HAPPINESS
Cast : Stefia kim ( OC ), Cho Kyuhyun ( Super Junior ), Kim Ryeowook ( Super Junior ), Kim Hyesung ( OC ), and other.
Rate : T
Genre : Frienship
Disclaimer : They belong to God, their parents, and themselves
Warning : Typo, tidak sesuai EYD, dan banyak kekurangan yang lain
Enjoy
Chapter 2
Pagi kembali menyapa seluruh makhluk bumi. Aktivitas yang sempat tertunda akibat kebutuhan tubuh untuk istirahat akan segera dimulai oleh kebanyakan orang, meski ada beberapa dari mereka yang telah melakukan kegiatan rutinnya sejak beberapa waktu yang lalu atau bahkan belum beristirahat sedikitpun. Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi saat seorang namja tampak sibuk menyiapkan sarapan untuknya dan saudaranya.
*Ryeowook pov*
Hari baru yang harus kusyukuri. Bukan berarti aku tidak mensyukuri hari-hariku yang telah lalu, hanya saja aku selalu berdoa agar setiap hari bisa bersama dengan orang-orang yang kusayangi. Terutama Fia. Dia adalah alasan utama kenapa aku berada di Seoul. Dia adalah segalanya bagiku.
Berlebihankah? Aku rasa tidak jika kalian tahu apa yang telah dilakukannya untukku. Dia seperti sekarang juga karena aku. Tiap kali mengingat masa lalu yang telah kami lalui, aku selalu merasa bersalah. Dan dia akan mengacuhkanku seharian jika aku terus menyalahkan diriku atas apa yang terjadi di masa lalu.
Dia selalu berkata jika apa yang telah terjadi adalah takdir Tuhan, jadi seandainya aku masih merasa bersalah maka secara tidak langsung aku juga menyalahkan Tuhan. Aku benar-benar tidak pernah tahu apa yang ada di otaknya dan segala pemikirannya. Dengan kondisi yang seperti itu dia masih mengkhawatirkanku dan orang-orang disekitarnya. Dan aku bersyukur dia masih bernafas hari ini.
* Flashback *
Aku suka hujan, sangat. Karena hujan akan menyembunyikan air mataku. Aku tidak pernah menginginkan menjadi anak yatim piatu, tetapi kenapa anak-anak di sekolah selalu menghinaku. Apa salah jika kau tidak mengenal siapa orang tuamu? Bukankah seharusnya mereka menyalahkan orangtuaku yang meninggalkanku di panti asuhan?
Aku lelah dengan hinaan dari seluruh anak yang ku temui di sekolah. Mereka selalu bersikap baik padaku hanya jika aku bersama Fia. Aku juga membencinya, aku benci Fia. Kenapa mereka memperlakukanku berbeda dengannya? Bukankah kami sama-sama anak panti, seharusnya dia juga dihina sepertiku. Apa karena dia sangat pintar? Sehingga banyak anak yang ingin berteman dengannya? Arrrgggh...menyebalkan.
" Nathan apa yang kau lakukan? Bukankah eomma selalu bilang agar tidak bermain saat hujan? Kau bisa sakit?" terdengar nada cemas saat Fia mengatakannya. Aku tidak peduli, kusingkirkan dia dari hadapanku dan akupun berlari menembus hujan yang semakin deras. Dari kecil dia selalu memanggilku Nathan. Dan setiap kali aku bertanya dia akan menjawab bahwa nama itu lebih cocok disandingkan dengan namanya. 'Fia dan Nathan lebih cocok daripada Fia dan Ryeowook'.
" Nathan..." kuacuhkan teriakannya, meski aku tahu Fia akan tetap mengejarku. Kupercept lariku, dan tanpa sadar aku telah berdiri di dekat danau biru. Danau yang kutemukan saat aku dan anak-anak panti yang lain piknik.
" Hosh...hosh...hosh, akhirnya kau berhenti juga" kata Fia terengah-engah. Aku tetap tidak mempedulikannya.
"Nathan kita harus pulang, eomma pasti cemas " teriaknya berusaha menyamai suara guntur yang bersahutan. Tetap kuacuhkan dia.
" Nathan ini sangat dingin, kau tahu? " dia benar-benar berusaha mengajakku berinteraksi, dan reaksiku tetap sama.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dari tadi kau mengacuhkanku? Apa aku berbuat salah pad...".
"Bisakah kau diam"bentakku memotong kata yang akan diucapkannya. Ini adalah pertama kalinya aku membentaknya.
" Mianhe" ucapnya pelan seraya menundukkan kepala.
" Kenapa? "tanyaku pada akhirnya meski tetap tanpa melihatnya.
"Apa maksudmu Nath?" . Terlihat jelas kebingungan di wajahnya. Cih, apa dingin membuat otak pintarnya tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi.
" Kenapa selalu kau yang mendapat perhatian? Kenapa hanya aku yang selau mereka hina hah? Kenapa?", teriakku mengeluarkan semua beban yang mengganjal di hatiku.
