Chapter 2
Hari ini, gue bangun dari tidur cantik gue yang kayaknya gak ada pengaruhnya sama sekali sama muka gue. Mata gue masih sipit, jadi gue ngeliat kamar dengan efek blur. Begitu udah nggak pake efek lagi, gue mandi.
Gue niatnya pengen ngisi bath tub, gue puter tuh keran. Tapi enggak ada air yang keluar.
"Loh kok...?" gumam gue.
Gue denger samar-samar suara air lancar dari kamar mandi kamar sebelah—kamar Natsu. Yaudah gue langsung telpon tu anak. "Woi! Natsu!" seru gue, ga peduli kalo gue nelpon dari kamar mandi.
"Apaan sih?" Natsu ngejawab agak lama. "Gue lagi sarapan tau gak?"
"Masa?"
"Iya!"
"Bodo!" bales gue kesel.
"Woi!"
"Lu lupa matiin keran kamar mandi yak?!" gue tanya. Kalo orangnya lagi makan, terus kamar mandinya kedengeran suara air, pasti airnya meluber dari bath tub juga... dan itu alasan kenapa keran air gue kagak nyala-nyala. Secara, gue tetangganya. Pasti tetangga gue yang lain ga kena. Soalnya posisi kamar mandinya ga nyatu.
Teori macam apa itu? Gue cuma seneng nyalahin Natsu.
"Eh? DAFUK IYA GUE LUPA!" tu anak jejeritan panik. "Makasih ya Luce!"
"MAKASIH NDASMU, IMPASNYA DI GUE!" gue teriak kesel, terus matiin tanpa kata-kata lagi. Akhirnya, gue bisa mandi dengan tenang...
Tapi gue lupa muter keran air panas. Lalu dengan berat hati gue berendam di air yang sedingin es. Lain kali, gue siapin panci dan kompor di dalem sini, biar gue pake air rebusan tanpa harus nunggu air panas dari keran!
Lalu saat gue meraih botol shampoo dan sabun, gue sadar dua-duanya abis...
Saat gue beranjak dari bath tub, gue sadar handuknya di luar...
"Mulai dah kesialan gua..."
.
"Lu, kenapa telat? Gak biasanya.." Levy nyamperin pas istirahat. Gue menghela napas. "Gue keabisan sabun, shampoo, lupa handuk, air sempet gak nyala gegara Natsu, terus gue lupa bawa uang lebih buat naik ojek. Alhasil gue jalan—liat nih kaki gue berotot!"
Levy merhatiin kaki gue yang jenjang, lalu dia pundung, "Lu, jangan songong ke gue yang emang kurus. Tau Lu, kaki lu jenjang tau gue."
"Ngga gitu Lev.." gue sweatdropped. Bolot Levy kambuh.
Pintu kelas gue kebuka, sesaat kemudian cewek-cewek jejeritan kayak liat kecoak terbang. Untung aja yang masuk bukan kecoak. Gue liat siapa yang masuk.. ah, sejenis belatung ternyata.
"KYAA, GRAY!"
"UWAA, GRAY KEREN BANGEET!"
"GRAY SENPAI NOTIS MEH!"
Kemudian yang bikin gue deg-degan adalah, saat Gray noleh ke arah gue...
Omaigat omaigat omaigat..
Gray noleh ke arah gue sambil senyum! Gue deg-degan!
"WOOOI LUCY BAYAR UTANG LU!"
"AMPUN BANG!" gue nangis-nangis lebay. "Ga usah bongkar aib di sini juga keles!"
"Tapi gue udah sering bayarin lu makan Bang Hades,"
"Makan bakso-nya, woi."
"Iya iya."
"Ambigay.." gumam Levy.
Kalo lu tanya, gue dan Levy ada dalem satu gang. Bukan gangster bro, walaupun gue bakalan merasa keren make pakaian serba item robek-robek. Kok kesannya gembel kena ledakan LPG tiga kilo?
