HAPPINESS
Cast : Stefia kim ( OC ), Cho Kyuhyun ( Super Junior ), Kim Ryeowook ( Super Junior ), Kim Hyesung ( OC ), and other.
Rate : T
Genre : Frienship
Disclaimer : They belong to God, their parents, and themselves
Warning : Typo, tidak sesuai EYD, dan banyak kekurangan yang lain
Enjoy :)
Last Chapter
'Kling' terdengar pintu Bluerose terbuka, dan kulihat pelanngaanku datang.
'Sangat panjang umur,'batinku.' Tapi kenapa dengan wajah mereka, aisshh akan jadi hari yang sangat melelahkan'. Kudatangi mereka, dan
" Anyeong Kris, Max" sapaku seramah mungkin.
'Grep' tiba-tiba kurasakan seseorang memelukku.
Chapter 4
"Biarkan seperti ini sebentar chagi" kata namja itu yang kutahu bernama Changmin, tapi aku lebih suka memanggillnya Max. Jika biasanya aku akan marah jika dia memanggilku seperti itu, kali ini kubiarkan dia karena aku tahu dia sedang dalam kondisi yang tidak baik. Kami mulai akrab sejak beberapa hari setelah pembukaan Bluerose. Pada awalnya aku sangat tidak menyukai mereka, terutama Max yang seenak jidatnya memanggilku chagi. Tapi lama kelamaan kami menjadi teman seperti sekarang.
"Feel better?" tanyaku setelah Max melepaskan pelukannya dan kembali duduk
"Ne, you're the best" jawabnya tanpa lupa menyertakan cengiran menyebalkannya. Kujawab dengan dengusan.
"Jadi kalian mau pesan apa sekarang? Atau sama seperti biasa?" tanyaku lagi
"Seperti biasa, tapi double porsi untuk Max" jawab Kris
"Whattt? Dua?" tanyaku tak percaya. Aku sama sekali tidak sadar jika tadi aku berteriak. Dan itu membuat kami menjadi perhatian orang-orang di Bluerose, bahkan aku bisa melihat Hyesung dan Onew terkekeh. Setelah meminta maaf atas apa yang kulakukan, kembali kufokuskan perhatianku kepada duo tiang listrik di depanku.
" Apa separah itu?" tanyaku.
"Ne chagi, bahkan dia mencobanya lagi beberapa hari yang lalu" jawab Max. Dapat kulihat kesedihan di wajah Max dan Kris.
"Oke, tunggu 15 menit"balasku. Dan seperti biasa setelah semua pekerjaan kami selesai aku selalu menyempatkan diri untuk berbincang dengan Max dan Kris. Kali ini mereka kembali menceritakan tentang temannya yang untuk kesekian kalinya ingin menghabisi nyawanya.
"Tunggu, apa kalian tahu kenapa dia sangat ingin bunuh diri?" tanyaku heran, karena menurut cerita dari duo tiang listrik hampir setiap ada kesempatan temannya yang satu ini ingin bunuh diri.
"Entahlah, Kyu tidak pernah mengatakan alasannya. Benarkan Ming?" jawab Kris
"Kris benar chagi"
"Max berhenti memanggilku seperti itu, okay"
"hehehe, not promise sweety"
"Max" teriakku. Entah kenapa aku merasa dia benar-benar tidak pernah serius.
"Ekkhhmm" tiba-tiba ada yang datang menginterupsi kami, ternyata Hyesung.
"Mian Changmin-ssi, Kris-ssi, Fia harus istirahat."
" Ne Hyesung-ssi" jawab Kris.
"Cih dia benar-benar mengganggu "gerutu Max."Baiklah sampai jumpa besok chagiya". Setelah itu mereka kembali ke tempat dimana mereka bekerja.
"Istirahatlah, kau tampak pucat. Aku tidak mau telingaku berdenging karena teriakan Nathan-mu" kata Hyesung seraya mendorongku masuk kembali ke Bluerose.
"Okay chagiya" balasku, dan kami tertawa bersama dengan lelucon yang barusan aku buat.
