HAPPINESS
Cast : Stefia kim ( OC ), Cho Kyuhyun ( Super Junior ), Kim Ryeowook ( Super Junior ), Kim Hyesung ( OC ), and other.
Rate : T
Genre : Frienship
Disclaimer : They belong to God, their parents, and themselves
Warning : Typo, tidak sesuai EYD, dan banyak kekurangan yang lain
Enjoy :)
Chapter 3
17 Januari 2014
Satu persatu pegawai Bluerose berdatangan. Yang pertama kali datang tentu saja Kim Sohee. Sebagai 'asisten' yang baik dia selalu datang pertama dan pulang terakhir. Jangan tanya kemana pemiliknya, karena Kim Heechul selaku pemilik jarang datang. Dan hal inilah yang membuat pekerjaan seorang Kim Sohee semakin banyak.
Selayaknya hari-hari yang lalu, mereka selalu menunggu hingga semua pegawai komplit dan membicarakan sedikit tentang pekerjaan yang akan mereka kerjakan hari itu. Dan biasanya sambil menunggu beberapa pegawai yang belum datang mereka akan membicarakan banyak hal, terutama duo Hanna Hani yang tidak pernah kekurangan bahan gosip, entah mulai dari para Idol sampai para pelanggan Bluerose.
Pun hari itu, Hana sangat bersemangat ingin menceritakan berita yang menurutnya menghebohkan, tapi suara pintu terbuka menghentikan niatnya. Tampaklah si kembar non identik memasuki cafe dengan senyum mengembang.
" Annyeong yorobeun "sapa sang lelaki imut.
" Morning all " lanjut si pirang.
" Morning " balas mereka. Setelah semua berkumpul Hanna kembali fokus dengan apa yang akan dikatakannya tadi sebelum kedatangan Ryeowook dan Fia.
" Apa kalian tahu apa yang telah terjadi?" tanya Hanna kepada semua orang yang telah menyamankan diri untuk mendengarkan ceritanya. Sementara yang ditanya hanya memasang wajah tak mengertinya-tentu saja minus Hani-, hingga
" Ah... hari ini akan turun salju kan" jawab Fia semangat.
" Bukan hal itu babo "balas Hanna seraya memukul pelan kepala Fia,
" Yak noona jangan asal pukul kepala orang" bentak Ryeowook tak terima saudaranya dipukul. Sementara Fia malah mengejek Hanna dan menjulurkan lidahnya.
" Aishh kalian ini" Hanna sangat kesal karena selalu saja tidak bisa membalas ejekan Fia.
" Memang ada berita apa eonni?" tanya Minji akhirnya, karena dia tidak mau membuat Hanna marah.
" Apa kalian tahu Cho Corporation?" kali ini Hani yang berbicara
" Hm.." balas mereka bersamaan
" Ada apa dengan Cho Corporation? Apa mereka gulung tikar?" tanya Onew mulai penasaran.
" Aish... kau ini diamlah dan dengar Hanna Hani melanjutkan ceritanya" Sena ikut marah karena pertanyaan tak bermutu yang dilontarkan Onew.
" Arraseo,,,arraseo" lirih Onew tanpa melihat kearah Sena.
" Apa kalian tahu jika GM Cho Corporation melakukan percobaan bunuh diri?" tanya Hanna serius. Tanpa dia sadari ada ekspresi tidak suka dari salah satu diantara mereka. Tanpa mau mendengarkan lebih lanjut apa yang akan dikatakan oleh salah satu eonninya dia beranjak ke loker untuk berganti seragam. Dan seorang namja mengikutinya.
" Kenapa pergi eoh? Apa kau ingin membuat Hanna noona marah? " tanya namja tadi
" Ani" balasnya tanpa menoleh
" Kau tidak suka dengan apa yang dibahasnya kan?" tanya sang namja seraya duduk di kursi panjang sebelah loker.
