Happiness
Cast : Stefia Kim (OC), Kim Ryeowook (SJ), Cho Kyuhyun (SJ), Kim Hyesung (OC), and other.
Rate : T
Genre : Friendship
Warning : Typo, OOC, Death Chara, Alur yang membingungkan, Plot yang g jelas, dan kekurangan yang lain.
RnR
DLDR
Enjoy
Previous
"Cho Kyuhyun ? Apa yang dilakukannya disini?" tanyannya entah kepada siapa. Sementara namja yang bersangkutan terlihat pulas dalam tidurnya, dan hal itu membuat Fia enggan membangunkannya. Dan saat Fia sedang memansakan makanan yang sempat disiapkan Hyesung dia mendengar teriakan yang sangat dihafalnya. Ditambah lagi suara benda yang berbenturan membuatnya meninggalkan aktifitasnya yang hampir selesai.
"Buahahahaha….." Fia sama sekali tidak bisa menahan tawanya saat melihat seorang Cho Kyuhyun bersembunyi dibalik sofa guna mencari perlindungan dari amukan namja semanis Ryeowook. Menyadari kehadiran Fia diruangan itu membuat Ryeowook menghentikan acara mengamuknya.
"Kau sudah meminum obatmu" pertanyaan pertama yang terlontar dari Ryeowook dengan nada penuh dengan kecemasan. Dan Fia hanya bisa menduga jika Hyesung telah mengatakan apa yang terjadi padanya kepada Nathan.
"Belum, aku masih menghangatkan makanan. Dan kenapa kau pulang?" Fia merasa heran dengan keberadaan Nathan di rumah mereka saat ini, karena biasanya dia akan sampai di rumah pukul 9 malam dan saat ini masih jam 6 sore.
"Keberadaan chef baru sangat membantuku untuk bisa lebih lama denganmu di rumah" jawabnya mendekati FIa dan mencium keningnya. Hal ini membuat Kyuhyun yang mencoba mengintip apa yang tengah terjadi membelalakkan mata. Dia sama sekali tidak menduga jika Fia berselingkuh dibelakang Hyesung.
"Apa yang kalian lakukan?" tanpa takut dia keluar dari persembunyiannya.
Chapter 12
"Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan dirumahku? Dan kenapa kau sangat berantakan?" pertanyaan beruntun dilontarkan Ryeowook mendapati teman barunya ada di dalam rumah. Sementara yang diberi pertanyaan masih belum sanggup berkata apa-apa setelah melihat hal yang tidak pernah disangkanya.
"Aku rasa dia diminta Hyesung untuk menjagaku, lagipula dia adalah namja yang kau lempari dengan bantal sofa tadi" Fia menjelaskan.
"Ommo mianhae, aku pikir kau adalah namja jahat yang akan mencelakai Fia. Jeongmal mianhe Kyu"
"Sebaiknya kau yang melanjutkan mengurus makan malam untuk kita Nath, dan aku akan mandi dulu" Fia kembali bersuara saat Kyuhyun hanya bisa memandang dengan tatapan tak percaya kepada keduanya. "Dan aku akan menjelaskan kebingunganmu Kyu" lanjutnya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Ya, you should" balasnya.
Makan malam yang sederhana tersaji dihadapan ketiganya. Meski demikian mereka menikmati apa yang mereka makan saat itu. Bahkan tak jarang Fia dan Kyuhyun memberikan jatah sayur mereka kepada Ryeowook.
"Jadi kalian adalah….." ketidak percayaan masih ada dalam raut wajah yang ditunjukkan pewaris Cho Corp itu
"Hmm" jawab Ryeowook bosan. Itu adalah kesepuluh kalinya Kyuhyun melontarkan pertanyaan yang sama setelah Fia menjelaskan hubungannya dengan Ryeowook.
"Dan…"
"Semua orang di Bluerose tahu hal itu. Max dan Kris pun tahu akan hal itu" Fia juga terlihat bosan menanggapi pertanyaan Kyuhyun yang sama dari tadi. Tak lama makanan yang terhidang sudah berpindah ke perut ketiganya. Dan Kyuhyun pun mengutarakan niatnya untuk tinggal bersama mereka.
"Mwooo!" teriakan pemilik rumah sungguh mampu membuat telinga Kyuhyun berdenging beberapa saat.
"Kau gila! Apa kau pikir kami akan mengijinkanmu eoh? " Fia yang pertama sadar dari keterkejutannya langsung melontarkan pertanyaan kepada namja tampan di hadapannya.
