Finnally last chapter was update. Meski ada atau tidak ada yang menantikan cerita ini, aku merasa satu hutangku telah lunas. Dengan menulis beberapa cerita yang masih jauh dari kata akhir, menyelesaikan sebuah cerita yang tidak cukup panjang seperti ini membuatku bahagia.
Aku berharap semua pembaca tidak kecewa dengan akhir yang aneh dan terkesan memaksakan. Ini adalah hasil terbaik yang bisa kipersembahkan untuk kalian *alah bahasanya8
Tidak perlu banyak cuap-cuap lagi, selamat menikmati :) (emang makanan)
Happiness
Cast : Stefia Kim (OC), Kim Ryeowook (SJ), Cho Kyuhyun (SJ), Kim Hyesung (OC), and other.
Rate : T
Genre : Friendship
Warning : Typo, OOC, Death Chara, Alur yang membingungkan, Plot yang g jelas, dan kekurangan yang lain.
RnR
DLDR
Enjoy :)
Previous
"Tapi sepertinya usahaku untuk menyusul Siwon hyung tidak pernah berhasil." Airmata kembali menetes saat Kyuhyun menceritakan penyebab dirinya sering mencoba untuk bunuh diri. Dengan mata yang terpejam dicobanya lagi mengingat kenangan buruk yang pernah menimpanya dan yang merubah hidupnya. Sebuah pelukan dapat dirasakannya beberapa saat kemudian. Tidak hanya itu bahunya yang basah menandakan jika seseorang yang tengah memeluknya juga menangis bersamanya.
"Uljima" kata Fia seraya mengelus punggung Kyuhyun.
"Tsk, kau menyuruhku untuk tidak menangis sementara kau sendiri juga menangis" katanya seraya memegangi wajah Fia dan menghapus airmata yang mengalir di wajah yeoja cantik itu. Dan Fia pun melakukan hal yang sama.
"Berjanjilah jika suatu saat nanti aku meninggal kau tidak akan bersikap seperti ketika Siwon oppa meninggalkanmu" ditatapnya wajah tampan namja di hadapannya dengan mimic serius.
"Apa maksudmu?"
.
.
.
.
.
.
Chapter 14
"Berjanjilah Kyu. Berjanjilah kau akan tetap bahagia meski nanti aku tidak bisa lagi bersamamu. Jebal " dengan mata yang kembali berkaca-kaca Fia tetap menunggu respon dari Kyuhyun.
"Ne, I'm promise" janjinya.
"Gomawo" dipeluknya lagi namja tampan itu dengan perasaan yang lebih bahagia. Karena dia yakin jika orang yang akan merasa kehilangan atas kematiannya nanti sedikit berkurang. Dan berharap sebelum kematiannya dia bisa memberikan kebahagian kepada semua orang yang telah menemaninya sampai saat ini.
Seperti biasanya akan ada seseorang yang membesuk Fia setiap hari. Hari ini yang berkesempatan menemani yeoja cantik itu adalah bosnya di Bluerose, Kim Heechul. Kedatangan namja cantik itu benar-benar mengembalikan mood Fia yang sedang turun akibat kematian salah satu teman sesama pasien. Rasa sedih itu selalu datang setiap kali melihat keluarga yang ditinggal. Airmata seolah begitu mudah dikeluarkan setiap kali kematian mendatangi manusia.
Fia berada di salah satu bangku taman saat Heechul datang. Namja itu langsung panic mengetahui yeoja yang dibesuknya tidak ada di ruangannya. Kepanikannya membuat yang lain ikut panic, hingga akhirnya dokter yang merawat Fia mendatanginya dan memberitahukan keberadaan yeoja yang menjadi penyebab kepanikannya.
"Kau itu kenapa suka membuat orang khawatir eoh" sebuah jitakan diberikannya kepada Fia yang tidak menyadari kedatangannya.
"Yakk…" hampir saja makian keluar dari mulutnya, tapi diurungkan saat tahu pelakunya. "Oppa kenapa kau menjitakku huh, sakit tahu"lanjutnya dengan mempoutkan bibirnya.
"Agar kau tidak keluyuran seperti ini. Aku benar-benar panic saat tidak menemukanmu di ruang inapmu" Heechul menjelaskannya dengan semangat yang berlebih, dan itu membuat tawa Fia kembali menghiasi wajahnya yang semakin pucat tiap hari. Melihat tawa Fia membuat Heechul tak bisa menahan diri untuk tidak memeluknya.
