Cast : Stefia Kim ( OC ), Cho Kyuhyun (Super Junior), Kim Ryeowook (Super Junior), Kim Hyesung ( OC ), and other
Rate : T
Genre : Friendship
Disclaimer : Their belong to God, Their parents, and themselves
Warning : OOC,Typo, alur berantakan, Death Chara, dan kekurangan yang lainnya.
RnR
DLDR
Enjoy :)
Chapter 8
Seperti hari-hari sebelumnya setiap hendak melakukan pekerjaan hari itu, semua pegawai selalu berkumpul dan membahas apa saja yang akan mereka lakukan. Begitu juga hari ini. Setelah semua pegawai berkumpul, Sohee selaku asisten Kim Heechul memberitahukan sebuah berita yang cukup penting.
"Hari ini dan untuk beberapa waktu kedepan, posisi manager akan diambil alih oleh sepupu Heechul oppa" katanya memulai pertemuan pagi mereka.
"Jinja?" tanya Jiyeon antusias. "Berarti kita akan semakin banyak waktu berdua eonni" lanjutnya lagi. Selama ini mereka memang jarang berduaan karena kesibukan Sohee.
"Apakah dia namja?" kali ini Hani yang bersuara.
"Ne, dan namanya adalah Kibum. Kim Kibum." Jawab Sohee seraya melihat wajah semua rekan kerjanya. Dan seperti yang telah diduganya ada satu orang yang tampak kesulitan mengingat nama yang baru saja disebutkannya.
"Kau bisa memanggilnya Bryan, Fia. Bryan Trevor Kim" lanjutnya. Dan hal itu sukses membuat Fia kembali tersenyum. Memang tidak ada yang menyangka jika dibalik kepintaran yang dimiliki oleh gadis bule itu dia sangat parah dalam hal mengingat nama seseorang, khususnya nama-nama Korea. Bahkan dia butuh waktu beberapa hari untuk mengingat semua nama rekan kerjanya. Itu sebabnya ada beberapa orang yang diberinya nama khusus agar bisa diingatnya dengan cepat, misalnya saja Onew dan Max.
"Apa ada pertanyaan lain ?" tanya Sohee kepada semua rekannya.
"Eonni, bisakah kita membantu Max?" tanya Fia denga suara yang cukup kecil. Dia ingat dengan perkataan Nathan sebelum berangkat tadi, tapi janji yang sudah terucap tidak bisa dilanggar. Itu adalah petuah yang didapatnya dari ibu panti sejak kecil.
"Membantunya? Kenapa kita harus eon?" tanya Jiyeon sedikit ketus. Kadang dia merasa iri dengan Fia, karena yeoja itu bisa berteman dengan banyak namja yang cukup tampan menurut Jiyeon.
"Hari ini ada temannya yang berulang tahun, dia memintaku untuk membantunya membuat surprise party. Dan sekarang aku minta bantuan kalian, please…." Terang Fia dengan puppy eyes andalannya.
Tampak seorang namja yang berusaha menahan diri agar tidak mencium Fia saat itu juga. Padahal dia sudah mengatakan kepada Fia agar tidak mengeluarkan puppy eyes di depan umum, tapi sepertinya yang bersangkutan lupa akan peringatannya.
Sementara yang lain juga tidak pernah mampu menolak keinginan Fia jika sudah berpose seperti itu. bahkan Jiyeon yang awalnya menolak membantu ikut mengiyakan kemauan gadis itu.
"Ne, kita akan membantu Max menyiapkan surprise party" kata Sohee menyetujui keinginan Fia.
"Thank you so much eonni" teriak Fia sambil memeluk erat Sohee.
"Kau seperti kekasih Changmin-ssi saja eonni" kata Jiyeon dengan menekan kata eonni, tapi perkataan Jiyeon sama sekali tidak dihiraukan oleh Fia. Malahan namja yang tadi sempat ingin menciumnya yang memikirkan perkataan itu.
