Hai, semua
Ketemu lagi dengan Haru-chan
Bagaimana kabar kalian ? semoga baik ya :D
Terima kasih telah review di chapter sebelumnya, dan saya sekarang
Jadi tahu letak kesalahan saya
Arigatou Gozaimasu Minna, Readers dan Senpai.
Dan bila masih ada kesalahan dalam fic saya:
MOHON BANTUANNYA PARA READERS & SENPAI-SENPAI SEKALIAN :D.
Ok, nggak akan banyak basa-basi lagi
Here We Go…
Disclaimers : Masashi Kishimoto sensei and The Heirs (c) SBS
Pairing : SasuFemNaru
Rated : T
Warning : OOC, gender bender, gaje, alur kecepatan , typo(s),Copy-Cat and etc
DON'T LIKE, DON'T READ
Chapter sebelumnya : Sasuke tidak menerjemahkan lagi, "Tapi, kemarin aku bertemu seorang wanita. Namanya Uzumaki Naruko."
'Bagaimana kau tahu namaku Tanya Naruko dengan terkejut.
"Tapi sekarang aku ingin tahu soal Uzumaki Naruko. Apa mungkin...aku menyukainya?"
Heirs
Chapter 4
Naruko terbelalak mendengar pertanyaan itu. Sejenak ia terpana, lidahnya seakan kelu. Akhirnya ia berkata dengan suara lirih, "Mungkin tidak."
"Kenapa?"
"Karena kau sudah bertunangan," jawab Naruko. Tapi seolah hal itu bukan hal yang besar, Sasuke kembali bertanya, "Selain yang itu.."
Seakan kehabisan jawaban, Naruko diam cukup lama, hingga akhirnya ia berkata kalau semua yang ia rasakan ini terlalu mirip dengan film. Tapi Sasuke menjawab kalau ini adalah Hollywood, "Semuanya bisa terjadi."
"Benarkah?" tanya Naruko ragu. "Kita sekarang ada di Hollywood?"
Sasuke sweatdroped mendengar pertanyaan Naruko yang nggak nyambung, "Apa?"
Entah Naruko itu polos atau pinter karena bisa menghindar dari pertanyaan Sasuke yang nembak Naruko. Sasuke pun membawa Naruko untuk melihat tulisan Hollywood yang terpampang besar sekali.
Antusiasme Naruko yang berteriak kegirangan menyadari kalau mereka benar-benar di Hollywood, membuat Sasukeheran. "Tak mungkin itu lebih menarik daripada apa yang tadi barusan kukatakan di bioskop," Sasuke melipat tangan, dan menyelidik.
Tanpa menatap wajah lawan bicaranya, Naruko berkata kalau ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan ke Hollywood jika ia pergi ke Amerika. Jawaban Naruko yang terus tak nyambung itu, membuat Sasuke merasa ia bicara sendirian.
Naruko malah bertanya, "Walaupun kelihatan jauh, tapi mungkin sangat jauh kalau kita mencoba mendekatinya, kan?"
"Itu memang kelihatan jau.." sergahSasuke, namun tiba-tiba ucapan Sasuke itu berhenti di ujung kalimat, seakan Sasuke sadar apa yang sebenarnya ingin dikatakan Naruko. Ia menatap Naruko yang meliriknya namun tak berani menatapnya.
" sebaiknya kau kuantar pulang kerumahku, daripada jalan kaki ke sana." Kata Sasuke
" Tidak, aku tak akan pergi kesana. Terimakasih karena kau telah melakukan banyak hal untukku, tapi aku tak mau terus menjadi bebanmu. Lebih baik kita pulang agar aku bisa mengambil koperku " Kata Naruko
Sasuke terlihat kesal mendengar jawaban Naruko. Ia pun berjalan mendahuluinya.
Sesampainya di rumah, Sasuke hanya berdiri memandangi koper Naruko. Ia hanya melirik melihat Naruko yang mengambil koper itu. Menyadari kalau Sasuke kesal padanya, Naruko meminta maaf, meminta Sasuke untuk memeriksa handphonenya. Sebenarnya ia merasa tak enak, namun ia hanya ingin tahu apakah Sai sudah menjawab pesannya.
Sasuke tetap diam, dan Naruko pun tahu diri. Ia pun pamit pada Sasuke dan mengangkat kopernya.