"Sebaiknya kita kembali ke ruanganmu, disini mulai dingin". Keduanya kembali menuju sebuah ruangan yang telah menjadi tempat tinggal Fia sejak beberapa waktu yang lalu. Tak lama setelah itu Heechul undur diri meninggalkan Fia yang sibuk dengan game yang kemarin malam diambil paksa dari Kyuhyun. Sebelum akhirnya dia tertidur dengan console game dalam dekapannya.
Entah berapa lama Fia tertidur, saat dia membuka mata lampu kamar telah menyala. Dipandanginya seluruh ruangan, berharap ada seseorang yang menemaninya saat itu. Rasa kecewa menderanya ketika tidak mendapati siapapun selain dirinya diruangan berbau obat itu. Tanpa sadar airmata mulai mengaliri pipinya yang semakin tirus. Isakan itu berubah menjadi keras saat rasa sakit didadanya kembali. Dia berusaha menekan tombol yang berada diatas kepalanya, tapi tenaganya seolah hilang. Fia hanya berharap tidak mati saat ini. Karena masih ada beberapa hal yang belum dilakukannya.
Dan sepertinya Tuhan mendengar doa tulus yang dipanjatkan yeoja cantik itu. Sebelum pingsan, Sungmin datang dan langsung memberikan pertolongan. Namja itu berusaha mengembalikan nafas Fia agar kembali normal. Senyum menghiasi wajah manisnya saat melihat pasiennya telah berada dalam kondisi yang stabil. Diusapnya peluh yang membanjiri wajahnya dengan saputangan yang diberikan Fia kemarin.
*Flashback*
Pagi yang cerah selalu membuat kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang. Cahaya sang surya yang hangat seakan memberikan secercah harapan baru bagi sang penikmatnya. Itu juga yang tengah dirasakan seorang yeoja diatap rumah sakit. Direntangkannya kedua tangan seolah ingin mengambil semua kehangatan yang diberikan mentari pagi itu. Dengan mendengarkan sebuah lagu yang bersumber dari ipod di saku bajunya, yeoja itu sama sekali tidak menyadari keberadaan orang lain di belakangnya. Bahkan panggilan yang ditujukan kepadanya diacuhkan.
"Kau benar-benar tidak bisa diam di tempat tidurmu eoh?" seorang namja manis dengan jas dokternya mencabut salah satu earphone sang yeoja. Tak lupa sebuah selimut dililitkan di sekitar tubuh ringkih pasiennya.
"Morning" sebuah senyum terukir diwajahnya yang semakin kehilangan rona. "Pagi ini sangat hangat oppa" lanjutnya.
"Ya, tapi tidak seharusnya kau keluar tanpa selimut seperti ini" rasa kesal yang sempat menderanya ketika untuk kesekian kalinya tidak mendapati pasien yang menjadi tanggung jawabnya di tempat tidur menghilang saat sebuah senyum terlihat di wajah tirus yeoja disampingnya.
"Oppa, aku punya sesuatu untukmu" sekali lagi diacuhkannya kekesalan sang dokter. Sebuah kotak kecil diberikan kepada namja yang telah merawatnya selama ini.
"Apa ini?"
"Hadiah, aku takut tidak akan bisa memberimu hadiah saat kau berulang tahun nanti. Jadi kuputuskan untuk memberikannya sekarang" setelah berkata demikian, Fia langsung kembali menatap matahari. Yeoja itu tidak ingin sang dokter tahu jika airmatanya sudah hampir jatuh. "Mian jika tidak sesuai dengan style mu. Aku menyuruh Hyesung membelinya, dan aku baru ingat jika namjachingguku itu sangat tidak bisa memilih sesuatu yang bagus"
"Ini bagus, dan aku akan selalu memakainya. Gomawo" diacaknya rambut Fia setelah melihat isi dalam kotak tersebut. Sebuah saputangan biru dengan gambar kelinci di pojok kanannya. Sangat kekanakan untuk seorang dokter seperti Lee Sungmin.
"Jinjjayo? Tidakkah itu sangat aneh?"
