 tahun.

Ny. Shizune kelihatan kesal dan Tuan Fugaku menghentikan mereka. Ny. Shizune langsung pamit pergi.

Tuan Fugaku minta Itachi juga mengajak Sasuke dalam pertemuan bisnis di Amerika, karena mereka sangat menghargai keluarga. Saat Itachi akan protes, ayahnya berkata kalau Uchiha Corp belum menjadi perusahaan milik Itachi.

mendorong untuk bicara berdua. Ny. Shizune melepaskan diri,

" apa yang kau lakukan? Aku sibuk."

Ny. Mikoto ingin tahu soal pertemuan Ny. Shizune dengan keluarga Sakura, mengapa mereka ingin bertemu? Ia harus tahu karena ini menyangkut keluarga calon besan-nya.

"Besan? besan siapa? Apa kau lupa kalau Sasuke adalah putraku? Kata

Ny. Mikoto meminta Ny. Shizune menghentikan semua ini. Ia yakin Sasuke akan merasa tidak senang kalau tahu ibunya diperlakukan seperti ini.

Ny. Shizune tidak peduli, " apa hanya karena kau dipanggil dengan sebutan Nyonya selama beberapa tahun maka sudah membuatmu berpikir kalau kau adalah istri sah dalam keluarga ini? Tapi, selama aku masih hidup, kau hanyalah wanita simpanan suamiku. Apa kau mengerti?"

(Jadi sistem keluarga Uchiha adalah , istri sah yang berhak disebut sebagai ibu dari anak-anak di keluarga ini.)

merasa terpukul dan ingin telp anaknya.

California

Sasuke sibuk menulis lagi, 'tas milik wanita lain. Rumah wanita lain. Suami wanita lain. Seorang yang tidak bahagia karena ia selalu menginginkan milik orang lain, orang itu adalah...'

Sasuke melihat ponselnya, ada telp dari Ibu.

Naruko juga telp ibunya. Ia bohong dan mengatakan bahwa rumah kakaknya besar, dengan halaman rumput yang indah. Naruko tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Naruko minta ibunya tidak cemas.

Perlahan pintu kamar Naruko terbuka. Sasuke mendengar pembicaraan itu, ia membawa makanan untuk Naruko. tertegunSasuke, ia kelihatan ikut sedih.

Sasuke melihat Naruko menangis. Ia menghela nafas sebentar lalu memutuskan masuk. Naruko terkejut, "hei..kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu?"

Sasuke mengetuknya. Naruko protes," ini memang rumahmu, tapi urutannya bukan seperti itu."

Sasuke menyodorkan sepiring club sandwich. Naruko menerimanya,

"Terima kasih." Ucap Naruko

Sasuke menggodanya, " tidak perlu terima kasih, ini bagus untuk ginjalmu."

Naruko minta Sasuke tidak bercanda seperti itu lagi, karena mulai menakutkan.

Sasuke komen, " Kau pintar berbohong. Aku tadi mendengar pembicaraanmu dan aku senang ada suara wanita dalam rumahku."

Sasuke bertanya, "kenapa ada uang $1 di meja ?"

Naruko menjawab, "itu untuk biaya telp."

Sasuke berkata, "Kau menghabiskan uang seperti air saja."

Naruko hanya cuek dan memberikan hiasan gantung Indian-nya pada Sasuke,

" Ini untuk sewa kamar. Awalnya aku ingin menggantungnya di kamarku, tapi aku memutuskan untuk memberikannya padamu."

"Ini bukan untukku buangkan ? " Tanya Sasuke dengan jahil.

Naruko ingin merebut hiasannya kembali, Sasuke mempertahankannya, " apa ini?"

Naruko menjelaskan, " itu penangkap mimpi. Itu untuk menangkap mimpi yang buruk. Hanya mimpi indah yang akan masuk melalui lubang itu."

Sasuke menyeringai, "apa gadis cantik juga termasuk? "

Naruko ingin mengambilnya kembali, tapi Sasuke sudah merasa senang karena mendapatkan hiasan itu. Ia menyuruh Naruko istirahat dan menggodanya lagi,

"makanlah, itu bagus untuk ginjal. "

Naruko kesal, "HENTIKAN."

Sasuke benar2 senang mendapat hadiah (pertamanya ? ) ini. Ia mengambil sandwich bagiannya lalu menggantung hiasan Indian itu di pintu, dekat hiasan surfer boy. Sasuke tersenyum memandang hiasannya.