Tapi Sasuke lebih cepat lagi. Sebelum tangan Naruko menyentuh koper itu, Sasuke mengambil koper dan membawanya masuk ke rumah.
Sasuke memeriksa handphone dan melihat kalau Sai sudah menjawab. Ia semakin kesal karena ternyata Sai sedang di Amerika dan bersedia menjemputnya. Jadi Naruko tinggal menelepon ke handphonenya dan ia akan segera ke sana.
" Dimana koperku ? "
Sasuke memasukkan handphone di saku dan menjawab " kopermu ada di kamarku ". Mungkin ia menduga kalau Naruko tak akan berani masuk ke kamarnya.
Namun Naruko sudah menuju ke kamarnya. Untuk mencegahnya, ia berjalan mendahului Naruko dan berkata, "Aku ingin mandi. Ambillah sendiri jika kau mau."
Dugaan Sasuke benar. Naruko mengurungkan niatnya untuk naik ke kamarSasuke. Sasuke pun menyuruh Naruko tinggal di rumahnya sampai teman Naruko membalas pesannya.
"Hmm.. Sakura kemana, ya? Ternyata Sakura sudah pergi." Ia hanya meninggalkan pesan kalau ia makan siang sendirian dan menyuruh Sasuke agar makan malam bersamanya.
Sasuke mendapat telepon dari Sekretaris Danzo yang menyampaikan pesan ayah Sasuke . Ayah Sasuke menyuruh Sasuke pergi pesta kebun yang diadakan salah satu pemegang saham.
Sasuke bertanya " apakah kakak tahu kalau aku akan datang ?" Sekretaris Danzo menekankan kalau ayah Sasuke ingin Sasuke pergi. Tapi sepertinya Sasuke lebih memikirkan kakaknya daripada ayahnya dan ia kembali bertanya, "Apakah kakak tak ingin aku pergi?"
"Kalau kau ingin tahu apa yang dipikirkan kakakmu, kau bisa pergi dan tanyalah sendiri padanya," ujar Sekretaris Danzo.
Naruko heran melihat Sasuke berdandan rapih dan membawa tas. "Aku minta maaf karena aku tak bisa mengajakmu pergi ke Hollywood sekarang. Karena aku harus pergi, dan selama aku pergi kau jangan pergi ke mana-mana."
Tapi Naruko berkata, "Aku tak bisa tinggal lebih lama lagi karena aku terlalu membebanimu." Ucapan itu malah membuat Sasuke marah, "Kau selalu berkata akan pergi, akan pergi. Padahal kau tak punya tempat tujuan lagi! Jangan pernah berkata 'beban' lagi, atau kalau tidak aku akan menjualmu!"
LOL, Naruko sampai terbelalak mendengar ancaman Sasuke.
Dan dari atas terdengar "Hey guys! Ohh.. My sweet angel is in the house!"
Oh no! Si Jay muncul lagi. Bahkan kali ini dia meniupkan ciuman jarak jauh pada Naruko.
Sasuke kesal melihat Jay mendekati Naruko, Sasuke pun bertanya pada Naruko, "Apakah kau bisa melakukan perjalanan jarak jauh?"
Maka mereka pun pergi keluar kota. Walau sama-sama terdiam, keduanya sama-sama saling mencuri pandang.
Nyonya Mikoto ngobrol dengan temannya. Dan wow.. temannya ternyata memakai kaca mata yang berbulu? Temannya bertanya tentang ayah Sasuke yang tak kunjung menceraikan istri sahnya.
Namun dari reaksi Nyonya Mikoto hanya diam saja, temannya tahu kalau suaminya masih tak bisa menceraikan istri keduanya itu. Menurutnya, perselingkuhan adalah cara terbaik untuk melakukan perceraian. Maka ia memberikan nomor telepon detektif swasta yang sudah berpengalaman menangkap basah orang yang berselingkuh.
Di ruang anggur, ia pun menelepon detektif swasta agar membuntuti Nyonya Shizune. Tapi ia terkejut setengah mati karena di ada Kushina di ruangan itu. Buru-buru ia menutup telepon dan bertanya, "apakah kau menguping pembicaraanku ?" Kushina pun menulis, "aku tak menguping, tapi aku kebetulan lewat di sini."