"Tidak, ini bagus. Apalagi jika Hyesung yang memilihnya" kedua manik mereka bertatapan beberapa saat sebelum tawa terdengar memenuhi atap rumah sakit. "Ayo kembali, bukankah hari ini kekasihmu akan datang?" lanjut Sungmin. Dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan sang mentari yang mulai beranjak naik.
*Flashback end*
"FIa lihat, apa yang kubawa untukmu?" suara nyaring seorang namja yang tiba-tiba masuk membuat Sungmin menolehkan wajahnya.
"Ah, Ryeowook-ssi. Annyeong " sapanya ramah.
"Annyeong dokter Lee, bagaimana keadaan Fia hari ini?" pertanyaan yang sama selalu menjadi sapaan Ryeowook kepada uisa yang bertanggung jawab ataskesembuhan saudarinya.
"Dia sempat kolaps tadi, tapi saat ini kondisnya sudah stabil" perkataan sang dokter membuat raut wajah Ryeowook berubah keruh.
"Berapa lama lagi waktu yang dimilikinya?" tanyanya berusaha setegar mungkin.
"Entahlah. Satu minggu adalah waktu terlama yang dimiliki Fia" kesedihan juga dirasakan Sungmin saat mengatakan kenyataan itu. Entah kenapa setiap kali melihat airmata mengalir di wajah Ryeowook membuatnya merasakan kesedihan yang dialami namja mungil itu. Dan tanpa mereka sadari ada seorang namja yang mendengar semua pembicaraan itu. Kesedihan tidak dapat ditahannya lagi, seolah kehilangan seluruh tenaganya dia langsung terjatuh dan airmata mengaliri pipi chubbynya.
Waktu terasa berjalan sangat cepat bagi Hyesung. Setelah mendengar apa yang dikatakan Sungmin dan Ryeowook dua hari yang lalu, dia seperti enggan meninggalkan Fia. Bahkan dua hari ini dia lebih memilih menemani kekasihnya daripada bekerja. Sebenarnya Kibum sama sekali tidak memberinya ijin, tapi dia sama sekali tidak peduli. Dia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Fia selama mungkin. Bahkan hampir dua hari juga namja chubby itu tidak memejamkan matanya.
"Tidurlah, jebal" entah sudah berapa kali Fia memaksa kekasihnya itu untuk tidur, tapi kekeras kepalaan Hyesung membuatnya enggan menutup mata.
"Tidak, aku baik-baik saja" elaknya untuk kesekian kalinya.
"Kau sangat aneh dua hari ini, kau tidak mau tidur dan juga bekerja. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?"
"Tidak ada, aku hanya merindukanmu. Ya, hanya itu" Hyesung berusaha menahan rasa sedih setiap kali mengingat waktu yang dimiliki yeoja di depannya semakin mendekati batas akhirnya. Karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada salah satu orang yang dikasihinya, Fia meminta bantuan Sungmin untuk membuat Hyesung tidur dengan memberinya obat. Dan rencananya berhasil.
Saat ini sang kekasih tengah tertidur pulas di tempat tidur yang dimintanya secara langsung kepada Sungmin. Dipandanginya wajah tampan sang kekasih, sesekali diusapnya pipi yang biasanya chubby itu.
"Aku harap kau menepati janjimu Hyesung-ah. Aku mohon jangan bersedih jika suatu saat nanti aku harus pergi. Kau harus tetap melanjutkan hidupmu dengan kebahagiaan yang berlimpah." Monolognya dengan sesekali mencium tangan Hyesung. Jika dilihat dari luar, seolah Hyesung-lah yang tengah sakit.
"Aku akan pastikan itu" jawab sang namja yang baru saja datang.
"Bryan, kau datang. Aku memang membutuhkanmu saat ini." Setelah berkata demikian Fia mengajak Kibum keluar menuju taman dan memberitahukan apa yang telah direncanakan beberapa hari ini. Dan tanpa daya Kibum terpaksa menuruti semua keinginan Fia.
Keadaan Fia semakin memburuk. Interval rasa sakit yang dirasakannya juga semakin pendek. Meski demikian yeoja itu selalu saja membuat Sungmin menggelengkan kepala dengan semua sikap dan perbuatannya. Seperti hari itu, dia memaksa Hyesung dan Sungmin untuk memberinya ijin pergi keluar dari rumah sakit. Dia ingin ke pantai untuk terakhir kalinya.