"Tentu saja kau harus mengijinkanku tinggal disini, bukankah kau sendiri yang bilang akan membantuku agar tidak mencoba bunuh diri lagi eoh?" smirk terukir di wajah Kyuhyun saat mengembalikan pernyataan Fia beberapa waktu yang lalu. Sementara Fia hanya bisa mengedipkan matanya tanpa mampu membalas pernyataan Kyuhyun. Karena apa yang dikatakan namja itu memang benar. Dia sendiri yang bilang akan membantu namja hopeless itu untuk mendapatkan kembali kebahagiaannya.
"Lagipula anggap ini sebagai ganti ucapan maaf karena telah memukuliku tadi" lanjutnya menyudutkan Ryeowook.
"Bagaiamana dengan keluargamu?" kali ini Ryeowook mencoba menggagalkan rencana Kyuhyun dengan membawa keluarga namja itu.
"Mereka tidak akan peduli" jawabnya dengan mata terpejam. Kedua orang yang berada didekatnya mampu mendengar kesedihan dari suaranya. Mereka saling berpandangan dan saling memberi isyatar satu sama lain.
"Baiklah, kau akan tidur dengan Nathan. Dengan syarat kau harus menceritakan penyebabmu ingin mengakhiri hidupmu, bagaimana?"
"Okay, tapi tidak saat ini" jawab Kyuhyun setelah memikirkan syarat yang diajukan oleh satu-satunya yeoja diruangan itu.
"Dan jangan sampai Hyesung tahu hal ini. Biar aku sendiri yang mengatakannya" lanjut Fia seraya beranjak kembali ke kamarnya setelah meminum beberpa obat yang disediakan Ryeowook. "Jalljayo"
"Jalljayo" sahut kedua namja yang tersisa.
"Sebenarnya Fia sakit apa?" Kyuhyun tidak lagi mampu menahan rasa penasarannya.
"Jika waktunya sudah tiba, aku akan mengatakannya"seolah membalik perkataan Kyuhyun, Ryeowook hanya bisa menahan tawa melihat wajah tidak suka teman barunya itu.
Keesokan harinya, setelah mengantar Fia dan Ryeowook ke Bluerose, Kyuhyun pulang guna berganti baju sebelum bekerja. Tidak lupa dia juga memerintahkan Song ahjuma untuk mengemasi baju dan beberapa barang yang akan diperlukannya selama tinggal dengan Ryeowook.
Sementara itu pegawai Bluerose yang menyaksikan kedatangan Fia dan Ryeowook yang tidak biasa hanya bisaa menatap bingung keduanya.
"Bagaimana kalian bisa diantar oleh Kyuhyun?" pertanyaan Onew mewakili pertanyaan yang dipikirkan oleh semua pegawai yang lain.
"Itu…"
"Dia menginap di rumah semalam" jawab Fia memotong pernyataan yang akan dilontarkan saudaranya.
"Bagaimana bisa? Bukankah kemarin Ryeowook hyung pulang lebih awal? " Lu Han ikut-ikutan bertanya. Dan mengingat apa yang terjadi kemarin saat Ryeowook pulang membuat Fia tidak bisa menahan tawanya. Hal ini tentu semakin membuat yang lain semakin bingung.
"Apa yang terjadi kemarin?" kali ini Hyesung tidak bisa menahan rasa penasarannya. Terlebih sang kekasih seolah tak bisa berhenti tertawa setiap mengingat apa yang terjadi setelah kepergiannya.
"Tanyakan pada Nathan, hehehe" Fia masih saja terkikik meski telah mendapat glare dari Ryeowook.
"Tidak ada yang terjadi" kesal Ryeowook seraya meninggalkan semuanya yang masih bingung dengan apa yang telah terjadi dengan dua bersaudara itu.
Hari itu semua pegawai Bluerose dibuat bingung dengan apa yang telah menimpa salah satu dari mereka. Biasanya mereka tidak akan peduli dengan masalah personal dari yang lainnya, tapi kali ini sungguh berbeda. Terlebih Ryeowook akan marah setiap kali diungkit hubungan mereka dengan Kyuhyun.
Seperti biasa, setiap jam makan siang Kyuhyun akan selalu ke Bluerose bersama dengan Changmin dan Kriss. Sejak acara kejutan yang diadakan untuknya beberapa waktu yang lalu dia sudah merasa jika bluerose adalah tempat favoritnya. Tidak hanya itu, kali ini ada yang ingin dikatakan pada Fia atau Ryeowook tentang rencananya.
"Dimana Fia?" pertanyaan yang sama setiap kali ada pegawai lain yang menghampiri ketiganya.
