Cast : Stefia Kim ( OC ), Kim Ryeowook (Super Junior), Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Hyesung ( OC )

Rate : T

Genre : Friendship

Disclaimer : They belong to God, Themselves, and Their Parents

Warning : OOC, Typo, Alur berantakan, Ide pasaran, Death Chara, etc

RnR

DLDR

Enjoy it :)

Chapter 5

*Hani pov*

Hufttt...menyebalkan. Kemana mereka semua? Apa mereka sengaja telat bersamaan ? Aaaarrrrgghhh...aku benar-benar bisa mati bosan jika terus seperti ini. Apa aku menemui Sohee eonni di ruangannya ya? Ah ani,ani. Bisa-bisa dia menyuruhku membantunya mengerjakan dokumen yang bisa membuat otakku keriting. Selama ini hanya Fia eonni yang mau membantunya mengerjakan dokumen-dokumen menyeramkan itu. Dari tadi Hana eonni juga tidak menjawab panggilan dariku. Kling. Terdengar pintu yang terbuka, disana kulihat Minji dan Lu ge.

Pasangan yang baru jadian kemarin malam karena ulah trio evil. Meski ini juga salah satu keisengan mereka Lu ge benar-benar keren kemarin. Setelah penampilan Yesung oppa yang spektakuler, Lu ge berdiri dipanggung kecil yang khusus disediakan untuk perayaan. Sebenarnya tidak ada yang mengetahui apa yang diinginkan Lu ge, hingga setelah terdiam dan memantapkan hati Lu ge mengutarakan semua perasaannya ke Minji. Tentu semua tak menyangka dengan apa yang dilakukan Lu ge, karena selama ini dia dikenal sebagai namja yang polos dan tak banyak tingkah-sangat berbanding terbalik dengan Hyesung dan Jinki oppa-. Dan yang paling mengejutkan adalah ketika dengan malu-malu Minji menerima Lu ge. Saat itu dapat kulihat pancaran bahagia tidak hanya terpampang di wajah polos Lu ge tapi juga Sena eonni. Melihat wajah Sena eonni yang tampak bahagia membuat trio evil beserta Joon Ha oppa menghembuskan nafas lega.

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata kejutan yang kami dapat tidak cukup sampai disitu. Setelah Lu ge turun dari panggung kini giliran Joon Ha oppa yang berada disana. Sama seperti apa yang baru saja dilakukan Lu ge,Joon Ha oppa juga melakukannya. Dan yeoja yang beruntung kali ini adalah Hanna eonni. Haahh aku benar-benar iri dengan mereka berdua. Kapankah ada seorang namja yang memperlakukanku seromantis itu? Memikirkannya saja membuatku kesal.

"Pagi eonni"sapa Minji ketika dia menyadari keberadaanku.

"Pagi Minji-ah, pagi Lu ge" balasku.

"Apa belum ada yang datang?"tanya Lu ge.

"Begitulah, hanya Sohee eonni dan aku yang terlalu semangat untuk datang sepagi ini"balasku sedikit ketus. Dapat kulihat Minji tersenyum menanggapi ucapanku, sementara Lu ge malah terkekeh.

'Ini akibat dia terlalu sering berinteraksi dengan trio evil' batinku.

Akhirnya mereka bergabung denganku. Karena masih penasaran dengan apa yang terjadi kemarin malam, langsung saja aku bertanya kepada yang bersangkutan. Ketika Lu ge menceritakan kisahnya, Minji hanya mampu menyembunyikan wajah manisnya yang merona hebat. Huuh so romantic. Tak lama kemudian Hyesung dan Jinki oppa datang. Mereka selalu datang bersama karena rumah mereka yang berdekatan, setelahnya menyusul Sungmin oppa dan Sena eonni datang setelah Sungmin oppa menyamankan dirinya disamping Hyesung oppa.

Lima menit kemudian baru Hanna eonni dan Joon Ha oppa yang datang. Hanna eonni langsung menghampiriku dan meminta maaf karena tidak menjawab panggilanku. Kuacuhkan dia, siapa suruh mengacuhkanku. Meski dia telah memiliki namjachinggu seharusnya dia tidak mengacuhkanku. Aiogoo kenapa aku menjadi sangat egois sih hari ini. Tapi aku ingin tahu seberapa menyesal Hanna eonni karena mengabaikanku. Hehehe sepertinya aku juga tertular keisengan trio evil. Hanna eonni masih merayuku untuk mendapat kata maaf dariku saat kulihat Fia eonni datang dengan wajah yang lebih pucat daripada biasanya.

Dibelakanggnya tampak Ryeowook oppa berusaha mengejarnya dengan wajah yang menyiratkan kepanikan yang sangat. Kami tahu Fia eonni sakit karena Ryeowook oppa sendiri yang mengatakannya, tapi sakit apa kami sama sekali tidak memberinya waktu istirahat yang lebih ketika wajahnya terlihat pucat atau kelelahan. Tapi karena kekeras kepalaannya membuatnya enggan untuk beristirahat lebih lama dari kami, jadi Sohee eonni menyuruhnya membantu mengerjakan dokumen-dekumen tidak jelas itu ketika dia merasa kelelahan.