Karena merasa apa yang diminta Fia adalah keinginan terakhirnya, Sungmin memberinya ijin. Dengan syarat dia harus ikut kemana Fia akan pergi. Pada awalnya Fia menolak karena menganggap keberadaan Sungmin hanya akan mengganggu kencannya dengan Hyesung, tapi setelah dipertimbangkan lagi, Fia malah mengajak Ryeowook, Kibum, dan juga Kyuhyun.
"Kau siap?" Hyesung kembali memastikan kondisi Fia saat itu. Jika saja sang kekasih menunjukkan sesuatu yang buruk, maka dia akan membatalkan perjalanan ini.
"Tentu, aku benar-benar tidak sabar melihat pantai" antusias yang ditunjukkan Fia membuat kelima namja yang akan menemaninya mengukir senyum.
"Tapi jika kau merasa lelah….."
"Aku akan bilang kepadamu oppa" Fia memotong peringatan yang diberikan Sungmin sejak pagi.
"Baiklah, kita berangkat" meski Ryeowook tampak bersemangat, tapi Kyuhyun tahu jika namja manis itu mencoba menahan rasa sedihnya.
Perjalanan yang dipenuhi dengan canda itu membuat jarak yang jauh sama sekali tak terasa. Mereka sampai di pantai tiga puluh menit lebih awal dari yang mereka perkirakan. Setelah menyantap bekal lezat buatan Ryeowook, para namja bermain air laut seperti anak kecil. Sementara Fia hanya bisa melihat mereka dengan tawa yang selalu menghiasi wajah pucatnya. Disampinya Hyesung dengan setia menemaninya. Mereka duduk di pasir pantai tak jauh dari keberadaan yang lain.
"Kita pulang setelah matahari terbenam, ne" ada sebuah kebahagiaan yang terlihat jelas saat mengutaran keinginannya kepada sang kekasih.
"Apapun untukmu" dipeluknya Fia dari belakang, memberikan kehangatan yang semakin hilang dari tubuhnya. Sementara Fia semakin menyamankan diri dalam dekapan sang kekasih.
"Kau ingat janjimu kan Hyesung-ah" Fia kembali mengingatkan janji yang diucapkannya saat Hyesung menyatakan cinta kepadanya. Baginya saat itu adalah saat terindah dalam hidupnya
"Tentu" Hyesung berusaha menahan agar airmata yang sejak tadi ditahannya tidak menetes.
"Baguslah, lihat matahri mulai terbenam. Bukankah itu sangat indah?" senyum masih menghiasi wajah cantik Fia.
"Ne, itu sangat indah"
"Aku sangat bahagia hari ini. Gomawo" suara Fia semakin melemah.
"Hmm" akhirnya airmata tak bisa lagi ditahannya. Hyesung tidak peduli jika Fia akan marah padanya, tapi merasakan jika suhu tubuh yeoja dalam pelukannya semakin dingin membuatnya tak tahan lagi untuk tidak menangis. Dan Hyesung semakin mengeratkan pelukannya.
"Saranghae" kata terakhir Fia sebelum kedamaian menjemputnya.
"Nado saranghae" airmata Hyesung semakin menjadi saat tidak ada lagi kehangatan dari yeoja yang telah mengisi hatinya beberapa bulan terakhir ini. Tepat saat matahari tenggelam, Fia pergi menuju tempat dimana tidak ada lagi airmata yang akan menetes melalui mata birunya dan meninggalkan orang-orang yang sangat dikasihinya.
Kematian Fia membuat semua orang merasa kehilangan. Terutama Ryeowook. Namja manis itu seolah kehilangan tujuan hidupnya sejak jasad saudaranya itu dikebumikan. Kyuhyun dan Hyesung berusaha membuat namja itu tertawa sepert janji mereka pada Fia. Tapi pada akhirnya ketiga namja itu malah larut dalam kesedihan.
Hal tersebut terus berlanjut hingga bulan ketiga kepergian yeoja cantik itu. Dengan perlahan mereka bangkit dari kesedihan dan memulai menemukan kembali kebahagiaan yang sempat menjauhi ketiganya. Mereka sadar jika apa yang telah mereka lakukan hanya akan membuat Fia bersedih. Bahkan untuk saling menguatkan satu sama lain ketiga namja itu sepekat untuk tinggal setap di flat kecil Ryeowook. Bagi ketiganya tempat itu penuh kenangan dengan Fia.
