copyright and disclaimer on chapter 1
...
A/N : keterbatasan pemilihan kata, penggunaan kalimat yang terkesan berulang, typo, abal, alur melewati batas kecepatan maksimal dalam penulisan cerita dan kecacatan lainnya adalah bentuk ketidak sempurnaan saya sebagai Author biasa. Mohon dimaklumi dan author akan lebih berterima kasih jika review yang diberikan bisa membangun. (meski saya tidak yakin bisa sempurna 100% tapi tak ada salahnya untuk mencoba.)
Yohio menatap Aoki penuh khawatir. Sejak dia mendapatkan mecha terbaru dari pusat pengembangan teknologi Alexandria serta ditugaskan untuk menyerang ibu kota Limbum, dia seperti orang kurang waras yang menahan rasa senangnya. Ia akan tersenyum lebar hingga setiap deretan giginya terlihat dengan mata menerawang menyipit tajam setiap kali mengingat tugas yang diamanatkan padanya. Setiap jemarinya sesekali tampak seperti tidak sabar untuk mencengkeram sesuatu, atau lebih tepatnya menerkam, dan itu tampak semakin mengerikan dengan kuku-kuku yang selama ini tidak ia potong, melainkan ia biarkan tumbuh dan ia runcingkan. Bahkan, gadis itu mewarnainya dengan warna merah. Sesuatu yang sangat bertolak belakang jauh dari kepribadiannya semula.
Perjalanan mereka menuju Limbum tidaklah memakan waktu lama. Tepat tengah hari, kapal induk khusus pasukan elit telah sampai di atas kota tersebut. Hal ini mungkin terdengar gila, tapi sungguh, dalam misi kali ini hanya ada tiga unit saja di dalam kapal induk tersebut, unit bantuan baru akan dikirimkan melalui kapal induk lain tergantung dari keberhasilan misi mereka atau tidak. Yaitu menjebol lapisan kubah energy shield dan menerobos masuk dinding pertahanan Limbum.
Kota di bawah mereka sekarang telah tertutup kubah seperti yang mereka inginkan. Hal ini berarti sistem pertahanan mereka telah membaca, mendeteksi dan mengantisipasi kedatangan para pasukan elit Alexandria tersebut. Beberapa unit Ingram kerajaan terlihat di balik tempurung berwarna biru langit di sana. Mereka semua bersiap untuk memberikan balasan saat target berada dalam jangkauan yang cukup dekat dengan lapisan pertahanan kota mereka.
Hangar kapal induk Alexandria akhirnya terbuka, semua mecha di bawah sana mulai bersiap-siap dengan senjata masing-masing. Suara desing particle cannon yang di-charge terdengar di seluruh penjuru. Aoki dan Echidna miliknya kemudian diterjunkan. Mesin berukuran besar itu segera terbang melayang-layang di langit bak seekor naga raksasa. Semua lawan di bawah yang melihat bagaimana siluet hitam tersebut seolah menelan cahaya matahari di atas mereka otomatis tercengang .
"Apa itu…"
"Naga?"
"Kita tidak pernah mendengar Alexandria memiliki mesin semacam itu!"
Ungkapan-ungkapan semacam itu mulai terdengar saling bersahutan di radio transmisi. Daisuke Alberto yang mengendarai unit tipe strength/melee close combat, SilverSoul, mengepalkan tinju mesinnya dan menyeru kepada setiap unit untuk kembali fokus. Ia tidak ingin korban berjatuhan tanpa terkendali jika sampai pertempuran pecah antar kedua pihak.
Lalu suara tawa melengking seorang perempuan terdengar cukup jelas dari atas mereka. Saat semua kembali mendongakkan kepala, tampaklah sosok yang tadi seperti naga tengah melingkarkan tubuh membentuk spiral sambil merentangkan sayapnya lebar-lebar, sehingga terlihat lebih besar dan sangat mengerikan. Kedua sayap tadi perlahan-lahan menyala keemasan dan dari setiap ruas tubuh mesin itu, sepasang sinar laser mulai ditembakkan bertubi-tubi bersamaan dengan tawa mengerikan sebelumnya yang kembali bergema memenuhi penjuru kota.