"Sebaiknya kalian memesan lebih dulu, setelah itu aku pastikan jika yang mengantar makanan kalian adalah Fia" jawab Hanna sedikit kesal karena harus berurusan dengan tiga namja yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Kami tidak mau memesan jika bukan Fia" sikap kekanakan Changmin selalu muncul disaat seperti ini. Dan dengan menggerutu Hanna akhirnya berlalu dan memanggil Fia. Diketuknya pintu didepannya denga keras. Hal itu membuat Kibum yang tengah bingung dengan pekerjaannya mengumpat dengan keras.
"Waeyo eonni?" tanya Fia setelah membuka pintu dan menemukan Hanna dengan wajah sebalnya.
"Ketiga namjachinggumu mencarimu" katanya masih kesal dan langsung pergi sebelum Fia mampu mencerna maksud yeoja cantik itu.
"Bryan…"
"Ya ya pergilah" potong namja yang masih sibuk dengan tumpukan kertas dihadapannya. Setelah mendapat izin Fia langsung menghampiri tiga namja yang cukup dikenalnya.
"Seperti biasa?" tanyanya langsung setelah mencapai meja ketiganya.
"Ne chagiya" Changmin menjawab dengan senyuman lebar miliknya tanpa peduli tatapan membunuh Fia. Karena bagi Changmin glare Fia terlihat sangat imut, itu sebebnya dia sanagt suka menggoda yeoja cantik itu. Bahkan dia tidak peduli jika harus berurusan lagi dengan kekasih sang yeoja.
"Berhenti menggodanya Ming! Dan berikan ini pada Ryeowook" nada perintah terdengar jelas dari mulut Kyuhyun. Dan hal ini sangat tidak disukai Fia sejak mereka mulai berteman. Entah kenapa setiap kali berkata, nada perintah secara tidak langsung terlontar dari mulut Kyuhyun.
"Bisakah kau mengucapkan kata tolong sebelum meminta sesuatu kepada seseorang? Dan apa ini?" tanya Fia melihat secarik kertas yang diberikan Kyuhyun padanya.
"Mungkin surat cinta, hehehehe" pernyataan Kriss yang tanpa dipirnya itu membuatnya mendapat jitakan gratis dari Kyuhyun dan Fia. Dan tawa Changmin tidak dapat ditahan melihat sahabat merahnya dikeroyok seperti itu, sementara sang korban hanya bisa mengaduh dan memegangi kepalanya yang lumayan sakit.
"Kalian tidak harus menjitakku sekeras itu bukan? Lagipula aku hanya bercanda"
"Candaanmu tidak lucu Kriss" kata Fia ketus dan langsung beranjak meninggalkan ketiganya. Sesampai di dapur Fia langsung memeluk Ryeowook yang tengah sibuk menghias kue buatannya dari belakang. Hal ini hampir saja membuat hiasan yang hampir selesai itu berantakan.
"Fia kau mengagetkanku" Ryeowook menjitak kepala Fia pelan setelah pekerjaannya selesai.
"Ada surat cinta untukmu" bisiknya seraya memberikan kertas yang ditipkan Kyuhyun padanya. Sementara yang diberi surat hanya bisa mengerutkan kening mendengar hal itu.
"Eonni, ini pesanan ketiga namjamu" kata Minji seraya meletakkan nampan yang berisi pesanan ketiga teman Fia.
"Gomawo Minji-ah"
Seperginya Fia, Ryeowook mencoba membaca 'surat cinta' yang diterimanya. Dia hanya mampu mendengus membaca pesan singkat yang penuh dengan perintah itu. 'Dasar' batinnya dan kembali berkutat dengan pekerjaannya sebelum Sena memarahinya.
Waktu berlalu denga sangat cepat. Tanpa terasa jika waktu untuk pulang telah datang. Dan malam itu pegawai Bluerose kembali dikejutkan dengan keberadaan Cho Kyuhyun di depan café tempat mereka bekerja.
"Kyu, apa yang kau lakukan disini? Café sudah tutup" tanya Kibum bingung mendapati temannya di Harvard kembali ke Bluerose.
"Aku hanya menjemput Fia dan Ryeowook" jawabnya santai tanpa peduli dengan pandangan penuh tanya dari manusia lain yang berada disekelilingnya.
