Cast : Stefia, Ryeowook, Kyuhyun, Hyesung, and other

Rate : T

Genre : Frienship

Warning : OOC, Typo, alur berantakan. Death chara, dan kekurangan yang lain

RnR

DLDR

Enjoy it :)

Chapter 9

Surprise party yang direncanakan Changmin dengan meminta bantuan seluruh pekerja Bluerose berhasil membuat Kyuhyun tak dapat menahan rasa harunya. Selama ini dia selalu berpikir jika tidak ada lagi yang peduli padanya. Tapi ternyata pemikirannya salah. Dia ingat tentang mimpinya ketika bertemu dengan sang hyung setelah menyelamatkan yeoja yang tadi memukulinya dengan nampan. Dalam mimpi itu sang hyung berpesan untuk bersabar agar mendapatkan kebahagiaan yang selama ini diharapkannya . Mungkin inilah yang dimaksud dengan hyungnya, atau hanya sebuah awal untuk mencapai kebahagiaan yang dimaksudkan oleh kakak tertuanya.

Ucapan dari beberapa pelanggan yang masih berada di café dan seluruh pegawai serta Changmin dan Kris didapatkannya. Dan yang paling mengejutkan adalah keberadaan teman semasa kuliahnya di Harvard juga mengucapkan selamat kepadanya. Bahkan Fia yang tadi sempat memukulinya juga mengucapkan selamat meski dengan nada yang kurang bersahabat. Wajah-wajah bersahabat dari orang-orang disekelilingnya membuat Kyuhyun sadar jika selama ini dia telah menyia-nyiakan kesempatannya untuk bahagia. Dan mulai saat ini dia berjanji pada dirinya sendiri akan lebih menghargai waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan.

Kebahagiaan Kyuhyun saat itu sepertinya berbanding terbalik dengan Fia. Sejak tadi pagi dia tahu jika sang kekasih menjaga jarak dengannya. Dan moodnya semakin buruk ketika mengetahui jika Kyuhyun adalah orang yang sering kali mencoba mengakhiri hidupnya. Fia sangat tidak suka dengan orang-orang yang tidak bisa menghargai waktu yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sadarkah mereka jika diluar sana banyak orang yang memiliki penyakit parah ingin bisa hidup lebih lama dari yang diprediksikan dokter ? Sepertinya orang-orang yang ingin mencoba mengakhiri hidupnya adalah orang-orang yang sama sekali tidak mensyukuri nikmat Tuhan, itulah yang selalu Fia pikirkan.

Di saat teman-temannya mengadakan pesta kecil untuk Kyuhyun, Fia kembali ke loker setelah mengucapkan selamat kepadanya. Tak lupa pula janji akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tadi malam juga disampaikan walau dengan suara yang lirih. Duduk dengan kepala ditundukkan membuat Fia tidak menyadari jika ada seseorang yang berdiri di depannya.

"Gwaenchanayo?" tanya orang itu kepada Fia yang masih menundukkan kepala.

"Gwaenchana Nathan" jawab Fia seraya mencoba tersenyum. Dia tidak mau namja yang selama ini selalu bersamanya cemas.

"Benarkah? Tapi kelihatannya kau tidak baik" kata Ryeowook lagi. "Apa kau bertengkar dengan Hyesung?" lanjutnya lagi.

"Entahlah. Sejak tadi pagi dia mengacuhkanku. Mungkin yang kau katakana padaku tadi pagi benar adanya." Balas Fia sambil kembali menundukkan wajah.

"Sebaiknya kau bicara dengannya dan juga minta maaf" kata Ryeowook menasehati. Dia tahu selama mengenal Fia, dia tidak akan dengan mudah mengucapkan kata maaf kepada orang yang menurutnya tidak penting dalam hidupnya. Dan dia harap Hyesung adalah orang yang berarti dalam hidup saudaranya itu, karena Ryeowook yakin jika Fia sangat mencintai namja chubby itu.

"Hm, I'll try" balas Fia singkat.

"Itu bagus. Aku akan mengambilkan kau makanan" kata Ryeowook seraya beranjak dari duduknya guna mengambil makanan untuk Fia.

"Gomawo" ujar Fia dengan senyum kembali menghiasi wajah cantiknya. Tak lama kemudian terdengar pintu terbuka. Fia pikir itu adalah Nathannya yang membawa makanan. Karena masih memejamakan mata serta kepala yang menunduk Fia tidak tahu jika yang masuk bukanlah Ryeowook, melainkan orang lain.

"Makanlah" kata orang itu seraya menyodorkan makanan yang dibawanya. Mendengar suara yang bukan suara Nathannya sontak membuat Fia membuka matanya.

"Hyesung?" kata Fia tak percaya jika sekarang sang namjachinggu ada dihadapannya dan menyodorkan makanan kepadanya.

"Makanlah !" perintah Hyesung lagi dan dengan canggung Fia mengambil makanan yang disodorkan namja disampingnya. Keheningan menemani keduanya, hanya dentingan sendok dan garpu yang mengiringi kebersamaan mereka kali ini.

"Mianhae" lirih Fia setelah menghabiskan makanannya. Perkataan yang tidak pernah diduga akan keluar dari mulut Fia sekarang didengarnya. Selama mereka menjadi rekan kerja tidak pernah sekalipun kata maaf terucap dari Fia. Itu karena yeoja itu selalu menjaga agar dirinya tidak berbuat salah. Bahkan saat melakukan kesalahan dia sama sekali tidak mau minta maaf.

Sebagian dari mereka menganggap Fia sangat sombong karena tidak mau mengakui kesalahan yang dibuatnya. Tapi setelah dijelaskan oleh Ryeowook, mereka memakluminya. Dan saat ini kata itu terlontar untuknya. Sebenarnya Hyesung senang Fia mau meminta maaf lebih dulu, bahkan tadi dia berniat untuk meminta maaf terlebih dahulu atas sikapnya hari ini.

"Should I?" tanya Hyesung dengan acuh. Dia mencoba menjaga sikapnya agar seperti ini supaya bisa menggali informasi yang ingin diketahuinya.

"Eh, kau tidak mau memaafkanku?" tanya Fia heran dengan jawaban Hyesung. Selama ini Hyesung selalu memaafkannya, bahkan tanpa harus mengucapkan maaf kepadanya.

"Aku akan memaafkanmu jika kau menceritakan apa yang terjadi tadi malam antara kau dengan Kyuhyun-ssi" perkataan Hyesung membuat Fia menahan nafasnya untuk beberapa waktu. Dia sama sekali tidak tahu jika Hyesung mendengar apa yang tadi sempat dikatakannya kepada Kyuhyun.

"Apa maksudmu?" tanya Fia dengan wajah pura-pura tidak mengerti maksud sang kekasih.

"Berhenti mengelak atau aku tidak akan pernah memaafkanmu. " ancam Hyesung. Pada akhirnya Fia menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Kyuhyun tadi malam. Saat menceritakannya, Fia tidak berani menatap wajah Hyesung. Dia bercerita dengan mata memandang kemana saja asal tidak kemata sang namja.

"Begitulah yang terjadi. Itu juga sebabnya kenapa aku tadi memukulnya dengan nampan" kata Fia mengakhiri cerita. "Dan jangan beritahu Nathan tentang hal ini, oke?" lanjutnya dengan wajah memohon.

Jujur mendengar cerita Fia barusan membuat Hyesung merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri. Dia tidak bisa menjaga yeoja pemilik hatinya saat dia membutuhkan bantuan. Dia juga tidak habis pikir dengan kecerobohan yeojanya yang bisa-bisanya keluar tanpa membawa uang maupun handphone.

"Berjanjilah kau akan mengatakan kepadamu saat kau merasa sakit!" kata Hyesung seraya mengangkat jari kelingkingnya di hadapan Fia.

"Ne" sahut Fia sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Hyesung. Dan senyumpun menghiasi wajah keduanya. Mereka saling mendekatkan diri, dan saat bibir mereka hampir bertemu seseorang menginterupsinya.

"Hyesung, Fi….oops mianhae" katanya saat tahu kehadirannya sangat tidak tepat. Sementara Hyesung dan Fia langsung menjauhkan diri satu sama lain. Hyesung langsung menatap tajam seseorang yang telah menggangu aktivitasnya dengan Fia

"Ada apa Onew?" tanya Fia saat mengetahui jika namja di hadapannya benar-benar menyesal dan ketakutan saat bertatapan dengan Hyesung.

"Sohee noona ingin memperkenalkan Kibum secara langsung kepada kita. Aku benar-benar menyesal telah mengganggu kalian. Tapi tunggu, sejak kapan kalian pacaran eoh?" kata Onew panjang lebar. Dia sudah tidak peduli dengan tatapan tajam Hyesung.

"Bukan urusanmu Jinki. Dan awas jika kau menyebarkannya kepada yang lain" ancam Hyesung seraya bangkit dari duduknya dan keluar.

"Kami jadian beberapa hari yang lalu. Dan bisakah untuk sementara kau merahasiakan hal ini?" tanya Fia ramah, berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan sang kekasih.

"Tentu. " jawab Onew dengan senyum yang langsung menyembunyikan kedua matanya.

Setelah semua berkumpul dan mengambil tempat masing-masing, Sohee bangkit dari duduknya. Dia memandang Kibum cukup lama sebelum mengenalkannya pada yang lain.

"Okay, seperti yang kukatakan tadi pagi jika hari ini sepupu Heechul oppa akan datang. Dan mungkin diantara kalian telah bertemu dengannya." Sohee memulai pembicaraan mereka.

"Ini dia Kim Kibum" lanjutnya menunjuk namja tampan yang duduk tak jauh dari tempat Hani. Dan orang yang dimaksud langsung berdiri untuk mengenalkan diri.

"Annyeong, Kim Kibum imnida. Bagapta " katanya seraya menundukkan kepala. Sesudah itu Sohee kembali menyebut nama-nama rekannya yang lain agar bisa diingat oleh Kibum. Tidak butuh waktu yang lama untuk namja jenius seperti Kibum mengingat semua orang yang baru dikenalnya.

"Sebelum kita melanjutkan pekerjaan, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan. Pertama aku ingin mengatakan jika mulai hari ini kalian bisa mengambil libur sehari dalam seminggu, dan hanya ada dua orang yang boleh mengambil libur dalam sehari. Kedua besok akan ada dua orang chef baru yang bergabung dengan kita. Dan ketiga, Sena noona mulai hari ini kau bertanggung jawab dengan semua hal yang menyangkut dapur dan Joon Ha hyung bertanggung jawab atas apa yang terjadi di depan" kata Kibum menjelaskan.

"Apa ada yang pertanyaan? "lanjutnya.

"Kenapa harus yang tua yang bertanggung jawab? Apa kau tidak percaya dengan pegawai yang lebih muda?" tanya Fia saat tidak ada yang memberi pertanyaan kepada Kibum.

"Karena aku rasa mereka memiliki rasa tanggung jawab yang besar jika dibandingkan denganmu. Dan mulai hari ini kau menjadi asistenku." Kata Kibum tegas menjawab pertanyaan yang dilontarkan Fia.

"Mwo?" Fia sangat terkejut mendengar keputusan yang diambil Kibum. Menurutnya namja itu sangat menyebalkan.

"Apa ada yang keberatan dengan keputusanku?" tanya Kibum kepada yang lain.

"Aku rasa itu yang terbaik Kibumie" kata Ryeowook semangat. Karena jika Fia menjadi asisten Kibum maka dia tidak akan terlalu lelah.

"Apa Fia eonni tidak akan melayani tamu lagi?" tanya Hani kepada manager barunya.

"Of course not" jawab Kibum singkat.

"Bagaimana dengan Changmin-ssi? Bukankah dia hanya mau dilayani oleh Fia noona?" kali ini Lu Han yang mengutarakan pendapatnya.

"Aku akan menjelaskan kepadanya jika Fia tidak bisa lagi melayaninya" Hyesunglah yang menjawab pertanyaan namja China itu.

"Tapi sesekali Fia bisa melayani Kyuhyun dan kedua temannya." Lanjut Kibum. Sementara mereka masih membahas beberapa hal baru yang dibawa Kibum, Fia hanya bisa menggerutu dengan nasib yang tengah menimpanya. Karena terlalu serius dengan pikirannya dia sama sekali tidak menyadari jika rekan-rekannya telah membubarkan diri hingga sebuah tarikan membuatnya kembali ke alam Fia hanya mampu pasrah ditarik lagi oleh Kibum menuju ruangan yang mulai hari ini akan selalu dikunjunginya.

"Kau sangat menyebalkan. Bagaimana kau bisa mengambil keputusan seperti itu eoh?" tanya Fia mengutarakan kemarahannya.

"Kita sudah membahasnya tadi" jawab Kibum seraya mengambil dokumen yang akan diperiksanya. "Dan tidak ada yang protes atas keputusanku" lanjutnya.

"Tapi…"

"Bahkan Ryeowook kelihatan tidak keberatan sama sekali bukan. Jadi berhentilah sok kuat nona, ini juga untuk kesehatanmu." potong Kibum seraya menatap Fia. "Heechul hyung telah menceritakan semua hal tentang Bluerose dan pegawainya sebelum aku datang ke café ini".

"Aishhh….kalian berdua sangat menyebalkan" Fia masih kesal dengan keputusan Kibum.

"Enjoy it" kata Kibum seraya menyerahkan beberapa dokumen ke tangan Fia agar segera diperiksa. Meski masih sangat kesal, Fia tetap mengerjakan tugasnya.

TBC

Akhirnya punya waktu buat pindah cerita ini ke Ffn, semoga tidak mengecewakan. Terima kasih untuk semuanya yang telah meluangkan waktunya membaca cerita ini, Meski aku tahu masih banyak kekurangan yang dilakukan. Kritik dan saran sangat diharapkan guna memperbaiki bagaimana cara menulis cerita yang menarik dan baik. Sekali lagi terima kasih :)