Sasuke jalan dan ingin makan diluar. Ia melihat Naruko membuat barikade di pintu kamarnya, tanpa sadar kalau Sasuke bisa melihat dari sisi luar kamarnya.

Sasuke awalnya kesal, 'hei..setelah aku bersikap baik dan memberinya makanan.' Batin Sasuke

Sasuke mengamati Naruko.

Naruko mulai membuka kausnya, ia ingin ganti baju. Sasuke jadi tersedak dan melarikan diri.

(Haha..padahal setiap hari melihat cewek-cewek berbikini, tapi tidak bereaksi. Giliran Naruko langsung salah tingkah dia. He's so funny. )

SKIP TIME

Paginya, Naruko terbangun dengan kaget. Ia sadar sudah berada di AS. Naruko keluar dan menikmati cahaya matahari di California.

Sasuke bersiap ke sekolah dan melihat Naruko. Ia keluar dan menatap Naruko dalam-dalam. Naruko menoleh dan melihatnya. Ia membungkuk lalu tersenyum pada Sasuke. Sasuke seperti blank untuk beberapa saat.

Naruko Tanya Sasuke mau kemana dan lega setelah mendengar Sasuke akan sekolah. Jadi kau ini siswa internasional. Naruko ingin tahu apa sekolah di AS seperti yang ada di film.

Sasuke menggodanya, " sekolah seperti apa? Hogwarts? "

Naruko tersenyum. Sasuke komen, "kau tersenyum lagi. Sepertinya kau biasa tersenyum."

Naruko minta Sasuke menunggunya. Ia ingin ikut keluar bersama Sasuke, ia ingin mencari kakaknya lagi.

Sasuke mencegahnya, "cafe tempat Kyuubi kerja belum buka. Dan kau di rumah saja, sampai aku pulang kuliah. Atau ikut denganku ke Sekolah, karena kau pasti ingin tahu."

Naruko memutuskan ikut dengan Sasuke. Sasuke meminjaminya kacamata hitam.

Tapi Naruko menolak dengan halus. Dan Sasuke langsung berkata, " Ini hanya aksesoris"

"Baiklah" Kata Naruko

Dan merek berdua segera pergi kesekolah Sasuke degan menggunakan mobil Ferrari.

(Atap mobilnya gak ada.)

Naruko berkata, "Aku akan mengulurkan tangan keluar jendela. Kalau kau merasa malu, katakan saja."

Sasukemengijinkan Naruko,

" Hanya satu menit saja"

Naruko mengulurkan tangan keluar jendela dan tampak gembira. Sasuke tersenyum melihatnya.

Sasuke mendengarkan pelajaran tapi terus melihat Naruko di luar kelas. Profesor menyebut kata-kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti indah. Salah satu yang terindah adalah kata Ibu/Mother. Sasuke menulis di catatannya, Mother.

Profesor tanya kata apa yang memiliki arti paling sedih. Kita tidak mendengar jawabannya. Sasuke juga hanya memandangi kata Mother. Mungkin ibu adalah kata paling menyedihkan untuknya.

Naruko membaca catatan ibunya, dan disitu hanya ada kata-kata Dry Cleaning. Mungkin itu kata paling menyedihkan untuknya.

Sasuke tidak mengumpulkan tugas lagi, meskipun Profesor dengan sabar berkata, mungkin saja kau akan menemukan tujuan baru jika kau menyerahkan tugasmu. Sasuke diam saja.

Sasuke keluar mencari Naruko, tapi Naruko tidak ada di bangku taman. Sasuke tampak cemas. Akhirnya ia melihat Naruko memperhatikan dua gadis Jepang mahasiswi internasional dengan wajah sedih.

Sasuke menemui Naruko, "kau lihat apa?" Naruko komen, "mereka itu beruntung, anak-anak yang lahir dengan orang tua yang baik." Naruko menunjuk brosur pesta, apa siswa Jepang mengadakan pesta? Sasuke meyakinkan Naruko, pesta itu tidak menyenangkan.

Naruko masih ingin mencari kakaknya dan ingin pergi sendiri. Sasuke tidak bisa membiarkannya. Sasuke memutuskan bolos dan mengantarkan Naruko. Sasuke tidak suka dengan pelajaran berikutnya.(Sejarah)

"Aku suka pelajaran sejarah." Ujar Naruko

"Kau pasti gila. " Balas Sasuke

Naruko dan Sasuke kembali ke cafe. Ternyata Stella alias Kyuubi telah keluar dari cafe itu.

Astaga..