Semua unit terdiam tak bergerak memperhatikan bagaimana benda asing itu berusaha menggerus energy shield dengan rentetan laser yang terfokus pada satu titik. Sementara unit asing tersebut terus tertawa tanpa berhenti melakukan tugasnya, keringat dingin sebagian tentara Limbum bercucuran seiring ekspresi horror perlahan-lahan merayapi wajah mereka. Perlahan tapi pasti, sebuah lubang mulai terbentuk di permukaan energy shield tersebut. Unit mengerikan itu menghentikan tembakannya. Kali ini, dengan kedua lengannya yang besar dan berkuku tajam, dia mulai merobek sistem pertahanan utama ibu kota Limbum.
Listrik-listrik statis berloncatan di permukaan armor. Jika biasanya bagian dari sebuah unit akan perlahan-lahan hancur jika berusaha menembus medan energy shield, tapi mesin satu ini tidaklah menunjukkan tanda-tanda demikian. Ia terus mengerahkan tenaganya untuk membuat celah yang lebih besar lagi.
Pasukan yang sejak tadi bersiap segera diperintahkan untuk menyambut lawan mereka. Sepuluh unit melesat bersamaan dan secara berantai melepaskan tembakan tepat melalui lubang yang baru saja terbuat. Suara pekik kesakitan dari perempuan yang menjerit adalah respon balik yang mereka dapat. Cukup keras dan mengerikan hingga membuat bulu kuduk semua prajurit hampir berdiri, sekaligus para unit yang diperintahkan untuk menahannya mengumpat kaget.
"Mesin apa itu sebenarnya! Sejak tadi ia mengeluarkan suara-suara mengerikan seperti Arwah pemangsa manusia!" salah satu umpatan dari sepuluh orang prajurit yang sebelumnya diperintahkan. Asap tebal menyelimuti titik di mana lawan mereka dihujani amunisi sehingga tak seorang pun bisa melihat dengan jelas bagaimana wujudnya yang sejak tadi terhalang bayangan biru energy shield.
Tak lama kemudian, suara tawa makhluk yang ditunggu-tunggu kemunculannya itu kembali menggema. Bersama dengan bunyi-bunyi seperti mesin elektronik yang hampir meletup karena hubungan arus pendek, perlahan-lahan energy shield yang mengayomi mereka pun lenyap seperti kaca pecah berkeping-keping sebelum serpihannya lenyap di udara.
Begitu benda itu menghilang, dua dari sepuluh unit yang lengah dengan segera dicengkeram oleh Echidna. Satu di tangan kanan dan satu lagi di lilitan ujung ekornya. Aoki yang menjadi pilot unit tersebut, mendekatkan unit yang kini ia genggam ke wajah mesin barunya. Suara pilot yang ketakutan terdengar jelas melalui sistim transmisi yang diam-diam ia sadap. Mata Echidna tak jauh berbeda dengan mata manusia. Bahkan bisa berkedip seolah wajah patung itu nyata. Siapapun akan menyangka bahwa mesin ini benar-benar hidup jika ia memperhatikan bagaimana mata itu berkedip di wajah wanita yang selalu tampak tersenyum itu.
Beberapa unit yang memperhatikan bagaimana nasib rekan mereka tercengang. Aoki yang sudah bosan mengamati, kini dengan bangga mendemonstrasikan salah satu metode Echidna dalam menghabisi targetnya. Mesin tak berdaya di tangan itu perlahan ia masukkan ke dalam rahang "Grim Fang Crusher". Suara jerit pria yang meronta-ronta di dalam sana terdengar seperti mencabik daging setiap orang ketika penggiling di balik rahang-rahang tersebut menyala. Echidna tertawa, bersamaan dengan itu, hujan serpihan pijar dari besi yang perlahan-lahan remuk dan masuk ke dalam perutnya menghujani tanah Ibu kota Limbum.
"TOLOOONG! GWAAAHHH!" pekik sang pilot sebelum suara daging tergilas memenuhi sistim transmisi dan membuat beberapa orang mual.