Dia sadar, selama ini Fia dan Changmin sangat dekat. Bahkan bagi orang yang tidak mengenal mereka, maka akan berpikir jika mereka adalah pasangan kekasih. Memikirkan hal itu entah mengapa membuatkemarahan menguasai dirinya.
Sejak Jiyeon mengatakan hal itu, namja itu seolah menghindari Fia. Dia hanya akan berbicara jika ditanya. Dan itu hanya berlaku kepada kepada yang lain masih sama dengan biasanya.
Fia sendiri menyadari perubahan sikap namja yang beberapa hari lalu resmi menjadi kekasihnya. Apalagi setelah perkataan Jiyeon tadi. Fia sudah berusaha bersikap seperti biasa, tapi Hyesung seolah menjauhinya. Hal ini tak ayal membuatnya kesal dan sedih.
Kesal karena tidak bisa lebih terbuka kepada Hyesung dan sedih karena diabaikan sang kekasih. Karena takut tidak bisa mengendalikan perasaannya, Fia lebih memillih menyibukkan diri. Sejak tadi dia seolah tidak mau beristirahat walau sebentar. Hal ini tentu membuat yang lain mencemaskan kesehatannya, tak terkecuali Hyesung. Tapi ego yang tinggi mencegahnya untuk menyuruh Fia istirahat.
Akhirnya Joon Ha lah yang menyuruh Fia istirahat sebelum jam makan siang. Awalnya Fia menolak, tapi karena diancam akan diadukan kepada Ryeowook terpaksa dia mau melakukan apa yang diminta Joon Ha.
Waktu makan siang adalah waktu yang paling sibuk di Bluerose. Banyaknya pelanggan kadang membuat Joon Ha dan yang lainnya sibuk. Itu sebabnya mereka sangat bersyukur saat tahu akan ada orang baru yang bergabung dengan mereka. Tapi sampai saat ini, orang yang dimaksud oleh Sohee tadi pagi belum juga menampakkan diri.
Seperti biasanya saat Changmin datang, Fia yang akan melayaninya. Dengan kondisi yang lebih baik setelah istirahat sebentar tadi, Fia menghampiri meja Changmin dan Kris. Dapat dilihatnya jika ada orang lain diantara mereka.'Mungkin orang itulah yang berulang tahun' batin Fia.
"Selamat datang di Bluerose, apa yang ingin kalian pesan untuk makan siang" kata Fia dengan ramah. Hal itu selalu dilakukan olehnya meski Changmin telah melarangnya bersikap seformal itu kepadanya.
"Aigoo, chagiya berapa kali kukatakan jangan seformal itu kepada kami. Ya kan Kris?" ujar Changmin dengan memasang wajah pura-pura kesalnya.
"Hehehe…tapi itu adalah peraturannya Max" balas Fia dengan tersenyum lebar.
"Ah Kyu kenalkan dia adalah Fia, calon yeojachingguku" kata Changmin kepada namja yang sedari tadi sibuk dengan game portabelnya.
"Cih, jaga ucapanmu Ming. Jangan sampai ada yang marah dengan apa yang baru saja kau lontarkan" kata Kris saat menyadari tatapan tajam Hyesung yang saat ini berdiri tak jauh dari mereka. Sementara namja yang dipanggil Kyu tadi mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Fia. Mereka sama sekali tidak menyangka bisa bertemu secepat ini setelah apa yang terjadi tadi malam.
"Neo / You" kata mereka bersamaan dengan tangan masing-masing menunjuk satu sama lain.
"Eh, kalian saling kenal eoh?" tanya Changmin heran melihat sikap keduanya yang seolah pernah bertemu sebelumnya.
"Max, apakah dia Kyu yang selama ini kauceritakan kepadaku?" tanya Fia dengan berusaha menahan amarah yang hampir keluar.
"Ne, waeyo? Apakah kau telah mengenalnya?" tanya Changmin lagi. Tapi sepertinya kemarahan tidak bisa ditahan lagi oleh Fia. Apalgi mengingat apa yang telah dilakukan oleh orang bernama Kyu ini tadi malam.
