A Piece of Kirland Family's Daily Life Story

©Tsukihime Rivera

Hetalia : Axis Power itu milik Hidekazu Himaruya

tapi ini cerita punya saya

kesamaan cerita murni ketidaksengajaan

i gain no profit by writting this story

Happy Reading!


Child

Sebenarnya, status Peter masih diragukan, antara menjadi anak bungsu Kirkland atau anaknya Tino dan Berwarld.

Mengapa demikian? Karena keempat kakak lelakinya bisa dibilang sudah tidak sayang sama Peter (Irene masih sayang kok sama Peter), sementara Berwarld dan Tino, tetangga mereka yang sudah ehemmenikahehem, sudah seperti menganggap Peter sebagai anak sendiri.

Kalau ditanya, "Peter, anggota keluargamu siapa saja?", maka bocah berusia 12 tahun itu bingung mau menjawab apa. Kalau yang secara sah, pastinya kakak-kakaknya yang menyebalkan. Tapi ia lebih milih jadi anaknya Berwarld sama Tino. Ya jelas sih… hampir tiap malam dia diusir dari rumah gara-gara berantem sama Arthur atau Allistor.

Kalau ada kakak perempuannya, setidaknya ia masih bisa menyusup dan tidur di kamar kakaknya.

Peter menghela napasnya. Ia sudah tidak tahu lagi dengan hal ini. Kalau begini caranya, lama-lama dia bilang saja, "Anggota keluargaku hanya Irene Kirkland."

Toh, nggak sepenuhnya salah kan?


Holiday….?

Liburan musim panas kali ini, seluruh keluarga Kirkland pergi ke Bali, Indonesia, atas rekomendasi teman sekolah Arthur, Lars Maes, pemuda asal Belanda. Katanya, pulau itu banyak atraksi yang menarik, termasuk pantainya yang cocok untuk surfing. Dan karena seluruh kakak beradik itu menderita buta arah yang cukup kronis (?), maka kekasih Lars-lah yang menjadi pemandu mereka, yaitu Kirana Kusnapaharani.

Bukan salah Kirana kalau liburan musim panas mereka menjadi kacau, karena jujur, kakak beradik itulah yang mengacau.

"Pixie~! Unicorn~ kalian disini juga~ ahahaha~"

"Tch. Payah. Seharusnya aku merdeka saja. Dikirain nggak menderita apa, di fitnah masakannya seburuk Arthur?! Masakan Ah[1] kan masih eat-able—"

"Pelangi~ woohooo! I'm at the rainbow slider!"

Pemandangan yang abstrak terpaksa harus dilihat oleh Irene, Dylan, dan Kirana. Arthur yang hanya memakai apron hitam yang biasa ada di bar, Allistor yang hampir membunuh bartender bar itu dengan lemparan beberapa pisau (yang untungnya, bartender itu masih sehat), dan Ian yang bermain seluncuran bagaikan orang yang masa kecilnya kurang bahagia.

Penyebabnya? Minuman beralkohol.

Singkat cerita, sesudah makan malam, Irene mengusulkan untuk kembali ke kamar, semejak Peter tampaknya sudah mengantuk. Namun, Allistor dan kedua adiknya memilih untuk tetap di restoran dengan bar itu, semejak ada band yang menurut mereka menarik.

Pada sekitar jam 1 pagi, saat keempat orang yang telah kembali ke kamar hotel itu sudah tertidur, telepon berbunyi. Dylan yang mudah terbangun pun bangun dan mengangkat telepon, segera panik dan membangunkan kedua perempuan di kamar itu (dia tidak tega membangunkan Peter yang tidurnya benar-benar pulas), menuju ke restoran dengan bar tersebut, dan mendapati pemandangan yang nista itu.

Menurut kesaksian seorang pegawai hotel, mereka meminum beberapa jenis minuman beralkohol, termasuk segelas vodka, sambil menyaksikan band itu. Memang beberapa orang sempat mabuk juga, namun telah kembali sebelum jam 12 malam. Hanya Allistor, Arthur, dan Ian yang keukeh tidak mau kembali, malah semakin mabuk.

Akhirnya, ketiga orang yang mabuk itu dibawa kembali ke kamar hotel dan diceburkan ke bak mandi dengan air dingin, langsung bertigaan (bayangkan betapa sempitnya itu). Irene juga harus bernegoisasi dan memohon agar bartender yang nyawanya bisa melayang itu tidak melaporkan hal ini ke polisi.

Dan pada jam 9 pagi, ketiga pemuda yang telah sadar dari mabuknya, malah demam. Padahal itu baru hari kedua mereka di Bali, dan mereka berlibur di Bali hanya untuk 5 hari (maklum, kekurangan dana). Jadi, selama di Bali, mereka menghabiskan hari-hari mereka dengan di kamar hotel, gara-gara alkohol.


[1]Ah = 'Aku' atau 'I' dalam bahasa skotlandia (Scottish)

Ciao~ Tsu-chan kembali setelah hiatus lama sekali xD maap ya kalau pada menunggu #kegeeran

Bagi yang bingung, saya mau kasih beberapa notes:

Kirana Kusnapaharani = Indonesia (masih OC, dan saya kurang tahu siapa yang membuat. Tapi di , nama ini paling terkenal untuk Indonesia versi perempuan)

Lars Maes = Netherlands (namanya saya ngarang loh- /gaadayangnanya)

dan untuk yang bingung tentang apron hitam yang dipakai Arthur, bisa dicari di google. Biasanya kalau lagi mabuk, si England pake apron itu doank sambil nari-nari (ada gif-nya kok hehe)

By The Way, Tsu-chan mau minta pendapat readers donk! menurut kalian, lebih baik dalam 1 chapter itu 1-2 drabbles atau lebih? Jawab ya lewat PM / reviews *puppy eyes* *wink* /stop

Lastly, karena Tsu-chan masih amatir dan nggak tau mau ngomong apa, beri kritik-saran-pendapat ya :D

jangan nge-flame tapi ya~

Grazie! Thank for Reading!