*Fia pov end*
*Ryeowook pov*
Jam makan siang selalu sangat sibuk. Dan untunglah sekarang giliran kami yang beristirahat. Aku ambil makan siangku dan punya Fia. Kulihat di loker, tidak ada siapapun disana. 'Kemana anak itu?' batinku. Kulihat dia masih diluar dengan dua teman barunya. Kalau tidak salah mereka adalah Changmin dan Kris. Fia selalu menceritakan kelakuan konyol mereka, terutama kebiasaan Changmin yang memanggilnya chagi. Cukup lama kuperhatikan mereka, tampaknya kali ini apa yang menjadi topik mereka cukup serius. Melihat bagaimana raut wajah ketiganya hingga kedatangan Hyesung. Beberapa saat setelah keberadaan Hyesung duo tiang listrik-begitu Fia memberi julukan pada mereka- itu kembali ke tempat kerja mereka. Dan kulihat mereka tertawa seraya masuk ke dalam cafe.
" Untung aku membawamu tepat waktu, jika tidak telinga kami akan berdenging hehehe" ucap Hyesung sambil menmpilkan wajah polosnya.
" Terima kasih kembali Hyesung-ssi" ucapku ketus. Sebenarnya aku tahu maksudnya berkata seperti itu. Kebiasaanku berteriak jika Fia tidak ditempatnya atau terlalu lelah memang tidak bisa dihilangkan. Entah sejak kapan aku selalu panik seperti itu. Dan mereka memakluminya. Karena aku telah mengatakan keadaan Fia kepada semua pegawai Bluerose. Meski pada awalnya dia tidak menyukainya tapi lama kelamaan dia mau menerima juga. Dan mereka semua selalu menyuruh Fia istirahat jika dirasa wajahnya terlalu pucat. Terutama partner in crimenya, Hyesung dan Onew.
"Senang bisa membantumu Wookie. Dan kau Fia, berhentilah memasang wajah seperti itu" kata Hyesung diakhiri sedikit bentakan terhadap Fia. Karena sejak tadi dia memasang wajah cemberut dan mempoutkan bibirnya. Dan bisa kupastikan jika dia memasang wajah seperti itu di tempat umum maka akan banyak namja yang akan berusaha menciumnya.
" Wae? Kau mau menciumku?" tantang Fia
" Ne" jawab Hyesung seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Fia. Dapat kulihat wajah shock Fia karena perbuatan partner in crimenya.
" Yakkk... apa yang kau lakukan eoh?" teriak Fia sebelum bibir Hyesung menyentuh miliknya.
" Menciummu, apalagi" balas Hyesung enteng.
" Neo..."
" Sudahlah jangan bercanda lagi. Waktu istirahat kita tidak lama. Dan aku tidak mau mendengar pertengkaran bodoh kalian, sekarang kita makan. Kau juga Hyesung" leraiku sebelum Fia benar-benar marah. Fia hanya mendengus dan pergi ke loker untuk makan. Begitu pula Hyesung dan aku.
" Jangan terlalu suka menggodanya"kataku
" Not promise,hehehe" sahut Hyesung disertai seringaiannya yang menyebalkan.
*Ryeowook pov end*
1 Februari 2014
Sebulan dibukanya Bluerose ,sang pemilik –Kim Heechul-, berinisiatif untuk membuat sedikit perayaan. Tidak hanya dengan para pegawai tetapi juga dengan para pengunjung. Itu sebabnya dari pagi semua pegawai tampak sibuk. Meski perayaan yang diadakan tidak terlalu mewah tetapi kebersamaan mereka selama satu bulan ini benar-benar memiliki kesan tersendiri bagi mereka. Malam itu semua orang tampak bahagia, tidak hanya karena mereka sedang merayakan sebulannya Bluerose, tetapi juga hadiah yang sama sekali tidak disanggka yang diberikan seorang Kim Heechul kepada mereka. Yakni mengundang penyanyi yang saat itu sedang naik daun –Kim Yesung-.
"Kau tahu, aku tidak menyangga jika Heechul oppa akan mengundang seorang Kim Yesung" kata seorang gadis kepada gadis lain disampingnya.
"Ne, kau benar eonni"jawab yang bersangkutan. Tanpa sadar mereka telah mulai rutinitas mereka, yakni bergosip.
"Ekhhm..." deheman seseorang menghentikan acara gosip mereka, dan membuat salah satunya salah tingkah.
