Tittle : domino efect
Cast : cho kyuhyun, kim kibum suju and others.
Genre : horror failed, genderswicth.
Warning : typo masih jadi ciri khas harap maklum.
.
.
.
.
Happy reading
.
.
" kau yakin akan melakukannya?!" tanya donghae untuk yang keseratus kalinya saat menatap wajah sahabatnya yang terlihat mulai bosan di tanyai pertanyaan yang sama di sepanjang koridor sekolahnya itu.
" aku juga tidak yakin dengan idemu itu kibum" tambah zhoumi sependapat dengan donghae.
" kau tau resikonya, apa kau siap dengan kemungkinannya jika kau tak bisa kembali ke tubuhmu lagi, lagipula kenapa kau mau repot-repot menolongnya, donghae saja yang tertarik dengannya tidak sampai melakukan hal yang berlebihan sepertimu, bisakah kau memberi kami alasan agar kami mengerti dan tetap mendukungmu?!" tanya yesung panjang lebar menatap sahabatnya yang terdiam tanpa suara.
" entahlah...aku juga tidak tau" balas kibum setelah sekian lama terdiam, mendudukan pantatnya di bangku kelas yang terlihat sepi karena masih jam istitahat, di lemparkan matanya menuju ke arah lapangan bola melihat pertandingan yang sebetulnya tak terlalu menarik perhatiaannya sambil sedikit melamun, ketiga temannya saling tatap tak mengerti dengan sikap kibum yang terlihat aneh dan sedikit terobsesi dengan aksi penyelamatan seorang cho kyuhyun yang bahkan baru dia kenal.
" aku hanya merasa dia sangat membutuhkan pertolongan seseorang, terjebak dalam kegelapan sendirian dengan makhluk yang berbahaya dan kapanpun bisa melukaimu serta mengambil alih kesadaranmu, berlari kesana kemari mencari jalan keluar yang sebenarnya tidak ada tanpa tau kapan bisa terbebas dari kegelapan itu sendiri, tidakah menurut kalian itu menakutkan, aku tau seperti apa rasanya dan aku hanya ingin menolongnya sama seperti kalian yang menolongku, aku hanya ingin menunjukan padanya bahwa tak ada kegelapan tanpa adanya cahaya" ucap kibum panjang lebar sambil menatap ketiga sahabatnya yang menatapnya kembali seolah teringat dengan kejadian yang dulu menimpa dirinya.
Bukan terjebak dalam kegelapan secara harfiah seperti kyuhyun, namun terjebak dalam polemik hidup yang membuatnya seolah ingin mati dan menjerit sekeras-kerasnya. hingga hidupnya hancur dengan Terlibat tawuran, menjadi seorang berandal, terjebak dalam dunia hitam, menjadi pecandu narkoba dan pada puncaknya kehancuran keluargannya dengan kabar perceraian kedua orang tuanya.
memang kasus kibum tidak sama dengan kasus kyuhyun namun kibum pernah merasakan apa yang di rasakan kyuhyun saat ini, ketakutan, merasa sendiri, merasa tidak berdaya, dan diabaikan sama seperti yang kyuhyun rasakan, mungkin kibum merasa senasib dengan kyuhyun itulah alasan kibum kenapa ingin menolong dan tak bisa membiarkan kyuhyun mendekam dalam sepi sendirian sama seperti dirinya dulu, kibum juga ingin kyuhyun merasakan perasaan yang sama sepertinya, perasaan bahwa dia tidak sendiri, bahwa dia bisa tertawa bebas dan terbebas dari rasa takutnya yang seolah memenjarakannya.
Keempat namja tampan itu saling terdiam meresapi semua omongan yang kibum lontarkan.
" hah...kami mengerti" hela nafas yesung pada akhirnya menatap ketiga temannya bergantian.
" baiklah kapan kita akan mulai" ucap zhoumie menyungingkan senyumnya melenyapkan ketengangan yang tercipta tanpa sadar.
" yosh...sudah di putuskan tak ada alasan untuk mundur lagi" teriak donghae bersemangat sambil mengepalkan telapak tangannya dan mengangkat tinggi-tinggi.
" aish...kenapa kau berteriak di telingaku hae" protes yesung menoyor donghae yang meringis senang di sebelahnya.
" terima kasih.." ucap kibum menatap ketiga sahabatnya lagi dengan senyum kelegaan yang terlukis jelas di wajahnya.
[~Lizz_L_L~]
" baiklah persiapan sudah siap, taruh ini di balik bantalmu" ucap donghae menyerahkan sebuah pemukul bisbol pada kibum yang menerimanya dengan alis mengernyit bingung.
