copyright and disclaimer on chapter 1

...

A/N : keterbatasan pemilihan kata, penggunaan kalimat yang terkesan berulang, typo, abal, alur melewati batas kecepatan maksimal dalam penulisan cerita dan kecacatan lainnya adalah bentuk ketidak sempurnaan saya sebagai Author biasa. Mohon di maklumi dan author akan lebih berterima kasih jika review yang diberikan bisa membangun. (meski saya tidak yakin bisa sempurna 100% tapi tak ada salahnya untuk mencoba.)


Tenggang waktu belum mencapai jangka yang ditentukan, sebagian dari kota kecil tempat Kaito tinggal bersama Miku dan Kiyoteru kini telah porak poranda di beberapa area. Ingram-Ingram produksi masal Alexandria dengan seenaknya membuang amunisi mereka ke segala objek yang sekira mereka bagus untuk dijadikan target, seperti sekumpulan anak kecil yang sedang bermain dengan pistol air berisi cat untuk membuat coretan-coretan abstrak di mana-mana.

Mobil-mobil jip dikerahkan di jalanan. Mereka mengangkut wanita dan anak-anak. Para wanita akan diperjual-belikan sedangkan anak-anak direkrut menjadi calon tentara elit. Anak-anak itu akan ditampung di base-camp dan dilatih dengan berbagai bentuk latihan berat yang cukup menyiksa fisik dan mental untuk mengasah insting mereka. Di sana juga mereka akan diadu satu sama lain untuk menentukan siapa yang terbaik, di mana yang lemah akan "tereliminasi" dan yang kuat akan terus beradu hingga bernasib sama atau benar-benar lulus.

Kaito mengintai melalui night vision Death Liger yang berlari menembus kegelapan malam terlihat geram, Miku di jok belakang terlihat lebih sedih karena ia bisa melihat lebih jauh melalui mata Death Liger. Mesin itu sendiri secara otomatis menambah laju larinya, bahkan tanpa Kaito menekan tombol Booster, kucing besi yang ia piloti telah menyulut sepasang thruster di punggungnya. Seolah ia bisa membaca perasaan dua orang yang berada di kepalanya.

Tidak lama kemudian, keberadaan mereka pun terbaca oleh radar musuh. Beberapa unit musuh yang sudah ada di kota segera dikerahkan di titik di mana Death Liger akan menampakkan diri. Night vision dalam kondisi on dan senjata mereka juga dalam posisi siap tembak untuk menyambutnya.

"Kepada seluruh unit, harap waspada. Sebuah unit misterius bergerak dalam kecepatan tinggi dari arah barat!" begitulah pesan yang mereka terima beberapa detik yang lalu. Tapi, hingga lima menit terlewat, mereka tak kunjung mendapati objek yang mereka tunggu. Beberapa dari mereka bahkan mulai tertawa dan menganggap bahwa itu hanyalah gurauan para awak kapal induk yang bosan karena hanya bisa duduk menatap monitor. Hingga akhirnya auman Death Liger bergema keras memecah tawa mereka.

"Hei! Suara apa itu?!"

"Apa aku tidak salah dengar?! Itu terdengar seperti singa atau harimau yang mengaum!"

"Tapi singa atau harimau tidak bisa mengaum sekeras ini!"

Racau para tentara Alexandria di radio transmisi karena sedikit terkejut. Tak lama kemudian mereka kembali berjaga-berjaga, tapi bagi Kaito, semua itu sudah terlambat. Salah satu dari sekian Ingram produksi masal yang telah dikumpulkan di satu titik itu kehilangan kepalanya. Bunga api dan loncatan-loncatan listrik terlihat dari bagian leher yang terpotong dengan bekas tercabik. Bagian kepala dari ingram yang mereka gunakan saat itu adalah salah satu bagian vital dari mesin, jadi, begitu kepala terlepas dari badan, Ingram itupun mengalami shutdown secara otomatis.

Kejadian tersebut sangat cepat, cukup cepat bagi tentara biasa yang sedang lengah di medan tempur. Hanya meninggalkan jejak kaki di aspal jalan, Death Liger kembali berkamuflasi dengan sekitarnya. Ingram lain yang menyadari bahwa mereka telah kehilangan salah satu rekan berseru panik. "Unit 09 berhasil dijatuhkan!"