Masalah berikutnya, pacar Kyuubi muncul dan mencarinya, Kyuubi juga sudah mengambil uangnya. Pacar Kyuubi marah pada Naruk.

Sasuke menahan tangan pacar Naruko. Ketiganya ribut. Lalu muncul teman-teman pacar Kyuubi, mereka ingin membantu pria itu.

Sasuke berkata ke Naruko, dalam hitungan ke-3. 1..2.. Naruko sudah menarik tangan Sasuke dan lari sekencang mungkin. Sasuke tampak heran sekaligus senang karena tangannya ditarik Naruko haha..

Pria Amrik itu tidak bisa mengejar Sasuke dan Naruko.

Sasuke heran, "kenapa kita lari?"

" Kau bilang pada hitungan ke-3.. "

" Aku ingin kau berdiri di belakangku pada hitungan ke-3."

Teman pacar Kyuubi masih mengejar, tapi karena tubuhnya besar, ia tidak bisa mengejar Sasuke dan Naruko. Sasuke sengaja bicara dalam bahasa Jepang pada pria itu.

Nraruko heran, "apa dia tahu bahasa Jepang?" Sasuke menggeleng, " tidak. Mereka tidak mengerti bahasa Jepang. Aku mengatakan itu agar kau tidak ketakutan. Oh so sweet :)

Ponsel Sasuke berdering, dari Sakura. Sasuke tidak menggubrisnya lagi. Naruko melihat teman pacar Kyuubi masih mengejar. Naruko menarik lengan Sasuke lagi, tapi tanpa sadar Sasuke mengibaskannya.

Naruko tampak malu. Sasuke merasa bersalah. "Aku mendapat telp dari penjual narkotika. Narkotika organik." Giliran Sasuke sekarang yang menarik lengan Naruko untuk lari.

Sakura kesal karena Sasuke tidak juga mengangkat telpnya. Begitu ada telp lagi, ternyata dari ibunya. wkk Sakura semakin kesal.

Dari percakapan mereka ketahuan kalau Sasuke dan Gaara dulu adalah teman baik, tapi sekarang tidak lagi.

Gaara bekerja paruh waktu di hotel ayahnya sebagai tukang cuci piring. Untuk belajar dari tingkat paling bawah. Tapi sikap Gaara jauh dari rendah hati, ia tidak terima saat ditegur managernya. Ia mengancam akan memecat manager itu kalau ia menjadi pemilik hotel ini kelak.

Gaara mendengar bahwa Komisaris Polisi Hyuuga tiba. Ia melepas celemek dan sengaja keluar melayani mereka.

Kali ini adalah pewaris dari trah hukum, keluarga Hyuuga. Keluarga yang terdiri dari Menteri, Kepala Jaksa, Kepala Polisi dan Pengacara. Hyuuga Neji, pewaris berikutnya ada di situ untuk makan bersama Ayah dan paman2nya. Neji tampak tertekan dan hanya bisa minum air saja. Sementara keluarganya membicarakan soal nilai-nilai Hyo Sin, kuliahnya dan yang lain.

Gaara menemui mereka, keluarga itu sudah saling mengenal. Mereka memuji Gaara.

Gaara sengaja menuang air sampai penuh ke gelas Neji. "Kau kelihatan haus."

Setelah ituGaara kembali ke kamarnya. Ia tinggal di hotel. Terdengar ketukan, ternyata Neji. Neji ingin ke kamar mandi untuk muntah. Neji stres. Keduanya satu sekolah, hanya saja Neji lebih senior dari Gaara. Gaara heran kenapa Neji membiarkannya tahu soal kelemahannya ini. Neji membalas, ia tahu lebih banyak rahasia Gaara.

California

Sasuke menunggu Naruko membeli kopi. Naruko mentraktir Sasuke Americano. Naruko merasa paling tidak harus memiliki kenangan indah saat di Amerika, seperti kopi Americano ini.

"Apa kau yakin kau hanya memiliki kenangan buruk?" tanya Sasuke

"Ya kalau dipikir lagi..."

Sasuke menunggu dengan berharap. Naruko mengalihkan pembicaraan, "oya, sudah berapa lama kau tinggal di Amerika?"

Sasuke kesal. Dia berharap Naruko mengatakan kalau dia adalah salah satu kenangan bagus Naruko di AS. Hahaha..

Naruko melihat beberapa orang yang sedang chatting. Naruko sadar, ia bisa mengirim pesan pada Sai untuk membantunya. Naruko ingin pinjam ponsel Sasuke.