31 Desember 20xx
Tanpa terasa setahun sudah Bluerose melayani para pelanggannya. Penyambutan malam baru yang akan dilangsungkan di Bluerose akan sangat berbeda. Karena pesta itu hanya dibuat untuk para pegawai dan keluarganya. Hanya beberapa pelanggan yang mendapat undangan langsung dari sang manager yang akan ikut dalam pesta malam itu. Para pegawai terlihat sibuk menyiapkan semua keperluan pesta nanti malam. Bahkan Kim Heechul juga ikut membantu mempersiapkan semua yang dibutuhkan.
Udara yang dingin akibat salju yang turun tidak menyurutkan semangat pegawai Bluerose untuk menghadiri pesta yang telah direncanakan oleh Kibum dan Heechul. Dengan penuh kebahagiaan mereka bersama keluarga memasuki Bluerose. Meja sudah diatur sedemikian rupa agar satu meja untuk satu keluarga.
Satu persatu meja mulai terisi. Semua terlihat bahagia bersama dengan keluarganya. Tanpa sadar airmata keluar dari salah satu namja yang tengah merindukan satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Dia hanya berdiri diam di sudut ruangan dimana dulu saudaranya sering menghabiskan waktu istirahatnya. Dia enggan menuju meja yang disediakan untuknya. Karena dia yakin jika dia akan sendirian. Tak lama waktu berselang seorang namja yang cukup dikenalnya datang dan menempati meja yang juga miliknya. Bingung dengan apa yang terjadi, namja manis itu keluar dari persembunyiannya.
"Annyeong Sungmin hyung, maaf sebelumnya tapi apa kau yakin jika mejamu ada disini?" tanya namja yang tak kalah manis dari namja yang tengah duduk.
"Eh, annyeong Wookie. Entahlah, tapi sesuai undangan yang kudapat dari Bumie disinilah tempat dudukku. Apa ada masalah?" tanya Sungmin balik.
"Ah,ani. Hanya saja ini juga tempat dudukku. Mungkin Kibumie sengaja membuatmu duduk disini agar aku tidak sendirian"
"Ne, mungkin",
Tak jauh dari keduanya tampak Kyuhyun tengah bercanda dengan Song ahjuma dan sepupuny, Kim Jaejoong. Dia sama sekali tidak menyangka jika Kibum akan mengundang kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Dan hal itu membuatnya bahagia, meski tidak bisa melewatkan pergantian tahun dengan keluarganya, setidaknya dia tidak sendiri. Bahkan Kriss dan Changminpun diundang.
"Baiklah, sebelum acara dimulai aku ingin memberikan sesuatu kepada kalian" pernyataan Kibum membuat yang lainnya bingung. Gerangan apakah yang ingin diberikan oleh namja yang jarang tersenyum itu. Dan rasa penasaran mereka semaki bertambah saat Kibum mulai membagikan sebuah amplop putih kepada masing-masing orang. Bahkan Sungmin, Kriss, Jaejoong, Song ahjuma, dan Changmin juga mendapatkan amplop itu.
"Apa ini?" pertanyaan Lu Han mewakili semuanya.
"Kalian akan tahu apa itu nanti" dengan sikap seperti biasanya Kibum menjawab pertanyaan namja China itu.
Untuk meramaikan suasana, mereka memainkan sebuah permainan. Permainan Truth and Dare menjadi pilihan semuanya. Disaat seperti itu semua orang akan membeberkan semua rahasia yang disimpannya atau bahkan melakukan hal-hal yang tidak pernah disangkanya. Sepuluh menit sebelum pergantian waktu, pintu Bluerose kembali dibuka. Dan terlihatlah tiga orang yang masuk dari pintu itu.
"Apa kami terlambat?" seorang yeoja cantik bertanya kepada Kibum.
"Tidak, silahkan menuju meja kalian " jawab Kibum setelah memberikan amplop yang sama kepada kertiganya.
Kedatangan ketiganya membuat salah satu namja terpaku dan tidak bisa melakukan apapun. Apa yang kini telah dilihatnya adalah mimpi yang tidak berani dia harapkan akan menjadi kenyataan. Keberadaan orang-orang yang sangat dirindukannya membuatnya tanpa sadar meneteskan airmata.