Jika biasanya dia akan ikut bergabung dengan kami, maka hari ini Fia eonni langsung masuk loker. Ketika Ryeowook oppa akan mengejarnya, kulihat Hyesung oppa berdiri dan mencegah Ryeowook oppa. Sedangkan dia sendiri mengekori Fia eonni ke loker. Dan Ryeowook oppa pun menghampiri kami.

"Kenapa dengannya?"tanya Sungmin oppa setelah Ryeowook oppa menempati kursi yang kosong.

"Aish...kalian tahu sendiri kan betapa pucatnya Fia hari ini?"tanyanya, dan kami hanya mengangguk."Dan udara juga sangat dingin,aku hanya cemas jika tiba-tiba penyakitnya kambuh "lanjut Ryeowook oppa.

"Dan kau melarangnya untuk bekerja bukan?"tanya Jinki oppa yang hanya dibalas anggukan oleh yang bersangkutan.

"Aigo, Wookie seharusnya kau tahu batapa Fia-mu itu sangat keras kepala. Pantas dia marah seperti itu"kali ini Hanna eonni yang berbicara. Dia sangat tidak peka terhadap apa yang sedang terjadi. Tidak tahukah apa yang baru saja dikatakannya itu semakin membuat wajah Ryeowook oppa cemas.

"Tenanglah aku yakin Hyesung mampu meredakan kemarahannya"kata-kata yang menenanggkan dari Joon Ha oppa. Dan perkataannya terbukti ketika Fia eonni memeluk Ryeowook oppa dari belakang. Aku tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan, tapi aku bersyukur karena mereka telah berbaikan.

*Hani pov end*

Lima belas menit sebelum makan siang, hujan mereda. Suhu yang masih dingin menyebabkan beberapa dari pekerja kantoran memilih makan siang di kantin kantor. Tapi hal itu tidak berlaku bagi dua namja yang memiliki tinggi berlebih itu. Mereka bersiap menuju ke cafe langganannya sebelum bertatap muka dengan sang GM.

"Hai Kyu, mau makan siang bersama?"tanya salah satu diantara mereka yang berambut merah, Kris.

"Iya Kyu, aku akan mengenalkan seseorang yang sangat spesial kepadamu. Otte?"bujuk namja satunya, Changmin. Sementara yang ditanya hanya memasang wajah datarnya.

"Baiklah, aku ikut kalian"jawab sang GM,Kyuhyun pada akhirnya. 'Lagipula tidak ada salahnya jika aku menghabiskan waktu terakhirku dengan mereka' lanjutnya dalam hati. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat mereka berjalan kaki menuju Bluerose.

*Kyuhyun Pov*

Bluerose, nama yang unik untuk sebuah cafe. Design yang minimalis dan homy membuat pengunjung serasa berada di rumah sendiri. Kulihat Changmin dan Kris sudah cukup akrab denga beberap pegawai. Well tidak begitu mengejutkan mengingat mereka hampir setiap hari datng kesini. Seorang namja mempersilahkan kami menempati meja yang dekat dengan pintu masuk. Tempat yang cukup strategis jika kau ingin memperhatikan seluruh pengunjung. Meski udara cukup dingin, ternyata banyak juga pelanggan yang keluar masuk cafe ini.

"Apa yang ingin kalian pesan hari ini?" tiba-tiba seorang pegawai bermata sipit menghampiri kami. Aku pikir dia benar-benar tidak sopan terhadap pelanggan dan saat aku hendak melontarkan protes Changmin lebih dulu bersuara.

"Where is she?"tanyanya sedikit ketus.

'She?'nugu? apa dia yang dimaksud dengan kekasihnya selama ini?

"Dia sedang istirahat Changmin-ssi"balas pegawai bername tag Lee Jinki itu mencoba bersabar.

"Aku tidak mau memesan selama bukan dia..."

"Ayolah Chwang, kita kesini untuk makan bukan"selaku sebelum dia semakin merajuk. Bukan apa, hanya melihat Changmin merajuk seperti itu membuatku ingin muntah.

"Benar kata teman anda"ujar Jinki

"Andweee..." teriaknya yang membuat kami menjadi perhatian pengunjung lain.

"Kami pesan yang biasanya Onew dan dua porsi untuk makananku"sambung Kris. Dan pegawai tadi pun pergi meninggalkan kami.

"Tenang saja aku memesan apa yang kau suka Kyu."kata Kris mengetahui kebingunganku."Dan Onew adalah nama beken Jinki,hehehe"

"Yakk Kris, aku mengajak Kyuhyun agar bisa bertemu dengan my chagy"kesal Changmin.

"Tidakkah kau dengar jika dia sedang istirahat eoh?" balas Kris tak kalah kesal menghadapi kekeras kepalaan Changmin. Tak lama kemudian makanan yang dipesan Kris datang dengan diantar pegawai yang berbeda dari tadi. Dan yang membuatku heran adalah Changmin sama sekali tidak bereaksi dengan makanan di depannya.