Di notes-nya, Kushina menulis kalau ia sudah menulis pesan dan mengangkatnya. . Kushina pun mengingatkan kalau Nyonya Mikoto beruntung jika tak ketahuan. Harusnya Anda menggunakan handphone sekali pakai.
Nyonya Mikoto terkesiap, menyadari keteledorannya. Ia pun memarahi Kushina karena baru memberitahukan padanya sekarang. Ibu Eun SKushina ng menulis lagi, tapi Nyonya Mikoto buru-buru menghampiri pelayannya dan berseru, " "Jangan tulis itu! Jangan tulis, Anda tak pernah bertanya pada saya!"
Sasuke dan Naruko pun sampai ke tujuan. Sasuke menitipkan kunci mobil pada Naruko. Ia tak tahu apakah ia akan diusir dalam waktu 5 menit atau lebih lama dari itu. Ia mengijinkan Naruko untuk jalan-jalan jika merasa bosan, tapi memperingatkan gadis itu untuk berhati-hati pada seseorang, "Orang yang berwajah paling dingin di sini."
Sepertinya kalimat itu Sasuke tujukan pada dirinya sendiri. Ia merapikan jasnya dan berjalan dengan gugup menghampiri kerumunan pesta itu.
Itachi yang sedang berbincang-bincang, ditanyai oleh salah satu tamu Jepang tentang siapa pria yang berdiri agak jauh dari mereka. Melihat adiknya yang berdiri menatapnya, iapun permisi pada tamunya dan menghampiri adiknya.
Sasuke tersenyum menatap kakaknya yang berjalan ke arahnya dan menyapanya, "Aniki." Tapi kakaknya terus berjalan dan persis saat di sebelahnya Itachi berkata pelan namun tegas, "Ikuti aku."
Naruko berjalan-jalan di kebun almond. Ia terkejut saat melihat Sasuke datang bersama seorang pria. Tak menampakkan dirinya, ia mengintip pembicaraan mereka.
Sasuke tersenyum melihat kakaknya lagi. Tapi tidak dengan Itachi yang tak membalas sapaan Sasuke dan malah bertanya, " siapa yang menyuruhmu datang kemari? Apakah sekretarisDanzo ? "Itachi memarahi Sasuke yang berani datang kemari tanpa memikirkan konsekuensinya.
"Bagaimana mungkin aku tak datang? Aku ingin menemuimu," Sasuke seolah menjadi anak kecil lagi di depan Itachi.
"Inilah alasan mengapa anak-anak susah dikendalikan. Bagaimana mungkin kau langsung datang hanya karena ingin menemui seseorang? Kau bahkan tak tahu apa arti kedatanganmu ini."
Itachi mencoba menarik pujian dari kakaknya dengan berkata, " Kita sudah 3 tahun tak bertemu dan aku sekarang jauh bertambah tinggi dari sebelumnya."
Namun Itachi hanya berkata dingin, "Hanya itu, kan yang kau lakukan di Amerika? Tetap lakukan itu saja. Datang ke sini merupakan tindakan yang terlalu berani. Pergilah."
Itachi pun meninggalkan Sasuke yang tak bisa berkata apapun, terlalu patah hati karena sikap kakaknya yang dingin.
Naruko tak melewatkan sedikitpun apa yang terjadi, hanya bisa menatap Sasuke dengan iba. Tiba-tiba penyemprot air otomatis menyala, membasahi tubuh mereka. Tapi Sasuke seakan tak menyadari siraman air itu.
Naruko tak berlindung dari semprotan air itu. Walau ragu, ia menghampiri Sasuke dan berdiri di hadapannya. "Apakah kau baik-baik saja?" tanyanya.
"Aku tak baik-baik saja. Kenapa kau menguping?"
"Karena jika kulihat kau dalam bahaya, aku akan menghitung sampai 3, menarik tanganmu dan lari bersamamu," jawab Naruko sedikit bercanda.
"Lalu kenapa kau tak melakukannya?" tanya Sasuke mengagetkannya. "Dari tadi aku ada dalam bahaya. Kenapa kau tak menyelamatkanku?"
Di mobil, Naruko memandang Sasuke yang terus terdiam mengendarai mobil pulang. Tanpa menoleh, " Lupakan apa yang kau lihat tadi."