"Bolehkah aku meminjam ponselmu ? , aku harus mengirim pesan pada seseorang yang bisa membantuku pulang ". Kata Naruko dengan memohon.

"Pulang? maksudmu Jepang?"

Naruko mengangguk. Ia menadahkan tangan. Sasuke seperti enggan mengijinkan Naruko mencari bantuan, tapi ia tidak punya pilihan.

(mau bilang apa coba? Don't go home? just stay here with me ? wkkk)

Akhirnya Sasuke meminjamkan ponselnya kepada Naruko. Naruko langsung kirim pesan ke Sai. Naruko minta Sasuke mengatakan padanya kalau temannya membalas.

Sasuke jadi cemburu, "siapa dia? pacarmu?"

Naruko menjawab, "dia seorang pria dan seorang teman."

Sasuke usul "Mengapa tidak langsung telp saja?"

"Aku tidak tahu nomor barunya, ia juga akan pergi ke satu tempat. Aku tidak tahu dia pergi kemana." Kata Naruko

Sasuke tidak percaya, "kau minta bantuan pada orang yang keberadaannya tidak kau ketahui? Dasar Dobe"

"Hey! Aku tidak Dobe, Dia ada di dalam hatiku. Ok? Apa?"

Naruko memuji Sai sebagai teman yang ia hormati. Membuat panas Sasuke .

" bagaimana kalau orang itu tidak menjawab ? " Tanya Sasuke

"Aku yakin Sai akan menjawab." Kata Naruko dengan mantap, keyakinan ini membuat Sasuke kesal dan jalan pergi. Naruko mengikutinya, "Hei... ? kau mau kemana?"

Keduanya pulang naik taksi. Naruko terus melirik ponsel Sasuke, "sudah ada jawaban belum? "

Sasuke kesal dan menyodorkan ponselnya, "Belum! Kau yakin kalau kalian memang dekat?"

" Kami berteman sejak setengah kehidupanku!"

" Apa kalian pacaran?"

Naruko marah, "jangan menuduh yang bukan2 pada temanku. Aku mohon, anggap saja kau membantu orang yang dalam kesulitan. Tolong cek pesanmu dan katakan kalau ada pesan. Dia adalah harapan terakhirku, saat ini. Ok? "

Sasuke mengantar Naruko pulang, ia melempar kunci rumahnya. "Kau masuk dulu. Aku harus mengambil kembali mobilku karena kita tadi melarikan diri."

Aneh, kenapa tidak sekalian naik taksi ke lokasi cafe? Ambil mobil, baru pulang. -_-

Sasuke mengecek account sos-med Naruko. Sasuke akhirnya tahu nama Naruko. Uzumaki Naruko.

Sasuke membaca semua status Naruko. Ia tahu Naruko suka film horror, punya banyak pekerjaan paruh waktu dan akhirnya tahu tentang Sai.

Sasuke komen, 'oh jadi kau orangnya? Lalu kelihatan kesal, tidak mungkin mereka hanya teman biasa.'

Wajah Sasuke berubah saat membaca sebuah status lagi, Aku benci melihat ibuku bekerja sekeras itu. Kuharap Jeguk Grup bangkrut.

Polisi mengetuk jendela mobil Sasuke dan mengembalikan paspor Naruko.

JAPAN

Ino, Kiba dan Gaara adalah teman satu genk.

"uuhh…"

Ino mengeluh karena Sai tidak juga mengangkat telpnya. Kiba menggodanya, "mungkin Sai sudah terpikat cewek AS yang cantik-cantik."

Gaara datang ke markas mereka. Kiba menggodanya, "hei..kau sudah menyelesaikan tugas paruh waktumu? " Gaara membalas, "kau beruntung. Sebagai keturunan pemilik firma hukum, kau tidak terlalu cerdas, jadi mereka tidak menuntutmu macam-macam."

Gaara menggoda Ino, "bagaimana aku bisa berhenti tertarik padamu? Kau cantik sekali."

Ino duduk tegak, "benar. Aku masih memiliki modal kuat"

Ino langsung telp Sai. Ia lega setelah mendengar suara Sai.

Sai sengaja mematikan ponsel karena ia ingin belajar. Ino sudah mengirim foto selca, saat ia menangis. Ia mendesak Sai melihatnya.

Sai membuka accountnya dan melihat pesan Naruko. Ini memang sulit dipercaya, tapi aku di Amerika sekarang dan aku dalam kesulitan. Aku membutuhkan bantuanmu. Kontak aku saat kau mendapat pesan ini. Sai terkejut dan segera telp Naruko, tapi tidak ada jawaban.