Semua mata memperhatikan kemana ketiganya menuju. Ryeowook tersenyum bahagia saat melihat kedatangan keluarga Kyuhyun malam ini. Dalam hatinya dia berterima kasih kepada Kibum karena telah mengundang mereka.
"Lima menit sebelum tahun berganti, sebaiknya kita berdoa untuk kebaikan kita semua pada tahun depan." Ucap Kibum memimpin doa malam itu. "Dan kalian bisa membuka apa yang ada dalam amplop itu" katanya mengikuti permintaan seseorang yang memintanya membuat acara ini. Kibum juga membuka amplop miliknya.
Kesunyian menyelimuti Bluerose beberapa waktu saat semuanya membaca surat dari salah satu teman mereka. Kesedihan menyelimuti mereka saat orang yang menulis surat itu tidak lagi bersama. Dibalik kesedihan selalu ada kebahagiaan yang mengikuti. Itu juga yang dirasakan oleh sebagian orang. Dan yang paling bahagia adalah Ryeowook dan Kyuhun. Karena pada malam itu mereka bisa kembali bertemu dengan keluarga yang sangat mereka rindukan.
1 tahun kemudian
Terlihat seorang namja yang larut dalam doa panjangnya. Dia sama sekali tidak sadar jika ada orang lain yang ikut berlutut dan berdoa disampingnya. Mereka meluapkan rasa rindu kepada seseorang yang telah terbaring dalam tidur panjangnya dalam doa yang mereka kirimkan. Semilir angin menerbangkan helai keduanya, membawa kedamaian yang selalu mereka dapatkan setelah mendoakan seseorang yang sangat berarti dalam hidup mereka.
"Yakkk! Kenapa meninggalkanku eoh?" sebuah teriakan namja dibelakangnya membuat kedua namja yang tengah kusyuk berdoa menoleh.
"Kau terlalu lama Cho Kyuhyun" namja berwajah manis menjawab dengan cengiran di wajahnya.
"Ini semua salah kalian kan, kalian menyembunyikan kunci mobilku. Kau lihat itu Fia, mereka sangat menyebalkan" adunya kepada seseorang yang mengembalikan kebahagiaannya. Meski kedua orang tua dan kakaknya tetap tinggal di luar negeri, tapi hubungan mereka jauh lebih baik sejak tahun lalu.
"Pengadu" Ryeowook dan Hyesung berkata bersamaan dengan seringaian di wajah keduanya.
"Aishh…kalian…." Dan mereka pun saling bekerjaran seperti anak kecil di depan makam yeoja yang selalu menempati hati ketiganya.
"Kalian tahu, Fia benar-benar melakukan banyak hal sebelum kepergiaanya. Dia membuatku bertemu kembali dengan keluargaku dan membuat hubungan Kyuhyun dan keluarganya membaik"
"Kau benar Wookie, dia melakukan banyak hal untuk kita"
"Dan sebagai rasa terima kasih kita kepadanya, kita harus berusaha meraih kebahagiaan kita sebelum nanti kita bertemu dengannya di kehidupan yang selanjutnya." Hyesung dan kedua namja itu berbalik melihat makam Fia. Dan ketiganya berlalu untuk kembali melakukan aktivitas mereka. Untuk terakhir kalinya Kyuhyun melihat lagi makam yang setiap hari dikunjunginya sebelum bekerja itu.
'Inikah kebahagiaan yang pernah kau maksudkan dulu? Kau benar-benar membuatku yakin jika kebahagiaan akan menghampiriku dan itulah yang terjadi. Terima kasih telah membantuku tidak menyerah untuk mencapai kebahagiaan. Aku akan selalu percaya jika kebahagiaan akan selalu menyertai semua orang yang tidak menyerah kepadanya.'
Kini senyum selalu menghiasi wajah tampannya. Setiap saat dia akan berusaha berbagi kebahagiaan yang ia dapat kepada siapapun.
END
Akhirnya selesai juga. Terima kasih kepada Ami Zhang, Awaelfkyu13, dan siapa saja yang telah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Sampai jumpa di tulisanku yang lain, hehehe. jika ada yang berminat juga sih.
Dan seandainya ingin berteman denganku kalian bisa lihat FB ku, Opie Aewes :)
And Once Again I say
Hontouni Arigataou :)
Opie ^^