"Jadi itu bukan yang pertama eoh?" tanya Fia kepada Kyu dingin. Sementara Kyu yang mengerti arah pembicaraan yeoja itu hanya menjawab dengan acuh.
"Itu bukan urusanmu nona" jawabnya dengan kembali fokus kepada game yang sempat diabaikannya beberapa menit yang lalu. Dia sama sekali tidak menyangka jika yeoja yang telah menolong dan ditolongnya itu akan memukulinya dengan nampan yang tengah dibawanya.
Saat permukaan nampan itu telah mengenai bagian kepalanya Kyuhyun hanya mampu mengerang dan melindungi kepalanya dengan kedua tangan. Sementara Changmin dan Kris hanya bisa terdiam mengetahui yeoja yang selama ini dikenalnya sangat menyenangkan bisa melakukan hal seperti itu. Sadar apa yang tengah menimpa sahabatnya, kedua namja tinggi itu berusaha menenangkan Fia.
Tapi seolah mendapat kekuatan yang entah dari mana, keduanya tidak bisa menghentikan perbuatan Fia. Walau sadar jika saat ini dirinya tengah menjadi perhatian seluruh pelanggan Bluerose, Fia tetap memukuli semua bagian tubuh Kyuhyun dengan nampan. Hingga akhirnya dia berhenti saat merasakan pelukan seseorang dibelakangnya.
"Hentikan, kau hanya membuat malu dirimu dan Bluerose jika terus memukuli pelanggan seperti itu" kata seorang namja yang tengah memeluknya dingin. Dan setelah merasa Fia lebih tenang, namja itu melepaskan pelukannya dan meminta maaf kepada Kyuhyun.
"Kau tidak perlu meminta maaf kepadanya Hyesung-ah,karena dia sama sekali tidak bisa menghargai apa yang telah Tuhan berikan kepadanya " kata Fia tak kalah dingin seraya menatap Kyuhyun dengan penuh amarah. Setalahnya dia pergi meninggalkan meja itu dan membiarkan Hyesung yang melayani Changmin dan dua sahabatnya.
Saat terjadi kegaduhan di tengah-tengah Bluerose, Lu Han dibuat pusing oleh seorang namja tampan yang sama sekali mengacuhkannya. Tidak ada satupun pertanyaan yang dilontarkannya dijawab oleh sang namja. Dan karena kesal terus-terusan diacuhkan Lu Han pun berteriak.
"Yakk… tuan apa yang sebenarnya kau inginkan eoh?" bentakannya kali ini mampu membuat sang namja memusatkan perhatiannya kepada Lu Han.
"Aku ingin bertemu dengan Sohee noona" jawabnya dingin. Sebenarnya namja itu sejak tadi tidak bisa mengalihkan pandangannya kepada gadis cantik yang tengah berdiri di belakang meja kasir. Kecantikan alami yang dipancarkan olehnya mampu membuatnya terpana dan membuat dirinya tampak bodoh untuk beberapa saat.
Teriakan Lu Han tadi membuat Fia mendatangi namja China itu dan ingin mencari tahu alasan namja itu berteriak. Dia melihat seorang namja berpakaian casual dengan kaca mata bertengger di telinganya.
"Ada keperluan apa kau ingin bertemu dengan Sohee eonni? Lagipula siapa kau?" pertanyaan beruntun terlontar dari bibir Fia. Saat tahu Fia telah berada dibelakangnya, Lu Han memutuskan untuk melanjutkan kerja daripada mengurusi namja menyebalkan itu. dia percaya jika Fia mampu mengatasi namja itu.
"Aku Kibum. Kim Kibum" jawab sang namja pendek. Fia yang merasa tidak asing dengan nama itu hanya mampu menggali ingatannya dimana dia mendengar nama yang baru saja dikatakan oleh sang kebingungan yang terlihat jelas diwajah yeoja di hadapannya, Kibum ingat dengan ceriat sepupunya tentang salah satu pegawainya yang sangat sulit mengingat nama Korea seseorang.