Yak, gang kita namanya "Gak Ada Nama", motto kita adalah "Single Anti Jomblo". Fyi, jomblo dalam KBBI artinya wanita tua. Plis bang! Gue muda dan gue cantik dan gue pinter... Kurang apalagi coba?! Kurang diminati :')
"Yang laen mana? Gue kangen setelah ujian tengah semester, pada sibuk belajar.." kata gue, walaupun di bagian terakhir gue ngelirik Levy. Levy cuma senyum-senyum bingung. Bolotnya kambuh.
"You don't say?" gumam Gray, mengerti sama lirikan gue. "Gue juga gak tau, Lu. Mereka ngilang aja kayak kutu."
"Kutu justru sebaliknya," gue membenarkan, mengingat 2 minggu yang lalu gue sempet kutuan. Pas banget saat Natsu pindah ke kamar sebelah gue.. Tu anak mencurigakan. Gak juga sih, soalnya kita gak langsung ngobrol deket. Gak mungkin kan kutunya lompat sejauh pala Natsu ke pala gue... kecuali kutunya atlit lompat jauh di negaranya.
Cewek-cewek di kelas gue kayaknya gak tau kapan harus diem, karena belatung-belatung mulai berdatangan ke kelas gue, mereka jejeritan lagi. Cowoknya doang sih. Jellal Fernandes, anak pemalu yang sebenernya malu-maluin masuk, menuju ke meja kita. Yup, satu anggota Single dateng. Lalu dari belakang, Sting Eucliffe dan Rogue Cheney dateng dengan cuek. Mirajane Strauss nyusul dengan anggun. Cana Alberona datang dengan ceria.
Yak, lengkap ya...
"Yo, minna.." Sting otomatis merangkul Gray. Gray langsung nge-glare.
"Di sini tempatnya single cuk!" Gray menepis lengan Sting.
"Tapi anak kita bagaimana, Gray?" tawa Sting, membuat Rogue mendengus.
"Kalian titipin ke gue lho." Jawabnya.
"Barusan gue culik," balas Jellal.
"Mereka kehabisan cewek buat diburu," komentar Cana, minum Cola botol 2 Liter.
"Makanya, motto kita Single Anti Jomblo!" seru gue emosi. Mirajane tersenyum. "Udah Lu, gue perhatiin lu tuh yang paling menderita dengan gelar jomblo."
"Enggak! Biasa aja!"
"Di China ada hari perayaan khusus Jomblo.." tambah Levy. "Kita pasti bahagia di sana!"
Gue meringis. Orang-orang di sana pasti semuanya sendiri, baik jomblo fresh abis diputusin atau takdir dari lahir. Gue bisa bayangkan satu kerumunan penuh dengan muka Forever Alone...
Duh, gue tuh gak bisa diginiin.
.
Tiga jam lagi pulang.
"Kunjungan antar sekolah kali ini dari SMA Crocus?" gue mengernyitkan alis. Well, gue tau sih, enaknya sekolah di sini—tiap abis ulangan pasti belajarnya enggak berat banget, dan biasanya suka ada kegiatan seru. Kunjungan sekolah, pertukaran pelajar, perpindahan pelajar. Kali ini kayaknya kunjungan antar sekolah.
Khusus kunjungan, diadain dua hari. Sekolah gue (SMA Magnolia) didatengin, terus besoknya sekolah gue yang ngedatengin.
"Hm. Itu SMA, baru 5 tahun tapi udah bersaing dengan sekolah lama." Levy ngejelasin dengan berbinar-binar.
"Gue tau!" Gue langsung semangat. Kenapa? Kak Zer sekolah di situ! Kita beda setahun. Dia bentar lagi wisuda. Sebenernya sih masih taun depan. UN aja belom, duh.
Tapi.. berkunjung ke sekolah Kak Zer.. UWAKYA! Gue ga sabar besok! Tapi senior biasanya enggak ikut kegiatan beginian...
"Lu? Lu?" Levy nepok gue. "Lima menit lagi mereka dateng lho."
"Uwaah, gue ga sabar, jujur Lev!"
"Gue tau lu jujur..." bolotnya kambuh lagi.