"Selamat menikmati" kata pegawai bername tag Kim Hyesung."Dan kau Changmin-ssi kuharap kau juga memakan makananmu. Jangan membuat Fia merasa bersalah karena kau tidak mau makan"lanjutnya. Setelah mengatakn demikian dia pergi untuk melanjutkan pekerjaannya. Anehnya Changmin langsung memakan makanan di depannya seolah dia tidak makan berhari-hari.

'Fia? Siapa sebenarnya yeoja itu? Aku benar-benar penasaran dengannya, karena bisa membuat Changmin sangat antusias untuk mengenalkannya padaku'.

"Mianhe Kyu, sepertinya hari ini kau tidak bisa bertemu dengannya"kata Changmin setelah kami meninggalkan Bluerose.

"Gwenchana, masih ada lain kali bukan"kataku mencoba menenangkannya. 'Jika memang masih ada lain kali 'lanjutku dalam hati.

"Kyuhyun benar, kita bertiga bisa setiap hari menemuinya setelah ini"sambung Kris. Sesampai di bangunan Cho berpisah karena ruangan kerja kami berbeda lantai.

*Kyuhyun pov end*

Menit-menit berganti jam dengan cepat. Malam itu di salah satu kamar di flat kecil terlihat sosok gadis yang berusaha menahan rasa sakit yang menderanya sejak tadi. Dia menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara kesakitannya. Keringat dingin terus keluar dari setiap pori-pori tubuhnya. Diraihnya kotak obat yang selama ini tidak pernah jauh dari jangkauan. Meminum beberapa butir obat berbeda warna dan berharap rasa sakitnya berkurang, tapi sepertinya onat-obat itu tidak bekerja sebagaimana mestinya.

'Ungghh...' akhirnya suara pertama kesakitannya terdengar. Karena tidak mau membangunkan teman seflatnya,gadis itu mengambil mantel dan pergi keluar. Sebelumnya dia telah menulis pesan agar teman serumahnya tidak cemas jika nanti tidak menemukan keberadaannya.

Gadis itu yang tak lain adalah Fia terus berjalan dan berharap rasa sakit di dadanya segera mereda. Dia sadar jika sewaktu-waktu dia bisa meninggal. Tapi semangatnya untuk hidup tidak pernah berkurang. Tanpa disadarinya dia telah sampai di dekat sungai Han.

'Indah' batinnya. Disaat mengagumi keindahan sungai Han pada malam hari tiba-tiba dia mendengar sesuatu yang terjatuh dalam air.

Pertama Fia menyangka jika ada orang iseng yang melempar batu, tetapi ketika dia mendekat betapa kagetnya jika ada gelembung udara yang terlihat keluar dari dalam sungai. Hal ini menunjukkan bahwa yang terjatuh tadi bukan batu melainkan manusia.

'Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan'batinnya 'Apa aku pergi saja? Tapi bagaimana dengan orang itu. Aishh...'.

"Benar-benar merepotkan"tanpa sadar jika dia telah menyuarakan kata hatinya.

"Jika aku menolongnya dan dia tetap mati, polisi akan menangkapku. Lagipula airnya pasti sangat dingin"monolognya. Setelah berpikir baik buruknya Fia melepas mantelnya dan terjun ke dalam sungai untuk menyelamatkan orang itu.

Beruntung baginya karena orang yang hendak ditolongnya tergolong kurus. Setelah mencoba beberapa kali membawa orang itu menepi,usahanya mendapat hasil. Dia berhasil mengangkat namja yang menurutnya seumuran dengannya. 'Tampan' batinnya. Karena tidak melihat tanda-tanda kehidupan dari namja dibawahnya,Fia kembali panik.

"Tuan bagunlah...Tuan" katanya seraya menepuk-nepuk pipi tirus namja tersebut. Tidak ada respon.

"Tuan aku mohon jangan mati disini, aku bisa masuk penjara jika kau mati sekarang tuan"katanya memelas dengan kembali menekan dada bidang namja tadi. Karena tetap tidak ada respon akhirnya dengan ragu Fia memberikan CPR kepada namja asing itu. Percobaan pertama langsung berhasil, namja asing itu mulai bergerak.

"Oh thank's God" katanya setelah namja asinh itu mulai bereaksi. Tapi rasa sakit yang tadi sempat menghilang kembali menderanya, bahkan kali ini lebih parah dari ini.'Tuhan jika aku mati sekarang tolong kirimkan seseorang untuk menjaga Nathan' Fia mampu melihat orang yang ditolongnya benar-benar sadar dia telah pingsan disampingnya.

TBC

Akhirnya punya waktu buat pindah cerita ini ke Ffn, semoga tidak mengecewakan. Terima kasih untuk semuanya yang telah meluangkan waktunya membaca cerita ini, Meski aku tahu masih banyak kekurangan yang dilakukan. Kritik dan saran sangat diharapkan guna memperbaiki bagaimana cara menulis cerita yang menarik dan baik. Sekali lagi terima kasih :)