"Bryan, Bryan Trevor Kim" kata Kibum menyebut nama inggrisnya. Dan dapat dilihatnya wajah sang yeoja berubah cerah.
"Ah,,, kau sepupu Heechul oppa ne?" tanya Fia memastikan.
"Ya, jadi bisa sekarang kau mengantarku menemui Sohee noona?" pinta Kibum. Mendengar permintaan Kibum yang seperti perintah itu membuat Fia tanpa sadar mempoutkan bibirnya lucu. Dan kejadiannya sangat cepat. 'Brak…' terdengar suara kursi yang terbanting, dan tiba-tiba Fia sudah berada dalam pelukan Kibum.
"Sebaiknya kau kembali ke tempat dudukmu tuan" kata Kibum tegas kepada seseorang yang sepertinya akan menyerang Fia.
"Dan kau nona, jangan sembarangan memasang wajah aeygomu di depan umum jika tidak ingin ada namja yang menyerangmu seperti tadi" lanjutnya kepada Fia. Dan yeoja itu hanya mampu mengangguk dalam dekapan Kibum.
Setelah merasa jika namja yang hampir menyerang salah satu rekan kerjanya kembali ke tempatnya semula, Kibum melepas pelukan mereka dan langsung menyeret Fia untuk ke tempat Sohee. Dia ingat cerita Heechul tentang semua pegawai Bluerose. Dan Kibum yakin jika yeoja yang sering membuat sepupunya itu kesal adalah yeoja yang kini tengah diseretnya.
"Yakkk…bisakah kau tidak menyeretku Bryan? Kau membuatku sakit tahu!" Fia berseru seraya mencoba melepaskan cekalan Kibum yang cukup kuat hingga membuat pergelangan tangannya memerah.
"Cih, berisik" sahut Kibum tanpa peduli rontaan Fia. Setelah sampai di depan pintu bertuliskan Manager Room mereka berdua masuk tanpa mengetuk pintu. Dan hal itu hampir saja membuat seseorang yang sedari tadi bekerja di dalamnya marah. Tapi ketika tahu siapa yang datang wajah menakutkannya berubah cerah.
"Ah, Kibumie kau datang" sambut Sohee. Dan betapa terkejutnya ketika menyadari Fia berada di belakang Kibum. "Eh Fia apa ada yang ingin kau sampaikan?" tanyanya kepada Fia.
"Aniyo, namja sialan ini yang menyeretku kesini" jawab Fia tanpa peduli tatapan tajam yang dilayangkan Kibum kepadanya seraya mengusap tangannya yang sedikit sakit akibat cengkeraman Kibum tadi. Dan sepertinya Sohee sangat memahami watak rekannya ini.
"Sebaiknya kau membantu yang lain untuk menyiapkan surprise party untuk teman Changmin-ssi daripada kau menggerutu seperti itu. dan terima kasih telah mengantar Kibumie" kata Sohee melihat wajah kesal Fia.
"Ne eonni, annyeong" pamit Fia, tapi sebelumnya ditatapnya Kibum dengan pandangan yang menurutnya menakutkan.
"Apa-apan tatapannya tadi? Apa dia bermaksud menakutiku dengan tatapan imutnya itu?" tanya Kibum kepada Sohee setelah Fia pergi.
"Molla, tapi sepertinya begitu" balas Sohee dengan senyum lebar. Selama ini Sohee tidak pernah bisa membedakan saat Fia marah atau tidak. Ekspresi yang imut selalu ditunjukkannya saat dia kesal, marah, senang maupun memohon.
TBC
Akhirnya punya waktu buat pindah cerita ini ke Ffn, semoga tidak mengecewakan. Terima kasih untuk semuanya yang telah meluangkan waktunya membaca cerita ini, Meski aku tahu masih banyak kekurangan yang dilakukan. Kritik dan saran sangat diharapkan guna memperbaiki bagaimana cara menulis cerita yang menarik dan baik. Sekali lagi terima kasih :)