Naruko mengemasi barangnya dan bersiap pergi dari rumah Sasuke. Ia mendengar suara orang. Naruko berpikir itu Sasuke. "Kau sudah pulang? Cepat sekali. Aku akan pergi seka-".

Tapi kata2nya terhenti saat ia melihat orang di depannya. It's Sakura.

Sakura terkejut melihat Naruko di rumah Sasuke.

" Siapa kau?" Tanya Sakura

Naruko mengenali Sakura, "kita pernah bertemu kan, di bandara kemarin."

"Lalu? siapa kau, kenapa kau ada disini?"

" Kau sendiri siapa?"

"Aku adalah tunangan pemilik rumah ini."

Naruko tidak percaya, "bukankah pemilik rumah baru anak SMA?"

Sakura membenarkan, "Kami tunangan tahun lalu, saat berusia 17 th." Sakura marah, "sekarang kau yang harus menjawab. Siapa kau? Berapa kali aku harus bertanya kenapa kau disini?"

Naruko bingung menjelaskannya, "aku mendapat masalah sehingga harus menginap semalam disini. Aku baru saja mau pergi."

"Jadi kau tidur disini?"

Naruko menggaruk kepalanya, "ini sedikit rumit."

Di tangan Naruko masih ada kunci rumah Sasuke. Sakura minta Naruko diam, lalu ia mendekat,

"kenapa kunci ini bisa ada di tanganmu?"

"Aku menitip barang kepadanya."

Naruko ingin segera pergi. Tapi Sakura membanting koper Naruko sampai bergulingan dan jatuh ke dasar tangga. Naruko marah karena kopernya rusak, tapi Sakura tidak peduli.

Naruko mengingat kebaikan Sasuke dan memutuskan tidak akan mencari masalah dengan Sakura, ia hanya ingin pergi.

"Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja, aku curiga kau mencuri sesuatu. Sekarang buka kopermu!"

Naruko tersinggung, "kalau sudah kubuka dan ternyata tidak ada apa-apa, lalu bagaimana?"

"Aku tidak percaya, tidak mungkin tidak ada sesuatu di dalam sana, ya kan?"

Naruko pun membuka kopernya. Sakura langsung menumpahkan seluruh isi koper Naruko dan yakin tidak ada apa-apa. Ia mencibir melihat isi koper Naruko.

"Aku yakin sekarang, memang tidak ada apa-apa."

Ia berjalan melewati Naruko dan menendang sedikit barang milik Naruko, "singkirkan sampah ini. Sebelum dia kembali."

Naruko marah tapi tidak berdaya. Ia mengemasi barang2nya kembali dengan menahan tangisnya.
Naruko menenangkan diri di tepi pantai, memandang orang AS menghabiskan waktu luangnya bersama keluarga dan teman mereka. Naruko bisa tersenyum sedikit.

Kembali ke Japan

Ino marah karena Sai tidak juga meneleponnya, padahal ia sudah kirim foto. Gaara dan Kiba menggodanya, " seharusnya kau mengirim foto seksi." Kata mereka sambil tertawa

Kiba berkata "Sakura ke AS menemui Sasuke, seharusnya kau juga."

Nama Sasuke membuat Gaara dan Ino kesal, entah kenapa tapi mereka tidak suka mendengar nama Sasuke.

California

Naruko ingin beli tiket pulang ke Jepang tapi ia ingat tidak memiliki paspor dan uangnya juga kurang.

Sasuke pulang, dan ia tidak percaya Naruko sudah pergi begitu saja. Ia menginterogasi Sakura.

Sakura marah, "kita sudah tidak bertemu selama 6 bulan, tapi itu yang pertama kau katakan padaku?"

Sasuke menjawab dengan cepat," Kau bertambah cantik."

"Aku tahu."

Sasuke tanya soal Naruko lagi. "Apa kau mengusirnya?"

Sakura membenarkan," bukankah itu hak seorang tunangan?"

"Kau bilang padanya kalau kita tunangan? "

"Bukankah itu sudah jelas? Kau seharusnya mengatakan itu padanya." Kata Sakura

"Kau seharusnya membiarkannya disini, paling tidak aku bisa mengenalkanmu padanya."

Sasuke kesal, ia jalan ke sofa dan setengah berbaring. Sakura mengikutinya, "apa kau tidak tahu aku datang?"

"Aku tahu."