" Kau mengenalku dengan sangat baik Hyesung-sii" jawabnya seraya ikut mendudukkan dirinya bersama namja yang dipanggilnya Hyesung tadi.
" Hehehehe, tentu. Aku sahabat terbaikmu selama beberapa minggu ini kan, Fia?" kekeh namja chubby itu.
" Ne, kau benar. Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa ada orang yang ingin mengakhiri hidupnya. Padahal banyak orang yang ingin hidup lebih lama." Sahut Fia.
" Don't know, mereka punya alasan tersendiri pastinya". Keheningan menemani mereka untuk beberapa saat setelah perkataan Hyesung tadi.
" Jangan terlalu dipikirkan, lagi pula kita tidak mengenalnya bukan?" kata Hyesung menenangkan " Dan sebaiknya kau segera mengganti seragammu sebelum Sohee noona memarahimu" lanjutnya seraya mengacak surai pirang Fia.
" Yak...jangan mengacak rambutku" balas Fia kesal. Dan hanya suara tawa yang didengarnya. Samar-samar Fia mendengar suara seseorang di balik pintu loker.
" Bagaimana?" tanya suara yang pertama
" Tidak masalah"balas seseorang yang baru saja meninggalkannya. Fia hanya tersenyum mendengar dua partner in crimenya mencemaskan dirinya.
' Beruntungnya diriku' batin Fia.
Cho Corporation
Pagi hari yang berjalan sebagaimana mestinya. Beberapa tampak terburu-buru sementara yang lain tampak berjalan dengan tenang. Bagaimana kalian tidak terburu-buru jika hari ini dengan tiba-tiba GM kalian ingin mengadakan rapat dengan semua staf, padahal dua hari yang lalu sang GM dikabarkan ingin mengakhiri hidupnya.
Tapi ada dua orang namja yang terburu-buru menuju ruangan GM mereka bukan karena rapat yang akan diadakan beberapa menit lagi melainkan karena tidak sabar ingin bertamu dengan sahabatnya yang bodoh karena keinginan bodohnya dan menanyakan keadaannya.
Brak... terdengar pintu dibuka dengan sangat tidak sopan. Membuat pemilik ruangan memberikan tatapan super tajamnya kepada dua namja kelewat tinggi yang juga memasang wajah tak bersahabat.
" Apa yang telah kau lakukan hah?" tanya namja bersurai merah kepada seseorang di kursi GM yang masih setia dengan deathglarenya.
" Benar-benar tidak sopan, begitukah cara kalian berbicara kepada atasan kalian?" balas sang GM dingin.
" kau..." marah si rambut merah. Hampir saja dia memukul GM nya sendiri jika tidak dicegah oleh seseorang yang datang bersamanya.
" Tenangkan dirimu Kris" bisik namja itu
" Maaf atas ketidak sopanan kami sajangnim, kami hanya ingin bertemu dengan sahabat kami" katanya dengan penuh tekanan ketika mengucapkan 'sahabat'.
" Permisi" lanjutnya tak kalah dingin dengan suara atasannya tadi.
" Tapi Ming…," protes Kris
" Tidak Kris, sahabat kita tidak ada di dalam" jawab laki-laki yang dipanggil Ming itu.
" Nanti dia yang akan menemui kita, percayalah" lanjutnya. Dan kedua orang itupun pergi meninggalkan seseorang yang berpura-pura tidak mempedulikan keberadaan mereka. Tanpa mereka tahu jika lelaki itu -Cho Kyuhyun- mengucapkan kata maaf berkali-kali untuk kedua sahabatnya.
Rapat berjalan dengan lancar. Keabsenannya selama dua hari tidak mempengaruhi kinerja para pegawainya. Pun perselisihannya dengan sahabatnya beberapa waktu yang lalu juga tidak mengganggu kelancaran rapat.