"CROTTT! CRESHHHH! RRRRRRNNNNNNGGGGGG!" mesin pertama habis, kini giliran mesin kedua, dan sekali lagi, suara menyedihkan itu terdengar.
Semua terpaku… dan tak satupun berani menggerakkan Ingram mereka. Semua seperti terjebak dalam mimpi buruk yang memutus aliran syaraf menuju sistim motorik mereka. Sedangkan mesin itu kembali merentangkan sayapnya yang berwarna kehitaman dan tertawa puas.
"Ini adalah hukuman bagi kalian karena telah berani merebut kakak dariku! Aku akan mencerna kalian semua! Ha ha ha ha ha ha!"
x-0-x
"Prajurit, bagaimana kondisi pertempuran!" seru sang raja yang penasaran. Setiap orang di markas pusat pertahanan tampak sedang mengalami masalah serius. Mereka berlalu lalang dengan penuh tergesa-gesa.
"Tuanku Megurine, unit yang kita kirimkan sedang kewalahan!" lapor seorang staff.
"Berapa musuh kita!"
"Sejauh ini hanya satu unit, Tuanku!" Yuuma tercengang. Mustahil. Dia pun meminta untuk sebuah tampilan visual. Staff itu mengutak-atik tuts keyboard di mejanya lalu sebuah CCTV di sudut kota menampilkan jalannya pertempuran. Saat itu, tepat ketika Echidna melahap satu unit lagi dan tidak mempedulikan beragam jenis peluru yang menghujani. Sesuatu yang ganjil benar-benar terlihat jelas di sana. Beberapa orang di dalam markas terlihat jijik dan ketakutan, Yuuma adalah sebagian dari beberapa orang yang terlihat tenang dan mengamati unit asing tersebut.
"Unit itu... menggunakan nanomachines." gumamnya ketika memperhatikan setiap bagian Echidna yang kembali seperti sedia kala setelah begitu susahnya digores oleh pasukan Limbum sesaat dia usai menelan unit lain. Dengan kata lain, mesin itu tidak akan bisa dijatuhkan selama ada unit lain yang bisa ia santap di sekitarnya.
"Perintahkan semua unit untuk menghindari kontak langsung dengan lawan. Usahakan semua pertarungan dilakukan dengan jarak Long range!" titahnya yang langsung disambut seruan para staff.
Sementara itu di kapal induk Alexandria, Yohio yang mengamati kengerian Aoki di medan laga, hanya duduk termenung. Oliver di sebelahnya tertawa sambil sesekali menyemangati Onee-chan-nya dan menyemil sekantong pop corn seolah tengah menonton film layar lebar. Bocah itu mengomentari betapa keren sang Onee-chan dengan mesin barunya, juga berteriak kegirangan setiap kali Echidna melahap lawannya.
"Kunyah mereka semua Onee-chan!" seru bocah itu seraya memasukkan segenggam penuh jagung berondong rasa manis di mulutnya dengan gaya meniru Echidna. Lalu tiba-tiba alarm di ruangan mereka berbunyi. Itu adalah tanda bahwa mereka sekarang dibutuhkan untuk mem-back-up Echidna.
"Hore! Akhirnya aku boleh menemani Onee-chan!" teriaknya kegirangan.
x-0-0-x
para prajurit Limbum kali ini mengubah formasi mereka. Semua unit hanya menembaki di kejauhan sementara Alberto menghalau Echidna dengan SilverSoul yang bergerak sangat gesit. Bagaimanapun, Echidna masih berupa ancaman bagi mereka karena mesin itu cukup besar dan gerakannya juga tidak selamban yang Alberto kira, walau masih belum bisa menandingi SilverSoul.