" I don't know ", balasnya semakin lemah.
" Kenapa kau tidak mati saja eoh ? " kataku seraya mendorong tubuh Fia. Entah karena dia shock dengan apa yang barusan aku katakan atau memang tubuhnya terlalu lelah setelah mengejarku, dia sama sekali tidak mampu menahan beban tubuhnya sehinggan membuatnya terjatuh ke danau. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk membantunya, toh Fia bisa berenang. Sepuluh menit berlalu, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda Fia akan muncul.
" Berhenti bercanda Fia" teriakku, tapi tidak ada pergerakan apapun dari danau.
" Fia ini tidak lucu, cepat keluar atau aku benar-benar akan membencimu" entah kenapa tiba-tiba aku takut jika Fia menanggapi serius apa yang tadi aku katakan. Oh Tuhan apa yang telah kulakukan, bagaimana aku bisa berkata seperti itu padanya tadi. Ryeowook pabo, kenapa kau tidak menyadari wajah Fia yang terlalu pucat tadi.
" Fia..." teriakku mulai panik. Karena merasa Fia terlalu lama di dalam danau akhirnya aku memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dalam danau. Aku benar-benar terkejut saat tahu Fia pingsan karena kakinya tersangkut rumput liar yang menjalar di sekitar danau. Tanpa pikir panjang langsung kuhampiri dia dan menyelamatkannya.
' Tuhan tolong selamatkan dia,' doaku tanpa henti. Seminggu sejak kejadian itu,Fia belum membuka matanya. Aku takut. Benar-benar takut jika aku tidak memilik waktu untuk minta maaf padanya.
' Fia bangunlah, sampai kapan kau akan menghukumku eoh? 'batinku miris. Eomma marah besar ketika aku membawa pulang Fia dalam keadaan yang sangat buruk sore itu. Dan saat itu juga aku merasa aku adalah orang yang paling jahat di dunia.
Karena kemarahan tak jelasku Fia harus menderita seumur hidupnya. Dan selama itu pula aku selalu menjaganya, karena aku ingin menjadi orang pertama yang dilihatnya. Eomma juga sudah tidak marah lagi padaku, bahkan dia selalu berkata bahwa kapanpun Fia membuka matanya dia tidak akan membenciku. Dan hal itu semakin membuatku merasa bersalah.
" Eungghh..." aku terbangun saat mendenga suara Fia setelah 10 hari dia tertidur. Kulihat tangannya yang diinfus juga mulai bergerak. Thank's God.
" Fia...kau mendengarku?" tanyaku ragu. Kegenggam tangannya yang tidak diinfus.
" Nathan kau kah itu?" tanyanya lemah,meski dia belum membuka mata aku yakin dia mengenali suaraku.
" Ne" jawabku . Dan kulihat dia mulai membuka matanya. Langsung kupeluk erat dia, Tuhan terima kasih kau telah mengembalikannya.
" Kau tidak marah padaku lagi?" tanyanya yang terdengar samar karena pelukanku. Mendengar pertanyaannya membuatku tak kuasa menahan air mata.
" Mianhe...mianhe...mianhe" hanya kata itu yang bisa ku katakan.
" Kenapa kau minta maaf Nathan? Bukankah harusnya aku yang minta maaf? Hei kenapa kau menangis? Nathan are you okay?" perkataan dan kecemasan yang Fia berikan kepadaku membuatku semakin marah pada diriku sendiri.
" Kim Ryewook" meski masih terdengar lemah tapi dia benar-benar serius jika sudah memanggil nama Koreaku. Dan aku menceritakan apa yang telah menimpanya. Aku pikir dia akan berteriak dan memakiku,tapi jawaban yang dilontarkannya semakin membuat airmataku mengalir.
" Kanker paru-paru bukan masalah bagiku asal kau memaafkanku Nathan" ucapnya dengan tersenyum lembut. Aku sama sekali tidak menemukan sedikitpun kemarahan atau kebencian dari sorot matanya. Dan sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan selalu berada disampingnya.
*Flashback End*
"...than, Nathan kau...yakk kenapa kau menangis eoh?" Teriakan Fia membuatku sadar dari kenangan buruk yang terjadi.
" Ani, ini karena aku sedang memotong bawang" bohongku, dan aku harap dia percaya.
" Wathever" balasnya cuek seraya duduk dan bersiap untuk sarapan."Wow nasi goreng, cih kenapa kau menambahkan sayur pada makananku ? " katanya seraya mempoutkan bibirnya. Benar-benar tidak sadar jika posenya bisa membuat banyak lelaki ingin menciumnya.
" Jangan pilih-pilih makanan. Makan apa saja yang ada di piringmu. Bersyukurlah aku mau memasakkannya untukmu" balasku panjang lebar. Dari dulu Fia paling benci sayur, tapi selama aku yang menjadi chefnya kupastikan kalau akan selalu ada sayur dalam setiap makanannya, meski setiap hari dia tidak pernah memakan sayurnya. Tuhan, semoga aku bisa terus seperti ini bersamanya selamanya.