"Aku akan pulang dengan Hyesung" sahut Fia. Dan sepasang kekasih itupun berlalu meninggalkan temannya dalam kebingungan. Saat makan siang tadi Fia telah menceritakan segalanya pada Hyesung, dan namja chubby itu tidak keberatan dengan keputusan Fia untuk membiarkan Kyuhyun seatap dengannya. Bahkan dia merasa bahagia karena Fia mau bercerita kepadanya.
Sementara itu Ryeowook harus menjelaskan sendiri apa maksud dari pernyataan yang dilontarkan penerus Cho Corp itu kepada semua temannya. Tanpa disangkanya jika mereka setuju dengan rencana Kyuhyun. Dan hal itu membuatnya sedikit kesal. Karena dia berpikir jika temannya tidak setuju maka dia bisa mencari alasan agar Kyuhyun tidak tinggal dirumahnya.
Namja ikal itu ternyata tidak langsung melajukan mobilnya menuju flat Ryeowook setelah mereka berada di dalam mobil. Mengetahui jika mereka tidak menuju flatnya, namja manis yang duduk disampingnya mencoba mengatakan jika mereka salah arah. Dan tentu saja Kyuhyun mengetahui hal itu tapi dia sama sekali mengacuhkan Ryeowook.
Ryeowook yang takut jika dia akan diculik Kyuhyun mulai panic dan berteriak, hal ini membuat namja tampan disebelahnya memacu mobilnya lebih cepat lagi agar Ryeowook diam. Tapi bukannya diam, teriakan Ryeowook semakin keras saat tahu jika laju mobil melebihi batas yang ditentukan.
Merasa teriakannya diacuhkan Kyuhyun dan tenggorokannya terasa kering, Ryeowook memilih memejamkan mata dan diam sambil berdoa dalam hati agar dirinya tidak diapa-apakan oleh namja usil disampingnya itu. Tak lama setelah kediamannya, Ryeowook merasa jika laju mobil sedikit memelan dan akhirnya berhenti. Dibukanya mata yangsedari tadi terpejam, dan apa yang dilihatnya sungguh tidak pernah disangkanya.
Sebuah bangunan dengan gaya eropa berdiri tegak didepannya. Selama ini dia hanya mampu melihat bangunan seperti itu di drama-drama kesukaannya. Kekagumannya pada bagungan di depannya membuat Ryeowook mengacuhkan panggilan Kyuhyun yang telah berdiri disampingnya. Bahkan dia tidak sadar jika pintu mobil disisinya telah dibuka. Merasa kesal karena diacuhkan, Kyuhyun langsung menutup mata namja manis yang masih betah duduk didalam mobilnya.
"Yakkk, Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan eoh?" bentaknya karena merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Kyuhyun.
"Cih, sampai kapan kau mau duduk di dalam mobil. Cepat turun dan ikut aku" perintahnya. Dengan kesal Ryeowook akhirnya mengikuti langkah namja tampan itu memasuki bangunan yang tadi menjadi pusat perhatiannya.
"Eh…Kyu rumah siapa ini?" tanyanya dengan pandangan berbinar melihat betapa indahnya rumah yang kini dimasukinya.
"Rumahku" jawab Kyuhyun tetap melangkah.
"Huh…." jawaban Kyuhyun yang tidak disangka membuat Ryeowook terdiam ditempat. Dan dia baru sadar jika semua pelayan yang berpapasan dengan Kyuhyun memberi hormat kepada namja sebayanya itu.
"Rumahnya sangat besar, tapi kenapa dia malah ingin tinggal denganku diflat yang kecil" monolognya. Karena Kyuhyun sudah tidak ditemukannya sejak dia menjawab jika ini adalah rumahnya. Untuk menghilangkan rasa bosannya menunggu Kyuhyun yang tak kunjung datang, Ryeowook memutuskan berkeliling dan melihat foto-foto yang terpajan didinding. Banyak sekali foto keluarga yang terpasang.
Dan satu foto yang membuat Ryeowook penasaran adalah foto Kyuhyun dengan seorang namja yang sangat tampan. Di foto itu Kyuhyun berumur sekitar sepuluh tahun dan namja itu sekitar lima belas tahun. Entah mengapa melihat foto itu membuat Ryeowook mengangkat sedikit sudut bibirnya. Dia bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan Kyuhyun kecil bersama dengan namja yang berada disampingnya.
"Ayo pulang" kata Kyuhyun setelah meninggalkan Ryeowook cukup lama. Hampir saja namja manis itu memarahi Kyuhyun karena nada perintah dari suaranya. Tapi hal itu diurungkan karena keberadaan yeoja paruh baya dibelakangnya.
"Annyeong, Ryeowook imnida" sapa Ryeowook ramah kepada yeoja yang dikiranya adalah ibu Kyuhyun.