"Hah?! Bagaimana mungkin?" respon beberapa pilot Ingram lainnya. mereka mulai kebingungan dengan serangan tiba-tiba yang begitu cepat seperti itu. Mereka pun berusaha lebih keras lagi untuk mencari siapa lawan mereka.

"Hei semuanya! Coba perhatikan radar!" salah seorang dari mereka kembali berujar. Sebuah objek yang ditandai warna merah tengah berlari mengelilingi mereka, disusul auman yang sama. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.

"Sial! Sebenarnya apa itu?!"

"Apa mungkin monster?"

"Bodoh, mana ada monster di dunia ini!"

Dan sekali lagi sebuah mesin tumbang. Mecha itu kehilangan sebelah lengannya karena sesuatu yang tidak dia sadari muncul di belakangnya dan mengunyah bagian tersebut. Suara ledakan kecilnya cukup untuk mengalihkan tentara yang lain.

"Aaaah! Aku di serang! Tolong aku!" pekik sang pilot di dalam mesin. Ingramnya sendiri terjungkal karena ledakan tangannya. kerusakannya tergolong parah karena ia kehilangan lengan mulai dari pundaknya.

"Hei dia kenapa?!"

"Target kita menyerangnya karena kau terlalu banyak bicara!"

Panik dan kekacauan mulai terjadi antar pilot karena kurangnya kerja sama. Seperti yang Kaito prediksi untuk ukuran tentara kelas rendah. Death Liger kembali mengaum, satu korban kembali jatuh, dan seperti dua yang lain, keberadaannya tidak terlacak karena kemampuan manuver Liger yang menakjubkan didukung oleh lansekap yang dipenuhi gedung tinggi serta kegelapan malam membuat Liger lebih sulit dilihat.

Kaito terus melakukan taktik tersebut hingga jumlah lawan berkurang drastis. Semua korbannya tumbang dengan bekas gigitan yang cukup parah di bagian pangkal lengan, kaki atau kepala. Dan ia sama sekali tidak mengincar kokpit pilot seperti yang selalu ia lakukan semasa dulu. Itu adalah wujud bahwa ia benar-benar telah mengubur Jack Frost di dalam dirinya.

Tapi taktik itu tidak berlangsung lama begitu segerombolan misil penjelajah menuju ke arahnya dari arah yang tidak terduga. Kaito dan Liger segera mengelak dengan menunduk cukup rendah sehingga misil-misil itu meleset dan menghantam Ingram lain yang juga sedang mencari-cari keberadaannya.

"Hooo, lihat apa yang ku temukan? Rupanya ada seekor jaguar di sini, pantas saja pasukanku yang payah kewalahan." terdengar suara seseorang dari sebuah mesin yang terlihat melayang di atas langit. Ingram itu berwarna coklat dengan corak loreng seperti harimau. Pundak, dada dan betisnya terbuka, asap tipis tampak mengepul dari setiap lubang yang ada di bagian-bagian tersebut. Setelah menutup semua bagian tadi, kali ini mesin itu mengarahkan sebuah senapan berukuran besar ke arah Death Liger.

Death Liger menggeram, Kaito membawanya berlari menjauh begitu cahaya-cahaya kecil berkumpul di mulut senjata lawan yang mengarah pada mereka. "Siapapun dirimu, aku akan dengan senang hati memburumu." Lanjut sang pilot misterius dari lawan baru Kaito seraya menekan pelatuk. Partikel cahaya yang tadi terkumpul seketika itu juga dimuntahkan dan membentuk sebuah garis cahaya berukuran jauh lebih besar dari moncong senapan itu sendiri. Cahaya itu menembus tanah disusul sebuah ledakan hebat dan meninggalkan bekas kawah yang cukup besar.