"GOD HAND CRUSHER!" seru pemilik mesin berwarna perak dengan garis-garis hijau metalik di setiap persendiannya. Cahaya berwarna zamrud terang melesat ke arah wajah Echidna dan menghantamnya saat mencoba meraih unit-unit kecil di sekitar. Aoki di dalam sana mulai jengkel dengan mesin aneh yang mengganggu aksinya membalas dendam membabi buta. Setiap kali ia mencoba untuk melawan, mesin itu selalu menghindar. Tetapi saat ia hendak mengejar unit lain, mesin itu akan selalu datang dan menjatuhkannya. Lambat laun tubuh Echidna dipenuhi bekas-bekas lekung karena digerus oleh peluru dan particle beam. Terima kasih dengan kombinasi adamantium dan variable phase shift armor yang ia miliki, mesin itu tidak sampai hancur atau pun malfungsi.
"Tetap seperti ini semuanya! Kita hampir bisa menjatuhkannya!" seru Alberto bersemangat. Unit raksasa yang berusaha bangkit di tengah pertempuran mereka kembali berteriak. Di luar dugaan, ia kembali melesat terbang ke atas langit dan sekali lagi mengembangkan sayapnya yang perlahan-lahan berpendar kemerahan. Aoki di dalam kokpit terlihat terengah-engah dan juga geram.
"Sudah cukup kalian bermain-main denganku! ARMAGEDDON EYES!" teknik Echidna untuk menjebol energy shield kembali digunakan oleh gadis itu. Mesin berwujud monster tersebut sekali lagi tertawa dan menghujani seluruh kota dengan particle beam dari setiap lubang mata tengkorak di ruas-ruas perutnya. Satu persatu unit hancur berkeping keping, beberapa masih sempat termutilasi sebelum meledak, dan beberapa lagi malfungsi.
SilverSoul dan Alberto selamat dari serangan membabi buta tersebut. Mereka terdiam di tempat dengan kuda-kuda bertahan sementara asap debu beterbangan di sekelilingnya. "Cih!"
"Aoki nee, serahkan mesin itu padaku!" kali ini suara anak kecil terdengar di atas langit. Aoki menoleh dan mendapati mesin berwarna ungu dengan bentuk seperti malaikat pencabut nyawa, lengkap dengan sabit dan sayap kelelawar, melayang di dekat wajah Echidna.
"Aoki nee kasih makan Echidna dulu ya, biar aku yang akan menghalau mesin berwarna perak itu." ujarnya lalu melesat turun ke arah Alberto. Ia mengangkat tinggi-tinggi sabit dengan beam saber sebagai bilah, tepat ke arah SilverSoul. "Lawan mu kali ini adalah aku!"
SilverSoul menghindari serangan langsung tersebut dengan cara melesat mundur. Alberto menggertak gigi saat sabit lawan menghunjam tanah di mana SilverSoul tadi berdiri. Ia pun segera membalas dengan melancarkan sebuah pukulan tepat di kepala unit itu. Oliver yang sudah bisa menebak kalau serangannya akan meleset tersenyum kecil. Ia hanya memutar tubuh Blitzchen sedikit kesamping, lalu menendang punggung SilverSoul saat mesin itu berada tepat dalam jangkauan.
"Ha ha ha, tidak kena, wee."
x-0-0-0-x
"Tuanku! Strategi kita berhasil dipatahkan, sekarang kita kembali terdesak dengan kemunculan unit baru yang menahan SilverSoul yang dipiloti jendral Daisuke Alberto!" lapor seorang staff markas, "Unit raksasa lawan kini kembali memburu pasukan kita! Kita kewalahan!" sambungnya dengan panik.
Yuuma di sudut ruangan kembali berpikir mencari cara. Ia sempat hendak mengutus salah seorang jendral yang lain untuk membantu Alberto. Namun niatan itu tertahan oleh Luka yang sekarang muncul di tengah-tengah ruang utama.
"Aku akan maju untuk membantu Daisuke!" ucap gadis tinggi semampai itu. Di sebelahnya ada Gumi yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Luki awalnya tidak setuju, tapi ini adalah Luka. Adik perempuannya ini jika sekali mengambil keputusan tidak akan mundur sedikitpun. Melarang pergi tidak akan sejengkal pun menghentikan langkah kakinya. Sang raja Limbum hanya bisa mendesah kalah dan mengijinkan mereka berdua ikut ambil bagian dalam pertempuran.