"Annyeong Ryeowook-ssi, tolong jaga tuan muda selama tinggal dengan anda. Dan maafkan dia jika dia bersikap tidak sopan kepada anda" balas yeoja itu tak kalah ramah.
"Ah ne, gwaenchana"
"Kami pergi," kata Kyuhyun setelah memeluk yeoja yang selalu ada untuknya itu. Ini adalah pertama kali bagi Kyuhun berada jauh dari Song ahjuma. Selama ini yeoja paruh baya itu yang membantunya bertahan menghadapi kebencian yang diterimanya dari keluarga besarnya. Tapi keputusannya tidak akan pernah berubah. Karena dia ingin mendapat kebahagiaan yang telah lama meninggalkannya.
Tinggal serumah dengan Ryeowook dan Fia membuat Kyuhyun perlahan menemukan kembali kebahagiaannya. Dua orang itu selalu membuatnya tertawa dengan sikap dan interaksi keduanya. Dimana Ryeowook yang tidak bisa menolak semua keinginan Fia atau Fia yang terpaksa makan makanan kambing yang dimasak Ryeowook. Tapi untuk yang satu itu Kyuhyun juga menjadi korban Ryeowook. Jika dia menolak memakan sayur yang telah tersaji di meja makan, maka dia harus merelakan pendengarannya tak berfungsi beberapa waktu akibat ocehan namja manis itu.
Kebahagiaan yang dikiranya telah pergi meninggalkannya, kini mulai kembali dengan perlahan. Senyumnya yang hilang sejak belasan tahun yang lalu kini mulai muncul. Keadaan ini sangat membuat orang yang mengenalnya turut berbahagia.
Song ahjuma dan Kim Jaejoong adalah salah satunya. Meski namja yang bekerja sebagai dokter itu pernah melihat Kyuhyun tersenyum kepada Song ahjuma, itu sangat berbeda dengan saat ini. Dia selalu tertawa setiap kali menceritakan kekonyolan yang dibuat oleh kedua teman hidupnya. Meski hanya melalui telephone, Kim Jaejoong tahu jika sepupunya itu telah menemukan kembali arti dari hidupnya.
Kebahagiaan juga dirasakan Kris dan Changmin dengan perubahan Kyuhyun. Sebagai sahabat yang mengenal baik namja penyuka game itu mereka sadar jika Fia dan Ryeowook adalah orang-orang yang berjasa yang telah mengubah pemikiran seorang Cho Kyuhyun tentang arti kebahagiaan.
Seperti biasanya, saat jam makan siang tiga namja tampan itu selalu berkunjung ke Bluerose. Dan yang mereka cari tentu saja Fia. mereka selalu menolak tiap kali ada pegawai lain yang mendatangi ketiganya. Bahkan saat Kibum memarahi mereka, ketiganya tetap tidak mau mengubah pemikiran mereka, begitu juga yang terjadi hari ini.
"Kemana Fia?" tanya Kyuhyun kepada Jiyeon yang saat itu menghampiri ketiganya.
"Dia sangat sibuk, Kibum oppa bilang supaya hari ini dia tidak melayani seorang pelangganpun. Termasuk kalian" balasnya dengan wajah serius.
"Cepat panggilkan Fia!" perintah Changmin tanpa peduli dengan penjelasan Jiyeon.
"Tapi…."
"Now !" perintah mutlak dari Kyuhyun dan glare yang tajam membuat Jiyeon mau tak mau harus memanggil Fia.
Sementara itu Fia yang saat itu sendirian tidak lagi mampu menahan rasa sakit yang akhir-akhir ini sering menderanya. Keringat bercucuran di wajah pucatnya. Nafas yang mulai sesak membuat Fia tidak mampu bergerak, bahkan untuk mengambil inhaler yang berada tak jauh dari jangkauannya. Pandangannya semakin kabur dan sebelum kegelapan memeluknya dapat dilihatnya Kibum dengan panic memanggil namanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Mian jika ceritanya semakin menyerupai sinetron Indonesia yang gak habis-habis. Tapi kemungkinan tinggal dua chapter lagi menuju ending. Untuk Ami Zhang ini sudah dilanjut, mian jika tidak sesuai dengan yang kamu harapkan :)
Terima kasih buat siapapun yang telah meluangkan waktu untuk membaca cerita gaje ku ini, apalagi ada yang berkenan menuliskan unek-uneknya tentang cerita ini, hehehehe.
Sekali lagi terima kasih.
Salam
Opie ^^