Naruko menjawab, " Tanpa disuruh pun aku akan melupakannya, karena semua ini adalah mimpi. Mimpi musim panas yang segera terlupakan setelah aku bangun."
Ucapan Naruko membuat Sasuke menoleh dan memandangi Naruko dengan lama. Dan karena terus memandangi itulah Sasuke tak menyadari kalau ada longsoran batu yang memenuhi jalan. Saat melihatnya, refleks Sasuke langsung mengulurkan tangan untuk melindungi Naruko dan membanting setir agar tak menabrak bebatuan besar itu.
Tabrakan tak terjadi, tapi mobil Sasuke selip di pasir. Sasuke mencoba memundurkan mobilnya, tapi mobil terlalu selip ke dalam pasir. Naruko panik dan Sasuke menenangkannya.
" Kau tetap tinggal di mobil sementara aku akan berusaha."
Tapi Naruko tak mau. Walau panik ia masih bisa ingat kalau situasi seperti ini adalah adegan pertama di film horor. Hehehe.. ia pun keluar dan melihat Sasuke sedang menelepon.
Tapi handphone Sasuke tak mendapat sinyal sehingga tak bisa menelepon bengkel. Mereka harus melakukannya sendiri dan harus ada yang mendorong mobil agar bisa lepas. Karena Naruko tak bisa menyetir, maka ia yang mendorong.
Haha.. kasihan Naruko. Tapi mobil tetap tak bergerak juga. Dan karena tangki bensin juga bocor terantuk batu, maka tak butuh waktu lama agar mobil menjadi mogok.
Maka Sasuke pun mengusulkan " Aku akan pergi ke suatu tempat sebelum gelap, untuk mencari pertolongan. "
Tapi Naruko tak suka ide itu, "Bagaimana kalau kita tinggal di sini saja? Di film-film, karakter yang pergi ke tempat itu, pada akhirnya selalu mati. Seperti Texas Chainsaw Massacre, Friday the 13th, Scream, Hello Sydney. Apa kau tak tahu?"
Sasuke memandang Naruko tak percaya. Ia pun menyuruh Naruko untuk tinggal di mobil saja dan ia pun berjalan pergi. Naruko berteriak memanggilnya, ketakutan, "Ayo pergi bersama! Aku bisa mati kalau sendirian di sini!"
Melihat Naruko berjalan bersamanya, Sasuke bertanya, "apakah kau sudah memutuskan kalau aku akan mati?
"Jika ada season 2, setidaknya salah satu harus tetap hidup!" Jawab Naruko.
Sasuke tertawa kecil melihat Naruko malah berjalan lebih cepat darinya.
Jalan masih panjang, dan mereka belum menemukan rumah. Untung Naruko membawa makanan. Sasuke bertanya, "Apakah kau hanya membawa satu?"
Naruko menjawab, "Aku beli dua. Tapi satu untuk ibuku."
Sasuke menyindir kalau Naruko sangat boros sekali. Ia pun meneruskan, "Jika temanmu menghubungimu.."
"Apa ia sudah menjawab?" Naruko langsung antusias, membuat Sasuke kesal dan berkata kalau pertanyaannya belum selesai.
" apa yang akan kau lakukan jika temanmu itu menghubungimu?"
Naruko menjawab, " Aku akan pinjam uang untuk beli tiket pulang. Kakakku telah membawa semua uangku."
Sasuken pun berkata, " kalau aku akan meminjamkan uang padamu.."
Tapi Naruko tak mau, "Dan ginjalku sebagai gantinya? Aku tak seberani itu."
Hehehe.. Sasuke akhirnya berkata kalau ia mendapat jawaban dariSai. Hal itu membuat Naruko bersemangat dan meminta handphone Sasuke dan bertanya
"apakah ada sambungan internetnya?"
Sasuke menggerutu, "bagaimana bisa ada sambungan internet jika tak ada sinyal?" Namun Naruko tak mendengar karena ia berteriak kegirangan. "Ada rumah di kejauhan!"
Sayangnya bengkel yang mereka cari sudah tutup. Tapi pemilik pompa bensin itu berjanji akan menelepon tukang derek agar mobil bisa diderek pagi-pagi sekali.
Akhirnya mereka pun bermalam di motel sebelah pompa bensin. Naruko berusaha membersihkan kaosnya tapi sia-sia saja. Sasuke masuk dan melemparkan sebuah kaos yang ia beli di toko souvenir. Mereka tak bisa tidur dengan baju kotor.