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Soul Phoenix System
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Identify Pilot ...
"Princess Luka Megurine, Soul Phoenix, Id. 998. "
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Welcome, Princess Luka Megurine...
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Soul Phoenix System
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Cek All Soul Phoenix Sytem
• Engine...On
• Mirage Colloids...100%
• Sword Close Combat...On
• Radar...On
• Soul Phoenix Condition ...Fine ...Ready
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
Soul Phoenix System
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
• Auto Launcher /10%/65%/100%
• Auto Sensor /100%
• HQ Connect /100%
• Pact new Info Battle System /100%
• Power Management /100%
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
"Luka Megurine, unit Soul Phoenix, ready!" lapor Luka setelah menyalakan Soul Phoenix di hangarnya. Layaknya SilverSoul dan Echidna, mesin ini juga menggunakan panoramic/linear-seat, yang berarti gerakan mesin ini tergantung oleh gerakan sang pilot. Itu lah mengapa Luka tak berhenti melatih jurus-jurus pedangnya, sehingga ia bisa menggunakan Soul Phoenix secara maksimal.
"Gumi Kojima, unit Jade Artemis, ready!" dibuat hanya untuk Gumi, Jade Artemis adalah sebuah unit khusus tipe long-range. Unit itu dirakit sedemikian rupa agar bisa mem-back-up Soul Phoneix dalam pertempuran. Berwarna hijau metalik seperti SilverSoul, namun hanya menggunakan kokpit standart. Dilengkapi sepasang buster rifle lipat di pinggang, tiga pasang funnel atau satelit kecil yang bisa menembakkan beam, dan untuk senjata utama adalah oxtongue rifle. Senapan khusus yang bisa berganti-ganti jenis amunisi antara peluru, particle beam dan laser.
"Gumi-chan bantu aku ya, oke!" ucap Luka yang masih sempat-sempatnya berkomunikasi dengan Gumi menjelang detik-detik peluncuran mereka. Gadis berambut hijau itu menggelengkan kepala karena tingkah kekanak-kanakan Luka yang selalu ia perlihatkan padanya.
"Ia tuan putri…" jawabnya sambil tersenyum dan menjulurkan lidah. Kemudian melesat meninggalkan Luka menggunakan daya dorongan mesin pelontar yang terpasang di kedua kaki Jade Artemis.
"Gumi-chan! Jangan panggil aku tuan putri! Awas kamu ya!" dan Soul Phoenix pun akhirnya melesat menyusul keberangkatan Jade Artemis.
.
.
.
Thanks for read. n_n
mind to review?
Hint :
SilverSoul di sini adalah carboncopy dari unit Soul Gain dalam game yang pernah saya sebut-sebut di chapter sebelumnya, hanya saja dengan sedikit perubahan warna dan tanpa kumis. ya, SoulGain adalah mesin yang sedikit... lucu... dengan kumis.
untuk Soul Phoenix, ia mungkin sedikit mirip dengan Destiny Gundam, hanya saja, unit ini lebih fokus dalam serangan jarak dekat dan kemampuan manipulasi mirage colloid, dari optical camouflage, wing of light hingga virus spreader (mengacau sistem kontrol unit lawan dan efek halusinasi untuk pengguna panoramic/linear-seat yang lain) dan juga memiliki machine cell untuk meregenerasi kerusakan. namanya di ambil dari trading card game DuelMasters, Soul Phoenix, Avatar of Unity.
sedangkan Jade Artemis, mungkin... ia lebih seperti kombinasi Weisser Ritter dan Strike Freedom Gundam. n_n v
sekali lagi, terima kasih untuk para pembaca yang telah menyempatkan diri untuk membaca fic ini. lebih-lebih meninggalkan reviewnya, maaf, bukannya author gila review, tapi siapa yang tidak senang kalau ficnya mendapat sebuah respon? (asal bukan Flame). sampai jumpa chapter berikutnya. maaf jikalau chapter kali ini menggantung dan adegan battle nya kurang panjang dan memuaskan.
n_n v
.,.,.,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,.,.