"Kau tahu, berdiam diri di istana kerajaan itu membosankan." mesin itu mengokang kembali senjatanya dan kembali membidik Death Liger.

x-0-x

Kaito dan Liger terus berlari di antara pohon-pohon beton di sekitar mereka, tidak membiarkan lawan memperoleh kesempatan untuk membidik untuk kesekian kali. Jika terpaksa melalui jalanan terbuka, ia akan membuat Liger berlari zig-zag agar sulit terkunci dan beberapa tikungan tajam saat berbelok arah. Sehingga jalanan menjadi penuh oleh bekas cakaran kaki-kaki lincah Liger.

Kaito terus berpikir, bagaimana caranya menjatuhkan lawan yang melayang di udara dengan unit yang hanya bisa berlari di atas tanah?

"Kaito…" panggil Miku di belakangnya. Pemuda itu menoleh. "gunakan mode King Liger." lanjut gadis yang telah menyatu bersama mesin yang ia piloti. Saat itu pula di monitor Kaito muncul sebuah frame dari King Liger, sebuah mecha baru dari perubahan bentuk Death Liger.

;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;

DX-01 KING LIGER

;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;

Armaments

-Variable Phase Shift Armor-

-Twin Tesla Drive Booster Engine-

-Imperial Laser Claw-

-Charged Diffuse Particle Liger Cannon-

;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;

Note

Fury system is available while in King Liger Form

;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;-;

King Liger berbentuk humanoid atau menyerupai manusia seperti mobile suit pada umumnya. Postur tubuhnya sedikit tegak karena bagian kaki belakang hanya mengalami sedikit perubahan. Bagian kepala sekaligus kokpit pilot berpindah di bagian dada. Sedangkan letak kepala yang sebelumnya, ditempati oleh kepala mecha yang baru dengan hiasan mahkota bertanduk tiga. Bagian cakar juga berubah lebih kebentuk jari-jari manusia tanpa menghilangkan ujung-ujungnya yang meruncing.

Dan yang paling menarik perhatian Kaito saat ini adalah Dual Booster Death Liger yang ter-upgrade menjadi Twin Tesla Drive Booster. Itu adalah mesin pendorong yang biasa digunakan Ingram khusus agar bisa bertempur di udara. Serta Variable Phase Shift Armor, yaitu medan khusus yang melapisi permukaan metal mobile suit sehingga ia lebih tahan terhadap serangan lawan baik berupa beam maupun fisik. Tanpa berpikir dua kali, Kaito pun mengaktifkan mode King Liger.

Mata Death Liger kembali berkedip terang, Dual Booster di punggungnya mulai berubah bentuk dan membawa mereka melesat tinggi ke udara sementara kelip-kelip cahaya memancar dari celah-celah armor. Lawan yang sedikit terkejut dengan pergerakan Liger yang tiba-tiba, terhenti di tempatnya. Ia memperhatikan kucing hitam yang sebelumnya hanya bisa berlari kini semakin terbang jauh di atas langit, yang mana kemudian sebuah ledakan cahaya sekilas membutakannya.

Begitu intensitas cahaya tersebut berkurang, muncullah wujud baru Death Liger yang telah bermetamorfosis. Tubuh yang sebelumnya berwarna hitam legam kini berganti putih berbelang-belang karena efek dari Variable Phase Shift Armor yang dalam kondisi On. Cahaya Bulan purnama yang jatuh di belakangnya juga semakin menambah kesan akan kekuatan baru yang kini dipertontonkan kepada lawan, membuat Kaito merasa takjub oleh kemampuan mesin yang ia kendarai.

Pilot Ingram lawan terdengar sedang berdecih. Penuh geram, dia pun mengarahkan senjata berdaya hancur tinggi di tangannya dan melepas sebuah tembakan ke arah King Liger. King Liger dengan sigap mendorong dirinya ke samping untuk menghindar, lalu menukik turun dalam kecepatan tinggi untuk membalas. Jemarinya mengepal, diikuti cahaya keemasan menyelimuti tinjunya.

"Haaa! Imperial Dive Strike!" seru Kaito seraya menarik kepalan tinju King Liger lebih kebelakang, sementara mecha miliknya terus melesat mempersempit jarak dengan target. Dan begitu lawan berada dalam jangkauan, tinju mematikan itu segera ia layangkan ke wajah mobile suit lawan. Sebuah kilatan garis cahaya horizontal bersinar. Pukulannya sedikit meleset dan hanya menghancurkan sebagian wajah. Namun cukup untuk membuat Ingram asing itu terpental jauh terpontang-panting di atas tanah sampai akhirnya menghantam sebuah gedung tua.