( Kaos mereka sama, berwarna putih dan ada tulisan I love California)
Naruko terbelalak, bukan karena kedua kaos mereka serupa, tapi karena Sasuke tak malu untuk membuka baju di hadapannya. Ia berbalik dan berdehehm canggung, bertanya, "apakah kau berniat membuat orang salah sangka padakita, mengira kita adalah pasangan?"
"Jangan mimpi," sahut Sasuke sambil tersenyum, terus membiarkan Naruko merasa malu dan tak berniat untuk ganti baju di tempat lain. Setelah selesai memakai kaos, " Kau cepatlah ganti baju dan segera keluar karena kita akan makan malam."
Naruko menghela nafas lega, walau menyesal, "Memalukan.. seharusnya aku tadi sempat mengintipnya."
Mereka pun makan malam seadanya. Dan Naruko pun terkesima melihat liquor yang sangat banyak. Sasuke terkejut mendengarnya, "Apakah kau juga peminum?"
Naruko bertanya seperti seorang alkoholik, "Apa kau tak melihat tanganku gemetar dari tadi?"
Sasuke geli, "Kau sedikit lucu."
"Apa kau baru tahu?" tanya Naruko dengan imut dan ia pun makan telor orak-arik dengan lahap. Tapi Sasuke tak makan dan terus memandangi Naruko dari samping, membuat Naruko kembali canggung dan bergumam, "Jangan melihatku. Atau kalau tidak aku akan menanyakan pertanyaan yang membuatmu canggung."
"Seperti apa? Siapa orang yang kau temui di perkebunan? Seperti itu?" sambar Sasuke cepat. Naruko mengangguk dan Sasuke pun menjawab, "Ia adalah orang yang paling aku sukai di dunia ini."
Haha.. Jawaban yang ambigu dan itu membuat Naruko penasaran untuk bertanya, "Apakah kau mungkin.." tapi ia tak berani melanjutkan kalimatnya dan mencoba tak peduli.
Ia kembali makan lagi, membuat Sasuke geli, "Aku tak peduli kalau kau berpikir aku seperti itu, tapi jangan pikirkan kakakku seperti itu."
"Ahh.. jadi itu kakakmu?" Naruko mengerti, tapi kemudian bertanya lagi, "Jadi kau menyukai kakakmu sendiri?"
Hahaha :v
"Hei!" bentak Sasuke kesal. Dan Naruko pun terjatuh karena kaget dibentak Sasuke . Sehingga Sasuke egera menangkapnya.
Mereka berdua berpandangan dalam posisi yang membuat pipi Naruko bersemu merah. Sasuke segera mendudukkan kembali dan menyalahkan Naruko yang berpikiran kotor, "Dan kenapa wajahmu merah sekali?"
Naruko berkilah, "Aku sekarang merasa tak adil."
" Tak adil kenapa?"
"Karena aku belum pernah makan pancake."
Haha.. Naruko pinter banget ngelesnya.
" Kalau di film-film, orang-orang selalu menuangkan sirup di pancakenya dan mereka juga minum orange juice." Sasuke berjanji akan mengajak Naruko ke tempat pancake yang enak di Malibu.
Bukannya senang, Naruko malah kesal karena Sasuke menjanjikan hal itu. "Jangan berjanji seperti itu. Jika kau berjanji dan tak menepatinya, kau akan mati!"
Naruko menggeleng-gelengkan kepala, mencoba menghilangkan pikiran yang menakutkan itu. Sasuke benar-benar sweatdrop melihat Naruko , "Kau yang menakutkan!"
*TO BE CONTINUE*
(Note : Ibu Itachi adalah istri pertama dan sudah meninggal. Kemudian ada istri kedua, Nyonya Shizune, dan Nyonya Mikoto ini adalah selingkuhan atau mungkin adalah selir karena dia memilikiSasuke . Tapi ia belum berstatus istri karena suaminya masih memiliki istri sah. Siapa tau masih ada yang lupa)
Terima kasih kepada Readers , yang masih setia membaca fic saya.
Dan akhir kata,
Tolong tinggalkan jejak kalian dengan cara :
REVIEW….. REVIEW…. REVIEW…
PLEASE :D