Begitu pula sikap kedua sahabatnya yang sama sekali tidak canggung setelah perdebatan kecil mereka tadi. Keprofesionalan mereka dalam bekerja memang pantas mendapat pujian. Setelah merapikan semua bahan yang dibahas dalam rapat tadi, para pegawai mulai meninggalkan ruangan. Hingga tersisa tiga orang namja yang masih belum selesai dengan berkas-berkasnya.
" Maaf "kata salah satu namja memecah keheningan.
" Tidak masalah Kyu" jawab Changmin dengan tersenyum.
" See, dia yang akan menghampiri kita Kris"lanjutnya kepada orang yang ada di sampingnya.
" Hm... Kenapa kau melakukannya lagi Kyu?" tanya Kris. Tak ada jawaban dari yang bersangkutan hingga keheningan kembali menyertai mereka.
" Sudahlah Kris, jangan terlalu mencampuri hidup Kyuhyun. Sebagai sahabat kita hanya bisa berharap yang terbaik buatnya."Changmin berusaha bersikap bijaksana
" Aku lapar, ayo cari makan"lanjutnya
" Baiklah aku juga lapar. Bluerose?"tanya Kris
" Tentu, mau bergabung Kyu?" Changmin tampak antusias saat sang merah mengatakan Bluerose.
" Tidak, masih ada yang harus kukerjakan. Mungkin lain kali" jawab Kyuhyun
" Baiklah, sampai jumpa"
*Kyuhyun Pov*
" Baiklah, sampai jumpa" kata Changmin sebelum dia melangkah keluar bersama Kris. Mereka berdua adalah sahabatku sejak high school. Dulu aku pernah berpikir jika mereka tak jauh beda dengan teman-temanku yang lain, dimana mereka hanya mau berteman karena aku adalah anak dari pemilik Cho Corp.
Meski hanya berteman selama kurang lebih satu setengah tahun aku bisa merasakan ketulusan mereka. Mereka selalu ada ketika aku membutuhkan seseorang, bahkan mereka tidak pernah sungkan untuk membentak atau bahkan memukulku jika aku sudah tidak dapat berpikir secara rasional.
Ternyata apa yang dikatakan Song ahjuma dan Jae hyung benar. Masih ada orang-orang yang peduli padaku meski sikapku benar-benar sangat buruk. Dan sebelum aku pergi nanti aku harap setidaknya bisa membalas rasa peduli dan sayang yang telah mereka berikan kepadaku selama ini.
*Kyuhyun pov end*
Bluerose, jam makan siang
*Fia Pov*
Makan siang adalah jam tersibuk di Bluerose. Tidak ada yang bisa beristirahat selama pelanggan terus berdatangan. Bahkan kadang-kadang Sohee eonni ikut membantu melayani mereka. Dan yang paling menyebalkan saat makan siang adalah keberadaan pelanggan yang sangat rewel.
Mereka tidak mau memesan jika tidak dilayani oleh orang yang mereka inginkan. Seperti pria paruh baya berjas coklat itu, dia hanya mau dilayani oleh Hana eonni. Atau nenek bercoat gading yang duduk di dekat jendela, dia akan berbicara jika Hyesung yang melayaninya. Dan ada beberapa yang lainnya.
Jika kalian berpikir aku tidak memiliki pelangganku sendiri, kalian salah. Meski pelangganku masih muda, tapi mereka benar-benar menyebalkan jika sedang terlibat masalah. Terutama masalah tentang sahabat mereka yang bodoh aku rasa. Selain itu mereka sangat menyenangkan.
'Kling' terdengar pintu Bluerose terbuka, dan kulihat pelanngaanku datang.
'Sangat panjang umur,'batinku.' Tapi kenapa dengan wajah mereka, aisshh akan jadi hari yang sangat melelahkan'. Kudatangi mereka,
" Anyeong Kris, Max" sapaku seramah mungkin.
'Grep' tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku.
TBC
Terima kasih buat semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca cerita abal ini. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk memperbaiki kekurangan saya. Sekali lagi terima kasih atas waktu kalian *bow