"Lalu kenapa kau tidak menjemputku?" Tanya Sakura

"Terlalu panas"

"Kalau terlalu panas, kau seharusnya pulang ke Jepang. Sekarang sudah musim gugur."

"Terlalu jauh."

"Apa kau tahu bahwa hari ini adalah setahun pertunangan kita?"

"Hn"

Sasuke dengan terus terang berkata "Agar aku tidak harus menikah denganmu nanti. Kurasa paling tidak aku harus bertunangan denganmu."

(What?) Inilah Sasuke, ia selalu pura-pura menurut dan ikut keinginan keluarganya, tapi membelok di saat terakhir. Tidak peduli meskipun Sakura akan menjadi korban.

Terdengar bunyi bel. Naruko datang lagi. Sasuke langsung keluar. Naruko ingin lari saat melihat Sasuke, tapi Sasuke mengejarnya. Ia menarik tangan Naruko.

Sasuke marah "kenapa kaupergi begitu saja? "

"Aku kesini hanya ingin mengambil kartu nama polisi yang menahan pasporku."

Sakurakeluar dan berkata "sudah kubuang ke tong sampah di depan sana"

Naruko langsung mengibaskan tangan Sasuke dan lari ke arah tong sampah.

Sasuke marah pada Sakura," kau membuangnya?" Sakura menjawab "aku bahkan tidak melihatnya."

Sasuke menjelaskan, "dengar! aku tahu kau pasti kesal. Tapi dia tidak bisa kembali ke Jepang gara-gara paspornya ditahan polisi dan ini karena aku."

"Apa hubungannya denganku?"

"Tidak ada hubungannya denganmu, tapi ada denganku. Jadi kau tidak perlu ikut campur."

Sasuke langsung pergi. Sakura tersinggung, ia masuk ke rumah dengan wajah kesal. Awalnya Sakura ingin pulang, tapi mendengar ada pesan dari ponsel Sasuke.

Sakura membukanya, ada pesan dari Sai untuk Naruko, Amerika? Dimana? Aku ada di Amerika juga. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku bisa pergi kesana. Jadi kau harus meneleponku begitu kau mendapat pesan ini. Ini nomorku. Kau harus segera menghubungiku. Sakura berpikir, Apa dia akan menghubungi Sai?

Naruko benar2 mengobrak-abrik sampah untuk mencari kartu nama itu. Naruko tampak frustasi dengan hidupnya. Sasuke lari ke arah Naruko,

Naruko kesal "tidak ada disana ,tidak disini. Tidak ada. "

Sasuke terkejut, "apa kau menangis?'

Naruko memang menangis, ia berusaha menahannya. Tapi situasinya selalu berkembang dramatis.

"Aku pergi ke AS untuk mencari hidup yang lebih baik tapi aku berakhir di tong sampah lagi. Hidup seperti apa ini?" Kata Naruko sambil menangis tersedu-sedu.

"Maaf, berdirilah"

(WHAT! Seorang UCHIHA minta maaf ? Apa kata dunia :D )

Ia menyerahkan pasporNaruko. Naruko lega ada masalah baru. Ada tiga orang datang dengan taksi dan mencari Sasuke .

Sasuke menarik Naruko untuk sembunyi, tapi tetap saja ketahuan dan harus lari. Preman2 itu mengejar keduanya sampai ke..jalanan Hollywood!

Astaga... ini kacau sekali. Ah sudahlah, anggap saja jaraknya dekat haha :v

Keduanya terus berlari dan masuk ke bioskop untuk sembunyi. Tiba-tiba Naruko bertanya " apa kau benar2 pengedar obat terlarang?"

"Hidupku tidaklah seburuk itu sampai aku harus menyia-nyiakannya."

" Lalu kenapa kau dikejar-kejar?"

"Lalu bagaimana denganmu?"

Sasuke minta Naruko nonton film saja, ia akan istirahat sebentar. Naruko mencoba menonton film, tapi tidak tahu bahasanya. Sasuke menerjemahkan kata2 wanita di film.

Sasuke tidak menerjemahkan lagi, "Tapi, kemarin aku bertemu seorang wanita. Namanya Uzumaki Naruko."

'Bagaimana kau tahu namaku?" Tanya Naruko dengan terkejut.

"Tapi sekarang aku ingin tahu soal Uzumaki Naruko. Apa mungkin...aku menyukainya?"

TO BE CONTINUE

KYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Akhirnya update juga setelah sekian lama :D

Gomenne Minna (_ _)V hehehe

Tinggalkanlah jejak kalian

Dengan Cara :

REEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW