Cast : Stefia kim ( OC ), Cho Kyuhyun ( Super Junior ), Kim Ryeowook ( Super Junior ), Kim Hyesung ( OC ), and other.
Rate : T
Genre : Frienship
Disclaimer : They belong to God, their parents, and themselves
Warning : Typo, tidak sesuai EYD, dan banyak kekurangan yang lain
Italic untuk semua yang terjadi dalam mimpi
Enjoy :)
Chapter 11
Seorang bocah laki-laki berumur sepuluh tahun itu tetap melangkahkan kakinya menjauhi tempat yang menurutnya sangat memuakkan tersebut. Tidak dihiraukannya teriakan beberapa orang di belakangnya yang menyuruhnya berhenti. Rasa marah masih dirasakan namja berambut sedikit ikal itu. Kemarahan saat sang sepupu menghinanya karena selalu membuat onar di sekolahnya. Tidak hanya itu sang kakek juga ikut memarahinya karena dia telah mencemarkan nama keluarga mereka dengan sikap seperti itu. bahkan mereka juga menyalahkan kedua orangtuanya yang dianggap tidak becus mendidik putra bungsu mereka.
Kemarahannya semakin memuncak saat sang paman memukul sang hyung yang mencoba membelanya. Didorongnya orang yang jauh lebih tua darinya itu sebelum memukuli wajahnya secara brutal. Dan hal yang tidak pernah dibayangkannya terjadi, sang hyung memukulnya dan membentaknya. Setelah itu dia lari dari tempat yang akan dibencinya seumur hidupnya. Airmata terus mengalir dari manik dark brownnya.
Kemarahan yang menguasainya membuatnya tidak fokus saat berjalan. Tanpa sadar langkah kecilnya membawanya kejalan raya yang sangat padat. Diacuhkannya lampu lalu lintas yang masih berwarna hijau itu, pikirannya saat itu dipenuhi dengan kemarahan sang hyung yang selama ini dijadikan panutan olehnya.
Dorongan yang kuat dan teriakan orang-orang disekitarnya menyadarkan bocah tampan itu dari alam bawah sadarnya. Saat melihat sekeliling, banyak orang yang mengerubunginya. Kebingungan terlihat jelas diwajahnya saat sang noona datang dan menamparnya dihadapan umum. Rasa sakitnya semakin bertambah saat sang noona juga berteriak diwajahnya seperti yang dilakukan sang hyung beberapa waktu yang lalu.
"Kyu, gwaenchanayo?" suara lirih seseorang yang sangat dikenalnya membuat bocah yang merasa sedih itu mendongak. Tidak mendapati sang hyung dihadapannya membuat bocah itu panic, hingga akhirnya dia sadar jika disampingnya ada seseorang yang tergeletak berlumuran darah.
"Hyung…." Airmata kembali keluar saat tahu jika sang hyung telah mengorbankan dirinya untuk menolongnya. Seharusnya dia tidak bersikap seegois itu, harusnya dia mendengarkan teriakan sang hyung tadi, harusnya….hanya kata itu yang terpikir olehnya sampai ambulans membawa sang kakak.
"…hyun…Kyuhyun" seorang yeoja tengah mencoba membangunkan seorang namja yang menangis dalam tidurnya di salah satu kursi taman. Saat itu dia dan kekasihnya tanpa sengaja mendengar suara isak tangis tak jauh dari tempat mereka beristirahat setelah seharian berkeliling. Dan betapa terkejutnya keduanya saat mendapati seseorang yang akhir-akhir ini telah menjadi teman mereka.
Guncangan yang cukup keras akhirnya membuat namja yang tertidur dengan posisi sedikit aneh itu terbangun. Dan seperti masih terpengaruh mimpi yang baru saja dialaminya sontak membuatnya memeluk siapapun yang berada di depannya. Sementara orang yang dipeluknya hanya bisa terdiam beberapa saat hingga akhirnya membalas pelukan namja tampan itu.
"Feel better?" tanyanya setelah cukup lama mereka berpelukan, menghiraukan seorang namja yang tampak tidak suka dengan sikap keduanya.
"Ne, gomawo." Lirih sang namja dengan menghapus sisa airmata yang masih mengalir. Awalnya dia sangat terkejut saat mengetahui siapa yang telah dipeluknya secara tiba-tiba itu, tapi akhirnya dia mencoba untuk bersikap tenang. Bahkan dia siap jika seandainya kekasih dari yeoja yang baru saja dipeluknya itu memukulnya.
"Apa yang dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun di tempat seperti ini eoh? Menangis lagi?" nada menggoda terdengar dari namja yang sedari tadi hanya terdiam melihat interaksi kekasihnya dengan dirinya.
"Aku rasa itu bukan masalahmu, Hyesung-ssi. Dan pertanyaan yang sama untuk kalian." jawabnya mencoba mengalihkan pembicaraan tentang mimpinya.
"Sepertinya ada seseorang yang tidak ingin kita tahu apa yang diimpikannya chagiya, dan tentang pertanyaanmu, tentu saja kami kencan" sang yeoja bergelayut manja pada bahu sang kekasih saat menjawab pertanyaan Kyuhyun barusan.
"Hahahaha….kau benar sweety. Sepertinya tuan muda Cho sedang ingin bergalau ria" tawa sepasang kekasih itu sangat membuat kesal seorang Cho Kyuhyun. Seumur hidupnya tidak pernah ada yang berani menertawakannya seperti ini.
"K.A.L.I.A.N…"
"Huaaa…..ada evil marah, hahahaha" Fia dan Hyesung langsung berlari saat Kyuhyun berusaha menangkap mereka. Cukup lama mereka berkejaran seperti anak kecil sampai secara tiba-tiba Fia terjatuh seraya memegangi dadanya. Keringat bercucuran di wajahnya dan warna pucat dengan cepat mendominasi wajah cantiknya. Dengan cepat Hyesung langsung mengambil inhaler Fia yang selalu dibawanya, sementara Kyuhyun hanya dapat berdiri memandangi kedua orang yang dengan tidak terduga membantu menghilangkan kesedihan akibat mimpinya tadi.
"Sebaiknya kita membawanya ke rumah sakit" Kyuhyun berkata setelah tersadar dari syoknya.
"Tidak, Fia tidak suka rumah sakit. Sebaiknya kita membawanya pulang"
"Baiklah, sebaiknya kita cepat" dan keduanya berjalan menuju mobil Kyuhyun yang tak jauh dari mereka berada sekarang. Hanya keheningan yang menemani mereka selama perjalanan menuju rumah Fia. Sesampai di flat yang tidak terlalu besar itu, Hyesung langsung merebahkan sang kekasih di kamarnya. Tak lama kemudian namja chubby itu keluar dan langsung bergegas menuju dapur untuk mengambil minum bagi dirinya serta Kyuhyun.
"Sepertinya kau sudah sangat hafal dengan apa yang ada di flat ini" katanya setelah menerima minum dari Hyesung.
"Begitulah, sejak menjadi kekasih Fia aku sering berkunjung" jelasnya kepada namja yang tengah memperhatikan keadaan sekelilingnya. "Bisakah kau menjaga Fia sampai Ryeowook datang? Aku harus segera kembali ke Bluerose" lanjut Hyesung saat menyadari jika dirinya harus kembali bekerja.
"Bukankah kau sedang libur?"
"Aku rasa kau lebih mengenal bos baru kami Kyuhyun-ssi. Baiklah, aku pergi. Dan ingatkan Fia untuk minum obatnya saat dia bangun nanti. Annyeong" setelah berpamitan sekedarnya, Hyesung keluar meninggalkan anak bungsu keluarga Cho itu sendirian.
*Kyuhyun Pov*
Rumah yang sangat nyaman. Meski kecil semua barangnya diatur sedeikian rupa agar terlihat nyaman. Aku yakin jika Fia adalah orang yang sangat peduli dengan rumahnya. Hal itu terbukti dengan betapa rapinya flat kecil ini. Tempat ini mengingatkanku pada rumahku dulu. Sebuah tempat dimana kau bisa merasa aman bersama keluargamu. Hyesung benar-benar namja yang sangat beruntung bisa memiliki kekasih seperti Fia. Meski sedikit brutal, dia adalah yeoja yang baik.
Aku masih ingat dengan pertemuan pertama kami. Saat itu aku sempat berpikir jika Fia akan menjadi seseorang yang
akan aku benci seumur hidupku karena telah menggagalkan rencanaku. Tapi sekarang aku yakin dengan keputusan yang beberapa hari lalu telah kubicarakan dengan Song Ahjuma. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya kepada Fia. Dan aku harap Hyesung tidak membenciku karena ini.
Beberapa kali mengunjungi Bluerose mampu membuatku merasa jika aku masih memiliki teman yang tulus. Bahkan tak jarang aku berbincang dengan Onew dan Hyesung. Niatan untuk meminta bantuan Bumie hanya sekedar niatan, karena yeoja yang sekarang tengah istirahat selalu mencegah Bumie menemuiku karena alasan yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana bisa seorang asisten malah menyuruh bosnya mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakannya, tapi sepertinya Bumie tidak bisa menolak setiap permintaan Fia. Dan sepertinya semua pegawai Bluerose pun tidak ada yang bisa menolak keinginan yeoja itu.
Kuperhatikan semua foto yang terpampang di dinding. Kebanyakan adalah gambar Fia dan Ryeowook. Jujur sampai saat ini aku sama sekali tidak tahu hubungan diantara keduanya. Bahkan Hyesung yang notebene adalah kekasih Fia sama sekali tidak marah saat melihat betapa akrabnya kekasihnya itu dengan Ryeowook. Sepertinya banyak hal yang tidak aku ketahui tentang Fia, dan aku akan segera mencari tahu.
*Kyuhyun Pov End*
Rasa lelah yang dirasakannya setelah bekarja seharian dan memikirkan semua hal yang menimpanya selama ini membuat Kyuhyun tak lagi mampu menahan matanya untuk tetap terbuka. Tempat yang nyaman seperti dirumah membuatnya semakin cepat terlelap. Bahkan dia tidak peduli jika sang penghuni rumah terbangun.
Sementara itu, Fia mulai sadar dari pingsannya. Rasa sakit di dadanya semakin sering terjadi akhir-akhir ini. Dia takut jika waktunya tidak akan lama lagi. Padahal banyak hal yang belum dilakukannya, terutama untuk Nathan.
Setelah rasa sakit yang dirasakannya berkurang, Fia beranjak dan mendapati pesan dari sang kekasih untuk tidak lupa meminum obat, dan tanpa disadarinya setetes airmata mengalir dari ujung matanya. Fia merasa jika dia adlah orang yang paling beruntung di dunia ini, diakhir hidupnya dia bisa bertemu dengan orang sebaik Hyesung. Yang rela mencintainya ditengah kekurangannya.
Betapa terkejutnya Fia saat menemukan seorang namja tertidur di sofa flatnya. Hampir saja dia berteriak andai saja namja yang tenga tertidur itu tidak membalikkan badannya.
"Cho Kyuhyun ? Apa yang dilakukannya disini?" tanyannya entah kepada siapa. Sementara namja yang bersangkutan terlihat pulas dalam tidurnya, dan hal itu membuat Fia enggan membangunkannya. Dan saat Fia sedang memansakan makanan yang sempat disiapkan Hyesung dia mendengar teriakan yang sangat dihafalnya. Ditambah lagi suara benda yang berbenturan membuatnya meninggalkan aktifitasnya yang hampir selesai.
"Buahahahaha….." Fia sama sekali tidak bisa menahan tawanya saat melihat seorang Cho Kyuhyun bersembunyi dibalik sofa guna mencari perlindungan dari amukan namja semanis Ryeowook. menyadari kehadiran Fia diruangan itu membuat Ryeowook menghentikan acara mengamuknya.
"Kau sudah meminum obatmu?" pertanyaan pertama yang terlontar dari Ryeowook dengan nada penuh dengan kecemasan. Dan Fia hanya bisa menduga jika Hyesung telah mengatakan apa yang terjadi padanya kepada Nathan.
"Belum, aku masih menghangatkan makanan. Dan kenapa kau pulang?" Fia merasa heran dengan keberadaan Nathan di rumah mereka saat ini, karena biasanya dia akan sampai di rumah pukul 9 malam dan saat ini masih jam 6 sore.
"Keberadaan chef baru sangat membantuku untuk bisa lebih lama denganmu di rumah" jawabnya mendekati FIa dan mencium keningnya. Hal ini membuat Kyuhyun yang mencoba mengintip apa yang tengah terjadi membelalakkan mata. Dia sama sekali tidak menduga jika Fia berselingkuh dibelakang Hyesung.
"Apa yang kalian lakukan?" tanpa takut dia keluar dari persembunyiannya.
TBC
Aigooo apa-apan ini (Teriak pake toa). Meski update dua chapter malam ini aku rasa ceritanya semakin aneh dan terlalu lama. Mian karena tidak segera menamatkan cerita ini. *pundung*
Ucapan terima kasih selalu buat siapa saja yang bersedia membaca dan meninggalkan jejak buat ku. Tapi seperti yang tertulis di chap sebelumnya aku sama sekali tidak memaksa kalian untuk meninggalkan jejak.
Sekali lagi maaf jika ceritaku tidak berkenan di hati kalian.
Salam
Opie ^^