*Ryeowook pov end*
Meski baru seminggu buka, pelanggan Bluerose bisa dikatakan cukup banyak. Selain tempat yang nyaman dan menu yang menggugah selera, kerupawanan pemilik serta pegawai Bluerose juga merupakan daya tarik tersendiri.
Lihatlah Kim Heechul-pemilik Bluerose- namja 28th ini memiliki wajah tampan dan cantik sekaligus. Sikapnya yang sedikit arogan sama sekali tidak membuat para yeoja membencinya, pun dengan pegawainya. Karena dibalik kearoganan seorang Kim Heechul terdapat hati yang sangat lembut.
Tidak hanya itu, kemampuannya mendesign telah terbukti dengan berdirinya Bluerose. Tapi jangan sekali-kali kalian bersikap tidak hormat padanya, jika hal itu sampai terjadi maka bersiaplah pergi ke dokter telinga karena teriakan dan sumpah serapah yang diberikan secara gratis oleh namja cantik tersebut. Dan hanya Kim Sohee lah satu-satunya orang yang dapat membuat mood seorang Kim Heechul kembali baik.
Kim Sohee, 25th. Wajah yang cantik dan sikap yang misterius membuat seorang Kim Heechul tergila-gila padanya. Kepeduliannya terhadap sesama sangat tinggi, hal ini dibuktikan dengan selalu membela pegawai yang lain jika sang kekasih mulai marah. Dia menjabat sebagai asisten Kim Heechul sekaligus kasir Bluerose.
Para pegawai yang bertugas melayani para tamu adalah Stefia Kim 23th – gadis tomboi yang tidak pernah peduli dengan penampilannya, dia akan memakai pakaian apapun yang menurutnya nyaman dipakai. Bahkan bosnya pernah menegurnya, tapi tidak pernah diindahkan -.
Kang Hanna 25th – memiliki bentuk tubuh yang ideal dan wajah yang cantik, sangat suka bergosip. Teman bergosipnya adalah Kim Hani. Dan memiliki suara yang sangat bagus. Bahkan terkadang dia akan memperdengarkan suara indahnya pada para pelanggan -.
Kim Hani 21th – Teman bergosip Kang Hanna. Wajah yang imut membuatnya terlihat seperti anak kecil, tapi jangan salah dia bisa melakukan beberapa jurus judo dan taekwondo -.
Jung Jiyeon 22th – kadang-kadang ikut bergosip dengan Hana dan Hani, tapi lebih suka membicarakan tentang hal-hal berbau mistik bersama Kim Sohee-.
Park Joon Ha 27th – lelaki berlesung pipit yang sangat ramah. Selalu mendengarkan semua keluhan teman-teman seprofesinya dan mampu memberikan solusi yang luar biasa-.
Lee Jinki 23th – namja penyuka ayam yang sedikit konyol. Selalu berusaha membuat teman-temannya tertawa dengan lelucon-leluconnya yang garing. Fia selalu memanggilnya Onew-.
Lu Han 22th – namja China yang baru tinggal di Korea sejak dua tahun yang lalu. Sangat ramah dan polos. Seringkali kepolosannya dimanfaatkan oleh Lee Jinki, Kim Hyesung, dan Stefia Kim.-
Kim Hyesung 23th –namja berpipi chuby yang baik hati dan pendengar yang baik. Meski kadang-kadang sikap usilnya muncul jika bertemu dengan partner in crimenya ( Fia dan Jinki )-.
Sementara di dapur kita akan bertemu dengan Lee Sungmin 25th – namja manis yang sangat menyukai labu dan warna pink. Bisa melakukan beberapa jurus karate dan beberapa martial art yang lain. Intinya jangan pernah menghina kesukaannya terhadap pink jika kau tidak ingin babak belur. Merupakan koki bagian membuat makanan pembuka-.
Kim Ryeowook 23th–namja manis yang memiliki suara yang dapat membuat telinga kalian berdenging untuk beberapa waktu. Sangat peduli dengan semua orang yang berada di sekitarnya, bahkan semua pegawai Bluerose mengatakan jika Ryewook lebih peduli kapada mereka daripada dirinya sendiri. Bekerja sebagai koki bagian desert-.
Hong Sena 25th –meski memiliki wajah yang tidak bersahabat tapi jika kau telah mengenalnya maka kau akan tahu kebaikan hatinya. Sering mengganggu acara bergosip duo Hanna Hani. Cukup tegas jika menyangkut pekerjaan dan tidak akan segan untuk memarahi pegawai yang bercanda saat pekerjaan sangat banyak. Koki utama-.
Park Minji 21th –asisten chef yang baru pertama kali bekerja. Sering mendapat marah dari Sena dan Ryeowook selalu menghiburnya. Sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan makanan-.
TBC
Terima kasih buat semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca cerita abal ini. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk memperbaiki kekurangan saya. Sekali lagi terima kasih atas waktu kalian *bow