King Liger pun memasang pose kemenangannya dan mengaum sekali lagi. Lawan yang ia jatuhkan dalam sekali serang seperti yang lain tak memperlihatkan gerakan apapun kecuali rocket pod melesat menuju kapal induk Alexandria, disertai perintah mundur yang diumumkan lewat udara.

x-0-0-x

Malam yang panjang telah berakhir, para tentara Alexandria berhasil mereka usir bahkan hampir kehilangan seluruh unit yang mereka kerahkan hanya untuk sebuah kota kecil di tepian hutan. Dan di pagi harinya, Miku menghampiri tempat yang paling ia sukai. Sebuah sungai di tepi sawah yang selalu ia kunjungi bersama Kaito. Biasanya ia akan langsung menceburkan diri ke airnya yang dangkal, tapi kali ini ia hanya duduk di tepian sambil mengamati langit biru.

Mulai hari ini dan seterusnya kehidupan gadis berambut teal itu akan berubah. Ia bukanlah seorang gadis biasa seperti yang ia ketahui selama ini, melainkan sebuah artificial life-form atau makhluk hidup buatan yang sebagian tubuhnya berupa mesin. Entah itu jantungnya? Hatinya? Ataukah organ dalam lainnya? ia tak tahu pasti karena semua terlalu nyata untuk dikatakan sebuah kebohongan. Tetapi kemampuannya yang bisa bersinkronisasi dengan robot besar ciptaan ayahnya telah membuktikan bahwa ia memang bukanlah manusia seutuhnya.

"Aku ini… apa?" ucapnya sedikit bersedih. Manusia adalah makhluk yang mudah sekali takut akan hal-hal yang menurut mereka asing dan berpotensi untuk mencelakai. Gadis itu tidak bisa membayangkan, bagaimana perilaku orang lain jika mereka tahu bahwa ia bukan manusia?

"Kamu adalah kamu, Miku." sahut Kaito yang mendengar rintihan Miku. Pemuda itu tengah tiduran di cakar Liger yang sedang duduk di belakangnya sambil mengibas-ibaskan ekor, menikmati hangatnya mentari pagi yang menyelimuti tubuhnya. "Jangan biarkan penilaian orang lain menentukan siapa dirimu, tapi buatlah dirimu agar bisa mengubah penilaian orang lain padamu. Selama kau bersikap seperti Miku yang selalu ceria, mereka semua pasti akan menerimamu apa adanya." lanjut Kaito yang kemudian disambut raungan Liger.

Pemuda itu pun tentu saja kaget oleh suaranya yang begitu keras dan jatuh terjerembab di tanah beraspal. Ia merintih kesakitan lalu bangun sambil mengumpat-ngumpat pada Liger sambil membersihkan jaketnya. Kucing besi itu membalasnya dengan tatapan mata yang bersinar merah darah. Kaito sempat tertegun dan berkeringat dingin sebelum kembali nekat memakinya. "Da-dasar kucing kaleng!" akibatnya, sebagai konsekuensi karena menghina robot berkecerdasan tinggi, ia pun terlempar ke sungai oleh sentilan jari Liger. Praktis membuatnya basah kuyup.

Miku yang melihat tingkah mereka, khususnya Kaito yang sekarang menggigil di tengah sungai, hanya tersenyum geli. Sedangkan Liger di belakangnya memiringkan wajah seperti memberi Kaito sebuah troll-face lengkap dengan suara-suara geraman yang terdengar seperti tawa mengejek.

Kaito menggertak gigi karena jengkel, tapi kemudian gertakan gigi itu berganti huruf "O" saat melihat Miku yang mulai tertawa. Miku yang merasa diperhatikan Kaito sedikit demi sedikit mengurangi tawanya. Ia menatap manik biru pemuda itu untuk sekilas, lalu berpaling dengan semburat merah jambu di pipinya. Liger yang mengamati Miku menoleh, ia menggeram seolah berkata, "kamu kenapa?". Miku yang juga seakan paham oleh isyarat Liger menggeleng pelan. Liger memiringkan kepala lalu mendongak, tingkahnya seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.