" untuk apa benda ini" tanya kibum lagi.
" siapa tau di sana kau membutuhkannya untuk bermain bisbol agar bisa mencetak sebuah home run ckckck tentu saja untuk senjatamu bummie, aku pernah membaca jika kau ingin memasuki dunia mimpi letakkan sesuatu benda di bawah bantalmu agar kau bisa membawanya dan memegangnya di dalam mimpi seperti itu, aku kemarin sudah membaca artikelnya, semoga saja itu benar" ucap donghae.
" kalau memang benar itu kenyataannya, kenapa kau tidak memberi kibum meriam atau bazoka saja setidaknya itu lebih ampuh daripada tongkat bisbol kecil seperti itu hae" sahut yesung mencibir donghae.
" yang ada hanya ini, sudah terima saja, lagipula aku harus mencari kemana meriam sama bazokanya, dasar bodoh" bela donghae lagi tak terima ide jeniusnya di hina.
" aish...kau ini" sungut yesung tak terima di katai bodoh.
" ya...hentikan pertengkaran kalian, berhentilah bersikap kekanak-kanakan" lerai zhoumie tidak habis pikir kenapa kedua temannya itu selalu hobi untuk berkelahi.
" hei kibum apa sebaiknya aku ikut denganmu?!' tanya donghae mulai sedikit cemas.
" tak usah hae, terima kasih sudah menawarkan diri" ucap kibum merebahkan tubuhnya di kasur empuk di rumah besar milik zhoumi menciptakan keadaan senyaman mungkin agar proses astral projectionnya berjalan lancar.
Kenapa mereka melakukan ini di rumah zhoumi bukan di rumah kibum, jawabannya simple karena di samping rumah zhoumi besar kedua orang tua zhoumipun tak sedang berada di rumah karena sedang dinas keluar negeri jadi tempat yang pas untuk melakukan ritual pelepasan jiwa kibum tanpa ada ganguan.
" baiklah, kau siap, rilekskan tubuhmu dan usahakan kau tetap tersadar dan segera kembali, jangan terlalu lama jika kau tidak menemukan kyuhyun segeralah kembali jangan memaksakan diri, kita bisa mencari cara lain nanti ok" perintah seorang yesung dan di angguki oleh kibum menurut tanpa membantah. Sementara donghae berjalan menuju saklar lampu untuk memadamkan lampu yang menyala di sekitarnya membuat suasana menjadi gelap dengan keheningan yang tercipta.
" kau bisa memejamkan matamu sekarang bummie " sahut zhoumi memberi aba-aba.
Kibum mulai memejamkan matanya merilekskan dirinya, perlahan-lahan kibum memfokuskan diri dengan pikirannya, dia tak berusaha untuk tertidur hanya memejamkan mata santai, tak berapa lama tubuhnya terasa seperti membeku tak bisa di gerakan seolah ada sebuah batu besar yang menahannya untuk bangkit, kibum mulai menahan rasa paniknya mencoba bernafas, meski dia tak bisa mengerakkan tubuhnya tapi anehnya tak berapa lama tubuhnya berubah menjadi sangat ringan hingga dia dengan mudah membuka kelopak matanya, tersadar dan mampu melihat dirinya sendiri di dalam kegelapan yang sedang berbaring tenang di tempat tidur.
" sepertinya aku berhasil" gumam kibum tersenyum senang, disana di juga bisa melihat ketiga temannya yang duduk mengerubunginya dengan wajah cemas.
Perlahan kibum merogoh (red: menembus) bantal dan jemarinya bersentuhan dengan benda dingin sedikit keras itu.
" kau memang jenius hae" bisik kibum senang mendapati tongkat bisbol sudah tergengam erat di tangan kanannya, namun hal mengejutkan terjadi saat dia berbalik dan mendapati sebuah mata merah yang menyala di dalam kegelapan dengan tubuh tinggi menjulang yang terlihat sedikit mengerikan, tak ingin berurusan dengan makhluk yang menghuni kamar zhoumi cepat-cepat kibum berlari meninggalkan ruangan ini dan berlari hingga menuju sebuah jalan yang di penuhi kegelapan pekat. Kibum berputar dan terus berputar berharap dia bisa segera melihat sosok kyuhyun dan membawanya keluar dari tempat mengerikan ini, jujur kibum sedikit was-was dan takut jika dia tidak bisa menemukan kyuhyun dan dirinya akan terjebak di sini selamanya. Samar kibum mengenali jalan gelap yang dia lewati ini, tempat dia bertemu dengan gadia bersurai eboni itu.