"Hehehe... Sohee eonni" kata gadis pertama yang tak lain adalah Kim Hani.
"Bagaimana kalian bisa bergosip sementara yang lain masih sibuk eoh?" tanyanya sedikit mengintimidasi.
"Oh ayolah, kami juga ingin beristirahat sebentar. Bersenang-senanglah sedikit Sohee-ya" kali ini Kang Hanna yang berbicara.
"Arraseo..."balas Sohee seraya bergabung dengan duo Hanna Hani. Sementara itu disudut cafe terdapat segerombolan pegawai yang sibuk dengan acara mereka sendiri. Sepertinya mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan kemeriahan pesta ketika Kim Yesung mulai melantunkan suara emasnya.
"Bagaimana Lu, kau berani melakukannya kan?" tanya namja yang paling sipit diantara mereka,Onew.
"Tapi hyung, bagaimana jika dia marah?"jawab namja yang berasal dari China itu, Lu Han.
"Tenang saja kami akan membantumu kabur jika dia mulai marah"kali ini satu-satunya gadis dalam kelompok itu yang berbicara, Fia.
"Apa kalian berjanji? Bukankah biasanya kalian selalu mengingkari janji kalian?" tanya Lu Han tak yakin dengan apa yang baru saja dikatakan Fia. Bagaimana bisa yakin jika selama ini kau sering dikerjai oleh orang yang mengatakan janji tersebut.
"Kali ini kami tidak akan mengingkari janji"jawab namja berpipi chubby, Hyesung.
"Baiklah"jawab Lu Han pasrah. Dia hanya berharap tiga pembuat onar Bluerose ini benar-benar menepati janji mereka. Setelah memantapkan hati dan dengan keberanian yang sedikit dia melakukan apa yang baru saja mereka lakukan, yakni menyatakan cintanya kepada sang asisten chef, Park Minji.
"Berhenti mengerjai Lu Han, kalian bertiga" kata namja yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka.
"Tenang saja hyung kali ini kami tidak bermaksud mengerjainya tapi membantunya" Hyesung menjawab mantap.
"Itu benar Joon Ha oppa"sambung Fia.
"Dan semoga Sena noona tidak membunuhnya"kali ini Onew yang berkata.
"Ne"jawab ketiganya kompak. Semua pagawai Bluerose tahu jika seorang Hong Sena sangat menyayangi Park Minji layaknya adik sendiri. Meski kadang dia memarahi Minji, itu karena Sena ingin Minji menjadi chef ahli. Jadi jika kau mengganggu Minji bersiaplah menanti kemarahan Sena. Tidak disangka ternyata kepolosan Minji mampu membuat seorang Lu Han menyukainya. Hanya Fia,Onew,dan Hyesung yang mengetahui perasaan Lu setelah mereka menginterogasinya beberapa hari yang lalu. Karena didesak oleh tiga orang yang dikenalnya sangat iseng akhirnya Lu dengan berat hati mengatakan semua perasaannya kepada mereka bertiga. Dan hari ini mereka memaksa Lu untuk menyatakan perasaannya. Meski Joon Ha tidak tahu apa yang sedang terjadi diantara dongsaeng-dongsaengnya dia hanya berharap jika kali ini Lu tidak menjadi korban keusilan Onew dan dua pertnernya.
Hujan yang mengguyur Seoul sejak tengah malam kemarin belum juga reda. Hal ini benar-benar memepengaruhi suasana hati dan keinginan untuk keluar rumah. Ditambah pula hawa yang sangat dingin, menambah keengganan para pencari uang untuk meninggalkan kehangatan yang ditawarkan dari penghangat di dalam rumah mereka. Pun dengan para pegawai Bluerose, jika biasanya hampir seluruh dari mereka telah datang dan berkumpul untuk bercanda ataupun bergosip maka hari itu hanya terlihat seorang gadis yang terduduk sendiri di salah satu meja. Sementara belum ada tanda-tanda dari partnernya yang akan datang. Sebenarnya ada gadis lain yang sudah datang, tetapi dia langsung masuk keruangan tempatnya bekerja. "Mianhe Hani-ya, banyak dokumen yang harus aku selesaikan hari ini"katanya sebelum meninggalkan Hani sendirian seperti ini./p
TBC