Perhatian kucing itu lalu tertuju pada Kaito yang sekarang telah menepi dan tengah memeras jaketnya sambil menggerutu, lalu beralih ke Miku. Dan akhirnya Ia pun mengerti tingkah gadis remaja itu yang dia rasa cukup aneh.

Kali ini kucing itu mulai berani usil. Ketika Kaito kembali menghampiri cakarnya, ia mendorong Miku yang sedang duduk seolah tidak menghiraukan pemuda itu di dekatnya. Akibatnya, Kaito pun terjatuh untuk kedua kali. Hanya saja sekarang ditambah Miku yang berwajah sangat merah menindihnya. Kaito tidak sempat menyadari apa yang terjadi barusan karena Gadis itu segera bangkit darinya dan mulai melempari Liger ─yang sedang menutup mata dengan kedua cakar depan seperti tidak ingin mengintip─ dengan batu sambil berteriak "BAKA! BAKA! BAKA!"

x-0-0-0-x

Hiyama Kiyoteru, pria yang dulu dikenal dengan julukan Death Note ini kini sedang menikmati kopi kegemarannya. Julukan itu diberikan padanya karena ia selalu membawa buku tipis bersampul hitam ke mana saja ia pergi saat berada di istana Alexandria. Semua orang di sana tidak pernah tahu, bahwa buku itu memang sebuah Death Note, atau lebih tepatnya salinan manuskrip yang ia gunakan untuk menciptakan Liger.

Pria berkacamata itu membalik satu persatu halaman buku kesayangannya sambil sesekali menyesap minuman berwarna hitam di cangkirnya. Tak lama kemudian, tatapan pria itu terhenti pada sebuah gambar sketsa seekor makhluk berwujud naga berkepala delapan di tengah-tengah sebuah halaman. Ia memicing, mengelus gambar itu dengan jarinya.

"Kamui tidak boleh sampai menghidupkan kembali makhluk ini," gumamnya, "jika sampai terjadi. Maka kerusakan besar akan terjadi di mana-mana." pria itu berdiri lalu berjalan ke sebuah peta yang terpajang di ruangannya. Di salah satu sudut peta itu terdapat tanda "X". Itu adalah tanda di mana ia menemukan Liger dan menghidupkannya kembali.

"Saat ini Alexandria tengah mempersiapkan kebangkitan Geno Orochi." pria itu lalu melirik ke setiap gambar binatang-binatang mitologi di setiap sisi peta miliknya yang masing-masing berbentuk naga, harimau, burung phoenix dan kura-kura. "Para Elemental Beast yang baru berhasil dibangkitkan sejauh ini masih dua saja, Death Liger milikku dan Soul Phoenix milik putri Luka Megurine dari kerajaan Limbum." ia menghela napas.

"Satu-satunya yang bisa menemukan dua Elemental Beast yang lain adalah Miku, pecahan Core dari Liger akan menuntunnya. Sayangnya aku sudah terlalu tua untuk menjalankan misi berat seperti ini. Tetapi sekarang, dengan adanya Jack Frost di pihakku…" ucapan Kiyoteru terhenti, ia merunduk sambil meremas dadanya. Itu adalah serangan penyakit yang telah menggerogotinya sejak lama yang sampai saat ini tak seorangpun tahu bahkan Miku sekalipun.

"semoga semua masih sempat untuk diperbaiki sebelum waktuku tiba"

.

.

.


Thanks for read. n_n

mind to review?


Hint :

Cerita ini sudah melenceng dari aslinya. Karena sejak awal, mecha bernama Ikarus telah diganti oleh Death Liger beserta karakter-karakter lain yang di-convert menggunakan karakter-karakter dari Vocaloid. Ditambah beberapa hints dari beragam serial dan game bertema mecha yang author ketahui untuk memperpanjang cerita.

A/N : terima kasih kepada semua yang bersedia meluangkan waktunya untuk fic sederhana author, lebih-lebih bagi yang telah meninggalkan review. untuk pair, mungkin yang mulai terlihat saat ini adalah Kaito dan Miku, tapi...

.

to be continued