" kyu...kyuhyun...kau dimana keluarlah" teriak kibum memecah kesunyian yang mencekam namun tak ada balasan apapun, hening dan sepi yang terdengar hanya deru nafasnya sendiri terdengar mendominasi sepi.
" ayolah kibum kau tak boleh menyerah begitu saja, kau pasti bisa menemukannya" ucapnya menyemangati dirinya sendiri, matanya nyalang menatap sekitar tubuhnya sudah basah di penuhi oleh keringat dingin, padahal kibum merasa sebentar di tempat ini namun dia merasa seolah tenaganya terkuras habis, dengab butir-butir keringat yang menetes dari dahinya, sungguh dia sangat lelah.
" kyu...cho kyuhyun jawablah aku" teriaknya lagi nyaring masih berusaha.
" aku mohon jawablah aku kyu, kau ada di mana?!" ucap kibum sedikit panik dengan nafas yang mulai memburu sampai samar-samar dia melihat sebuah tubuh yang terduduk sambil menyembunyikan wajahnya di balik pangkuannya, menangis.
" kyu...kaukah itu?!" tanya kibum sedikit was-was berjalan pelan mendekati sesosok tubuh yang kini sedang bergetar hebat hingga sosok itu menoleh mendadak dan menampilkan seringai menyeramkan dengan wajah rusak terbakarnya membuat kibum terkejut setengah mati mundur mendadak dan jatuh terduduk dengan tongkat bisbol yang di pegangnya terlempar jauh, seolah jantungnya berdetak dengan tidak normal melihat sosok mengerikan tadi sampai sebuah bayangan mendekatinya dan menyadarkannya dari keterkejutan.
" kibum kau datang, ah...syukurlah" ucap suara itu lagi membuat kibum menatapnya dan seraut wajah seorang cho kyuhyun hadir di depan matanya dengan iris selelehan caramelnya yang terlihat berkaca-kaca bahagia. Tanpa di duga kyuhyun jatuh memeluknya erat.
" terima kasih kau sudah datang, terima kasih kibum" ucapnya bahagia cairan liquid hangat itu mengalir begitu saja dari kedua bola mata kyuhyun.
" syukurlah kau baik-baik saja, syukurlah aku bisa menemukanmu, ayo cepat kita pergi dari sini kyu sebelum bayangan jahat itu menghalangi kita untuk keluar" ucap kibum menarik tangan kyuhyun untuk berlari bersamanya sampai sebuah teriakan nyaring melengking menghentikan gerakannya.
" tiiddaaaaaakkkkkk...kau tidak boleh membawanya kibummieee...kau tidak boleh membawanyaaaaa..." teriakan itu kembali berkumandang nyaring memperlihatkan sosok mengerikan yang sedang merangkak mengikuti kibum dan kyuhyun, entah kenapa seolah bayangan jahat itu terlihat sangat lemah jauh lebih lemah dari sebelumnya.
" jangan bawa dia pergi dari sini, kibummie..." ucapnya lagi sarat emosi, bahkan nada suaranya membuat hati kibum sedikit bergetar dan ragu sesaat melihat bayangan menyedihkan itu lagi dan kali ini dia menangis, entah kenapa saat melihat bayangan itu menangis dan memanggil namanya terselip perasaan janggal aneh dan terasa sangat mengusiknya, seolah ada hal yang salah saat ini. Kibum menatap bayangan itu sekilas, ragu seseolah sedang mengerogoti hatinya. Sekilas kibum mengamati bayangan itu dan menghentikan laju larinya.
" kibum, ayo cepat kita pergi sebelum dia menguat dan tak membiarkan kita keluar dari sini" teriak kyuhyun membuyarkan pemikiran anehnya yang sedang berkecamuk di dalam benaknya. Kibum menepis semua pemikiran aneh yang sempat menyusup ke otaknya dan kembali menarik kyuhyun menjauhi bayangan menyedihkan dengan wajah rusak itu yang sedang menatapnya sedih terpuruk dan kembali liquid bening itu mengalir tanpa henti dari kedua bola matanya.
" kibummie jangan pergi...aku mohon...jangan pergi...aku kyuhyun...aku kyuhyun..." bisiknya lagi terisak sedih dengan hati yang sangat sakit seolah remuk dan hancur berkeping-keping melihat orang yang di harapkannya pergi dengan membawa orang yang salah.
Sementara kyuhyun yang berlari di belakang kibum terlihat menyeringai senang menatap bayangan dirinya yang terlihat menyedihkan di belakangnya.
" bye...kyu..." bisiknya pada kyuhyun yang menatapnya putus asa dan kembali menyeringai dengan mata merahnya yang bersinar dalam gelap.
TBC.
R
E
V
I
E
W
Please_