Gue ngeliat keluar jendela, kayaknya udah lima menit gue pantengin itu kaca. Semoga ga ada orang lewat yang ke geer an. Huh, jendela ada enggak geer sama gue. Entah itu ngenes atau enggak.
"Semuanya, berdiri! Tamu dari sekolah lain datang!" seru walikelas gue, Pak Capricorn yang kerjanya tidur mulu. Eh, ups.
Masuklah beberapa murid yang enggak gue kenal... Mode Herp.
"Gue Erza Scarlet." Kata cewek berambut merah panjang, seragamnya luar biasa rapi. Gue denger suara kursi kebalik, kayaknya dari Jellal. Ngapain juga dia jumpalitan. Mungkin cara dia ngerespons orang baru.
"Gue Lisanna Strauss!" sapa cewek berambut putih dan mengingatkan gue pada Mirajane..
"KYAA! ADIKKU YANG UNYU!"
"KYAA! KAKAKKU YANG INDAH!"
Lalu seisi kelas ngeliatin Mirajane dan Lisanna yang baru aja mengumumkan hubungan terlarang mereka.. eh, gak ada yang larang sih.
"Juvia Loxar." Senyum seorang gadis misterius, yang kalo ngeliat gue pasti melotot. Lah, baru kenal jugaan?! Gue salah apaan? :'v
"Gajeel Redfox." Gumam cowok berbadan tinggi gede, rambutnya panjang acak-acakan tapi untungnya diiket. Punya banyak pierching di muka dan tangan. Cara nulis pierching gimana sih btw?
"Laxus." Cowok yang satu ini justru lebih cuek. Udah ngucapin satu kata, langsung duduk sila pula sambil ngemut permen. "Dreyar." Lanjutnya. Buset dah, spasinya kepanjangan.
"Oi, berdiri," geram Gajeel.
"Nggak." Laxus kemudian berdiri. "Mau." Gue sweatdropped. Jadi intinya dia mau atau enggak?! Ujung-ujungnya berdiri juga. Bujug.
"Gue Natsu Dragneel! Yo!" kemudian, seorang cowok yang gue gak duga-duga, berdiri di depan dengan santainya. Dengan senyumnya yang gue idam-idamkan—nah kan. Kalo ada Natsu, pasti pikiran gue ke mana-mana. Mungkin udah sampe Singapur. Sekalian bawa oleh-oleh aja kali ya.
Cewek di kelas gue yang pada menel, langsung jejeritan liat Natsu dibanding Gajeel dan Laxus. Nambah satu belatung dah kalo dia sampe pindah di sini.
Kemudian, horror adalah saat mata gue dan Natsu bertemu.
"LUCY! AKU MENEMUKANMU!"
Yang gue tau selanjutnya adalah gue dipeluk Natsu sampe jatuh dari kursi. Sial! Sumber kesialan gue meluk gue! Pala gue ama dia makin deket, kutu yang bukan atlet pun bisa loncat! Lalu, cewek-cewek menel bakalan lebih sinis ke gue, dan Mirajane senyum-senyum mengerikan! Apa yang bakal terjadi?!
"Lepasin cuk!" gue hampir teriak.
"Gue kangen..."
"Dafuk, Natsu?! Malu-maluin! Pulang nanti ketemu jugaan!"
"Tapi Juvia juga meluk tuh cowok.." katanya. Gue ngintip, ngeliat cewek yang melotot ke gue tadi udah meluk Gray kayak Natsu meluk gue. Gue langsung blushing. G-Gue tuh bisa diginiin. Eh maksudnya gak bisa!
"Lu mau ngapain?" bisik gue curiga, setelah Natsu ngelepasin pelukan teletabis nya. Senyumnya mencurigakan.
"Gue... memutuskan untuk pindah ke sekolah ini!" jawabnya seenak jidat.
Hmm...
Sudah kuduga.
.
a/n-Yo! Haha! Wah, update kelamaan ya? /plak. - malah publish cerita lain. Gomen!
a/n2-Review kudasai! Komentar mengenai Meme komik yang masuk di chap di atas? XD hanya bagi anak Meme~ Jaa!
